Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Mahasiswa KKN Kolaboratif Karangduren Gelar Sosialisasi P2B dan Pembuatan Alat Penabur Pupuk

Author
Desa Karangduren Kec. Balung
21 Agustus 2025 229 Kali Dilihat

 

Karangduren, 18 Agustus 2025 — Mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Karangduren menggelar kegiatan sosialisasi Perkarangan Pangan Bergizi (P2B) serta praktik pembuatan alat penabur pupuk. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 18 Agustus 2025, di Pendopo Balai Desa Karangduren. Peserta kegiatan terdiri dari kelompok tani dan warga desa yang memiliki ketertarikan pada bidang pertanian. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan lahan perkarangan untuk pangan bergizi serta memberikan inovasi teknologi sederhana bagi petani. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusiasme warga.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Koordinator Desa (Kordes) KKN Kolaboratif Posko 94. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam program P2B yang sejalan dengan upaya ketahanan pangan desa. Mahasiswa KKN berkomitmen memberikan edukasi dan inovasi yang bermanfaat selama masa pengabdian mereka. Kepala desa serta perangkat desa turut hadir memberikan dukungan atas kegiatan ini. Kordes berharap sosialisasi ini dapat memberikan dampak positif nyata bagi petani dan masyarakat Karangduren.

Materi sosialisasi P2B disampaikan secara rinci oleh mahasiswa KKN kepada para peserta. Mereka menjelaskan bahwa konsep P2B bertujuan mengoptimalkan lahan pekarangan rumah menjadi sumber pangan sehat dan bergizi. Contoh tanaman yang dapat ditanam di pekarangan antara lain cabai, tomat, kangkung, bayam, dan tanaman herbal. Dengan pemanfaatan pekarangan, keluarga bisa memenuhi kebutuhan gizi tanpa bergantung penuh pada pasar. Edukasi ini juga menjadi strategi dalam mengurangi risiko stunting dengan penyediaan sayuran segar dari pekarangan rumah.

Setelah penyampaian materi P2B, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pembuatan alat penabur pupuk. Mahasiswa memperkenalkan alat sederhana yang dapat membantu petani menaburkan pupuk secara lebih merata dan efisien. Bahan-bahan pembuatan alat mudah didapatkan dan biaya pembuatannya relatif terjangkau. Para peserta diberikan penjelasan mengenai fungsi dan cara penggunaan alat tersebut. Mahasiswa juga menekankan manfaat penggunaan alat ini untuk menghemat tenaga dan waktu para petani.

Tidak hanya penyampaian teori, mahasiswa juga mempraktikkan langsung cara pembuatan alat penabur pupuk. Tahap demi tahap ditunjukkan secara jelas agar peserta dapat memahami dengan baik. Kelompok tani yang hadir diberi kesempatan untuk mencoba membuat dan menggunakan alat secara langsung. Suasana menjadi lebih hidup ketika peserta terlibat dalam praktik lapangan tersebut. Interaksi dua arah membuat kegiatan semakin menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Para petani yang hadir mengaku terbantu dengan adanya inovasi sederhana dari mahasiswa KKN. Mereka menilai alat penabur pupuk ini bisa menjadi solusi nyata dalam meningkatkan efisiensi kerja di lahan pertanian. Selain itu, konsep P2B dianggap relevan karena bisa langsung diterapkan di rumah masing-masing. Banyak peserta yang mengungkapkan ketertarikan untuk mencoba menanam sayuran di pekarangan rumah. Dukungan positif dari warga menjadi motivasi tambahan bagi mahasiswa untuk terus berinovasi.

Pemerintah desa Karangduren melalui perangkatnya menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN. Menurut mereka, kegiatan ini sejalan dengan program desa dalam bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Mereka berharap hasil dari sosialisasi ini dapat benar-benar diterapkan oleh warga. Pemerintah desa juga siap mendukung dengan menyediakan fasilitas tambahan jika diperlukan. Kolaborasi antara mahasiswa, petani, dan pemerintah desa menjadi fondasi penting bagi kemajuan pertanian lokal.

Sebagai bentuk tindak lanjut, kegiatan ditutup dengan pembagian alat penabur pupuk kepada kelompok tani. Selain itu, mahasiswa juga membagikan bibit sayur seperti cabai, kangkung, dan tomat kepada warga yang hadir. Bibit tersebut diharapkan dapat segera ditanam di pekarangan rumah masing-masing. Mahasiswa menekankan bahwa langkah kecil dari rumah tangga bisa berkontribusi besar bagi ketahanan pangan desa. Masyarakat terlihat gembira menerima bantuan tersebut.

Kegiatan sosialisasi P2B dan pembuatan alat penabur pupuk pada 18 Agustus 2025 ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa KKN Kolaboratif. Edukasi dan inovasi sederhana yang diberikan mampu membuka wawasan baru bagi petani dan masyarakat desa. Dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi aktif warga, kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang. Program ini juga sejalan dengan upaya mewujudkan desa yang mandiri dan sehat melalui pemanfaatan lahan serta inovasi teknologi tepat guna. Karangduren pun semakin menunjukkan semangat gotong royong dalam membangun kesejahteraan bersama.

 

 

Bagikan: