80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Sumberwringin, 25 Juli 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Posko 212 Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk "Menuju Desa Informatif: Sosialisasi Adminduk, Updating Data, Infografis, dan Jurnalisme". Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan yang dirancang untuk memperkuat kesadaran dan kapasitas masyarakat desa dalam bidang administrasi, tata kelola data, serta publikasi informasi desa secara modern.
Sosialisasi dilaksanakan di Balai Desa Sumberwringin dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa, serta para Ketua RW dan RT dari seluruh wilayah dusun di desa tersebut. Kehadiran para pemangku kepentingan desa ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertib administrasi, terbuka terhadap data, serta mampu memanfaatkan media visual dan tulisan untuk mendokumentasikan dinamika dan potensi lokal desa.
Mahasiswa KKN Posko 212 menginisiasi kegiatan ini berdasarkan hasil observasi dan diskusi awal dengan pihak desa, yang menunjukkan bahwa masih terdapat kebutuhan besar untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya administrasi kependudukan (adminduk), pemutakhiran data, serta keterampilan komunikasi visual. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya bersifat sosialisatif, tetapi juga edukatif, partisipatif, dan diharapkan berkelanjutan.
Penguatan Pentingnya Adminduk dan Updating Data di Tingkat Desa
Pada sesi pertama, M. Arief Maulana sebagai mahasiswa KKN sekaligus koordinator desa memaparkan materi terkait urgensi administrasi kependudukan (adminduk) dan pentingnya pembaruan data secara berkala. Data kependudukan yang akurat dan terbarui memiliki dampak langsung terhadap perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, serta distribusi bantuan sosial dari pemerintah daerah maupun pusat. Para Ketua RW dan RT sebagai ujung tombak pendataan di tingkat dusun diajak untuk lebih aktif mengajak warganya melaporkan setiap peristiwa penting, seperti kelahiran, kematian, pindah masuk, dan pindah keluar. Dengan mekanisme pelaporan yang tepat dan cepat, pemerintah desa dapat menyusun database yang akurat dan siap digunakan untuk perencanaan strategis. Selain itu, disampaikan pula bahwa pendataan berbasis digital dapat menjadi langkah menuju desa yang lebih modern. Meski proses ini membutuhkan waktu dan pelatihan, namun kesadaran awal yang dibangun melalui sosialisasi ini menjadi titik awal yang penting.
Pelatihan Dasar Infografis dan Jurnalisme sebagai Sarana Komunikasi Desa
Sesi kedua dari kegiatan ini mengangkat peran infografis dan jurnalisme desa sebagai bagian dari sistem komunikasi publik yang efektif. Zainiyatus Sofiyah yang kemudian mengenalkan berbagai contoh infografis yang sederhana namun kuat dalam menyampaikan data misalnya peta sebaran bantuan sosial, tingkat partisipasi warga dalam kegiatan, atau potensi ekonomi desa. Infografis dinilai menjadi media strategis karena mudah dipahami oleh masyarakat umum dan dapat disebarluaskan melalui media cetak maupun digital seperti grup WhatsApp, Instagram, dan website desa. Dalam sesi ini, peserta diberikan contoh pembuatan infografis menggunakan perangkat lunak sederhana dan gratis agar ke depannya desa dapat membuat materi visual sendiri tanpa harus bergantung pada pihak luar.
Tak kalah penting, jurnalisme desa juga diperkenalkan sebagai sarana dokumentasi kegiatan dan penyebaran informasi kepada masyarakat luas. Cinta Ayunda sebagai perwakilan kelompok membimbing perangkat desa untuk menulis laporan atau artikel singkat dari kegiatan desa, dilengkapi dengan dokumentasi foto dan kutipan narasumber, sehingga dapat dipublikasikan di website resmi desa atau media lokal.
Antusiasme Tinggi dan Kolaborasi yang Terbangun
Sosialisasi yang berlangsung selama hampir dua jam ini berlangsung dengan penuh semangat dan partisipatif. Peserta aktif bertanya dan berdiskusi, bahkan beberapa Ketua RT mengusulkan agar pelatihan infografis dan jurnalistik dilanjutkan dalam sesi teknis terpisah agar mereka dapat benar-benar mempraktikkannya. Kepala Desa Sumberwringin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa KKN Posko 212. Beliau menegaskan bahwa desa sangat terbuka terhadap inovasi dan pembaruan, serta berkomitmen mendukung segala bentuk kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas SDM dan tata kelola desa.
Harapan dan Langkah Lanjutan
Setelah kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN Posko 212 berencana untuk melakukan pendampingan lanjutan melalui pembuatan materi infografis dan artikel berita desa bersama perangkat yang berminat. Harapannya, keberlanjutan kegiatan ini akan menciptakan budaya kerja informatif di lingkungan desa di mana informasi tidak hanya dikumpulkan tetapi juga dikelola dan dibagikan secara berkala dan berkualitas. Program ini sejalan dengan semangat Desa Digital yang digaungkan oleh berbagai pihak dalam pembangunan nasional. Keterbukaan informasi, kemudahan akses data, serta penyampaian pesan yang menarik adalah kunci utama dalam meningkatkan partisipasi warga dan transparansi pemerintahan desa.