80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Pakusari, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68155
Batas wilayah administratif Desa Patemon
Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Desa Patemon Melalui Pembangunan Desa Di Segala Bidang Secara Terpadu Dan Berkesinambungan
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
JEMBER, 17 Agustus 2025 โ Tim KKN Kolaboratif 176 Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, akhirnya sampai pada mitra UMKM terakhir dalam program kerja utamanya. Setelah sukses mendampingi tiga UMKM sebelumnya, kini giliran "Kang Kripik by Aaroolians19" yang menjadi sasaran pendampingan dan digitalisasi. Momen ini sekaligus menandakan rampungnya misi KKN mereka dalam memajukan UMKM lokal. "Kang Kripik" adalah UMKM keripik singkong yang dikelola oleh sepasang suami istri di Dusun Krajan Selatan. Ibu pemilik, yang dibantu oleh suaminya, memproduksi keripik singkong secara mandiri dengan metode tradisional menggunakan kompor tungku. Meski sempat terpuruk akibat pandemi, usaha ini mampu bangkit dan kini produknya dipasarkan melalui penitipan di warung-warung dan koperasi hingga penjualan daring melalui WhatsApp dan Shopee. Berbeda dengan mitra sebelumnya, "Kang Kripik" sudah memiliki desain label produk, namun masih sangat sederhana. Oleh karena itu, tim KKN 176 berupaya mengupgrade tampilan label agar lebih profesional dan informatif, sesuai dengan varian produk yang beragam, seperti rasa original daun jeruk, pedas daun jeruk, balado pedas manis, dan jagung manis. Selain memperbarui desain label, tim KKN juga memasang banner besar di depan rumah produksi untuk memudahkan konsumen mengenali lokasi usaha. Tak lupa, mereka juga mendaftarkan lokasi "Kang Kripik" di Google Maps, menjadikannya lebih mudah dijangkau oleh pembeli daring maupun luring. Tim KKN juga memberikan pendampingan digitalisasi lebih lanjut. Meskipun Kang Kripik sudah memiliki kanal penjualan daring, mahasiswa KKN memotivasi pemilik untuk lebih aktif dalam mempromosikan toko online mereka, misalnya melalui iklan berbayar atau promosi di media sosial. Pemilik "Kang Kripik" menyambut baik bantuan ini dan mengucapkan terima kasih. โSaya sangat senang. Ini sangat membantu kami yang masih fokus dengan produksi offline," ucapnya. Dengan berlabuhnya misi pada "Kang Kripik", tim KKN 176 berharap semua program kerja yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Patemon. Mereka yakin, dukungan ini akan membantu UMKM lokal yang potensial untuk terus berkembang, meningkatkan penjualan, dan semakin sukses di masa depan.
JEMBER, 12 Agustus 2025 โ Melanjutkan misi pendampingan UMKM di Desa Patemon, kelompok KKN Kolaboratif 176 kembali menunjukkan kontribusinya. Kali ini, mereka menyasar UMKM keripik singkong otentik milik Bapak Sutikno, yaitu "Mana Suka", untuk dibantu dalam hal branding dan digitalisasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja utama KKN yang menargetkan empat UMKM potensial di desa tersebut. UMKM "Mana Suka" selama ini dikenal dengan produk keripik singkongnya yang otentik dan memiliki cita rasa gurih. Dengan kapasitas produksi harian mencapai 25 kg, usaha ini dikelola secara mandiri oleh Bapak Sutikno bersama istri dan anaknya. Namun, pemasarannya masih sangat terbatas, hanya mengandalkan pesanan melalui telepon atau WhatsApp serta menitipkan produk di toko-toko kecil dan pedagang keliling. "Selama ini, produk keripik saya tidak memiliki label atau penanda brand sama sekali," ujar Bapak Sutikno. "Konsumen hanya mengenal produk ini sebagai keripik singkong dari saya." Melihat potensi besar ini, tim KKN Kolaboratif 176 menilai bahwa UMKM "Mana Suka" sangat membutuhkan sentuhan branding dan perluasan jangkauan. Oleh karena itu, langkah pertama yang dilakukan adalah mendaftarkan lokasi UMKM di Google Maps agar mudah diakses secara daring. Tidak hanya itu, tim KKN juga merancang dan mencetak stiker label untuk ditempel pada kemasan produk, memberikan identitas visual yang profesional bagi keripik "Mana Suka". Peningkatan branding juga diperkuat dengan pemasangan banner besar di depan rumah produksi Bapak Sutikno, menjadikannya lebih menonjol dan menarik perhatian orang yang melintas. Untuk memaksimalkan promosi, para mahasiswa turut memberikan pendampingan mengenai pemanfaatan media sosial, seperti Facebook Marketplace, WhatsApp Business, dan platform daring lainnya. Diharapkan, dengan strategi ini, produk "Mana Suka" dapat dikenal lebih luas dan menjangkau pasar yang lebih besar. Tim KKN berharap, melalui program ini, UMKM "Mana Suka" dapat terus berkelanjutan dan berkembang menjadi bisnis yang lebih mapan. Dukungan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi Bapak Sutikno untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan usahanya.
JEMBER, 16 Agustus 2025 โ Misi pemberdayaan UMKM lokal di Desa Patemon terus berlanjut. Kelompok KKN Kolaboratif 176 kembali menunjukkan komitmennya dengan mendampingi UMKM keripik singkong otentik, "Anafisa". Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja utama yang bertujuan memperkuat brand dan memperluas pasar melalui digitalisasi. UMKM "An Nafisa" dikelola oleh sepasang suami istri di Dusun Duklengkong, Desa Patemon, yang telah menekuni usaha ini selama 12 tahun. Berawal dari ide sederhana sebagai petani, mereka kini mampu memproduksi hingga 70-80 kg keripik singkong setiap harinya. Produksi rumahan ini dimulai sejak subuh dan selesai pada siang hari, memastikan kualitas dan rasa yang konsisten. Meskipun memiliki kapasitas produksi besar dan rasa yang khas, UMKM ini masih menghadapi tantangan dalam hal branding dan pemasaran. "Selama ini, kami cenderung mengandalkan penjualan hanya jika ada yang memesan dan juga dengan menitipkan produk di toko-toko. Keripik kami belum punya logo atau label di kemasannya," ujar pemilik UMKM "Anafisa". Melihat potensi besar ini, tim KKN Kolaboratif 176 segera bertindak. Mereka merancang dan mencetak label logo serta banner yang akan menjadi identitas visual baru bagi "Anafisa". Banner tersebut langsung dipasang di depan rumah produksi untuk menarik perhatian dan mempermudah calon pembeli. Selain itu, tim KKN juga membantu mendaftarkan lokasi UMKM di Google Maps, menjadikannya lebih mudah ditemukan secara daring. Ini adalah langkah krusial untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan tidak hanya terbatas pada area sekitar. Tidak hanya itu, pendampingan pun diberikan terkait cara memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan penjualan. Pemilik UMKM "Anafisa" menyambut baik niat para mahasiswa ini. "Kami sangat senang dan merasa terbantu sekali. Semoga dengan adanya bantuan ini, usaha kami bisa semakin dikenal dan terus berkembang," ungkap mereka penuh harap. Melalui pendampingan ini, tim KKN Kolaboratif 176 berharap dapat membantu UMKM "Anafisa" memperkuat branding dan meningkatkan daya saingnya di pasar. Upaya ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam memajukan perekonomian lokal.
JEMBER, 11 Agustus 2025 โ Melanjutkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi lokal, kelompok KKN Kolaboratif 176 Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, kini fokus mendampingi UMKM lokal "Utiku". Program kerja utama ini berfokus pada digitalisasi dan peningkatan branding guna memperluas jangkauan pasar produk. Sebelum memulai pendampingan, tim KKN telah melakukan observasi mendalam ke rumah Ibu Wati, pemilik UMKM "Utiku". Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi lengkap, mulai dari varian keripik yang dijual, proses produksi yang masih dilakukan secara mandiri, hingga strategi pengemasan produk. Ibu Wati sendiri mengakui bahwa selama ini usahanya masih terbatas pada promosi dari mulut ke mulut. Setelah mengidentifikasi kebutuhan, mahasiswa KKN langsung bergerak cepat. Program pendampingan dimulai dengan pemasangan media visual berupa banner besar di depan rumah produksi. Banner ini dirancang khusus agar mudah terlihat oleh masyarakat ayang melintas di daerah tersebut, diharapkan dapat menarik perhatian dan menambah jumlah pesanan. Tak hanya itu, tim KKN juga membantu UMKM "Utiku" untuk terdaftar di Google Maps. Langkah ini sangat krusial agar konsumen dapat dengan mudah menemukan lokasi usaha "Utiku" secara online. Untuk memperkuat branding, tim KKN juga memproduksi video konten promosi yang diunggah ke akun media sosial resmi KKN. Ibu Wati, pemilik "Utiku", menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. "Saya sangat terbantu. Sebelumnya saya tidak memiliki papan nama atau petunjuk untuk usaha, dan tidak terdaftar di Google Maps," ujarnya. "Sekarang, orang bisa lebih mudah tahu lokasi usaha saya." Melalui program pendampingan ini, mahasiswa KKN Kolaboratif 176 berharap dapat memberikan fondasi yang kuat bagi UMKM Keripik "Utiku" agar terus berkelanjutan dan berkembang. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat branding, sehingga produknya dapat lebih dikenal luas oleh masyarakat dan meningkatkan potensi penjualan secara signifikan.
JEMBER, 5 Agustus 2025 โ Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 176 melanjutkan program pengabdiannya dengan menggelar sosialisasi "Edukasi Kesehatan dan Makanan Bergizi" di SDN 1 Patemon. Kegiatan yang menjadi bagian dari program besar "Edukasi 3C: Cerdas Sehat, Cakap Digital, Cita-cita Hebat" ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya pola hidup sehat. Sosialisasi ini dikhususkan bagi seluruh siswa kelas 4 dan dilaksanakan di ruang kesekretariatan SDN 1 Patemon. Dimulai pukul 08.00 pagi, acara berlangsung meriah selama kurang lebih 45 menit. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya hidup sehat, kriteria makanan bergizi, serta komposisi dan porsi ideal dari "4 Sehat 5 Sempurna". Para mahasiswa juga mengedukasi siswa tentang jenis makanan dan minuman yang perlu dihindari, anjuran untuk memperbanyak minum air putih, pentingnya tidur yang cukup, dan manfaat olahraga rutin. Suasana sosialisasi terasa hidup berkat metode penyampaian yang interaktif. Sesi penyampaian materi diselingi dengan kuis-kuis mini dan ice breaking untuk menjaga konsentrasi dan antusiasme para murid. Di akhir acara, sesi tanya jawab dibuka dan disambut dengan meriah oleh murid-murid yang aktif mengajukan pertanyaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap para siswa SDN 1 Patemon dapat lebih memahami dan menyadari pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Sosialisasi ini diharapkan bisa menumbuhkan kebiasaan positif dalam memilih asupan makanan dan minuman yang baik untuk pertumbuhan mereka.
JEMBER, 7 Agustus 2025 โ Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 176 Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi generasi muda. Kali ini, mereka menggelar sosialisasi kedua di SDN 1 Patemon dengan mengusung tema krusial: "Penggunaan Gadget yang Bijak". Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program "Edukasi 3C: Cerdas Sehat, Cakap Digital, Cita-cita Hebat" yang menyasar siswa sekolah dasar. Sosialisasi ini secara khusus ditujukan untuk murid-murid kelas 5 SDN 1 Patemon, mengingat pada usia ini penggunaan gadget mulai menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Berlangsung di salah satu ruang kelas 5, suasana pun dipenuhi antusiasme dari awal hingga akhir. Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah mengedukasi siswa tentang cara menggunakan gadget secara bertanggung jawab serta mengenali potensi dampak negatif yang mungkin timbul jika penggunaan gadget berlebihan. Para mahasiswa KKN memaparkan materi dengan lugas namun mudah dicerna oleh anak-anak. Mereka menjelaskan mengenai batas waktu penggunaan gadget yang disarankan, serta dampak-dampak negatif yang bisa timbul, seperti gangguan kesehatan mata, minimnya aktivitas fisik, hingga masalah tidur. Selain itu, pentingnya menjaga kesehatan mata saat menggunakan gadget dan risiko informasi yang tidak tepat atau hoaks di internet juga menjadi poin utama yang ditekankan. Mahasiswa KKN memberikan tips praktis agar siswa dapat tetap terlindungi dan bijak dalam berselancar di dunia maya. Penyampaian materi oleh kakak-kakak KKN Kolaboratif 176 berlangsung sangat interaktif dan penuh semangat. Sesi tersebut diselingi dengan berbagai ice breaking yang menggugah tawa dan semangat para murid, menjaga konsentrasi mereka tetap optimal. Antusiasme murid kelas 5 terlihat jelas dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap sesi, termasuk saat sesi tanya jawab dibuka. Murid-murid berlomba-lomba mengajukan pertanyaan, menunjukkan rasa ingin tahu mereka yang besar tentang topik ini. Sebagai apresiasi, bagi murid yang berhasil menjawab pertanyaan akan mendapatkan hadiah menarik. Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi foto bersama, mengabadikan momen kebersamaan antara mahasiswa KKN dan murid-murid SDN 1 Patemon. Diharapkan, melalui edukasi ini, para siswa dapat menjadi pengguna gadget yang lebih cerdas, bertanggung jawab, dan memahami dampak positif maupun negatif dari teknologi dalam kehidupan mereka sehari-hari.
JEMBER, 14 Agustus 2025 โ Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 176 Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, berhasil merampungkan rangkaian program sosialisasi di SDN 1 Patemon. Sebagai penutup, mereka menggelar sesi edukatif dengan tema "Cita-Cita dan Pengenalan Profesi" yang bertujuan memperluas wawasan dan memotivasi siswa untuk memiliki impian besar. Sosialisasi ini secara khusus ditujukan untuk seluruh siswa kelas 6, karena mereka akan segera melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Para mahasiswa KKN merasa bahwa momen ini sangat tepat untuk membekali mereka dengan pengetahuan tentang berbagai pilihan karier di masa depan. Dalam sosialisasi ini, para mahasiswa memaparkan beragam profesi, mulai dari profesi umum seperti dokter, guru, petani, dan polisi, hingga profesi modern seperti ilmuwan dan pengusaha. Mereka menjelaskan peran penting setiap profesi dalam masyarakat dan menanamkan nilai-nilai positif seperti kerja keras serta pantang menyerah sebagai kunci untuk meraih impian. Sesi berjalan sangat interaktif dan meriah. Para mahasiswa menyajikan materi dengan cara yang menyenangkan, diselingi dengan kuis dan ice breaking untuk menjaga semangat para murid. Murid-murid sangat antusias, terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab berhadiah di akhir pemaparan. Puncak dari kegiatan ini adalah sesi menulis cita-cita. Setiap siswa diminta untuk menuliskan cita-cita mereka, alasan di baliknya, dan sosok inspirasi pada stiker catatan. Catatan-catatan tersebut kemudian ditempelkan pada sebuah papan khusus dan dipajang di ruang kelas 6. Langkah ini diharapkan dapat menjadi pengingat visual yang kuat bagi para siswa untuk terus berpegang teguh pada impian mereka. Melalui program ini, mahasiswa KKN Kolaboratif 176 berharap dapat membantu para siswa kelas 6 untuk memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang masa depan dan melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya dengan bekal motivasi yang kuat.
JEMBER, 4 Agustus 2025 โ Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 176 Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, berhasil melaksanakan program kerja utamanya. Setelah berkoordinasi dengan bidan wilayah dan mendapat persetujuan, tim KKN gencar melakukan sosialisasi "MPASI Sehat Tanpa MSG: Edukasi & Kaldu Alami untuk Ibu Sehat" di posyandu-posyandu rutin Desa Patemon. Program ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan mahasiswa akan bahaya MSG berlebihan, terutama bagi bayi dan anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Untuk itu, KKN Kolaboratif 176 menawarkan sebuah inovasi produk pengganti MSG, yaitu GURITEM (Gurih Tempe), kaldu alami yang terbuat dari tempe dan jamur tiram. "Kami ingin para ibu semakin sadar akan pentingnya gizi seimbang. GURITEM ini adalah solusi mudah dan sehat untuk menambah cita rasa gurih pada masakan tanpa harus khawatir dengan efek samping MSG," ujar salah satu anggota KKN Kolaboratif 176. Dalam sosialisasi, mahasiswa mendemonstrasikan cara pembuatan GURITEM secara langsung. Prosesnya cukup sederhana, yaitu dengan menyangrai tempe, jamur tiram, serta bawang merah dan bawang putih hingga kering. Setelah itu, bahan-bahan tersebut ditumbuk sampai halus dan siap digunakan sebagai umami atau penyedap rasa alami untuk masakan. Tim KKN juga menjelaskan bahwa GURITEM dapat disimpan hingga 2-3 minggu pada suhu ruang dalam wadah kedap udara. Reaksi dari para ibu sangat antusias. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan seputar takaran ideal garam dan gula harian, saran masakan yang sehat, serta keamanan ultra processed food seperti sosis dan nugget yang sering dikonsumsi anak-anak. Sosialisasi berjalan dengan lancar dan mendapatkan respons yang sangat positif. Para ibu merasa mendapatkan pengetahuan baru yang bermanfaat. Melalui program ini, tim KKN berharap dapat meningkatkan kesadaran ibu-ibu dalam memperhatikan asupan gizi anak-anak mereka dan GURITEM bisa menjadi alternatif yang praktis dan sehat. ย
JEMBER, 22 Juli 2025 โ Memasuki pekan perdana pengabdian di lapangan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 176 Tahun 2025 sukses mengawali kegiatannya di Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Berbagai agenda produktif dilakukan, mulai dari perkenalan diri hingga merumuskan program kerja inovatif, demi mewujudkan masyarakat yang berdaya. Tim KKN Kolaboratif 176 memulai langkahnya dengan menjalin komunikasi intensif bersama berbagai pihak yang relevan. Perangkat desa, warga setempat, hingga elemen masyarakat seperti Karang Taruna, bidan wilayah di Puskesmas Pembantu Desa Patemon, dan Puskesmas Utama Kecamatan Pakusari menjadi sasaran utama dalam misi pengenalan dan pendekatan ini. "Di minggu pertama ini, kami fokus pada perkenalan dan pendekatan. Ini kunci agar kami bisa memahami kondisi riil di lapangan dan diterima dengan baik oleh masyarakat," ujar Davin, selaku koordinator KKN Kolaboratif 176. Berbagai kegiatan menarik pun dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi. Mahasiswa aktif mengikuti senam rutin mingguan bersama komunitas ibu-ibu desa, menciptakan suasana akrab dan ceria. Tak hanya itu, kunjungan langsung ke rumah-rumah Kepala Dusun juga dilaksanakan untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai geografis wilayah serta kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Patemon. Respons positif mengalir deras dari berbagai pihak. Kepala SDN Patemon 01, warga, komunitas ibu-ibu, hingga perangkat desa menyambut hangat kehadiran para mahasiswa, memberikan optimisme bagi kelancaran program KKN ke depan. Setelah berhasil menjalin kedekatan dan mengumpulkan data awal, tim KKN Kolaboratif 176 langsung bergerak cepat merumuskan program kerja. Dua program utama telah ditetapkan untuk menjadi fokus pengabdian mereka: rebranding & digitalisasi UMKM serta pembuatan MSG alami kaldu jamur dari tempe. "Dua program utama ini kami pilih karena melihat potensi besar UMKM di Desa Patemon yang perlu didukung digitalisasi, serta untuk menjawab permintaan dari Pemkab dan perangkat desa. Program MSG alami dari tempe ini kami harap dapat berkontribusi dalam menurunkan angka stunting, khususnya dengan mengurangi konsumsi micin pada MPASI dan anak-anak," jelas salah satu anggota KKN. Selain program utama, beberapa program sampingan juga siap dilaksanakan, termasuk sosialisasi edukatif kepada siswa SDN Patemon 01, partisipasi aktif dalam lomba HUT RI bersama Karang Taruna, memeriahkan senam mingguan, serta membantu kegiatan kebersihan lingkungan melalui kerja bakti. "Ini adalah langkah awal kami. Kami berharap, seluruh kegiatan ini bisa menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan masyarakat Desa Patemon yang lebih produktif dan mandiri, selaras dengan misi KKN Kabupaten Jember," ujar salah satu anggota KKN Kolaboratif 176
Pemerintah desa belum mengunggah potensi desa ke dalam portal ini.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Rencana tahunan pemerintah desa yang memuat program dan kegiatan sesuai RPJM Desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu