80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Rambipuji, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68152
Batas wilayah administratif Desa Nogosari
-
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Nogosari, 11 Agustus 2026 โ Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ mengajak masyarakat Desa Nogosari untuk melakukan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bagian dari implementasi Program SI-LARUNG. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lingkungan sekitar sekaligus membangun kebiasaan yang mendukung ketahanan masyarakat secara berkelanjutan.Penanaman TOGA dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk memanfaatkan lahan yang tersedia dengan menanam tanaman yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.Program SI-LARUNG merupakan salah satu bagian dari rangkaian program PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ yang dikembangkan untuk mendukung ketangguhan masyarakat Desa Nogosari. Melalui penanaman TOGA, masyarakat didorong untuk mulai membangun pemanfaatan sumber daya lokal yang dapat dilakukan secara sederhana dan berkelanjutan.Kegiatan penanaman juga menjadi ruang bagi Tim PPK ORMAWA untuk mengajak masyarakat terlibat secara langsung dalam pelaksanaan program. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap program sehingga kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan penanaman, tetapi dapat dilanjutkan melalui perawatan dan pemanfaatan tanaman secara berkelanjutan.Melalui SI-LARUNG, penanaman TOGA diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam memperkuat ketahanan masyarakat Desa Nogosari. Pemanfaatan lingkungan secara produktif dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun desa yang lebih mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.Penulis: Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJLokasi: Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten JemberTanggal Publikasi: 12 Agustus 2026
Nogosari, 8 Agustus 2026 โ Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ bersama Pemerintah Desa Nogosari dan BPBD Kabupaten Jember melaksanakan kegiatan Penguatan Peran DESTANA dan Karang Taruna Desa Nogosari melalui Pelatihan Water Rescue dan Evakuasi Korban Banjir di Sungai Curahmalang, Desa Nogosari. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program SI-KENCANA yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.Pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian rapat koordinasi yang sebelumnya dilakukan oleh Pemerintah Desa Nogosari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua DESTANA, serta para Kepala Dusun. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan berdasarkan kondisi riil dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana banjir di Desa Nogosari.Salah satu kebutuhan yang ditemukan adalah masih terbatasnya kemampuan sebagian masyarakat dan anggota DESTANA dalam mengoperasikan perahu karet untuk mendukung proses penyelamatan. Kemampuan mengemudikan perahu, mendayung, hingga melakukan evakuasi korban menjadi bagian yang perlu diperkuat melalui pelatihan secara langsung.Kebutuhan tersebut kemudian dibahas lebih lanjut dalam pertemuan pada 5 Agustus 2026. Dalam forum tersebut, Ketua Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Savero Gian Purnomo, menyampaikan usulan agar pelatihan mitigasi bencana difokuskan pada keterampilan evakuasi korban banjir yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lapangan.Menindaklanjuti hasil koordinasi tersebut, Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ melakukan koordinasi langsung dengan BPBD Kabupaten Jember melalui penyampaian surat permohonan pelatihan. Koordinasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan komunikasi teknis bersama BPBD hingga disepakati pelaksanaan pelatihan Water Rescue dan evakuasi korban banjir.Kegiatan pelatihan diikuti oleh jajaran Pemerintah Desa Nogosari, para Kepala Dusun, masyarakat, DESTANA Desa Nogosari dan DESTANA Desa Rambipuji, pemuda dan pemudi Karang Taruna, serta kru BPBD Kabupaten Jember sebagai pelatih. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kapasitas kebencanaan agar tidak hanya dimiliki oleh kelompok DESTANA, tetapi juga oleh masyarakat dan unsur kepemudaan di desa.Pelatihan dilaksanakan secara praktik di Sungai Curahmalang. Peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam mengoperasikan perahu karet, mulai dari teknik mendayung, mengemudikan perahu, hingga praktik evakuasi korban banjir. Pendekatan praktik secara langsung memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami kondisi dan tantangan yang dapat dihadapi ketika melakukan penyelamatan di lingkungan perairan.Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan kegiatan. Para Kepala Dusun, anggota DESTANA, dan pemuda yang mengikuti pelatihan turut menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan mereka menghadapi kondisi bencana banjir.Peningkatan kemampuan tersebut menjadi salah satu hasil penting dari kegiatan karena peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung. Dengan demikian, keterampilan peserta dalam melakukan tindakan penyelamatan diharapkan menjadi lebih siap dan kompeten dibandingkan sebelum mengikuti pelatihan.Kepala Desa Nogosari, Esa Hosada, S.H., M.Kn., menyampaikan bahwa ketangguhan desa dalam menghadapi bencana membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kapasitas kebencanaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa atau DESTANA, tetapi perlu dibangun bersama melalui keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas.โDesa yang tangguh terhadap bencana tidak hanya dibangun oleh pemerintah desa maupun DESTANA. Seluruh elemen masyarakat perlu turut bergerak dan memiliki kapasitas dalam menghadapi bencana. Melalui pelatihan seperti ini, masyarakat dapat mengambil peran dan memberikan dampak nyata bagi terwujudnya Desa Nogosari yang semakin tanggap terhadap bencana,โ ujar Esa Hosada, S.H., M.Kn.Hal tersebut sejalan dengan pandangan Ketua Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Savero Gian Purnomo, yang menilai bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan desa. Pelatihan kebencanaan diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang dapat digunakan ketika menghadapi kondisi darurat.Senyum dan antusiasme anggota DESTANA serta peserta lainnya menjadi gambaran bahwa pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri dalam menjalankan aksi penyelamatan. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara Pemerintah Desa, DESTANA, Karang Taruna, masyarakat, PPK ORMAWA, dan BPBD Kabupaten Jember.Melalui Program SI-KENCANA, pelatihan Water Rescue dan evakuasi korban banjir diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun kapasitas kebencanaan berbasis masyarakat. Dengan semakin banyaknya elemen desa yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penanggulangan bencana, Desa Nogosari diharapkan mampu membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih kuat, kolaboratif, dan responsif terhadap potensi bencana banjir.Penulis: Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJLokasi: Sungai Curahmalang dan Balai Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten JemberTanggal Publikasi: 12 Agustus 2026
Nogosari, 29 Juli 2026 โ Sosialisasi pemilahan sampah yang sebelumnya dilaksanakan di SMP Negeri 3 Rambipuji menjadi langkah awal bagi Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ untuk mendorong perubahan perilaku siswa dalam pengelolaan sampah. Melalui koordinasi bersama pihak sekolah dan berbagai pemangku kepentingan di SMPN 3 Rambipuji, disepakati bahwa peningkatan pengetahuan perlu dilanjutkan dengan gerakan nyata yang melibatkan siswa secara langsung.Ketua Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Savero Gian Purnomo, bersama seluruh anggota tim melakukan diskusi dan koordinasi dengan Kepala SMPN 3 Rambipuji, Akhmad Fauzi, S.Pd., beserta jajaran sekolah. Diskusi tersebut membahas tindak lanjut sosialisasi pemilahan sampah serta upaya membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.Hasil koordinasi menyepakati perlunya kegiatan yang tidak hanya memberikan pemahaman kepada siswa, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam mengelola sampah. Salah satu bentuk tindak lanjut tersebut diwujudkan melalui Demonstrasi Pengelolaan Sampah Organik menggunakan Komposter Sederhana.Kegiatan demonstrasi dilaksanakan dengan melibatkan siswa secara aktif. Para siswa mengikuti proses pengelolaan sampah organik menggunakan komposter sederhana dengan perbekalan yang telah mereka bawa. Keterlibatan secara langsung tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami bahwa sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali.Kegiatan berlangsung secara aktif dan partisipatif. Siswa tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi turut terlibat dalam proses yang dilakukan sehingga pembelajaran mengenai pengelolaan sampah menjadi lebih aplikatif. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa menghubungkan pengetahuan yang diperoleh pada kegiatan sosialisasi sebelumnya dengan praktik nyata di lingkungan mereka.Langkah tindak lanjut ini menjadi bagian dari upaya Program SI-RASA dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui pengelolaan lingkungan berbasis aksi. Lingkungan sekolah dipilih sebagai salah satu ruang strategis untuk membangun kebiasaan tersebut karena siswa dapat membawa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.Melalui kolaborasi antara Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ dan SMPN 3 Rambipuji, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai demonstrasi semata. Pengalaman siswa dalam mengelola sampah organik melalui komposter sederhana diharapkan dapat menjadi awal dari gerakan yang lebih berkelanjutan dalam membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat.Penulis: Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJLokasi: SMP Negeri 3 Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten JemberTanggal Publikasi: 12 Agustus 2026
Nogosari, 27 Juli 2026 โ Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ melaksanakan sosialisasi pemilahan sampah kepada seluruh siswa SMP Negeri 3 Rambipuji sebagai bagian dari upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam konservasi lingkungan. Kegiatan dilaksanakan secara bergiliran di ruang laboratorium sekolah dengan sasaran seluruh angkatan siswa SMPN 3 Rambipuji.Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program SI-RASA yang berfokus pada penguatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah. Sosialisasi pemilahan sampah menjadi salah satu langkah untuk membangun perubahan perilaku sejak usia sekolah, khususnya dalam mengenali, memilah, dan mengelola sampah yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari.Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Kepala SMPN 3 Rambipuji, Akhmad Fauzi, S.Pd. Dalam koordinasi tersebut, disampaikan pentingnya keterlibatan siswa dalam upaya konservasi lingkungan melalui perbaikan kebiasaan dan perilaku, mulai dari aktivitas yang menghasilkan sampah hingga cara memperlakukan sampah setelah dihasilkan.โKami melihat bahwa anak-anak memiliki peran penting dalam upaya konservasi lingkungan. Perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam melihat dan memperlakukan sampah yang mereka hasilkan sehari-hari,โ ujar Akhmad Fauzi, S.Pd.SMPN 3 Rambipuji menjadi salah satu sasaran strategis dalam kegiatan ini karena sebagian besar siswanya merupakan warga yang berdomisili di Desa Nogosari. Kondisi tersebut membuka peluang agar edukasi yang diberikan tidak hanya memberikan manfaat di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diteruskan ke lingkungan rumah dan masyarakat.Kegiatan sosialisasi dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta ajakan yang komunikatif dan humanis kepada siswa. Untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta, kegiatan juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai pemilahan sampah hingga lebih dari 85 persen setelah mengikuti kegiatan.Kepala Desa Nogosari, Esa Hosada, S.H., M.Kn., menyampaikan bahwa pendekatan edukasi yang dilakukan secara gembira dan humanis dapat memberikan dampak yang lebih luas. Menurutnya, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh anak-anak yang berasal dari Desa Nogosari, tetapi juga berpotensi menyebar kepada siswa dari desa maupun wilayah lainnya.โMelalui kegiatan sosialisasi yang dilengkapi dengan pre-test dan post-test serta dikemas secara gembira dan humanis, edukasi ini tidak hanya berdampak pada anak-anak Desa Nogosari. Pengetahuan dan kebiasaan baik yang mereka peroleh juga berpotensi menyebar kepada lingkungan dan anak-anak dari daerah lainnya,โ ujar Esa Hosada, S.H., M.Kn.Antusiasme siswa juga terlihat selama sesi diskusi. Siswa aktif mengikuti penyampaian materi dan menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai pemilahan serta pengelolaan sampah. Partisipasi tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa generasi muda memiliki potensi untuk terlibat dalam upaya konservasi lingkungan melalui perubahan perilaku dan aksi nyata.Ketua Tim Pelaksana PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Savero Gian Purnomo, berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan semata. โKami berharap edukasi mengenai pemilahan sampah tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat,โ ujarnya.Melalui kegiatan ini, keterlibatan generasi muda diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik. Peningkatan pengetahuan yang terlihat dari hasil evaluasi menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan perilaku dan mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.Penulis: Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJLokasi: SMPN 3 Rambipuji, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten JemberTanggal Publikasi: 11 Agustus 2026
Nogosari, 24 Juli 2026 โ Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (FKM UNEJ) melaksanakan sosialisasi pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot sebagai bagian dari implementasi Program SI-RASA di Balai Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Pemerintah Desa Nogosari, pengurus PKK, kader Posyandu, GERMAS, pemuda, Tim KKN Kolaboratif, serta masyarakat Desa Nogosari.Kegiatan tersebut menghadirkan Ibu Rini Nur Intani, S.Pd., selaku Wakil Ketua Forum Bank Sampah Kabupaten Jember sebagai narasumber. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga serta memperkenalkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah organik.Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pentingnya pengelolaan sampah organik rumah tangga, karakteristik lalat BSF, serta siklus hidupnya mulai dari telur, larva atau maggot, prepupa, pupa, hingga lalat dewasa. Maggot BSF memiliki kemampuan untuk mengurai berbagai jenis sampah organik, seperti sisa nasi, tahu, sayuran, dan limbah dapur lainnya.โPengelolaan sampah organik dapat dimulai dari rumah tangga. Masyarakat dapat memilih metode pengolahan yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing, baik melalui budidaya maggot, komposting, lubang biopori, maupun eco-enzyme,โ ujar Rini Nur Intani.Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti demonstrasi langsung budidaya maggot. Narasumber memperagakan penggunaan wadah budidaya serta menunjukkan sampel maggot kepada peserta untuk memperlihatkan proses penguraian sampah organik secara langsung.Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta turut menyampaikan pertanyaan mengenai alternatif pengelolaan sampah organik serta cara menjaga agar budidaya maggot tidak menimbulkan bau. Narasumber menjelaskan bahwa budidaya maggot dapat dilakukan tanpa menimbulkan bau apabila kelembapan, jumlah pakan, dan sirkulasi udara pada wadah dikendalikan dengan baik.Ketua Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Savero Gian Purnomo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah organik.โKami ingin mendorong masyarakat untuk melihat bahwa sampah organik bukan hanya limbah, tetapi juga dapat dimanfaatkan apabila dikelola dengan baik. Pengelolaan tersebut dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu memilah sampah dari rumah,โ ujar Savero.Dukungan terhadap kegiatan juga disampaikan oleh Pemerintah Desa Nogosari dan berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, PKK, kader, GERMAS, pemuda, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.Sebagai tindak lanjut kegiatan, masyarakat Desa Nogosari berkomitmen untuk mulai memilah sampah organik dari rumah tangga dengan pendampingan Kader Posyandu dan PKK. Selain budidaya maggot, masyarakat juga dapat menerapkan metode alternatif seperti komposting, lubang biopori, dan eco-enzyme sesuai dengan kondisi masing-masing.Melalui implementasi Program SI-RASA, pengelolaan sampah organik diharapkan dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Desa Nogosari yang lebih bersih, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.Penulis: Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJLokasi: Balai Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten JemberTanggal Publikasi: 27 Juli 2026
Nogosari, 17 Juli 2026 โ Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ melaksanakan kegiatan Edukasi Pencegahan dan Penanganan Penyakit Pascabencana Banjir di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah serta menangani berbagai risiko penyakit yang dapat muncul setelah terjadinya bencana banjir.Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pemerintah Desa Nogosari, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), ibu-ibu rumah tangga, serta masyarakat yang berada di Balai Desa Nogosari. Puskesmas Nogosari turut hadir sebagai tim ahli sekaligus pemateri dalam kegiatan edukasi tersebut.Dalam kegiatan ini, masyarakat memperoleh informasi mengenai berbagai potensi permasalahan kesehatan yang dapat terjadi pascabencana banjir serta langkah-langkah pencegahan dan penanganannya. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali risiko kesehatan dan mengambil tindakan yang tepat setelah terjadi bencana banjir.Puskesmas Nogosari sebagai tim ahli memberikan materi berdasarkan perspektif kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan. Kehadiran tenaga kesehatan dalam kegiatan ini menjadi bagian penting untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan di lingkungan Desa Nogosari.Kegiatan edukasi berlangsung secara interaktif. Masyarakat yang hadir turut aktif dalam sesi diskusi dengan menyampaikan pertanyaan, pengalaman, serta berbagai permasalahan kesehatan yang berpotensi dihadapi setelah bencana banjir. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang lebih spesifik dan sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi.Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Pemerintah Desa Nogosari, Puskesmas Nogosari, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan kesehatan dalam menghadapi bencana. Peningkatan pengetahuan masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah munculnya permasalahan kesehatan serta mendukung terciptanya masyarakat Desa Nogosari yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana.Penulis: Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJLokasi: Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten JemberTanggal Publikasi: 26 Juli 2026
Nogosari, 13 Juli 2026 โ Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ melaksanakan musyawarah dan sosialisasi pelaksanaan Program SI-CARE bersama Pemerintah Desa Nogosari, Kepala Dusun, Desa Tangguh Bencana (DESTANA), serta relawan desa. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal untuk menyusun mekanisme perlindungan dan pendataan kelompok rentan dalam menghadapi potensi bencana di Desa Nogosari.Dalam kegiatan tersebut, Tim PPK ORMAWA memaparkan rencana pelaksanaan Program SI-CARE yang berfokus pada penguatan perlindungan kelompok rentan melalui tiga kegiatan utama. Kelompok rentan yang menjadi sasaran program meliputi bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan penyandang disabilitas.Program SI-CARE dirancang melalui tiga output utama, yaitu pelabelan kelompok rentan, pembuatan Peta Bencana Desa, serta penyusunan database kelompok rentan yang diprioritaskan pada wilayah-wilayah rawan bencana.Pelabelan kelompok rentan ditujukan untuk memberikan informasi mengenai keberadaan dan karakteristik kelompok rentan di suatu wilayah. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu DESTANA dan relawan dalam menentukan prioritas serta mempercepat proses evakuasi apabila terjadi bencana.Dalam musyawarah tersebut, Kepala Dusun, unsur DESTANA, dan relawan turut memberikan masukan mengenai mekanisme pelaksanaan program. Salah satu usulan yang disepakati adalah penempatan label pada Posyandu. Penempatan tersebut dinilai dapat memudahkan identifikasi kelompok rentan dan membantu akses informasi bagi DESTANA serta relawan ketika melakukan evakuasi dalam situasi bencana.Selain pelabelan, Program SI-CARE juga mencakup pembuatan Peta Bencana yang akan dipasang di Balai Desa Nogosari. Peta tersebut diharapkan dapat menjadi media informasi bagi pemerintah desa dan masyarakat mengenai wilayah yang memiliki potensi risiko bencana serta persebaran kelompok rentan.Program ini juga akan dilengkapi dengan database kelompok rentan, khususnya pada wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana. Database tersebut diharapkan dapat mendukung proses perencanaan, pemetaan kebutuhan, serta pengambilan keputusan dalam upaya perlindungan kelompok rentan.Melalui kegiatan musyawarah dan sosialisasi ini, berbagai pihak dapat menyampaikan masukan dan menyepakati mekanisme pelaksanaan Program SI-CARE secara bersama-sama. Hasil musyawarah mufakat tersebut menjadi dasar bagi Tim PPK ORMAWA bersama Pemerintah Desa Nogosari, DESTANA, dan relawan untuk melanjutkan tahap pelabelan serta pengembangan sistem pendataan kelompok rentan.Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, DESTANA, relawan, dan masyarakat, Program SI-CARE diharapkan dapat memperkuat sistem perlindungan kelompok rentan serta mendukung terwujudnya Desa Nogosari yang lebih tanggap, inklusif, dan tangguh dalam menghadapi bencana.Penulis: Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJLokasi: Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten JemberTanggal Publikasi: 26 Juli 2026
Nogosari, 14 Juli 2026 โ Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ mulai melaksanakan kegiatan pelabelan kelompok rentan melalui Program SI-CARE di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Kegiatan ini dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah yang telah teridentifikasi memiliki anggota kelompok rentan untuk memberikan sosialisasi sebelum proses pelabelan dilaksanakan.Pelabelan kelompok rentan merupakan salah satu bagian dari Program SI-CARE yang bertujuan untuk memudahkan identifikasi kelompok rentan dalam menghadapi situasi bencana. Kelompok rentan yang menjadi sasaran program meliputi bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan penyandang disabilitas.Sebelum label dipasang, Tim PPK ORMAWA melakukan sosialisasi secara langsung kepada pemilik rumah. Sosialisasi tersebut dilakukan untuk menjelaskan tujuan pelabelan, informasi yang terdapat pada label, serta manfaatnya dalam mendukung proses evakuasi dan penanganan kelompok rentan ketika terjadi bencana.Dalam pelaksanaannya, tim mendatangi rumah warga secara langsung dan berkomunikasi dengan pemilik rumah mengenai mekanisme pelabelan. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat memahami tujuan program serta mengetahui bahwa label tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat.Label yang dipasang memuat informasi mengenai keberadaan kelompok rentan di dalam rumah. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu Tim Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dan relawan dalam mengidentifikasi serta menentukan prioritas evakuasi apabila terjadi bencana.Kegiatan pelabelan ini juga menjadi bentuk tindak lanjut dari hasil musyawarah dan sosialisasi Program SI-CARE yang sebelumnya telah dilakukan bersama Pemerintah Desa Nogosari, Kepala Dusun, DESTANA, dan relawan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan berdasarkan hasil musyawarah mufakat mengenai mekanisme dan lokasi pelabelan kelompok rentan.Melalui pelaksanaan Program SI-CARE, Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ bersama Pemerintah Desa Nogosari, DESTANA, dan relawan berupaya membangun sistem perlindungan kelompok rentan yang lebih terarah dan responsif. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta membantu mempercepat proses identifikasi dan evakuasi kelompok rentan ketika terjadi bencana.Penulis: Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJLokasi: Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten JemberTanggal Publikasi: 26 Juli 2026
Nogosari, 29 Juni 2026 โ Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (BEM FKM UNEJ) melaksanakan Program Kampung Tanggap Bencana (KAMTAB) di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Program ini dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus mendukung pengembangan Desa Nogosari sebagai desa konservasi dan tangguh bencana.Program KAMTAB dirancang melalui kolaborasi antara Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Pemerintah Desa Nogosari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, UPT Puskesmas Nogosari, serta berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana secara berkelanjutan.Ketua Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Savero Gian Purnomo, menyampaikan bahwa penguatan ketangguhan bencana tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pada kesiapan dan keterlibatan masyarakat.โKami siap memperkuat Desa Nogosari melalui pemberdayaan masyarakat. Kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam membangun ketangguhan bencana yang berkelanjutan. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan tujuan tersebut,โ ujar Savero.Desa Nogosari Memiliki Potensi dan Tantangan KebencanaanBanjir menjadi salah satu bencana yang perlu mendapat perhatian dalam upaya penguatan ketangguhan masyarakat. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa banjir merupakan salah satu bencana dengan frekuensi kejadian tertinggi di Indonesia. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat bahwa hingga Februari 2026, banjir berulang masih terjadi di 10 kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Jember dengan total 7.445 kepala keluarga terdampak. Kecamatan Rambipuji menjadi salah satu wilayah dengan jumlah dampak terbesar, yaitu 3.774 kepala keluarga terdampak.Di sisi lain, Desa Nogosari memiliki berbagai potensi yang mendukung pengembangan sebagai desa konservasi dan tangguh bencana. Desa Nogosari terdiri atas lima dusun, 24 RW, dan 125 RT dengan jumlah penduduk sekitar 22.000 jiwa. Desa ini juga memiliki kelembagaan masyarakat yang aktif, seperti Pemuda-pemudi, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta Desa Tangguh Bencana (Destana).Selain potensi kelembagaan, Desa Nogosari memiliki lahan pertanian produktif seluas 671 hektare serta website desa yang dikelola secara aktif. Berdasarkan skor Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa sebesar 36,58, Desa Nogosari memiliki peluang untuk terus mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.Lima Inovasi KAMTAB untuk Memperkuat Kesiapsiagaan MasyarakatMelalui Program KAMTAB, Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ mengembangkan lima inovasi yang saling terintegrasi. Inovasi tersebut meliputi penguatan sistem peringatan dini bencana, peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan pelatihan, perlindungan kelompok rentan, pengelolaan lingkungan berbasis pemberdayaan, serta pengembangan sarana pendukung kesiapsiagaan masyarakat.Kelima inovasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan Desa Nogosari dalam menghadapi potensi bencana sekaligus mendukung pengembangan desa yang lebih konservatif, tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.Kepala Desa Nogosari, Esa Hosada, S.H., M.Kn., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program KAMTAB. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan langkah positif dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.โKami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program KAMTAB oleh Tim PPK ORMAWA BEM FKM Universitas Jember. Program ini sejalan dengan kebutuhan Desa Nogosari dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dan mendorong masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana,โ kata Esa.Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, lembaga terkait, dan masyarakat, Program KAMTAB diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat Desa Nogosari dalam menghadapi risiko bencana serta mendukung terwujudnya desa yang tangguh, mandiri, konservatif, dan berkelanjutan.Penulis: Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJLokasi: Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten JemberTanggal Publikasi: 23 Juli 2026
Pemerintah desa belum mengunggah potensi desa ke dalam portal ini.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Rencana tahunan pemerintah desa yang memuat program dan kegiatan sesuai RPJM Desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu