80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68154
Batas wilayah administratif Desa Tugusari
-
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Tugusari, Bangsalsari โ Agustus 2025 โ Mahasiswa KKN Kolaboratif 149 Desa Tugusari melaksanakan program penyediaan fasilitas tempat sampah di Alun-Alun Desa Tugusari. Program ini didasari oleh hasil observasi lapangan yang menunjukkan bahwa ketersediaan sarana pengelolaan sampah di ruang publik desa masih terbatas, sehingga berpotensi menurunkan kebersihan lingkungan dan kenyamanan masyarakat. Alun-alun merupakan salah satu ruang publik utama di Desa Tugusari yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Berbagai kegiatan rutin seperti olahraga, rekreasi keluarga, aktivitas UMKM, hingga acara seremonial desa kerap berlangsung di area ini. Namun, minimnya ketersediaan tempat sampah di beberapa titik strategis, seperti dekat gazebo, toilet umum, dan sekitar area UMKM, seringkali menyebabkan sampah tidak terkelola dengan baik. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, penurunan estetika kawasan, bahkan risiko kesehatan akibat penumpukan sampah. Melalui program ini, mahasiswa KKN 149 menempatkan fasilitas tempat sampah di beberapa titik penting dengan mempertimbangkan intensitas aktivitas masyarakat. Penempatan dilakukan secara terukur, yaitu di area gazebo yang sering digunakan sebagai tempat istirahat, di sekitar toilet umum sebagai fasilitas pendukung kebersihan, serta di kawasan UMKM untuk mendukung pengelolaan sampah hasil aktivitas perdagangan. Penyediaan tempat sampah ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana fisik, tetapi juga menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Pengelolaan sampah yang baik di ruang publik akan memberikan dampak positif jangka panjang, mulai dari meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat, terjaganya keindahan ruang terbuka desa, hingga mendukung citra positif desa sebagai kawasan yang bersih dan nyaman. Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi mahasiswa KKN dalam mengintegrasikan aspek kesehatan lingkungan dengan pembangunan sosial. Kegiatan kecil seperti penyediaan tempat sampah di ruang publik dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat komunitas. ย Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan masyarakat Desa Tugusari semakin terdorong untuk menjaga kebersihan lingkungan bersama-sama. Keberadaan tempat sampah di alun-alun juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif untuk menciptakan ruang publik yang nyaman, sehat, dan representatif bagi seluruh warga.
Tugusari, Bangsalsari โ 15 Agustus 2025 โ Mahasiswa KKN Kolaboratif 149 Desa Tugusari melaksanakan kegiatan edukatif berupa sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di TK Al-Hamid, Kecamatan Bangsalsari. Fokus utama kegiatan ini adalah pengenalan dan pembiasaan teknik mencuci tangan yang benar sesuai standar World Health Organization (WHO) kepada anak-anak usia dini. Mencuci tangan merupakan salah satu pilar penting dalam upaya pencegahan penyakit menular. Menurut WHO, sekitar 80% penularan penyakit dapat dicegah hanya dengan praktik mencuci tangan yang tepat. Oleh karena itu, mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara langsung dengan metode praktik yang mudah dipahami oleh anak-anak. Proses edukasi dilakukan melalui pendekatan demonstratif dengan memperagakan enam langkah mencuci tangan sesuai standar WHO. Anak-anak kemudian diarahkan untuk mempraktikkan langkah tersebut secara berulang hingga terbiasa. Selain sebagai sarana pembelajaran kesehatan, kegiatan ini juga dirancang untuk mendukung pembentukan perilaku hidup bersih sejak dini. Usia anak-anak merupakan fase krusial dalam membangun kebiasaan. Pembiasaan yang ditanamkan sejak usia sekolah dasar, khususnya taman kanak-kanak, berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap pola hidup sehat di kemudian hari. Kegiatan sosialisasi ini sekaligus dirangkaikan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam rangka menyemarakkan suasana kemerdekaan, mahasiswa KKN menyelenggarakan berbagai lomba sederhana yang bersifat edukatif dan rekreatif. Lomba-lomba tersebut mencakup permainan tradisional maupun kegiatan motorik ringan, seperti lomba membawa bola. Tujuan utama lomba bukan sekadar hiburan, melainkan juga stimulasi perkembangan motorik, kreativitas, dan rasa kebersamaan pada anak-anak. Kegiatan di TK Al-Hamid ini mencerminkan integrasi antara program pengabdian berbasis kesehatan dengan nilai-nilai kebangsaan. Sosialisasi PHBS memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat sejak usia dini, sedangkan lomba kemerdekaan menumbuhkan semangat nasionalisme serta kegembiraan kolektif di kalangan anak-anak. ย Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kolaboratif 149 berupaya untuk menghadirkan kebermanfaatan ganda, yakni edukasi kesehatan yang berbasis ilmiah sekaligus penguatan nilai kebangsaan. Sinergi antara aspek kesehatan dan pendidikan karakter diharapkan dapat menjadi pondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, berdaya saing, dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat.
Bangsalsari, 17 Agustus 2025 โ Mahasiswa KKN Kolaboratif 149 Desa Tugusari turut berpartisipasi dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan di Lapangan Kecamatan Bangsalsari. Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh desa se-Kecamatan Bangsalsari, perangkat desa, jajaran muspika, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat umum. Upacara peringatan kemerdekaan ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa KKN, untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali semangat kebangsaan. Dalam kesempatan ini, mahasiswa KKN 149 Desa Tugusari hadir bersama perangkat desa sebagai bagian dari kebersamaan dalam memperkuat sinergi antara generasi muda dan pemerintah desa. Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan persiapan barisan peserta, dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih yang berjalan penuh khidmat. Rangkaian upacara juga diisi dengan pembacaan teks proklamasi, hening cipta, serta amanat dari Camat Bangsalsari yang menekankan pentingnya menjaga persatuan dan semangat gotong royong dalam membangun bangsa, termasuk melalui pengabdian di tingkat desa. Kepala Desa Tugusari memberikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN 149. โKami bangga anak-anak KKN turut hadir dan berpartisipasi dalam upacara kemerdekaan ini. Hal ini menunjukkan kepedulian mereka tidak hanya dalam bidang akademik dan pengabdian, tetapi juga dalam menanamkan nilai nasionalisme dan cinta tanah air,โ ujarnya. Sementara itu, salah satu perwakilan mahasiswa KKN 149 menyampaikan bahwa keikutsertaan mereka dalam upacara ini merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan bangsa serta wujud komitmen untuk turut berkontribusi dalam pembangunan desa. โBagi kami, mengikuti upacara bersama masyarakat merupakan pengalaman berharga yang menumbuhkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa,โ ungkapnya. ย Partisipasi mahasiswa KKN 149 dalam upacara HUT RI ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan pengabdian yang akan mereka laksanakan di Desa Tugusari selama beberapa minggu ke depan. Dengan semangat kemerdekaan, diharapkan seluruh program kerja KKN dapat berjalan lancar, bermanfaat bagi masyarakat, serta mempererat hubungan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga.
ย Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu pilar penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa, khususnya dalam upaya pemantauan tumbuh kembang balita dan pencegahan masalah gizi. Kegiatan ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan preventif dan promotif yang melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, dan partisipasi aktif masyarakat. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 149 Desa Tugusari turut berpartisipasi mendukung kegiatan posyandu yang dilaksanakan di Polindes Tugusari. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN membantu bidan desa dalam berbagai tahapan pelayanan, mulai dari pemberian vaksin kepada bayi dan balita, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, hingga pengukuran lingkar perut sesuai prosedur pemantauan gizi. Selain pelayanan fisik, KKN 149 juga terlibat dalam edukasi kesehatan kepada para ibu terkait perawatan bayi dan balita. Edukasi mencakup pentingnya pemberian imunisasi lengkap sesuai jadwal, pemantauan pertumbuhan anak melalui Kartu Menuju Sehat (KMS), pola makan bergizi seimbang, pencegahan stunting, serta penanganan awal penyakit umum pada anak. Kehadiran KKN 149 di posyandu ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, baik bagi masyarakat maupun bagi mahasiswa itu sendiri. Bagi masyarakat, kegiatan ini membantu memastikan tumbuh kembang anak terpantau dengan baik dan pengetahuan kesehatan keluarga meningkat. Sementara bagi mahasiswa, keterlibatan ini menjadi sarana pembelajaran lapangan yang berharga mengenai pelayanan kesehatan primer di tingkat desa. Dengan kolaborasi antara bidan desa, kader posyandu, mahasiswa KKN, dan masyarakat, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan primer dapat berjalan optimal apabila semua pihak berperan aktif. ย
Penyakit Tidak Menular (PTM) kini menjadi tantangan kesehatan yang semakin serius, bahkan di wilayah pedesaan. Menyadari pentingnya peran kader kesehatan dalam pencegahan dan penanganan, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 149 Desa Tugusari menggelar sosialisasi khusus yang membahas penyakit stroke, diabetes mellitus, penyakit jantung koroner, dan hipertensi. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menambah wawasan, tetapi juga menjadi bekal berharga bagi para kader dalam menghadapi ujian kompetensi kader kesehatan. Bertempat di Balai Desa Tugusari, materi disampaikan dengan metode interaktif yang memadukan penjelasan ilmiah dengan bahasa yang mudah dipahami. Sesi pembukaan membahas faktor risiko PTM, seperti pola makan tinggi gula, garam, dan lemak; kebiasaan merokok; konsumsi alkohol; kurang aktivitas fisik; serta stres berkepanjangan. Ditekankan pula bahwa sebagian faktor risiko dapat diubah melalui gaya hidup sehat, sedangkan faktor yang tidak dapat diubah seperti usia dan riwayat keluarga tetap dapat dikelola dampaknya. Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan obat-obatan yang umum digunakan, seperti obat antihipertensi, penurun gula darah, dan antiplatelet. Penekanan khusus diberikan pada pentingnya kepatuhan minum obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, mengingat penghentian atau penggunaan obat yang tidak tepat dapat memicu kekambuhan atau komplikasi. Tidak kalah penting, KKN 149 memaparkan strategi perbaikan gaya hidup yang terbukti efektif menurunkan risiko PTM, seperti konsumsi lebih banyak sayur dan buah, menjaga berat badan ideal, olahraga rutin minimal 150 menit per minggu, mengurangi makanan olahan, serta mengelola stres dengan teknik relaksasi. Para kader juga berlatih langsung cara mengukur tekanan darah yang benar, keterampilan yang sangat relevan baik untuk pelayanan kesehatan masyarakat maupun sebagai materi ujian kader kesehatan. Menurut Dustin (mahasiswa Kedokteran 2022), keberhasilan pencegahan PTM sangat bergantung pada peran kader sebagai ujung tombak edukasi masyarakat. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, kader tidak hanya mampu mengedukasi warga, tetapi juga lebih siap secara akademis menghadapi ujian yang menilai kompetensi mereka. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta. Mereka menilai materi yang diberikan relevan, aplikatif, dan bermanfaat gandaโbaik untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di desa, maupun sebagai persiapan menghadapi ujian kader kesehatan yang akan datang. Diharapkan, pengetahuan ini dapat diterapkan di lapangan dan berdampak positif pada penurunan angka kejadian PTM di Desa Tugusari.
Jember Fashion Carnaval (JFC) kembali digelar dengan meriah, menghadirkan kemegahan kostum dan atraksi yang memukau ribuan pasang mata. Dikenal sebagai salah satu karnaval terbaik di dunia, JFC bukan hanya menjadi ajang kreativitas seni dan budaya, tetapi juga wadah promosi potensi daerah. Tahun ini, salah satu yang mencuri perhatian adalah hadirnya stand produk unggulan desa-desa di Kecamatan Bangsalsari, termasuk Desa Tugusari. Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 149 Desa Tugusari turut ambil bagian aktif dalam kegiatan ini, memberikan dukungan penuh bagi upaya pemerintah kecamatan memajukan potensi ekonomi desa. Dalam kegiatan yang berlangsung di pusat kecamatan tersebut, KKN 149 tidak hanya sekadar hadir, tetapi juga menjadi garda depan dalam mempromosikan produk-produk unggulan dari seluruh desa di Bangsalsari. Mulai dari menjaga stand, melayani pengunjung, memasarkan produk secara langsung, menata ulang stok barang, hingga melakukan pendataan penjualan, seluruh anggota KKN 149 bahu membahu memastikan kegiatan berjalan lancar. Produk yang ditawarkan pun beragam, mencerminkan kekayaan alam dan kreativitas masyarakat desa. Buah-buahan segar seperti mangga, pisang, dan pepaya menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Aneka makanan ringan hasil olahan warga, mulai dari keripik hingga jajanan tradisional, turut memikat lidah para pembeli. Namun, salah satu bintang utama yang menjadi kebanggaan Desa Tugusari adalah kopi khas Tugusari โ hasil racikan petani lokal yang memiliki cita rasa khas, aroma kuat, dan kualitas yang mampu bersaing di pasaran yang lebih luas. Kehadiran KKN 149 Tugusari di kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami proses pengelolaan dan pemasaran produk lokal. Melalui keterlibatan aktif, KKN 149 berharap dapat membantu meningkatkan daya jual produk unggulan, sekaligus mengenalkan potensi Bangsalsari kepada khalayak yang lebih luas, terlebih karena momentum JFC menghadirkan wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara. ย Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah kecamatan, desa, dan mahasiswa, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menggerakkan roda perekonomian lokal, serta menjaga agar kekayaan potensi alam dan budaya desa terus lestari dan berkembang.
Pendahuluan Pada Jumat, 1 Agustus 2025, mahasiswa KKN Kolaboratif 149 Tugusari, Bangsalsari, melaksanakan program kerja (proker) yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat, khususnya petani, tentang pembuatan Jadam Sulfur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang cara pembuatan dan penggunaan pestisida alami, sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Sosialisasi ini juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan keterampilan petani dalam memanfaatkan bahan-bahan alami yang dapat ditemukan di sekitar mereka untuk keperluan pertanian. Acara ini diselenggarakan di Balai Desa Tugusari, dengan dihadiri oleh Ketua Gapoktan, delapan Ketua Poktan, perwakilan dari masing-masing Poktan, Pak Renggus sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Tugusari, serta Kepala Desa Tugusari. Tujuan Kegiatan Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk: Memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada petani mengenai pembuatan Jadam Sulfur sebagai pestisida alami yang ramah lingkungan. Memberikan pelatihan praktis tentang cara pembuatan Jadam Sulfur, sehingga petani dapat mengaplikasikan ilmu ini dalam kegiatan pertanian mereka. Membagikan hasil pembuatan Jadam Sulfur kepada peserta sebagai bentuk implementasi praktis dari sosialisasi yang dilakukan. Rangkaian Kegiatan Kegiatan dimulai pada pukul 18.45 dan berakhir pada pukul 19.40. Acara ini diawali dengan sambutan dari ketua kegiatan dan perwakilan dari pemerintah desa. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai Jadam Sulfur, yang mencakup definisi, bahan-bahan yang digunakan, serta manfaatnya sebagai pestisida alami. Jadam Sulfur merupakan formulasi pestisida berbahan dasar sulfur (belerang), garam krosok, dan NaOH (soda api), yang memiliki berbagai fungsi, di antaranya sebagai fungisida, insektisida, bakterisida, serta pupuk daun. Setelah penjelasan mengenai bahan dan manfaat Jadam Sulfur, peserta diberikan kesempatan untuk menyaksikan langsung proses pembuatan Jadam Sulfur. Proses ini dimulai dengan pencampuran bahan utama: belerang, garam, NaOH, dan air. Campuran ini kemudian dipanaskan dan diaduk hingga mendidih. Setelah mencapai suhu yang tepat, air ditambahkan untuk mengatur suhu larutan. Proses ini menghasilkan larutan yang berubah warna menjadi hitam kemerahan, yang menandakan bahwa reaksi kimia telah berhasil. Setelah proses tersebut selesai, larutan didiamkan selama 24 jam untuk memastikan reaksi kimia telah selesai dan suhu larutan sudah aman. Di penghujung acara, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktekkan langsung pembuatan Jadam Sulfur, serta menerima hasil pembuatan Jadam Sulfur untuk dibawa pulang dan diterapkan pada pertanian mereka. ย Hasil Kegiatan Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan peserta terlihat antusias selama sesi sosialisasi dan praktek pembuatan Jadam Sulfur. Pembagian hasil pembuatan Jadam Sulfur merupakan bentuk implementasi langsung dari pelatihan yang diberikan. Para peserta dapat memanfaatkan pestisida alami ini untuk mengatasi masalah hama dan penyakit pada tanaman mereka, serta meningkatkan hasil pertanian dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, petani di Desa Tugusari tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga pengalaman praktis dalam pembuatan dan pengaplikasian Jadam Sulfur. ย Kesimpulan dan Rekomendasi Kegiatan sosialisasi pembuatan Jadam Sulfur ini berhasil memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada petani mengenai pentingnya penggunaan pestisida alami dalam pertanian. Jadam Sulfur terbukti menjadi alternatif yang efektif untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman, tanpa membahayakan lingkungan sekitar. Ke depan, kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan memberikan pelatihan lebih lanjut tentang penggunaan bahan alami lainnya sebagai pestisida, serta pendampingan secara berkala untuk memastikan penerapan pestisida alami ini dapat dilakukan secara optimal. ย Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para petani di Desa Tugusari dapat lebih mandiri dalam mengelola pertanian mereka dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia yang berpotensi merusak ekosistem. Oleh karena itu, perlu ada tindak lanjut yang mendalam untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan pengetahuan petani dalam penggunaan bahan alami dalam pertanian. ย
Pada tanggal 30 dan 31 Juli 2025, Tim KKN Kolaboratif 149 Tugusari bersama perangkat desa melaksanakan kegiatan pembagian bantuan beras kepada warga Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Kegiatan ini merupakan bagian dari program bantuan sosial yang disalurkan oleh BULOG, dengan tujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat Desa Tugusari. Sebanyak 1.479 warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan mendapatkan beras sebanyak 20 kg per orang. Pembagian beras dilaksanakan di kantor Desa Tugusari dan beberapa titik lokasi yang telah ditentukan untuk mempermudah distribusi. Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 15.00. Tim KKN Kolaboratif 149 Tugusari berkolaborasi dengan perangkat desa dan relawan dalam proses verifikasi data penerima bantuan, untuk memastikan bahwa bantuan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pembagian bantuan beras ini dilaksanakan secara teratur dan tertib, dengan sistem antrian yang menghindari kerumunan warga. Selain itu, pengawasan dan koordinasi yang baik antara tim KKN dan perangkat desa memastikan bahwa setiap warga menerima bantuan sesuai dengan yang terdaftar dalam daftar penerima. Bantuan beras yang disalurkan dalam kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara pemerintah desa dengan BULOG. Program bantuan sosial dari BULOG ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan pokok warga Desa Tugusari khususnya beras, dapat terpenuhi dalam situasi ekonomi yang sulit. Masyarakat Desa Tugusari sangat menyambut baik program ini, karena selain membantu meringankan beban mereka, juga memperkuat rasa solidaritas dan kebersamaan antar warga. Secara keseluruhan, kegiatan pembagian beras ini berjalan dengan sukses dan mendapatkan sambutan positif dari warga. Dengan adanya dukungan dari BULOG, serta kolaborasi antara mahasiswa KKN, perangkat desa, dan relawan, kegiatan ini berhasil memberikan dampak yang signifikan dalam membantu masyarakat. Pembagian bantuan beras ini juga menjadi contoh nyata tentang pentingnya kerjasama antara berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, serta mempererat hubungan antar lembaga dan masyarakat.
Hari/Tanggal : Rabu, 23 Juli 2025 Waktu : 12.00 - 16.00 Tempat : Dusun Krajan, Dusun Andongsari, Dusun Perkebunan, Sumber Canting, dan Sumber Ketangi. ย Upaya untuk meningkatkan validitas data anak tidak sekolah (ATS) di Desa Tugusari, tim KKN Kolaboratif 149 melakukan re-konfirmasi secara langsung di lapangan. Langkah awal dilakukan dengan menelusuri data ATS yang sudah tercatat dalam aplikasi MyDispendik milik pemerintah. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan kenyataan di lapangan dengan cara menanyakan langsung kepada warga, pengurus RT/RW, ataupun perangkat dusun. Proses penelusuran dilakukan di lima dusun yang ada di Desa Tugusari, yaitu Dusun Krajan (RW 1-6), Dusun Andongsari (RW 7-13), Sumber Canting (RW 14-18), Sumber Ketangi (RW 20-26), dan Dusun Perkebunan (RW 19 dan 27). Tim KKN mencocokkan nama-nama anak yang muncul di daftar MyDispendik dengan keberadaan aktual mereka, menanyakan status pendidikan serta mengetahui alasan mereka tidak bersekolah bila memang sesuai data. Tujuan kegiatan re-konfirmasi ini adalah untuk memperoleh data ATS yang benar-benar valid dan akurat, supaya ke depannya pemerintah desa bisa merancang program penanganan pendidikan yang tepat sasaran. Dampaknya, masyarakat dan perangkat desa semakin peduli terhadap isu pendidikan serta peran aktif RT/RW dapat menjadi kunci deteksi dini permasalahan ATS di lingkungan mereka. ย Dengan kerjasama dan komunikasi yang baik antara tim KKN, perangkat desa, serta warga setempat, pencarian dan validasi data ATS dapat berjalan lebih efektif, sehingga upaya untuk menekan angka anak putus sekolah di Desa Tugusari bisa dilakukan secara nyata dan berkelanjutan. ย
Pemerintah desa belum mengunggah potensi desa ke dalam portal ini.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Rencana tahunan pemerintah desa yang memuat program dan kegiatan sesuai RPJM Desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu