80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Sukowono, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68194
Batas wilayah administratif Desa Sukorejo
-
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
ย Sukowono, 22 Agustus 2025 โ Setelah menjalankan berbagai program pengabdian kepada masyarakat selama kurang lebih satu bulan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif resmi ditarik dari Kecamatan Sukowono. Penarikan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan yang dilakukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut. Kegiatan penarikan dilaksanakan pada Senin, 25 Agustus 2025, di Balai Desa Sukowono. Acara ini dihadiri oleh Camat Sukowono, perangkat desa, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta masyarakat setempat yang sebelumnya turut mendukung kegiatan KKN. Rangkaian Acara Penarikan Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan negara. Selanjutnya, sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Kelompok KKN Kolaboratif yang mewakili mahasiswa. Dalam sambutannya, Ketua Kelompok menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat Sukowono yang telah memberikan kesempatan serta dukungan penuh kepada mahasiswa untuk melaksanakan program-program yang direncanakan. Sambutan berikutnya diberikan oleh Camat Sukowono, yang mengapresiasi kerja keras mahasiswa KKN. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyerahan cinderamata dari mahasiswa KKN kepada pihak desa sebagai bentuk kenang-kenangan dan penghargaan. Penarikan mahasiswa ditandai dengan pembacaan surat resmi penarikan oleh dosen pembimbing lapangan. Program yang Telah Dilaksanakan Selama menjalankan pengabdian di Kecamatan Sukowono, mahasiswa KKN Kolaboratif berhasil melaksanakan berbagai program unggulan yang bermanfaat, antara lain: 1. Ketahanan Pangan Sosialisasi pengolahan pangan lokal, seperti pembuatan nugget jamur. Edukasi pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam sayuran organik. ย 2. Bidang Pendidikan ย Pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk meningkatkan akses pendidikan. Bimbingan belajar untuk siswa SD insklusi. 3. Bidang Kesehatan Pemberian MPASI untuk balita diatas 2th 4. Bidang Ekonomi Kreatif Pelatihan pembuatan produk olahan berbahan dasar lokal. Pengenalan pemasaran melalui media digital untuk UMKM desa. Harapan ke Depan Melalui keberhasilan program ini, diharapkan masyarakat Sukowono dapat melanjutkan dan mengembangkan inisiatif yang telah dimulai oleh mahasiswa. Kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi diharapkan terus terjalin demi tercapainya pembangunan desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Acara penarikan ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah antara mahasiswa dan masyarakat. Walau masa pengabdian berakhir, kenangan dan dampak positif yang ditinggalkan diharapkan tetap bertahan dalam jangka panjang. ย Sukseskan Program Pengabdian, Mahasiswa KKN Kolaboratif Resmi Ditarik dari Kecamatan Sukowono ย Sukowono, 26 Agustus 2025 โ Setelah menjalankan berbagai program pengabdian kepada masyarakat selama kurang lebih satu bulan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif resmi ditarik dari Kecamatan Sukowono. Penarikan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan yang dilakukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut. ย Kegiatan penarikan dilaksanakan pada Senin, 25 Agustus 2025, di Balai Desa Sukowono. Acara ini dihadiri oleh Camat Sukowono, perangkat desa, dosen pembimbing lapangan (DPL), perwakilan perguruan tinggi, serta masyarakat setempat yang sebelumnya turut mendukung kegiatan KKN. ย ย --- ย Rangkaian Acara Penarikan ย Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan negara. Selanjutnya, sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Kelompok KKN Kolaboratif yang mewakili mahasiswa. ย Dalam sambutannya, Ketua Kelompok menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat Sukowono yang telah memberikan kesempatan serta dukungan penuh kepada mahasiswa untuk melaksanakan program-program yang direncanakan. ย > โKami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik dari semua pihak. Banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang kami peroleh selama menjalankan pengabdian di desa ini,โ ujarnya. ย ย ย Sambutan berikutnya diberikan oleh Camat Sukowono, yang mengapresiasi kerja keras mahasiswa KKN. ย > โKami sangat terbantu dengan program-program yang dijalankan mahasiswa KKN. Mulai dari sosialisasi ketahanan pangan, edukasi pendidikan, hingga program pemberdayaan ekonomi kreatif, semua membawa dampak positif bagi masyarakat,โ ungkapnya. ย ย ย Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyerahan cinderamata dari mahasiswa KKN kepada pihak desa sebagai bentuk kenang-kenangan dan penghargaan. Penarikan mahasiswa ditandai dengan pembacaan surat resmi penarikan oleh dosen pembimbing lapangan. ย ย --- ย Program yang Telah Dilaksanakan ย Selama menjalankan pengabdian di Kecamatan Sukowono, mahasiswa KKN Kolaboratif berhasil melaksanakan berbagai program unggulan yang bermanfaat, antara lain: ย 1. Ketahanan Pangan ย Sosialisasi pengolahan pangan lokal, seperti pembuatan nugget jamur. ย Edukasi pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam sayuran organik. ย ย ย 2. Bidang Pendidikan ย Pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk meningkatkan akses pendidikan. ย Bimbingan belajar untuk siswa SD dan SMP di desa. ย ย ย 3. Bidang Kesehatan ย Sosialisasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). ย Kampanye pencegahan stunting melalui edukasi gizi keluarga. ย ย ย 4. Bidang Ekonomi Kreatif ย Pelatihan pembuatan produk olahan berbahan dasar lokal. ย Pengenalan pemasaran melalui media digital untuk UMKM desa. ย ย ย ย ย --- ย Harapan ke Depan ย Melalui keberhasilan program ini, diharapkan masyarakat Sukowono dapat melanjutkan dan mengembangkan inisiatif yang telah dimulai oleh mahasiswa. Kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi diharapkan terus terjalin demi tercapainya pembangunan desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan. ย Acara penarikan ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah antara mahasiswa dan masyarakat. Walau masa pengabdian berakhir, kenangan dan dampak positif yang ditinggalkan diharapkan tetap bertahan dalam jangka panjang.
ย Sukorejo, Agustus 2025 โ Mahasiswa KKN Kolaboratif 209 melaksanakan sosialisasi pembuatan dan penggunaan TOBACID, biopestisida organik berbahan dasar tembakau, kepada warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sukowono. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para petani. ย TOBACID (Tobacco Organic Biopesticide for Agricultural Defense) merupakan produk asli buah tangan mahasiswa KKN Kolaboratif yang dirancang untuk memberikan solusi ramah lingkungan dalam mengendalikan hama pertanian. Dengan memanfaatkan daun tembakau, produk ini bekerja melalui kandungan nikotin tartrat yang dapat mengganggu sistem saraf hama, sehingga mampu mengendalikan, menolak, maupun membasmi organisme pengganggu tanaman. Selain itu, penggunaan surfaktan anionik (sabun) ditambahkan untuk menurunkan tegangan permukaan, sehingga larutan dapat menyebar lebih merata dan menempel pada daun atau tubuh serangga dengan lebih efektif. Harapan Kegiatan Melalui inovasi TOBACID, mahasiswa KKN Kolaboratif berharap masyarakat Desa Sukorejo dapat memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan, murah, dan aman bagi lingkungan sebagai alternatif pengganti pestisida kimia. Kegiatan sosialisasi ini mendapatkan sambutan positif dari warga, terutama para petani yang merasa terbantu dengan adanya produk ramah lingkungan hasil karya langsung dari mahasiswa KKN.
Semarak Lomba HUT RI: Wujud Kebersamaan dan Nasionalisme Masyarakat ย Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, masyarakat Desa Sukorejo menggelar berbagai perlombaan yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Kegiatan ini menjadi ajang kebersamaan sekaligus sarana menumbuhkan rasa nasionalisme di tengah masyarakat. Beragam lomba seru seperti estafet air, mengaitkan keranjang, memasukkan paku ke dalam botol, balap trenggiling, estafet gelas, hingga joget balon yang diikuti oleh ibu-ibu berhasil menghidupkan suasana lapangan desa. Sorak-sorai penonton menambah semangat para peserta, menjadikan lomba semakin meriah dan penuh gelak tawa. ย Kepala Desa Sukorejo, Bapak Rudianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga wadah untuk mempererat silaturahmi antarwarga. โSemangat gotong royong dan kekompakan yang tercermin dalam lomba ini adalah wujud nyata rasa cinta tanah air. Semoga tradisi ini terus terjaga agar generasi muda selalu menghargai nilai kemerdekaan,โ ujarnya. Tak hanya anak-anak dan pemuda, para ibu-ibu pun ikut serta memeriahkan lomba. Kehadiran mereka menambah warna tersendiri dan menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirasakan oleh semua kalangan. Kegiatan ini juga didukung oleh mahasiswa KKN Kolaboratif 209 yang turut membantu pelaksanaan acara, mulai dari persiapan hingga jalannya perlombaan. Kehadiran mereka menjadi bukti kolaborasi yang baik antara masyarakat dan mahasiswa dalam membangun semangat kebersamaan. ย Dengan penuh keceriaan, lomba HUT RI di Desa Sukorejo tahun ini berhasil menciptakan momen berharga yang tidak hanya memupuk rasa nasionalisme, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
ย Desa Sukorejo, 19 Agustus 2025 โ Mahasiswa KKN Kolaboratif 209 melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan nugget jamur sebagai upaya meningkatkan kreativitas pangan lokal serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK, remaja putri, serta warga desa yang antusias mempelajari inovasi olahan pangan berbahan dasar jamur. ย Sosialisasi dimulai dengan penyampaian materi mengenai manfaat jamur sebagai bahan pangan tinggi protein nabati, rendah lemak, serta kaya serat. Jamur juga mudah dibudidayakan sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk pangan alternatif yang sehat dan bernilai ekonomi. Selanjutnya, mahasiswa KKN mempresentasikan proses pembuatan nugget jamur, mulai dari persiapan bahan, pengolahan, hingga penyajian sederhana. Menurut salah satu peserta, kegiatan ini memberikan pengalaman baru dalam mengolah jamur. โSelama ini kami hanya memasak jamur dengan cara ditumis atau digoreng biasa. Dengan adanya sosialisasi ini, kami jadi tahu kalau jamur bisa dijadikan nugget yang enak dan sehat,โ ujarnya. ย Harapan kami semoga Program ini sangat bermanfaat karena tidak hanya menambah pengetahuan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha baru. Harapannya, warga dapat mengembangkan olahan nugget jamur sebagai produk unggulan desa. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat mampu memanfaatkan potensi lokal secara lebih kreatif, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan perekonomian desa.
Sukorejo, 30 Juli 2025 โ Pemerintah Desa Sukorejo bersama mahasiswa KKN Kolaboratif 209 melaksanakan kegiatan pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh warga desa. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi jumlah, usia, serta alasan anak-anak yang tidak bersekolah, sehingga dapat dirumuskan solusi yang tepat untuk mengembalikan mereka ke dunia pendidikan. ย Pendataan ini menjadi penting mengingat pendidikan adalah kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan adanya data yang akurat, pemerintah desa dapat menyusun program yang sesuai, seperti pemberian bantuan pendidikan, program beasiswa, maupun pelatihan keterampilan untuk anak-anak yang terhambat melanjutkan sekolah. Data ini juga diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan jangka panjang terkait pembangunan sumber daya manusia di Desa Sukorejo. ย Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pendidikan formal dan nonformal sebagai bekal masa depan anak. Banyak faktor yang menyebabkan anak putus sekolah, mulai dari keterbatasan ekonomi, kurangnya kesadaran orang tua, hingga akses pendidikan yang belum merata. Melalui pendataan ini, berbagai pihak dapat mengetahui akar permasalahan dan bersama-sama mencari solusi yang tepat. ย Dengan semangat gotong royong, kegiatan ini melibatkan perangkat desa, serta mahasiswa KKN Kolaboratif 209. Kolaborasi lintas pihak ini mencerminkan komitmen kuat dalam memperjuangkan hak anak untuk memperoleh pendidikan. Harapannya, hasil pendataan ini dapat menjadi langkah awal untuk menghapus angka anak tidak sekolah di Desa Sukorejo, sekaligus memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam meraih masa depan yang lebih cerah.
Sukorejo, 4 Agustus 2025 โ Posyandu Kamboja 23 Desa Sukorejo, Kecamatan Sukowono, mengadakan kegiatan pemberian MPASI sehat berbahan bayam, telur, dan wortel, serta PMT berupa puding kepada balita. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kolaboratif 209 dan disambut hangat oleh para ibu balita yang hadir, sebagai upaya meningkatkan gizi dan kesehatan anak sejak dini. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN Kolaboratif 209 membagikan MPASI yang kaya nutrisi dari campuran bayam, telur, dan wortel yang telah mereka siapkan. Selain itu, para balita juga mendapatkan PMT berupa puding bergizi sebagai makanan selingan yang disukai anak-anak. Kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi balita sekaligus mendukung program pencegahan stunting di Desa Sukorejo. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Posyandu Kamboja 23, Bidan Desa Sukorejo, serta kader posyandu yang membantu proses persiapan, pelaksanaan, hingga pembagian makanan. Kehadiran seluruh pihak memberikan dukungan besar bagi peningkatan kesehatan anak di desa. Ketua Posyandu menyampaikan bahwa pemberian MPASI dan PMT yang tepat diharapkan dapat membantu menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan balita di wilayah tersebut. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Sukorejo berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang untuk balita semakin meningkat, sehingga anak-anak di Desa Sukorejo dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Sukorejo, 6 Agustus 2025 โ Posyandu kembali digelar di Desa Sukorejo dengan memberikan layanan kesehatan terpadu bagi ibu hamil, bayi, balita, dan lansia. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sukorejo ini disambut antusias oleh masyarakat sebagai wujud nyata perhatian terhadap kesehatan keluarga. Berbagai layanan kesehatan diberikan dalam kegiatan ini, seperti pemeriksaan kehamilan, imunisasi balita, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian vitamin, hingga pemeriksaan kesehatan dasar untuk lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau dan menjaga tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu dan lansia secara berkala. Turut hadir dalam kegiatan ini Ibu Rahayu, tokoh masyarakat yang aktif dalam bidang kesehatan, serta Kepala Desa Sukorejo, Bapak Rudianto, yang memberikan sambutan sekaligus apresiasi terhadap seluruh kader dan masyarakat yang terlibat. Para kader Posyandu bersama mahasiswa KKN Kolaboratif 209 juga turut membantu dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari pendaftaran peserta hingga pendampingan pemeriksaan. Kehadiran mereka memberikan semangat baru dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di desa. Ibu Rahayu menyampaikan pentingnya peran aktif ibu-ibu dalam memanfaatkan layanan Posyandu. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Sukorejo berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan keluarga akan terus meningkat, sehingga kualitas hidup masyarakat desa dapat menjadi lebih baik.
ย Sukorejo,ย 31 juli 2025 โ Pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat sebagai upaya menjaga ketahanan pangan nasional dan meringankan beban ekonomi masyarakat. Kegiatan penyaluran ini berlangsung di Balai Desa Sukorejo dan melibatkan perangkat desa serta mahasiswa KKN Kolaboratif 209 yang turut membantu proses distribusi. Bantuan pangan yang diberikan berupa beras sebanyak 10 kg untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sebanyak 250 KPM dari berbagai dusun di Desa Sukorejo menerima bantuan tersebut dengan antusias dan tertib. Bantuan ini merupakan bagian dari program bantuan pangan cadangan pemerintah yang disalurkan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. Kepala Desa Sukorejo, Bapak Rudianto, menyampaikan bahwa bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama di tengah naiknya harga kebutuhan pokok. Sementara itu, perwakilan Bulog Jember, menegaskan bahwa program ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Kegiatan berjalan lancar dengan sistem antrean yang rapi, dan warga diwajibkan membawa KTP serta undangan resmi untuk verifikasi data. Mahasiswa KKN Kolaboratif 209 juga memberikan edukasi singkat mengenai pola konsumsi sehat dan pentingnya menyimpan cadangan pangan keluarga. Penyaluran bantuan pangan ini tidak hanya menjadi bukti hadirnya negara dalam mengatasi krisis, tetapi juga memperlihatkan sinergi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
ย di pondok Pesantren Zaidul Ali, pada tgl 31 Juli 2025 โ Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan generasi muda yang tangguh dan sadar akan pentingnya pendidikan serta kesehatan reproduksi, Pondok Pesantren Zaidul Ali menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini pada Rabu, 31 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan mahasiswa KKN Kolaboratif 209 yang tengah melaksanakan pengabdian di wilayah tesebut. acara yang berlangsung di aula utama pondok ini dihadiri oleh para santri putra-putri, para asatidz sekaligus beberapa pengurus pesantren, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai bahaya pernikahan usia dini, baik dari sisi fisik, mental, sosial, ekonomi, hingga dampaknya terhadap kesehatan anak โ termasuk risiko stunting. dalam sambutan KH wafi , menyampaikan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya fokus pada aspek agama, tetapi juga harus membentuk karakter dan pola pikir santri agar siap menghadapi tantangan zaman. โKami berharap para santri menjadi pelopor dalam menolak pernikahan usia anak dan menjadi generasi yang mampu membuat keputusan secara bijak,โ ungkapnya para mahasiswa KKN Kolaboratif 209 yang berperan aktif sebagai fasilitator dalam diskusi kelompok serta pendamping dalam sesi edukatif. Mereka memaparkan hasil riset sederhana tentang faktor-faktor penyebab pernikahan dini, seperti tekanan ekonomi keluarga, budaya yang membatasi ruang gerak perempuan, pergaulan bebas, dan kurangnya edukasi terkait kesehatan reproduksi. dalam sesi penyampaian materi, narasumber dari Mahasiswa kkn kolaboratif menyoroti bahwa pernikahan dini berpotensi menyebabkan tingginya angka putus sekolah, kehamilan berisiko, serta kerentanan terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Lebih jauh, dijelaskan pula bahwa anak yang dilahirkan dari ibu berusia terlalu muda sangat rentan mengalami stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, yang berdampak pada perkembangan otak dan fisik anak dalam jangka panjang. kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, penayangan video edukasi, dan simulasi kasus. Para santri menunjukkan antusiasme tinggi, bahkan banyak yang menyuarakan komitmen untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Dengan adanya kegiatan ini, Pondok Pesantren Zaidul Ali bersama KKN Kolaboratif 209 berharap dapat menanamkan nilai-nilai penting terkait hak anak, pendidikan berkelanjutan, kesadaran akan risiko stunting, serta kesiapan hidup berumah tangga. Harapannya, pernikahan tidak lagi dianggap sebagai jalan keluar dari masalah, melainkan sebagai keputusan besar yang membutuhkan kedewasaan, persiapan matang, dan dukungan penuh dari semua pihak.
Pemerintah desa belum mengunggah potensi desa ke dalam portal ini.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Rencana tahunan pemerintah desa yang memuat program dan kegiatan sesuai RPJM Desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu