Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Empowering Local Farmers with Jadam Sulfur: Kegiatan Sosialisasi KKN 149 Tugusari

Author
Desa Tugusari Kec. Bangsalsari
04 Agustus 2025 740 Kali Dilihat

Pendahuluan

Pada Jumat, 1 Agustus 2025, mahasiswa KKN Kolaboratif 149 Tugusari, Bangsalsari, melaksanakan program kerja (proker) yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat, khususnya petani, tentang pembuatan Jadam Sulfur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang cara pembuatan dan penggunaan pestisida alami, sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Sosialisasi ini juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan keterampilan petani dalam memanfaatkan bahan-bahan alami yang dapat ditemukan di sekitar mereka untuk keperluan pertanian. Acara ini diselenggarakan di Balai Desa Tugusari, dengan dihadiri oleh Ketua Gapoktan, delapan Ketua Poktan, perwakilan dari masing-masing Poktan, Pak Renggus sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Tugusari, serta Kepala Desa Tugusari.

Tujuan Kegiatan

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk:

  1. Memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada petani mengenai pembuatan Jadam Sulfur sebagai pestisida alami yang ramah lingkungan.
  2. Memberikan pelatihan praktis tentang cara pembuatan Jadam Sulfur, sehingga petani dapat mengaplikasikan ilmu ini dalam kegiatan pertanian mereka.
  3. Membagikan hasil pembuatan Jadam Sulfur kepada peserta sebagai bentuk implementasi praktis dari sosialisasi yang dilakukan.

Rangkaian Kegiatan

Kegiatan dimulai pada pukul 18.45 dan berakhir pada pukul 19.40. Acara ini diawali dengan sambutan dari ketua kegiatan dan perwakilan dari pemerintah desa. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai Jadam Sulfur, yang mencakup definisi, bahan-bahan yang digunakan, serta manfaatnya sebagai pestisida alami. Jadam Sulfur merupakan formulasi pestisida berbahan dasar sulfur (belerang), garam krosok, dan NaOH (soda api), yang memiliki berbagai fungsi, di antaranya sebagai fungisida, insektisida, bakterisida, serta pupuk daun.

Setelah penjelasan mengenai bahan dan manfaat Jadam Sulfur, peserta diberikan kesempatan untuk menyaksikan langsung proses pembuatan Jadam Sulfur. Proses ini dimulai dengan pencampuran bahan utama: belerang, garam, NaOH, dan air. Campuran ini kemudian dipanaskan dan diaduk hingga mendidih. Setelah mencapai suhu yang tepat, air ditambahkan untuk mengatur suhu larutan. Proses ini menghasilkan larutan yang berubah warna menjadi hitam kemerahan, yang menandakan bahwa reaksi kimia telah berhasil. Setelah proses tersebut selesai, larutan didiamkan selama 24 jam untuk memastikan reaksi kimia telah selesai dan suhu larutan sudah aman.

Di penghujung acara, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktekkan langsung pembuatan Jadam Sulfur, serta menerima hasil pembuatan Jadam Sulfur untuk dibawa pulang dan diterapkan pada pertanian mereka.

 

Hasil Kegiatan

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan peserta terlihat antusias selama sesi sosialisasi dan praktek pembuatan Jadam Sulfur. Pembagian hasil pembuatan Jadam Sulfur merupakan bentuk implementasi langsung dari pelatihan yang diberikan. Para peserta dapat memanfaatkan pestisida alami ini untuk mengatasi masalah hama dan penyakit pada tanaman mereka, serta meningkatkan hasil pertanian dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, petani di Desa Tugusari tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga pengalaman praktis dalam pembuatan dan pengaplikasian Jadam Sulfur.

 

Kesimpulan dan Rekomendasi

Kegiatan sosialisasi pembuatan Jadam Sulfur ini berhasil memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada petani mengenai pentingnya penggunaan pestisida alami dalam pertanian. Jadam Sulfur terbukti menjadi alternatif yang efektif untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman, tanpa membahayakan lingkungan sekitar. Ke depan, kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan memberikan pelatihan lebih lanjut tentang penggunaan bahan alami lainnya sebagai pestisida, serta pendampingan secara berkala untuk memastikan penerapan pestisida alami ini dapat dilakukan secara optimal.

 

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para petani di Desa Tugusari dapat lebih mandiri dalam mengelola pertanian mereka dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia yang berpotensi merusak ekosistem. Oleh karena itu, perlu ada tindak lanjut yang mendalam untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan pengetahuan petani dalam penggunaan bahan alami dalam pertanian.

 

Bagikan: