80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Sukorambi, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68151
Batas wilayah administratif Desa Jubung
-
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Pada hari Jumat, 28 November 2025, Pemerintah Desa Jubung melaksanakan kegiatan Distribusi Bantuan Langsung Tunai Sosial (BLTS) Kesra kepada masyarakat yang berhak menerima. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kesejahteraan yang bertujuan membantu keluarga kurang mampu di Desa Jubung. Pelaksanaan dimulai pada pukul 07.30 WIB di Balai Desa Jubung, dengan dihadiri oleh: 1. Babinsa Desa Jubung, yang turut melakukan pendampingan serta memastikan keamanan selama proses berlangsung. 2. Kepala Desa Jubung, yang membuka kegiatan dan mengawasi jalannya penyaluran. 3. Perangkat Desa Jubung, yang bertugas dalam administrasi dan pengaturan alur penerimaan. Penyaluran bantuan dalam kegiatan ini dilakukan oleh Pos Indonesia Cabang Jember, yang bertugas sebagai pelaksana distribusi BLTS Kesra. Petugas Pos Indonesia hadir langsung di lokasi untuk menyerahkan bantuan kepada setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sesuai data yang telah diverifikasi oleh Pemerintah Desa. Tercatat 248 KPM menerima bantuan, yang berasal dari tiga dusun di wilayah Desa Jubung. Proses penyaluran berlangsung dengan sistem tertib antrean sesuai pembagian waktu per dusun sehingga kegiatan berjalan efektif dan efisien. Sebelum bantuan diberikan, petugas melakukan pengecekan identitas untuk memastikan bahwa bantuan diterima oleh penerima yang benar. Selain itu, perangkat desa juga memberikan arahan singkat agar bantuan dapat dimanfaatkan secara tepat untuk kebutuhan keluarga. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar, tertib, aman, dan tanpa kendala. Seluruh penerima telah mendapatkan haknya, dan distribusi dapat selesai tepat waktu. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Pemerintah Desa Jubung berharap bahwa bantuan BLTS Kesra ini dapat menjadi dukungan nyata untuk meringankan beban ekonomi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima di Desa Jubung.
Jubung-Pemerintah Desa Jubung Kecamatan Sukorambi melaksanakan kegiatan Rembug Stunting pada hari Rabu, 22 Oktober 2025, bertempat di Balai Desa Jubung. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan yang berperan dalam upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Muspika Kecamatan Sukorambi, yaitu Kasi PMKS Kecamatan Sukorambi, Bapak Yuni Soedono, Babinsa Desa Jubung Serma Dadik Ganda F, Kepala Desa Jubung Bapak Bhisma Perdana, S.H., M.H., Ketua BPD Desa Jubung Bapak Mohammad Erfan, perangkat desa, kader posyandu, PKK Desa Jubung, serta undangan lainnya dengan jumlah peserta sekitar 25 orang. Dalam sambutannya, Kepala Desa Jubung, Bapak Bhisma Perdana, S.H., M.H., menyampaikan rasa bangga dan haru atas kehadiran para kader dan ibu-ibu yang menjadi garda terdepan dalam upaya menurunkan angka stunting di Desa Jubung. Beliau menegaskan bahwa peran aktif kader, PKK, dan seluruh unsur masyarakat sangat penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintah desa, khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat. Beliau juga menyampaikan harapannya agar pada tahun 2026 Desa Jubung dapat mencapai target โZero Stuntingโ, dengan cara mengoptimalkan seluruh program pemerintah yang telah ada serta memperkuat kolaborasi antar lembaga dan masyarakat. Kegiatan rembug stunting ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi Jubung yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.
Jubung, 16 Oktober 2025 โ Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Gus Bupati H. Muhammad Fawaid, S.E., M.M., kembali melaksanakan program unggulan pendistribusian honorarium insentif bagi guru ngaji. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, pada Kamis (16/10/2025) pukul 13.00 WIB sampai selesai. Kegiatan Penyaluran ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kecamatan Sukorambi, perangkat Desa Jubung, Pihak Bank JATIM serta petugas Pendamping Guru Ngaji tingkat Desa yang turut memastikan kelancaran jalannya kegiatan pada hari ini. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Jubung yang berhalangan hadir diwakili oleh Kaur Kesra Desa Jubung, Imam Ansori, yang menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember melalui program insentif guru ngaji ini. โProgram yang digagas oleh Gus Bupati Muhammad Fawaid ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama para guru ngaji. Ini adalah bukti nyata kepemimpinan beliau yang peduli pada pendidikan keagamaan dan kesejahteraan warga di tingkat desa,โ ujar Imam Ansori dalam sambutannya. Sebanyak 32 orang guru ngaji di Desa Jubung tercatat sebagai penerima honorarium insentif yang penyalurannya dilakukan melalui Bank Jatim sebagai mitra resmi Pemkab Jember. Proses pendistribusian berjalan lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari para penerima. Salah satu guru ngaji penerima, Ustadzah Suci Rahayu, menyampaikan pesan dan kesannya kepada Gus Bupati Jember. โAtas nama para guru ngaji, kami mengucapkan terima kasih kepada Gus Bupati Muhammad Fawaid atas perhatian dan kepeduliannya. Program ini sangat membantu dan membuat kami merasa dihargai. Semoga Gus Bupati selalu diberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus melanjutkan program-program unggulan yang berpihak pada masyarakat kecil,โ ujarnya dengan penuh haru. Ia menambahkan, kehadiran program ini menjadi angin segar bagi para guru ngaji, yang selama ini berperan besar dalam membina akhlak dan moral generasi muda. Program tersebut dinilai tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi pengakuan atas jasa dan pengabdian para guru ngaji di tengah masyarakat. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap kesejahteraan guru ngaji semakin meningkat serta peran mereka dalam membangun spiritualitas masyarakat desa terus terjaga.
Pada hari Rabu, 8 Oktober 2025, Pemerintah Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, melaksanakan kegiatan pelantikan perangkat desa untuk jabatan Kepala Dusun Jubung Lor dan Kepala Dusun Krajan. Acara berlangsung di Balai Desa Jubung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dengan suasana khidmat dan tertib. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Muspika Kecamatan Sukorambi, di antaranya Plt. Camat Sukorambi Bapak Mussafa, Kapolsek Sukorambi, Danposramil Sukorambi, serta BPD Desa Jubung, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Desa Jubung. Jumlah undangan yang hadir tercatat sekitar 40 orang. Dalam sambutannya, Kepala Desa Jubung, Bapak Bhisma Perdana, S.H., M.H., menyampaikan harapannya agar para kepala dusun yang baru dilantik dapat berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta mampu melaksanakan tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya dengan penuh dedikasi dan profesionalisme.ย Dengan terpilihnya perangkat baru melalui proses selektif, diharapkan pemerintah desa dapat lebih responsif terhadap kebutuhan warga, termasuk memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan administrasi dan pelayanan publik. Acara pelantikan berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan doa bersama serta ucapan selamat dari seluruh tamu undangan kepada perangkat desa yang baru dilantik.ย Warga Desa Jubung menyambut baik pelantikan ini sebagai langkah maju menuju desa yang lebih maju dan adaptif di masa depan
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, mahasiswa KKN Kolaboratif 159 turut serta memeriahkan suasana kemerdekaan dengan menggelar berbagai lomba rakyat di Dusun Jubung Lor, RW 07, Desa Jubung. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, yaitu pada Jumat 8 Agustus 2025, Sabtu 9 Agustus 2025, Minggu 10 Agustus 2025, dan ditutup pada Jumat 15 Agustus 2025. Perlombaan ini menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu warga karena tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antarwarga. Lebih istimewa lagi, kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian program kerja mahasiswa KKN Kolaboratif 159 sebelum masa pengabdian mereka berakhir pada 22 Agustus 2025. Untuk menciptakan suasana meriah dan inklusif, panitia dari mahasiswa KKN membagi lomba menjadi tiga kategori peserta, yaitu anak-anak, ibu-ibu, dan bapak-bapak. Kategori Anak-anakAnak-anak menjadi peserta paling antusias. Mereka mengikuti lomba memasukkan paku ke dalam botol serta lomba trenggiling kardus. Tawa riang anak-anak saat berlari dengan tubuh terbungkus kardus menjadi hiburan tersendiri bagi warga yang menonton. Kegiatan ini tidak hanya melatih ketangkasan, tetapi juga menghadirkan keceriaan yang menjadi ciri khas perayaan 17 Agustus di desa. Kategori Ibu-ibuTidak kalah seru, kalangan ibu-ibu mengikuti lomba kursi joget dan kempit balon. Lomba kursi joget yang diiringi musik membuat suasana semakin hidup. Sementara itu, lomba kempit balon menampilkan kekompakan antar peserta, sekaligus menghadirkan gelak tawa penonton yang melihat berbagai momen lucu di lapangan. Kategori Bapak-bapakBapak-bapak pun tak mau kalah. Mereka ikut memeriahkan dengan lomba estafet sarung dan lomba bola kardus. Perlombaan ini menguji kerja sama dan kelincahan, sekaligus memperlihatkan semangat sportivitas warga dalam merayakan hari kemerdekaan. Perlombaan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mempererat kebersamaan antarwarga. Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 yang ditempatkan di Dusun Jubung Lor ingin menjadikan kegiatan ini sebagai wadah interaksi yang menyenangkan bersama warga, sekaligus meninggalkan kenangan indah sebelum mereka kembali ke kampus masing-masing. โKami ingin kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan yang terjalin selama KKN bukan hanya sebatas program kerja, tetapi juga pengalaman emosional yang akan dikenang baik oleh kami maupun warga Desa Jubung,โ ungkap salah satu mahasiswa KKN Kolaboratif 159. Warga pun menyambut positif kegiatan ini. Menurut salah seorang tokoh masyarakat, perlombaan yang digagas mahasiswa KKN ini berhasil menghidupkan kembali tradisi lomba Agustusan yang sempat meredup di dusun tersebut. Dengan semangat gotong royong, warga dari berbagai kalangan turut membantu jalannya perlombaan hingga selesai dengan lancar. Bagi mahasiswa KKN Kolaboratif 159, kegiatan perlombaan ini memiliki arti yang mendalam. Selain menjadi penutup masa pengabdian mereka di Desa Jubung, lomba ini juga menjadi simbol kedekatan mereka dengan masyarakat. Selama kurang lebih satu bulan tinggal di Dusun Jubung Lor, para mahasiswa tidak hanya fokus pada program kerja pemberdayaan, namun juga aktif menjalin hubungan sosial dengan warga sekitar. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat selalu mengenang kebersamaan yang telah terjalin. Mereka tidak hanya ingin dikenal melalui program-program formal yang mereka jalankan, tetapi juga karena kehangatan, canda tawa, serta interaksi sederhana yang membangun kedekatan emosional. Harapan besar dari mahasiswa KKN Kolaboratif 159 adalah agar tradisi perlombaan 17 Agustus di Desa Jubung, khususnya Dusun Jubung Lor, dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Kegiatan sederhana ini terbukti mampu mempererat hubungan sosial, meningkatkan rasa nasionalisme, sekaligus memberikan ruang bagi semua kalangan masyarakat untuk berkumpul dan bersuka cita. Dengan semangat kemerdekaan yang digelorakan melalui perlombaan ini, mahasiswa KKN Kolaboratif 159 berharap semoga warga Desa Jubung semakin kompak dan harmonis. Bagi mereka, Desa Jubung bukan hanya lokasi pengabdian, tetapi juga rumah kedua yang memberikan banyak pelajaran hidup berharga. Kemeriahan perayaan kemerdekaan melalui lomba rakyat ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa dan masyarakat dapat bersinergi dalam menciptakan kegiatan yang bermanfaat sekaligus menyenangkan. Dan meskipun masa KKN akan segera usai, semangat kebersamaan yang telah dibangun akan selalu hidup dalam ingatan, baik bagi mahasiswa KKN Kolaboratif 159 maupun warga Dusun Jubung Lor. ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย #KKNKolaboratif159JubungJemberย #KKNKolaboratif2025ย #UNEJ https://unej.ac.id/ย #UIJ https://pmb.uij.ac.id/ย #UNIKHAMS https://unikhams.ac.id/ย #STIAPembangunan https://stiapembangunanjember.ac.id/ย #UPNVeteranJatim https://upnjatim.ac.id/
Jubung โ Pada Rabu, 13 Agustus 2025, Kelompok Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 Desa Jubung melaksanakan program kerja penting berupa pelatihan pembuatan media sosial bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jubung. Kegiatan ini ditujukan khusus bagi pelaku usaha yang selama ini belum memahami atau belum memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi produk. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi pemasaran digital, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memberikan materi, tetapi juga melakukan pendampingan langsung ke rumah masing-masing pelaku UMKM. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Sampir Andrean Sukoco, S.I.Kom., M.Si., yang turut terjun langsung mendampingi mahasiswa di lapangan. Kehadiran beliau memberikan tambahan wawasan dan arahan teknis, sehingga pelatihan berjalan dengan lebih efektif. Berbeda dengan pelatihan pada umumnya yang dilakukan secara berkelompok di balai desa, Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 memilih metode door-to-door atau mendatangi rumah pelaku UMKM satu per satu. Cara ini dilakukan agar pelatihan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap pelaku usaha, sekaligus memastikan mereka dapat langsung mempraktikkan pembuatan media sosial di perangkat yang mereka miliki. Pendampingan dimulai dari proses pembuatan akun media sosial, meliputi Facebook, Instagram, dan TikTok. Mahasiswa membantu pelaku usaha mulai dari membuat alamat email (bagi yang belum memiliki), mendaftarkan akun media sosial, hingga mengatur profil usaha seperti foto profil, deskripsi singkat, dan informasi kontak. โMetode ini kami pilih agar pelaku UMKM bisa langsung mencoba dan memahami langkah-langkahnya tanpa merasa bingung. Kami ingin memastikan setiap pelaku usaha benar-benar bisa mengelola akun mereka secara mandiri setelah pelatihan selesai,โ ujar salah satu anggota Mahasiswa KKN Kolaboratif 159. Selain membuat akun media sosial, mahasiswa juga memberikan pelatihan singkat tentang pembuatan konten promosi yang menarik. Pelaku UMKM diajarkan cara mengambil fotoproduk dengan pencahayaan sederhana namun efektif, teknik pengambilan video produk yang singkat namun informatif, serta tips membuat caption yang persuasif dan sesuai target pasar. Materi ini mencakup: Pemilihan angle foto danvideo agar produk terlihat menarik. Penggunaan pencahayaanalami untuk hasil yang jernih. Pemanfaatan aplikasi editing sederhana untuk mempercantik tampilan foto dan video. Strategi menulis caption yang mengandung ajakan membeli (call to action) dan informasi penting seperti harga, cara pemesanan, dan promo. Mahasiswa KKN juga mencontohkan langsung proses pembuatan konten di lokasi usaha masing-masing. Hasil foto dan video tersebut kemudian langsung diunggah ke akun media sosial baru milik pelaku UMKM, sehingga mereka bisa melihat hasilnya secara nyata. Menurut DPL Bapak Sampir Andrean Sukoco, S.I.Kom., M.Si., kemampuan memanfaatkan media sosial menjadi kunci penting bagi UMKM di era digital. โPromosi melalui media sosial tidak memerlukan biaya besar, tetapi memiliki jangkauan yang sangat luas. Dengan strategi yang tepat, pelaku UMKM di desa pun bisa memasarkan produknya hingga keluar daerah,โ jelasnya. Beliau juga menambahkan bahwa pendampingan langsung seperti ini penting untuk memastikan pelaku usaha memahami praktiknya, bukan hanya teori. โBanyak pelaku UMKM yang sebenarnya mau belajar, tetapi terkendala keterbatasan pengetahuan teknis. Inilah yang diisi oleh kehadiran mahasiswa KKN,โ tambahnya. Sejumlah pelaku UMKM yang mendapatkan pelatihan mengaku sangat terbantu. Mereka yang sebelumnya hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut kini memiliki akun media sosial yang siap digunakan untuk memasarkan produk. Salah satu pelaku UMKM โKedai Aleeโ sebagai UMKM yang memproduksi aneka kue mengungkapkan, โSaya sebelumnya tidak punya akun Instagram, tidak tahu cara membuatnya. Sekarang saya sudah bisa upload foto produk dan membuat kata-kata yang menarik untuk promosi. Terima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah sabar mengajari.โ Dengan adanya media sosial, para pelaku UMKM diharapkan dapat memperluas jaringan pelanggan, mendapatkan pesanan lebih banyak, dan meningkatkan omset penjualan. Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 berencana untuk melakukan pendampingan berkelanjutan selama masa KKN berlangsung. Mereka akan memantau perkembangan akun media sosial para pelaku UMKM, memberikan masukan terhadap konten yang dibuat, dan membantu merancang strategi promosi yang sesuai dengan karakteristik produk masing-masing. Pemerintah Desa Jubung menyambut baik program ini, karena sejalan dengan upaya desa untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal. Kepala Desa Jubung menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan kerja keras mahasiswa KKN dalam membantu masyarakat. โKami berharap setelah pelatihan ini, pelaku UMKM di Desa Jubung dapat semakin mandiri dalam memasarkan produknya. Media sosial adalah pintu menuju pasar yang lebih luas, dan ini sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi desa,โ ujarnya. Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan pemerintah desa, pelatihan media sosial ini menjadi langkah konkret untuk memajukan UMKM Desa Jubung. Ke depan, diharapkan seluruh pelaku usaha di desa ini dapat memanfaatkan teknologi digital secara maksimal, sehingga produk-produk lokal semakin dikenal dan diminati, baik di tingkat lokal maupun nasional. ย #KKNKolaboratif2025 #KKNKolaboratif159JubungJember #UNEJ https://unej.ac.id/ย #UIJ https://pmb.uij.ac.id/ย #UNIKHAMS https://unikhams.ac.id/ย #STIAPembangunanJember https://stiapembangunanjember.ac.id/ย #UPNVeteranJatim https://upnjatim.ac.id/
Jubung, Jember - Produk-produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, sukses meramaikan bazaar pada Jumat, 8 Agustus 2025 dalam rangkaian acara Jember Fashion Carnival (JFC) 2025. Ajang bergengsi berskala internasional ini tidak hanya menjadi ajang karnaval busana kreatif tetapi juga menjadi momentum penting bagi pelaku UMKM dengan dibukanya kesempatan menggelar bazaar UMKM yang tidak hanya mencakup UMKM sekitar Jember tetapi juga dibuka untuk umum di luar Jember. Desa Jubung sebagai salah satu desa yang membuka stand bazaar di acara tersebut membuktikan bahwa Desa Jubung tidak menyianyiakan momentum penting ini untuk memperluas jangkauan pemasaran, memperkenalkan produk lokal, sekaligus meningkatkan citra desa sebagai salah satu penghasil produk kreatif dan berkualitas di Kabupaten Jember. Pada kegiatan yang berlangsung di Alun Alun Jember sebagai area pusat keramaian JFC, stand UMKM Desa Jubung memamerkan beragam produk khas, mulai dari olahan pangan tradisional maupun modern, kerajinan tangan, bahan pangan hasil pertanian hingga produk kreatif lainnya yang menjadi identitas desa dimana produknya meliputi Kopi Bismo, Mochimoo, Bolen Pisang Coklat, Kerupuk Puli, Kue Kaswi Pandan, Donat Jadul, Bolu Tape, Roti ManisStik Edamame, Aneka Jenis Donat. Stan produk UMKM Jubung berada dalam satu stand bersama Kecamatan Sukorambi karena stand bazar dibuka per Kecamatan. Pada stand Kecamatan Sukorambi sendiri terdiri dari 6 Desa yaitu Dukuh Mencek, Jubung, Klungkung, Karangpring, Sukorambi, dan Gugut.ย Banyak pengunjung tampak antusias mencicipi, membeli, dan memberikan apresiasi terhadap kualitas produk-produk yang ditawarkan termasuk Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 yang kebetulan sedang mengabdi di Kecamatan Sukorambi khususnya di Desa Jubung. Mahasiswa KKN Kolaboratif 159, yang saat ini ditempatkan di Desa Jubung, turut hadir memberikan dukungan langsung. Mereka tidak hanya membantu mempromosikan dan melarisi penjualan produk di lokasi bazaar, tetapi juga berinisiatif membuat katalog produk UMKM khusus Desa Jubung. Katalog tersebut dirancang sebagai media promosi berkelanjutan yang memuat foto, deskripsi, dan informasi kontak produsen, sehingga memudahkan calon pembeli atau mitra usaha yang ingin menjalin kerja sama setelah acara berakhir. Pembuatan katalog produk ini tidak hanya mencakup produk yang dipasarkan di stand bazar pada acara JFC 2025 saja tetapi juga produk-produk UMKM lain yang ada di Desa Jubung yang telah di survei oleh Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 sebelumnya sehingga kedatangan mahasiswa KKN di bazar ini sebagai tindak lanjut program kerja mereka untuk mendata produk-produk UMKM milik para pelaku UMKM yang ada di Desa Jubung. Katalog yang dibuat oleh Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 ini ditujukan untuk mendongkrak penjualan dan pemasaran produk UMKM lokal milik Desa Jubung agar lebih mudah untuk dikenal oleh masyarakat secara lebih luas. Dengan jangkauan pemasaran yang lebih luas maka akan meningkatkan penjualan produk milik para pelaku UMKM yang akhirnya akan meningkatkan perekonomian dan penghasilan masyarakat. Kepala Desa Jubung menyampaikan apresiasi atas partisipasi UMKM dan dukungan mahasiswa KKN. โKeikutsertaan UMKM Desa Jubung di JFC ini adalah langkah maju dalam memperkenalkan potensi desa kepada pasar yang lebih luas. Dukungan mahasiswa KKN juga sangat berarti, karena tidak hanya membantu pemasaran secara langsung, tetapi juga memberikan inovasi promosi melalui katalog produk,โujarnya. Dengan adanya momentum ini, diharapkan UMKM Desa Jubung semakin termotivasi untuk mengembangkan kualitas produk, memperluas jejaring pemasaran, dan memanfaatkan peluang yang ada. Sementara itu, katalog produk yang telah disusun akan menjadi sarana promosi yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan, baik secara daring maupun luring. Partisipasi pada bazaar Jember Fashion Carnival 2025 membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah desa, pelaku UMKM, dan mahasiswa KKN mampu menghadirkan inovasi pemasaran yang bermanfaat. Ke depan, Desa Jubung menargetkan lebih banyak produk lokal yang dapat menembus pasar nasional bahkan internasional. ย #KKNKolaboratif159 #KKNKolaboratifJember2025 #UniversitasJember ย https://unej.ac.id/ #UIJ https://pmb.uij.ac.id/ #UNIKHAMS https://unikhams.ac.id/ #STIAPembangunan https://stiapembangunanjember.ac.id/ #UPNVeteranJatim https://upnjatim.ac.id/ ย
Jubung โ Sejak Senin, 21 Juli 2025, Kelompok Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 Desa Jubung memulai program kerja penting berupa pendataan anak tidak sekolah (ATS) di wilayah Desa Jubung. Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian program pengabdian mahasiswa selama masa penempatan mereka, sekaligus wujud peran aktif sebagai kepanjangan tangan dari Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperbarui data kependudukan dan pendidikan. Pendataan ini dilakukan berdasarkan informasi resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, yang mencatat terdapat 23 anak di Desa Jubung yang sebenarnya masih berada pada usia sekolah, namun tidak sedang mengenyam pendidikan formal. Data tersebut menjadi landasan bagi Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 untuk turun langsung ke lapangan, melakukan verifikasi, dan menggali informasi terkait alasan anak-anak tersebut tidak bersekolah. Ketua Kelompok KKN Kolaboratif 159 Desa Jubung menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan strategis. โKami ingin membantu pemerintah desa dan pemerintah kabupaten mendapatkan data yang benar-benar akurat. Tidak hanya jumlahnya, tetapi juga alasan di balik kondisi anak-anak yang tidak sekolah ini. Data yang kami kumpulkan akan menjadi acuan bagi pihak terkait untuk mengambil langkah tindak lanjut yang tepat,โ ujarnya. Pendataan Berbasis Sistem OnlineProses pendataan dilakukan dengan memanfaatkan platform resmi milik Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Setiap mahasiswa KKN yang bertugas di lapangan langsung menginput hasil temuan mereka ke dalam website Dispendik yang dapat diakses secara aman dan terintegrasi. Website tersebut tidak hanya memuat data identitas dan kondisi anak, tetapi juga menyediakan pilihan rekomendasi yang bisa diisi oleh petugas pendata. Rekomendasi ini mencakup beberapa opsi intervensi seperti pemberian beasiswa pendidikan, intervensi pendidikan khusus, bantuan ekonomi untuk keluarga, konseling kesehatan, maupun intervensi sosial. Dengan sistem ini, setiap data yang masuk dapat dimonitor langsung oleh pihak pemerintah kabupaten. Hal ini memungkinkan proses pengambilan keputusan dan perencanaan program penanganan ATS menjadi lebih cepat, tepat, dan terarah. Menggali Alasan Anak Tidak BersekolahDalam kegiatan pendataan, mahasiswa KKN tidak hanya sekadar mencatat nama dan usia anak. Mereka juga melakukan wawancara dengan anak, orang tua, maupun pihak keluarga lainnya untuk mengetahui alasan yang melatarbelakangi anak tersebut tidak bersekolah. Faktor penyebab yang ditemukan umumnya dikelompokkan menjadi beberapa kategori utama, yaitu: Faktor sosial, seperti kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan atau pengaruh lingkungan yang kurang mendukung. Faktor ekonomi, yakni keterbatasan biaya yang membuat keluarga lebih memprioritaskan kebutuhan lain. Faktor keluarga, misalnya anak diminta membantu pekerjaan rumah tangga atau menjaga adik. Faktor kesehatan, seperti sakit berkepanjangan atau kondisi disabilitas yang menghambat proses belajar di sekolah. Informasi rinci ini akan menjadi dasar untuk menentukan jenis bantuan atau intervensi yang paling sesuai bagi setiap anak. Pemerintah Desa Jubung menyambut baik program kerja Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 ini. Kepala Desa Jubung menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu pemerintah desa dalam menjalankan tugas pembaruan data kependudukan, khususnya terkait bidang pendidikan. โDengan adanya mahasiswa KKN, proses pendataan bisa berjalan lebih cepat. Mereka bisa terjun langsung ke rumah-rumah warga, berinteraksi, dan mendapatkan informasi yang mungkin sulit kami peroleh jika hanya mengandalkan data administratif,โ jelasnya. Selain itu, keterlibatan mahasiswa KKN sebagai mitra lapangan pemerintah kabupaten dinilai mampu meningkatkan kualitas data. Sebab, mahasiswa tidak hanya mengumpulkan angka, tetapi juga melakukan pendekatan humanis yang membuat warga merasa lebih nyaman untuk bercerita mengenai situasi yang dihadapi. Pendataan anak tidak sekolah ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi program-program lanjutan dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa. Dengan data yang akurat dan terverifikasi, pemerintah dapat menyusun strategi intervensi yang tepat sasaran, mulai dari pemberian bantuan langsung, penguatan kesadaran masyarakat, hingga program khusus bagi anak-anak yang membutuhkan pendidikan alternatif. Selain itu, data ini juga akan menjadi bahan monitoring yang dapat diperbarui secara berkala. Mengingat sistem pendataan sudah terintegrasi secara online, pemerintah dapat memantau perubahan kondisi anak-anak tersebut dari waktu ke waktu, termasuk apakah intervensi yang diberikan berhasil atau tidak. Bagi Mahasiswa KKN Kolaboratif 159, kegiatan ini bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban program kerja, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam pengabdian kepada masyarakat. Terlibat langsung dalam upaya penyelesaian masalah pendidikan memberikan pemahaman mendalam mengenai tantangan di tingkat desa. Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pemerintah kabupaten, pendataan anak tidak sekolah di Desa Jubung ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) bagi desa-desa lain di Kabupaten Jember. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas pihak mampu menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan pendidikan yang kompleks. ย #KKNKolaboratif2025 #KKNKolaboratif159JubungJember #UNEJ https://unej.ac.id/ย ย #UIJ https://pmb.uij.ac.id/ย #UNIKHAMS https://unikhams.ac.id/ย # STIAPembangunanJember https://stiapembangunanjember.ac.id/ย #UPNVeteranJatim https://upnjatim.ac.id/ ย
Jubung, 4 Agustus 2025 โ Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 yang bertugas di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, menghadirkan sebuah program unggulan yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui inovasi tepat guna. Program tersebut diberi nama PELITA SIMIE yang merupakan akronim dari Pemberdayaan Lewat Inovasi Tepat Guna: Kulit Singkong Jadi Mie. Program ini tidak hanya mengangkat potensi lokal dan isu lingkungan, tetapi juga secara langsung menyasar kelompok masyarakat rentan, khususnya penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jubung. Melalui pendekatan edukatif dan praktis, mahasiswa KKN berupaya membuka jalan agar masyarakat dapat berdikari secara ekonomi, tidak terus-menerus bergantung pada bantuan pemerintah. Gagasan dasar dari PELITA SIMIE adalah mengolah limbah kulit singkongโyang selama ini dianggap tak bernilaiโmenjadi produk olahan bernilai ekonomis tinggi, yaitu mie. Untuk menambah nilai gizi dan tampilan menarik, mie ini diperkaya dengan daun kelor, yang dikenal sebagai superfood karena kaya akan zat besi, vitamin, dan antioksidan. Daun kelor juga berfungsi sebagai pewarna alami sehingga produk menjadi lebih sehat dan aman dikonsumsi. Dalam pelaksanaannya pada hari Senin, 4 Agustus 2025, Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 melakukan pelatihan teknis kepada kelompok sasaran, yang terdiri dari penerima PKH dan pelaku UMKM lokal. Kegiatan ini dilakukan secara partisipatif, dimulai dari penyuluhan mengenai potensi kulit singkong, pelatihan pembuatan tepung dari kulit singkong, hingga praktek langsung pembuatan mie sehat berbahan dasar tepung kulit singkong dan daun kelor. Program ini sekaligus menjadi solusi tiga dimensi: mengurangi limbah organik, meningkatkan keterampilan masyarakat, dan membuka peluang usaha baru berbasis sumber daya lokal. Salah satu sasaran utama dari program PELITA SIMIE adalah para penerima bantuan PKH. Dalam pandangan mahasiswa KKN, kelompok ini perlu didorong untuk secara perlahan bisa keluar dari lingkaran ketergantungan bantuan. Melalui pelatihan dan pendampingan usaha, diharapkan mereka dapat menemukan sumber penghasilan baru yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, para penerima PKH diberikan pengetahuan dasar kewirausahaan, mulai dari pembuatan produk, pengemasan produk, hingga pemasaran sederhana baik offline maupun melalui media sosial. Harapannya, setelah program ini selesai, peserta memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk memulai usaha secara mandiri. Selain menyasar penerima PKH, mahasiswa KKN juga melibatkan para pelaku UMKM di Desa Jubung sebagai mitra strategis. Para pelaku UMKM ini diharapkan menjadi jembatan dan mentor bagi peserta pelatihan dari kalangan PKH. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat jejaring usaha, tetapi juga menciptakan ekosistem wirausaha desa yang saling mendukung. Para pelaku UMKM yang telah mapan dilibatkan untuk berbagi pengalaman dan membimbing peserta dalam proses produksi dan distribusi. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya belajar dari teori dan mahasiswa, tetapi juga mendapatkan insight langsung dari pelaku bisnis lokal yang sudah terbukti bertahan. Program PELITA SIMIE menjadi bukti nyata bahwa kehadiran mahasiswa KKN di desa bukan hanya untuk belajar dari masyarakat, tetapi juga membawa ide-ide inovatif yang aplikatif dan relevan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga menciptakan modul pelatihan dan booklet resep, serta video tutorial sebagai bahan pelatihan atau replikasi program. Menurut Koordinator KKN Kolaboratif 159 Desa Jubung, Bimoseno, program ini dirancang agar berkelanjutan dan tidak berhenti hanya pada kegiatan KKN. โKami sadar, waktu kami di desa terbatas. Karena itu, kami ingin meninggalkan sesuatu yang bisa terus digunakan. Produk ini murah, sehat, dan mudah dibuat. Jika ditekuni, ini bisa jadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat,โ ungkapnya. Pemerintah Desa Jubung menyambut baik program kerja utama mahasiswa KKN ini. Kasi Kesejahteraan, Bapak Imam Ansori, dalam sambutannya pada kegiatan pelatihan menyampaikan bahwa inovasi ini sangat relevan dengan kebutuhan desa dan potensi lokal. โKami sangat mengapresiasi semangat anak-anak KKN ini. Mereka tidak hanya hadir, tetapi benar-benar berpikir dan bekerja untuk masyarakat. Program ini sejalan dengan visi kami untuk mewujudkan Desa Jubung yang mandiri dan produktif sekaligus mengembangkan potensi desa yang mengaah pada sektor UMKMโ ujarnya. PELITA SIMIE diharapkan bukan hanya menjadi cerita sukses mahasiswa KKN dan Desa Jubung tahun ini, tetapi juga menjadi role model bagi desa-desa lain maupun mahasiswa KKN di tempat lain. Pendekatan inovatif berbasis potensi lokal dan pemberdayaan kelompok rentan menjadi kunci dalam membangun desa secara berkelanjutan. Dengan bahan baku yang murah dan mudah diperoleh, proses pembuatan yang sederhana, serta manfaat gizi yang tinggi, mie dari kulit singkong dan daun kelor ini memiliki potensi besar menjadi produk unggulan desa. Selain itu, pendekatan inklusif yang melibatkan UMKM dan PKH bersama-sama dinilai sebagai kekuatan utama program ini. Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 telah membuktikan bahwa inovasi tidak harus rumit atau mahal. Melalui PELITA SIMIE, mereka menunjukkan bagaimana kreativitas, kepedulian sosial, dan semangat kolaborasi bisa menjadi motor penggerak perubahan di masyarakat. Semoga program ini menjadi cahaya kecil yang terus menyala dan menerangi jalan kemandirian ekonomi bagi warga Desa Jubung. #KKNKolaboratif159 #UniversitasJemberย https://unej.ac.id/ #UIJ https://pmb.uij.ac.id/#UNIKHAMS https://unikhams.ac.id/#STIAPembangunan https://stiapembangunanjember.ac.id/#UPNVeteranJatim https://upnjatim.ac.id/ย ย
Pemerintah desa belum mengunggah potensi desa ke dalam portal ini.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Rencana tahunan pemerintah desa yang memuat program dan kegiatan sesuai RPJM Desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu