Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Laporan kegiatan pengambilan sampel program kerja tangguh oleh peserta KKN Kolaboratif Tahun 2025

Author
Desa Serut Kec. Panti
28 Juli 2025 335 Kali Dilihat

Pada hari Selasa, 22 Juli 2025, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 

Posko 154 yang ditempatkan di Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, melaksanakan 

kegiatan survei lapangan sebagai bagian dari tahap awal pelaksanaan program kerja. Kegiatan ini 

dilakukan bersama dengan Bapak Sugik, selaku Kepala Dusun setempat, yang turut

mendampingi mahasiswa dalam melakukan observasi langsung ke lapangan, khususnya di 

wilayah persawahan yang tersebar di beberapa dusun di Desa Serut. Survei ini bertujuan untuk 

menggali potensi yang dimiliki oleh Desa Serut, khususnya dalam bidang pertanian yang

menjadi sektor utama penggerak ekonomi masyarakat desa. Dengan melakukan observasi 

langsung ke sawah dan melakukan wawancara dengan aparat desa serta para petani setempat, 

mahasiswa berusaha memperoleh data konkret yang dapat dijadikan dasar penyusunan program 

kerja yang relevan, kontekstual, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hasil dari survei menunjukkan bahwa sektor pertanian di Desa Serut masih menjadi 

tumpuan utama mata pencaharian warga. Mayoritas masyarakat desa berprofesi sebagai petani 

dengan komoditas unggulan berupa padi, jagung, dan tebu. Ketiga komoditas ini menjadi

andalan karena memiliki nilai ekonomi yang stabil dan dapat diandalkan dalam mendukung 

kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan ekonomi desa secara keseluruhan.

Menurut penuturan Bapak Sugik, sistem tanam yang diterapkan oleh para petani sangat 

bergantung pada kondisi cuaca dan musim. “Kalau di sini, para petani biasanya menanam padi 

sebanyak dua kali dalam setahun, biasanya saat musim penghujan. Setelah itu, pada musim 

kemarau, mereka menggantinya dengan menanam jagung. Jadi dalam setahun, bisa dua kali padi, 

satu kali jagung, tergantung musimnya, Mas,” jelas beliau saat ditemui di pematang sawah, 

Selasa (22/7/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pola tanam seperti ini sudah dilakukan secara turuntemurun dan dianggap paling sesuai dengan kondisi tanah serta iklim di wilayah Desa Serut. 

Beberapa petani juga menanam tebu, meskipun dalam skala yang lebih kecil dibandingkan 

dengan padi dan jagung, karena keterbatasan lahan dan faktor pemasaran yang belum stabil. 

Melalui kegiatan survei ini, mahasiswa KKN mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai 

kondisi pertanian dan potensi yang dimiliki oleh Desa Serut. Data ini sangat berguna sebagai 

bahan pertimbangan dalam merancang program-program pengabdian yang menyasar pada

penguatan sektor pertanian, seperti penyuluhan pertanian berkelanjutan, pemanfaatan limbah 

organik pasca panen, pemetaan lahan produktif, hingga pelatihan diversifikasi hasil panen.

Berdasarkan data dan hasil temuan lapangan mengenai potensi pertanian di Desa Serut, 

Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, salah satu peserta KKN Kolaboratif Posko 154, Rafli 

Risdiyanto, menyampaikan gagasannya untuk memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini belum dimaksimalkan oleh masyarakat setempat. Salah satu limbah yang dimaksud adalah

sekam padi, yang jumlahnya sangat melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. 

Dalam penuturannya, Rafli mengamati bahwa limbah sekam padi yang dihasilkan 

pascapanen seringkali hanya dibiarkan menumpuk, dibakar, atau dibuang begitu saja, sehingga 

tidak memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melihat potensi tersebut, ia pun merancang 

sebuah inovasi pemanfaatan limbah sekam sebagai media tanam alternatif bagi tanaman hias 

bernilai ekonomi tinggi, seperti anggrek dan jenis tanaman hias lainnya. “Jika saya amati, limbah 

sekam padi di sini jumlahnya sangat melimpah. Sayang sekali kalau hanya dibiarkan begitu saja. 

Oleh karena itu, saya memiliki rencana untuk mengolahnya kembali menjadi media tanam, 

khususnya untuk tanaman hias seperti anggrek. Nantinya, media tanam ini akan kami kemas 

semenarik mungkin agar memiliki daya jual dan bisa dipasarkan melalui platform digital maupun 

toko-toko bunga hias,” ujar Rafli saat diwawancarai di lokasi survei, Selasa (22/7/2025).

Rencana ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi limbah pertanian, tetapi juga 

membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya bagi 

kelompok tani maupun ibu rumah tangga yang ingin terlibat dalam usaha pertanian kreatif 

berbasis lingkungan. Rafli juga berharap bahwa inisiatif ini bisa menjadi contoh konkret 

penerapan konsep pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture), yang tidak hanya ramah 

lingkungan tetapi juga memiliki dampak ekonomi langsung bagi warga desa.

Inovasi seperti ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam 

mendukung pengembangan desa berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan kreatif dan 

pemanfaatan teknologi pemasaran digital, peluang pengembangan usaha dari limbah pertanian 

menjadi semakin terbuka lebar. Kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat 

sangat dibutuhkan untuk merealisasikan gagasan ini agar bisa memberikan manfaat jangka 

panjang bagi Desa Serut dan sekitarnya. Dengan adanya kolaborasi aktif antara mahasiswa dan 

perangkat desa, diharapkan program KKN Kolaboratif ini mampu menjadi jembatan antara dunia 

akademik dan kebutuhan riil masyarakat desa. Hasil survei ini sekaligus menjadi bukti komitmen 

mahasiswa untuk menjalankan program pengabdian masyarakat yang berbasis pada kebutuhan 

lokal, bukan sekadar formalitas semata.

Bagikan: