80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Sumberkalong, 7 Agustus 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 187 yang bertugas di Desa Sumberkalong, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, menggelar salah satu program kerja lanjutan yaitu branding UMKM dengan fokus utama 3 UMKM, yaitu : Telur asin, dawet, dan tahu walik. Program ini merupakan bentuk konkret dari semangat pengabdian kepada masyarakat yang diusung oleh para mahasiswa yang tergabung dalam tim KKN Kolaboratif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya membantu para pelaku usaha kecil di desa agar lebih siap menghadapi tantangan era digital dengan meningkatkan kapasitas promosi, identitas usaha, dan literasi digital. Pelaksanaan program dilakukan secara langsung dengan pendekatan persuasif dan partisipatif. Mahasiswa terlebih dahulu melakukan pemetaan kebutuhan UMKM melalui observasi dan wawancara dengan pemilik usaha. Setelah itu, dilakukan diskusi bersama untuk menentukan bentuk pendampingan yang paling dibutuhkan.
1. UMKM Telur Asin: Perkuat Identitas dan Digitalisasi Penjualan
Pada UMKM Telur Asin, mahasiswa membantu membuat logo usaha sebagai identitas visual produk. Logo ini dirancang secara sederhana namun representatif, dengan mempertimbangkan nilai lokal dan karakter khas produk. Tak hanya itu, mahasiswa juga mendampingi pemilik usaha dalam pembuatan dan pengelolaan akun TikTok Shop, sebuah platform e-commerce berbasis video pendek yang sedang naik daun. Melalui akun ini, pemilik usaha diharapkan dapat menjual produk secara online serta menjangkau konsumen yang lebih luas di luar desa. Proses pembuatan akun TikTok Shop dilakukan secara bertahap, mulai dari pelatihan dasar penggunaan aplikasi, cara mengunggah konten produk, hingga tips membuat video promosi yang menarik.
2. UMKM Tahu Walik: Promosi dan Akses Digital Lokasi Usaha
UMKM Tahu Walik menjadi usaha berikutnya yang turut mendapatkan bantuan. Mahasiswa membantu membuat poster promosi digital, yang bisa digunakan untuk memasarkan produk di media sosial seperti WhatsApp, Facebook, maupun Instagram. Poster tersebut berisi informasi lengkap mengenai produk, harga, keunggulan, serta kontak pemesanan. Desain dibuat dengan nuansa cerah dan menggugah selera agar mampu menarik perhatian pelanggan. Selain itu, mahasiswa juga membantu pemilik usaha mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps. Langkah ini dinilai sangat penting karena memudahkan pelanggan dari luar desa untuk menemukan lokasi penjualan, terutama saat akhir pekan atau momen-momen ramai kunjungan.
3. UMKM Dawet: Desain Promosi yang Menarik dan Informatif
Pada UMKM Dawet, mahasiswa fokus membantu dari sisi branding dan promosi. Pembuatan poster digital promosi dilakukan dengan memperhatikan estetika dan daya tarik visual. Poster ini nantinya dapat dicetak dan ditempel di sekitar desa atau dibagikan secara online. Dawet merupakan produk minuman khas yang sangat digemari masyarakat, terutama saat cuaca panas. Melalui poster yang menarik, mahasiswa berharap bisa membantu meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jangkauan konsumen, baik dari warga lokal maupun pengunjung desa.
Program ini mendapat sambutan hangat dari para pelaku UMKM yang merasa terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN. Sebagian besar dari mereka belum familiar dengan penggunaan teknologi untuk promosi usaha. Pendampingan yang dilakukan mahasiswa membuka wawasan baru sekaligus memberi semangat untuk terus berkembang.
“Saya nggak pernah kepikiran sebelumnya bisa jualan lewat TikTok. Tapi setelah dibantu, ternyata bisa ya. Terima kasih sekali sudah dibantu,” ujar salah satu pelaku usaha telur asin.
Hal senada disampaikan oleh pelaku usaha tahu walik, yang merasa bersyukur usahanya kini lebih mudah ditemukan di Google Maps.
“Biasanya orang bingung cari rumah saya. Sekarang tinggal kirim link lokasi aja,” ujarnya.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam memahami langsung dinamika ekonomi masyarakat desa. Mereka tidak hanya belajar teori pemberdayaan di kelas, tetapi juga merasakan langsung proses komunikasi, pendampingan, serta implementasi program kerja yang menyentuh kehidupan nyata. Program ini menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa dapat menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan. Melalui sentuhan teknologi dan kreativitas, UMKM lokal bisa lebih percaya diri untuk berkembang dan bersaing di era digital. Mahasiswa KKN Kolaboratif 187 berharap agar pendampingan ini menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi desa, di mana UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang menjadi usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja serta nilai tambah bagi masyarakat sekitar.