80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Sumberjambe, Jember, Jawa Timur
Batas wilayah administratif Desa Rowosari
-
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Sabtu bertepatan pada malam Minggu, (23/8) Pemerintah Desa Rowosari menggelar acara tasyakuran memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 yang dirangkai dengan perpisahan mahasiswa KKN-K 2025. Acara berlangsung di Balai Desa Rowosari dengan dihadiri Kepala Desa Hj. Jamila, perangkat desa, serta seluruh mahasiswa KKN-K. Acara diawali dengan sambutan Bapak H. Supardi yang mengisahkan sedikit tentang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Beliau mengajak seluruh yang hadir untuk senantiasa bersyukur karena saat ini dapat menikmati hasil perjuangan tersebut, sekaligus terus memperingati hari kemerdekaan sebagai bentuk penghormatan. H. Supardi juga menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN-K atas pengabdiannya selama beberapa minggu di Desa Rowosari. Sambutan berikutnya disampaikan oleh koordinator desa KKN-K, yang berbagi kesan dan pesan selama kegiatan berlangsung. Suasana kemudian semakin meriah dengan pemutaran video dokumentasi tentang Desa Rowosari, terutama potensi wisata Air Terjun 7 Bidadari yang menjadi kebanggaan warga. Tayangan ini menjadi refleksi atas kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat dalam memperkenalkan potensi desa. Momen haru tercipta saat perpisahan mahasiswa KKN-K. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaan yang hangat dari pemerintah desa dan masyarakat Rowosari. Kepala Desa Hj. Jamila turut berpesan agar pengalaman selama KKN dapat menjadi bekal berharga dalam perjalanan para mahasiswa di masa depan. Usai rangkaian acara resmi, seluruh tamu menikmati makan bersama dalam suasana penuh keakraban. Kebersamaan tersebut mencerminkan eratnya hubungan antara mahasiswa KKN-K dengan masyarakat Rowosari. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas rahmat kemerdekaan sekaligus keberhasilan kegiatan KKN-K tahun 2025. Malam itu menjadi kenangan berharga yang menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa serta menumbuhkan semangat baru bagi Desa Rowosari dalam membangun desa yang lebih maju.
Sabtu, (16/8) 2025, mahasiswa KKN-K Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Keripik Kopi. Kegiatan ini diikuti oleh 16 ibu kader desa yang hadir di Balai Desa Rowosari. Suasana pelatihan berlangsung hangat, penuh antusiasme, dan menghadirkan interaksi aktif antara mahasiswa, peserta, serta narasumber. Acara pelatihan tersusun dalam beberapa tahapan. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh mahasiswa, kemudian dilanjutkan sambutan dari koordinator desa yang menekankan pentingnya pengembangan potensi lokal untuk mendukung perekonomian masyarakat. Setelah sesi sambutan, peserta menerima materi mengenai pemasaran dan manajemen produk usaha. Materi ini bertujuan untuk memperluas wawasan para ibu kader tentang cara mengelola usaha rumahan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Sesi berikutnya merupakan inti kegiatan, yaitu praktik pembuatan keripik kopi. Pelatihan ini menghadirkan Bu Titan sebagai pendamping utama. Beliau merupakan pelaku usaha kue yang telah mengembangkan produk keripik kopi sebagai salah satu inovasi olahan berbasis hasil perkebunan. Kehadiran Bu Titan memberikan nilai tambah tersendiri karena peserta dapat belajar langsung dari pengalaman praktis seorang wirausahawan. Mulai dari pemilihan bahan, teknik pengolahan, hingga cara pengemasan dijelaskan dengan rinci sehingga ibu kader dapat memahami setiap tahap produksi. Pelatihan ini bertujuan memberikan keterampilan baru yang relevan dengan potensi lokal Desa Rowosari. Keterampilan mengolah kopi diharapkan dapat membuka jalan bagi munculnya produk khas desa yang berdaya saing. Keripik kopi juga berpotensi menjadi oleh-oleh unik bagi pengunjung, sehingga keberadaannya mampu mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pelaku usaha dapat melahirkan inovasi bermanfaat. Kolaborasi semacam ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan peluang usaha nyata yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga Rowosari.
Perlombaan yang diadakan terbagi ke dalam beberapa kategori, yakni anak-anak, tersedia lomba air sorong, makan kerupuk, tiup angin, dan bola goyang. Sementara itu, kategori ibu-ibu dan balita tidak kalah seru. Balita mengikuti lomba merangkak yang mengundang gelak tawa penonton, sedangkan ibu-ibu beradu ketangkasan dalam lomba kempit bola talam dan gendong ember. Lomba-lomba tersebut sukses menciptakan momen kebersamaan sekaligus mempererat rasa kekeluargaan antarwarga. Mahasiswa KKN tidak sekadar membantu, melainkan menjadi pelaksana utama jalannya perlombaan. Mereka menyiapkan perlengkapan, mengatur jalannya pertandingan, memandu peserta, hingga mendokumentasikan seluruh kegiatan. Kehadiran mahasiswa membuat suasana lomba lebih terarah, meriah, dan penuh semangat kebersamaan. Keterlibatan mahasiswa KKN tidak hanya menambah semarak perayaan kemerdekaan, tetapi juga memperkuat ikatan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Rowosari. Semangat kolaborasi dan gotong royong yang tercipta menjadi bukti bahwa perayaan HUT RI bukan sekadar ajang hiburan, melainkan juga sarana mempererat persatuan warga desa dengan mahasiswa yang sedang mengabdi.
Nama "Rowosari" berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu rowo yang berarti rawa dan sari yang berarti harum. Sesuai namanya, wilayah ini memang memiliki rawa alami. Terdapat tanah berlumpur di Dusun Barat Sawah yang dapat menenggelamkan seseorang hingga kedalaman sekitar tujuh meter. Hingga kini, lokasi tersebut masih ada, dan konon tanahnya akan “bergetar” jika ada orang yang mendekat. Perubahan besar terjadi di Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, sejak tahun 1993. Sebelum itu, desa ini tergolong sangat terisolasi dan masyarakatnya masih hidup dengan cara yang sederhana. Akses menuju Rowosari pun terbatas, bahkan jembatan penghubung kala itu hanya berupa jembatan darurat dari kayu. Sejarah Desa Rowosari tak lepas dari sosok perintisnya, Bujuk Marlia, seorang pendatang asal Madura. Tokoh ini dikenal sebagai pembabat lahan di wilayah Sumberjambe dan Gunung Malang. Makam Bujuk Marlia hingga kini masih berada di Desa Rowosari, yang secara geografis berbatasan langsung dengan Sumberjambe di sebelah barat dan Gunung Malang di sebelah selatan, menjadikannya terletak di titik strategis di antara keduanya. Tahun 1992 menjadi titik awal perubahan, saat listrik mulai masuk ke Rowosari. Kehadiran listrik memicu perkembangan pesat di berbagai bidang, termasuk teknologi, pendidikan, dan kesehatan. Masyarakat mulai merasakan kemudahan akses informasi, layanan kesehatan, serta peluang ekonomi yang lebih luas. Potensi alam Rowosari menjadi modal utama kemajuan desa ini. Sembilan desa di Kecamatan Sumberjambe, Rowosari dikenal sebagai yang paling unggul dalam sektor pertanian. Air yang melimpah, tanah yang dapat dikelola dalam kondisi kering maupun basah, serta iklim yang mendukung membuat desa ini menjadi pusat produksi bibit dan tanaman pangan. Perusahaan besar seperti PT BCA (Bibit Central Asia) memanfaatkan lahan Rowosari untuk pengembangan bibit jagung, semangka, melon, hingga cabai. Selain itu, petani setempat juga membudidayakan berbagai komoditas seperti brokoli, tomat, dan sayuran lainnya. Hanya beberapa jenis tanaman seperti kurma, apel, dan manggis yang tidak tumbuh optimal di Rowosari karena faktor ketinggian yang mencapai sekitar 600 meter di atas permukaan laut. Luas lahan sawah di Rowosari mencapai sekitar 250 hektare, yang menjadi sumber penghidupan utama warga. Setiap malam, hasil panen berupa sayur-mayur diangkut menggunakan pick up terbuka untuk dikirim ke berbagai daerah, bahkan hingga luar Pulau Jawa. Sistem distribusi yang terbangun membuat Rowosari menjadi pusat sayuran yang diperhitungkan, dengan rantai pasok yang menghubungkan langsung petani, pedagang, hingga pasar di berbagai kota. Kini, Rowosari bukan lagi desa yang terisolasi. Perpaduan sejarah panjang, kerja keras masyarakat, dan kekayaan alam menjadikannya desa idola sekaligus tulang punggung sektor pertanian di Kecamatan Sumberjambe.
Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, memiliki destinasi wisata alam yang unik sekaligus sarat cerita legenda, yakni Air Terjun 7 Bidadari. Berdiri sejak 2021 dan diresmikan pada 2022 oleh Bupati Jember H. Hendy Siswanto, wisata ini kini telah menjadi salah satu kebanggaan warga setempat. Nama Air Terjun 7 Bidadari terinspirasi dari kisah yang berkembang di masyarakat. Menurut cerita, pada suatu Jumat Legi, seorang perempuan terlihat mandi di air terjun tersebut. Warga percaya bahwa tempat itu pernah disinggahi para bidadari. Uniknya, di lokasi tersebut terdapat tujuh air terjun, sehingga muncullah nama Air Terjun 7 Bidadari. Kepala Desa Rowosari menyampaikan harapannya agar wisata ini terus berkembang. Meski belum pernah mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah kabupaten atau dinas pariwisata, pembangunan dilakukan murni dari dana desa. Prinsipnya, setiap destinasi wisata memerlukan pembaruan agar pengunjung tidak bosan, sehingga pengelola dituntut untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi. Meski masih dikelola secara sederhana, wisata ini telah berjalan selama empat tahun. Tahun 2023 hingga 2025, jumlah pengunjung rata-rata mencapai 3.000 orang setiap bulan. Kehadiran Air Terjun 7 Bidadari membawa sejumlah dampak positif, antara lain: mengangkat nama Desa Rowosari melalui media sosial, mendorong ekonomi pelaku UMKM lokal, serta membuka lapangan kerja bagi pemuda karang taruna atau Pokdarwis. Masyarakat pun mendukung penuh keberadaan wisata ini. Warga Rowosari tidak dikenakan biaya masuk (gratis) sebagai bentuk apresiasi, sementara pengunjung dari luar desa membayar tiket sebesar Rp5.000. Namun, pengelolaan Air Terjun 7 Bidadari juga menghadapi sejumlah tantangan. Tiket masuk yang relatif murah menciptakan keterbatasan untuk melakukan renovasi rutin. Tantangan lain meliputi minimnya jumlah pengunjung pada waktu-waktu tertentu, kondisi transportasi yang kurang memadai, serta belum terbukanya akses aman ke air terjun ketiga hingga ketujuh. Saat ini, hanya air terjun pertama dan kedua yang nyaman dikunjungi. Pengelola mengingatkan para pengunjung untuk selalu berhati-hati. Saat angin kencang, disarankan menjauh dari area pohon pinus yang tinggi. Jika cuaca buruk, sebaiknya menunda kunjungan ke air terjun, terutama di jalur menuju air terjun ketiga hingga ketujuh, karena rawan banjir dan sulit dievakuasi. Air Terjun 7 Bidadari tetap menjadi permata alam Rowosari yang menawarkan keindahan, cerita legenda, dan semangat gotong royong masyarakatnya. Keberadaan Air Terjun 7 Bidadari bukan hanya menjadi aset wisata, tetapi juga cerminan kekuatan alam dan budaya Desa Rowosari. Setiap tetes air yang jatuh dari tebing membawa cerita, mengalirkan manfaat bagi warga, serta menumbuhkan harapan akan masa depan pariwisata yang lebih baik. Selama masyarakat dan alamnya dijaga, pesona tujuh bidadari itu akan terus mengundang siapa pun untuk datang dan merasakan keindahannya secara langsung.
Selasa (6/8), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 202 mengikuti kegiatan pendampingan warga desa Rowosari dalam pelaksanaan operasi katarak di RSUD Kalisat, Jember. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN yang bekerja sama dengan Pemerintah, Dinas Kesehatan, dan Gus'e Peduli Kesehatan. Sebanyak 3 warga lansia yang mengalami gangguan penglihatan, namun hanya 2 orang yang lulus dalam skrining dan difasilitasi untuk mengikuti pemeriksaan dan tindakan operasi. Mahasiswa membantu melakukan pendampingan pasien, pendaftaran pasien, dan memberikan dukungan moral kepada pasien. Selain itu, program Gus'e Peduli Kesehatan juga menyediakan berbagai layanan kesehatan gratis lainnya, seperti sunat massal, bibir sumbing, dan operasi KB permanen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan hidup masyarakat, khususnya pada lansia. Mahasiswa berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Desa Rowosari dan sekitarnya.
Kelompok KKN Kolaboratif 202 Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, melakukan kunjungan ke kebun kopi milik warga Dusun Pring Paddhuh pada Senin, (4/8). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi desa. Kunjungan diterima oleh Bapak Holit, petani kopi sekaligus Kepala Dusun Pring Paddhuh. Beliau menyampaikan berbagai informasi penting seputar budidaya kopi, mulai dari jenis tanaman, hasil panen, hingga tantangan menjadi petani kopi. Kopi varietas utama yang dibudidayakan di wilayah ini. Proses panen dilakukan saat buah kopi telah berubah warna menjadi merah atau kuning. Setiap 100 kg kopi robusta menghasilkan sekitar 28 kg biji kopi kering. Biji kopi dijual dengan harga rata-rata Rp45.000 hingga Rp49.000 per kilogram. Harga tersebut sempat mencapai Rp74.000/kg di awal musim panen. Kulit kopi yang tersisa dari proses penggilingan pertama juga dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan memiliki nilai jual sebesar Rp500/kg. Panen berlangsung setiap tahun pada bulan Juni hingga Agustus, dengan masa panen pertama terjadi saat pohon kopi berusia sekitar tiga tahun. Perawatan tanaman dilakukan dengan pemupukan sebanyak dua kali dalam setahun. Jarak tanam ideal adalah 2,5 x 2,5 meter. Mahasiswa KKN tidak hanya berdiskusi, tetapi juga ikut serta membantu proses panen dan mengikuti seluruh tahapan pascapanen. Mulai dari penjemuran biji kopi di bawah sinar matahari hingga proses penggilingan, semua dipelajari langsung dari pelaku utamanya. Kegiatan ini memberikan wawasan baru sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat desa. Potensi kopi lokal di Desa Rowosari terbuka untuk dikembangkan lebih lanjut melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
Kelompok KKN Kolaboratif 202 Desa Rowosari mengadakan kegiatan sosialisasi dengan tema "Stop Bullying: Berani berteman berani menolak bullying” dalam rangka menciptakan lingkungan sosial yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh masyarakat desa Rowosari khususnya anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan di YPI Mabdaul Ulum yang diikuti oleh puluhan siswa dari berbagai tingkatan usia. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk bullying, dampak negatifnya, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat. Tim KKN menyampaikan bahwa bullying tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga bisa dalam bentuk verbal, sosial, hingga cyber bullying yang marak terjadi di era digital saat ini. Peserta diajak untuk lebih peka terhadap tindakan perundungan di sekitar mereka, baik sebagai korban, pelaku, maupun saksi. “Kegiatan seperti ini perlu dilakukan karena disini (desa Rowosari) belum pernah ada kegiatan semacam ini,” ujar salah satu guru disana. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan karena bullying atau perundungan masih menjadi masalah serius yang banyak terjadi, terutama di lingkungan pendidikan. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada fisik dan mental korban, tetapi juga merusak suasana belajar, mengganggu perkembangan sosial anak, dan menciptakan budaya kekerasan yang sulit dihapus jika dibiarkan terus berlanjut. Diharapkan peserta sosialisasi dapat meningkatkan kesadaran tentang bahayanya bullying, mendorong empati dan kepedulian sosial, memberikan bekal cara menghadapi dan melaporkan bullying, mencegah terbentuknya lingkaran yang toksik serta mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan inklusif melalui kegiatan tersebut.
Jumat, (1/8) telah dilaksanakan kegiatan Posyandu di Dusun Barat sawah, Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember. Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama antara Mahasiswa KKN kolaboratif 202 bersama dengan Kader Posyandu dan Bidan Desa. Posyandu merupakan pusat pelayanan kesehatan dasar yang bertujuan mendukung peningkatan kesehatan bayi, balita, ibu hamil, dan keluarga melalui kegiatan yang terkoordinasi dengan Puskesmas dan perangkat desa. Pelaksanaan kegiatan ini penting untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan posyandu berlangsung dari pukul 07:30 – 11:00 WIB. Adapun kegiatan yang dilaksanakan dalam Posyandu meliputi penimbangan bobot badan balita, pengukuran tinggi badan dan lingkar kepala, pemberian vitamin A dan imunisasi dasar, serta pendataan kesehatan balita oleh kader posyandu. Mahasiswa KKN turut membantu dalam proses penimbangan, pengukuran dan pemberian vitamin A sehingga kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN memberikan semangat dan membantu mempercepat jalannya pelayanan. Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan di desa. Kerja sama antara kader posyandu, mahasiswa, dan masyarakat merupakan wujud nyata semangat gotong royong dalam bidang kesehatan. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di desa tidak hanya bergantung pada tenaga medis, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Diharapkan, sinergi seperti ini bisa terus terjalin ke depannya. Posyandu bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan penguatan solidaritas warga dalam menjaga kesehatan bersama.
Pemerintah desa belum mengunggah potensi desa ke dalam portal ini.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Rencana tahunan pemerintah desa yang memuat program dan kegiatan sesuai RPJM Desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu