80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Sumberbaru, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68156
Batas wilayah administratif Desa Gelang
Mewujudkan Desa Gelang Yang Hebat Dan Bermartabat
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
ย ย ย Potrait : Mahasiswa KKN 133 Saat sosialisasi di SDN Gelang 02 perihal pentingnya kebersihan dan pendidikan Senin (11/8). Fotografer : Dokumentasi KKN 133 Sumberbaru โ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Posko 133 kembali menunjukkan dedikasi mereka dalam mendukung dunia pendidikan dan pembentukan karakter anak sejak usia dini. Kali ini, mereka melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk "Keberhasilan dan Pola Hidup Bersih" di SDN Gelang 02, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Senin (11/8). Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa dan pihak sekolah. Sosialisasi berlangsung interaktif dengan berbagai metode pembelajaran yang menyenangkan, mulai dari penyuluhan, demonstrasi kebersihan, hingga permainan edukatif yang sarat pesan moral. Kepala SDN Gelang 02, Siti Komariah, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap, ilmu yang diberikan para mahasiswa KKN tidak hanya berhenti di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan oleh siswa di lingkungan rumah. "Mudah-mudahan apa yang disampaikan bisa memberikan manfaat dan langsung dipraktikkan oleh anak-anak, baik di sekolah maupun di rumah," ujarnya saat ditemui usai kegiatan. Lebih lanjut, Siti menekankan pentingnya kesinambungan edukasi seperti ini agar siswa semakin termotivasi untuk belajar dan menjaga kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup mereka.ย "Kalau bisa, anak-anak ini juga diberikan motivasi agar setelah lulus sekolah dasar, mereka punya semangat untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan sampai perguruan tinggi," tambahnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN se Universitas jember yang bertujuan membangun kesadaran akan pentingnya kebersihan dan pendidikan sebagai bekal masa depan.ย Dengan kegiatan seperti ini, mahasiswa KKN Posko 133 berharap bisa menanamkan nilai-nilai positif pada generasi muda, serta membangun sinergi yang baik antara dunia pendidikan dan masyarakat desa. ย Penulis : Febri Irawan ย ย
Potrait : Mahasiswa KKN 133 saat sosialisasi kegiatan perihal keberhasilan Sabtu (9/8).Fotografer : Dokumentasi KKN 133 KEBERHASILAN โ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 133 kembali menunjukkan dedikasi mereka terhadap dunia pendidikan dan pembentukan karakter anak sejak dini. Kali ini, mereka melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang keberhasilan dan pola hidup bersih di SDN Gelang 08, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru. Dengan mengusung tema โHidup Bersih Dimulai dari Akuโ, kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan dan membiasakan perubahan positif yang dimulai dari diri sendiri. Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari penyuluhan, permainan edukatif, hingga simulasi mencuci tangan dengan benar. Kepala SDN Gelang 08, Mahrus Maulidi, menilai bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan biasa, melainkan memberikan dampak nyata terhadap semangat dan pola pikir anak-anak. ย โSaya menilai kegiatan ini sangat bagus. Anak-anak menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan, dan keberhasilan itu dimulai dari hal-hal kecil. Kalau semuanya sudah menerapkan pola keberhasilan, insyaallah semuanya akan menjadi lebih baik,โ ujarnya saat diwawancarai usai kegiatan pada Sabtu (9/8). Di sisi lain, mahasiswa KKN mengaku senang dan bersyukur atas sambutan hangat dari guru dan siswa. Kekompakan antara guru, siswa, dan mahasiswa KKN menjadi salah satu faktor keberhasilan acara tersebut. Pihak sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi seluruh elemen sekolah. โSemoga anak-anak semakin semangat belajar dan semakin terbiasa menjaga kebersihan. Kami juga berharap ke depannya kekompakan antara guru dan siswa terus ditingkatkan,โ kata pimpinan tertinggi sekolah tersebut. Kegiatan ini membuktikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya lahir dari proses belajar-mengajar di ruang kelas, tetapi juga dari kolaborasi lintas elemen yang menanamkan nilai-nilai kehidupan secara nyata dan menyenangkan. Penulis : Febri Irawan
(Fotografer : Vijey S.) Mahasiswa KKN 133 saat berkoordinasi dengan Perangkat Balai Desa Gelang Balai Desa Gelang (4/8) - Suasana Balai Desa Gelang pada hari itu tampak meriah dengan hiasan bendera Merah Putih yang berkibar megah. Semarak kemerdekaan menyambut HUT RI ke-80 tahun terasa semakin hidup saat melewati jalanan Dusun Paci hingga menuju Balai Desa Gelang. Warga dan perangkat desa ikut memeriahkan suasana, menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat. Di tengah suasana yang penuh semangat, mahasiswa KKN 133 tampak antusias mendatangi Balai Desa Gelang. Kegiatan mereka kali ini adalah melakukan pendataan kependudukan dengan berkoordinasi bersama perangkat desa. Pendataan ini mencakup pengisian data PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) serta administrasi kependudukan (Adminduk). Koordinasi ini menjadi salah satu program kerja penting mahasiswa KKN 133 untuk mendukung tata kelola desa yang lebih modern. Dengan memanfaatkan teknologi digital, data desa dapat lebih mudah diakses dan diarsipkan untuk kebutuhan pelayanan publik. Muhammad, salah satu perangkat Desa Gelang, menyampaikan harapannya terhadap kegiatan ini. โHarapan untuk anak KKN bagi kami adalah membantu pekerjaan yang ada di desa, baik itu segi pelayanan, administrasi, maupun kemasyarakatan untuk tahun 2025 ini. Semangat untuk Posko KKN 133,โ ujarnya dengan penuh optimisme. Selain perangkat desa, mahasiswa KKN 133 juga membagikan pengalamannya. Zara, salah satu anggota tim, mengungkapkan antusiasmenya saat mengisi data di website PPID. โSeru juga mengisi website PPID, desa digital dapat membantu arsip desa untuk koordinasi dengan Kabupaten. Selain itu, saya juga belajar banyak hal baru,โ tuturnya sambil tersenyum. Proses pengisian PPID dan Adminduk ini tidak hanya melibatkan mahasiswa KKN 133 dan perangkat desa, tetapi juga mendapat dukungan dari masyarakat. Warga dengan sukarela memberikan data yang dibutuhkan demi kelancaran proses administrasi. Melalui kerja sama ini, diharapkan Desa Gelang dapat memiliki basis data yang lebih rapi dan terintegrasi. Hal ini akan memudahkan koordinasi dengan pihak Kabupaten serta mempercepat pelayanan publik di masa mendatang. Kegiatan hari itu menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan dalam perayaan, tetapi juga dalam aksi nyata membangun desa. Kebersamaan antara mahasiswa KKN 133, perangkat desa, dan masyarakat menjadi langkah penting menuju desa yang lebih maju dan digital. Penulis : Lhaxmi K.
ย Potrait:ย Acara Sosialisasi dan Edukasi stunting di balai desa Gelang, serta rembuk bersama kader posyandu Kamis (7/8).ย Photograper : Dokumentasi KKN Kolaborasi 133 STUNTING, Desa Gelang Kecamatan Sumber Baru menjadi lokasi kegiatan edukasi pencegahan stunting yang digelar oleh Mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 133ย bersama Rumah Desa Sehat (RDS). Kegiatan ini difokuskan pada ibu balita dan kader posyandu sebagai garda terdepan dalam peningkatan gizi anak. โFokus utama kegiatan ini adalah Desa Gelang. Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu balita dan kader posyandu, tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini,โ ujar Moh. Abdul Faris, mahasiswa KKN Universitas dr. Soebandi, Kamis (7/8). Berdasarkan data awal, ditemukan 7 kasus stunting dan 7 kasus gizi buruk dari total 947 jiwa di desa tersebut. Temuan ini menjadi latar belakang penting dilaksanakannya kegiatan sosialisasi. โData ini menjadi pengingat bahwa stunting masih merupakan persoalan nyata dan perlu penanganan serius dari berbagai pihak,โ lanjutnya. Kegiatan ini tidak hanya berupa penyuluhan, tetapi juga dilengkapi dengan praktik membuat puding labu kuning. Menu ini dipilih karena mudah dibuat serta kaya akan nutrisi. โKami ingin masyarakat tahu bahwa mencegah stunting bisa dimulai dari dapur. Bahan-bahannya sederhana, terjangkau, dan bisa ditemukan di sekitar rumah,โ katanya. Selain memberikan edukasi, acara ini juga menjadi ruang dialog antara warga, kader posyandu, dan mahasiswa. Forum ini dimanfaatkan untuk merumuskan ide-ide program kesehatan yang dapat dijalankan bersama. โMelalui kegiatan ini, kami mengajak warga, kader, serta pendamping desa untuk berdiskusi aktif. RDS juga berperan penting dalam merangkul semua elemen desa,โ terangnya. Pria yang sapaan akrabnya Faris menambahkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi selama kegiatan berlangsung, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan saat sesi tanya jawab. โMasyarakat sangat antusias, terutama saat berdiskusi mengenai pola makan anak dan cara deteksi dini stunting. Ini menunjukkan bahwa edukasi seperti ini memang dibutuhkan,โ tambahnya. Panitia juga menyiapkan hadiah untuk peserta yang aktif bertanya. Cara ini terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi warga. โKami ingin suasana kegiatan tetap interaktif dan menyenangkan. Hadiah kecil ini sebagai bentuk apresiasi bagi warga yang semangat belajar,โucapnya. Kegiatan ini juga melibatkan tenaga kesehatan desa seperti bidan dan perawat. Kehadiran mereka memperkaya informasi yang disampaikan kepada peserta. โKehadiran tenaga medis sangat membantu. Mereka bisa menjawab pertanyaan teknis yang mungkin belum kami kuasai sebagai mahasiswa,โ tambahnya. Mahasiswa KKN berharap Desa Gelang dapat menjadi percontohan dalam upaya pencegahan stunting berbasis komunitas. Dengan kolaborasi yang kuat, desa diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat dan cerdas. โKami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga Desa Gelang menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun masa depan anak-anaknya,โ tuturnya. Sementara itu, Ketua RDS, Sri Handayani, juga menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan ini, ibu balita dan ibu hamil mendapatkan motivasi untuk mencegah stunting di masa mendatang. โKami puas dengan kegiatan KKN hari ini. Alhamdulillah, sasaran kegiatan juga hadir. Harapannya, kita bisa sama-sama belajar dan setelah KKN ini berakhir, semoga dapat menurunkan angka stunting di Desa Gelang,โ paparnya. Acara ini tidak hanya sekadar sosialisasi dan edukasi, tetapi juga menjadi momen rembug bersama masyarakat dan kader posyandu setempat. โAlhamdulillah, antusiasme kader posyandu juga sangat tinggi. Mereka aktif menyampaikan apresiasi dan masukan,โ jelasnya. Srihandani juga menambahkan bahwa masukan dan apresiasi yang diberikan akan diserap sebagai bahan program untuk tahun 2026 mendatang. โJadi, hasil dari diskusi ini akan kami usulkan dan programkan sebagai bagian dari evaluasi ke depan. Ini sejalan dengan tema kita, yaitu โGelang Menuju Zero Stunting,โโ pungkasnya. Penulis : Febri Irawan ย ย
Foto : SD Negeri Gelang 02, Paci, Sumberbaru Jumat (01/08), suasana jalanan di antara Desa Gelang hingga Desa Karangbayat tampak lebih lengang dari biasanya. Padahal waktu telah menunjukkan pukul 07.00 WIB, jam sibuk anak-anak menuju sekolah. Namun, akibat penutupan Jalan Gumitir yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi, distribusi bahan bakar minyak (BBM) tersendat dan berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat Desa Gelang, termasuk sektor pendidikan. Antrean motor dan kendaraan lain untuk mendapatkan bensin tampak mengular hingga puluhan meter, baik di kawasan kota Jember maupun pelosok pegunungan seperti Desa Gelang. Warga yang panik melakukan pembelian dalam jumlah besar (panic buying) turut memperparah situasi. Harga BBM eceran pun melambung, dari biasanya Rp12.000 per liter menjadi Rp20.000 per liter. Situasi ini membuat beberapa sekolah terpaksa mengalihkan metode pembelajaran menjadi daring menurut SE dari dinas. Namun kondisi tersebut dinilai tidak efektif oleh beberapa guru dan wali murid. Hoiriyah, seorang guru SD di wilayah pegunungan Desa Gelang menyatakan bahwa metode pembelajaran daring tidak berjalan maksimal karena keterbatasan fasilitas di kalangan siswa. "Kami menyayangkan sekali, karena tidak semua anak memiliki HP untuk melaksanakan daring. Anak-anak jadi tertinggal pelajaran dan saat diberi soal, mereka malah bermain. Jadi lebih enak tetap tatap muka karena anak-anak bisa langsung bertanya kepada guru," ungkap Hoiriyah. Ia juga menambahkan bahwa mayoritas anak di sekolah pegunungan datang dengan berjalan kaki, sehingga kendala transportasi akibat kelangkaan BBM tidak terlalu berdampak. Namun jika pembelajaran dialihkan secara daring, kebutuhan akan perangkat dan internet menjadi hambatan baru yang signifikan bagi siswa dan guru. ย Foto : Anak Sekolah Dasar Gelang 02 saat Libur (01/08) Mila, wali murid dari siswa kelas 1 SDN Karangbayat 03 menyampaikan hal serupa. Ia menilai bahwa anak-anak usia dini justru membutuhkan pembelajaran langsung untuk membangun kedekatan dengan guru dan teman-teman mereka. Menurutnya, sistem daring justru membuat anak lebih fokus bermain HP daripada belajar. "Kalau bisa jangan sampai daring lagi. Anak saya masih kelas 1, belum bisa maksimal kalau belajar dari rumah. Tahun kemarin waktu daring juga anaknya bingung dan tidak tahu harus bagaimana," tutur Mila. Sementara itu, David, siswa SMKN 6 Jember yang tinggal di Dusun Paci, Gelang, hanya bisa menyampaikan singkat rasa kecewanya, โNggak enak libur, baru masuk itu Kamis.โ Pernyataan ini menunjukkan betapa siswa juga merasa terganggu dengan perubahan sistem belajar mendadak akibat kendala transportasi dan BBM. Penulis : KKN-K 133 Gelang 2025 ย Baca berita lain di sini
Potrait Mahasiswa KKN Kolaboratif di Desa Gelang, saat silahturahmi ke rumah bapak Kepala Desa, Yusro Sabtu (19/7) Fotografer : Dokumentasi KKN 133 ย KKN 133 - Pemerintah Desa Gelang menyambut kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Posko 133 dengan penuh antusias, Selasa (19/07/2025). 12 mahasiswa dari berbagai kampus di Jember ini diharapkan menjadi mitra strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di desa yang berada di kawasan pegunungan Kecamatan Sumberbaru. ย Dalam penyambutan yang berlangsung di kediamannya, Kepala Desa Gelang, secara langsung mengapresiasi semangat para mahasiswa yang telah hadir di Desa Gelang sebagai lokasi pengabdian. ย โTerima kasih kepada anak-anak KKN Kolaboratif Posko 133. Wilayah kami ini memang terpencil dan kondisi SDM masih sangat minim, terutama dalam pendidikan. Kehadiran kalian jadi harapan besar bagi kami,โ ujarnya. ย Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar di Desa Gelang bukan hanya pada aspek infrastruktur atau ekonomi, tetapi pada kualitas manusia dan semangat belajar warga yang masih perlu dibangkitkan. Untuk itu, program-program mahasiswa yang berbasis edukasi, penguatan kapasitas, dan pembinaan masyarakat sangat dibutuhkan. ย โKami sangat terbuka terhadap ide dan inovasi. Desa ini butuh kegiatan yang menyentuh langsung warga: edukasi, literasi, pelatihan, penyuluhan. Kami ingin masyarakat kami berkembang dan mahasiswa KKN bisa menjadi penggeraknya,โkatanya. ย Yusro juga menambahkan bahwa pemerintah desa siap memfasilitasi dan mendukung penuh seluruh aktivitas mahasiswa selama menjalankan KKN. Ia berharap keberadaan mahasiswa tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menjadi kolaborator aktif dalam perubahan sosial. ย Mahasiswa KKN Posko 133 sendiri dijadwalkan akan menjalankan program selama lebih dari satu bulan, dengan fokus utama pada penguatan pendidikan anak dan remaja, peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. ย Dengan latar belakang kondisi kemiskinan dan minimnya SDM di kawasan perdesaan, kolaborasi antara pemerintah desa dan mahasiswa diharapkan dapat melahirkan solusi nyata yang berkelanjutan. ย โKami yakin, dengan semangat dan ide-ide kreatif dari adik-adik mahasiswa, Desa Gelang akan melangkah menuju perubahan yang lebih baik,โ paparnya. Penulisย : Febri Irawan
Foto : Mahasiswa KKN kolaboratif di desa Gelang saat observasi di kediaman ketua Rumah Desa Sehat (RDS) Sri Handani Rabu (22/7) STUNTING, โ Mahasiswa KKN Posko 133 Desa Gelang melaksanakan observasi dan pengumpulan data terkait stunting di Rumah Desa Sehat (RDS) Gelang pada hari Selasa, 22 Juni 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program percepatan penurunan angka stunting di desa tersebut. Dalam sesi observasi ini, mahasiswa KKN mendapatkan penjelasan langsung dari Ketua Stunting Desa Gelang, Ibu Sri Handani. Beliau menyampaikan bahwa saat ini terdapat 14 anak yang terdaftar dalam pemantauan, terdiri dari 7 anak dengan stunting, 2 anak kekurangan gizi kronis, dan beberapa lainnya mengalami ketidaksesuaian antara berat badan dan tinggi badan (BB/TB). Data ini menandakan bahwa masalah gizi masih menjadi perhatian utama di desa ini. "Untuk anak-anak yang mengalami stunting, kami memberikan makanan tambahan seperti bahan mentah, susu, dan telur ayam. Bagi ibu hamil, kami memberikan perhatian lebih dengan susu serta edukasi mengenai makanan bergizi," ujarnya saat diwawancarai di rumahnya. Namun, ia mengakui masih banyak tantangan dalam pelaksanaan program ini, terutama terkait rendahnya kesadaran masyarakat. Banyak ibu yang masih awam dan menganggap stunting sebagai masalah yang turun-temurun. Selain itu, hanya sekitar 20 persen ibu yang melahirkan di fasilitas kesehatan, sedangkan sebagian besar masih mempercayakan proses persalinan kepada dukun bayi. Kini, dukun bayi lebih berperan sebagai pemijat anak setelah kelahiran. Selain itu, program desa juga terkendala oleh keterbatasan dana dan minimnya edukasi bagi ibu muda yang belum memahami pentingnya imunisasi, gizi seimbang, serta pola asuh yang benar. Melalui kegiatan observasi ini, mahasiswa KKN Posko 133 diharapkan dapat berperan aktif dalam mendampingi dan mengedukasi masyarakat, khususnya para ibu, tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini. "Kami berharap dengan kehadiran mahasiswa KKN, masyarakat menjadi lebih terbuka dan sadar akan pentingnya gizi serta kesehatan. Dengan demikian, diharapkan angka stunting di Desa Gelang dapat terus menurun," katanya. Penulisย : Febri Irawan
Foto : Mahasiswa KKN kolaboratif Posko 133,saat melakukan pemeriksaan lansia di Dusun Krajan desa Gelang Rabu (23/7)ย LANSIA SEHAT- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Posko 133 Universitas se-Jember kembali hadir membawa semangat hidup sehat di tengah masyarakat. Kali ini, mereka menggelar kegiatan Senam Sehat dan Posyandu Lansia di Dusun Krajan, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, bersama tenaga kesehatan desa. Bertempat di Posyandu Anggrek 38, kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Puluhan lansia mengikuti senam bersama sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan gratis, seperti cek tekanan darah, gula darah, dan asam urat. Selain itu, para lansia juga menerima PMT (Pemberian Makanan Tambahan) sebagai dukungan gizi. Menurut Siti Halimah, perawat desa yang juga menjadi pendamping kegiatan KKN, kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan dan menjadi sarana penting dalam pemantauan kesehatan lansia di desa. โKami melakukan pemeriksaan tensi, gula darah, dan asam urat. Jika ada yang hasilnya tinggi, kami langsung memberikan edukasi dan menyarankan agar segera memeriksakan diri ke puskesmas. Kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu, terutama dalam pendampingan dan edukasi kepada warga,โ ujarnya saat diwawancarai usai kegiatan Rabu (23/7).ย Perempuan yang sapaan akrabnya halima Tenaga juga menambahkan bahwa masih banyak warga lansia yang belum memahami bahwa pemeriksaan kesehatan di puskesmas bisa dilakukan secara gratis, bahkan bagi mereka yang belum memiliki Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) . โKalau belum punya BPJS, bisa diusulkan melalui pemerintah desa dan tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan. Pemeriksaan seperti ini sebaiknya dilakukan secara rutin, terutama bagi lansia yang rentan mengalami linu, hipertensi, dan diabetes,โ jelasnya. Mahasiswa KKN 133 tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan edukasi tentang pentingnya deteksi dini penyakit degeneratif. Kehadiran mereka memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan desa dan masyarakat. Dengan kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan lansia semakin meningkat, terutama bagi kelompok usia lanjut yang membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih. Penulisย : Febri Irawan
Foto oleh : Tim Dokumentasi dan Publikasi POSKO KKN 133 Desa Gelang. BANSOS, 28 Juli 2025 โ Suasana Balai Desa Gelang tampak lebih ramai dari biasanya. Sejak pagi buta, ratusan warga dari berbagai dusun di Kecamatan Sumberbaru memadati lokasi dengan harapan membawa pulang 20 kg beras bantuan dari pemerintah. Di antara kerumunan, tampak para mahasiswa KKN Posko 133 dengan rompi kebanggaan khasnya, sigap membantu jalannya proses penyaluran bantuan sosial (bansos). Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Bantuan Pangan dari Pemerintah (BPDP) yang disalurkan melalui Perum BULOG, menyasar masyarakat miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Di Desa Gelang sendiri, sebanyak 1.538 kepala keluarga tercatat sebagai penerima manfaat. Penyaluran dilakukan selama lima hari berturut-turut, dibagi per dusun demi menjaga ketertiban. Tidak hanya BULOG dan perangkat desa, penyaluran bansos ini juga menggandeng pendamping PKH serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas se-Jember yang ditempatkan di Posko 133 Desa Gelang. Mereka terlibat dalam berbagai peran: dari pengecekan data, verifikasi dokumen, pendataan manual, hingga membantu warga lansia yang kesulitan mengantre. ย โKami dilibatkan sejak awal dalam proses verifikasi. Ini pengalaman langsung yang sangat membuka mata kami tentang pentingnya pelayanan publik yang adil dan sabar,โ ujar Muhammad Mufid, koordinator kegiatan bantuan sosial. Agar bantuan tepat sasaran, proses verifikasi diberlakukan secara ketat. Penerima wajib hadir dengan membawa KTP asli. Jika tidak bisa hadir, keluarga yang mewakili harus membawa fotokopi KTP dan KK. Untuk penerima yang telah meninggal dunia atau pindah domisili, diperlukan surat keterangan resmi. Namun, tak semua berjalan mulus. Sejumlah warga datang tanpa undangan atau KTP, dan akhirnya ditolak menerima bantuan. Beberapa di antaranya sempat meluapkan emosi karena kecewa. Salah satu insiden terjadi ketika seorang warga menggebrak meja karena tidak dapat diverifikasi. Alya Talenta, mahasiswa Universitas Jember yang bertugas di bagian verifikasi normal, mengungkapkan: โKami berusaha sabar menjelaskan prosedur. Kami juga arahkan warga untuk berkonsultasi ke perangkat desa agar bisa difasilitasi di gelombang berikutnya, "ulasnya. Menjelang siang, suasana mulai padat. Antrean mengular di titik verifikasi foto. Beberapa warga tak sabar dan mencoba menerobos antrean. Mahasiswa yang bertugas di area itu, Vijey Shaabill, sempat kewalahan. โPagi masih terkendali. Tapi makin siang, warga makin berdatangan. Untungnya, tim BULOG menambah lima meja verifikasi, sehingga antrean bisa terurai,โkatanya. Dengan koordinasi cepat dan kerja tim yang solid antara mahasiswa, perangkat desa, dan petugas lapangan, situasi berhasil dikendalikan tanpa konflik.ย Foto oleh : Tim Dokumentasi dan Publikasi POSKO KKN 133 Desa Gelang. Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan keluarga prasejahtera. Program ini juga menjadi ajang pembelajaran sosial yang sangat berharga bagi para mahasiswa. โProgram ini bukan sekadar menyalurkan bantuan. Tapi juga membentuk empati, ketahanan mental, dan kemampuan komunikasi kami sebagai calon pemimpin masa depan,โ katanya. Penulis : Tim Penulis Posko KKN 133 Desa Gelang
Unggulan dan kekayaan desa
Pariwisata
Foto : Pemandangan Gunung Gambir #ayokegugam
Pakaian
Baju Sakera merupakan pakaian tradisional Madura. Baju Sakera terdiri dari baju serta celana hitam longgar dengan kaos garis-garis merah putih atau merah hitam. Selain itu ada lagi pelengkapnya, yaitu tutup kepala, kain sarung, dan ikat pinggang. Pakaian ini biasa dipakai oleh para laki-laki untuk busana sehari-hari maupun resmi.
Pakaian
Celurit adalah senjata tradisional berbentuk melengkung seperti bulan sabit, yang sangat identik dengan budaya masyarakat Madura. Meskipun sering disebut sebagai senjata, celurit juga merupakan alat pertanian yang digunakan untuk memotong rumput, padi, dan ranting. Selain itu, celurit juga memiliki makna simbolis dalam budaya Madura, melambangkan keberanian, semangat juang, dan kejantanan.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Rencana tahunan pemerintah desa yang memuat program dan kegiatan sesuai RPJM Desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu