80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Foto oleh : Tim Dokumentasi dan Publikasi POSKO KKN 133 Desa Gelang.
BANSOS, 28 Juli 2025 – Suasana Balai Desa Gelang tampak lebih ramai dari biasanya. Sejak pagi buta, ratusan warga dari berbagai dusun di Kecamatan Sumberbaru memadati lokasi dengan harapan membawa pulang 20 kg beras bantuan dari pemerintah. Di antara kerumunan, tampak para mahasiswa KKN Posko 133 dengan rompi kebanggaan khasnya, sigap membantu jalannya proses penyaluran bantuan sosial (bansos).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Bantuan Pangan dari Pemerintah (BPDP) yang disalurkan melalui Perum BULOG, menyasar masyarakat miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Di Desa Gelang sendiri, sebanyak 1.538 kepala keluarga tercatat sebagai penerima manfaat. Penyaluran dilakukan selama lima hari berturut-turut, dibagi per dusun demi menjaga ketertiban.
Tidak hanya BULOG dan perangkat desa, penyaluran bansos ini juga menggandeng pendamping PKH serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas se-Jember yang ditempatkan di Posko 133 Desa Gelang. Mereka terlibat dalam berbagai peran: dari pengecekan data, verifikasi dokumen, pendataan manual, hingga membantu warga lansia yang kesulitan mengantre.
“Kami dilibatkan sejak awal dalam proses verifikasi. Ini pengalaman langsung yang sangat membuka mata kami tentang pentingnya pelayanan publik yang adil dan sabar,” ujar Muhammad Mufid, koordinator kegiatan bantuan sosial.
Agar bantuan tepat sasaran, proses verifikasi diberlakukan secara ketat. Penerima wajib hadir dengan membawa KTP asli. Jika tidak bisa hadir, keluarga yang mewakili harus membawa fotokopi KTP dan KK. Untuk penerima yang telah meninggal dunia atau pindah domisili, diperlukan surat keterangan resmi.
Namun, tak semua berjalan mulus. Sejumlah warga datang tanpa undangan atau KTP, dan akhirnya ditolak menerima bantuan. Beberapa di antaranya sempat meluapkan emosi karena kecewa. Salah satu insiden terjadi ketika seorang warga menggebrak meja karena tidak dapat diverifikasi. Alya Talenta, mahasiswa Universitas Jember yang bertugas di bagian verifikasi normal, mengungkapkan:
“Kami berusaha sabar menjelaskan prosedur. Kami juga arahkan warga untuk berkonsultasi ke perangkat desa agar bisa difasilitasi di gelombang berikutnya, "ulasnya.
Menjelang siang, suasana mulai padat. Antrean mengular di titik verifikasi foto. Beberapa warga tak sabar dan mencoba menerobos antrean. Mahasiswa yang bertugas di area itu, Vijey Shaabill, sempat kewalahan.
“Pagi masih terkendali. Tapi makin siang, warga makin berdatangan. Untungnya, tim BULOG menambah lima meja verifikasi, sehingga antrean bisa terurai,”katanya.
Dengan koordinasi cepat dan kerja tim yang solid antara mahasiswa, perangkat desa, dan petugas lapangan, situasi berhasil dikendalikan tanpa konflik.
Foto oleh : Tim Dokumentasi dan Publikasi POSKO KKN 133 Desa Gelang.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan keluarga prasejahtera. Program ini juga menjadi ajang pembelajaran sosial yang sangat berharga bagi para mahasiswa.
“Program ini bukan sekadar menyalurkan bantuan. Tapi juga membentuk empati, ketahanan mental, dan kemampuan komunikasi kami sebagai calon pemimpin masa depan,” katanya.
Penulis : Tim Penulis Posko KKN 133 Desa Gelang