Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Mahasiswa KKN Kolaboratif Karangduren Sosialisasikan Pembuatan Gummy Candies Cegah Stunting

Author
Desa Karangduren Kec. Balung
20 Agustus 2025 250 Kali Dilihat

Karangduren, 16 Agustus 2025 — Mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Karangduren melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan gummy candies sebagai program kerja pencegahan stunting. Sosialisasi ini berlangsung pada Sabtu, 16 Agustus 2025, bertempat di TK Dharma Wanita Desa Karangduren. Peserta kegiatan adalah para wali murid TK yang diundang khusus untuk mengikuti penyuluhan ini. Tujuan kegiatan adalah memperkenalkan gummy candies sebagai sarana penyaluran vitamin untuk anak-anak. Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara dengan hadirnya hampir seluruh wali murid.

Kegiatan sosialisasi dibuka dengan pemaparan pentingnya upaya pencegahan stunting sejak usia dini. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa angka stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Desa Karangduren. Salah satu solusi kreatif adalah menghadirkan camilan sehat yang tidak hanya disukai anak, tetapi juga bergizi. Gummy candies diperkenalkan sebagai pengganti permen biasa yang umumnya mengandung gula berlebih. Dengan cara ini, anak-anak tetap bisa menikmati camilan manis namun tetap sehat.

Dalam sesi berikutnya, mahasiswa menjelaskan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat gummy candies. Bahan tersebut antara lain sari buah naga, lemon, gelatin, pemanis alami berupa Tropicana atau gula stevia, vitamin K2D3, vitamin D3 100 iu, serta 150 ml air. Semua bahan dipilih karena mudah didapatkan dan aman dikonsumsi anak-anak. Penggunaan buah naga memberikan warna alami sekaligus kandungan gizi tambahan. Sementara vitamin yang ditambahkan berfungsi mendukung pertumbuhan tulang dan daya tahan tubuh anak.

Proses pembuatan gummy candies dipraktikkan langsung oleh mahasiswa KKN di depan para wali murid. Mereka menunjukkan tahap pencampuran bahan, pemanasan, hingga pencetakan permen dalam cetakan kecil yang menarik. Selama praktik, para wali murid dipersilakan mencatat resep serta bertanya mengenai langkah-langkah yang mungkin sulit dipahami. Mahasiswa juga memberikan tips agar hasil gummy lebih kenyal dan tahan lama. Kegiatan praktik ini berjalan interaktif dengan banyak pertanyaan dari peserta.

Para wali murid terlihat sangat tertarik dengan metode ini karena dinilai mudah untuk dipraktikkan di rumah. Mereka menilai bahwa gummy candies sehat bisa menjadi solusi untuk mengurangi kebiasaan anak mengonsumsi permen pabrikan. Beberapa wali murid menyampaikan rencana untuk segera mencoba resep ini di rumah masing-masing. Selain itu, mereka juga meminta mahasiswa untuk membagikan resep dalam bentuk cetak agar lebih mudah diikuti. Respon positif ini menambah semangat mahasiswa dalam melaksanakan program kerja mereka.

Mahasiswa KKN menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan hanya sekadar membuat camilan. Lebih dari itu, mereka ingin mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini. Stunting dapat dicegah dengan cara sederhana apabila orang tua memahami kebutuhan nutrisi anak. Melalui gummy candies, anak-anak diharapkan bisa memperoleh vitamin tambahan secara menyenangkan. Edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung program kesehatan desa.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pihak sekolah TK Dharma Wanita. Kepala sekolah menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa karena telah memberikan inovasi bermanfaat bagi para wali murid. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat membantu dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak TK. Ia berharap para wali murid dapat menerapkan ilmu yang sudah diberikan di rumah masing-masing. Sinergi antara sekolah dan mahasiswa diharapkan terus berlanjut melalui program lain yang mendukung pendidikan dan kesehatan.

Dengan terlaksananya sosialisasi ini, mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Karangduren menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting. Kegiatan pembuatan gummy candies bukan hanya solusi kreatif, tetapi juga sarana mempererat hubungan mahasiswa dengan masyarakat. Program ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan dapat dikemas dengan cara sederhana dan menyenangkan. Wali murid pun semakin memahami pentingnya memilih camilan sehat untuk anak-anak. Sosialisasi ini diharapkan menjadi inspirasi berkelanjutan dalam menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting.

Bagikan: