80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Penerjunan resmi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Kabupaten Jember Tahun 2025 dilangsungkan pada Kamis, 17 Juli 2025, di Alun-Alun Jember. Acara ini menjadi titik awal pengabdian lebih dari tiga ribu mahasiswa dari 16 perguruan tinggi, yang dilepas langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait, beserta jajaran Forkopimda. Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam memperkuat desa-desa melalui program โDesa Cintaโ yang mengusung nilai-nilai Cerdas, Inklusi, dan Tangguh.
Kelompok 143 yang ditempatkan di Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, memulai pengabdiannya dengan berbagai rangkaian kegiatan dasar. Mahasiswa melakukan observasi lingkungan, melihat potensi wilayah, serta menjalin komunikasi awal dengan kepala desa dan perangkatnya. Sambutan hangat dari aparat desa membuka ruang kolaborasi yang lebih erat antara tim mahasiswa dan masyarakat setempat.
Pada hari-hari awal, mahasiswa memfokuskan kegiatannya pada pemetaan sosial dan pengumpulan informasi yang bersifat partisipatif. Dengan mengunjungi kepala dusun, pengurus RT/RW, hingga kader kesehatan desa, tim KKN mengidentifikasi potensi sekaligus persoalan yang dihadapi oleh warga. Beberapa poin penting yang ditemukan seperti dominasi sektor pertanian dan tembakau dan kurangnya edukasi digital.
Data dan hasil observasi tersebut kemudian menjadi landasan utama dalam penyusunan program kerja. Mahasiswa menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) untuk menyusun skema kegiatan secara terstruktur. Fokus program diarahkan pada tiga sektor utama yaitu Eco-Briket sebagai Upaya Pengelolaan Limbah dan Pemberdayaan Masyarakat, Eco-Paving sebagai Upaya Mengatasi Permasalahan Lingkungan dan Perekonomian, Revitalisasi Website Desa Petung sebagai Upaya Penguatan Informasi dan Pelayanan Publik.
Sebagai bentuk transparansi dan ajakan keterlibatan masyarakat, mahasiswa menggelar sosialisasi program kerja pada 23 Juli 2025 di Balai Desa Petung. Acara ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan kelompok warga. Dalam forum terbuka tersebut, mahasiswa menyampaikan rencana kerja beserta alasan di balik pemilihan setiap program.ย
Kegiatan minggu pertama KKN Kolaboratif 143 ini menjadi pondasi yang menentukan. Mahasiswa tidak hanya belajar memahami karakteristik desa, tetapi juga melatih empati, komunikasi, dan manajemen program berbasis kebutuhan riil masyarakat. Dari diskusi hingga pelibatan langsung, semangat gotong royong terasa hidup dalam setiap proses.