80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
JEMBER, 12 Agustus 2025 – Melanjutkan misi pendampingan UMKM di Desa Patemon, kelompok KKN Kolaboratif 176 kembali menunjukkan kontribusinya. Kali ini, mereka menyasar UMKM keripik singkong otentik milik Bapak Sutikno, yaitu "Mana Suka", untuk dibantu dalam hal branding dan digitalisasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja utama KKN yang menargetkan empat UMKM potensial di desa tersebut.
UMKM "Mana Suka" selama ini dikenal dengan produk keripik singkongnya yang otentik dan memiliki cita rasa gurih. Dengan kapasitas produksi harian mencapai 25 kg, usaha ini dikelola secara mandiri oleh Bapak Sutikno bersama istri dan anaknya. Namun, pemasarannya masih sangat terbatas, hanya mengandalkan pesanan melalui telepon atau WhatsApp serta menitipkan produk di toko-toko kecil dan pedagang keliling.
"Selama ini, produk keripik saya tidak memiliki label atau penanda brand sama sekali," ujar Bapak Sutikno. "Konsumen hanya mengenal produk ini sebagai keripik singkong dari saya."
Melihat potensi besar ini, tim KKN Kolaboratif 176 menilai bahwa UMKM "Mana Suka" sangat membutuhkan sentuhan branding dan perluasan jangkauan. Oleh karena itu, langkah pertama yang dilakukan adalah mendaftarkan lokasi UMKM di Google Maps agar mudah diakses secara daring.
Tidak hanya itu, tim KKN juga merancang dan mencetak stiker label untuk ditempel pada kemasan produk, memberikan identitas visual yang profesional bagi keripik "Mana Suka". Peningkatan branding juga diperkuat dengan pemasangan banner besar di depan rumah produksi Bapak Sutikno, menjadikannya lebih menonjol dan menarik perhatian orang yang melintas.
Untuk memaksimalkan promosi, para mahasiswa turut memberikan pendampingan mengenai pemanfaatan media sosial, seperti Facebook Marketplace, WhatsApp Business, dan platform daring lainnya. Diharapkan, dengan strategi ini, produk "Mana Suka" dapat dikenal lebih luas dan menjangkau pasar yang lebih besar.
Tim KKN berharap, melalui program ini, UMKM "Mana Suka" dapat terus berkelanjutan dan berkembang menjadi bisnis yang lebih mapan. Dukungan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi Bapak Sutikno untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan usahanya.