80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, memiliki destinasi wisata alam yang unik sekaligus sarat cerita legenda, yakni Air Terjun 7 Bidadari. Berdiri sejak 2021 dan diresmikan pada 2022 oleh Bupati Jember H. Hendy Siswanto, wisata ini kini telah menjadi salah satu kebanggaan warga setempat. Nama Air Terjun 7 Bidadari terinspirasi dari kisah yang berkembang di masyarakat. Menurut cerita, pada suatu Jumat Legi, seorang perempuan terlihat mandi di air terjun tersebut. Warga percaya bahwa tempat itu pernah disinggahi para bidadari. Uniknya, di lokasi tersebut terdapat tujuh air terjun, sehingga muncullah nama Air Terjun 7 Bidadari.
Kepala Desa Rowosari menyampaikan harapannya agar wisata ini terus berkembang. Meski belum pernah mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah kabupaten atau dinas pariwisata, pembangunan dilakukan murni dari dana desa. Prinsipnya, setiap destinasi wisata memerlukan pembaruan agar pengunjung tidak bosan, sehingga pengelola dituntut untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi.
Meski masih dikelola secara sederhana, wisata ini telah berjalan selama empat tahun. Tahun 2023 hingga 2025, jumlah pengunjung rata-rata mencapai 3.000 orang setiap bulan. Kehadiran Air Terjun 7 Bidadari membawa sejumlah dampak positif, antara lain: mengangkat nama Desa Rowosari melalui media sosial, mendorong ekonomi pelaku UMKM lokal, serta membuka lapangan kerja bagi pemuda karang taruna atau Pokdarwis. Masyarakat pun mendukung penuh keberadaan wisata ini. Warga Rowosari tidak dikenakan biaya masuk (gratis) sebagai bentuk apresiasi, sementara pengunjung dari luar desa membayar tiket sebesar Rp5.000.
Namun, pengelolaan Air Terjun 7 Bidadari juga menghadapi sejumlah tantangan. Tiket masuk yang relatif murah menciptakan keterbatasan untuk melakukan renovasi rutin. Tantangan lain meliputi minimnya jumlah pengunjung pada waktu-waktu tertentu, kondisi transportasi yang kurang memadai, serta belum terbukanya akses aman ke air terjun ketiga hingga ketujuh. Saat ini, hanya air terjun pertama dan kedua yang nyaman dikunjungi.
Pengelola mengingatkan para pengunjung untuk selalu berhati-hati. Saat angin kencang, disarankan menjauh dari area pohon pinus yang tinggi. Jika cuaca buruk, sebaiknya menunda kunjungan ke air terjun, terutama di jalur menuju air terjun ketiga hingga ketujuh, karena rawan banjir dan sulit dievakuasi. Air Terjun 7 Bidadari tetap menjadi permata alam Rowosari yang menawarkan keindahan, cerita legenda, dan semangat gotong royong masyarakatnya.
Keberadaan Air Terjun 7 Bidadari bukan hanya menjadi aset wisata, tetapi juga cerminan kekuatan alam dan budaya Desa Rowosari. Setiap tetes air yang jatuh dari tebing membawa cerita, mengalirkan manfaat bagi warga, serta menumbuhkan harapan akan masa depan pariwisata yang lebih baik. Selama masyarakat dan alamnya dijaga, pesona tujuh bidadari itu akan terus mengundang siapa pun untuk datang dan merasakan keindahannya secara langsung.