80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Jember Fashion Carnaval (JFC) kembali digelar dengan meriah, menghadirkan kemegahan kostum dan atraksi yang memukau ribuan pasang mata. Dikenal sebagai salah satu karnaval terbaik di dunia, JFC bukan hanya menjadi ajang kreativitas seni dan budaya, tetapi juga wadah promosi potensi daerah. Tahun ini, salah satu yang mencuri perhatian adalah hadirnya stand produk unggulan desa-desa di Kecamatan Bangsalsari, termasuk Desa Tugusari.
Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 149 Desa Tugusari turut ambil bagian aktif dalam kegiatan ini, memberikan dukungan penuh bagi upaya pemerintah kecamatan memajukan potensi ekonomi desa. Dalam kegiatan yang berlangsung di pusat kecamatan tersebut, KKN 149 tidak hanya sekadar hadir, tetapi juga menjadi garda depan dalam mempromosikan produk-produk unggulan dari seluruh desa di Bangsalsari. Mulai dari menjaga stand, melayani pengunjung, memasarkan produk secara langsung, menata ulang stok barang, hingga melakukan pendataan penjualan, seluruh anggota KKN 149 bahu membahu memastikan kegiatan berjalan lancar.
Produk yang ditawarkan pun beragam, mencerminkan kekayaan alam dan kreativitas masyarakat desa. Buah-buahan segar seperti mangga, pisang, dan pepaya menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Aneka makanan ringan hasil olahan warga, mulai dari keripik hingga jajanan tradisional, turut memikat lidah para pembeli. Namun, salah satu bintang utama yang menjadi kebanggaan Desa Tugusari adalah kopi khas Tugusari — hasil racikan petani lokal yang memiliki cita rasa khas, aroma kuat, dan kualitas yang mampu bersaing di pasaran yang lebih luas.
Kehadiran KKN 149 Tugusari di kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami proses pengelolaan dan pemasaran produk lokal. Melalui keterlibatan aktif, KKN 149 berharap dapat membantu meningkatkan daya jual produk unggulan, sekaligus mengenalkan potensi Bangsalsari kepada khalayak yang lebih luas, terlebih karena momentum JFC menghadirkan wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah kecamatan, desa, dan mahasiswa, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menggerakkan roda perekonomian lokal, serta menjaga agar kekayaan potensi alam dan budaya desa terus lestari dan berkembang.