80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Sumberwringin, Sukowono, Jember – Tim KKN Kolaboratif 212 melaksanakan kegiatan survei Anak Tidak Sekolah (ATS) pada tanggal 23–24 Juli 2024 di Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah pendidikan yang masih menjadi tantangan di beberapa wilayah, termasuk Desa Sumberwringin.
Masih adanya anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan atau putus sekolah menjadi perhatian serius bagi pemerintah desa. Berdasarkan data awal yang diterima, terdapat 67 nama anak yang masuk kategori ATS dan tersebar di berbagai dusun di Desa Sumberwringin. Data ini perlu diverifikasi secara langsung agar pemerintah desa memiliki gambaran yang akurat untuk merancang kebijakan dan program yang sesuai.
Survei dilakukan dengan metode kunjungan rumah ke rumah (door to door) untuk memvalidasi data yang sudah ada. Tim KKN Kolaboratif 212 mendatangi setiap keluarga yang terdaftar dalam data ATS, melakukan wawancara singkat, dan menggali informasi mengenai penyebab anak tidak bersekolah, kondisi ekonomi keluarga, serta kemungkinan dukungan yang dapat diberikan untuk mengembalikan anak-anak tersebut ke bangku sekolah. Selain validasi data, mahasiswa KKN juga melakukan pendekatan persuasif kepada orang tua untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan. Hal ini dilakukan agar angka ATS di Desa Sumberwringin dapat ditekan seminimal mungkin.
Kepala Desa Sumberwringin, Fathorrozi Hemmawan, mengapresiasi langkah yang diambil oleh mahasiswa KKN. “Survei ATS ini menjadi sangat penting karena memberikan data yang nyata di lapangan. Dengan informasi yang akurat, kami dapat mengambil langkah konkret, berkoordinasi dengan dinas pendidikan, dan berupaya mengembalikan anak-anak yang putus sekolah agar memperoleh hak pendidikannya,” ujarnya.
Tujuan dan Harapan dari Survei
Data hasil survei ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah desa dalam merancang program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk kemungkinan pemberian bantuan bagi keluarga yang kesulitan secara ekonomi. Selain itu, hasil survei juga dapat digunakan sebagai bahan kerja sama dengan sekolah, lembaga sosial, dan instansi terkait dalam rangka menekan angka anak tidak sekolah di desa.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN Kolaboratif 212 tidak hanya membantu dalam pendataan, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak. Survei ini menjadi langkah awal yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi generasi muda di Desa Sumberwringin.