80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Sumberkalong, 1 Agustus 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 187 kembali melanjutkan kontribusinya kepada masyarakat melalui peluncuran program kerja kedua bertajuk AQUAWIDYA (Aquaponik untuk Adidaya Desa). Program ini diperkenalkan secara resmi dalam bentuk pelatihan pembuatan sistem aquaponik sederhana pada Jumat (25/7), bertempat di Balai Desa Sumberkalong, Kecamatan Kalisat. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah perangkat desa, kepala dusun, ibu-ibu PKK, serta beberapa perwakilan warga yang antusias mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir.
Program AQUAWIDYA hadir sebagai solusi inovatif di bidang pertanian terpadu yang memadukan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang saling menguntungkan. Sistem ini dirancang dengan pendekatan efisien dan hemat lahan, sehingga sangat cocok diterapkan di wilayah pedesaan dengan keterbatasan ruang.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan pemaparan materi oleh perwakilan mahasiswa, yang menjelaskan manfaat aquaponik dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga, prinsip kerja sistem, serta potensi ekonomi yang bisa dikembangkan dari teknologi ini. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif, menggunakan alat bantu visual seperti poster dan demonstrasi langsung miniatur aquaponik. Banyak peserta yang mengaku baru pertama kali mendengar sistem ini, namun segera menunjukkan ketertarikan karena kemudahan dan potensi jangka panjangnya.
Setelah sesi materi, peserta dibagi ke dalam lima kelompok kecil yang masing-masing beranggotakan tiga orang. Dalam kelompok tersebut, mereka diberi kesempatan untuk praktek langsung merakit sistem aquaponik mini dengan bahan-bahan sederhana seperti galon bekas, kain perca, benih lele, benih sayuran, rockwooll, dan baskom cuci sayur. Mahasiswa KKN memberikan bimbingan secara intensif,mulai dari menyiapkan media tanam, hingga tips merawat aquaponik dengan baik. Selama kegiatan berlangsung, suasana terasa hangat dan akrab. Banyak warga yang aktif bertanya tentang cara perawatan, jenis ikan dan tanaman yang cocok, serta kemungkinan pemasaran hasil panen.
Meskipun kegiatan tidak dilengkapi sambutan resmi dari perangkat desa, pelatihan tetap berjalan dengan lancar dan efektif. Acara dibuka dan ditutup oleh MC dari tim mahasiswa, dengan penekanan pada keterlibatan aktif warga sebagai bagian dari metode pembelajaran partisipatif. Tidak hanya praktik, mahasiswa juga membagikan modul panduan cetak berisi langkah-langkah pembuatan aquaponik, daftar alat dan bahan, serta tips perawatan, agar warga dapat meniru sistem ini secara mandiri di rumah masing-masing.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Nila Durrotun Nasihah, S.Tr.P., M.P., yang tidak dapat hadir secara langsung, menyampaikan dukungannya melalui pesan tertulis. Ia menegaskan bahwa penerapan teknologi pertanian sederhana seperti aquaponik dapat menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian pangan desa, serta mendorong warga untuk lebih produktif memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah mereka.
Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa KKN Kolaboratif 187 untuk tidak hanya hadir di tengah masyarakat, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dan aplikatif. Harapannya, pelatihan ini dapat menjadi titik awal bagi warga Sumberkalong untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta membuka peluang ekonomi baru melalui sistem aquaponik skala rumahan.
Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mahasiswa KKN Universitas Jember berupaya menjadikan AQUAWIDYA sebagai model program yang dapat direplikasi di desa-desa lain. Sebab, dari pekarangan rumah yang sempit, harapan besar untuk adidaya pangan desa bisa mulai tumbuh.