80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Semboro, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68157
Batas wilayah administratif Desa Pondokdalem
Siap Memperjuangkan Hak Rakyat Untuk Mewujudkan Desa Pondokdalem Sukses Sebagai Desa Terbina
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Pondokdalem, Agustus 2025ย Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok K-117 yang ditempatkan di Desa Pondokdalem, Kecamatan Semboro, telah resmi menyelesaikan program kerja terakhir mereka dengan pembuatan dan pemasangan plakat identitas bagi seluruh Ketua RW di desa tersebut. Plakat ini dipasang di rumah Ketua RW dari RW 1 hingga RW 18 sebagai bentuk upaya mempermudah masyarakat dalam mengenali lokasi rumah pengurus lingkungan mereka. Kelompok KKN K-117 ini merupakan gabungan dari mahasiswa lima perguruan tinggi di Jember, yaitu Universitas Islam Jember (UIJ), Universitas Jember (UNEJ), Universitas Dr. Soebandi, Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ), dan Universitas Soerudji. Selama sekitar satu bulan pengabdian di Desa Pondokdalem, para mahasiswa telah melaksanakan berbagai program kerja yang menyentuh aspek edukasi, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Koordinator Desa (Kordes) KKN K-117, Zuh Rotul Lailiyah, menyampaikan bahwa pembuatan plakat ini merupakan bentuk respon terhadap permasalahan yang sering dikeluhkan warga. โBanyak warga yang merasa kesulitan saat ingin berkunjung ke rumah Ketua RW, terutama untuk keperluan administrasi, konsultasi lingkungan, atau sekadar bersilaturahmi. Kami melihat ini sebagai kebutuhan penting yang selama ini terabaikan. Maka dari itu, kami berinisiatif membuat plakat RW agar rumah Ketua RW mudah dikenali oleh semua lapisan masyarakat,โ ujar Zuh Rotul Lailiyah. Plakat tersebut dirancang secara sederhana namun informatif, menampilkan nomor RW dan nama lengkap Ketua RW yang bersangkutan. Pemasangan dilakukan langsung oleh mahasiswa di depan rumah masing-masing Ketua RW, dengan seizin dan dukungan dari para ketua RW setempat. Salah satu Ketua RW, Bapak Kacong, yang menjabat sebagai Ketua RW, mengapresiasi inisiatif tersebut dan menyebutnya sebagai program yang sangat membantu. โSaya sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa. Dengan adanya plakat ini, rumah RW jadi mudah dikenali. Tidak sedikit warga yang sebelumnya salah alamat atau bingung ketika ingin datang. Sekarang semuanya jadi lebih mudah,โ kata Pak Kacong. Sebelum program plakat ini, mahasiswa KKN K-117 juga telah menggelar berbagai kegiatan lain yang mendapat respon positif dari masyarakat. Mereka mengadakan pelatihan digital marketing untuk pelaku UMKM lokal, menggelar sosialisasi pencegahanann pernikahan dini, serta aktif dalam kegiatan kerja bakti bersama warga sebagai bentuk penguatan relasi sosial. Pemerintah Desa Pondokdalem melalui perangkat desa menyampaikan apresiasi atas dedikasi para mahasiswa. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang, sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pembangunan masyarakat desa. Dengan selesainya program pembuatan plakat RW ini, mahasiswa KKN K-117 menutup rangkaian pengabdiannya di Desa Pondokdalem. Mereka meninggalkan warisan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga relasi yang erat dengan masyarakat, serta semangat kebersamaan yang diharapkan dapat terus tumbuh di lingkungan desa. Pewarta : Zuh Rotul Lailiyah Editor : Amanda Rosita Uswatun H
Pondokdalem, Semboro โ Agustus 2025ย Desa Pondokdalem, Kecamatan Semboro, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita dan lansia. Melalui kegiatan rutin Posyandu yang tersebar di enam lokasi, yakni Posyandu Jeruk 57, Jeruk 58, Jeruk 59, Jeruk 60, Jeruk 61, dan Jeruk 62, masyarakat desa diberikan pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau dan menyeluruh. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ibu Heni Hamdiyah, selaku bidan Desa Pondokdalem, dengan dukungan penuh dari kader kesehatan setempat. Posyandu ini dilaksanakan secara rutin dan melibatkan partisipasi aktif warga, terutama para ibu dan lansia. Pelayanan untuk balita dimulai dari imunisasi, kemudian penimbangan berat badan, pengukuran lingkar lengan atas, lingkar kepala, dan tinggi badan. Seluruh data perkembangan balita dicatat secara teratur oleh kader dan petugas medis sebagai bagian dari pemantauan tumbuh kembang anak. Kegiatan di bulan Agustus ini menjadi lebih spesial karena disertai dengan pemberian vitamin A, yang merupakan program nasional untuk mencegah kekurangan vitamin A pada anak. Vitamin A warna biru diberikan kepada anak usia 1 tahun ke atas, sementara warna merah diberikan kepada anak usia 6 bulan hingga 11 bulan. Pelayanan Posyandu tidak hanya terbatas pada balita, tetapi juga mencakup ibu hamil, lansia, remaja, dan anak usia sekolah. Ibu hamil mendapat pemeriksaan rutin seperti pengecekan tekanan darah, pemantauan kehamilan, serta edukasi gizi dan persiapan persalinan. Lansia mendapatkan pemeriksaan dasar seperti tekanan darah dan konsultasi keluhan kesehatan ringan, serta diberikan penyuluhan mengenai pola hidup sehat di usia lanjut. Sementara itu, untuk remaja dan anak usia sekolah, Posyandu menjadi tempat edukasi mengenai kesehatan reproduksi, gizi seimbang, dan kebersihan diri. Menurut Bidan Heni Hamdiyah, kegiatan Posyandu ini sangat penting sebagai upaya pencegahan sejak dini terhadap berbagai masalah kesehatan di masyarakat. Ia juga menekankan bahwa partisipasi warga dalam kegiatan Posyandu bukan hanya membantu pemerintah dalam memantau kondisi kesehatan warganya, tetapi juga menunjukkan bahwa masyarakat mulai sadar pentingnya gaya hidup sehat. โMelalui Posyandu, kami bisa melakukan pemantauan kesehatan balita dan lansia secara berkelanjutan. Kegiatan ini bukan hanya untuk penimbangan atau imunisasi, tapi juga edukasi, konsultasi, dan pencegahan penyakit. Kami harap warga terus aktif datang ke Posyandu setiap bulan,โ ujar Ibu Heni. Pelaksanaan Posyandu di Desa Pondokdalem berlangsung dengan tertib dan lancar, berkat koordinasi antara petugas kesehatan, kader, dan dukungan dari Pemerintah Desa. Warga pun menunjukkan antusiasme tinggi dengan rutin datang ke masing-masing titik Posyandu sesuai jadwal. Kepala Desa Pondokdalem, Bapak Sumaryono , menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini, serta berharap kegiatan Posyandu bisa terus menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat desa yang sehat. โKami sangat mendukung kegiatan Posyandu di enam titik ini. Kesehatan adalah dasar dari pembangunan masyarakat. Dengan memantau tumbuh kembang anak sejak dini, menjaga kesehatan ibu hamil, serta merawat para lansia, kita sedang membangun generasi yang sehat dan produktif,โ ungkapnya. Dengan pelayanan yang lengkap, meliputi semua kelompok usia dari balita hingga lansia, Posyandu di Desa Pondokdalem diharapkan dapat menjadi contoh dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Ke depan, pemerintah desa bersama bidan dan kader kesehatan akan terus meningkatkan mutu pelayanan, memperluas edukasi, serta memastikan setiap warga mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan dasar yang layak. Pewarta : Zuh rotul Lailiyah Editor : Amanda Rosita Uswatun H
Pondokdalem, Semboro โ Agustus 2025 Suasana penuh haru dan kekeluargaan menyelimuti acara penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 117 yang berlangsung di Kantor Desa Pondokdalem, Kecamatan Semboro, pada akhir Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian pengabdian 10 mahasiswa KKN Kolaboratif yang telah menjalankan program kerja selama 35 Hari bersama masyarakat desa. Acara penarikan ini dihadiri oleh seluruh perangkat desa, dosen pembimbing lapangan (DPL), Koordinator Desa (Kordes), dan tokoh masyarakat setempat. Mahasiswa KKN yang hadir dengan seragam rapi disambut hangat oleh para perangkat desa, yang selama kegiatan berlangsung telah mendampingi dan bekerja sama secara aktif dalam pelaksanaan program kerja mahasiswa. Dalam sambutannya, Pak Rohman, salah satu perangkat Desa Pondokdalem, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh mahasiswa KKN atas kontribusi nyata yang telah diberikan. Ia menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa memberikan energi baru serta membawa manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. โKami merasa sangat terbantu dengan program-program yang telah dijalankan. Banyak hal positif yang diberikan kepada masyarakat, mulai dari pendampingan pendidikan, kegiatan kesehatan, hingga peningkatan kesadaran lingkungan. Semoga apa yang telah dilakukan menjadi amal baik dan pengalaman berharga bagi adik-adik mahasiswa,โ ujar Pak Rohman dengan nada penuh haru. Koordinator Desa (Kordes) dari kelompok KKN Kolaboratif 117 juga menyampaikan perasaan bangganya mewakili seluruh anggota tim. Ia mengatakan bahwa meskipun banyak tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program, semua itu terbayar dengan sambutan hangat, semangat gotong royong, dan kerja sama luar biasa dari masyarakat dan perangkat desa. โKami sangat bersyukur bisa menjalani KKN di Desa Pondokdalem. Masyarakatnya ramah, penuh kekeluargaan, dan sangat mendukung setiap kegiatan kami. Kami pulang membawa pengalaman, pelajaran, dan keluarga baru,โ ujar Kordes dalam sambutannya. Perwakilan mahasiswa lainnya turut menyampaikan kesan dan pesan selama menjalankan kegiatan di Desa Pondokdalem. Mereka mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga, terutama dalam memahami kehidupan masyarakat desa, belajar berkomunikasi secara langsung dengan warga, serta menjalankan program kerja berbasis kebutuhan masyarakat. Acara penarikan semakin mengharukan ketika ditayangkan video dokumentasi kegiatan KKN, yang menampilkan berbagai aktivitas mahasiswa bersama warga, mulai dari kegiatan edukatif, sosial, hingga hiburan yang menguatkan ikatan antara mahasiswa dan masyarakat. Tangis haru tak dapat dibendung oleh beberapa peserta yang telah merasa begitu dekat dan menyatu dengan warga Pondokdalem. Sebagai bentuk kenang-kenangan, mahasiswa menyerahkan cendera mata kepada pihak desa. Momen ini menjadi simbol kuatnya hubungan baik yang terjalin selama masa KKN, dan menjadi bukti bahwa pengabdian yang dilakukan telah membekas di hati masyarakat. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Pondokdalem atas sambutan hangat dan kerja sama yang baik selama mahasiswa melakukan KKN. Ia berharap, hubungan yang telah terjalin dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama lain yang mendukung pembangunan desa dan pengembangan masyarakat. Acara ditutup dengan foto bersama dan makan bersama secara sederhana, yang semakin menghangatkan suasana perpisahan. Meski kegiatan telah usai, kesan dan kedekatan yang terjalin selama masa KKN akan menjadi kenangan indah bagi mahasiswa dan seluruh masyarakat Desa Pondokdalem. Penarikan KKN Kolaboratif 117 ini bukan hanya menandai akhir dari sebuah program, tetapi juga menjadi bukti bahwa kerja sama antara dunia akademik dan masyarakat mampu menciptakan dampak positif yang nyata. Para mahasiswa meninggalkan Desa Pondokdalem dengan membawa pengalaman hidup, pembelajaran sosial, dan keluarga baru yang tak terlupakan. Pewarta : Zuh rotul Lailiyahย Editor : Amanda Rosita Uswatun H
Jember, 7 Agustus 2025 โ Mahasiswa KKN Kolaboratif 117 telah melaksanakan program kerja yang membuka peluang untuk UMKM lokal Desa Pondokdalem, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember agar lebih dikenal oleh khalayak umum. Program tersebut dilakukan dengan menggali potensi UMKM lokal yang dapat dikenalkan lebih luas dan dirasa mampu untuk bersaing di pasar nasional ataupun lebih. Terdapat 2 UMKM yang ditekuni untuk diperkenalkan, yakni usaha olahan makanan Tape dan kerajinan tangan Tempeh. Menurut Ibu Halima selaku pengusaha olahan Tape โDisini terdapat banyak pengusaha Tape yang menjadi ikon Desa Pondokdalem. Dengan pasar yang sudah mencapai luar kota maupun yang bersaing di pasar lingkup kecamatanโ yang menandakan UMKM ini bisa dikembangkan lagi teknik pemasarannya. Sedangkan UMKM Tempeh di Desa Pondokdalem, lokasinya tidak berjauhan antara satu dengan yang lainnya, sehingga dapat dikatakan pengusaha Tempeh terhimpun dalam satu kawasan yang sama. Dari analisis kedua UMKM tersebut, kelompok KKN Kolaboratif 117 memberikan ide mengenai strategi pemasarannya, yaitu aspek โPlaceโ atau tempat. Mengingat dalam kedua UMKM tersebut memang sudah ada pelanggannya tersendiri, produk yang terus dikembangkan dengan harga sesuai bahan baku serta biaya akumulasi lainnya, maka pemilihan aspek tempat adalah hal yang tepat dilakukan. Dibuktikan dengan tidak adanya penanda mengenai lokasi UMKM secara langsung maupun digital. Implementasi dari pengembangan โPlaceโ yakni pembuatan banner, yang berisikan foto produk Tape dan Tempeh, lokasi yang sesuai dengan tempat usaha berdiri, dan kontak yang dapat dihubungi. Banner tersebut dipasang di depan rumah pemilik usaha Tape dan di ujung jalan sebelum memasuki kawasan pengrajin Tempeh. Harapannya, pemasangan penanda tersebut bisa memberitahukan kepada orang yang melintas bahwa terdapat UMKM lokal yang bisa dikunjungi untuk dibeli produknya untuk membantu pengusaha lokal dan menyebarkan lebih luas lagi UMKM yang bisa menjadi ikon desa. Selain itu, dengan melihat perkembangan teknologi yang sudah sangat pesat saat ini, kelompok KKN Kolaboratif 117 juga membantu dalam pembuatan lokasi di Google Maps sehingga bisa diakses online. Pembuatan lokasi tersebut disesuaikan dengan produk yang dibuat dan diberi keterangan pada displaynya yang menunjukkan asal desa yakni Pondokdalem. Lokasi di Google Maps tersebut dapat ditemukan tanpa harus datang langsung ke tempat usaha, yang memudahkan apabila ada calon konsumen dari luar kota ataupun luar desa Pondokdalem sedang mencari 2 produk UMKM tersebut yaitu Tape dan Tempeh. Kemudahan dalam penemuan titik lokasi UMKM diharapkan dapat meningkatkan engangement dan insight dari UMKM Desa Pondokdalem sehingga produknya bisa memiliki banyak peminat untuk dikonsumsi atau digunakan secara pribadi maupun akan di-distribusikan lagi. Pewarta : Sakinah Cinta Ayu N. Editor : Amanda Rosita Uswatun H. ย
Jember, 17 Agustus 2025 - Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 menjadi momentum spesial bagi kelompok mahasiswa KKN Kolaboratif 117 yang sedang mengabdi di Desa Pondokdalem. Dengan semangat nasionalisme dan semangat gotong royong, mereka menginisiasi dan menyelenggarakan rangkaian perlombaan 17 Agustus yang terbuka untuk seluruh warga desa, mulai dari anak-anak hingga lansia. Kegiatan lomba berlangsung selama tiga hari berturut-turut, sejak tanggal 14 hingga 16 Agustus 2025. Selama tiga hari itu, suasana desa berubah menjadi lebih meriah, dipenuhi semangat kebersamaan dan antusiasme warga yang tinggi. Lima jenis perlombaan dipilih oleh mahasiswa KKN sebagai bentuk hiburan sekaligus ajang mempererat hubungan sosial antarwarga. Perlombaan yang digelar adalah estafet tepung, tebak peraga bisu, kerucut air, bola kardus, dan voli balon air.Seluruhnya dirancang untuk dapat diikuti berbagai usia dan latar belakang. Hari pertama kegiatan dimulai dengan pembukaan lomba yang digelar secara sederhana namun penuh semangat. Tanpa panggung megah, para mahasiswa berdiri di lapangan terbuka bersama warga, menyampaikan maksud kegiatan dan mengajak seluruh peserta untuk bermain dengan menjunjung sportivitas dan kegembiraan. Respons yang diberikan masyarakat sangat positif, terlihat dari antusiasme mereka saat mendaftarkan diri sebagai peserta lomba. โKami ingin menciptakan momen di mana semua warga desa bisa berkumpul dan bergembira bersama, tanpa sekat usia. Lomba-lomba ini memang kami rancang agar menyenangkan tapi tetap bisa mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan,โ ujar salah satu mahasiswa anggota KKN Kolaboratif 117. Persiapan lomba dilakukan oleh seluruh anggota KKN dengan kerja sama penuh. Mereka membagi peran dalam merancang konsep, mempersiapkan perlengkapan lomba, menyusun jadwal, hingga menjadi panitia pelaksana di lapangan. Meskipun harus bekerja dari pagi hingga malam, seluruh mahasiswa merasa senang karena kegiatan ini memberi dampak positif, tidak hanya bagi warga desa tapi juga bagi diri mereka sebagai individu yang sedang belajar berkontribusi langsung di tengah masyarakat. Selama pelaksanaan lomba, tawa dan sorak sorai terdengar riuh dari sudut-sudut desa. Anak-anak berlari dengan wajah berbedak tepung, para ibu tertawa bersama saat kesulitan menebak peraga dalam lomba tebak bisu, dan juga menjaga keseimbangan dalam permainan kerucut air. Semua larut dalam euforia kemerdekaan yang membumi dan bersahaja. Menurut mahasiswa KKN Kolaboratif 117, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tapi juga menjadi bagian dari upaya mereka untuk membawa semangat kemerdekaan ke tengah-tengah masyarakat secara inklusif. Tidak semua warga dapat pergi ke pusat kota untuk menyaksikan perayaan besar, namun dengan menghadirkan kegiatan sederhana yang menyenangkan di desa, mereka berharap semua lapisan masyarakat tetap bisa merasakan semangat yang sama. Di hari terakhir perlombaan, para pemenang dari setiap kategori diberikan hadiah sederhana yang telah disiapkan oleh mahasiswa. Namun, bagi warga, kebahagiaan tidak terletak pada hadiah, melainkan pada kesempatan untuk berkumpul, bersenang-senang, dan mengenang perjuangan bangsa dengan cara yang membumi. โIni akan jadi kenangan yang sulit dilupakan. Kami merasa lebih dekat dengan warga, dan lebih mengerti bagaimana rasanya menjadi bagian dari masyarakat. Kami belajar bukan hanya dari kuliah atau teori, tapi langsung dari pengalaman nyata seperti ini,โ tambah salah satu mahasiswa KKN Kolaboratif 117. Melalui kegiatan ini, KKN Kolaboratif 117 tidak hanya menjalankan pengabdian sebagai bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga membuktikan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dengan cara-cara sederhana yang menyentuh dan membahagiakan banyak orang. Pewarta : Mahasiswa KKN Kolaboratif 117 Editor : Amanda Rosita Uswatun H
ย Jember, 1 Agustus 2025 โ Mahasiswa KKN Kolaboratif posko 117 Desa Pondokdalem, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, melaksanakan program sosial berupa sosialisasi pencegahan pernikahan dini di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Manar. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari kelas 4-6 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 1-3 Madrasah Tsanawiyah (MTS), dan Madrasah Aliyah (MA). Program tersebut memuat tujuan yang nantinya diharapkan dapat memberikan pencerahan dan menambah wawasan bagi generasi penerus bangsa agar lebih bijak dalam mengambil keputusan mengenai pernikahan. Adapun materi yang dipaparkan seperti pengertian pernikahan dini, kenapa pernikahan dini terjadi, statistik pernikahan dini di kota Jember, dampak dari pernikahan dini, manfaat menunda pernikahan, apa yang harus dilakukan, dan siapa saja yang bisa membantu anak dibawah umur untuk mencegah pernikahan dini. Respon dari siswa Al-Manar menunjukkan rasa keingintahuan, dibuktikan dengan lontaran pertanyaan seperti โMana yang lebih penting antara pekerjaan dan pendidikan?โ dan kemudian dijawab oleh mahasiswa pemateri yakni Maisie โUntuk hal tersebut, tergantung bagaimana kalian yang menjalankannya. Apabila sudah memiliki pekerjaan yang nyaman, kembali lagi kepada kalian apakah dirasa perlu untuk melanjutkan pendidikan. Jika kalian memilih pendidikan dan orangtua mendukung, itu bagus. Selain pilihan tersebut, kalian juga bisa melanjutkan pendidikan terutama kuliah sambil bekerja, karena saat ini sudah banyak kampus yang bisa secara khusus menerima mahasiswa yang ingin berkuliah sekaligus bekerjaโ. Sosialisasi berjalan dengan adanya timbal balik dari para siswa, seperti me-resume materi, bertanya apabila bingung, dan bisa memberikan jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan pemateri maupun master of ceremony (MC). Seperti salah satu pertanyaan oleh MC โKenapa pernikahan dini itu bisa terjadi?โ dan dijawab oleh salah satu siswa dengan tepat yaitu โPernikahan dini terjadi karena beberapa faktor, seperti masalah ekonomi, adat, pendidikan yang kurang, pengaruh lingkungan, dan hamil diluar nikahโ. Kemudian, para siswa yang aktif di dalam forum mendapatkan reward sebagai bentuk apresiasi. Di penghujung acara, mahasiswa KKN Kolaboratif 117 memberikan kenang-kenangan berupa pohon harapan. Pohon tersebut diisi dengan banyak harapan dari para siswa Al-Manar, mulai dari cita-cita, proyeksi ke-depan, dan angan yang semoga di kemudian hari bisa tercapai. Tindak lanjut dari sosialisasi, mahasiswa kembali mengunjungi YPI Al-Manar pada Selasa, 4 Agustus 2025 untuk mem-follow-up materi yang disampaikan. Ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan kepada para siswa yang mengikuti sosialisasi, yakni โBagaimana hasil dari materi yang dipaparkan pada saat sosialisasi dan apakah ada pandangan mengenai kedepannya?โ dan beragam jawaban mereka mengindikasikan tujuan yang sama, seperti: โSetelah adanya sosialisasi saya mau fokus ke pendidikan dan harapannya lanjut sekolahโ ujar Melki siswi kelas 8 MTS YPI Al-Manar. โDengan sosialisasi kemarin saya menjadi lebih semangat belajar dan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, karena saya memiliki cita-cita menjadi guruโ ujar Zahra siswi kelas 8 MTS YPI Al-Manar. โKemarin saya mencatat materi, sehingga paham konsekuensi pernikahan dini, kenapa kita tidak diperbolehkan menikah dini karena dibawah umur. Untuk kedepannya akan focus ke jenjang Pendidikan kalua bisa sampai kuliah, setelah itu bekerja, baru memikirkan pernikahan.โ Ucap Revan, siswa kelas 7 MTS YPI Al-Manar. Selain banyaknya harapan dari siswa YPI Al-Manar, adapun secercah harapan yang disampaikan Bapak Kepala Sekolah MTS Al-Manar, Imam Syafrudin โKami berharap sosialisasi bisa mengurangi pernikahan dini, karena permasalahan siswa sekarang masih banyak yang di dukung oleh orang tuanya untuk menikah dini karena kepercayaan akan mitos. Selain itu, diharapkan juga nantinya orang tua siswa lebih memahami dan meninggalkan pikiran untuk menikahkan anaknya terlalu diniโ. Dijelaskan juga oleh guru disana bahwa โSekolah sudah mengupayakan mencegah pernikahan dini yang berkemungkinan terjadi pada siswa kami, karena ada beberapa kasus siswa tidak mau sekolah lagi karena akan fokus ke hubungan tunangan hingga pernikahan dengan adanya dorongan dari orang tuanyaโ Ibu Yayuk Indah Juana. Serangkaian program kerja tersebut secara perlahan dirasakan manfaatnya tidak haya bagi siswa saja, tetapi juga untuk pengajar yang ada. Dengan adanya sosialisasi pencegahan pernikahan dini, besar harapannya untuk bisa memberikan pemahaman yang komprehensif sehingga nantinya bisa mengurangi angka statistic pernikahan dini di Desa Pondokdalem. Pewarta: Sakinah Cinta Ayu N Editor: Amanda Rosita Uswatun H ย
Potrait : Pengusaha Tape Arumanis Pondokdalem, Halimah, saat diwawancarai mengenai proses pembuatan tape UMKM, SEMBORO โ Di balik aroma manis dan rasa legit dari tape singkong, terdapat cerita perjuangan dan ketekunan seorang ibu rumah tangga di Desa Pondokdalem, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Pada Senin, 21 Juli 2025, Mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 117 melakukan kunjungan dan analisis terhadap rumah produksi tape milik Ibu Halima, yang juga menjabat sebagai Ketua RT 16 desa setempat. Tape Arumanis, yang telah berdiri sejak 2015, merupakan usaha keluarga yang diwariskan turun-temurun. Dikelola sepenuhnya oleh Ibu Halima selama satu dekade terakhir, usaha ini sempat menghadapi masa sulit, terutama pada puncak pandemi COVID-19 pada tahun 2020โ2021. Meskipun demikian, Ibu Halima terus bertahan dengan semangat. โUsaha ini mulanya milik orang tua saya, lalu saya lanjutkan. Waktu pandemi sempat menurun, tapi alhamdulillah sekarang mulai stabil kembali,โ ujar Ibu Halima saat diwawancarai di kediamannya. Proses produksi dimulai dengan pemilihan bahan baku terbaik, yaitu singkong yang dipasok oleh petani lokal Semboro hingga 100 kg per produksi. Dibantu dua pekerja, Ibu Halima menjalankan serangkaian proses mulai dari pengupasan, perebusan, penirisan, pemberian ragi, hingga fermentasi beberapa hari. Menariknya, Tape Arumanis tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga lebih aman dikonsumsi. Namun, masa simpannya terbatas hanya lima hari setelah fermentasi selesai. Untuk distribusi luar kota, tape dikemas dalam besek bambu berlapis daun pisang, sementara untuk pasar lokal menggunakan kantong plastik. Tape yang dikirim ke luar kota diproses saat masih dalam tahap fermentasi, sehingga tiba di tujuan dalam kondisi matang sempurna. โTape yang dikirim ke luar kota belum matang, jadi nanti pas sampai sudah siap untuk dikonsumsi. Biasanya pakai kargo kereta atau bus,โ katanya. Tape Arumanis tidak hanya dijual di pasar tradisional Jember, tetapi juga telah merambah kota-kota seperti Madiun dan Bojonegoro. Uniknya, tape ini tidak diberi label usaha karena rumah produksi berfungsi sebagai pemasok utama bagi pedagang luar kota. Meski demikian, tetap dicantumkan bahwa produk tersebut berasal dari Kota Jember. Dalam hal promosi, Ibu Halima memanfaatkan media sosial seperti TikTok, Facebook, dan WhatsApp. Dari ketiganya, WhatsApp dianggap paling efektif, karena banyak pelanggan luar kota yang telah menyimpan nomor kontaknya dan melakukan pemesanan langsung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk mendokumentasikan, mempelajari, dan mendorong potensi lokal agar semakin berkembang dan dikenal luas. Mahasiswa berharap Tape Arumanis dapat naik kelas, tidak hanya dikenal sebagai jajanan pasar biasa, tetapi juga menjadi identitas kuliner Jember yang mampu bersaing secara nasional. โKami melihat ini bukan hanya soal tape, tetapi juga tentang ketekunan dan potensi besar dari jajanan lokal yang bisa menembus pasar lebih luas,โ ujar salah satu mahasiswa KKN Pewarta : Maisie Alma C Editor ย : Zuh rotul Lailiyah
Pemerintah desa belum mengunggah potensi desa ke dalam portal ini.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Rencana tahunan pemerintah desa yang memuat program dan kegiatan sesuai RPJM Desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu