80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kelompok KKN Kolaboratif 202 Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, melakukan kunjungan ke kebun kopi milik warga Dusun Pring Paddhuh pada Senin, (4/8). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi desa.
Kunjungan diterima oleh Bapak Holit, petani kopi sekaligus Kepala Dusun Pring Paddhuh. Beliau menyampaikan berbagai informasi penting seputar budidaya kopi, mulai dari jenis tanaman, hasil panen, hingga tantangan menjadi petani kopi. Kopi varietas utama yang dibudidayakan di wilayah ini.
Proses panen dilakukan saat buah kopi telah berubah warna menjadi merah atau kuning. Setiap 100 kg kopi robusta menghasilkan sekitar 28 kg biji kopi kering. Biji kopi dijual dengan harga rata-rata Rp45.000 hingga Rp49.000 per kilogram. Harga tersebut sempat mencapai Rp74.000/kg di awal musim panen. Kulit kopi yang tersisa dari proses penggilingan pertama juga dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan memiliki nilai jual sebesar Rp500/kg. Panen berlangsung setiap tahun pada bulan Juni hingga Agustus, dengan masa panen pertama terjadi saat pohon kopi berusia sekitar tiga tahun. Perawatan tanaman dilakukan dengan pemupukan sebanyak dua kali dalam setahun. Jarak tanam ideal adalah 2,5 x 2,5 meter.
Mahasiswa KKN tidak hanya berdiskusi, tetapi juga ikut serta membantu proses panen dan mengikuti seluruh tahapan pascapanen. Mulai dari penjemuran biji kopi di bawah sinar matahari hingga proses penggilingan, semua dipelajari langsung dari pelaku utamanya. Kegiatan ini memberikan wawasan baru sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat desa. Potensi kopi lokal di Desa Rowosari terbuka untuk dikembangkan lebih lanjut melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.