80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68153
Batas wilayah administratif Desa Serut
-
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Pada tanggal 1 Agustus 2025, segenap mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 154 Desa Serut, Kecamatan Panti, melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bapak Sugik, selaku Kepala Dusun Krajan, Desa Serut. Fokus utama kerja bakti tersebut adalah perawatan tugu desa, sebuah monumen bersejarah yang selama ini menjadi identitas, kebanggaan, sekaligus simbol persatuan masyarakat Desa Serut. Kegiatan kerja bakti ini tidak hanya dimaknai sebatas aktivitas fisik membersihkan tugu dan lingkungannya. Lebih dari itu, kegiatan ini memiliki tujuan yang lebih mendalam, yakni untuk menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga warisan sejarah yang ditinggalkan oleh para leluhur. Seiring dengan perkembangan zaman, nilai-nilai historis sering kali terlupakan. Melalui kerja bakti ini, mahasiswa KKN berusaha menghadirkan kembali kesadaran tersebut agar masyarakat, khususnya generasi muda, senantiasa memahami makna yang terkandung dalam setiap peninggalan sejarah. Tugu yang menjadi objek kegiatan ini bukanlah tugu biasa. Di dalamnya tersimpan kisah perjuangan masyarakat Desa Serut pada masa penjajahan. Relief yang terpahat di tugu itu sarat akan simbolisme. Salah satu relief menggambarkan jenazah yang tergeletak di atas pohon bambu, yang melambangkan pengorbanan jiwa rakyat setempat dalam menghadapi serangan penjajah. Simbol ini menggugah rasa empati sekaligus mengingatkan akan pahitnya realitas peperangan, di mana korban jiwa berjatuhan, bahkan tubuh mereka terhempas hingga ke pucuk bambu akibat gempuran bom. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan bom yang sedang meledak. Simbol ini merepresentasikan kerasnya perlawanan, sekaligus menyiratkan trauma kolektif masyarakat saat menghadapi masa-masa mencekam ketika penjajah melancarkan serangan udara. Kisah ini menggambarkan bagaimana Desa Serut dahulu menjadi salah satu saksi bisu dari kekejaman perang. Suara ledakan, kepanikan warga, serta korban jiwa yang berjatuhan terekam dalam ingatan kolektif yang kemudian diabadikan dalam bentuk tugu bersejarah tersebut. Di sisi lain, terdapat relief burung garuda yang mengepakkan sayapnya. Simbol ini penuh makna, karena merepresentasikan semangat kebebasan, keberanian, serta harapan akan persatuan bangsa. Garuda yang perkasa melambangkan kekuatan masyarakat untuk bangkit dari keterpurukan setelah melalui penderitaan panjang akibat penjajahan. Dengan demikian, tugu tersebut tidak hanya mencatat kesedihan dan penderitaan, tetapi juga menyampaikan pesan optimisme serta tekad kuat untuk meraih kemerdekaan. Menurut penuturan Bapak Sugik, tugu ini dibangun bukan sekadar sebagai monumen penghias desa, melainkan sebagai saksi bisu perjuangan dan pengorbanan masyarakat Serut di masa lampau. Beliau menegaskan bahwa setiap simbol yang terpahat di relief memiliki arti mendalam yang patut dipahami, dihayati, dan dijaga kelestariannya. Bagi beliau, merawat tugu berarti menghormati para leluhur yang telah gugur demi tanah air sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi penerus. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Mereka tidak hanya belajar mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai sejarah, budaya, dan persatuan. Melalui interaksi langsung dengan tokoh masyarakat, mahasiswa memahami bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak melulu diwujudkan dalam bentuk pembangunan fisik semata, tetapi juga dalam upaya melestarikan warisan sejarah yang memiliki makna mendalam bagi kehidupan bersama. Kegiatan kerja bakti ini juga mendapat respon positif dari warga setempat. Masyarakat merasa senang dan bangga karena mahasiswa turut berperan aktif dalam menjaga simbol desa mereka. Menurut warga, langkah ini bukan hanya sekadar aksi sosial, tetapi juga bentuk nyata dari sinergi antara generasi muda dan masyarakat desa dalam menjaga warisan yang telah dititipkan oleh para leluhur. Gotong royong yang dilakukan bersama-sama semakin mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa kebersamaan. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan muncul kesadaran bahwa menjaga warisan sejarah bukan hanya kewajiban segelintir orang, melainkan tanggung jawab bersama. Mahasiswa KKN telah memberikan teladan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk merawat tugu bersejarah. Sinergi antara mahasiswa, tokoh masyarakat, dan warga desa menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan rasa cinta tanah air masih tetap hidup di tengah masyarakat. Dengan demikian, kegiatan kerja bakti merawat tugu desa ini bukan hanya berhasil memperindah tampilan fisik monumen, tetapi juga membangkitkan kembali semangat persatuan, penghormatan terhadap sejarah, dan kecintaan pada tanah air. Apa yang dilakukan mahasiswa KKN Posko 154 bersama masyarakat Desa Serut pada tanggal 1 Agustus 2025 ini diharapkan menjadi contoh baik yang bisa menginspirasi generasi berikutnya untuk selalu menjaga dan merawat warisan sejarah sebagai identitas bangsa.
Pada suatu kesempatan di awal bulan Agustus 2025, mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 154 Desa Serut, Kecamatan Panti, melaksanakan kegiatan sosialisasi yang berfokus pada pemanfaatan limbah sekam padi menjadi produk bernilai ekonomi. Kegiatan ini bertempat di Dusun Krajan dan dihadiri oleh masyarakat setempat, perangkat desa, serta tokoh masyarakat yang antusias untuk mengetahui manfaat dari program yang diinisiasi mahasiswa. Sosialisasi ini mengangkat tema โLimbasekara: Limbah Sekam Ramah Lingkungan sebagai Media Tanam Anggrek dan Penunjang Perekonomian Desa.โ Latar belakang kegiatan ini berangkat dari kenyataan bahwa Desa Serut memiliki produksi padi yang cukup melimpah. Dari proses pengolahan gabah, selalu dihasilkan sekam padi dalam jumlah besar. Selama ini, sebagian besar sekam hanya ditumpuk, dibakar, atau dibiarkan begitu saja tanpa pemanfaatan yang jelas. Kondisi ini menimbulkan persoalan lingkungan, mulai dari polusi udara akibat pembakaran, hingga limbah pertanian yang kurang bernilai tambah. Melihat persoalan tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif memperkenalkan sebuah inovasi sederhana bernama Limbasekara (Limbah Sekam Ramah Lingkungan), yang dapat diolah menjadi arang sekam dan selanjutnya digunakan sebagai media tanam, khususnya untuk tanaman hias seperti anggrek. Dalam sesi pemaparan, mahasiswa menjelaskan bahwa arang sekam memiliki banyak manfaat. Teksturnya yang ringan, sifatnya yang porous, serta kemampuannya menjaga kelembaban menjadikannya media tanam yang sangat baik untuk anggrek. Tidak hanya itu, arang sekam juga membantu perakaran tanaman tumbuh lebih sehat, memperlancar sirkulasi udara, serta mengurangi risiko pembusukan akar. Keunggulan ini membuat arang sekam banyak dicari oleh pecinta tanaman hias, penghobi anggrek, maupun pelaku usaha pertanian perkotaan. Dengan demikian, limbah yang semula dianggap tidak bermanfaat, kini justru memiliki nilai ekonomi tinggi. Sosialisasi tidak berhenti hanya pada penjelasan teknis. Mahasiswa juga memberikan demonstrasi singkat tentang cara mengolah sekam menjadi arang sekam. Prosesnya relatif mudah, yakni dengan membakar sekam menggunakan metode tertentu agar tidak habis menjadi abu, melainkan berubah menjadi arang sekam. Demonstrasi ini membuat masyarakat lebih mudah memahami alur pengolahan, sekaligus melihat peluang usaha yang bisa dikembangkan. Selain aspek teknis, mahasiswa juga menekankan pentingnya nilai ekonomi dari Limbasekara. Produk arang sekam dapat dikemas dengan menarik dan dipasarkan sebagai media tanam organik ramah lingkungan. Harga jualnya pun cukup menjanjikan, terlebih permintaan terhadap media tanam meningkat seiring dengan tren bercocok tanam di perkotaan. Jika dikelola secara berkelanjutan, usaha ini bisa menjadi tambahan sumber penghasilan bagi masyarakat Desa Serut. Dengan kata lain, Limbasekara tidak hanya menjaga lingkungan dari limbah pertanian, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.ย Tokoh masyarakat Krajan menyambut baik gagasan ini. Menurut mereka, sekam padi yang selama ini menumpuk akhirnya bisa dimanfaatkan dengan lebih bijak. Apalagi, Desa Serut memang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan hasil pertanian yang besar. Jika program ini dijalankan secara konsisten, maka potensi desa dapat tergarap optimal, dan masyarakat tidak lagi bergantung hanya pada hasil penjualan padi. Produk turunan seperti Limbasekara bisa menjadi inovasi unggulan desa. Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN mengajak masyarakat untuk ikut serta mengembangkan program ini secara bersama-sama. Harapannya, sosialisasi Limbasekara bukan hanya berhenti pada tingkat pengetahuan, melainkan benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, akan tercipta siklus ekonomi baru berbasis potensi lokal: dari limbah pertanian menjadi produk ramah lingkungan, lalu dipasarkan sebagai komoditas yang bernilai. Kegiatan sosialisasi ini memberikan pesan penting bahwa inovasi sederhana pun bisa membawa manfaat besar bagi lingkungan dan perekonomian desa. Melalui Limbasekara, masyarakat Krajan Desa Serut diajak untuk melihat limbah bukan sebagai beban, melainkan sebagai peluang. Jika dikelola dengan baik, limbah sekam padi dapat menjadi โemas hitamโ baru yang memperkuat ekonomi desa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Jember โ Warga Dusun Mencek, Desa Serut, Kecamatan Panti, menggelar karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 tahun. Acara ini berlangsung meriah dengan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua, serta diikuti langsung oleh Kepala Desa dan perangkat desa. Karnaval yang mengusung tema โMelestarikan Budaya serta Semangat Kemerdekaanโ ini menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus momentum memperkuat rasa kebangsaan. Para peserta menampilkan berbagai atraksi budaya, mengenakan kostum tradisional, hingga menghias kendaraan dengan ornamen bernuansa perjuangan dan kemerdekaan. Sepanjang jalan dusun, warga yang menonton pun tampak antusias memberikan tepuk tangan dan sorakan semangat kepada para peserta. Kepala Desa Serut dalam sambutannya menyampaikan bahwa karnaval bukan hanya menjadi hiburan tahunan, tetapi juga sarana untuk menjaga persatuan dan warisan budaya. โKita ingin generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa sekaligus bangga dengan kekayaan budaya yang dimiliki,โ ujarnya. Selain menampilkan nuansa budaya, karnaval ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan. Warga bekerja sama menyiapkan segala kebutuhan, mulai dari dekorasi hingga keamanan jalannya acara. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya dihayati, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan suksesnya penyelenggaraan karnaval ini, Dusun Mencek membuktikan bahwa peringatan hari kemerdekaan bukan sekadar seremonial, melainkan juga momentum untuk meneguhkan identitas bangsa, menjaga persaudaraan, dan melestarikan nilai-nilai budaya dalam bingkai persatuan Indonesia. ย
Jember โ Warga Dusun Mencek, Desa Serut, Kecamatan Panti, menggelar karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 tahun. Acara ini berlangsung meriah dengan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua, serta diikuti langsung oleh Kepala Desa dan perangkat desa. Karnaval yang mengusung tema โMelestarikan Budaya serta Semangat Kemerdekaanโ ini menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus momentum memperkuat rasa kebangsaan. Para peserta menampilkan berbagai atraksi budaya, mengenakan kostum tradisional, hingga menghias kendaraan dengan ornamen bernuansa perjuangan dan kemerdekaan. Sepanjang jalan dusun, warga yang menonton pun tampak antusias memberikan tepuk tangan dan sorakan semangat kepada para peserta. Kepala Desa Serut dalam sambutannya menyampaikan bahwa karnaval bukan hanya menjadi hiburan tahunan, tetapi juga sarana untuk menjaga persatuan dan warisan budaya. โKita ingin generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa sekaligus bangga dengan kekayaan budaya yang dimiliki,โ ujarnya. Selain menampilkan nuansa budaya, karnaval ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan. Warga bekerja sama menyiapkan segala kebutuhan, mulai dari dekorasi hingga keamanan jalannya acara. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya dihayati, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan suksesnya penyelenggaraan karnaval ini, Dusun Mencek membuktikan bahwa peringatan hari kemerdekaan bukan sekadar seremonial, melainkan juga momentum untuk meneguhkan identitas bangsa, menjaga persaudaraan, dan melestarikan nilai-nilai budaya dalam bingkai persatuan Indonesia.
Jember โ Kegiatan rutin posyandu yang diselenggarakan setiap bulan di Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember kembali terlaksana dengan lancar. Posyandu yang menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk memantau kesehatan balita, ibu hamil, hingga lansia ini dilaksanakan secara bergilir di berbagai dusun sehingga dapat menjangkau seluruh warga desa. Dalam pelaksanaan kali ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif turut hadir membantu jalannya kegiatan. Mereka mendampingi kader posyandu dalam proses pendaftaran, penimbangan balita, hingga pencatatan data kesehatan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya meringankan tugas para kader, tetapi juga membuat suasana kegiatan lebih tertib dan terorganisir. Selain membantu teknis pelaksanaan, para mahasiswa juga berkontribusi aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satu materi yang disampaikan adalah pentingnya mengikuti posyandu secara rutin sebagai upaya pencegahan stunting dan menjaga tumbuh kembang anak. Edukasi tersebut disampaikan dengan cara interaktif, sehingga para ibu dapat lebih memahami manfaat posyandu bagi kesehatan keluarga. Kepala Desa Serut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa KKN Kolaboratif. โKami sangat terbantu dengan kehadiran mereka. Posyandu ini bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga langkah nyata meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan sejak dini,โ ujarnya. Dengan adanya kolaborasi antara kader posyandu, pemerintah desa, dan mahasiswa KKN, diharapkan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.
Tanggal 17 Juli 2025 menandai dimulainya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif yang diselenggarakan di bawah koordinasi beberapa perguruan tinggi di wilayah Jember. Program ini melibatkan dua belas mahasiswa terpilih dari berbagai institusi, antar lain Universitas Jember, Institut Teknologi dan Sains Mandala, Universitas Islam Jember, Universitas Islam Negeri Kyai Haji Ahmad Shiddiq Jember, yang masing-masing menjadi perwakilan kampus mereka dalam menjalankan misi pengabdian kepada masyarakat secara lintas disiplin dan institusi. KKN Kolaboratif tahun ini memiliki nuansa dan tantangan yang cukup berbeda dibandingkan dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut terutama terletak pada adanya kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Jember. Dalam kebijakan tersebut, seluruh peserta KKN Kolaboratif diwajibkan untuk melaksanakan serangkaian program kerja tertentu yang telah dirancang dan ditetapkan sebelumnya oleh PEMKAB. Program-program ini bersifat wajib, artinya tidak boleh diabaikan atau digantikan oleh kegiatan lain, serta harus diselesaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan selama masa KKN berlangsung. Penetapan program kerja wajib ini bertujuan untuk menyelaraskan kegiatan pengabdian mahasiswa dengan agenda pembangunan daerah. Dengan demikian, sinergi antara dunia akademik dan pemerintahan daerah dapat tercipta secara nyata melalui implementasi langsung di tengah masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mampu bekerja sama lintas kampus dan latar belakang keilmuan, tetapi juga ditantang untuk mengintegrasikan ide-ide kreatif mereka dengan kebutuhan riil masyarakat di lokasi KKN. Situasi ini menuntut para peserta untuk memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, kerja tim yang solid, serta pemahaman mendalam terhadap dinamika sosial masyarakat setempat. Di sisi lain, pendekatan kolaboratif ini membuka peluang bagi pertukaran gagasan, pengayaan pengalaman, serta penguatan jejaring antar mahasiswa lintas institusi yang sangat berguna bagi pengembangan profesionalisme dan kepemimpinan di masa depan. Dengan adanya KKN Kolaboratif tahun ini seakan memberikan nuansa baru yang tentunya membawa sejumlah perubahan signifikan, mayoritas peserta menyambut baik kebijakan baru yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Jember. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berbasis program kerja tematik, KKN Kolaboratif 2025 memberikan pengalaman baru yang memperluas wawasan serta meningkatkan kapasitas pengabdian mahasiswa secara langsung di tengah masyarakat. Ahmad, salah satu peserta KKN Kolaboratif dari perguruan tinggi negeri di Jember, menyampaikan apresiasinya terhadap konsep dan arah kegiatan yang diusung dalam program ini. Menurutnya, penetapan tema CINTA (Cerdas, Inklusif, Tangguh) menjadi angin segar dalam dinamika pelaksanaan KKN masa kini. "Saya rasa dengan adanya program kerja yang telah ditentukan oleh pihak PEMKAB terhadap kegiatan KKN Kolaboratif ini memang bagus secara gagasan idenya. Konsep tema CINTA menjadi nuansa baru yang menarik dan bermakna dalam kegiatan KKN," ungkap Ahmad di Posko 154, Kamis (17/7/2025) ย Lebih lanjut, ia menilai bahwa program-program seperti sosialisasi kemudahan akses terhadap pembaruan data administrasi kependudukan, rekonfirmasi data anak tidak sekolah, hingga penyuluhan di wilayah dengan angka stunting tinggi, merupakan bentuk pengabdian konkret yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Bahkan, gagasan untuk melakukan rekayasa sosial dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan swasembada desa menunjukkan adanya sinergi kuat antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam membangun kemandirian lokal. Meski waktu pelaksanaan yang tersedia relatif singkat, yakni sekitar 30 hari. Ahmad menekankan bahwa hal tersebut justru menjadi tantangan positif bagi para peserta untuk mengasah kemampuan manajerial dan kerja tim mereka secara intensif. โKami memang dituntut untuk bergerak cepat dan efisien. Tapi di situlah letak pembelajarannya. Kami harus melakukan uji sampel, mengelola data, dan menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat desa,โ imbuhnya.
Pada hari Selasa, 22 Juli 2025, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratifย Posko 154 yang ditempatkan di Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, melaksanakanย kegiatan survei lapangan sebagai bagian dari tahap awal pelaksanaan program kerja. Kegiatan iniย dilakukan bersama dengan Bapak Sugik, selaku Kepala Dusun setempat, yang turut mendampingi mahasiswa dalam melakukan observasi langsung ke lapangan, khususnya diย wilayah persawahan yang tersebar di beberapa dusun di Desa Serut. Survei ini bertujuan untukย menggali potensi yang dimiliki oleh Desa Serut, khususnya dalam bidang pertanian yang menjadi sektor utama penggerak ekonomi masyarakat desa. Dengan melakukan observasiย langsung ke sawah dan melakukan wawancara dengan aparat desa serta para petani setempat,ย mahasiswa berusaha memperoleh data konkret yang dapat dijadikan dasar penyusunan programย kerja yang relevan, kontekstual, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hasil dari survei menunjukkan bahwa sektor pertanian di Desa Serut masih menjadiย tumpuan utama mata pencaharian warga. Mayoritas masyarakat desa berprofesi sebagai petaniย dengan komoditas unggulan berupa padi, jagung, dan tebu. Ketiga komoditas ini menjadi andalan karena memiliki nilai ekonomi yang stabil dan dapat diandalkan dalam mendukungย kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan ekonomi desa secara keseluruhan. Menurut penuturan Bapak Sugik, sistem tanam yang diterapkan oleh para petani sangatย bergantung pada kondisi cuaca dan musim. โKalau di sini, para petani biasanya menanam padiย sebanyak dua kali dalam setahun, biasanya saat musim penghujan. Setelah itu, pada musimย kemarau, mereka menggantinya dengan menanam jagung. Jadi dalam setahun, bisa dua kali padi,ย satu kali jagung, tergantung musimnya, Mas,โ jelas beliau saat ditemui di pematang sawah,ย Selasa (22/7/2025). Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pola tanam seperti ini sudah dilakukan secara turuntemurun dan dianggap paling sesuai dengan kondisi tanah serta iklim di wilayah Desa Serut.ย Beberapa petani juga menanam tebu, meskipun dalam skala yang lebih kecil dibandingkanย dengan padi dan jagung, karena keterbatasan lahan dan faktor pemasaran yang belum stabil.ย Melalui kegiatan survei ini, mahasiswa KKN mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenaiย kondisi pertanian dan potensi yang dimiliki oleh Desa Serut. Data ini sangat berguna sebagaiย bahan pertimbangan dalam merancang program-program pengabdian yang menyasar pada penguatan sektor pertanian, seperti penyuluhan pertanian berkelanjutan, pemanfaatan limbahย organik pasca panen, pemetaan lahan produktif, hingga pelatihan diversifikasi hasil panen. Berdasarkan data dan hasil temuan lapangan mengenai potensi pertanian di Desa Serut,ย Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, salah satu peserta KKN Kolaboratif Posko 154, Rafliย Risdiyanto, menyampaikan gagasannya untuk memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini belum dimaksimalkan oleh masyarakat setempat. Salah satu limbah yang dimaksud adalah sekam padi, yang jumlahnya sangat melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal.ย Dalam penuturannya, Rafli mengamati bahwa limbah sekam padi yang dihasilkanย pascapanen seringkali hanya dibiarkan menumpuk, dibakar, atau dibuang begitu saja, sehinggaย tidak memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melihat potensi tersebut, ia pun merancangย sebuah inovasi pemanfaatan limbah sekam sebagai media tanam alternatif bagi tanaman hiasย bernilai ekonomi tinggi, seperti anggrek dan jenis tanaman hias lainnya. โJika saya amati, limbahย sekam padi di sini jumlahnya sangat melimpah. Sayang sekali kalau hanya dibiarkan begitu saja.ย Oleh karena itu, saya memiliki rencana untuk mengolahnya kembali menjadi media tanam,ย khususnya untuk tanaman hias seperti anggrek. Nantinya, media tanam ini akan kami kemasย semenarik mungkin agar memiliki daya jual dan bisa dipasarkan melalui platform digital maupunย toko-toko bunga hias,โ ujar Rafli saat diwawancarai di lokasi survei, Selasa (22/7/2025). Rencana ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi limbah pertanian, tetapi jugaย membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya bagiย kelompok tani maupun ibu rumah tangga yang ingin terlibat dalam usaha pertanian kreatifย berbasis lingkungan. Rafli juga berharap bahwa inisiatif ini bisa menjadi contoh konkretย penerapan konsep pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture), yang tidak hanya ramahย lingkungan tetapi juga memiliki dampak ekonomi langsung bagi warga desa. Inovasi seperti ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalamย mendukung pengembangan desa berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan kreatif danย pemanfaatan teknologi pemasaran digital, peluang pengembangan usaha dari limbah pertanianย menjadi semakin terbuka lebar. Kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakatย sangat dibutuhkan untuk merealisasikan gagasan ini agar bisa memberikan manfaat jangkaย panjang bagi Desa Serut dan sekitarnya. Dengan adanya kolaborasi aktif antara mahasiswa danย perangkat desa, diharapkan program KKN Kolaboratif ini mampu menjadi jembatan antara duniaย akademik dan kebutuhan riil masyarakat desa. Hasil survei ini sekaligus menjadi bukti komitmenย mahasiswa untuk menjalankan program pengabdian masyarakat yang berbasis pada kebutuhanย lokal, bukan sekadar formalitas semata.
Pada hari Rabu, 24 Juli 2025, telah dilaksanakan kegiatan rekonfirmasi data Anak Tidakย Sekolah (ATS) di Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Kegiatan ini menjadi bagianย penting dari program strategis yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan anak putus sekolahย serta mendukung pemerataan akses pendidikan, khususnya di wilayah pedesaan yang masihย menghadapi berbagai kendala. Kegiatan ini dilaksanakan Kelompok KKN 154 Kolaboratif.ย Kelompok KKN 154 terdiri dari mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang tengahย melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Serut. Kolaborasi ini memberikan warna baruย dalam pelaksanaan program, dengan hadirnya semangat muda dan pendekatan yang lebihย komunikatif serta humanis kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, tim gabungan melakukan pendataan ulang secara langsung keย rumah-rumah warga yang teridentifikasi memiliki anak yang tidak lagi bersekolah. Prosesย rekonfirmasi ini tidak hanya berfokus pada pencocokan data yang telah ada, tetapi jugaย dilakukan wawancara mendalam kepada keluarga untuk menggali informasi mengenai latarย belakang penyebab anak-anak tersebut putus sekolah. Faktor-faktor seperti keterbatasanย ekonomi, pernikahan dini, kurangnya motivasi, hingga akses pendidikan yang sulit dijangkauย menjadi beberapa alasan yang sering kali ditemukan di lapangan. Mahasiswa KKN memainkan peran aktif dalam proses ini. Selain membantu prosesย teknis pendataan, mereka juga melakukan pendekatan persuasif kepada anak-anak dan keluargaย untuk membuka wawasan tentang pentingnya pendidikan. Melalui komunikasi yang hangat danย edukatif, mereka berupaya menumbuhkan semangat belajar dan memperkenalkan berbagaiย alternatif jalur pendidikan, baik formal maupun non-formal, yang bisa diakses oleh anak-anakย tersebut. Kepala Desa Serut dalam sambutan nya menyampaikan apresiasi mendalam atasย kolaborasi dan semangat dari semua pihak yang terlibat. Ia mengungkapkan bahwa keberadaanย mahasiswa tidak hanya membantu dari sisi tenaga dan teknis, tetapi juga membawa dampakย psikologis yang positif bagi masyarakat. โPartisipasi mahasiswa sangat membantu kami dalamย mendekatkan diri kepada warga. Semoga langkah ini bisa menjadi awal perubahan yang positifย bagi anak-anak kami,โ ujar beliau. Melalui kegiatan ini, diharapkan data ATS yang diperoleh menjadi lebih akurat dan dapatย dijadikan dasar dalam merancang program tindak lanjut yang tepat sasaran. Selain itu, kegiatanย ini juga membuka ruang dialog antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak-pihak terkaitย untuk bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan dalam mengatasi masalah pendidikan. Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan terus dilakukan secara rutin dan menyeluruh diย berbagai wilayah. Karena penanganan masalah anak tidak sekolah bukan hanya tugasย pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, Desa Serut diharapkan dapat menjadi contoh dalam membangun budayaย pendidikan yang inklusif dan merata bagi semua anak.
Kamis, 2 Februari 2023. Mahasiswa peserta KKN-BBK UNAIR mengadakan acara lepas pisah serta melakukan pelaporan atas kegiatan yang sudah mereka kerjakan selama melakukan KKN-BBK di Desa Serut. KKN-BBK atau Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas adalah salah satu program yang diselenggarakan dengan maksud dan tujuan memberikan pemahaman terhadap mahasiswa mengenai resolusi atau pemecah dari permasalahan yang ada di masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing mahasiswa anggota kelompok. KKN-BBK ini mendapatkan wilayah kerja di Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2023 hingga 4 Februari 2023. Dalam kegiatan ini Mahasiswa membagi tugas mereka sesuai dengan bidang keilmuan yang mereka pelajari. Diantaranya terdiri dari bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang pemberdayaan masyarakat dan bidang lingkungan.
Unggulan dan kekayaan desa
UMKM / Ekonomi Kreatif
Kue Kering adalah makanan ringan yang bukan termasuk makanan utama. Secara harfiah makanan ini berbahan dasar dari tepung yang diolah. Kue kering ini memiliki tekstur keras akan tetapi renyah. Kue kering ini memiliki daya tahan yang cukup lama. Kue kering ini termasuk dalam salah satu jajanan tradisional yang masih dilestarikan terutama di Desa Serut. Serta peminat dari kue kering ini masih cukup banyak terutama pada saat bulan Ramadhan.
UMKM / Ekonomi Kreatif
Kue kembang goyang adalah jajanan kuno yang hingga saat ini masih digemari masyarakat. Nama โkembang goyangโ berasal dari bentuknya yang menyerupai kelopak kembang dan proses membuatnya digoyang-goyang hingga adonan terlepas dari cetakan. Jenis kue ini biasanya akan banyak ditemui pada saat bulan Ramadhan.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu