80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Sukowono, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68194
Batas wilayah administratif Desa Sumberwringin
-
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Sumberwringin, 16 Agustus 2025 - Mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 212 melaksanakan kegiatan bertajuk โPenyuluhan Pengolahan Cabai Lokal menjadi Produk Unggulan Desa melalui Branding dan Digital Marketingโ. Acara ini digelar di Balai Desa Sumberwringin dengan sasaran utama ibu-ibu PKK serta para ibu RT dan RW yang memiliki peran penting dalam pengembangan potensi ekonomi desa. Kegiatan ini sekaligus menjadi program kerja utama sekaligus tahap akhir dari rangkaian kegiatan KKN Posko 212 di Desa Sumberwringin. Melalui penyuluhan ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat memanfaatkan potensi cabai lokal yang melimpah untuk diolah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasaran. Kehadiran Tokoh Penting Desa dan Akademisi Acara ini dihadiri langsung oleh Ibu Kepala Desa Sumberwringin selaku Ketua PKK Desa yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif pemberdayaan ekonomi lokal ini. Selain itu, turut hadir Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang memberikan arahan sekaligus pendampingan kepada mahasiswa KKN dalam menjalankan program kerja. Dalam sambutannya, Ibu Kepala Desa menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN yang telah merancang program bermanfaat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Beliau menekankan bahwa pengembangan produk lokal melalui inovasi dan pemasaran digital menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Materi Penyuluhan: Dari Produksi hingga Pemasaran Digital Penyuluhan dibagi dalam beberapa sesi. Pada tahap awal, peserta diperkenalkan pada teknik pengolahan cabai lokal agar tahan lama dan dapat diolah menjadi produk seperti sambal kemasan, bubuk cabai, atau olahan lain yang bernilai ekonomis. Selanjutnya, peserta mendapat materi mengenai branding produk, termasuk pentingnya kemasan menarik, penentuan nama merek, serta cara membangun identitas produk agar dikenal masyarakat luas. Tidak hanya itu, mahasiswa KKN juga memberikan pelatihan mengenai digital marketing, mulai dari penggunaan media sosial, marketplace, hingga strategi pemasaran online yang efektif untuk menjangkau konsumen di luar desa. ย Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan Ibu-ibu PKK serta perwakilan RT/RW terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Banyak di antara mereka yang aktif bertanya mengenai cara menjaga kualitas produk, peluang pasar, hingga strategi promosi. Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya simulasi sederhana mengenai pengemasan dan promosi melalui platform digital. Di akhir acara, mahasiswa KKN Posko 212 menyampaikan harapan agar penyuluhan ini dapat menjadi titik awal terbentuknya produk unggulan Desa Sumberwringin berbasis cabai lokal. Dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat, diharapkan potensi ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan hingga menjadi salah satu kekuatan ekonomi desa. Penyuluhan ini menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa dalam mengembangkan potensi lokal. Selain memberikan ilmu praktis, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberdayakan masyarakat desa agar lebih mandiri dan inovatif.
ย Sumberwringin, 3โ4 Agustus 2025 โ Suasana Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember dipenuhi keceriaan dan tawa warga dalam acara Lomba Anti Mager yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 212. Kegiatan ini dirancang untuk mengajak masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja agar bergerak aktif, bersosialisasi, dan menikmati momen kebersamaan di tengah rutinitas sehari-hari. Lomba berlangsung selama dua hari dimulai pada Minggu (3/8) hingga Senin (4/8). Sejak pagi hari, warga sudah memadati area perlombaan dan suasana semakin semarak ketika perlombaan dimulai. Berbagai sorakan dan tawa mewarnai jalannya acara membuat suasana desa menjadi lebih hidup. Empat Cabang Lomba yang Seru dan Menghibur ย Dalam Lomba Anti Mager ini, terdapat empat jenis perlombaan yang menguji ketangkasan, konsentrasi, dan kreativitas peserta. 1. Cukurukuk (Kait Kawat), Lomba yang membutuhkan ketelitian tinggi. Peserta harus mengaitkan kawat ke gantungan tanpa menggunakan tangan. Meskipun terlihat sederhana, lomba ini membuat banyak peserta tertawa karena sering kali kawat meleset dari jalur. 2. Makan Kerupuk, Perlombaan klasik yang selalu dinanti dimana peserta berlomba menghabiskan kerupuk yang digantung. Tantangan utamanya adalah tidak boleh menggunakan tangan sehingga banyak aksi lucu yang memancing tawa penonton. 3. Suap Kerupuk, Lomba ini merupakan lomba tim yang mengharuskan sang anak menyuapkan kerupuk kepada ibunya dengan menggunakan mata tertutup. Tim yang menghabiskan kerupuk lebih dulu akan menjadi pemenang. 4. Karet Tepung, Lomba unik yang mengharuskan peserta mengambil karet dalam wadah berisi tepung menggunakan sedotan yang digigit. Wajah peserta sering kali penuh tepung, yang justru membuat lomba ini menjadi tontonan favorit penonton. Dari keempat cabang lomba tersebut, terpilih 10 orang pemenang yang berhasil menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Proses penilaian dilakukan secara adil dengan mempertimbangkan kecepatan, ketepatan, dan keberhasilan menyelesaikan tantangan. Antusiasme Warga, Terutama Anak-Anak Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari seluruh lapisan masyarakat, namun yang paling antusias adalah anak-anak. Sejak lomba dimulai, mereka sudah bersemangat mendaftar dan tak sabar menunggu giliran tampil. Banyak orang tua yang datang untuk memberikan dukungan, bahkan ikut bersorak menyemangati anak-anak mereka. Sorak-sorai penonton menambah semangat para peserta, sementara canda tawa yang terdengar di sepanjang acara membuat lomba terasa semakin meriah. Bagi banyak warga, kegiatan ini menjadi hiburan yang menyegarkan sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat juga membuat warga merasa lebih dekat dan akrab. Puncak Acara: Penyerahan Hadiah Sebagai bentuk apresiasi kepada para pemenang, penyerahan hadiah dilaksanakan pada Jumat, 8 Agustus 2025 di Balai Desa Sumberwringin. Para pemenang menerima hadiah langsung dari perwakilan mahasiswa KKN Posko 212 dan perangkat desa. Momen ini tidak hanya menjadi penghargaan bagi mereka yang menang tetapi juga menjadi ajang untuk mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Banyak warga yang mengabadikan momen tersebut dengan foto bersama, menjadikannya kenangan manis selama kegiatan KKN berlangsung. ย Melalui Lomba Anti Mager, Mahasiswa KKN Posko 212 berharap masyarakat Desa Sumberwringin semakin termotivasi untuk tetap aktif, sehat, dan terlibat dalam kegiatan positif di lingkungannya. Kegiatan sederhana seperti ini membuktikan bahwa kebersamaan dan semangat gotong royong mampu menciptakan kebahagiaan yang besar terutama ketika dilakukan bersama-sama. ย
Pada Senin, 28 Juli 2025, kelompok 212 mahasiswa KKN Kolaboratif melaksanakan survei potensi pangan di Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember sebagai bagian dari program kerja yang mengusung tema ketahanan pangan. Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas unggulan desa yang dapat menjadi fokus pengembangan selama pelaksanaan KKN. Hasil survei menunjukkan bahwa cabe merupakan potensi terbesar Desa Sumberwringin. Tanaman ini tidak hanya banyak dibudidayakan oleh warga tetapi juga menjadi salah satu sumber penghasilan utama bagi sebagian besar petani setempat. Kondisi tanah yang subur serta dukungan iklim yang sesuai menjadikan cabe tumbuh optimal di wilayah ini. Desa Sumberwringin, Pusat Cabe Berkualitas dari Sukowono Desa Sumberwringin dikenal sebagai salah satu sentra produksi cabe di Kecamatan Sukowono. Banyak lahan pertanian di desa ini ditanami cabe dengan teknik budidaya yang sudah turun-temurun. Beberapa petani bahkan telah menerapkan metode pertanian modern untuk meningkatkan hasil panen dan menjaga kualitas produk. Kualitas cabe yang dihasilkan pun tidak diragukan lagi. Cabe dari Sumberwringin dikenal memiliki rasa pedas yang khas, ukuran seragam, serta daya tahan yang baik sehingga diminati di berbagai pasar, baik lokal maupun luar daerah. Potensi besar ini menjadikan Sumberwringin memiliki peluang untuk terus berkembang sebagai desa penghasil cabe unggulan. Petani Cabe Sumberwringin, Garda Terdepan Ketahanan Pangan Melalui interaksi langsung dengan para petani, kelompok KKN 212 menemukan bahwa semangat masyarakat dalam mengembangkan pertanian cabe sangat tinggi. Petani tidak hanya mengandalkan cara tradisional, tetapi juga terbuka terhadap inovasi, mulai dari penggunaan pupuk organik, penerapan sistem irigasi yang lebih efisien, hingga pengendalian hama yang ramah lingkungan. Potensi cabe di desa ini tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan produksi cabe yang melimpah, Sumberwringin berpotensi menjadi salah satu pemasok penting komoditas hortikultura di Kabupaten Jember. Langkah Awal untuk Program Ketahanan Pangan Hasil survei yang dilakukan pada 28 Juli 2025 ini menjadi dasar bagi kelompok KKN 212 dalam merancang program kerja yang relevan dengan potensi lokal. Dengan mengangkat cabe sebagai fokus utama, kelompok KKN 212 tidak hanya akan melakukan pendampingan kepada petani, tetapi juga berencana mengolah cabe menjadi produk inovatif sebagai program kerja. Produk yang akan dikembangkan diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada hasil pertanian cabe, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Melalui inovasi ini, potensi cabe Desa Sumberwringin tidak hanya dikenal sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai bahan baku produk unggulan yang mampu mengangkat nama desa di tingkat yang lebih luas. ย
Pada Jumat, 2 Agustus 2025 mahasiswa KKN Kolaboratif yang ditempatkan di Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember melaksanakan kegiatan lapangan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Program ini difokuskan pada peningkatan swasembada pangan berbasis potensi lokal yang dalam hal ini adalah tanaman cabe. Melalui survei dan observasi yang telah dilakukan sebelumnya, mahasiswa menemukan bahwa cabe menjadi komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan oleh petani setempat. Oleh karena itu, kegiatan KKN diarahkan untuk mendukung optimalisasi produksi cabe melalui pemahaman dan praktik pemupukan yang baik dan benar. Belajar Pemupukan Bersama Petani Lokal Dalam kegiatan ini, mahasiswa bersama petani lokal mempelajari teknik pemupukan yang efektif untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil panen cabe. Pemupukan yang dilakukan meliputi penggunaan pupuk organik dan anorganik secara seimbang serta penentuan dosis yang sesuai dengan kondisi tanah. Petani memberikan penjelasan mengenai tahapan pemupukan mulai dari pemupukan dasar sebelum penanaman, pemupukan susulan pada fase pertumbuhan vegetatif, hingga pemupukan tambahan saat tanaman memasuki fase generatif. Mahasiswa juga ikut terjun langsung dalam proses pemupukan di lahan sehingga memperoleh pengalaman praktis yang bermanfaat. Selain itu, dalam sesi diskusi petani berbagi berbagai kendala yang sering dihadapi seperti serangan hama dan penyakit tanaman serta tantangan dalam pengelolaan pupuk agar tidak terjadi over-fertilization yang justru dapat merusak tanaman. Fakta Menarik: Racun Hama dengan Autan Ternyata Tidak Efektif Salah satu hal menarik yang terungkap dalam kegiatan ini adalah adanya kesalahpahaman di kalangan sebagian masyarakat mengenai penggunaan lotion antinyamuk (Autan) sebagai racun hama. Berdasarkan pengalaman beberapa petani di Desa Sumberwringin, metode ini terbukti tidak efektif dalam mengatasi serangan hama pada tanaman cabe. Para petani menegaskan bahwa pengendalian hama sebaiknya dilakukan menggunakan pestisida nabati atau kimia yang direkomendasikan sesuai standar pertanian, serta tetap memperhatikan dosis dan dampaknya terhadap lingkungan. Komitmen Mahasiswa dan Petani untuk Swasembada Cabe Melalui kegiatan pemupukan bersama ini, mahasiswa KKN tidak hanya memperoleh ilmu baru tetapi juga memperkuat hubungan dengan petani sebagai mitra dalam pengembangan potensi lokal. Harapannya, praktik pemupukan yang tepat dapat meningkatkan produktivitas cabe sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan di Desa Sumberwringin. Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian program ketahanan pangan yang akan terus dilaksanakan selama masa KKN berlangsung dengan target memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Sumberwringin, 29 Juli 2025 โ Mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 212 kembali berperan aktif dalam kegiatan sosial di Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, dengan membantu penyaluran beras bantuan sosial (bansos) kepada warga desa. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kerja sama antara pemerintah desa dan mahasiswa KKN untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berjalan tertib. Penyaluran bansos berlangsung di Balai Desa Sumberwringin mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Sebanyak 1.024 warga penerima manfaat hadir untuk mendapatkan bantuan berupa beras seberat 20 kilogram per orang. Proses distribusi dilakukan dengan sistem antrean teratur dan dibagi ke dalam beberapa tahapan agar menghindari penumpukan massa. Proses Penyaluran: Dari Pendaftaran Hingga Pengambilan Beras Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bersama perangkat desa mengatur alur kegiatan mulai dari pendaftaran antrean, verifikasi berkas, hingga dokumentasi penerima bantuan. Setiap warga wajib membawa dokumen identitas sesuai data penerima, kemudian diverifikasi oleh petugas sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Setelah verifikasi selesai, dilakukan pengambilan foto sebagai bukti penyerahan bantuan, baru kemudian warga dapat mengambil beras. Mekanisme ini diterapkan untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan tidak ada penerima ganda. Kolaborasi yang Memberikan Dampak Positif Keterlibatan mahasiswa KKN Posko 212 membantu mempercepat proses distribusi sekaligus memberikan dukungan dalam pendataan penerima bantuan. Berkat kerja sama yang solid antara perangkat desa, mahasiswa, dan warga, kegiatan dapat berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Kepala Desa Sumberwringin mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN yang dinilai sangat membantu dalam kegiatan ini. Beliau berharap sinergi seperti ini terus berlanjut demi kelancaran program-program sosial di desa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Posko 212 tidak hanya melaksanakan pengabdian di bidang edukasi, tetapi juga turut serta dalam aktivitas sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Penyaluran bantuan sosial ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian bersama dalam meringankan beban warga sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat Desa Sumberwringin.
Sumberwringin, 25 Juli 2025 โ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Posko 212 Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk "Menuju Desa Informatif: Sosialisasi Adminduk, Updating Data, Infografis, dan Jurnalisme". Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan yang dirancang untuk memperkuat kesadaran dan kapasitas masyarakat desa dalam bidang administrasi, tata kelola data, serta publikasi informasi desa secara modern. Sosialisasi dilaksanakan di Balai Desa Sumberwringin dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa, serta para Ketua RW dan RT dari seluruh wilayah dusun di desa tersebut. Kehadiran para pemangku kepentingan desa ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertib administrasi, terbuka terhadap data, serta mampu memanfaatkan media visual dan tulisan untuk mendokumentasikan dinamika dan potensi lokal desa. Mahasiswa KKN Posko 212 menginisiasi kegiatan ini berdasarkan hasil observasi dan diskusi awal dengan pihak desa, yang menunjukkan bahwa masih terdapat kebutuhan besar untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya administrasi kependudukan (adminduk), pemutakhiran data, serta keterampilan komunikasi visual. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya bersifat sosialisatif, tetapi juga edukatif, partisipatif, dan diharapkan berkelanjutan. Penguatan Pentingnya Adminduk dan Updating Data di Tingkat Desa Pada sesi pertama, M. Arief Maulana sebagai mahasiswa KKN sekaligus koordinator desa memaparkan materi terkait urgensi administrasi kependudukan (adminduk) dan pentingnya pembaruan data secara berkala. Data kependudukan yang akurat dan terbarui memiliki dampak langsung terhadap perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, serta distribusi bantuan sosial dari pemerintah daerah maupun pusat. Para Ketua RW dan RT sebagai ujung tombak pendataan di tingkat dusun diajak untuk lebih aktif mengajak warganya melaporkan setiap peristiwa penting, seperti kelahiran, kematian, pindah masuk, dan pindah keluar. Dengan mekanisme pelaporan yang tepat dan cepat, pemerintah desa dapat menyusun database yang akurat dan siap digunakan untuk perencanaan strategis. Selain itu, disampaikan pula bahwa pendataan berbasis digital dapat menjadi langkah menuju desa yang lebih modern. Meski proses ini membutuhkan waktu dan pelatihan, namun kesadaran awal yang dibangun melalui sosialisasi ini menjadi titik awal yang penting. Pelatihan Dasar Infografis dan Jurnalisme sebagai Sarana Komunikasi Desa Sesi kedua dari kegiatan ini mengangkat peran infografis dan jurnalisme desa sebagai bagian dari sistem komunikasi publik yang efektif. Zainiyatus Sofiyah yang kemudian mengenalkan berbagai contoh infografis yang sederhana namun kuat dalam menyampaikan data misalnya peta sebaran bantuan sosial, tingkat partisipasi warga dalam kegiatan, atau potensi ekonomi desa. Infografis dinilai menjadi media strategis karena mudah dipahami oleh masyarakat umum dan dapat disebarluaskan melalui media cetak maupun digital seperti grup WhatsApp, Instagram, dan website desa. Dalam sesi ini, peserta diberikan contoh pembuatan infografis menggunakan perangkat lunak sederhana dan gratis agar ke depannya desa dapat membuat materi visual sendiri tanpa harus bergantung pada pihak luar. Tak kalah penting, jurnalisme desa juga diperkenalkan sebagai sarana dokumentasi kegiatan dan penyebaran informasi kepada masyarakat luas. Cinta Ayunda sebagai perwakilan kelompok membimbing perangkat desa untuk menulis laporan atau artikel singkat dari kegiatan desa, dilengkapi dengan dokumentasi foto dan kutipan narasumber, sehingga dapat dipublikasikan di website resmi desa atau media lokal. Antusiasme Tinggi dan Kolaborasi yang Terbangun Sosialisasi yang berlangsung selama hampir dua jam ini berlangsung dengan penuh semangat dan partisipatif. Peserta aktif bertanya dan berdiskusi, bahkan beberapa Ketua RT mengusulkan agar pelatihan infografis dan jurnalistik dilanjutkan dalam sesi teknis terpisah agar mereka dapat benar-benar mempraktikkannya. Kepala Desa Sumberwringin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa KKN Posko 212. Beliau menegaskan bahwa desa sangat terbuka terhadap inovasi dan pembaruan, serta berkomitmen mendukung segala bentuk kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas SDM dan tata kelola desa. Harapan dan Langkah Lanjutan Setelah kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN Posko 212 berencana untuk melakukan pendampingan lanjutan melalui pembuatan materi infografis dan artikel berita desa bersama perangkat yang berminat. Harapannya, keberlanjutan kegiatan ini akan menciptakan budaya kerja informatif di lingkungan desa di mana informasi tidak hanya dikumpulkan tetapi juga dikelola dan dibagikan secara berkala dan berkualitas. Program ini sejalan dengan semangat Desa Digital yang digaungkan oleh berbagai pihak dalam pembangunan nasional. Keterbukaan informasi, kemudahan akses data, serta penyampaian pesan yang menarik adalah kunci utama dalam meningkatkan partisipasi warga dan transparansi pemerintahan desa. ย
Sumberwringin, Sukowono, Jember โ Tim KKN Kolaboratif 212 yang saat ini melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, berhasil merancang dan menyajikan infografis desa yang memuat informasi lengkap mengenai kondisi dan potensi desa. Infografis ini dirancang secara menarik dan mudah dipahami, sehingga dapat menjadi sarana komunikasi efektif bagi pemerintah desa dan masyarakat. Data yang disajikan meliputi jumlah penduduk, tenaga medis, tingkat pendidikan, fasilitas umum, serta kondisi infrastruktur jalan. Selain itu, sektor pekerjaan yang menjadi penopang perekonomian desa, seperti pertanian dan perdagangan, juga ditampilkan secara ringkas dalam visualisasi tersebut. Desa Sumberwringin dikenal memiliki potensi besar terutama di sektor pertanian serta unsur religiusitas yang kuat. Namun, penyampaian data yang terintegrasi dan mudah diakses masih menjadi tantangan. Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya membantu pemerintah desa dalam mengelola serta menyajikan data desa secara informatif, sehingga masyarakat dan pihak luar dapat lebih mengenal potensi yang ada. Kepala Desa Sumberwringin, Fathorrozi Hemmawan, menyampaikan apresiasi atas kerja keras mahasiswa KKN. โInfografis ini sangat membantu dalam menyajikan data desa secara visual. Dengan adanya informasi yang jelas dan menarik, masyarakat dapat lebih mudah memahami kondisi desa, serta pihak luar dapat melihat potensi yang bisa dikembangkan,โ ujarnya. Infografis ini tidak hanya berfungsi sebagai media informasi bagi warga, tetapi juga menjadi salah satu upaya promosi desa yang dapat digunakan untuk menarik perhatian investor, pihak swasta, maupun instansi pemerintah yang ingin berkontribusi dalam pembangunan desa. Dengan data yang lebih terstruktur, diharapkan program-program pembangunan ke depan dapat disusun dengan lebih tepat sasaran. Selain itu, publikasi infografis ini melalui portal resmi website desa diharapkan dapat memperluas akses informasi hingga ke tingkat yang lebih luas, sehingga transparansi data desa semakin meningkat. Tim KKN Kolaboratif 212 menyatakan bahwa pembuatan infografis ini adalah salah satu kontribusi nyata mereka bagi Desa Sumberwringin. Mereka berharap ke depannya pemerintah desa dapat terus memperbarui data dalam format visual yang mudah dipahami, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Infografis Desa Sumberwringin kini telah resmi diunggah dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat melalui website desa. Publikasi ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat untuk bersama-sama memajukan Desa Sumberwringin.
Sumberwringin, Sukowono, Jember โ Tim KKN Kolaboratif 212 melaksanakan kegiatan survei Anak Tidak Sekolah (ATS) pada tanggal 23โ24 Juli 2024 di Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah pendidikan yang masih menjadi tantangan di beberapa wilayah, termasuk Desa Sumberwringin. Masih adanya anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan atau putus sekolah menjadi perhatian serius bagi pemerintah desa. Berdasarkan data awal yang diterima, terdapat 67 nama anak yang masuk kategori ATS dan tersebar di berbagai dusun di Desa Sumberwringin. Data ini perlu diverifikasi secara langsung agar pemerintah desa memiliki gambaran yang akurat untuk merancang kebijakan dan program yang sesuai. Survei dilakukan dengan metode kunjungan rumah ke rumah (door to door) untuk memvalidasi data yang sudah ada. Tim KKN Kolaboratif 212 mendatangi setiap keluarga yang terdaftar dalam data ATS, melakukan wawancara singkat, dan menggali informasi mengenai penyebab anak tidak bersekolah, kondisi ekonomi keluarga, serta kemungkinan dukungan yang dapat diberikan untuk mengembalikan anak-anak tersebut ke bangku sekolah. Selain validasi data, mahasiswa KKN juga melakukan pendekatan persuasif kepada orang tua untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan. Hal ini dilakukan agar angka ATS di Desa Sumberwringin dapat ditekan seminimal mungkin. Kepala Desa Sumberwringin, Fathorrozi Hemmawan, mengapresiasi langkah yang diambil oleh mahasiswa KKN. โSurvei ATS ini menjadi sangat penting karena memberikan data yang nyata di lapangan. Dengan informasi yang akurat, kami dapat mengambil langkah konkret, berkoordinasi dengan dinas pendidikan, dan berupaya mengembalikan anak-anak yang putus sekolah agar memperoleh hak pendidikannya,โ ujarnya. Tujuan dan Harapan dari Survei Data hasil survei ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah desa dalam merancang program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk kemungkinan pemberian bantuan bagi keluarga yang kesulitan secara ekonomi. Selain itu, hasil survei juga dapat digunakan sebagai bahan kerja sama dengan sekolah, lembaga sosial, dan instansi terkait dalam rangka menekan angka anak tidak sekolah di desa. Melalui kegiatan ini, Tim KKN Kolaboratif 212 tidak hanya membantu dalam pendataan, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak. Survei ini menjadi langkah awal yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi generasi muda di Desa Sumberwringin.
Pemerintah desa belum mengunggah potensi desa ke dalam portal ini.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Rencana tahunan pemerintah desa yang memuat program dan kegiatan sesuai RPJM Desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu