80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Kalisat, Jember, Jawa Timur
Batas wilayah administratif Desa Sumberkalong
-
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Pemerintah Kecamatan Kalisat secara resmi menggelar acara penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 2025 pada Kamis (21/8/2025) di Kantor Kecamatan Kalisat. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pengabdian mahasiswa yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan di berbagai desa di wilayah Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan dihadiri oleh Kapolsek Kalisat, Komandan Koramil, Kepala Desa se-Kecamatan Kalisat, perangkat desa, tokoh masyarakat, dosen pembimbing lapangan serta mahasiswa KKN. Mahasiswa KKN Kolaboratif 2025 sendiri telah melaksanakan berbagai program di desa-desa se-Kecamatan Kalisat. Program yang dijalankan mencakup pendampingan UMKM, pelatihan literasi digital, edukasi kesehatan masyarakat, serta penguatan administrasi desa. Tidak hanya itu, mahasiswa juga turut berperan dalam kegiatan sosial keagamaan, pendidikan anak-anak, hingga mendukung kreativitas pemuda desa. Kegiatan yang berbasis kolaborasi ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Kehadiran mahasiswa sangat membantu dalam menggerakkan potensi lokal serta membantu mengembangkan inovasi untuk membuat desa lebih maju untuk kedepannya. Selain itu, mahasiswa juga aktif mendukung program pemerintah desa dalam bidang administrasi. Dengan keahlian di bidang teknologi informasi dan manajemen, mahasiswa KKN membantu perangkat desa dalam memperbaiki tata kelola data, termasuk digitalisasi arsip dan sosialisasi aplikasi pelayanan masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat desa. Momentum penarikan KKN ini juga menjadi ajang refleksi bagi mahasiswa. Banyak di antara mereka yang merasa mendapatkan pengalaman berharga tentang kehidupan masyarakat pedesaan, tantangan sosial, serta pentingnya membangun kerja sama lintas elemen. Dengan berakhirnya KKN Kolaboratif 2025 di Kecamatan Kalisat, mahasiswa akan kembali ke kampus masing-masing untuk melanjutkan perkuliahan. Namun demikian, program-program yang telah dirintis diharapkan dapat terus dijalankan oleh masyarakat desa dengan dukungan pemerintah kecamatan dan desa. Acara penarikan ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah, yang semakin mempererat hubungan baik antara mahasiswa, perangkat desa, serta seluruh elemen masyarakat. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan menjadi penutup yang manis bagi perjalanan panjang mahasiswa KKN Kolaboratif 2025 di Kecamatan Kalisat.
Sumberkalong, 17 Agustus 2025 ‐ KKN Kolaboratif 187 Jember sukses menggelar malam puncak inagurasi untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80. Acara yang digelar di balai desa ini berlangsung meriah dengan kehadiran perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga warga dari berbagai kalangan. Sejak sore hari, antusiasme warga sudah terlihat ketika mereka mulai berdatangan ke lokasi acara. Bagi masyarakat, malam puncak ini bukan hanya perayaan kemerdekaan, tetapi juga momentum kebersamaan dengan para mahasiswa KKN. Kehangatan suasana membuat acara terasa penuh makna bagi semua yang hadir. Rangkaian acara diawali dengan sambutan Kepala Desa bersama Ibu Kepala Desa. Dalam kesempatan itu, beliau menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan, sekaligus menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan dan gotong royong. Sambutan tersebut juga menjadi bentuk penghargaan terhadap kontribusi mahasiswa KKN yang selama satu bulan ikut membantu masyarakat desa. Kehadiran mahasiswa dianggap membawa energi baru dalam berbagai kegiatan. Tak lupa, ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini. Sambutan berikutnya datang dari Babinkamtibmas. Beliau menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan berlangsung, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk selalu mengedepankan sikap toleransi. Pesan tersebut disambut hangat oleh warga yang hadir. Kehadiran aparat keamanan memberikan rasa tenang sehingga masyarakat bisa menikmati acara dengan nyaman. Dengan dukungan itu, jalannya malam puncak menjadi lebih tertib dan lancar. Perwakilan Forum Anak Desa (FAD) turut memberikan sambutan yang menambah semangat. Mereka mengingatkan generasi muda desa untuk menjadi penerus perjuangan dengan cara berprestasi dan menjaga nama baik desa. Tak lupa, apresiasi juga diberikan kepada mahasiswa KKN yang selama ini sudah menjadi contoh nyata dalam hal kepedulian sosial. Partisipasi FAD menunjukkan betapa pentingnya peran anak muda dalam kegiatan masyarakat. Hal ini juga memberi motivasi bagi anak-anak desa untuk terus berkontribusi positif. Sambutan terakhir diberikan oleh perwakilan mahasiswa KKN Kolaboratif 187 Jember. Dengan penuh rasa haru, mahasiswa menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan dukungan masyarakat selama mereka melaksanakan pengabdian. Permohonan maaf juga disampaikan jika selama berinteraksi ada kekhilafan. Mereka berharap ikatan kebersamaan tidak hanya berhenti pada masa KKN, melainkan terus terjalin di masa mendatang. Ucapan perpisahan ini sontak menghadirkan suasana haru, diiringi tepuk tangan hangat dari para warga. Selepas sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia. Prosesi ini dilakukan bersama-sama oleh Kepala Desa, Babinkamtibmas, perwakilan FAD, dan mahasiswa KKN. Potongan tumpeng kemudian dibagikan kepada para tamu undangan sebagai simbol persaudaraan. Momen ini tak hanya sakral, tetapi juga menjadi lambang persatuan yang mengikat seluruh elemen masyarakat desa. Banyak warga yang mengabadikan momen berharga tersebut dengan penuh antusiasme. Kemeriahan semakin bertambah dengan penampilan seni dari tiga dusun, yakni Curahmas, Barat Sungai, dan Krajan. Masing-masing dusun menampilkan pertunjukan khas yang mampu memikat penonton. Di sela-sela penampilan, panitia juga mengumumkan pemenang lomba 17 Agustus yang sebelumnya digelar. Perpaduan antara hiburan dan pembagian hadiah membuat acara semakin meriah dan penuh semangat. Sorak sorai warga yang menyaksikan menjadikan suasana semakin hidup dan penuh keceriaan. Malam puncak inagurasi ini akhirnya menjadi momen perpisahan mahasiswa KKN Kolaboratif 187 Jember dengan warga desa. Keharuan menyelimuti acara saat mahasiswa berpamitan secara langsung. Warga pun menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi mahasiswa yang dianggap membawa manfaat besar bagi desa. Meski harus berpisah, kebersamaan yang terjalin selama KKN akan selalu menjadi kenangan indah. Malam itu, perayaan HUT RI ke-80 terasa begitu istimewa karena tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga mempererat persaudaraan antara mahasiswa dan masyarakat.
Sumberkalong, 7 Agustus 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 187 yang bertugas di Desa Sumberkalong, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, menggelar salah satu program kerja lanjutan yaitu branding UMKM dengan fokus utama 3 UMKM, yaitu : Telur asin, dawet, dan tahu walik. Program ini merupakan bentuk konkret dari semangat pengabdian kepada masyarakat yang diusung oleh para mahasiswa yang tergabung dalam tim KKN Kolaboratif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya membantu para pelaku usaha kecil di desa agar lebih siap menghadapi tantangan era digital dengan meningkatkan kapasitas promosi, identitas usaha, dan literasi digital. Pelaksanaan program dilakukan secara langsung dengan pendekatan persuasif dan partisipatif. Mahasiswa terlebih dahulu melakukan pemetaan kebutuhan UMKM melalui observasi dan wawancara dengan pemilik usaha. Setelah itu, dilakukan diskusi bersama untuk menentukan bentuk pendampingan yang paling dibutuhkan. 1. UMKM Telur Asin: Perkuat Identitas dan Digitalisasi Penjualan Pada UMKM Telur Asin, mahasiswa membantu membuat logo usaha sebagai identitas visual produk. Logo ini dirancang secara sederhana namun representatif, dengan mempertimbangkan nilai lokal dan karakter khas produk. Tak hanya itu, mahasiswa juga mendampingi pemilik usaha dalam pembuatan dan pengelolaan akun TikTok Shop, sebuah platform e-commerce berbasis video pendek yang sedang naik daun. Melalui akun ini, pemilik usaha diharapkan dapat menjual produk secara online serta menjangkau konsumen yang lebih luas di luar desa. Proses pembuatan akun TikTok Shop dilakukan secara bertahap, mulai dari pelatihan dasar penggunaan aplikasi, cara mengunggah konten produk, hingga tips membuat video promosi yang menarik. 2. UMKM Tahu Walik: Promosi dan Akses Digital Lokasi Usaha UMKM Tahu Walik menjadi usaha berikutnya yang turut mendapatkan bantuan. Mahasiswa membantu membuat poster promosi digital, yang bisa digunakan untuk memasarkan produk di media sosial seperti WhatsApp, Facebook, maupun Instagram. Poster tersebut berisi informasi lengkap mengenai produk, harga, keunggulan, serta kontak pemesanan. Desain dibuat dengan nuansa cerah dan menggugah selera agar mampu menarik perhatian pelanggan. Selain itu, mahasiswa juga membantu pemilik usaha mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps. Langkah ini dinilai sangat penting karena memudahkan pelanggan dari luar desa untuk menemukan lokasi penjualan, terutama saat akhir pekan atau momen-momen ramai kunjungan. 3. UMKM Dawet: Desain Promosi yang Menarik dan Informatif Pada UMKM Dawet, mahasiswa fokus membantu dari sisi branding dan promosi. Pembuatan poster digital promosi dilakukan dengan memperhatikan estetika dan daya tarik visual. Poster ini nantinya dapat dicetak dan ditempel di sekitar desa atau dibagikan secara online. Dawet merupakan produk minuman khas yang sangat digemari masyarakat, terutama saat cuaca panas. Melalui poster yang menarik, mahasiswa berharap bisa membantu meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jangkauan konsumen, baik dari warga lokal maupun pengunjung desa. Program ini mendapat sambutan hangat dari para pelaku UMKM yang merasa terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN. Sebagian besar dari mereka belum familiar dengan penggunaan teknologi untuk promosi usaha. Pendampingan yang dilakukan mahasiswa membuka wawasan baru sekaligus memberi semangat untuk terus berkembang. “Saya nggak pernah kepikiran sebelumnya bisa jualan lewat TikTok. Tapi setelah dibantu, ternyata bisa ya. Terima kasih sekali sudah dibantu,” ujar salah satu pelaku usaha telur asin. Hal senada disampaikan oleh pelaku usaha tahu walik, yang merasa bersyukur usahanya kini lebih mudah ditemukan di Google Maps. “Biasanya orang bingung cari rumah saya. Sekarang tinggal kirim link lokasi aja,” ujarnya. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam memahami langsung dinamika ekonomi masyarakat desa. Mereka tidak hanya belajar teori pemberdayaan di kelas, tetapi juga merasakan langsung proses komunikasi, pendampingan, serta implementasi program kerja yang menyentuh kehidupan nyata. Program ini menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa dapat menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan. Melalui sentuhan teknologi dan kreativitas, UMKM lokal bisa lebih percaya diri untuk berkembang dan bersaing di era digital. Mahasiswa KKN Kolaboratif 187 berharap agar pendampingan ini menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi desa, di mana UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang menjadi usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja serta nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Sumberkalong, 1 Agustus 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 187 kembali melanjutkan kontribusinya kepada masyarakat melalui peluncuran program kerja kedua bertajuk AQUAWIDYA (Aquaponik untuk Adidaya Desa). Program ini diperkenalkan secara resmi dalam bentuk pelatihan pembuatan sistem aquaponik sederhana pada Jumat (25/7), bertempat di Balai Desa Sumberkalong, Kecamatan Kalisat. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah perangkat desa, kepala dusun, ibu-ibu PKK, serta beberapa perwakilan warga yang antusias mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir. Program AQUAWIDYA hadir sebagai solusi inovatif di bidang pertanian terpadu yang memadukan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang saling menguntungkan. Sistem ini dirancang dengan pendekatan efisien dan hemat lahan, sehingga sangat cocok diterapkan di wilayah pedesaan dengan keterbatasan ruang. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan pemaparan materi oleh perwakilan mahasiswa, yang menjelaskan manfaat aquaponik dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga, prinsip kerja sistem, serta potensi ekonomi yang bisa dikembangkan dari teknologi ini. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif, menggunakan alat bantu visual seperti poster dan demonstrasi langsung miniatur aquaponik. Banyak peserta yang mengaku baru pertama kali mendengar sistem ini, namun segera menunjukkan ketertarikan karena kemudahan dan potensi jangka panjangnya. Setelah sesi materi, peserta dibagi ke dalam lima kelompok kecil yang masing-masing beranggotakan tiga orang. Dalam kelompok tersebut, mereka diberi kesempatan untuk praktek langsung merakit sistem aquaponik mini dengan bahan-bahan sederhana seperti galon bekas, kain perca, benih lele, benih sayuran, rockwooll, dan baskom cuci sayur. Mahasiswa KKN memberikan bimbingan secara intensif,mulai dari menyiapkan media tanam, hingga tips merawat aquaponik dengan baik. Selama kegiatan berlangsung, suasana terasa hangat dan akrab. Banyak warga yang aktif bertanya tentang cara perawatan, jenis ikan dan tanaman yang cocok, serta kemungkinan pemasaran hasil panen. Meskipun kegiatan tidak dilengkapi sambutan resmi dari perangkat desa, pelatihan tetap berjalan dengan lancar dan efektif. Acara dibuka dan ditutup oleh MC dari tim mahasiswa, dengan penekanan pada keterlibatan aktif warga sebagai bagian dari metode pembelajaran partisipatif. Tidak hanya praktik, mahasiswa juga membagikan modul panduan cetak berisi langkah-langkah pembuatan aquaponik, daftar alat dan bahan, serta tips perawatan, agar warga dapat meniru sistem ini secara mandiri di rumah masing-masing. Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Nila Durrotun Nasihah, S.Tr.P., M.P., yang tidak dapat hadir secara langsung, menyampaikan dukungannya melalui pesan tertulis. Ia menegaskan bahwa penerapan teknologi pertanian sederhana seperti aquaponik dapat menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian pangan desa, serta mendorong warga untuk lebih produktif memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah mereka. Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa KKN Kolaboratif 187 untuk tidak hanya hadir di tengah masyarakat, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dan aplikatif. Harapannya, pelatihan ini dapat menjadi titik awal bagi warga Sumberkalong untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta membuka peluang ekonomi baru melalui sistem aquaponik skala rumahan. Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mahasiswa KKN Universitas Jember berupaya menjadikan AQUAWIDYA sebagai model program yang dapat direplikasi di desa-desa lain. Sebab, dari pekarangan rumah yang sempit, harapan besar untuk adidaya pangan desa bisa mulai tumbuh.
Sumberkalong, 26 Juli 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 187 yang bertugas di Desa Sumberkalong, Kecamatan Kalisat, mengawali rangkaian kegiatan pengabdian dengan menggelar sosialisasi program kerja perdana, Sabtu pagi (26/7). Bertempat di Balai Desa Sumberkalong, kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dan dihadiri oleh perangkat desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, beberapa perwakilan warga, serta dosen pembimbing lapangan. Sosialisasi ini menjadi wadah perkenalan antara mahasiswa dan masyarakat sekaligus ajang pemaparan berbagai program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKN. Tim mahasiswa menyampaikan sejumlah rencana kegiatan yang akan dilakukan selama masa pengabdian. Salah satu program kerja dalam kegiatan KKN ini adalah edukasi pengurusan dokumen kependudukan secara mandiri. Mahasiswa memberikan tutorial dan simulasi tata cara mengakses layanan adminduk digital yang kini tersedia secara daring. “Kami ingin membantu masyarakat agar lebih mudah mengurus dokumen seperti KTP, KK, dan akta kelahiran. Sekarang pengurusannya sudah bisa dilakukan dari rumah, cukup lewat HP atau komputer. Prosesnya juga cepat, tidak seribet dulu,” ujar salah satu mahasiswa saat menyampaikan materi. Warga yang hadir tampak antusias mengikuti simulasi. Beberapa di antaranya bahkan membawa dokumen pribadi agar bisa langsung mencoba praktik menggunakan aplikasi. Tim mahasiswa juga membagikan lembar panduan alur pengurusan agar warga bisa mencobanya sendiri di kemudian hari. Tak hanya dari warga, apresiasi terhadap kegiatan ini juga datang dari perangkat desa. Kepala Desa Sumberkalong menyebutkan bahwa inisiatif mahasiswa sangat membantu tugas pemerintah desa dalam menyosialisasikan layanan daring yang masih belum sepenuhnya dipahami oleh sebagian masyarakat. Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nila Durrotun Nasihah, S.Tr.P., M.P yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya literasi digital dalam pelayanan publik, sembari membagikan pengalaman pribadinya terkait proses pengurusan administrasi pendudukan yang sekarang dapat diurus dengan mudah dan cepat. “Sekarang ngurus KK itu gampang sekali. Saya pribadi kemarin mengurus KK buat anak pertama saya, dan tidak sampai satu minggu, KK-nya sudah jadi. Ini bukti bahwa sistem sudah semakin cepat dan efisien, tinggal bagaimana masyarakat kita diedukasi agar bisa memanfaatkannya,” jelasnya. Menurutnya, peran mahasiswa sangat strategis dalam menjembatani pemahaman masyarakat terhadap layanan digital yang berkembang cepat. Mahasiswa tak hanya datang untuk menjalankan program, tapi juga membawa perubahan pola pikir yang lebih adaptif terhadap teknologi. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan diskusi interaktif antara warga dan mahasiswa. Warga menyampaikan harapan agar program-program yang dijalankan mahasiswa nantinya benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, serta dapat dilanjutkan bahkan setelah masa KKN selesai. Dengan berlangsungnya kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Sumberkalong dapat terbantu, terutama dalam memahami dan memanfaatkan layanan administrasi modern. Sosialisasi ini menjadi langkah awal membangun kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa yang bersifat partisipatif, solutif, dan berkelanjutan.
Pemerintah desa belum mengunggah potensi desa ke dalam portal ini.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Rencana tahunan pemerintah desa yang memuat program dan kegiatan sesuai RPJM Desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu