80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Tanggal 17 Juli 2025 menandai dimulainya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Kolaboratif yang diselenggarakan di bawah koordinasi beberapa perguruan tinggi di wilayah
Jember. Program ini melibatkan dua belas mahasiswa terpilih dari berbagai institusi, antar lain
Universitas Jember, Institut Teknologi dan Sains Mandala, Universitas Islam Jember, Universitas
Islam Negeri Kyai Haji Ahmad Shiddiq Jember, yang masing-masing menjadi perwakilan
kampus mereka dalam menjalankan misi pengabdian kepada masyarakat secara lintas disiplin
dan institusi. KKN Kolaboratif tahun ini memiliki nuansa dan tantangan yang cukup berbeda
dibandingkan dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut terutama
terletak pada adanya kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten (PEMKAB)
Jember. Dalam kebijakan tersebut, seluruh peserta KKN Kolaboratif diwajibkan untuk
melaksanakan serangkaian program kerja tertentu yang telah dirancang dan ditetapkan
sebelumnya oleh PEMKAB. Program-program ini bersifat wajib, artinya tidak boleh diabaikan
atau digantikan oleh kegiatan lain, serta harus diselesaikan dalam jangka waktu yang telah
ditentukan selama masa KKN berlangsung.
Penetapan program kerja wajib ini bertujuan untuk menyelaraskan kegiatan pengabdian
mahasiswa dengan agenda pembangunan daerah. Dengan demikian, sinergi antara dunia
akademik dan pemerintahan daerah dapat tercipta secara nyata melalui implementasi langsung di
tengah masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mampu bekerja sama lintas kampus
dan latar belakang keilmuan, tetapi juga ditantang untuk mengintegrasikan ide-ide kreatif mereka
dengan kebutuhan riil masyarakat di lokasi KKN. Situasi ini menuntut para peserta untuk
memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, kerja tim yang solid, serta pemahaman mendalam
terhadap dinamika sosial masyarakat setempat. Di sisi lain, pendekatan kolaboratif ini membuka
peluang bagi pertukaran gagasan, pengayaan pengalaman, serta penguatan jejaring antar
mahasiswa lintas institusi yang sangat berguna bagi pengembangan profesionalisme dan
kepemimpinan di masa depan.
Dengan adanya KKN Kolaboratif tahun ini seakan memberikan nuansa baru yang
tentunya membawa sejumlah perubahan signifikan, mayoritas peserta menyambut baik kebijakan
baru yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Jember. Dengan pendekatan yang
lebih terstruktur dan berbasis program kerja tematik, KKN Kolaboratif 2025 memberikan
pengalaman baru yang memperluas wawasan serta meningkatkan kapasitas pengabdian
mahasiswa secara langsung di tengah masyarakat.
Ahmad, salah satu peserta KKN Kolaboratif dari perguruan tinggi negeri di Jember,
menyampaikan apresiasinya terhadap konsep dan arah kegiatan yang diusung dalam program ini.
Menurutnya, penetapan tema CINTA (Cerdas, Inklusif, Tangguh) menjadi angin segar dalam
dinamika pelaksanaan KKN masa kini. "Saya rasa dengan adanya program kerja yang telah
ditentukan oleh pihak PEMKAB terhadap kegiatan KKN Kolaboratif ini memang bagus secara
gagasan idenya. Konsep tema CINTA menjadi nuansa baru yang menarik dan bermakna dalam
kegiatan KKN," ungkap Ahmad di Posko 154, Kamis (17/7/2025)
Lebih lanjut, ia menilai bahwa program-program seperti sosialisasi kemudahan akses
terhadap pembaruan data administrasi kependudukan, rekonfirmasi data anak tidak sekolah,
hingga penyuluhan di wilayah dengan angka stunting tinggi, merupakan bentuk pengabdian
konkret yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Bahkan, gagasan untuk melakukan rekayasa
sosial dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan swasembada desa menunjukkan adanya
sinergi kuat antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam membangun kemandirian lokal.
Meski waktu pelaksanaan yang tersedia relatif singkat, yakni sekitar 30 hari. Ahmad
menekankan bahwa hal tersebut justru menjadi tantangan positif bagi para peserta untuk
mengasah kemampuan manajerial dan kerja tim mereka secara intensif. “Kami memang dituntut
untuk bergerak cepat dan efisien. Tapi di situlah letak pembelajarannya. Kami harus melakukan
uji sampel, mengelola data, dan menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat desa,”
imbuhnya.