80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Balung, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68161
Batas wilayah administratif Desa Karangduren
Kemandirian Desa Karangduren Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal Dan Menjadi Desa Terkemuka Di Wiliyah Selatan Kabupaten Jember. Menjadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Di Bagian Selatan Jawa Timur
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Musdes Koperasi Desa Merah Putih Digelar, Jadi Harapan Baru Penguatan Ekonomi Masyarakat Karang Duren Karang Duren โ Balai Desa Karang Duren hari ini menjadi pusat kegiatan penting bagi masyarakat, setelah dilaksanakannya Musyawarah Desa (Musdes) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Agenda ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran koperasi sebagai penopang ekonomi warga. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Camat Balung, Agus Sucahyo, S.Sos, yang memberikan apresiasi atas inisiatif desa dalam membangun kemandirian ekonomi. Selain itu, hadir pula Ketua BPD, Kepala Desa Karang Duren Bapak Kholiq, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, yang menunjukkan komitmen lintas sektor dalam mendukung kemajuan koperasi desa. Dalam sambutannya, Kepala Desa Karang Duren menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi wadah ekonomi yang sehat, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sementara itu, Camat Balung menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan koperasi merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan warga, terutama di tengah dinamika ekonomi saat ini. Musdes ini membahas arah kebijakan, rencana kerja, serta strategi pengembangan koperasi agar lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan penuh dari pemerintah desa, kecamatan, serta unsur keamanan, KDMP diharapkan tumbuh menjadi pilar utama ekonomi lokal. Melalui musyawarah ini, Desa Karang Duren semakin optimis bahwa keberadaan koperasi dapat menjadi motor penggerak bagi peningkatan pendapatan, pemberdayaan usaha kecil, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayahnya.
ย Karangduren, 18 Agustus 2025 โ Mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Karangduren menggelar kegiatan sosialisasi Perkarangan Pangan Bergizi (P2B) serta praktik pembuatan alat penabur pupuk. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 18 Agustus 2025, di Pendopo Balai Desa Karangduren. Peserta kegiatan terdiri dari kelompok tani dan warga desa yang memiliki ketertarikan pada bidang pertanian. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan lahan perkarangan untuk pangan bergizi serta memberikan inovasi teknologi sederhana bagi petani. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusiasme warga. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Koordinator Desa (Kordes) KKN Kolaboratif Posko 94. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam program P2B yang sejalan dengan upaya ketahanan pangan desa. Mahasiswa KKN berkomitmen memberikan edukasi dan inovasi yang bermanfaat selama masa pengabdian mereka. Kepala desa serta perangkat desa turut hadir memberikan dukungan atas kegiatan ini. Kordes berharap sosialisasi ini dapat memberikan dampak positif nyata bagi petani dan masyarakat Karangduren. Materi sosialisasi P2B disampaikan secara rinci oleh mahasiswa KKN kepada para peserta. Mereka menjelaskan bahwa konsep P2B bertujuan mengoptimalkan lahan pekarangan rumah menjadi sumber pangan sehat dan bergizi. Contoh tanaman yang dapat ditanam di pekarangan antara lain cabai, tomat, kangkung, bayam, dan tanaman herbal. Dengan pemanfaatan pekarangan, keluarga bisa memenuhi kebutuhan gizi tanpa bergantung penuh pada pasar. Edukasi ini juga menjadi strategi dalam mengurangi risiko stunting dengan penyediaan sayuran segar dari pekarangan rumah. Setelah penyampaian materi P2B, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pembuatan alat penabur pupuk. Mahasiswa memperkenalkan alat sederhana yang dapat membantu petani menaburkan pupuk secara lebih merata dan efisien. Bahan-bahan pembuatan alat mudah didapatkan dan biaya pembuatannya relatif terjangkau. Para peserta diberikan penjelasan mengenai fungsi dan cara penggunaan alat tersebut. Mahasiswa juga menekankan manfaat penggunaan alat ini untuk menghemat tenaga dan waktu para petani. Tidak hanya penyampaian teori, mahasiswa juga mempraktikkan langsung cara pembuatan alat penabur pupuk. Tahap demi tahap ditunjukkan secara jelas agar peserta dapat memahami dengan baik. Kelompok tani yang hadir diberi kesempatan untuk mencoba membuat dan menggunakan alat secara langsung. Suasana menjadi lebih hidup ketika peserta terlibat dalam praktik lapangan tersebut. Interaksi dua arah membuat kegiatan semakin menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat. Para petani yang hadir mengaku terbantu dengan adanya inovasi sederhana dari mahasiswa KKN. Mereka menilai alat penabur pupuk ini bisa menjadi solusi nyata dalam meningkatkan efisiensi kerja di lahan pertanian. Selain itu, konsep P2B dianggap relevan karena bisa langsung diterapkan di rumah masing-masing. Banyak peserta yang mengungkapkan ketertarikan untuk mencoba menanam sayuran di pekarangan rumah. Dukungan positif dari warga menjadi motivasi tambahan bagi mahasiswa untuk terus berinovasi. Pemerintah desa Karangduren melalui perangkatnya menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN. Menurut mereka, kegiatan ini sejalan dengan program desa dalam bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Mereka berharap hasil dari sosialisasi ini dapat benar-benar diterapkan oleh warga. Pemerintah desa juga siap mendukung dengan menyediakan fasilitas tambahan jika diperlukan. Kolaborasi antara mahasiswa, petani, dan pemerintah desa menjadi fondasi penting bagi kemajuan pertanian lokal. Sebagai bentuk tindak lanjut, kegiatan ditutup dengan pembagian alat penabur pupuk kepada kelompok tani. Selain itu, mahasiswa juga membagikan bibit sayur seperti cabai, kangkung, dan tomat kepada warga yang hadir. Bibit tersebut diharapkan dapat segera ditanam di pekarangan rumah masing-masing. Mahasiswa menekankan bahwa langkah kecil dari rumah tangga bisa berkontribusi besar bagi ketahanan pangan desa. Masyarakat terlihat gembira menerima bantuan tersebut. Kegiatan sosialisasi P2B dan pembuatan alat penabur pupuk pada 18 Agustus 2025 ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa KKN Kolaboratif. Edukasi dan inovasi sederhana yang diberikan mampu membuka wawasan baru bagi petani dan masyarakat desa. Dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi aktif warga, kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang. Program ini juga sejalan dengan upaya mewujudkan desa yang mandiri dan sehat melalui pemanfaatan lahan serta inovasi teknologi tepat guna. Karangduren pun semakin menunjukkan semangat gotong royong dalam membangun kesejahteraan bersama. ย ย
Karangduren, 16 Agustus 2025 โ Pemerintah Desa Karangduren sukses melaksanakan serangkaian perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-80. Kegiatan lomba dimulai sejak 12 Agustus 2025 dengan melibatkan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Perlombaan ditutup pada Sabtu, 16 Agustus 2025, dengan partai final sepak bola daster antar RW. Acara penutupan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Karangduren, Bapak Nur Kholik. Kehadiran beliau semakin menambah semarak suasana lomba yang disambut antusias masyarakat. Pada rangkaian awal, lomba anak-anak menjadi pembuka perayaan HUT RI. Perlombaan tersebut diikuti oleh pelajar tingkat sekolah dasar dan Taman Kanak-Kanak. Jenis lomba yang digelar antara lain lomba makan kerupuk, balap karung, dan lomba mewarnai. Anak-anak terlihat bersemangat dan penuh keceriaan mengikuti setiap kegiatan. Kegiatan ini menjadi ajang edukasi sekaligus hiburan bagi generasi muda di Karangduren. Setelah perlombaan anak-anak, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lomba sepak bola daster antar RW. Lomba unik ini selalu menjadi daya tarik masyarakat karena menampilkan kekompakan dan kelucuan para peserta. Pertandingan berlangsung di lapangan desa dengan sistem gugur. Setiap RW mengirimkan tim terbaiknya untuk bertanding. Warga desa tumpah ruah menyaksikan jalannya pertandingan yang penuh tawa dan sorak sorai. Pada Sabtu, 16 Agustus 2025, dilaksanakan partai final sepak bola daster yang mempertemukan dua RW terbaik. Pertandingan berjalan sengit dan menghibur seluruh penonton yang hadir. Kepala Desa Karangduren, Bapak Nur Kholik, hadir langsung untuk menyaksikan final sekaligus memberikan dukungan. Seusai pertandingan, beliau menyerahkan hadiah kepada para pemenang. Momen ini menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh warga yang terlibat dalam perayaan HUT RI ke-80. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan antarwarga. Perlombaan yang digelar menjadi bukti nyata semangat gotong royong masyarakat Karangduren. Ia berharap tradisi ini terus dilanjutkan di tahun-tahun mendatang. Warga pun menyambut hangat pesan yang disampaikan oleh kepala desa. Kemeriahan perayaan HUT RI di Karangduren tidak berhenti sampai di sini. Pemerintah Desa telah menyiapkan serangkaian agenda lanjutan hingga bulan September. Pada 22 Agustus mendatang akan digelar lomba gerak jalan antar pelajar dan masyarakat umum. Agenda ini diharapkan menjadi wadah kreativitas sekaligus melatih kedisiplinan peserta. Seluruh warga diajak untuk berpartisipasi dan menyemarakkan acara ini. Selain gerak jalan, akan ada karnaval pada 13 September 2025. Karnaval ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, sekolah, hingga komunitas lokal. Peserta akan menampilkan busana adat, kreasi seni, dan kendaraan hias yang penuh warna. Karnaval menjadi salah satu acara paling dinanti karena menghadirkan hiburan sekaligus edukasi budaya. Panitia memastikan jalannya kegiatan berlangsung tertib dan meriah. Sebagai puncak perayaan, pemerintah desa menggelar jalan santai dan pagelaran wayang kulit pada 20 September 2025. Jalan santai dilaksanakan pada pagi hari dengan hadiah doorprize menarik bagi peserta. Pada malam harinya, masyarakat akan disuguhi pagelaran wayang kulit dengan lakon bertema perjuangan. Acara puncak ini diharapkan mampu mempererat kebersamaan warga sekaligus melestarikan budaya. Seluruh agenda puncak dirancang untuk menjadi penutup manis perayaan HUT RI ke-80 di Karangduren. Dengan beragam kegiatan tersebut, perayaan HUT RI ke-80 di Desa Karangduren mencerminkan semangat nasionalisme dan gotong royong. Antusiasme warga dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa perayaan ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat. Pemerintah desa berkomitmen menjadikan momentum ini sebagai sarana mempererat persatuan dan meningkatkan partisipasi warga. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan rangkaian acara. Semarak perayaan ini diharapkan menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain di Kabupaten Jember.
Karangduren, 16 Agustus 2025 โ Mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Karangduren melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan gummy candies sebagai program kerja pencegahan stunting. Sosialisasi ini berlangsung pada Sabtu, 16 Agustus 2025, bertempat di TK Dharma Wanita Desa Karangduren. Peserta kegiatan adalah para wali murid TK yang diundang khusus untuk mengikuti penyuluhan ini. Tujuan kegiatan adalah memperkenalkan gummy candies sebagai sarana penyaluran vitamin untuk anak-anak. Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara dengan hadirnya hampir seluruh wali murid. Kegiatan sosialisasi dibuka dengan pemaparan pentingnya upaya pencegahan stunting sejak usia dini. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa angka stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Desa Karangduren. Salah satu solusi kreatif adalah menghadirkan camilan sehat yang tidak hanya disukai anak, tetapi juga bergizi. Gummy candies diperkenalkan sebagai pengganti permen biasa yang umumnya mengandung gula berlebih. Dengan cara ini, anak-anak tetap bisa menikmati camilan manis namun tetap sehat. Dalam sesi berikutnya, mahasiswa menjelaskan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat gummy candies. Bahan tersebut antara lain sari buah naga, lemon, gelatin, pemanis alami berupa Tropicana atau gula stevia, vitamin K2D3, vitamin D3 100 iu, serta 150 ml air. Semua bahan dipilih karena mudah didapatkan dan aman dikonsumsi anak-anak. Penggunaan buah naga memberikan warna alami sekaligus kandungan gizi tambahan. Sementara vitamin yang ditambahkan berfungsi mendukung pertumbuhan tulang dan daya tahan tubuh anak. Proses pembuatan gummy candies dipraktikkan langsung oleh mahasiswa KKN di depan para wali murid. Mereka menunjukkan tahap pencampuran bahan, pemanasan, hingga pencetakan permen dalam cetakan kecil yang menarik. Selama praktik, para wali murid dipersilakan mencatat resep serta bertanya mengenai langkah-langkah yang mungkin sulit dipahami. Mahasiswa juga memberikan tips agar hasil gummy lebih kenyal dan tahan lama. Kegiatan praktik ini berjalan interaktif dengan banyak pertanyaan dari peserta. Para wali murid terlihat sangat tertarik dengan metode ini karena dinilai mudah untuk dipraktikkan di rumah. Mereka menilai bahwa gummy candies sehat bisa menjadi solusi untuk mengurangi kebiasaan anak mengonsumsi permen pabrikan. Beberapa wali murid menyampaikan rencana untuk segera mencoba resep ini di rumah masing-masing. Selain itu, mereka juga meminta mahasiswa untuk membagikan resep dalam bentuk cetak agar lebih mudah diikuti. Respon positif ini menambah semangat mahasiswa dalam melaksanakan program kerja mereka. Mahasiswa KKN menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan hanya sekadar membuat camilan. Lebih dari itu, mereka ingin mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini. Stunting dapat dicegah dengan cara sederhana apabila orang tua memahami kebutuhan nutrisi anak. Melalui gummy candies, anak-anak diharapkan bisa memperoleh vitamin tambahan secara menyenangkan. Edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung program kesehatan desa. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pihak sekolah TK Dharma Wanita. Kepala sekolah menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa karena telah memberikan inovasi bermanfaat bagi para wali murid. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat membantu dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak TK. Ia berharap para wali murid dapat menerapkan ilmu yang sudah diberikan di rumah masing-masing. Sinergi antara sekolah dan mahasiswa diharapkan terus berlanjut melalui program lain yang mendukung pendidikan dan kesehatan. Dengan terlaksananya sosialisasi ini, mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Karangduren menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting. Kegiatan pembuatan gummy candies bukan hanya solusi kreatif, tetapi juga sarana mempererat hubungan mahasiswa dengan masyarakat. Program ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan dapat dikemas dengan cara sederhana dan menyenangkan. Wali murid pun semakin memahami pentingnya memilih camilan sehat untuk anak-anak. Sosialisasi ini diharapkan menjadi inspirasi berkelanjutan dalam menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting.
Karangduren, 7 Agustus 2025 โ Dalam rangka mendukung ketersediaan stok darah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah, Pemerintah Desa Karangduren bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar kegiatan donor darah dengan dibantu Mahasiswa KKN Kolaboratif. Acara ini dilaksanakan di Balai Desa Karangduren dan terbuka untuk umum. Berbagai kalangan masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga warga, hadir untuk berpartisipasi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial warga Karangduren dengan antusiasme peserta terlihat dari banyaknya yang mendaftar sejak pagi. Sebelum mendonorkan darah, setiap peserta diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas medis. Pemeriksaan ini meliputi pencatatan data diri yang berisi identitas, riwayat kesehatan, dan golongan darah. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan dan kelayakan peserta. Petugas juga mengingatkan bahwa data yang dikumpulkan akan digunakan untuk keperluan medis dan arsip PMI. Proses administrasi berlangsung tertib berkat bantuan relawan yang mengarahkan peserta. Tahap berikutnya adalah pengukuran tekanan darah (tensi) untuk memastikan kondisi tubuh peserta dalam keadaan stabil. Standar tekanan darah yang dianjurkan harus berada pada rentang normal agar donor darah aman dilakukan. Peserta yang tekanan darahnya terlalu rendah atau terlalu tinggi tidak diperkenankan mendonorkan darah demi keselamatan. Petugas memberikan penjelasan kepada peserta mengenai pentingnya menjaga pola makan dan istirahat sebelum donor. Banyak peserta yang lolos pemeriksaan tensi dan melanjutkan ke tahap berikutnya. Pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) menjadi tahap terakhir penentuan kelayakan donor. Standar minimal kadar Hb untuk donor darah adalah 12,5 g/dL bagi perempuan dan 13,0 g/dL bagi laki-laki. Peserta dengan kadar Hb di bawah batas minimum dinyatakan belum layak mendonorkan darah. Kondisi tubuh yang tidak fit atau sedang mengonsumsi obat tertentu juga menjadi alasan penundaan donor. Petugas memberikan edukasi kepada peserta agar mempersiapkan diri lebih baik untuk kesempatan berikutnya. Bagi peserta yang memenuhi seluruh persyaratan, proses donor darah dilakukan dengan pengawasan ketat tenaga medis PMI. Setiap kantong darah yang terkumpul akan disalurkan kepada pasien yang membutuhkan melalui PMI Kabupaten Jember. Proses ini berjalan lancar berkat kerjasama antara petugas medis, relawan, dan pihak desa. Peserta yang mendonorkan darah menyatakan kebanggaan bisa ikut membantu sesama. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi warga dari berbagai lapisan masyarakat. Setelah selesai mendonorkan darah, peserta diberikan konsumsi berupa makanan ringan bergizi dan minuman manis untuk membantu pemulihan energi. Paket konsumsi tersebut berisi susu, minuman isotonic, dan camilan sehat. Selain itu, peserta juga menerima suvenir sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Banyak peserta mengaku senang dengan perhatian dan pelayanan yang diberikan panitia. Fasilitas ini diharapkan membuat warga semakin termotivasi untuk menjadi pendonor darah rutin. Pemerintah Desa Karangduren mengapresiasi partisipasi warga Karangduren yang hadir dalam kegiatan ini. Menurut perwakilan PMI, kegiatan donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan pendonor. Donor darah secara rutin dapat membantu menjaga kadar zat besi dalam tubuh dan memperlancar peredaran darah. Sinergi antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan warga menjadi faktor penting keberhasilan kegiatan ini. Panitia berharap kegiatan serupa bisa digelar secara berkala. ย Kegiatan donor darah di Balai Desa Karangduren ini membuktikan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, stok darah di PMI diharapkan tetap terjaga dan mencukupi kebutuhan pasien di wilayah Jember. Warga desa pun semakin memahami pentingnya menjadi pendonor darah. Program ini akan terus digalakkan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat secara kolektif. Semangat gotong royong dan solidaritas menjadi nilai utama yang tercermin dalam kegiatan ini.
Karangduren, 6 Agustus 2025 -ย Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Desa Karangduren kembali melaksanakan kegiatan rutinnya di Pos 51, Krajan 1. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya balita dan lansia. Pelaksanaan dilakukan oleh kader kesehatan dan tenaga medis dengan dukungan mahasiswa KKN Kolaboratif serta partisipasi aktif warga setempat. Agenda ini menjadi salah satu program rutin pemerintah desa yang diadakan setiap bulan. Antusiasme tinggi terlihat dari banyaknya warga yang hadir sejak pagi. Salah satu fokus utama kegiatan adalah pemberian vitamin A kepada balita. Vitamin ini memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mendukung pertumbuhan anak. Petugas memastikan setiap anak menerima dosis sesuai usia, yakni satu kapsul vitamin A yang diberikan langsung dengan cara meneteskan ke mulut anak. Langkah ini dilakukan dengan prosedur kebersihan yang ketat demi keamanan. Orang tua diajak untuk memastikan anak mereka hadir pada jadwal Posyandu agar tidak melewatkan pemberian vitamin ini. Selain itu, Posyandu juga menyediakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk mendukung tumbuh kembang anak. Menu yang disediakan menggunakan bahan pangan lokal kaya nutrisi seperti bubur kacang hijau, telur rebus, dan buah segar. PMT diberikan langsung kepada balita yang hadir sebagai bentuk intervensi gizi dini. Makanan tersebut disiapkan oleh kader Posyandu dengan memperhatikan standar kebersihan dan nilai gizi. Orang tua diharapkan menerapkan pola makan sehat di rumah dengan contoh dari PMT yang disediakan. Pengukuran antropometri menjadi bagian penting dari kegiatan Posyandu kali ini. Petugas melakukan pencatatan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan pada bayi dan balita. Data tersebut digunakan untuk memantau pertumbuhan dan mendeteksi dini risiko stunting atau gizi buruk. Hasil pengukuran langsung dicatat dalam buku kesehatan anak dan database Posyandu. Orang tua diberikan penjelasan terkait hasil pengukuran dan langkah-langkah yang perlu dilakukan jika ditemukan indikasi masalah pertumbuhan. Mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 94 berperan aktif dalam membantu jalannya kegiatan. Mereka membantu dalam proses registrasi peserta, pengaturan antrian, hingga pendistribusian PMT. Kehadiran mahasiswa menambah semangat warga dan kader kesehatan dalam memberikan layanan. Para mahasiswa juga memberikan edukasi singkat mengenai pola hidup sehat bagi ibu dan anak. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi positif antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat. Pemerintah desa bersama kader Posyandu menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kepala Desa Karangduren menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk mahasiswa dan warga. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut secara konsisten setiap bulan. Program seperti ini dinilai efektif dalam mencegah masalah kesehatan sejak dini. Dukungan dari semua pihak menjadi kunci keberlanjutan kegiatan Posyandu. Warga yang hadir menyambut baik kegiatan Posyandu kali ini. Banyak ibu yang mengaku senang karena mendapatkan layanan kesehatan gratis untuk anak mereka. Salah satu warga, Ibu Lina, mengatakan bahwa Posyandu sangat membantu dalam memantau tumbuh kembang anaknya. Ia berharap pemerintah desa terus meningkatkan layanan kesehatan di tingkat desa. Partisipasi aktif warga menjadi indikator keberhasilan kegiatan ini. Kegiatan Posyandu ini menjadi bukti nyata komitmen Desa Karangduren dalam menjaga kesehatan warganya. Dengan adanya vitamin A, PMT, pengukuran pertumbuhan, dan edukasi kesehatan, diharapkan angka stunting dapat ditekan. Kolaborasi antara kader kesehatan, tenaga medis, mahasiswa KKN, dan pemerintah desa menciptakan pelayanan yang optimal. Masyarakat pun diharapkan semakin sadar akan pentingnya memanfaatkan layanan Posyandu secara rutin. Upaya ini menjadi langkah kecil namun berarti untuk membangun generasi sehat dan berkualitas.
Karangduren,06 Agustusย 2025 โ Pada hari Rabu, 06 Agustus 2025, Pemerintah Desa Karangduren, Kecamatan Balung, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga yang membutuhkan. Program ini disalurkan melalui berbagai tingkatan termasuk desa salah satunya desa Karangduren. Pemerintah Desa Karangduren kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 36 warga penerima manfaat. Setiap penerima memperoleh bantuan uang tunai sebesar Rp300.000 per orang sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan masyarakat desa. Kegiatan ini diadakan pagi hari jam 08.00 WIB yang bertempatย Balai Desa Karangduren, Balung.ย Kegiatan penyaluran BLT ini berlangsung dengan tertib dan lancar berkat kerja sama antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa Karangduren, serta dukungan dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 094 yang turut membantu dalam proses pendataan, administrasi, hingga pengaturan jalannya pembagian agar berjalan lancar dan sesuai protokol. Ini adalah bentuk sinergi nyata dalam pelayanan kepada masyarakat.Kepala Desa Karangduren menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendukung masyarakat yang terdampak secara ekonomi. Para mahasiswa KKN Kolaboratif yang terlibat juga mengungkapkan rasa bangga bisa berkontribusi langsung dalam kegiatan sosial di tengah masyarakat. Dari respons para penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini membuat kami senang dan sedih dikarenakan para penerima menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan dan diterima oleh pemerintah desa karena dari bantuan ini bisa dipergunakan untuk kebutuhan lain yang mereka butuhkan. Respon positif yang diujarkan dari para warga menunjukkan bahwa program ini benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.ย Penyaluran BLT ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian pemerintah desa, tetapi juga memperkuat sinergi antara unsur pemerintahan dan akademisi dalam membangun desa yang lebih sejahtera. Dan juga dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat meringankan beban warga serta menjadi bentuk kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat.Pemerintah Desa Karangduren berharap program bantuan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. Ke depan, sinergi antara pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan masyarakat akan terus diperkuat demi mewujudkan desa yang lebih sejahtera dan berdaya.
Karangduren, 05 Agustus 2025 โ Pada Selasa, 5 Agustus 2025, Mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 94 menggelar kegiatan sosialisasi di SDN Karangduren 1. Kegiatan yang bertempat di aula sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Sosialisasi ini mengangkat dua topik utama yaitu edukasi cara menyikat gigi yang benar dan kampanye anti-perundungan (stop bullying). Tujuan dari kegiatan ini adalah menanamkan pola hidup sehat dan perilaku sosial positif sejak usia dini. Mahasiswa berharap kegiatan ini bisa membentuk kebiasaan baik yang berkelanjutan bagi para siswa. Sesi pertama dimulai dengan pemaparan materi tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Mahasiswa menjelaskan dampak buruk dari kebiasaan malas menyikat gigi dan bagaimana hal itu dapat merusak kesehatan. Siswa terlihat antusias saat mendengarkan dan aktif menjawab pertanyaan yang diajukan. Setelah materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik menyikat gigi yang baik dan benar. Setiap siswa membawa sikat gigi masing-masing dan didampingi mahasiswa selama praktik berlangsung. Kegiatan praktik sikat gigi dilakukan secara serentak dan berlangsung tertib. Para mahasiswa memberikan contoh gerakan menyikat gigi yang sesuai anjuran dokter gigi. Siswa diajak untuk menyikat gigi secara perlahan, menyeluruh, dan dengan waktu yang cukup. Praktik ini bertujuan agar siswa tidak hanya tahu teori, tapi juga dapat langsung mempraktikkannya. Guru-guru yang turut hadir juga memberikan apresiasi terhadap pendekatan edukatif yang dilakukan oleh para mahasiswa. Setelah praktik menyikat gigi selesai, siswa kelas 1 hingga 3 diarahkan kembali ke kelas masing-masing. Sementara itu, siswa kelas 4 hingga 6 tetap berada di aula untuk mengikuti sesi kedua, yaitu sosialisasi mengenai bullying. Dalam sesi ini, mahasiswa memberikan penjelasan tentang apa itu bullying, jenis-jenisnya, serta dampak buruk yang ditimbulkan. Mereka juga mengajak siswa untuk saling menghargai teman, tidak mengejek, serta berani melaporkan jika mengalami atau melihat tindakan perundungan. Edukasi ini disampaikan dengan pendekatan interaktif agar mudah dipahami anak-anak. Siswa kelas atas tampak serius dan tertarik mengikuti materi tentang bullying. Mahasiswa menyajikan video singkat dan permainan edukatif untuk menggugah kesadaran mereka. Beberapa siswa bahkan ikut berbagi cerita tentang pengalaman mereka di sekolah. Kegiatan ini menciptakan suasana yang terbuka dan mendorong empati antar siswa. Guru-guru menyatakan bahwa sosialisasi seperti ini sangat membantu mendukung upaya sekolah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Koordinator Mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 94 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja di bidang pendidikan dan kesehatan. Mereka melihat bahwa anak-anak usia sekolah dasar sangat tepat untuk diberikan edukasi dasar mengenai kesehatan diri dan hubungan sosial. Mahasiswa juga berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam menyusun materi agar sesuai dengan kondisi siswa. Kegiatan ini dirancang untuk menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Harapannya, nilai-nilai positif yang diajarkan dapat dibawa siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pihak SDN Karangduren 1 menyambut baik inisiatif para mahasiswa KKN. Kepala sekolah menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam mendukung program pembinaan karakter dan kesehatan di sekolah. Menurutnya, kerja sama seperti ini memperkaya pengalaman belajar siswa dan mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat luar. Sekolah juga membuka peluang kerja sama lanjutan untuk kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang. Guru-guru mengakui bahwa pendekatan mahasiswa yang komunikatif sangat membantu siswa memahami materi dengan mudah. ย Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk nyata peran mahasiswa dalam mendukung pendidikan karakter dan kesehatan anak. Mahasiswa KKN Kolaboratif berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi siswa SDN Karangduren 1. Mereka juga berencana melakukan dokumentasi kegiatan untuk menjadi bahan evaluasi dan inspirasi program serupa. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi terbaik selama masa pengabdian di desa. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah kecil menuju generasi yang lebih sehat dan berakhlak baik.
Karangduren, 25 Juli 2025 โ Pada Kamis pagi, 25 Juli 2025, kegiatan senam bersama lansia digelar di Balai Desa Karangduren. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Puskesmas setempat dan Mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 94. Tujuan utama senam ini adalah untuk menjaga kesehatan dan kebugaran para lansia di desa tersebut. Acara ini diikuti oleh puluhan lansia yang tampak antusias sejak pagi hari. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup lansia secara berkelanjutan. Senam dimulai pukul 07.00 WIB kegiatan ini penting untuk aktivitas fisik rutin bagi lansia dalam mencegah berbagai penyakit degeneratif. Para peserta tampak bersemangat mengikuti gerakan yang dipandu oleh instruktur senam dari Puskesmas. Mahasiswa KKN turut membantu dalam mendampingi lansia selama kegiatan berlangsung. Cuaca pagi yang cerah menambah semangat para peserta dalam mengikuti setiap sesi gerakan. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk edukasi kesehatan dengan pendekatan yang menyenangkan. Senam menjadi sarana yang efektif untuk mendorong lansia tetap aktif di usia lanjut. Selain itu kegiatan ini menekankan bahwa lansia harus terus bergerak agar terhindar dari penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan osteoporosis dan aktivitas bersama ini juga menjadi media interaksi sosial yang sehat bagi para lansia. Para peserta juga diberikan tips menjaga pola makan dan gaya hidup sehat setelah senam selesai. Mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 94 melihat kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia. Mereka mengaku senang bisa terlibat langsung dalam mendukung program kesehatan desa. Sebelum pelaksanaan senam, mahasiswa turut serta dalam persiapan lokasi dan pengumpulan peserta. Selama kegiatan berlangsung, mereka mendampingi peserta dan membantu tenaga kesehatan dalam pemeriksaan singkat pasca-senam. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja KKN dalam bidang kesehatan masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya lansia yang datang dan turut serta dengan penuh semangat. Ibu-ibu dan bapak-bapak terlihat senang karena bisa berkumpul dan berolahraga bersama teman-teman sebaya. Mereka berharap kegiatan seperti ini bisa diadakan rutin agar tubuh tetap sehat dan pikiran tetap gembira. Menurutnya, kegiatan senam ini juga membuatnya merasa lebih diperhatikan oleh pemerintah dan mahasiswa. Banyak lansia lainnya juga menyuarakan harapan yang sama untuk keberlanjutan program ini. Pihak Puskesmas Karangduren menyatakan bahwa kegiatan senam lansia akan dijadikan agenda bulanan. Mereka akan terus bersinergi dengan perangkat desa dan kelompok mahasiswa dalam pelaksanaannya. Selain senam, ke depan akan dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin seperti cek tekanan darah dan kadar gula darah. Tujuannya agar lansia mendapatkan pelayanan preventif secara optimal. Dengan kolaborasi lintas sektor, diharapkan kualitas hidup lansia semakin meningkat. Aparat desa Karangduren turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif positif ini. Kepala desa menyatakan bahwa kesehatan lansia menjadi prioritas dalam pembangunan desa yang inklusif. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung kegiatan yang meningkatkan kesejahteraan bersama. Mahasiswa KKN juga diminta untuk terus berinovasi dalam mengedukasi masyarakat melalui pendekatan yang menyenangkan. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan bisa menjadikan Desa Karangduren sebagai desa ramah lansia. ย Kegiatan senam bersama ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara institusi kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat mampu menciptakan dampak positif. Mahasiswa KKN Kolaboratif 94 berharap kegiatan ini dapat terus berjalan meskipun masa KKN berakhir. Puskesmas pun telah menyusun agenda lanjutan guna memperkuat program lansia sehat. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, Desa Karangduren bergerak menuju desa sehat yang aktif dan mandiri. Kegiatan seperti ini menjadi inspirasi bagi desa lain dalam meningkatkan taraf kesehatan warganya.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu