Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6525
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ Dorong Pengelolaan Sampah Organik melalui Budidaya Maggot di Desa Nogosari

Author
Desa Nogosari Kec. Rambipuji
27 Juli 2026 31 Kali Dilihat

Nogosari, 24 Juli 2026 – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (FKM UNEJ) melaksanakan sosialisasi pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot sebagai bagian dari implementasi Program SI-RASA di Balai Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Pemerintah Desa Nogosari, pengurus PKK, kader Posyandu, GERMAS, pemuda, Tim KKN Kolaboratif, serta masyarakat Desa Nogosari.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ibu Rini Nur Intani, S.Pd., selaku Wakil Ketua Forum Bank Sampah Kabupaten Jember sebagai narasumber. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga serta memperkenalkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah organik.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pentingnya pengelolaan sampah organik rumah tangga, karakteristik lalat BSF, serta siklus hidupnya mulai dari telur, larva atau maggot, prepupa, pupa, hingga lalat dewasa. Maggot BSF memiliki kemampuan untuk mengurai berbagai jenis sampah organik, seperti sisa nasi, tahu, sayuran, dan limbah dapur lainnya.

“Pengelolaan sampah organik dapat dimulai dari rumah tangga. Masyarakat dapat memilih metode pengolahan yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing, baik melalui budidaya maggot, komposting, lubang biopori, maupun eco-enzyme,” ujar Rini Nur Intani.

Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti demonstrasi langsung budidaya maggot. Narasumber memperagakan penggunaan wadah budidaya serta menunjukkan sampel maggot kepada peserta untuk memperlihatkan proses penguraian sampah organik secara langsung.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta turut menyampaikan pertanyaan mengenai alternatif pengelolaan sampah organik serta cara menjaga agar budidaya maggot tidak menimbulkan bau. Narasumber menjelaskan bahwa budidaya maggot dapat dilakukan tanpa menimbulkan bau apabila kelembapan, jumlah pakan, dan sirkulasi udara pada wadah dikendalikan dengan baik.

Ketua Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Savero Gian Purnomo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah organik.

“Kami ingin mendorong masyarakat untuk melihat bahwa sampah organik bukan hanya limbah, tetapi juga dapat dimanfaatkan apabila dikelola dengan baik. Pengelolaan tersebut dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu memilah sampah dari rumah,” ujar Savero.

Dukungan terhadap kegiatan juga disampaikan oleh Pemerintah Desa Nogosari dan berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, PKK, kader, GERMAS, pemuda, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, masyarakat Desa Nogosari berkomitmen untuk mulai memilah sampah organik dari rumah tangga dengan pendampingan Kader Posyandu dan PKK. Selain budidaya maggot, masyarakat juga dapat menerapkan metode alternatif seperti komposting, lubang biopori, dan eco-enzyme sesuai dengan kondisi masing-masing.

Melalui implementasi Program SI-RASA, pengelolaan sampah organik diharapkan dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Desa Nogosari yang lebih bersih, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.

Penulis: Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ
Lokasi: Balai Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember
Tanggal Publikasi: 27 Juli 2026

Bagikan: