80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Sukowono, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68194
Batas wilayah administratif Desa Baletbaru
-
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Minggu terakhir pelaksanaan KKN Kolaboratif 211 di Desa Baletbaru ditutup dengan kegiatan pembuatan Tugu Kampung KB yang menjadi simbol komitmen bersama dalam menekan angka stunting. Acara ini menjadi simbol keberlanjutan program sekaligus bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan keluarga dan kependudukan. Acara pengesahan tugu dan sarasehan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Kepala desa, Camat Sukowono, Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Sukowono, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan kader posyandu, bidan Puskesmas, serta berbagai pihak yang telah mendukung jalannya program KKN Kolaboratif 211. Kehadiran para tokoh tersebut menandakan adanya sinergi yang kuat antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan Desa Baletbaru sebagai Kampung KB yang lebih maju. Koordinator KKN Kolaboratif 211 menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mensukseskan program selama kurang lebih satu bulan. โTugu Kampung KB ini kami persembahkan sebagai kenang-kenangan sekaligus pengingat pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga, mencegah stunting, dan menekan angka pernikahan dini. Kami berharap sarana ini dapat menjadi pemicu semangat warga untuk terus melanjutkan program-program positif ke depannya,โ ungkapannya. Kepala Desa Baletbaru dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Kolaboratif 211 atas kontribusinya selama satu bulan penuh. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menurunkan angka stunting di Desa Baletbaru. โMelalui adanya KKN kolaboratif, kami berharap program ini dapat menjadi manfaat nyata, sekaligus memberi inspirasi dan pembelajaran bagi adik-adik mahasiswa KKN di masa mendatang,โ ujarnya. Sementara itu, Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Sukowono, Bapak Prima, menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam program ini meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat. โMelalui partisipasi dan kenang-kenangan berupa pembangunan tugu Kampung KB, kami berharap penurunan angka stunting di Desa Baletbaru terus berlanjut. Semoga adik-adik mahasiswa juga bisa menimba ilmu berharga dari pengalaman yang telah dilaksanakan di lapangan,โ tuturnya. Camat Sukowono turut memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan mahasiswa. Menurutnya, meskipun program yang dijalankan terlihat sederhana, namun memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat. โMelalui langkah kecil yang dilakukan selama masa KKN, pastinya akan berdampak lebih besar di kemudian hari,โ ungkapannya. Dengan berakhirnya kegiatan ini, mahasiswa KKN Kolaboratif 211 resmi menutup rangkaian pengabdian mereka di Desa Baletbaru. Meski demikian, jejak program yang telah dijalankan diharapkan dapat berkelanjutan melalui peran kader, perangkat desa, dan masyarakat setempat demi terwujudnya kualitas hidup yang lebih baik.
Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai Balai Desa Baletbaru pada minggu keempat pelaksanaan KKN Kolaboratif 211. Mahasiswa bersama warga desa menggelar berbagai perlombaan kreatif dan unik untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan ini menjadi salah satu puncak acara KKN yang bertujuan tidak hanya memeriahkan perayaan kemerdekaan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan menumbuhkan jiwa nasionalisme masyarakat desa. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Baletbaru ini diikuti dengan antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Aneka lomba yang digelar di antaranya yakni sebagai berikut:ย Lomba Makan Biskuit, yang mengundang tawa saat peserta berusaha menghabiskan biskuit tanpa menggunakan tangan. Balap Karung Helm, lomba balap karung dengan tambahan helm sebagai syarat unik, menambah keseruan jalannya kompetisi. Pentung Air, di mana peserta harus memecahkan plastik berisi air dengan mata tertutup. Estafet Gelas dan Estafet Tepung, lomba kekompakan yang menguji ketelitian dan kerja sama tim. Memasukkan Belut, tantangan penuh keberanian dan kelincahan yang menjadi sorotan warga. Estafet Bola, Lomba Kerupuk, dan Lomba Air yang selalu menjadi favorit anak-anak hingga malam berlangsung. Setiap lomba berlangsung meriah dengan sorakan penonton yang turut memberi semangat kepada peserta. Tawa dan canda mewarnai suasana, menciptakan kebersamaan dan kegembiraan bagi seluruh warga yang hadir. Lomba diselenggarakan pada sore hari ketika anak-anak sudah pulang sekolah, bahkan tidak jarang lomba dilanjutkan setelah mereka selesai mengaji pada malam hari, karena melihat antusias mereka yang cukup tinggi dalam berpartisipasi memperingati HUT RI ke-80 Koordinator KKN Kolaboratif 211, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memeriahkan perayaan HUT RI, tetapi juga mempererat silaturahmi antar warga serta menumbuhkan semangat nasionalisme di masyarakat. โKami ingin menghadirkan pengalaman yang menyenangkan, menghibur, sekaligus mendidik. Lomba-lomba ini bukan hanya permainan, tetapi juga wadah untuk mempererat solidaritas warga desa,โ ungkapannya. Kepala Desa Baletbaru pun mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang telah turut serta memeriahkan peringatan kemerdekaan di desanya. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kekompakan warga serta menghidupkan suasana desa. โKegiatan ini membuat suasana desa semakin hidup. Kami senang karena anak-anak, remaja, hingga orang tua bisa ikut berpartisipasi dan bersatu dalam semangat kemerdekaan,โ ujarnya. Perlombaan ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang yang menambah semarak perayaan HUT RI ke-80 tahun ini.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 211 yang bertugas di Desa Baletbaru, Kecamatan Sukowono, turut ambil bagian dalam kegiatan penyaluran bantuan beras dari Badan Urusan Logistik (Bulog) kepada warga desa yang membutuhkan. Kegiatan ini berlangsung pada 29 Juli 2025 dan melibatkan pemerintah desa serta perangkat RT dan RW setempat. ย Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang masih terasa. Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan bantuan berupa beras sebanyak 20 kilogram, yang disalurkan langsung di balai desa. ย Mahasiswa KKN dilibatkan secara aktif dalam proses distribusi, mulai dari pendataan ulang penerima, pengecekan surat undangan, melakukan verifikasi hingga membantu mengangkat dan membagikan beras kepada warga. Tidak hanya itu, mahasiswa juga membantu menciptakan sistem antrian yang tertib dan memperlancar proses dokumentasi kegiatan. ย โKami merasa senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan ini. Selain membantu masyarakat, kami juga belajar bagaimana sistem distribusi bantuan berjalan di tingkat desa,โ ujar Sukma, salah satu mahasiswa KKN. ย Pemerintah Desa Baletbaru menyambut baik keterlibatan para mahasiswa dalam kegiatan ini. Menurut Kepala Kasun Desa, kehadiran mahasiswa sangat membantu, terutama dalam mempercepat proses distribusi dan menjaga keteraturan selama pembagian bantuan berlangsung. ย โAdanya adik-adik KKN ini sangat membantu kami. Tenaga tambahan seperti ini sangat dibutuhkan, apalagi saat pembagian bantuan yang melibatkan ratusan warga. Mereka juga cepat belajar dan sigap dalam bekerja,โ ujarnya. ย Kegiatan pembagian bantuan berjalan lancar dan tertib. Para warga yang datang juga mengaku terbantu dengan adanya bantuan beras tersebut. Mereka berharap program serupa dapat terus berlanjut di masa depan, terutama untuk keluarga dengan pendapatan rendah. ย Selain terlibat dalam kegiatan pembagian bantuan, mahasiswa KKN Kolaboratif 211 juga tengah merancang program pemberdayaan masyarakat lainnya, termasuk penyuluhan gizi untuk ibu dan balita di posyandu, edukasi pencegahan pernikahan usia dini, serta pelatihan keterampilan digital bagi pelaku UMKM lokal. ย Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan desa seperti ini menunjukkan bahwa program KKN bukan hanya sekadar praktik pengabdian, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi konkret antara perguruan tinggi dan pemerintah desa untuk membangun masyarakat yang lebih sejahtera. ย
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Desa Baletbaru bekerja sama dengan Balai KB Serta Kader Posyandu Sukowono dalam melaksanakan pendampingan calon pengantin (catin) serta kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) individu melalui Posyandu. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan keluarga dan penurunan angka pernikahan dini. Kegiatan pendampingan dilakukan secara langsung kepada para catin yang tersebar di setiap Rukun Warga (RW) di Desa Baletbaru. Dalam prosesnya, mahasiswa bersama penyuluh KB memberikan edukasi seputar perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, dan kesiapan mental menghadapi pernikahan. Melalui Posyandu, mahasiswa juga melaksanakan KIE individu kepada warga, khususnya pasangan usia subur, untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak. Penyampaian materi dilakukan dengan metode dialog interaktif seperti penyebaran life left terkait stunting sehingga peserta lebih mudah memahami dan dapat langsung bertanya jika ada hal yang kurang jelas. Koordinator KKN Desa Baletbaru menjelaskan, program ini disusun berdasarkan hasil observasi lapangan selama masa KKN yang menunjukkan masih adanya warga yang belum sepenuhnya memahami resiko pernikahan di usia dini dan pentingnya perencanaan keluarga. โKami berharap, melalui pendampingan ini, masyarakat dapat lebih siap secara fisik, mental, dan ekonomi dalam membangun rumah tangga,โ ujarnya. Balai KB Sukowono serta Kader Posyandu mengapresiasi langkah proaktif mahasiswa KKN dalam membantu mensosialisasikan program-program pemerintah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mencegah pernikahan dini dan meningkatkan kualitas keluarga di Desa Baletbaru. Bersama perangkat desa beserta perangkat kecamatan, mahasiswa KKN berharap program ini dapat dilanjutkan oleh kader dan perangkat desa agar edukasi yang telah diberikan tetap berkesinambungan dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Mahasiswa peserta KKN Kolaboratif 211 yang terdiri dari mahasiswa Universitas Jember, Universitas Argopuro, Universitas Islam Jember, serta Universitas Dr Soebandi diterjunkan ke Desa Baletbaru, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember pada tanggal 17 Juli 2025. Langkah pertama yang dilakukan yakni pelaksanaan observasi lapangan untuk memetakan potensi desa sekaligus mengidentifikasi persoalan sosial yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan program-program pengabdian masyarakat yang bersifat partisipatif dan berkelanjutan. Observasi berlangsung selama beberapa hari dan mencakup kunjungan langsung ke berbagai elemen masyarakat, seperti perangkat desa, tokoh masyarakat, warga dari berbagai latar belakang, hingga pelaku UMKM lokal. Dalam kunjungan ke kantor desa pada awal penerjuan, mahasiswa disambut langsung oleh Kepala Desa Baletbaru bersama jajaran perangkatnya. Mereka memberikan gambaran umum mengenai kondisi desa, program pembangunan yang sedang berjalan, serta tantangan-tantangan sosial yang masih dihadapi. โDari perangkat desa kami banyak belajar soal struktur tata kelola pemerintahan desa, termasuk keterbatasan mereka dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat,โ ujar salah satu mahasiswa peserta KKN. Observasi berlanjut ke lingkungan warga, di mana mahasiswa melakukan pendekatan persuasif untuk mendengar langsung suara masyarakat. Warga banyak mengeluhkan soal kondisi gizi anak, akses layanan kesehatan yang belum merata, serta minimnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Sementara itu, dalam kunjungan ke beberapa pelaku UMKM, ditemukan potensi ekonomi lokal yang cukup menjanjikan. Banyak warga yang menjalankan usaha kecil seperti produksi kue donat dan catering, kerajinan rumah tangga, hingga pertanian hortikultura. Sayangnya, para pelaku UMKM ini masih terkendala pemasaran dan belum terintegrasi dengan platform digital. Namun, hasil observasi paling mencolok adalah ditemukannya angka stunting yang masih tinggi serta kasus pernikahan usia dini yang cukup mengkhawatirkan. Kedua persoalan ini saling berkaitan dan menjadi tantangan besar dalam pembangunan manusia di desa tersebut. โStunting dan pernikahan dini adalah dua isu yang perlu segera diintervensi. Edukasi gizi keluarga dan pendampingan remaja akan menjadi fokus program kami ke depan,โ kata koordinator kelompok KKN. Kondisi ini menggambarkan bahwa meskipun Desa Baletbaru memiliki banyak potensi dari sisi sosial dan ekonomi, masih terdapat tantangan mendasar yang harus ditangani dengan pendekatan holistik. Mahasiswa KKN Kolaboratif 211 berkomitmen untuk merancang program kerja yang berbasis pada hasil observasi, dengan mengutamakan prinsip kolaborasi bersama masyarakat dan pemerintah desa. Dengan semangat pengabdian dan pendekatan partisipatif, para mahasiswa berharap kehadiran mereka selama KKN ini bukan hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga meninggalkan dampak nyata bagi pembangunan sosial dan kualitas hidup warga Desa Baletbaru.
Pemerintah desa belum mengunggah potensi desa ke dalam portal ini.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Rencana tahunan pemerintah desa yang memuat program dan kegiatan sesuai RPJM Desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu