80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 211 yang bertugas di Desa Baletbaru, Kecamatan Sukowono, turut ambil bagian dalam kegiatan penyaluran bantuan beras dari Badan Urusan Logistik (Bulog) kepada warga desa yang membutuhkan. Kegiatan ini berlangsung pada 29 Juli 2025 dan melibatkan pemerintah desa serta perangkat RT dan RW setempat.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang masih terasa. Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan bantuan berupa beras sebanyak 20 kilogram, yang disalurkan langsung di balai desa.
Mahasiswa KKN dilibatkan secara aktif dalam proses distribusi, mulai dari pendataan ulang penerima, pengecekan surat undangan, melakukan verifikasi hingga membantu mengangkat dan membagikan beras kepada warga. Tidak hanya itu, mahasiswa juga membantu menciptakan sistem antrian yang tertib dan memperlancar proses dokumentasi kegiatan.
“Kami merasa senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan ini. Selain membantu masyarakat, kami juga belajar bagaimana sistem distribusi bantuan berjalan di tingkat desa,” ujar Sukma, salah satu mahasiswa KKN.
Pemerintah Desa Baletbaru menyambut baik keterlibatan para mahasiswa dalam kegiatan ini. Menurut Kepala Kasun Desa, kehadiran mahasiswa sangat membantu, terutama dalam mempercepat proses distribusi dan menjaga keteraturan selama pembagian bantuan berlangsung.
“Adanya adik-adik KKN ini sangat membantu kami. Tenaga tambahan seperti ini sangat dibutuhkan, apalagi saat pembagian bantuan yang melibatkan ratusan warga. Mereka juga cepat belajar dan sigap dalam bekerja,” ujarnya.
Kegiatan pembagian bantuan berjalan lancar dan tertib. Para warga yang datang juga mengaku terbantu dengan adanya bantuan beras tersebut. Mereka berharap program serupa dapat terus berlanjut di masa depan, terutama untuk keluarga dengan pendapatan rendah.
Selain terlibat dalam kegiatan pembagian bantuan, mahasiswa KKN Kolaboratif 211 juga tengah merancang program pemberdayaan masyarakat lainnya, termasuk penyuluhan gizi untuk ibu dan balita di posyandu, edukasi pencegahan pernikahan usia dini, serta pelatihan keterampilan digital bagi pelaku UMKM lokal.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan desa seperti ini menunjukkan bahwa program KKN bukan hanya sekadar praktik pengabdian, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi konkret antara perguruan tinggi dan pemerintah desa untuk membangun masyarakat yang lebih sejahtera.