Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Sosialisasi pencegahan pernikahan dini dan stunting oleh kkn kolaboratif 209

Author
Desa Sukorejo Kec. Sukowono
02 Agustus 2025 349 Kali Dilihat

 di pondok Pesantren Zaidul Ali, pada tgl 31 Juli 2025 — Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan generasi muda yang tangguh dan sadar akan pentingnya pendidikan serta kesehatan reproduksi, Pondok Pesantren Zaidul Ali menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini pada Rabu, 31 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan mahasiswa KKN Kolaboratif 209 yang tengah melaksanakan pengabdian di wilayah tesebut. acara yang berlangsung di aula utama pondok ini dihadiri oleh para santri putra-putri, para asatidz sekaligus beberapa pengurus pesantren, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai bahaya pernikahan usia dini, baik dari sisi fisik, mental, sosial, ekonomi, hingga dampaknya terhadap kesehatan anak — termasuk risiko stunting. dalam sambutan KH wafi , menyampaikan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya fokus pada aspek agama, tetapi juga harus membentuk karakter dan pola pikir santri agar siap menghadapi tantangan zaman. “Kami berharap para santri menjadi pelopor dalam menolak pernikahan usia anak dan menjadi generasi yang mampu membuat keputusan secara bijak,” ungkapnya para mahasiswa KKN Kolaboratif 209 yang berperan aktif sebagai fasilitator dalam diskusi kelompok serta pendamping dalam sesi edukatif. Mereka memaparkan hasil riset sederhana tentang faktor-faktor penyebab pernikahan dini, seperti tekanan ekonomi keluarga, budaya yang membatasi ruang gerak perempuan, pergaulan bebas, dan kurangnya edukasi terkait kesehatan reproduksi. dalam sesi penyampaian materi, narasumber dari Mahasiswa kkn kolaboratif menyoroti bahwa pernikahan dini berpotensi menyebabkan tingginya angka putus sekolah, kehamilan berisiko, serta kerentanan terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Lebih jauh, dijelaskan pula bahwa anak yang dilahirkan dari ibu berusia terlalu muda sangat rentan mengalami stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, yang berdampak pada perkembangan otak dan fisik anak dalam jangka panjang. kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, penayangan video edukasi, dan simulasi kasus. Para santri menunjukkan antusiasme tinggi, bahkan banyak yang menyuarakan komitmen untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Dengan adanya kegiatan ini, Pondok Pesantren Zaidul Ali bersama KKN Kolaboratif 209 berharap dapat menanamkan nilai-nilai penting terkait hak anak, pendidikan berkelanjutan, kesadaran akan risiko stunting, serta kesiapan hidup berumah tangga. Harapannya, pernikahan tidak lagi dianggap sebagai jalan keluar dari masalah, melainkan sebagai keputusan besar yang membutuhkan kedewasaan, persiapan matang, dan dukungan penuh dari semua pihak.

Bagikan: