80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Pakusari, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68181
Batas wilayah administratif Desa Subo
-
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Kamis, 21 Agustus 2025 โ LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) PTN/PTS yang tergabung dalam KKN Kolaborasi menarik sejumlah mahasiswa dari Desa Subo, Pakusari. Terhitung 35 hari sejak 17 Juli 2025, mahasiswa KKN Kolaborasi 173 mengabdi dan mencari ilmu secara terjun langsung kepada masyarakat di Desa Subo. Penarikan mahasiswa KKN Kolaborasi 173 di Desa Subo diselenggarakan secara semi-formal. Acara dibuka dengan pembukaan dan doa pembuka, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan salah satunya sambutan dari Kepala Desa Subo, Ibu Fitriyatun Navilah. Dalam sambutannya Ibu Fitri berpesan โTerima kasih untuk teman-teman KKN Kolaborasi yang selama 35 hari sudah membantu di Desa Subo. Harapannya apapun yang didapat di Desa Subo dapat diambil positifnya dan dibuang negatifnyaโ. Ibu Fitri juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama di desa mahasiswa KKN mendapati kejadian maupun perkataan yang kurang berkenan. Ibu Fitri juga menambahkan semoga kedepannya kekeluargaan yang terjalin akan tetap terhubung. Setelah sambutan, dilanjutkan dengan pembacaan berita acara penarikan Mahasiswa KKN Kolaborasi oleh LP2M PTN/PTS yang tergabung dalam KKN Kolaborasi. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kesan pesan selama KKN berlangsung dan selama di Desa Subo oleh anggota kelompok KKN yang diwakili oleh Safira dan Hernando. Acara inti penarikan Mahasiswa KKN Kolaborasi 173 dari Desa Subo secara simbolis disimbolkan dengan penyerahan cindera mata dan pemotongan tumpeng oleh Ibu Kepala Desa Subo yang diberikan kepada Dosen Pembimbing Lapang KKN Kolaborasi 173, Bapak Syaifur Rahman, S.Pd., M.Pd. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa penutup dan penutup acara. Kegiatan ini diharapkan tidak sebatas menjadi akhir dari serangkaian kegiatan KKN Kolaborasi, namun menjadi langkah awal untuk menyongsong masa depan yang jauh lebih baik lagi. Begitu juga dengan hubungan silaturahmi, harapannya untuk kedepannya hubungan tali silaturahmi baik dari mahasiswa KKN dengan kepala desa, perangkat desa maupun masyarakat desa tetap terjalin dengan baik.
Mahasiswa KKN Kolaborasi 173 menyelenggarakan program kerja Eco-Boost (Ekonomi Produktif Otomatis Sehat) untuk mendukung ketahanan pangan di Desa Subo, Pakusari, Jember. Program ini diselenggarakan pada tanggal 8 Agustus 2025 di Kantor Desa Subo dengan dihadiri oleh ibu-ibu kader desa. Kegiatan ini juga mengundang narasumber yaitu Bapak Ir. Syamsul Arifin, S.T., M.T. yang memiliki pengalaman terkait dengan pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif.ย Program ini berkonsep sosialisasi dan pelatihan atau kegiatan turun langsung ke lapangan. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi atau sharing tentang pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif yang disampaikan oleh narasumber. Setelah sesi sosialisasi selesai, dilanjutkan dengan sesi pelatihan dengan turun langsung ke lahan yang telah disiapkan. Lahan kosong yang akan diubah menjadi lahan produktif membutuhkan tahapan-tahapan sebelum siap untuk ditanami tumbuhan. Tahapan pertama yaitu tanah harus diratakan, kemudian pada layer pertama diberi sampah organik seperti sampah daun, sedangkan layer kedua berisikan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang kemudian diberi pupuk EM4 sebagai pengurai bakteri agar tanah lebih cepat untuk siap ditanami. Lahan yang sudah disiapkan dibiarkan selama satu minggu sebelum ditanami. Selain itu, pada program ini juga berfokus pada pembuatan media tanam semi hidroponik dari galon dan botol bekas. Semi hidroponik yang dimaksud adalah penggunaan air dan tanah sebagai media tanamnya. Galon dan botol bekas dipotong dan dibagi menjadi dua bagian, kemudian bagian bawah akan diisi dengan air sedangkan bagian atas diposisikan terbalik dan diisi dengan tanah. Pada ujung galon atau botol diberi kain sebagai penyerap air agar baik ke tanah yang berada di atas. โMetode ini sangat cocok untuk diterapkan di lahan kosong yang ada di rumah, meskipun lahan terbatas kita tetap bisa bebas untuk berkebun dan menanam tumbuhanโ ucap Nando salah satu anggota mahasiswa KKN Kolaborasi 173. Program Eco-Boost disambut dengan sangat baik oleh ibu-ibu kader di Desa Subo. Kader desa Subo berharap bahwa program ini dapat berjalan lancar dan sesuai rencana sehingga dapat menghasilkan produk dari tanaman yang dapat diolah sendiri ataupun diperjual belikan sebagai salah satu usaha untuk mengurangi pengeluaran atau menambah pemasukan.
Rabu, 23 Juli 2025 โ Tidak semua anak di Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, memilih untuk melanjutkan pendidikan formal di sekolah. Fenomena anak tidak sekolah (ATS) di desa ini ternyata lebih banyak disebabkan oleh kurangnya semangat dan motivasi belajar daripada masalah ekonomi semata. Namun, berdasarkan data pemerintah dan pengakuan warga masyarakat, beberapa anak semula yang tercatat putus sekolah sebenarnya telah melanjutkan pendidikan hingga lulus. Apalagi sebagian dari mereka sudah bekerja dan ada yang sudah menikah, yang menunjukkan dinamika situasi pendidikan dan kehidupan yang lebih kompleks di masyarakat. Berdasarkan pendataan terbaru, terdapat sekitar 47 anak dari berbagai jenjang pendidikan yang tidak bersekolah di empat dusun Desa Subo, yaitu Dusun Sanggar, Dusun Kaliwinging, Dusun Karang Sadang, dan Dusun Gudang Duren. Anak-anak ini termasuk dalam beberapa kategori: mereka yang putus sekolah (drop out), yang telah lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan, yang putus sekolah tetapi memilih melanjutkan pendidikan di pesantren (mondok), serta yang sama sekali tidak pernah bersekolah. Untuk mendapatkan data yang akurat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 173 melakukan rekonfirmasi secara langsung dengan mendatangi rumah-rumah anak yang tercatat tidak bersekolah. Pendataan dilakukan dengan metode โdoor to doorโ yaitu mahasiswa mengunjungi rumah anak-anak yang tercatat tidak bersekolah, didampingi oleh orang tua dan RT setempat. Melalui wawancara dan observasi langsung, siswa mencocokkan data yang ada di Dinas Pendidikan (DISPENDIK) dengan kondisi nyata di lapangan. Dari hasil kunjungan ini, selain menguatkan bahwa faktor ekonomi menjadi kendala bagi beberapa keluarga, terungkap pula bahwa kurangnya motivasi dan keinginan belajar menjadi penyebab utama anak berhenti atau tidak melanjutkan sekolah. Namun, data rekonsiliasi juga menunjukkan bahwa sebagian anak yang awalnya tercatat putus sekolah ternyata sudah melanjutkan pendidikannya hingga lulus. Beberapa dari mereka bahkan telah memasuki dunia kerja atau membangun keluarga dengan menikah. Hal ini mengindikasikan perlunya pendekatan yang lebih mendalam dalam memahami status pendidikan dan kehidupan anak-anak di Desa Subo. Data yang telah diperbarui ini kemudian diunggah ke dalam sistem myDispendik Jember sebagai bahan evaluasi dan dasar pengambilan kebijakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember serta Dinas Pendidikan. Sinergi antara pemerintah, Dinas Pendidikan, dan mahasiswa KKN ini diharapkan mampu menghadirkan solusi yang tepat sasaran untuk mengatasi masalah anak tidak sekolah di Desa Subo. Langkah ini menjadi usaha penting untuk memastikan agar setiap anak memperoleh kesempatan pendidikan yang memadai, serta meningkatkan kesadaran dan motivasi belajar di masyarakat sekitar.
Jember, 18 Juli 2025 โ Kabupaten Jember resmi menerjunkan 12 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 173 Tahun Akademik 2024/2025 yang berasal dari 3 Universitas ke Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember pada Kamis, 17 Juli 2025. Universitas yang berkontribusi dalam Kelompok KKN-Kolaboratif 173 meliputi Universitas Jember (UNEJ), Universitas Islam Jember (UIJ) dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJ). Serangkaian kegiatan penerjunan mahasiswa KKN Kolaboratif dilakukan selama 2 hari yaitu hari Kamis, 17 Juli 2025 hingga Jumโat, 18 Juli 2025. Kegiatan ini dimulai dengan acara Penerjunan Mahasiswa KKN-Kolaboratif 2025 oleh Pemerintah Kabupaten Jember pada hari Kamis, 17 Juli 2025 yang dilakukan di alun-alun Kabupaten Jember. Kegiatan ini dibuka dan diresmikan langsung oleh Bupati Kabupaten Jember yaitu Bapak H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. Penerjunan Mahasiswa KKN-Kolaboratif dimulai dengan registrasi peserta, pembagian konsumsi, persiapan apel penerjunan, pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan dari beberapa pihak kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Bupati Kabupaten Jember sekaligus meresmikan penerjunan mahasiswa KKN-Kolaboratif secara simbolis dengan pelepasan balon serta merpati kemudian dilanjutkan dengan acara penutup. Bapak H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN-Kolaboratif TA 2024/2025 mengusung tema โKKN Kolaboratif Berdampak Dalam Mewujudkan Desa/Kelurahan Cerdas, Inklusif dan Tangguh (CINTA)โ. CINTA dalam hal ini merujuk pada โCโ yaitu desa/kelurahan cerdas dalam manajemen data (Kependudukan, Pendidikan, dan Kemiskinan Ekstrim), โINโ yaitu desa/kelurahan inklusi kesehatan dan bebas stunting, dan โTAโ yaitu desa/kelurahan tangguh dalam ekonomi dan ketahanan pangan. Serangkaian kegiatan penerjunan mahasiswa KKN-Kolaboratif 173 dilanjutkan dengan serah terima di tingkat Kecamatan oleh Camat Kecamatan Pakusari pada hari yang sama. Kegiatan ini diwakili oleh 2 orang oleh masing-masing kelompok KKN-Kolaboratif di Kecamatan Pakusari. Kegiatan penerjunan mahasiswa KKN-Kolaboratif 173 yang terakhir dilakukan di tingkat desa. Kegiatan serah-terima mahasiswa KKN-Kolaboratif 173 di Desa Subo Kecamatan Pakusari diselenggarakan pada hari Jumโat, 18 Juli 2025 yang bertempat di balai desa Subo. Kegiatan ini dilakukan secara semi-formal dengan susunan acara yaitu pembukaan, pembacaan doa, sambutan, penyerahan surat pemberitahuan penerjunan mahasiswa KKN-Kolaboratif 173 kemudian dilanjutkan dengan doa dan penutup. Dosen Pembimbing Lapang KKN-Kolaboratif 173 Bapak Syaifur Rohman, M.Pd. dalam sambutannya mengatakan โSaya titip anak-anak saya, apabila berbuat suatu kesalahan mohon ditegur dan diingatkan, dan juga untuk anak-anak lakukan program kerja yang telah disusun sebaik mungkin dan semoga bermanfaat bagi Desa Suboโ. Penerjunan mahasiswa KKN-Kolaboratif 173 di Desa Subo disambut sangat baik dan terbuka oleh desa. Kepala Desa Subo, Ibu Fitriyatun Navilah memberikan pesan kepada mahasiswa agar dapat beradaptasi dengan lingkungan dan kehadiran mahasiswa KKN-Kolaboratif 173 semoga bermanfaat bagi masyarakat dan bagi Desa Subo.
Kamis, 24 Juli 2025 โ Mahasiswa KKN Kolaboratif 173 bersama jajaran perangkat desa Subo, Pakusari melakukan diskusi bersama terkait data adminduk dan poster infografis di Balai Desa Subo pada hari Kamis, 24 Juli 2025. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memastikan bahwa setiap warga Desa Subo memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan valid sehingga warga akan lebih mudah dalam mengakses pelayanan administratif dan pelayanan publik. Diskusi bersama yang dilakukan oleh pihak desa dengan mahasiswa KKN diselenggarakan secara non-formal. Kegiatan ini diawali dengan pemaparan beberapa persyaratan dan inovasi layanan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang disampaikan oleh mahasiswa KKN. Dalam pemaparan tersebut, disampaikan bahwa setiap desa dapat menyediakan beberapa layanan seperti pelayanan KTP Elektronik dan KTP Digital, pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA), pelayanan KK, pelayanan Surat Keterangan Pindah Bagi Warga Negara Indonesia (SKPWNI), pelayanan pencatatan sipil, dan inovasi pelayanan yang lain. Setelah dilakukan pemaparan tersebut, dilanjutkan dengan diskusi dengan perangkat desa subo terkait pelayanan tersebut. Bendahara desa Bapak Muhammad Ali Fajri menyampaikan โUntuk Desa Subo, sejauh ini sudah bisa melayani beberapa pelayanan tersebut, tapi yang paling sering diajukan oleh warga adalah pelayanan KTP, KK dan pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA)โ. โDesa Subo sendiri juga sudah dapat melakukan secara online karena pihak desa sudah bekerja sama dengan dispendukcapilโ tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa pada seharusnya warga desa subo sudah memiliki data administratif yang lengkap karena proses pengajuan data administratif sudah lebih mudah. Pemdes Subo dan Mahasiswa KKN Kolaboratif 173 juga melakukan pendataan terkait kependudukan di Desa Subo. Desa Subo memiliki luas wilayah sebesar 3.200 Ha dengan terdiri dari 4 dusun yaitu Dusun Karang Sadang, Sanggar, Gudang Duren, dan Kaliwining dengan total RW sebanyak 9 dan jumlah RT sebanyak 26. Desa Subo memiliki jumlah penduduk sebanyak 3.503 jiwa yang tercantum dalam 1.360 KK. Pada tahun 2024, angka kelahiran di Desa Subo sejumlah 43 jiwa. ย Dalam sesi ini, setiap kepala dusun di Desa Subo memaparkan infografis dari desa masing-masing. โUntuk Dusun Karang Sadang sendiri, jumlah kartu keluarga yang tercatat sebanyak 272 KK dengan jumlah populasi laki-laki sebanyak 369 dan perempuan sebanyak 357 jiwaโ ucap Bapak Fandik selaku kepala dusun Karang Sadang. Pemaparan tersebut dilanjutkan oleh kepala dusun dari dusun yang lain hingga diperoleh jumlah data di atas. Kegiatan terakhir dari serangkaian kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan poster infografis kepada pemuda desa. Kegiatan pelatihan poster infografis ini diharapkan dapat memudahkan pihak desa dalam menyebarluaskan informasi terkait dengan Desa Subo dengan keterlibatan masyarakat khususnya pemuda desa dalam proses dan penyebarannya. Harapannya, luaran dari kegiatan ini dapat dijadikan sebagai media penyebaran informasi terkait tentang Desa Subo, Pakusari, Jember. ย
Mahasiswa KKN Kolaboratif 173 Jember pada tanggal 30 Juli 2025 membantu perangkat desa dan pemuda desa untuk mendistribusikan bantuan bahan pangan periode Juni-Juli kepada masyarakat Desa Subo, Pakusari, Jember. Bantuan bahan pangan yang disalurkan berupa beras sebesar 20 kg untuk setiap masyarakat yang layak mendapatkan bantuan dan telah melewati proses pendataan sebelumnya. Kegiatan penyaluran bantuan bahan pangan ini telah rutin diselenggarakan sesuai dengan arahan dari pemerintah daerah. Penyaluran bantuan bahan pangan di Desa Subo dilakukan sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB dengan bantuan dari beberapa pihak seperti tiga pilar desa (Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas), perangkat desa serta mahasiswa KKN yang bertugas di Desa Subo, Pakusari. Peran Mahasiswa KKN dalam hal ini adalah membantu dalam setiap proses dan tahapan penyaluran bantuan bahan pangan sejumlah kurang lebih 1.200 sak atau sekitar 2 ton beras. Pendistribusian bantuan bahan pangan dilakukan di kantor desa Subo dengan melalui beberapa tahapan. Masyarakat yang menerima undangan dari masing-masing RT dan RW diarahkan untuk menunggu dan secara bergilir akan melakukan registrasi awal. Registrasi awal dilakukan dengan mengecek nama dan NIK serta melakukan cross-check antara identitas penerima dengan identitas pengambil bantuan bahan pangan. Tahapan selanjutnya adalah verifikasi ulang terkait identitas penerima dan pengambil bantuan bahan pangan. Mahasiswa KKN-K membantu proses verifikasi dengan menggunakan alat bantu aplikasi Banpang Mobile. Verifikasi dimulai dengan memindai kode QR yang tertera pada masing-masing undangan penerima. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengecekan kembali identitas penerima dan pengambilan gambar KTP serta gambar penerima dengan KTP dan bantuan bahan pangan beras yang didapat. Pendistribusian bantuan bahan pangan ini diharapkan dapat membantu dan memenuhi kebutuhan harian serta paling tidak dapat mengurangi pengeluaran masyarakat desa Subo, Pakusari. Salah satu warga, Ibu Tum Hayati mengatakan โAlhamdulillah bantuan ini bisa digunakan untuk makan sehari-hari, hitung-hitung mengurangi pengeluaran. Selama ini saya juga sangat terbantu dengan bantuan iniโ. Masyarakat desa Subo juga mengharapkan bantuan ini akan terus berjalan dan lancar dalam proses pendistribusiannya.
Green Up (Going Recycle, Educated and Nurture: Uplifting Plants) merupakan tajuk dari kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Kolaborasi 173 Jember di SDN 03 Subo, Pakusari, Jember. Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari mulai hari Kamis โ Sabtu, 31 Juli โ 2 Agustus 2025. Kegiatan Green Up diikuti oleh siswa-siswi SDN 03 Subo Kelas 4, 5 dan 6. Kegiatan ini sangat disambut dengan antusias oleh pihak sekolah maupun oleh siswa-siswi SDN 03 Subo. โSaya sebagai kepala sekolah sangat merasa terhormat mahasiswa KKN Kolaborasi 173 2025 memilih SDN 03 Subo untuk tempat dan sasaran kegiatan Green-Upโ ucap Ibu Latifah, S.Pd. Pihak sekolah bersedia menyediakan tempat serta sarana dan prasarana untuk menunjang berjalannya kegiatan Green-Up. Selain itu, pihak sekolah juga bersedia meluangkan waktu selama 3 hari demi keberlangsungan kegiatan di SDN 03 Subo. Pada pertemuan pertama, siswa-siswi diarahkan untuk berkegiatan secara indoor atau di dalam ruangan. Kegiatan yang dimaksud adalah edukasi tentang sampah, khususnya jenis-jenis sampah dan bagaimana cara pengelolaannya. Kegiatan pada hari pertama ini juga bermaksud untuk membangun bounding antara mahasiswa KKN dengan siswa-siswi SDN 03 Subo melalui perkenalan dan pengantar singkat tujuan diadakannya kegiatan. Di sela-sela materi, diberikan ice breaking sebagai hiburan dan pemberian reward singkat bagi siswa dan siswi yang aktif selama kegiatan. Serangkaian kegiatan Green-Up dilanjutkan pada hari kedua dengan konsep pemilahan sampah. Pada hari Jumโat, 1 Agustus 2025 dilakukan kegiatan jalan sehat sekaligus mencari sampah yang ada di lingkungan sekitar. Seluruh peserta dibagi menjadi 2 kelompok dengan rute perjalanan yang berbeda untuk melakukan pencarian sampah organik berupa daun dan anorganik berupa sampah plastik dan botol plastik. Setelah sampah terkumpul, dilakukan pemilahan sampah menjadi dua jenis yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik yang terkumpul akan dikoordinasikan menjadi satu, sedangkan untuk sampah anorganik akan dicuci serta dikeringkan di bawah sinar matahari. Kegiatan pamungkas dari serangkaian kegiatan Green-Up adalah praktik pengelolaan sampah dan pemanfaatan tanaman. Pada hari Sabtu, 2 Agustus 2025, seluruh peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama melakukan pengelolaan sampah menjadi eco-brick. Eco-brick yang dibuat berbentuk tempat sampah. Seluruh siswa yang tergabung di kelompok satu bersama dengan mahasiswa KKN sangat antusias dalam pembuatan eco brick yang berasal dari botol bekas yang diisi dengan sampah-sampah plastik yang pada hari sebelumnya sudah dibersihkan dan dikeringkan. Kelompok kedua melakukan pengelolaan sampah dengan pembuatan biopori sebagai resapan air. Biopori yang telah dibuat diisi dengan sampah organik berupa dedaunan yang telah dikumpulkan di hari sebelumnya. Sedangkan kelompok tiga melakukan pengelolaan sampah dengan memanfaatkan botol bekas menjadi pot bunga dan pembuatan taman mini. Pada kelompok ini juga melakukan pemanfaatan tanaman berupa sayuran seperti sawi, cabe dan kenikir yang ditanam di pot bunga hasil pemanfaatan botol bekas. Pada pertemuan ini juga dilakukan closing dan penutup dari serangkaian kegiatan selama tiga hari. Penutup dilakukan dengan berfoto bersama dengan siswa-siswi dan pihak sekolah. Pihak sekolah berharap ilmu dan pengetahuan yang dibagikan oleh Mahasiswa KKN 173 semoga dapat bermanfaat bagi siswa-siswi SDN 03 Subo.
Selain tugas utama dari pemkab yakni melakukan pendataan verifikasi dan validasi data kesejahteraan terpadu sosial (DTKS), KKN Kelompok 174 SUBO memiliki proker lain yakni bubidaya rangrang (kroto). Kelompok 174 menggali informasi terkait UMKM dan potensi alam yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan ide bisnis, dengan pendampingan bapak didik selaku ketua kelompok tani di dusun Kaliwining desa Subo. Alasan kelompok kami mengangkat semut rangrang menjadi ide bisnis yakni karena semut rangrang sendiri jika tidak dimanfaatkan akan menjadi hama, tetapi jika kita manfaatkan (budidaya) akan menjadi profit yang menguntungkan.ย Bermodalkan botol bekas dan gelas mineral sebagai sarang serta rak bambu yang menjadi tatakan sarang, kelompok 174 menyiapkan terlebih dahulu tempat yang akan di tempati oleh rangrang. Dengan memanfaat potensi sumber daya alam sekitar yang menjadi ide bisnis kami yakni rangrang, kami juga menggandeng warga sekitar untuk mencari sarang rangrang di pohon-pohon sekitar desa untuk nantinya ditempatkan di sarang.ย Untuk budidaya rangrang sendiri bertempat di suatu bangunan kosong milik pak didik, yang nantinya dan seterusnya akan menjadi tempat budidaya rangrang. Sampai saat ini kami terus memantau perkembangan rangrang tersebut dan juga memberikan makan serta minum agar memastikan rangrang tersebut nyaman dan tidak kabur.ย Dengan modal yang terjangkau dan bisa memanfaatkan barang-barang sekitar, ide bisnis ini termasuk bisnis yang menggiurkan. Harapan kami untuk kedepannya, semoga budidaya rangrang yang di prakarsai oleh mahasiswa KKN Kolaboratif 174 ini nantinya bisa konsisten untuk mengembangkan budidaya rangrang ini sehingga nantinya bisa besar dan semoga ilmu yang sudah diberikan bisa bermanfaat untuk warga setempat serta bisa memajukan perekonimian warga di desa subo.
1 Muharam identik dengan perayaan keagamaan untuk memeriahkan hari baru umat Islam. Biasanya, perayaan kegiatan dimeriahkan dengan mengadakan kirab massal, pawai obor, sedekah bumi, sampai dengan lomba-lomba. Sama halnya dengan warga Dusun Kaliwining Desa Subo Kecamatan Pakusari yang merayakan tahun baru islam dengan berbagai kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat bagi warga sekitar. Ide kegiatan 1 Muharram di Dusun Kaliwining sendiri tak hanya datang dari warga sekitar, tetapi mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Kolaboratif kelompok 174 turut serta menyumbangkan ide dan tenaga dalam acara 1 Muharram. Bermula dari kegiatan pawai obor yang diadakan pada tanggal 12 Agustus 2022. Esoknya diadakan perlombaan bertema keagamaan. Lomba tersebut adalah lomba adzan, lomba tartil Al Quran dan lomba tahfidz. Puncak acara diselenggarakan pada tanggal 14 Agustus 2022. Serangkaian acara yang dijalankan tak hanya untuk memeriahkan tahun baru islam. Kemeriahan lain yang dijalankan oleh warga Dusun Kaliwining dan mahasiswa KKN adalah dengan mengadakan lomba menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kemeriahan tersebut tertuang dalam lomba-lomba, yaitu lomba balap karung dengan helm, lomba makan kerupuk, lomba himpit balon, dan lomba memasukkan paku ke dalam botol. Warga Dusun Kaliwining merasa senang dan terhibur, hal tersebut terpancar dari raut wajah mereka yang turut bergembira dan bersorak ramai mendukung warga yang lomba. Salah satu peserta lomba, Rama juga mengaku senang akan adanya acara lomba seperti ini. โSenang karena sebelumnya tidak ada,โ tutur Rama. Tak hanya itu, respon positif datang dari Ust. Mahmudi, warga Dusun Kaliwining yang merasa bersyukur dengan adanya mahasiswa KKN yang bisa membuat acara sedemikian rupa. โKami sangat berterima kasih dengan adanya mahasiswa KKN, acara ini sudah cukup meriah,โ jelas Mahmudi. Ia berharap, acara seperti ini dapat meningkatkan kedekatan warga Kaliwining. โYa, semoga warga bisa rukun dan keimananya tetap terjaga,โ pungkas Mahmudi.
Pemerintah desa belum mengunggah potensi desa ke dalam portal ini.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Rencana tahunan pemerintah desa yang memuat program dan kegiatan sesuai RPJM Desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu