Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Mahasiswa KKN Kolaboratif 211 Ungkap Potensi dan Masalah Sosial di Desa Baletbaru, Sukowono

Author
Desa Baletbaru Kec. Sukowono
25 Juli 2025 313 Kali Dilihat

Mahasiswa peserta KKN Kolaboratif 211 yang terdiri dari mahasiswa Universitas Jember, Universitas Argopuro, Universitas Islam Jember, serta Universitas Dr Soebandi diterjunkan ke Desa Baletbaru, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember pada tanggal 17 Juli 2025. Langkah pertama yang dilakukan yakni pelaksanaan observasi lapangan untuk memetakan potensi desa sekaligus mengidentifikasi persoalan sosial yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan program-program pengabdian masyarakat yang bersifat partisipatif dan berkelanjutan.

Observasi berlangsung selama beberapa hari dan mencakup kunjungan langsung ke berbagai elemen masyarakat, seperti perangkat desa, tokoh masyarakat, warga dari berbagai latar belakang, hingga pelaku UMKM lokal.

Dalam kunjungan ke kantor desa pada awal penerjuan, mahasiswa disambut langsung oleh Kepala Desa Baletbaru bersama jajaran perangkatnya. Mereka memberikan gambaran umum mengenai kondisi desa, program pembangunan yang sedang berjalan, serta tantangan-tantangan sosial yang masih dihadapi.

โ€œDari perangkat desa kami banyak belajar soal struktur tata kelola pemerintahan desa, termasuk keterbatasan mereka dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat,โ€ ujar salah satu mahasiswa peserta KKN.

Observasi berlanjut ke lingkungan warga, di mana mahasiswa melakukan pendekatan persuasif untuk mendengar langsung suara masyarakat. Warga banyak mengeluhkan soal kondisi gizi anak, akses layanan kesehatan yang belum merata, serta minimnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi.

Sementara itu, dalam kunjungan ke beberapa pelaku UMKM, ditemukan potensi ekonomi lokal yang cukup menjanjikan. Banyak warga yang menjalankan usaha kecil seperti produksi kue donat dan catering, kerajinan rumah tangga, hingga pertanian hortikultura. Sayangnya, para pelaku UMKM ini masih terkendala pemasaran dan belum terintegrasi dengan platform digital.

Namun, hasil observasi paling mencolok adalah ditemukannya angka stunting yang masih tinggi serta kasus pernikahan usia dini yang cukup mengkhawatirkan. Kedua persoalan ini saling berkaitan dan menjadi tantangan besar dalam pembangunan manusia di desa tersebut.

โ€œStunting dan pernikahan dini adalah dua isu yang perlu segera diintervensi. Edukasi gizi keluarga dan pendampingan remaja akan menjadi fokus program kami ke depan,โ€ kata koordinator kelompok KKN.

Kondisi ini menggambarkan bahwa meskipun Desa Baletbaru memiliki banyak potensi dari sisi sosial dan ekonomi, masih terdapat tantangan mendasar yang harus ditangani dengan pendekatan holistik.

Mahasiswa KKN Kolaboratif 211 berkomitmen untuk merancang program kerja yang berbasis pada hasil observasi, dengan mengutamakan prinsip kolaborasi bersama masyarakat dan pemerintah desa.

Dengan semangat pengabdian dan pendekatan partisipatif, para mahasiswa berharap kehadiran mereka selama KKN ini bukan hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga meninggalkan dampak nyata bagi pembangunan sosial dan kualitas hidup warga Desa Baletbaru.

Bagikan: