80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Pada hari Rabu, 24 Juli 2025, telah dilaksanakan kegiatan rekonfirmasi data Anak TidakĀ
Sekolah (ATS) di Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Kegiatan ini menjadi bagianĀ
penting dari program strategis yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan anak putus sekolahĀ
serta mendukung pemerataan akses pendidikan, khususnya di wilayah pedesaan yang masihĀ
menghadapi berbagai kendala. Kegiatan ini dilaksanakan Kelompok KKN 154 Kolaboratif.Ā
Kelompok KKN 154 terdiri dari mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang tengahĀ
melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Serut. Kolaborasi ini memberikan warna baruĀ
dalam pelaksanaan program, dengan hadirnya semangat muda dan pendekatan yang lebihĀ
komunikatif serta humanis kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan melakukan pendataan ulang secara langsung keĀ
rumah-rumah warga yang teridentifikasi memiliki anak yang tidak lagi bersekolah. ProsesĀ
rekonfirmasi ini tidak hanya berfokus pada pencocokan data yang telah ada, tetapi jugaĀ
dilakukan wawancara mendalam kepada keluarga untuk menggali informasi mengenai latarĀ
belakang penyebab anak-anak tersebut putus sekolah. Faktor-faktor seperti keterbatasanĀ
ekonomi, pernikahan dini, kurangnya motivasi, hingga akses pendidikan yang sulit dijangkauĀ
menjadi beberapa alasan yang sering kali ditemukan di lapangan.
Mahasiswa KKN memainkan peran aktif dalam proses ini. Selain membantu prosesĀ
teknis pendataan, mereka juga melakukan pendekatan persuasif kepada anak-anak dan keluargaĀ
untuk membuka wawasan tentang pentingnya pendidikan. Melalui komunikasi yang hangat danĀ
edukatif, mereka berupaya menumbuhkan semangat belajar dan memperkenalkan berbagaiĀ
alternatif jalur pendidikan, baik formal maupun non-formal, yang bisa diakses oleh anak-anakĀ
tersebut.
Kepala Desa Serut dalam sambutan nya menyampaikan apresiasi mendalam atasĀ
kolaborasi dan semangat dari semua pihak yang terlibat. Ia mengungkapkan bahwa keberadaanĀ
mahasiswa tidak hanya membantu dari sisi tenaga dan teknis, tetapi juga membawa dampakĀ
psikologis yang positif bagi masyarakat. āPartisipasi mahasiswa sangat membantu kami dalamĀ
mendekatkan diri kepada warga. Semoga langkah ini bisa menjadi awal perubahan yang positifĀ
bagi anak-anak kami,ā ujar beliau.
Melalui kegiatan ini, diharapkan data ATS yang diperoleh menjadi lebih akurat dan dapatĀ
dijadikan dasar dalam merancang program tindak lanjut yang tepat sasaran. Selain itu, kegiatanĀ
ini juga membuka ruang dialog antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak-pihak terkaitĀ
untuk bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan dalam mengatasi masalah pendidikan.
Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan terus dilakukan secara rutin dan menyeluruh diĀ
berbagai wilayah. Karena penanganan masalah anak tidak sekolah bukan hanya tugasĀ
pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, Desa Serut diharapkan dapat menjadi contoh dalam membangun budayaĀ
pendidikan yang inklusif dan merata bagi semua anak.