Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 Lakukan Pelatihan Pembuatan Media Sosial untuk Promosi UMKM

Author
Desa Jubung Kec. Sukorambi
13 Agustus 2025 324 Kali Dilihat

Jubung – Pada Rabu, 13 Agustus 2025, Kelompok Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 Desa Jubung melaksanakan program kerja penting berupa pelatihan pembuatan media sosial bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jubung. Kegiatan ini ditujukan khusus bagi pelaku usaha yang selama ini belum memahami atau belum memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi produk.

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi pemasaran digital, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memberikan materi, tetapi juga melakukan pendampingan langsung ke rumah masing-masing pelaku UMKM.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Sampir Andrean Sukoco, S.I.Kom., M.Si., yang turut terjun langsung mendampingi mahasiswa di lapangan. Kehadiran beliau memberikan tambahan wawasan dan arahan teknis, sehingga pelatihan berjalan dengan lebih efektif.


Berbeda dengan pelatihan pada umumnya yang dilakukan secara berkelompok di balai desa, Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 memilih metode door-to-door atau mendatangi rumah pelaku UMKM satu per satu. Cara ini dilakukan agar pelatihan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap pelaku usaha, sekaligus memastikan mereka dapat langsung mempraktikkan pembuatan media sosial di perangkat yang mereka miliki.

Pendampingan dimulai dari proses pembuatan akun media sosial, meliputi Facebook, Instagram, dan TikTok. Mahasiswa membantu pelaku usaha mulai dari membuat alamat email (bagi yang belum memiliki), mendaftarkan akun media sosial, hingga mengatur profil usaha seperti foto profil, deskripsi singkat, dan informasi kontak.

“Metode ini kami pilih agar pelaku UMKM bisa langsung mencoba dan memahami langkah-langkahnya tanpa merasa bingung. Kami ingin memastikan setiap pelaku usaha benar-benar bisa mengelola akun mereka secara mandiri setelah pelatihan selesai,” ujar salah satu anggota Mahasiswa KKN Kolaboratif 159.


Selain membuat akun media sosial, mahasiswa juga memberikan pelatihan singkat tentang pembuatan konten promosi yang menarik. Pelaku UMKM diajarkan cara mengambil fotoproduk dengan pencahayaan sederhana namun efektif, teknik pengambilan video produk yang singkat namun informatif, serta tips membuat caption yang persuasif dan sesuai target pasar.

Materi ini mencakup:

  • Pemilihan angle foto danvideo agar produk terlihat menarik.
  • Penggunaan pencahayaanalami untuk hasil yang jernih.
  • Pemanfaatan aplikasi editing sederhana untuk mempercantik tampilan foto dan video.
  • Strategi menulis caption yang mengandung ajakan membeli (call to action) dan informasi penting seperti harga, cara pemesanan, dan promo.

Mahasiswa KKN juga mencontohkan langsung proses pembuatan konten di lokasi usaha masing-masing. Hasil foto dan video tersebut kemudian langsung diunggah ke akun media sosial baru milik pelaku UMKM, sehingga mereka bisa melihat hasilnya secara nyata.


Menurut DPL Bapak Sampir Andrean Sukoco, S.I.Kom., M.Si., kemampuan memanfaatkan media sosial menjadi kunci penting bagi UMKM di era digital. “Promosi melalui media sosial tidak memerlukan biaya besar, tetapi memiliki jangkauan yang sangat luas. Dengan strategi yang tepat, pelaku UMKM di desa pun bisa memasarkan produknya hingga keluar daerah,” jelasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa pendampingan langsung seperti ini penting untuk memastikan pelaku usaha memahami praktiknya, bukan hanya teori. “Banyak pelaku UMKM yang sebenarnya mau belajar, tetapi terkendala keterbatasan pengetahuan teknis. Inilah yang diisi oleh kehadiran mahasiswa KKN,” tambahnya.


Sejumlah pelaku UMKM yang mendapatkan pelatihan mengaku sangat terbantu. Mereka yang sebelumnya hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut kini memiliki akun media sosial yang siap digunakan untuk memasarkan produk.

Salah satu pelaku UMKM “Kedai Alee” sebagai UMKM yang memproduksi aneka kue mengungkapkan, “Saya sebelumnya tidak punya akun Instagram, tidak tahu cara membuatnya. Sekarang saya sudah bisa upload foto produk dan membuat kata-kata yang menarik untuk promosi. Terima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah sabar mengajari.”

Dengan adanya media sosial, para pelaku UMKM diharapkan dapat memperluas jaringan pelanggan, mendapatkan pesanan lebih banyak, dan meningkatkan omset penjualan.


Mahasiswa KKN Kolaboratif 159 berencana untuk melakukan pendampingan berkelanjutan selama masa KKN berlangsung. Mereka akan memantau perkembangan akun media sosial para pelaku UMKM, memberikan masukan terhadap konten yang dibuat, dan membantu merancang strategi promosi yang sesuai dengan karakteristik produk masing-masing.


Pemerintah Desa Jubung menyambut baik program ini, karena sejalan dengan upaya desa untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal. Kepala Desa Jubung menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan kerja keras mahasiswa KKN dalam membantu masyarakat.

“Kami berharap setelah pelatihan ini, pelaku UMKM di Desa Jubung dapat semakin mandiri dalam memasarkan produknya. Media sosial adalah pintu menuju pasar yang lebih luas, dan ini sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan pemerintah desa, pelatihan media sosial ini menjadi langkah konkret untuk memajukan UMKM Desa Jubung. Ke depan, diharapkan seluruh pelaku usaha di desa ini dapat memanfaatkan teknologi digital secara maksimal, sehingga produk-produk lokal semakin dikenal dan diminati, baik di tingkat lokal maupun nasional.

 

#KKNKolaboratif2025 #KKNKolaboratif159JubungJember #UNEJ https://unej.ac.id/  #UIJ https://pmb.uij.ac.id/  #UNIKHAMS https://unikhams.ac.id/  #STIAPembangunanJember https://stiapembangunanjember.ac.id/  #UPNVeteranJatim https://upnjatim.ac.id/

Bagikan: