80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Nogosari, 29 Juni 2026 – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (BEM FKM UNEJ) melaksanakan Program Kampung Tanggap Bencana (KAMTAB) di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Program ini dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus mendukung pengembangan Desa Nogosari sebagai desa konservasi dan tangguh bencana.
Program KAMTAB dirancang melalui kolaborasi antara Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Pemerintah Desa Nogosari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, UPT Puskesmas Nogosari, serta berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana secara berkelanjutan.
Ketua Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Savero Gian Purnomo, menyampaikan bahwa penguatan ketangguhan bencana tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pada kesiapan dan keterlibatan masyarakat.
“Kami siap memperkuat Desa Nogosari melalui pemberdayaan masyarakat. Kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam membangun ketangguhan bencana yang berkelanjutan. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan tujuan tersebut,” ujar Savero.
Desa Nogosari Memiliki Potensi dan Tantangan Kebencanaan
Banjir menjadi salah satu bencana yang perlu mendapat perhatian dalam upaya penguatan ketangguhan masyarakat. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa banjir merupakan salah satu bencana dengan frekuensi kejadian tertinggi di Indonesia. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat bahwa hingga Februari 2026, banjir berulang masih terjadi di 10 kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Jember dengan total 7.445 kepala keluarga terdampak. Kecamatan Rambipuji menjadi salah satu wilayah dengan jumlah dampak terbesar, yaitu 3.774 kepala keluarga terdampak.
Di sisi lain, Desa Nogosari memiliki berbagai potensi yang mendukung pengembangan sebagai desa konservasi dan tangguh bencana. Desa Nogosari terdiri atas lima dusun, 24 RW, dan 125 RT dengan jumlah penduduk sekitar 22.000 jiwa. Desa ini juga memiliki kelembagaan masyarakat yang aktif, seperti Pemuda-pemudi, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta Desa Tangguh Bencana (Destana).
Selain potensi kelembagaan, Desa Nogosari memiliki lahan pertanian produktif seluas 671 hektare serta website desa yang dikelola secara aktif. Berdasarkan skor Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa sebesar 36,58, Desa Nogosari memiliki peluang untuk terus mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.
Lima Inovasi KAMTAB untuk Memperkuat Kesiapsiagaan Masyarakat
Melalui Program KAMTAB, Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ mengembangkan lima inovasi yang saling terintegrasi. Inovasi tersebut meliputi penguatan sistem peringatan dini bencana, peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan pelatihan, perlindungan kelompok rentan, pengelolaan lingkungan berbasis pemberdayaan, serta pengembangan sarana pendukung kesiapsiagaan masyarakat.
Kelima inovasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan Desa Nogosari dalam menghadapi potensi bencana sekaligus mendukung pengembangan desa yang lebih konservatif, tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.
Kepala Desa Nogosari, Esa Hosada, S.H., M.Kn., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program KAMTAB. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan langkah positif dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.
“Kami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program KAMTAB oleh Tim PPK ORMAWA BEM FKM Universitas Jember. Program ini sejalan dengan kebutuhan Desa Nogosari dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dan mendorong masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana,” kata Esa.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, lembaga terkait, dan masyarakat, Program KAMTAB diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat Desa Nogosari dalam menghadapi risiko bencana serta mendukung terwujudnya desa yang tangguh, mandiri, konservatif, dan berkelanjutan.
Penulis: Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ
Lokasi: Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember
Tanggal Publikasi: 23 Juli 2026