80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68193
Batas wilayah administratif Desa Glagahwero
Mewujutkan Pemerintahan Desa Glagahwero Yang Bersih, Jujur, Adil, Sejahtera, Berbudaya Dan Berahlak Mulia Untuk Menjadikan Masyarakat Desa Yang Mandiri Dan Maju
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Siapa sangka, jamur merang yang selama ini hanya dikenal sebagai bahan masakan biasa ternyata bisa disulap menjadi camilan lezat nan bergizi? Inovasi tersebut datang dari mahasiswa KKN-K 153 yang tengah melaksanakan pengabdi an di Desa Glagahwero, Kecamatan Panti. Kegiatan demonstrasi memasak yang diadakan di balai desa, bertujuan untuk memperkenalkan inovasi baru berupa olahan nugget jamur merang. Desa ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil jamur merang, namun hasil panennya selama ini hanya dipasarkan dalam bentuk mentah. Kondisi tersebut kerap menjadi kendala bagi para petani, karena jamur memiliki masa simpan yang sangat singkat. Petani jamur sering kali mengalami kerugian karena nilai ekonominya tidak sebanding dengan tenaga dan biaya produksi yang dikeluarkan. Mahasiswa KKN-K 153 mencoba memberikan solusi kreatif dengan mengolah jamur merang menjadi produk pangan siap saji berupa nugget jamur. Selain memiliki rasa yang gurih dan lezat, nugget jamur juga lebih tahan lama dibandingkan jamur mentah. Hal ini tentu menjadi peluang besar untuk meningkatkan nilai jual sekaligus memperluas pasar. Mahasiswa KKN-K 153 mendemonstrasikan secara langsung langkah-langkah pembuatan nugget jamur mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga penyajian kepada masyarakat setempat. Masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga turut serta mencicipi nugget jamur hasil olahan yang telah didemonstrasikan. Banyak yang menilai nugget jamur berpotensi menjadi produk unggulan desa karena praktis, enak, dan bernilai tambah. Beberapa petani bahkan menyatakan tertarik untuk mengembangkan produk ini sebagai usaha sampingan selain menjual jamur dalam bentuk mentah. Inovasi sederhana ini membuktikan bahwa hasil pertanian lokal sebenarnya bisa diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat jika diiringi kreativitas. Kehadiran mahasiswa KKN-K 153 dengan gagasan nugget jamur diharapkan mampu membuka cakrawala baru bagi petani Glagahwero, sehingga ke depan desa ini tidak hanya dikenal sebagai penghasil jamur merang mentah, tetapi juga sebagai desa dengan produk olahan jamur kreatif yang siap bersaing di pasaran.
Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2024, proporsi perempuan umur 20-24 tahun yang berstatus kawin atau berstatus hidup bersama sebelum umur 18 tahun di Jawa Timur berjumlah 7,38%. Data tahun 2023 menunjukkan 25,53 juta perempuan di Indonesia menikah di bawah usia 19 tahun. Di Indonesia, pernikahan dini diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. UU ini menetapkan batas usia minimal untuk menikah adalah 19 tahun baik bagi laki-laki maupun perempuan. ย Anak perempuan usia 10-14 tahun memiliki risiko lima kali lebih besar untuk meninggal dalam kasus kehamilan dan persalinan. Anak memiliki risiko tinggi untuk mengalami kecemasan, depresi, atau memiliki pikiran untuk bunuh diri, sebagian dapat disebabkan mereka tidak memiliki status, kekuasaan, dukungan, dan kontrol atas kehidupan mereka sendiri. Bayi yang dilahirkan oleh anak perempuan yang menikah pada usia anak memiliki risiko kematian lebih tinggi, dan kemungkinannya dua kali lebih besar untuk meninggal sebelum usia 1 tahun. Kemungkinan yang lebih tinggi untuk lahir prematur, dengan berat badan lahir rendah, dan kekurangan gizi. ย Oleh karena itu, KKN Kolaboratif 153 Glagahwero Panti memiliki program kerja sosialisasi pencegahan pernikahan dini kepada ibu-ibu muslimat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 16 Agustus 2025 di Dusun Krajan. Harapan kami dari sosialisasi ini agar para muda mudi tahu dampak dan lebih waspada terhadap bahaya pernikahan dini. Sesuai slogan kami, Mau nikah dini? Yuk pikir lagi!
Di kaki Gunung Argopuro, tepatnya di Desa Glagahwero, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, udara sejuk dan tanah yang subur bukan hanya memberi kehidupan bagi padi di sawah, tetapi juga bagi jamur merang yang tumbuh di sela-sela kesibukan para petani. Desa ini dikenal sebagai kawasan pertanian yang melimpah hasilnya. Menariknya, dari aktivitas bertani padi, tercipta limbah merang dalam jumlah banyak. Bagi sebagian orang, limbah ini mungkin tidak begitu bernilai, namun bagi warga Glagahwero, merang adalah rumah yang sempurna bagi jamur merang untuk tumbuh. Budidaya jamur merang di desa ini menjadi salah satu sumber penghasilan warga. Prosesnya relatif sederhana yaitu limbah merang disusun dan dipersiapkan sebagai media tumbuh, kemudian bibit jamur ditanam dan dibiarkan berkembang hingga siap panen. Hasilnya berupa jamur merang segar yang kemudian dijual ke tengkulak untuk dipasarkan lebih luas. Namun, selama ini proses yang dilakukan para petani hanya berhenti pada tahap menghasilkan produk mentah. Nilai tambah dari jamur merang belum sepenuhnya dirasakan oleh warga. Hal tersebut dikarenakan sistem penjualan dilakukan secara langsung dalam bentuk segar tanpa pengolahan lanjutan. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN-K 153 Desa Glagahwero berinovasi untuk mengolah jamur merang segar menjadi produk siap saji yang praktis dan bergizi, yaitu nugget jamur merang. Inovasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai jual jamur sekaligus memperkenalkan olahan berbasis jamur yang sehat kepada masyarakat. Dengan diolah menjadi nugget, jamur merang tidak hanya lebih tahan lama, tetapi juga memiliki rasa yang lezat dan bisa dinikmati oleh semua kalangan, termasuk anak-anak yang biasanya kurang menyukai sayuran. Harapannya, inovasi ini dapat membuka peluang usaha baru bagi warga, sehingga mereka tidak hanya bergantung pada tengkulak, tetapi juga bisa memasarkan produk olahan sendiri. Selain itu, nugget jamur merang ini diharapkan dapat menjadi identitas kuliner khas Desa Glagahwero dan membawa nama desa ke pasar yang lebih luas, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakatnya.
UMKM atau bisa dikenal dengan Usaha Mikro, Kecil, Menengah adalah salah satu sektor ekonomi terpenting bagi negara. Jumlahnya yang begitu banyak membuat persaingan antar UMKM begitu ketat. Oleh karena itu, KKN-K 153 Glagahwero memiliki inovasi untuk me-refresh branding beberapa UMKM dengan pembuatan banner. Kami memilih 4 UMKM di Glagahwero yang dinilai layak mendapat bantuan tersebut. ย UMKM pertama yang kami pilih yaitu Anyaman Bambu Bapak Saleh yang terletak di Sumber Duren, Glagahwero Panti. Alasan kami memilih anyaman tersebut adalah lokasi yang sedikit sulit dijangkau oleh masyarakat sehingga perlu dibantu untuk membuat branding. Selain itu, anyaman bambu bisa menjadi salah satu potensi produk khas desa. UMKM kedua yang kami pilih yaitu Toko Irvan Sayur yang terletak di daerah Krajan, Glagahwero Panti. Toko tersebut memiliki lokasi yang strategis dan beroperasi setiap hari. Namun disayangkan masih belum memiliki banner ataupun papan nama. UMKM ketiga adalah Laundry Mbak Ifa yang terletak di dusun Karangasem, Glagahwero Panti. Lokasi usaha ini berada sedikit jauh dari jalan utama tetapi memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan laundry lainnya. UMKM terakhir yang kami bantu adalah budidaya jamur yang berada di Karangasem, Glagahwero Panti. Alasan kami memilih UMKM jamur tersebut karena budidaya jamur sejak lama merupakan potensi besar yang berada di Desa Glagahwero Panti. Melalui pemasangan banner ini kami berharap potensi ekonomi di desa Glagahwero seperti budidaya jamur dan UMKM lainnya dapat semakin berkembang. ย Pembuatan dan pemasangan banner merupakan hal yang sederhana tetapi krusial bagi keberlangsungan suatu usaha. Identitas dan branding yang bagus akan membantu dalam perkembangan dan pertumbuhan bisnis. Program kerja ini diharapkan mampu membantu meningkatkan potensi UMKM di Desa Glagahwero. UMKM kuat, Desa hebat!
Mahasiswa KKNโK 153 bersama Babinsa serta perangkat desa Glagahwero telah menyelesaikan survei ketahanan pangan yang bertujuan mengukur ketersediaan cabai dan jagung bagi warga desa. Dalam kegiatan ini, mereka melakukan pemantauan langsung terhadap luas tanam, fase pertumbuhan, serta kemampuan panen yang dimiliki oleh masyarakat, sehingga bisa melihat secara jelas potensi pangan lokal yang bisa menopang kebutuhan harian warga desa. Survei ini merupakan bagian dari upaya kolektif antara Mahasiswa KKN dan aparat desa di wilayah pedesaan Jember agar tercipta ketahanan pangan desa yang mandiri dan terukur. Pengawasan ย pertama, tim langsung melakukan observasi mendalam terhadap interaksi warga dan potensi pertanian setempat seperti cabai dan jagung, yang merupakan komoditas pokok bagi masyarakat Glagahwero. Mereka juga menyelenggarakan diskusi informal dan wawancara dengan petani untuk mengetahui tantangan yang dihadapi seperti ketersediaan benih unggul, akses pupuk, maupun ancaman hama penyakit. Hasil wawancara menunjukkan sebagian petani memiliki catatan panen cabai yang stabil, sedangkan jagung pernah mengalami fluktuasi hasil panen akibat serangan hama atau perubahan cuaca musiman. Secara umum, kapasitas panen di Desa Glagahwero masih lebih menjanjikan dalam menjanjikan kebutuhan pangan harian warga. Kolaborasi Babinsa dan perangkat desa serta mahasiswa KKN-K 153 memiliki peranan penting dalam memetakan penyebab utama ketahanan pangan desa, dengan cara mendampingi komunikasi antarpetani dan membantu verifikasi data di lapangan. Berdasarkan survei yang telah dilakukan diperoleh data bahwasanya pasokan jagung memiliki beberapa kendala seperti adanya serangan hama, sehingga dapat mempengaruhi keberlangsungan panen. Secara keseluruhan, kegiatan survei ketahanan pangan yang dilakukan oleh mahasiswa KKNโK 153 bersama Babinsa serta perangkat desa telah mengungkap gambaran menyeluruh terkait tantangan pangan lokal di Glagahwero, khususnya pada komoditas cabai dan jagung. Dengan hasil temuan tersebut, desa memiliki dasar yang kuat untuk merancang program ketahanan pangan berkelanjutan yang lebih bermanfaat dikemudian hari, dengan meningkatkan akses pangan lokal, sekaligus meminimalkan ketergantungan pada pasokan luar desa.
TPQ (Taman Pembelajaran Quran) yang dikenal sebagai tempat belajar mengaji bagi anak-anak hingga remaja menjadi salah satu pondasi bagi pendidikan di Indonesia. Namun, tidak banyak tenaga pendidik yang bersedia mengajar sehingga terkadang pembelajaran di TPQ belum terlaksana dengan maksimal. Kelompok KKN 153 Glagahwero memilih TPQ Al-Ikhlas menjadi tempat pengabdian belajar mengajar.ย Pada TPQ Al-Ikhlas anak-anak dibagi menjadi berbagai tingkatan kelas sesuai kemampuan mereka yaitu dari jilid 1 hingga jilid 6. Selama masa mengabdi, para mahasiswa KKN ditugaskan untuk mendampingi anak-anak TPQ sesuai dengan jilid mereka masing-masing. Sebelum melakukan pendampingan pada murid TPQ, para mahasiswa KKN diberikan penataran atau pembekalan. Kegiatan pendampingan murid TPQ dilakukan selama 3 hari dan diisi dengan materi hafalan doa, hafalan surat pendek, dan belajar mengaji sesuai jilid masing-masing.ย Berbagai macam tipe belajar anak menjadi tantangan tersendiri sehingga pada hari terakhir kami membuat kegiatan lomba sebagai pacuan semangat bagi anak-anak untuk menghafal dan lebih rajin belajar. Anak-anak berkompetisi untuk mendapatkan tempat terbaik sesuai jilid masing-masing dengan naik ke panggung. Selain melatih jiwa kompetisi, kegiatan ini juga membantu peningkatan kepercayaan diri pada anak-anak. Di akhir perlombaan, kami memberikan apresiasi seperti snack dan alat tulis. Program pengabdian ini bukan hanya membantu anak-anak mendapat tipe pembelajaran baru, tetapi juga merupakan tempat bagi kami untuk mentransfer ilmu. Generasi emas dimulai dan dibentuk dari pendidikan agama. Yuk, kuatkan pondasi agama dengan ajari anak-anak kita mengaji dari kecil!
Pada tanggal 31 Juli 2025, warga Desa Glagahwero, Kecamatan Panti, menerima bantuan pangan dari pemerintah berupa beras sebanyak 20 kg per keluarga. Bantuan ini diperuntukkan bagi 463 keluarga penerima manfaat (KPM) sebagai bagian dari program bantuan pangan periode Juni-Juli 2025. Tujuannya adalah meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah tingginya harga kebutuhan pokok. Penyaluran beras ini berjalan lancar berkat kolaborasi antara pemerintah setempat dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi 153 Glagahwero. Para mahasiswa turun langsung membantu proses pendistribusian, mulai dari pendataan hingga penyerahan beras kepada warga. Kehadiran mereka membuat proses berlangsung lebih cepat dan tertib. Salah satu penerima bantuan, Ibu Suliha (45), mengungkapkan rasa syukurnya. "Beras ini sangat membantu keluarga kami, apalagi di bulan-bulan seperti ini ketika biaya hidup semakin tinggi. Saya bisa mengalokasikan uang belanja untuk keperluan lain seperti biaya sekolah anak," ujarnya. Program bantuan pangan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan. Adanya pendistribusian yang tepat sasaran, diharapkan beban hidup warga dapat sedikit terkurangi. Selain memberikan bantuan fisik, keikutsertaan mahasiswa KKN dalam program ini juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Mereka tidak hanya membantu penyaluran, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warga, mendengarkan keluhan, dan mencatat masukan untuk perbaikan program di masa mendatang. Diharapkan, langkah seperti ini dapat terus berlanjut dengan cakupan yang lebih luas agar semakin banyak keluarga yang terbantu. Bantuan pangan bukan sekadar bantuan jangka pendek, melainkan bentuk kepedulian negara terhadap rakyatnya yang membutuhkan.
Suasana kelas yang biasanya tenang mendadak penuh gelak tawa dan semangat pada pagi itu. Kelompok KKN 153 Kolaborasi Jember hadir membawa sesuatu yang berbeda untuk siswa-siswi kelas 2 MI Raudlatul Ulum Glagahwero Panti. Bukan pelajaran biasa, melainkan edukasi tentang bullying disampaikan lewat cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Anak-anak diajak menonton video pendek berdurasi 3 menit yang menceritakan tentang bullying dengan gaya lucu dan sederhana. Karakter yang lucu dan cerita yang dekat dengan keseharian mereka membuat anak-anak fokus, tertawa, bahkan spontan berkomentar. Setelah menonton, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan ringan tentang apa itu bullying. Anak-anak diberi contoh yang gampang dipahami, mulai dari bullying fisik seperti memukul dan mendorong, hingga bullying non-fisik seperti mengejek, mengucilkan, dan mengancam. Berlanjut ke sesi diskusi kelompok kecil (FGD) yang dikemas ringan. โKalau ada teman yang mengejek, harus apa, ya?โ tanya salah satu anggota KKN. Tangan-tangan mungil pun langsung terangkat, berebut menjawab. Lewat permainan, tanya jawab, dan cerita singkat, mereka diajak mengenali bentuk-bentuk bullying dan bagaimana cara menghadapinya baik sebagai korban, saksi, maupun teman. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata kelompok KKN untuk menanamkan nilai keberanian, kebaikan, dan kepedulian sejak dini. Karena membentuk generasi yang bebas bullying tak cukup hanya dengan peraturan harus dimulai dari hati yang paham dan peduli. Yuk, jadi teman yang baik! Sekolah yang seru dimulai dari hati yang ramah dan saling jaga. Sesuai pesan dan jargon kami, Sayangi Teman, Stop Bullying!
(JEMBER, Selasa 22 Juli 2025) Melimpahnya jumlah bambu di Kawasan RW 06 Glagahwero, Kecamatan Panti mendorong warga setempat untuk melakukan gotong royong. Tapi siapa sangka, melimpahnya bambu jusru menjadi berkah? Bermodal parang, gergaji, dan semangat gotong royong warga setempat bersama mahasiswa KKN-K 153 Glagahwero mengubah bahan lokal yang sering diabaikan ini menjadi sebuah dekorasi untuk menyambut 17 Agustus. Tak sekadar hiasan, hal ini dapat dijadikan cerita bagaimana sumber daya yang terhampar di depan mata dapat menyatukan sebuah komunitas. Setiap ruas bambu yang ditebang bukan sekadar batang kosong, namun membawa harapan. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia, turut menyumbang tenaga dan ide. Suara gergaji, tawa, dan obrolan ringan menciptakan suasana yang hangat di halaman RW 06 yang biasanya sepi. Hasilnya bukan hanya indah secara visual. Patokan jalan, hingga ornamen khas bernuansa tradisional menjadi simbol kreativitas dan kebersamaan. โLebih dari sekadar hiasan, kegiatan ini menghidupkan kembali nilai-nilai lokal yang sering terlupakan.โ, ucap pak Feri. Bambu menjadi lambang ketahanan, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap lingkungan, semua dirangkai melalui tangan-tangan warga yang saling menopang satu sama lain. Momen ini membuktikan bahwa merdeka tak selalu harus dirayakan dengan pesta besar. Semangat kemerdekaan dapat ditumbuhkan dari akar rumput seperti gotong royong yang tersalurkan dari hati yang tulus untuk membangun bersama. Glagahwero telah membuktikannya! kini giliran kita menjaga semangat itu tetap hidup.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Rencana tahunan pemerintah desa yang memuat program dan kegiatan sesuai RPJM Desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu