80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Jenggawah, Jember, Jawa Timur · Kode Pos 68171
Batas wilayah administratif Desa Jatimulyo
“MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT JATIMULYO “
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Sabtu, 8 Agustus 2026 Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember kembali diramaikan dengan gelaran Karnaval Jatimulyo 2026. Kegiatan yang menjadi salah satu momen yang dinantikan masyarakat ini berlangsung meriah dengan antusiasme warga yang turut memeriahkan sepanjang rangkaian acara. Di tengah kemeriahan tersebut, mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta turut mengambil bagian dengan terlibat sebagai panitia dalam pelaksanaan Karnaval Jatimulyo 2026. Keterlibatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kegiatan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan warga Desa Jatimulyo. Sejak tahap persiapan, mahasiswa KKN ikut membantu berbagai kebutuhan teknis dan koordinasi kegiatan. Tidak hanya berada di balik layar, mahasiswa juga turut membantu memastikan rangkaian acara dapat berjalan dengan tertib dan lancar hingga kegiatan berlangsung.Pada hari pelaksanaan, suasana Desa Jatimulyo berubah menjadi lebih semarak. Warga dari berbagai kalangan turut berpartisipasi dan menyaksikan kemeriahan karnaval. Berbagai penampilan, kostum, serta kreativitas masyarakat menjadi bagian yang membuat kegiatan semakin menarik dan menunjukkan antusiasme warga dalam memeriahkan acara desa.Bagi mahasiswa KKN, menjadi bagian dari kepanitiaan bukan sekadar membantu terlaksananya sebuah kegiatan. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar berkoordinasi, bekerja sama dengan masyarakat, membagi tugas, serta menghadapi berbagai situasi yang muncul selama kegiatan berlangsung.Keterlibatan mahasiswa dalam Karnaval Jatimulyo 2026 juga menjadi bentuk nyata dari semangat KKN Kolaboratif Desa Cinta, yaitu membangun hubungan dan bekerja bersama masyarakat melalui kegiatan yang ada di desa. Mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja yang telah direncanakan, tetapi juga berusaha hadir dan berkontribusi dalam kegiatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman bahwa keberhasilan sebuah acara tidak hanya bergantung pada konsep yang telah disusun, tetapi juga pada kerja sama berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, panitia, dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam menciptakan kegiatan yang berjalan dengan baik.Karnaval Jatimulyo 2026 pun tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan dan menampilkan kreativitas, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan warga. Bagi mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu pengalaman berharga selama menjalankan pengabdian di Desa Jatimulyo.Dengan turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat, mahasiswa KKN berharap keberadaan mereka selama masa pengabdian dapat memberikan manfaat, sekaligus meninggalkan pengalaman dan hubungan baik yang dapat terus terjalin bersama masyarakat Desa Jatimulyo.
Pada Hari Sabtu, tanggal 15 Agustus 2026 KKN Kolaboratif Desa Cinta menggelar Edukasi Diabetes dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama antara mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta dengan Pos Kesehatan Pembantu (Postu) Desa Jatimulyo. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan, sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Dengan dukungan dari petugas Postu Jatimulyo, masyarakat tidak hanya memperoleh edukasi mengenai Diabetes Melitus, tetapi juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang meliputi tekanan darah (tensi), gula darah acak (GDA), asam urat, dan kolesterol. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan di Desa Jatimulyo.Tidak hanya memberikan edukasi, mahasiswa KKN juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir. Pemeriksaan meliputi tekanan darah atau tensi, gula darah acak (GDA), asam urat, dan kolesterol. Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga secara bergantian mengikuti pemeriksaan kesehatan dan berkonsultasi mengenai hasil pemeriksaan yang diperoleh. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka sekaligus memperoleh informasi mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat. Interaksi dengan warga memberikan gambaran mengenai pentingnya komunikasi kesehatan yang mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan gratis ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan semata. Masyarakat diharapkan dapat menjadikan hasil pemeriksaan sebagai pengingat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan dan menerapkan pola hidup yang lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, KKN Kolaboratif Desa Cinta berupaya menghadirkan kegiatan yang bersifat edukatif sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Jatimulyo. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat.
Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi cukup besar di sektor pertanian. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta untuk mengenal lebih dekat berbagai kegiatan pertanian yang dilakukan di lingkungan masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa adalah mengenal proses budidaya tanaman sekaligus mempraktikkan teknik sambung. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman secara langsung mengenai salah satu metode pengembangan tanaman yang dapat diterapkan dalam kegiatan pertanian.Pada tahap awal, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai budidaya tanaman, mulai dari pemilihan jenis tanaman, pemilihan bibit, media tanam, proses penanaman, pemeliharaan, hingga perawatan tanaman. Penjelasan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa keberhasilan budidaya tanaman tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga membutuhkan perawatan dan perhatian secara berkelanjutan.Selain mengenal proses budidaya, mahasiswa diperkenalkan dengan teknik sambung atau grafting. Teknik ini merupakan salah satu metode perbanyakan vegetatif dengan cara menggabungkan bagian dari dua tanaman sehingga dapat tumbuh menjadi satu tanaman. Teknik tersebut dapat menjadi salah satu alternatif dalam menghasilkan tanaman dengan karakteristik tertentu. Mahasiswa kemudian berkesempatan melakukan praktik secara langsung. Dalam praktik tersebut, mahasiswa belajar memilih bagian tanaman yang akan digunakan, melakukan pemotongan dengan tepat, kemudian menyatukan bagian tanaman dengan teknik yang sesuai. Proses ini membutuhkan ketelitian karena bagian tanaman yang disambungkan harus memiliki posisi yang tepat agar proses penyatuan dapat berlangsung dengan baik. Meskipun terlihat sederhana, praktik teknik sambung memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa. Kesalahan kecil dalam proses pemotongan maupun penyambungan dapat memengaruhi keberhasilan tanaman untuk tumbuh. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk lebih teliti, sabar, dan memahami setiap tahapan yang dilakukan.Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 17 Agustus 2026 berlokasi di RT.015 RW.004 Dusun Bringinsari. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan KKN dengan kondisi nyata di lapangan. Dengan terlibat secara langsung, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memahami proses dan tantangan yang dapat ditemui dalam praktik budidaya tanaman. Bagi mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang berharga dalam mengenal salah satu potensi utama Desa Jatimulyo. Interaksi secara langsung dengan masyarakat juga memberikan kesempatan untuk bertukar pengetahuan dan memahami bagaimana sektor pertanian menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.Melalui kegiatan pengenalan budidaya tanaman dan praktik teknik sambung, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya inovasi dalam mengembangkan sektor pertanian. Pengetahuan mengenai teknik perbanyakan tanaman juga dapat menjadi salah satu wawasan tambahan yang berpotensi dikembangkan dan diterapkan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat KKN Kolaboratif Desa Cinta dalam menggali potensi lokal melalui pengalaman langsung bersama masyarakat. Dengan mengenal berbagai potensi yang dimiliki Desa Jatimulyo, mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih luas dalam mendukung kegiatan dan pengembangan desa selama masa pengabdian.
Desa Jatimulyo selama ini dikenal sebagai desa yang memiliki potensi besar di sektor pertanian. Hamparan sawah yang luas menjadi pemandangan khas yang mencerminkan kehidupan sebagian besar masyarakatnya. Namun, di balik kuatnya sektor pertanian tersebut, Desa Jatimulyo juga menyimpan potensi lain yang tidak kalah menjanjikan, yakni usaha peternakan ayam petelur. Salah satu peternakan di desa ini bahkan mampu menghasilkan sekitar 100 kilogram telur setiap hari, membuktikan bahwa sektor peternakan turut berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta Desa Jatimulyo pada hari ini Kamis, 6 Agustus 2026 melakukan kunjungan ke salah satu peternakan ayam petelur sebagai bagian dari upaya mengenal lebih dekat potensi unggulan desa. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai pengelolaan usaha peternakan sekaligus menjalin silaturahmi dengan para pelaku usaha yang telah berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berdiskusi secara langsung dengan pemilik peternakan mengenai proses budidaya ayam petelur, mulai dari pemeliharaan, pemberian pakan, perawatan kesehatan ternak, hingga proses panen dan distribusi telur kepada para konsumen. Mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai perjalanan usaha peternakan yang telah dijalankan serta berbagai tantangan yang dihadapi, seperti fluktuasi harga pakan dan perubahan harga jual telur di pasaran.Selain menjadi sarana pembelajaran, kunjungan ini juga dimanfaatkan mahasiswa untuk mengidentifikasi potensi kolaborasi yang dapat diwujudkan melalui program kerja KKN. Informasi yang diperoleh diharapkan menjadi dasar dalam merancang kegiatan yang tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa sebagai proses pembelajaran, tetapi juga mampu mendukung pengembangan sektor peternakan di Desa Jatimulyo.Melalui interaksi secara langsung dengan pelaku usaha, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata mengenai pentingnya inovasi, ketekunan, dan kemampuan beradaptasi dalam mengembangkan usaha peternakan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa potensi lokal Desa Jatimulyo tidak hanya terletak pada sektor pertanian, tetapi juga pada sektor peternakan yang memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.Kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal dari terjalinnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku usaha dalam mengembangkan potensi lokal. Dengan mengenali kondisi serta kebutuhan masyarakat secara langsung, mahasiswa KKN dapat menyusun program kerja yang lebih tepat sasaran sehingga keberadaan KKN Kolaboratif Desa Cinta mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Desa Jatimulyo.
Komitmen mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta Desa Jatimulyo dalam mendukung program pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga dengan berpartisipasi langsung dalam peningkatan pelayanan publik. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah keterlibatan mahasiswa dalam pelaksanaan pelayanan VIOLA (Virtual Online Administration) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk mempermudah masyarakat mengakses berbagai layanan administrasi kepesertaan.Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Jatimulyo ini merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Jember yang menghadirkan layanan BPJS Kesehatan secara daring melalui Zoom. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat berkonsultasi sekaligus menyelesaikan berbagai permasalahan administrasi BPJS Kesehatan tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS.Beragam layanan yang dapat diakses masyarakat meliputi perubahan data peserta, pendaftaran peserta baru, perubahan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), aktivasi maupun penonaktifan kepesertaan sesuai ketentuan yang berlaku, pengecekan status kepesertaan, hingga berbagai permasalahan administrasi BPJS Kesehatan lainnya. Seluruh proses pelayanan dilakukan secara langsung dengan petugas BPJS Kesehatan melalui Zoom sehingga masyarakat tetap memperoleh informasi dan solusi secara cepat serta akurat.Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN turut membantu kelancaran kegiatan dengan mengarahkan masyarakat sesuai alur pelayanan, membantu proses registrasi, serta mendampingi warga selama berkomunikasi dengan petugas BPJS Kesehatan. Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari upaya menciptakan pelayanan yang tertib, nyaman, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Pelaksanaan pelayanan VIOLA ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 28 Juli 2026.Pelayanan VIOLA mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Jatimulyo karena memberikan kemudahan dalam menyelesaikan berbagai urusan administrasi BPJS Kesehatan. Dengan adanya layanan yang dihadirkan langsung di desa, masyarakat tidak perlu mengeluarkan waktu dan biaya untuk pergi ke kantor BPJS Kesehatan sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien.Melalui keterlibatan dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya memperoleh pengalaman mengenai pelayanan publik berbasis digital, tetapi juga turut mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Jember dan BPJS Kesehatan dalam menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kesehatan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Jatimulyo selama pelaksanaan KKN Kolaboratif Desa Cinta.
Pada 1 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Jember secara resmi melepas mahasiswa dari 17 perguruan tinggi untuk mengikuti program KKN Kolaboratif dengan mengusung tema "Desa Cinta". Mahasiswa kemudian ditempatkan di berbagai desa di Kabupaten Jember untuk berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berbasis potensi serta penyelesaian berbagai permasalahan yang ada di wilayah masing-masing. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa terlibat dalam berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan desa, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, sosial, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi dan UMKM. Selain menjalankan program kerja yang telah dirancang, mahasiswa juga turut mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember.Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar memahami dinamika kehidupan masyarakat secara langsung. Memasuki minggu pertama pelaksanaan KKN Kolaboratif Desa Cinta, tepatnya pada 20 Juli 2026, mahasiswa KKN Desa Jatimulyo mulai berpartisipasi dalam kegiatan verifikasi dan validasi (verval) data masyarakat Desil 2. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk memastikan ketepatan data masyarakat yang menjadi sasaran berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan. Berdasarkan data Pemerintah Desa Jatimulyo, terdapat 282 warga yang termasuk dalam kategori Desil 2 dan menjadi sasaran proses verifikasi serta validasi. Pendataan tersebut bertujuan mencocokkan data yang dimiliki pemerintah dengan kondisi riil masyarakat di lapangan sehingga informasi yang dihasilkan lebih akurat dan dapat dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan maupun penyaluran bantuan secara tepat sasaran.Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa memperoleh pembekalan mengenai mekanisme pendataan melalui koordinasi bersama Pemerintah Desa Jatimulyo, perangkat desa, serta para ketua RT dan RW. Pembekalan tersebut bertujuan agar seluruh proses verifikasi dapat dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendatangi rumah-rumah warga yang terdaftar sebagai penerima Desil 2 untuk melakukan pencocokan data secara langsung. Verifikasi dilakukan terhadap berbagai informasi penting, seperti identitas keluarga, kondisi sosial ekonomi, jenis pekerjaan, serta kesesuaian data yang telah tercatat dalam sistem. Mengingat jumlah sasaran mencapai 282 warga, proses pendataan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan ketelitian agar setiap informasi yang dihimpun benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat di lapangan. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan verval Desil 2 juga menunjukkan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja yang disusun oleh mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap program strategis Pemerintah Kabupaten Jember. Sinergi antara pemerintah daerah, Pemerintah Desa Jatimulyo, dan mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih valid sehingga berbagai program bantuan sosial maupun pemberdayaan masyarakat dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran. Melalui kolaborasi ini, KKN Kolaboratif Desa Cinta menjadi contoh nyata bagaimana dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dapat bekerja bersama dalam mewujudkan tata kelola data yang lebih akurat serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Ke depan, mahasiswa KKN Desa Jatimulyo berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan desa sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Jember.
Jatimulyo, 13-11-2025 Sebanyak 58 orang Guru Ngaji asal Jatimulyo, 1 orang Kertonegoro, 12 orang Sruni, dan 6 orang Sruni pagi tadi menerima honorarium guru ngaji muslim, guru kitab suci non muslim dan modin nikah. Meskipun acara penyerahan hoonorarium dimulai pukul 9 pagi, namun nampak sejak pukul 08:00 WIB sudah ada guru ngaji yang datang di Aula Kantor Desa Jatimulyo. Menurut Ustadz Rosid salah satu penerima honorarium Adanya honorarium guru ngaji ini laksana angin segar dan secuil harapan dari guru ngaji, meskipun jumlahnya tidak begitu banyak, namun sangat bermanfaat bagi keberlangsungan guru ngaji di Desa Jatimulyo. beliau juga berharap bahwa insentif seperti ini menjadi berkesinambungan pada tahun-tahun berikutnya. Pak Buhari, selaku Kepala Desa Jatimulyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejatinya Negara hadir untuk mensejahterakan Rakyatnya termasuk Guru Ngajinya. Nominal honorarium guru ngaji pada tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, yaitu Rp. 1.500.000,-. Selain itu, Pak Buhari juga menyampaikan VISI Bupati Muhammad Fawait yang ingin menyejahterakan Rakyatnya, salah satunya yaitu Guru Ngajinya. Dijelaskan, dengan pemberian honor guru ngaji,ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah atas perjuangan para guru ngaji dalam membina dan membersamai anak- anak dalam mencintai Al Qur'an.
Pada hari Kamis, tanggal 7 Agustus 2025, telah dilaksanakan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Desa Jatimulyo, tepatnya di wilayah Apel 86. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kesehatan ibu dan anak, meliputi penimbangan balita, imunisasi, pemeriksaan ibu hamil, serta pemberian penyuluhan gizi. Posyandu ini dihadiri oleh warga setempat, kader posyandu, bidan desa, serta dibantu secara aktif oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif yang sedang melaksanakan program di desa tersebut. Kehadiran mahasiswa KKN membantu memperlancar jalannya kegiatan melalui pendampingan penimbangan, pencatatan data, dan pembagian makanan tambahan bagi balita. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 12.00 WIB di Balai Posyandu Apel 86. Warga yang hadir cukup antusias, terlihat dari jumlah ibu yang membawa balitanya untuk diperiksa. Bidan desa bersama kader posyandu melakukan pemeriksaan kesehatan dengan teliti, sementara mahasiswa KKN membantu menata antrean, mengukur tinggi dan berat badan anak, serta memberikan edukasi singkat terkait pentingnya imunisasi dan pola makan bergizi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan sesuai protokol kesehatan yang berlaku. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak sejak dini, mencegah stunting, serta memastikan tumbuh kembang balita sesuai dengan usianya. Pelaksanaan Posyandu di Desa Jatimulyo Apel 86 ini juga menjadi wujud nyata kerja sama antara perangkat desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan mahasiswa KKN Kolaboratif dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa, warga merasa terbantu karena pelayanan menjadi lebih cepat dan efektif. Dengan demikian, kegiatan Posyandu di Desa Jatimulyo Apel 86 pada tanggal 7 Agustus 2025 telah berjalan dengan baik, lancar, dan memberikan manfaat langsung bagi warga. Diharapkan, kegiatan ini dapat terus berlanjut secara rutin setiap bulannya, serta menjadi sarana edukasi kesehatan bagi masyarakat. Laporan kegiatan ini dibuat untuk mendokumentasikan jalannya acara sebagai bentuk pertanggungjawaban bersama
Pada hari Selasa, tanggal 5 Agustus 2025, bertempat di Balai Desa Jatimulyo, telah dilaksanakan program kerja Desa Cerdas yang berupa kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Susu Jagung yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Kolaboratif 078. Kegiatan dimulai pukul 19.30 WIB dan dihadiri oleh Kepala Desa, perangkat desa, ibu-ibu PKK, serta perwakilan masyarakat yang berjumlah sekitar 50 orang. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada warga dalam mengolah jagung menjadi minuman sehat, bernilai gizi tinggi, dan memiliki potensi jual yang baik di pasaran. Pelatihan ini berfokus pada pemanfaatan jagung manis lokal yang melimpah di Desa Jatimulyo agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk siap konsumsi. Mahasiswa KKN Kolaboratif memandu peserta melalui tahapan pemilihan bahan baku, proses perebusan, penghalusan, penyaringan, hingga penambahan bahan pelengkap seperti gula dan susu kental manis. Seluruh proses dipraktikkan secara langsung, sehingga warga dapat mencoba membuat susu jagung sendiri di lokasi. Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa juga membagikan tips penyimpanan susu jagung agar tahan lebih lama tanpa mengurangi cita rasa dan kandungan gizinya Kegiatan berlangsung dengan suasana antusias dan interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait variasi rasa, peluang pemasaran, hingga pengemasan yang menarik untuk meningkatkan nilai jual. Beberapa warga mengusulkan kerja sama dengan kelompok usaha kecil desa untuk memproduksi susu jagung dalam skala lebih besar. Mahasiswa KKN Kolaboratif juga membagikan buku panduan singkat yang berisi resep, takaran bahan, estimasi biaya produksi, serta strategi pemasaran sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri atau berkelompok. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Jatimulyo mampu memanfaatkan potensi hasil pertanian lokal menjadi produk olahan bernilai ekonomi. Berita acara ini dibuat sebagai dokumentasi resmi atas pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan susu jagung oleh mahasiswa KKN Kolaboratif. Ke depan, pemerintah desa bersama mahasiswa berencana memfasilitasi pembentukan kelompok usaha kecil untuk memproduksi susu jagung secara berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan warga sekaligus mempromosikan potensi unggulan Desa.
Pemerintah desa belum mengunggah potensi desa ke dalam portal ini.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu