80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Penyakit Tidak Menular (PTM) kini menjadi tantangan kesehatan yang semakin serius, bahkan di wilayah pedesaan. Menyadari pentingnya peran kader kesehatan dalam pencegahan dan penanganan, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 149 Desa Tugusari menggelar sosialisasi khusus yang membahas penyakit stroke, diabetes mellitus, penyakit jantung koroner, dan hipertensi. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menambah wawasan, tetapi juga menjadi bekal berharga bagi para kader dalam menghadapi ujian kompetensi kader kesehatan.
Bertempat di Balai Desa Tugusari, materi disampaikan dengan metode interaktif yang memadukan penjelasan ilmiah dengan bahasa yang mudah dipahami. Sesi pembukaan membahas faktor risiko PTM, seperti pola makan tinggi gula, garam, dan lemak; kebiasaan merokok; konsumsi alkohol; kurang aktivitas fisik; serta stres berkepanjangan. Ditekankan pula bahwa sebagian faktor risiko dapat diubah melalui gaya hidup sehat, sedangkan faktor yang tidak dapat diubah seperti usia dan riwayat keluarga tetap dapat dikelola dampaknya.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan obat-obatan yang umum digunakan, seperti obat antihipertensi, penurun gula darah, dan antiplatelet. Penekanan khusus diberikan pada pentingnya kepatuhan minum obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, mengingat penghentian atau penggunaan obat yang tidak tepat dapat memicu kekambuhan atau komplikasi.
Tidak kalah penting, KKN 149 memaparkan strategi perbaikan gaya hidup yang terbukti efektif menurunkan risiko PTM, seperti konsumsi lebih banyak sayur dan buah, menjaga berat badan ideal, olahraga rutin minimal 150 menit per minggu, mengurangi makanan olahan, serta mengelola stres dengan teknik relaksasi. Para kader juga berlatih langsung cara mengukur tekanan darah yang benar, keterampilan yang sangat relevan baik untuk pelayanan kesehatan masyarakat maupun sebagai materi ujian kader kesehatan.
Menurut Dustin (mahasiswa Kedokteran 2022), keberhasilan pencegahan PTM sangat bergantung pada peran kader sebagai ujung tombak edukasi masyarakat. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, kader tidak hanya mampu mengedukasi warga, tetapi juga lebih siap secara akademis menghadapi ujian yang menilai kompetensi mereka.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta. Mereka menilai materi yang diberikan relevan, aplikatif, dan bermanfaat gandaโbaik untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di desa, maupun sebagai persiapan menghadapi ujian kader kesehatan yang akan datang. Diharapkan, pengetahuan ini dapat diterapkan di lapangan dan berdampak positif pada penurunan angka kejadian PTM di Desa Tugusari.