80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Karangduren, 05 Agustus 2025 — Pada Selasa, 5 Agustus 2025, Mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 94 menggelar kegiatan sosialisasi di SDN Karangduren 1. Kegiatan yang bertempat di aula sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Sosialisasi ini mengangkat dua topik utama yaitu edukasi cara menyikat gigi yang benar dan kampanye anti-perundungan (stop bullying). Tujuan dari kegiatan ini adalah menanamkan pola hidup sehat dan perilaku sosial positif sejak usia dini. Mahasiswa berharap kegiatan ini bisa membentuk kebiasaan baik yang berkelanjutan bagi para siswa.
Sesi pertama dimulai dengan pemaparan materi tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Mahasiswa menjelaskan dampak buruk dari kebiasaan malas menyikat gigi dan bagaimana hal itu dapat merusak kesehatan. Siswa terlihat antusias saat mendengarkan dan aktif menjawab pertanyaan yang diajukan. Setelah materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik menyikat gigi yang baik dan benar. Setiap siswa membawa sikat gigi masing-masing dan didampingi mahasiswa selama praktik berlangsung.
Kegiatan praktik sikat gigi dilakukan secara serentak dan berlangsung tertib. Para mahasiswa memberikan contoh gerakan menyikat gigi yang sesuai anjuran dokter gigi. Siswa diajak untuk menyikat gigi secara perlahan, menyeluruh, dan dengan waktu yang cukup. Praktik ini bertujuan agar siswa tidak hanya tahu teori, tapi juga dapat langsung mempraktikkannya. Guru-guru yang turut hadir juga memberikan apresiasi terhadap pendekatan edukatif yang dilakukan oleh para mahasiswa.
Setelah praktik menyikat gigi selesai, siswa kelas 1 hingga 3 diarahkan kembali ke kelas masing-masing. Sementara itu, siswa kelas 4 hingga 6 tetap berada di aula untuk mengikuti sesi kedua, yaitu sosialisasi mengenai bullying. Dalam sesi ini, mahasiswa memberikan penjelasan tentang apa itu bullying, jenis-jenisnya, serta dampak buruk yang ditimbulkan. Mereka juga mengajak siswa untuk saling menghargai teman, tidak mengejek, serta berani melaporkan jika mengalami atau melihat tindakan perundungan. Edukasi ini disampaikan dengan pendekatan interaktif agar mudah dipahami anak-anak.
Siswa kelas atas tampak serius dan tertarik mengikuti materi tentang bullying. Mahasiswa menyajikan video singkat dan permainan edukatif untuk menggugah kesadaran mereka. Beberapa siswa bahkan ikut berbagi cerita tentang pengalaman mereka di sekolah. Kegiatan ini menciptakan suasana yang terbuka dan mendorong empati antar siswa. Guru-guru menyatakan bahwa sosialisasi seperti ini sangat membantu mendukung upaya sekolah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Koordinator Mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 94 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja di bidang pendidikan dan kesehatan. Mereka melihat bahwa anak-anak usia sekolah dasar sangat tepat untuk diberikan edukasi dasar mengenai kesehatan diri dan hubungan sosial. Mahasiswa juga berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam menyusun materi agar sesuai dengan kondisi siswa. Kegiatan ini dirancang untuk menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Harapannya, nilai-nilai positif yang diajarkan dapat dibawa siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Pihak SDN Karangduren 1 menyambut baik inisiatif para mahasiswa KKN. Kepala sekolah menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam mendukung program pembinaan karakter dan kesehatan di sekolah. Menurutnya, kerja sama seperti ini memperkaya pengalaman belajar siswa dan mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat luar. Sekolah juga membuka peluang kerja sama lanjutan untuk kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang. Guru-guru mengakui bahwa pendekatan mahasiswa yang komunikatif sangat membantu siswa memahami materi dengan mudah.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk nyata peran mahasiswa dalam mendukung pendidikan karakter dan kesehatan anak. Mahasiswa KKN Kolaboratif berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi siswa SDN Karangduren 1. Mereka juga berencana melakukan dokumentasi kegiatan untuk menjadi bahan evaluasi dan inspirasi program serupa. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi terbaik selama masa pengabdian di desa. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah kecil menuju generasi yang lebih sehat dan berakhlak baik.