Jum’at Bersih, Pemdes Mrawan Tegaskan Budaya Kerja Disiplin dan Kebersamaan
Tanggal : 6 Februari 2026
Berita Desa
Dibaca sebanyak : 138 kali
Jln. KH. Moh. Thohir No. 46
| Tempat, Tanggal Lahir | - |
| Alamat Lengkap | - |
| Pendidikan | - |
Beluma ada deskripsi
Desa Mrawan memiliki luas wilayah ± 1279,55 Ha yang terdiri dari 5 dusun, yaitu: Dusun Lengkong Barat, Dusun Lengkong Toko, Dusun Gumuk Suda, Dusun Rowo dan Dusun Pringtali. Dusun Lengkong Barat terbagi menjadi 3 RW dan 10 RT, Dusun lengkong Toko terbagi menjadi 6 RW dan 16 RT, Dusun Gumuk Suda terbagi menjadi 2 RW dan 6 RT, Dusun Rowo 5 RW dan 15 RT dan Dusun Pringtali terbagi menjadi 2 RW dan 9 RT .
Dengan jumlah penduduk :
Laki laki : 4182 Jiwa
Perempuan : 4605Jiwa
JUMLAH : 8787 Jiwa
DUSUN LENGKONG BARAT : 2288
LAKI - LAKI : 1060
PEREMPUAN : 1228
DUSUN LENGKONG TOKO : 2351 Jiwa
LAKI-LAKI : 1122 Jiwa
PEREMPUAN : 1229 Jiwa
DUSUN GUMUK SUDA : 900 Jiwa
LAKI-LAKI : 454 Jiwa
PEREMPUAN : 446
ROWO : 2243
LAKI : 1057
PEREMPUAN : 1186
PRINGTALI : 1005
LAKI : 489
PEREMPUAN : 516
Sedangkan batas – batas wilayah sebagai berikut :
Desa Mrawan awalnya merupakan hutan belantara, dan penuh dengan bambu yang dapat digunakan untuk tali. Ketika sekitar abad ke 19 (tahun 1900) ada seorang yang bernama cempleng bersama lima orang temannya antara lain Geni, Mursadik, Kadiman, Madin, dan Kebun, mereka adalah orang-orang yang pertama kali menginjakkan kaki di desa ini.
Pada suatu hari cempleng bersama kelima temannya ingin menebang pohon di daerah hutan tersebut sampai ditengah-tengah hutan ada pohon beringin yang sangat besar dan rindang, Cempleng dan kelima temannya ingin menebang pohon beringin tersebut namun tidak tumbang-tumbang, karena hari sudah petang akhirnya cempleng dan kelimanya memilih untuk pulang. Keesokan harinya Cempleng dan kelima temannya kembali lagi memotong pohon beringin tersebut tetapi kejadiannya sama seperti hari pertama, berulang-ulang pohon beringin tersebut ditebang tetapi tidak bisa tumbang.
Cempleng dan kelima temannya hampir putus asa namun karena keinginan dan kemauan yang kuat mereka terus berusaha untuk menumbangkan pohon beringin tersebut, karena merasa membiarkan mereka beristirahat sejenak untuk melepas lelah. Sungguh hal yang tidak terduga pada saat itu juga muncul seorang gadis cantik berkulit putih dan berbaju putih di depan mereka, gadis tersebut memberi petunjuk pada Cempleng bagaimana cara untuk memotong pohon tersebut, gadis cantik berkulit putih dan berbaju putih tersebut berkata kepada Cempleng dan temannya kelima supaya membuat sesajen dan disuruh mengambil sebatang pohon bambu atau yang dikenal sebagai pering tali untuk dijadikan syarat sebelum memotong pohon beringin tersebut.
Setelah itu gadis tersebut memberi petunjuk kepada Cempleng dan kelima temannya kemudian gadis tersebut tiba-tiba menghilang. Setelah mendapat petunjuk dai gadis tersebut akhirnya membuat sesajen atau selamatan. Setelah membuat sesajen Cemleng memotong bambu untuk dibuat tali sebagai alat pengikat untuk merobohkan pohon beringin tersebut. Dengan bantuan tali dari bambu yang merupakan petunjuk dari gadis (perawan) maka pohon beringin tersebut dapat dirobohkan, atas keberhasilan tersebut kemudian cempleng mengatakan kepada lima temannya bahwa daerah ini nantinya akan diberi nama Desa Mrawan Peringtali. Sesuai perkembangan zaman dan adanya pergantian pemimpin maka pada saat kepemimpinan kepala Desa yang bernama pak Ridwan nama tersebut berubah menjadi Desa Mrawan kira-kira tahun 1972.
Sejarah Pembangunan Desa
Melihat dari masa kepemimpinan masing-masing kepala desa yang pernah memerintah desa Mrawan sesuai dengan keadaan situasi dan kondisinya, maka dapat diketahui hasil-hasil pembangunan yang telah berhasil dibangun oleh masing-masing kepala desa. Dan dari sejarah pemerintahan desa dapat kita ketahui siapa saja yang berhasil membangun desa Mrawan menjadi lebih baik
Wilayah Mrawan merupakan dataran rendah yang terdiri dari lahan pertanian teknis dan lahan tadah hujan. Kondisi alam yang subur tersebut membuat sebagian besar masyarakatnya bermata produk sebagai petani. Namun saat musim kemarau tiba, banyak lahan yang tidak bisa ditanami karena mengalami kekeringan. Pada saat demikian, banyak ibu rumah tangga yang bekerja menjadi kuli gudang di tempat lain.
Data Tidak Ditemukan
Data Tidak Ditemukan
Data Tidak Ditemukan
Data Tidak Ditemukan
Data Tidak Ditemukan
Data Tidak Ditemukan
Data Tidak Ditemukan
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember
Jl. Nusantara No.02, Kaliwates, Jember (Area Gedung Balai Serbaguna)
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten Jember
Alamat : Jl. Jawa No.26, Sumbersari, Jember
Telepon : (0331) 322870
Tim Programmer Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember |
2022 © Diskominfo Jember
v1.0