80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68154
Batas wilayah administratif Desa Petung
-
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Bangsalsari, 22 Agustus 2025 โ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 143 desa Petung resmi ditarik kembali setelah melaksanakan program pengabdian di Kecamatan Bangsalsari, Desa Petung. Dalam acara penarikan mahasiswa KKN yang berlangsung di Kantor Kecamatan Bangsalsari ini dihadiri perangkat kecamatan, perangkat desa, dosen pembimbing lapangan serta perwakilan mahasiswa KKN sebagai tanda berakhirnya kegiatan pengabdian yang telah berjalan selama kurang lebih 35 hari. Kegiatan KKN Kolaboratif yang dijalankan ini tidak hanya memberi manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Berbagai pengalaman yang diperoleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif selama terjun langsung ke masyarakat diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih peduli, adaptif, dan berdaya guna di masa depan. Dengan ditariknya mahasiswa KKN Kolaboratif ini, secara resmi berakhir pula seluruh rangkaian pengabdian di Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari. Walau demikian, program-program yang telah dirintis mahasiswa KKN Kolaboratif diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah desa dan masyarakat desa Petung, sehingga dampak positif dari semua kegiatan mahasiswa KKN Kolaboratif juga dapat terjaga keberlanjutannya serta berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan desa Petung yang berkesinambungan.
Petung, 08 Agustus 2025 โ Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 143 melaksanakan sosialisasi program kerja utama berupa Eco Paving di Posko KKN Dusun Siraan, Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Kegiatan sosialisasi program kerja ini bertujuan memberikan pemahaman kepada perangkat desa dan masyarakat sekitar mengenai inovasi pembuatan paving ramah lingkungan dari bahan limbah pertanian, seperti abu sekam dan jerami padi. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa manfaat utama dari eco paving ini adalah mengurangi limbah pertanian, mengingat mayoritas masyarakat Desa Petung bekerja di sektor pertanian dan menghasilkan sekam padi dalam jumlah besar. Pemanfaatan limbah ini diharapkan dapat menjadi solusi kreatif sekaligus bernilai ekonomis bagi masyarakat. Pemaparan juga mencakup penjelasan proses pembuatan eco paving secara bertahap, mulai dari persiapan bahan, pencampuran dengan komposisi yang tepat, proses pencetakan, hingga hasil jadi. Peserta sosialisasi mengikuti penjelasan dengan antusias, ditambah sesi tanya jawab yang membantu memperjelas teknis pembuatan. Suasana pada saat sosialisasi berlangsung interaktif dan partisipatif, menciptakan komunikasi dua arah antara mahasiswa dan peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan mengenai eco paving dapat menjadi langkah awal pemanfaatan limbah pertanian yang produktif dan ramah lingkungan di Desa Petung.
Petung, 11 Agustus 2025 โ Sebagai bagian dari program kerja utamanya, Kelompok Mahasiswa KKN Kolaboratif 143 Desa Petung mengadakan sosialisasi Eco Briket di Posko KKN, Dusun Siraan, Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan cara mengolah limbah pertanian kepada masyarakat, seperti abu sekam padi dan abu jerami, menjadi bahan bakar alternatif dan bermanfaat bagi kebutuhan rumah tangga. Dalam penyampaiannya, mahasiswa KKN kelompok 143 menekankan bahwa eco briket tidak hanya membantu mengurangi limbah pertanian, tetapi juga dapat menjadi opsi solusi hemat biaya energi serta menghasilkan pembakaran yang lebih awet dibandingkan arang. Potensi ini dinilai relevan bagi masyarakat Desa Petung yang mayoritas warganya bekerja di sektor pertanian. Sesi sosialisasi tidak hanya berupa penjelasan, tetapi juga disertai demonstrasi langsung pembuatan eco briket. Peserta juga diajak melihat prosesnya mulai dari pencampuran bahan, pencetakan, hingga tahap pengeringan. Dengan metode ini, warga dapat mempelajari langkah-langkahnya secara praktis dan mudah dipahami. Kegiatan berlangsung dalam suasana aktif, di mana peserta terlibat bertanya dan berdiskusi mengenai kemungkinan penerapan eco briket di lingkungan mereka. Mahasiswa KKN berharap, inovasi ini dapat menginspirasi warga untuk memanfaatkan limbah pertanian menjadi sumber energi yang berguna.
Petung, 13 Agustus 2025 โ Mahasiswa KKN Kolaboratif Kelompok 143 Desa Petung menggelar sosialisasi Revitalisasi Website PPID Desa Petung di Kantor Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Agenda sosialisasi ini merupakan salah satu program utama yang diselenggarakan dengan tujuan untuk mengenalkan pembaruan tampilan dan fitur website resmi PPID desa sekaligus melatih perangkat desa Petung dalam mengelola website PPID desa Petung. Dalam pemaparan sosialisasi program utama revitalisasi website PPID desa ini, mahasiswa KKN Kolaboratif Kelompok 143 menjelaskan bahwa website desa berperan sangat penting sebagai pusat informasi resmi desa, wadah transparansi pemerintahan desa kepada masyarakat, dan media promosi potensi lokal desa kepada pihak eksternal desa. Dengan pembaruan website yang dilakukan, informasi terkait kegiatan desa hingga data profil desa dapat diakses dengan lebih mudah oleh masyarakat desa maupun pihak luar desa. Kegiatan sosialisasi ini juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung oleh mahasiswa KKN dan perangkat desa, di mana perangkat desa mencoba langsung cara mengunggah berita, memperbarui data profil desa, serta mengelola galeri foto dan dokumen publik website PPID desa. Mahasiswa KKN Kelompok 143 juga memberikan panduan langkah demi langkah sehingga peserta dapat mengoperasikan website PPID desa secara mandiri tanpa bergantung pada pihak luar desa.
Petung, 14 Agustus 2025 โ Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-64, Kelompok KKN Kolaboratif 143 turut berpartisipasi dengan mendampingi dan memberikan materi kepada anggota Pramuka di SDN Petung 01, SDN Petung 02, SDN Petung 03, dan SDN Petung 04. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan karakter generasi muda. Mahasiswa KKN berperan aktif sebagai pendamping dan narasumber dalam berbagai sesi kegiatan, dengan materi yang meliputi Semaphore, Sandi Morse, dan Pelatihan Baris-Berbaris (PBB). Materi disampaikan secara interaktif dan disertai praktik langsung sehingga peserta dapat memahami dan menguasai keterampilan dasar kepramukaan tersebut. Kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan yang dihadiri oleh guru, pembina pramuka dan para siswa. Pada sesi Semaphore, peserta diajarkan teknik menggunakan bendera untuk mengirim pesan jarak jauh. Materi Morse membekali siswa dengan keterampilan membaca dan mengirim pesan menggunakan kode titik dan garis. Sementara itu, pelatihan PBB difokuskan pada pembentukan kedisiplinan, kekompakan, dan kerapian barisan. Selain penyampaian materi, mahasiswa juga memfasilitasi ice breaking dan permainan kelompok yang dirancang untuk membangun kekompakan dan semangat kebersamaan. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan menyenangkan, membuat siswa antusias mengikuti setiap sesi.
Petung, 7 Agustus 2025 - Memasuki minggu ketiga pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kelompok KKN Kolaboratif 143 melaksanakan kegiatan survei Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Kegiatan ini menjadi bagian integral dari program kerja utama kelompok, yaitu Revitalisasi Website Desa Petung. Survei UMKM dilakukan sebagai langkah awal untuk melengkapi konten website desa dengan informasi yang aktual dan informatif mengenai potensi ekonomi lokal. Dengan menyertakan deskripsi lengkap UMKM ke dalam website, diharapkan masyarakat luas dapat mengenal lebih dekat produk unggulan desa serta mendorong perkembangan pemasaran digital para pelaku usaha.ย Mahasiswa KKN mengunjungi langsung para pelaku UMKM yang menjalankan usaha secara tradisional maupun modern. Beberapa jenis usaha yang disurvei antara lain pembuatan telur asin, tahu, tempe, ikan pindang, sangkar burung, serta kerajinan tasbih kayu. Setiap usaha memiliki ciri khas tersendiriโbaik dari segi proses produksi, bahan baku, hingga nilai budaya yang terkandung di dalamnya.ย Salah satu pelaku UMKM, misalnya, masih memproduksi telur asin dengan metode tradisional menggunakan campuran garam dan bubuk batu bata merah. Di sisi lain, pelaku usaha ikan pindang tetap menjalankan proses produksi secara manual setiap harinya, mulai dari pencucian hingga perebusan ikan dalam rantang untuk mempertahankan cita rasa khas dan kualitas yang digemari pelanggan tetap mereka.ย Seluruh data hasil survei akan diolah dan ditampilkan dalam laman khusus UMKM pada website desa. Dengan begitu, informasi tidak hanya tersimpan sebagai arsip, tetapi juga bisa diakses oleh calon pembeli, wisatawan, hingga investor yang tertarik menjalin kerja sama.
Petung, Bangsalsari โ Pemerintah Desa Petung bersama Perum Bulog melaksanakan kegiatan pembagian bantuan beras untuk warga yang membutuhkan pada Jumat, 25 Juli 2025, bertempat di Kantor Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Dalam kegiatan ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif dari berbagai kampus turut berkontribusi langsung dalam mendukung kelancaran distribusi bantuan kepada warga Bantuan berupa beras sebanyak 20 kilogram per keluarga ini disalurkan kepada warga penerima manfaat yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ratusan karung beras dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dibagikan secara tertib dengan pengawasan dari perangkat desa. Peran mahasiswa KKN tidak hanya sebatas membantu teknis distribusi, tetapi juga mendampingi warga mulai dari proses pendaftaran, pendataan, pengaturan antrian, hingga memastikan setiap penerima mendapatkan haknya dengan adil dan nyaman. Kehadiran mereka memberikan energi positif dan memperkuat semangat gotong royong antar elemen masyarakat. Warga yang hadir pun tampak antusias dan bersyukur. Bantuan beras ini sangat berarti di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu dan naiknya harga kebutuhan pokok. Selama kegiatan berlangsung, suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa hangat. Penyaluran bantuan berjalan lancar dan tertib, menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, mahasiswa, dan warga bisa menciptakan dampak sosial yang positif.
Petung, Bangsalsari โ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Jember Kelompok 143 yang ditempatkan di Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, melaksanakan kegiatan perancangan alat dan uji coba awal (trial) program kerja pada minggu kedua pelaksanaan KKN, yakni pada Kamis, 24 Juli 2025. Dalam kegiatan ini, mahasiswa merancang dua jenis alat dan cetakan sebagai penunjang program kerja pengolahan limbah, yaitu eco paving dan eco briket. Perancangan dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta potensi sumber daya lokal yang tersedia. Setelah proses perancangan alat selesai, mahasiswa langsung melanjutkan dengan kegiatan Trial Eco Briket. Trial ini menjadi tahapan penting dalam program pembuatan bahan bakar alternatif dari limbah organik, khususnya sekam padi, yang melimpah di lingkungan sekitar desa. Proses trial meliputi pencampuran bahan, pencetakan briket dengan cetakan yang telah dirancang, hingga proses pengeringan. Trial ini dilakukan sebelum sosialisasi kepada masyarakat, sebagai bentuk uji coba awal untuk memastikan efektivitas alat dan kualitas hasil produksi. โTrial ini kami lakukan untuk mengetahui sejauh mana alat yang kami buat bekerja secara efisien, dan bagaimana hasil briket yang dihasilkan dari bahan lokal,โ ujar salah satu mahasiswa KKN. Kegiatan ini disambut baik oleh warga sekitar. Beberapa warga turut menyaksikan proses pembuatan eco briket dan menunjukkan antusiasme terhadap inovasi tersebut. Trial ini juga menjadi langkah awal sebelum program eco briket disosialisasikan dan diterapkan secara lebih luas kepada masyarakat. Mahasiswa KKN berharap bahwa hasil dari uji coba ini dapat dimanfaatkan sebagai model pengelolaan limbah yang berguna secara ekonomis dan ekologis bagi warga Desa Petung.
Penerjunan resmi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Kabupaten Jember Tahun 2025 dilangsungkan pada Kamis, 17 Juli 2025, di Alun-Alun Jember. Acara ini menjadi titik awal pengabdian lebih dari tiga ribu mahasiswa dari 16 perguruan tinggi, yang dilepas langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait, beserta jajaran Forkopimda. Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam memperkuat desa-desa melalui program โDesa Cintaโ yang mengusung nilai-nilai Cerdas, Inklusi, dan Tangguh. Kelompok 143 yang ditempatkan di Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, memulai pengabdiannya dengan berbagai rangkaian kegiatan dasar. Mahasiswa melakukan observasi lingkungan, melihat potensi wilayah, serta menjalin komunikasi awal dengan kepala desa dan perangkatnya. Sambutan hangat dari aparat desa membuka ruang kolaborasi yang lebih erat antara tim mahasiswa dan masyarakat setempat. Pada hari-hari awal, mahasiswa memfokuskan kegiatannya pada pemetaan sosial dan pengumpulan informasi yang bersifat partisipatif. Dengan mengunjungi kepala dusun, pengurus RT/RW, hingga kader kesehatan desa, tim KKN mengidentifikasi potensi sekaligus persoalan yang dihadapi oleh warga. Beberapa poin penting yang ditemukan seperti dominasi sektor pertanian dan tembakau dan kurangnya edukasi digital. Data dan hasil observasi tersebut kemudian menjadi landasan utama dalam penyusunan program kerja. Mahasiswa menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) untuk menyusun skema kegiatan secara terstruktur. Fokus program diarahkan pada tiga sektor utama yaitu Eco-Briket sebagai Upaya Pengelolaan Limbah dan Pemberdayaan Masyarakat, Eco-Paving sebagai Upaya Mengatasi Permasalahan Lingkungan dan Perekonomian, Revitalisasi Website Desa Petung sebagai Upaya Penguatan Informasi dan Pelayanan Publik. Sebagai bentuk transparansi dan ajakan keterlibatan masyarakat, mahasiswa menggelar sosialisasi program kerja pada 23 Juli 2025 di Balai Desa Petung. Acara ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan kelompok warga. Dalam forum terbuka tersebut, mahasiswa menyampaikan rencana kerja beserta alasan di balik pemilihan setiap program.ย Kegiatan minggu pertama KKN Kolaboratif 143 ini menjadi pondasi yang menentukan. Mahasiswa tidak hanya belajar memahami karakteristik desa, tetapi juga melatih empati, komunikasi, dan manajemen program berbasis kebutuhan riil masyarakat. Dari diskusi hingga pelibatan langsung, semangat gotong royong terasa hidup dalam setiap proses.
Unggulan dan kekayaan desa
UMKM / Ekonomi Kreatif
Telur asin ini dibuat melalui proses tradisional yang sederhana namun menghasilkan cita rasa khas yang digemari banyak orang. Proses dimulai dari pencucian telur bebek yang diperoleh dari hasil ternak sendiri maupun dari kulakan. Telur-telur tersebut dicuci bersih terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada kotoran atau bakteri yang menempel pada permukaan cangkangnya. Setelah bersih, telur-telur ini kemudian melalui proses pengasinan yang unik. Hanya menggunakan dua bahan utama, yaitu garam halus dan batu bata merah yang telah dihancurkan hingga menjadi bubuk halus seperti luluh bangunan. Bubuk bata ini kemudian dicampur dengan garam halus untuk menghasilkan adonan yang siap digunakan. Telur dicelupkan ke dalam campuran tersebut hingga seluruh permukaannya tertutup rata, lalu disusun dalam wadah dan disimpan selama 8 hingga 15 hari. Dalam rentang waktu ini, garam secara perlahan meresap ke dalam telur melalui pori-pori cangkang, menghasilkan rasa asin yang merata dan tahan lama. Setelah proses pengasinan selesai, telur-telur dicuci kembali untuk menghilangkan sisa adonan pengasin, lalu direbus hingga matang. Telur asin yang telah matang ini kemudian siap dipasarkan kepada pelanggan. Dalam satu hari, produksi dapat mencapai hingga 500 butir untuk memenuhi pesanan dari konsumen, baik itu untuk dijual di pasar, warung, atau pelanggan tetap lainnya. Proses yang sederhana dan alami ini menjadi kekuatan utama produk, menjadikannya pilihan yang digemari karena cita rasa tradisionalnya yang khas dan kualitas yang terjaga.
UMKM / Ekonomi Kreatif
Sangkar burung merupakan salah satu kerajinan yang masih bertahan secara tradisional di Desa Petung. Sejak dahulu, masyarakat desa ini memiliki kebiasaan memelihara burung kicau sebagai bentuk hobi yang umum dijumpai, terutama di kalangan orang dewasa. Kegiatan ini tidak hanya berkutat pada peliharaan burung itu sendiri, tetapi juga pada keindahan dan kualitas sangkarnya. Oleh karena itu, pembuatan sangkar burung telah menjadi keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi, meskipun kini hanya sedikit warga yang masih menekuninya. Di Desa Petung, usaha pembuatan sangkar burung saat ini hanya dilakukan oleh dua pelaku usaha. Keduanya masih mempertahankan cara pembuatan yang sangat sederhana dan manual. Usaha ini belum dikembangkan secara luas, namun tetap memiliki pasar tersendiri karena adanya peminat burung kicau di lingkungan sekitar. Proses pembuatan sangkar burung dimulai dengan pemilihan bahan utama berupa bambu. Bambu tersebut kemudian dipotong sesuai ukuran yang dibutuhkan, lalu dilubangi menggunakan alat sederhana untuk membentuk rangka sangkar. Proses ini dilakukan dengan penuh ketelitian agar hasilnya rapi dan kuat. Setelah itu, potongan bambu dirangkai menggunakan bahan tambahan seperti penjalin untuk mengikat, paku untuk menyambung bagian-bagian penting, dan kayu sebagai dasar atau alas sangkar. Keseluruhan bahan yang digunakan sangat sederhana, yaitu hanya terdiri dari bambu, penjalin, paku, dan kayu. Meski dibuat secara manual, sangkar-sangkar ini memiliki nilai seni dan keunikan tersendiri karena mencerminkan keterampilan tangan pengrajinnya.
Usaha ikan pindang merupakan salah satu kegiatan ekonomi rumah tangga yang tetap eksis di Desa Petung. Usaha ini dijalankan secara turun-temurun, dan saat ini diteruskan oleh generasi berikutnya dari keluarga mertua. Proses produksi dilakukan setiap hari, dan hasil produksinya cukup menjanjikan. Dalam satu hari, dapat terjual hingga 100 rantang ikan pindang. Setiap satu renteng berisi 12 rantang, sehingga usaha ini tergolong produktif dan memiliki pelanggan tetap. Pengelolaan ikan pindang dilakukan secara tradisional namun tetap higienis. Proses dimulai dengan memasukkan ikan segar ke dalam area produksi, kemudian dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran dan bau amis. Setelah itu, ikan ditata rapi ke dalam rantang kecil yang menjadi wadah khusus untuk proses pemindangan. Ikan yang telah ditata kemudian diikat dalam rantang agar posisinya tidak berubah saat proses perebusan berlangsung. Seluruh rantang berisi ikan tersebut kemudian direbus secara bersamaan, tanpa dipindahkan dari wadahnya. Proses ini membuat bumbu alami dari ikan dan garam meresap sempurna tanpa merusak bentuk ikan itu sendiri. Bahan yang digunakan dalam pembuatan ikan pindang sangat sederhana, yaitu hanya berupa ikan segar dan garam sebagai bahan pengawet alami. Meskipun menggunakan bahan yang minim, hasil akhirnya tetap memiliki cita rasa khas yang digemari masyarakat. Usaha ini tidak hanya menjadi mata pencaharian utama, tetapi juga melestarikan kearifan lokal dalam mengolah makanan tradisional secara praktis dan ekonomis.
UMKM / Ekonomi Kreatif
Usaha pembuatan tahu di Desa Petung dilakukan secara tradisional dengan proses yang sederhana namun tetap menghasilkan tahu yang berkualitas. Bahan utama yang digunakan adalah kedelai, yang terlebih dahulu direndam selama kurang lebih empat jam. Perendaman ini bertujuan untuk melunakkan kedelai agar mudah dihancurkan pada proses selanjutnya. Setelah direndam, kedelai kemudian digiling atau diselep hingga halus dan berubah menjadi bubur kedelai. Bubur tersebut lalu direbus untuk menghilangkan bau mentah dan mematangkan sari kedelai. Setelah perebusan pertama, bubur disaring untuk memisahkan ampas dari air sarinya. Air sari kedelai inilah yang menjadi bahan dasar utama dalam pembuatan tahu. Setelah disaring, air kedelai kembali direbus hingga benar-benar matang. Pada tahap ini, perlu ketelitian dalam mengatur jumlah air, karena jika jumlah air terlalu sedikit, warna tahu yang dihasilkan cenderung kurang putih. Oleh karena itu, keseimbangan air menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas akhir tahu yang dihasilkan.
UMKM / Ekonomi Kreatif
Proses pembuatan tempe di Desa Petung dilakukan secara tradisional dan memerlukan beberapa tahapan penting untuk menghasilkan tempe yang berkualitas. Bahan utama yang digunakan adalah kedelai, yang diproses melalui dua kali tahap perebusan dan perendaman sebelum masuk ke proses fermentasi. Tahapan pertama dimulai dengan memasak kedelai mentah hingga setengah matang. Setelah itu, kedelai direndam semalaman untuk melunakkan teksturnya dan memudahkan pengelupasan kulit ari. Keesokan harinya, kedelai direbus kembali hingga matang sempurna. Setelah proses perebusan kedua selesai, kedelai ditiriskan dan dibiarkan hingga benar-benar kering agar tidak menyimpan kelembapan berlebih yang dapat mengganggu proses fermentasi. Setelah kedelai dingin dan kering, tahap selanjutnya adalah proses peragian. Ragi tempe ditaburkan secara merata ke seluruh permukaan kedelai, lalu kedelai dibungkus dengan daun atau plastik yang telah dilubangi agar mendapatkan sirkulasi udara yang cukup selama proses fermentasi. Setelah dibungkus, kedelai yang sudah diberi ragi tersebut didiamkan selama kurang lebih dua hari. Selama dua hari masa fermentasi, ragi bekerja membentuk struktur padat yang dikenal sebagai tempe. Jika proses dilakukan dengan baik, dalam dua hari tempe sudah matang dan siap untuk dikonsumsi atau dijual. Meskipun terlihat sederhana, pembuatan tempe membutuhkan ketelatenan serta kebersihan yang terjaga agar hasilnya maksimal dan tidak mudah busuk.
UMKM / Ekonomi Kreatif
Tasbih yang dibuat di Desa Petung merupakan hasil kerajinan tangan sederhana yang menggunakan bahan utama berupa kayu. Proses pembuatannya diawali dengan pemilihan kayu berkualitas yang memiliki tekstur padat namun mudah dibentuk. potongan kayu dilubangi di bagian tengahnya menggunakan mesin pelubang khusus. Proses pelubangan ini membutuhkan ketelitian agar setiap lubang berada di posisi yang tepat dan berukuran seragam, sehingga nantinya bisa dirangkai dengan benang atau tali menjadi satu untaian tasbih. Meskipun prosesnya dibantu oleh mesin, pengerjaan tetap mengandalkan ketepatan tangan dan ketelatenan dari pengrajinnya. Tasbih kayu hasil produksi ini memiliki tampilan sederhana namun bernilai, dan sering digunakan sebagai alat ibadah maupun cendera mata.
UMKM / Ekonomi Kreatif
UMKM kerupuk di Desa Petung telah beroperasi sejak lama dengan proses produksi yang sederhana namun menguntungkan. Pemilik UMKM membeli kerupuk mentah dari supplier, kemudian mengolahnya dengan cara digoreng hingga renyah sebelum dikemas dan dijual kepada pelanggan. Usaha ini tidak hanya menyediakan kerupuk berkualitas untuk masyarakat setempat, tetapi juga menciptakan lapangan kerja kecil dan berkontribusi pada perekonomian desa. Dengan cita rasa yang khas dan harga terjangkau, kerupuk produksi UMKM Desa Petung telah menjadi salah satu produk unggulan yang banyak diminati baik oleh warga lokal maupun pasar sekitar.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Rencana tahunan pemerintah desa yang memuat program dan kegiatan sesuai RPJM Desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu