80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Pada Jumat, 2 Agustus 2025 mahasiswa KKN Kolaboratif yang ditempatkan di Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember melaksanakan kegiatan lapangan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Program ini difokuskan pada peningkatan swasembada pangan berbasis potensi lokal yang dalam hal ini adalah tanaman cabe.
Melalui survei dan observasi yang telah dilakukan sebelumnya, mahasiswa menemukan bahwa cabe menjadi komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan oleh petani setempat. Oleh karena itu, kegiatan KKN diarahkan untuk mendukung optimalisasi produksi cabe melalui pemahaman dan praktik pemupukan yang baik dan benar.
Belajar Pemupukan Bersama Petani Lokal
Dalam kegiatan ini, mahasiswa bersama petani lokal mempelajari teknik pemupukan yang efektif untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil panen cabe. Pemupukan yang dilakukan meliputi penggunaan pupuk organik dan anorganik secara seimbang serta penentuan dosis yang sesuai dengan kondisi tanah.
Petani memberikan penjelasan mengenai tahapan pemupukan mulai dari pemupukan dasar sebelum penanaman, pemupukan susulan pada fase pertumbuhan vegetatif, hingga pemupukan tambahan saat tanaman memasuki fase generatif. Mahasiswa juga ikut terjun langsung dalam proses pemupukan di lahan sehingga memperoleh pengalaman praktis yang bermanfaat.
Selain itu, dalam sesi diskusi petani berbagi berbagai kendala yang sering dihadapi seperti serangan hama dan penyakit tanaman serta tantangan dalam pengelolaan pupuk agar tidak terjadi over-fertilization yang justru dapat merusak tanaman.
Fakta Menarik: Racun Hama dengan Autan Ternyata Tidak Efektif
Salah satu hal menarik yang terungkap dalam kegiatan ini adalah adanya kesalahpahaman di kalangan sebagian masyarakat mengenai penggunaan lotion antinyamuk (Autan) sebagai racun hama. Berdasarkan pengalaman beberapa petani di Desa Sumberwringin, metode ini terbukti tidak efektif dalam mengatasi serangan hama pada tanaman cabe. Para petani menegaskan bahwa pengendalian hama sebaiknya dilakukan menggunakan pestisida nabati atau kimia yang direkomendasikan sesuai standar pertanian, serta tetap memperhatikan dosis dan dampaknya terhadap lingkungan.
Komitmen Mahasiswa dan Petani untuk Swasembada Cabe
Melalui kegiatan pemupukan bersama ini, mahasiswa KKN tidak hanya memperoleh ilmu baru tetapi juga memperkuat hubungan dengan petani sebagai mitra dalam pengembangan potensi lokal. Harapannya, praktik pemupukan yang tepat dapat meningkatkan produktivitas cabe sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan di Desa Sumberwringin.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian program ketahanan pangan yang akan terus dilaksanakan selama masa KKN berlangsung dengan target memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.