Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6568
Artikel Berita
135
Potensi
Portal Keterbukaan Informasi Publik

Selamat Datang di PPID Desa Kab. Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) merupakan garda terdepan dalam mewujudkan transparansi dan pelayanan informasi publik di seluruh desa se-Kabupaten Jember.

Terintegrasi 226 Desa Akses Publik 24/7

Temukan Desa Anda

Pilih kecamatan dan desa untuk mengakses portal informasi.

Kunjungi Portal Desa

Pusat Data & Informasi Terintegrasi

Statistik real-time keterbukaan informasi publik dari seluruh desa di Kabupaten Jember.

226

Desa Terintegrasi

9

Publikasi Informasi

135

Potensi Desa

591

Jumlah Dokumen

Publikasi Terkini

Berita Desa Terbaru

Ikuti perkembangan terbaru, program unggulan, dan informasi publik dari desa-desa di Kabupaten Jember.

rakor-dan-sosialisasi-persiapan-karnaval-budaya-desa-cangkring-kecjenggawah-2026-20261021
Berita Desa
21 Oktober 2026 33 Views

RAKOR DAN SOSIALISASI PERSIAPAN KARNAVAL BUDAYA DESA CANGKRING KEC.JENGGAWAH 2026

Pada Hari Rabu Tanggal 21 Oktober 2026 Pukul 09.00 wib di Aula Kantor Balai Desa Cangkring yang dihadiri oleh Kapolsek Jenggawah IPTU ANDI FERRY CHRISTIAN,S.H.,Kepala Desa Cangkring H.HERU ALI WAHYUDI,S.IP.,.Ketua Panitia Karnaval Cangkring beserta Anggota, Anggota Polsek Jenggawah 3 orang Babinsa Cangkring, Bhabinkamtibmas Cangkring dan Satpol pp Cangkring, dengan materi Rakor dan Sosialisasi Persiapan Karnaval Budaya Desa Cangkring antara lain yaitu Pembukaan dan Sambutan, Pemaparan Teknis Karnaval, Sesi diskusi dan Audiensi, Kesepakatan bersama, Larangan dan Tatib Peserta Karnaval Budaya Desa Cangkring, Membawa benda berbahaya sajam,Miras,Atribut Provokatif,Kluar rombongan dan sampah, adapun Kriteria Penilaian Karnaval Budaya Desa Cangkring 1. Kreativitas dan keunikan 2. Kekompakan dan kedisiplinan 3. Daya tarik dan estetika 4. Muatan pesan dan edukasi Dan Khusus batas waktu untuk tiap Pemilik Sound Sistem yg akan perfom atau Cek Sound batas waktu sampai dengan jam 22.00 wib jika ada sampai melebihi dari jam 22.00 wib bagi pihak petugas keamanan akan dilimpahkan ke pihak panitia jika terjadi kericuhan dikarenakan pada saat Rapat telah di sampaikan bahwa batas waktu Cek Sound Sistem yang telah disepakati bersama sampai jam 22.00 wib untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan dan agar tidak mengganggu warga sekitar, Cek Sound tersebut akan di laksanakan pada hari Jum'at tanggal 23 Oktober 2026 pada malam Sabtu ditiap Dusun dan Karnaval Budaya Desa Cangkring akan di laksanakan pada tanggal 24 Oktober 2026 Pihak kepolisian telah memberikan himbauan terkait keamanan tersebut kepada pihak-pihak terkait agar tercipta lingkungan yang aman damai dan kondusif

rapat-kordinasi-perangkat-desa-sukoreno-20261021
Berita Desa
19 Oktober 2026 25 Views

RAPAT KORDINASI PERANGKAT DESA SUKORENO

Senin , 19 Oktober 2026 Desa Sukoreno mengadakan rapat kordinasi rutin yang di adakan setiap hari senin jam 08.00 pagi sampai selesai.Dalam rapat ini yang di pimpin langsung oleh Bpk Kepala Desa Sukoreno H.Achmad Choiri dan juga ibu Sekdes Hj Sevi Nuril Huda.Rakor ini melibatkan semua perangkat dari Kasi dan Kaur ,staf,Kasun dan Pembantu Kasun juga Linmas,Dalam rapat rutinan ini pembahasan tentang PBB untuk terus mengingatkan kepada warganya bahwa WP untuk segera membayar.Dan juga laporan dari masing masing Kepala Dusun untuk keadaan/kegiatan satu minggu kemarin.Dusun Kandangrejo kondisi di lapangan aman dan juga untuk PBB masih lancarDusun Krajan Lor sama kondisi di lapangan aman dan PBB juga masih ada masukanDusun Krajan Kidul kondisi di lapangan aman san PBB juga aman sedikit menambakan tentang kegiatan di Mushola terkait hari santri yang akan di selenggarakan tgl 24 oktober 2026 meminta bantuan linmas untuk ,menjaga keamaan kendaraan para tamudan yang terakhir laporan pemasukan PBB yang di bacakan langsung oleh petugasdemikian kegiatan pada rakor hari senin 19 oktober 2026

sosialisasi-akuntabilitas-penggunaan-dana-desa-2026-bpk-jatim-tekankan-transparansi-dan-kepatuhan-20261012
Perencanaan dan Evaluasi
12 Oktober 2026 23 Views

SOSIALISASI AKUNTABILITAS PENGGUNAAN DANA DESA 2026, BPK JATIM TEKANKAN TRANSPARANSI DAN KEPATUHAN

JEMBER – Sosialisasi Akuntabilitas Penggunaan Dana Desa Tahun 2026 digelar di Hotel Aston Jember, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini dihadiri Bupati Jember Gus Fawaid, anggota DPR RI Komisi XI H. Charles Meikyansah, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Timur Yuan Candra Djaisin, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut menekankan pentingnya pengelolaan Dana Desa yang transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Bupati Paparkan Program Unggulan Kabupaten JemberDalam sambutan pembuka, Bupati Jember Gus Fawaid menyampaikan ucapan selamat datang kepada para narasumber dan peserta yang hadir. Ia juga memaparkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember, di antaranya layanan homecare dan Universal Health Coverage (UHC) sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.Pemaparan tersebut menjadi bagian dari penyampaian arah kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program pelayanan publik.Anggota DPR RI Dukung Program Pembangunan DesaSambutan berikutnya disampaikan anggota DPR RI Komisi XI, H. Charles Meikyansah. Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan dukungannya terhadap program-program Pemerintah Kabupaten Jember yang dipimpin Gus Fawaid.Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Jember–Lumajang, Charles Meikyansah juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong agar program-program kementerian dapat menjangkau desa-desa di Kabupaten Jember.Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam mendorong pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.Kepala Perwakilan BPK Jatim Tekankan Pengelolaan Dana Desa yang AkuntabelMemasuki acara inti, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin, S.E., M.M., Ak., CPA., CSFA., ERMAP., GRCP., GRCA, memaparkan materi mengenai akuntabilitas penggunaan Dana Desa Tahun 2026.Materi yang disampaikan mencakup skala prioritas penggunaan Dana Desa serta berbagai larangan yang harus dipatuhi kepala desa dalam pengelolaan anggaran tersebut. Penjelasan ini menjadi pengingat bagi pemerintah desa agar setiap penggunaan dana memiliki dasar yang jelas, sesuai peruntukan, didukung bukti pertanggungjawaban, dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun substantif.Dalam pengelolaannya, Dana Desa harus digunakan secara nyata dan tidak boleh dimanipulasi melalui kegiatan fiktif. Transparansi juga menjadi prinsip penting agar masyarakat dapat mengetahui penggunaan anggaran dan hasil pembangunan yang dibiayai dari Dana Desa.Dorong Tata Kelola Desa yang Bersih dan Bertanggung JawabMelalui sosialisasi ini, pemerintah desa diharapkan semakin memahami ketentuan penggunaan Dana Desa Tahun 2026, mulai dari penentuan prioritas kegiatan, pelaksanaan program, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pemeriksa, dan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam mewujudkan tata kelola keuangan desa yang tertib, transparan, dan akuntabel.Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama agar Dana Desa benar-benar dimanfaatkan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan untuk kegiatan fiktif ataupun penggunaan yang menyimpang dari ketentuan.Dengan pengelolaan yang transparan dan bertanggung jawab, Dana Desa diharapkan mampu mendukung pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

proses-verifikasi-dan-registrasi-berkas-bakal-calon-perangkat-desa-tegalrejo-wujud-komitmen-transparansi-dan-akuntabilitas-tata-kelola-pemerintahan-desa-20261006
Berita Desa
06 Oktober 2026 152 Views

PROSES VERIFIKASI DAN REGISTRASI BERKAS BAKAL CALON PERANGKAT DESA TEGALREJO: WUJUD KOMITMEN TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA

TEGALREJO, 6 OKTOBER 2026 – Dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang profesional, terukur, serta berlandaskan pada prinsip-prinsip keterbukaan dan akuntabilitas publik, Pemerintah Desa Tegalrejo menggelar tahapan krusial dalam agenda pengisian jabatan perangkat desa. Pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, telah dilaksanakan secara resmi kegiatan Proses Verifikasi dan Registrasi Berkas Bakal Calon Perangkat Desa Tegalrejo. Acara yang berlangsung secara khidmat, tertib, dan penuh kedisiplinan ini dipusatkan di Balai Desa Tegalrejo dengan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa, jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Mayang, unsur panitia seleksi, serta seluruh bakal calon perangkat desa yang telah mendaftarkan diri.Pelaksanaan verifikasi dan registrasi berkas administratif ini merupakan tahapan normatif yang amat vital dalam menentukan legalitas serta keabsahan dokumen para peserta yang akan berkompetisi mengisi kekosongan formasi jabatan perangkat desa. Melalui tahapan ini, seluruh dokumen persyaratan yang diserahkan oleh bakal calon diteliti secara menyeluruh, sistematis, dan cermat guna memastikan tidak adanya kekeliruan, penyimpangan, maupun ketidaksesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Pembukaan Resmi oleh Kepala Desa TegalrejoKegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tegalrejo, Nunung Adi Kontesa. Dalam sambutan pembukanya yang penuh ketegasan dan motivasi, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana, unsur pimpinan kecamatan, serta para peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam mematuhi setiap regulasi dan ketentuan tahapan seleksi.Kepala Desa Tegalrejo menekankan bahwa pengisian posisi perangkat desa bukan sekadar agenda rutin birokrasi, melainkan sebuah ikhtiar strategis untuk menghadirkan sumber daya manusia berkualitas yang siap mengabdi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Tegalrejo."Proses seleksi dan verifikasi berkas ini kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab demi menjaga marwah pemerintahan desa. Kami berkomitmen penuh untuk menghadirkan proses yang transparan, jujur, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Siapapun yang kelak terpilih harus benar-benar memiliki integritas, loyalitas, serta kapasitas dalam melayani warga Tegalrejo," ujar Kepala Desa Tegalrejo, Nunung Adi Kontesa dalam arahannya.Beliau juga menegaskan pentingnya keterlibatan jajaran pimpinan tingkat kecamatan dan unsur TNI-Polri dalam mengawal seluruh rangkaian acara. Kehadiran para pimpinan instansi tersebut menjadi jaminan bahwa seluruh proses berjalan netral, bebas dari intervensi, serta taat pada asas hukum yang berlaku.Pelaksanaan Verifikasi Silang oleh Unsur Muspika dan Tim PengawasSetelahi acara dibuka secara resmi, kegiatan dilanjutkan ke agenda utama, yaitu pelaksanaan verifikasi dan registrasi berkas pendaftaran para bakal calon. Proses penelitian dan pemeriksaan dokumen ini dilakukan secara langsung dan cermat oleh lintas pihak yang terdiri dari:Camat Mayang – Bertindak dalam melakukan evaluasi kesesuaian berkas administratif berupa KK, KTP, Surat permohonan perangkat desa dan Akta Kelahiran.Koordinator Pengawas (Korwas) – Bertugas melakukan penelaahan mendalam terhadap keabsahan dokumen akademik, sertifikat pendukung, serta kelengkapan administrasi lainnya sesuai petunjuk teknis yang berlaku.Kepolisian Sektor (Polsek) Mayang – Melakukan kecocokan data administratif yang berkaitan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) serta memastikan aspek legalitas dan rekam jejak hukum para peserta.Komando Rayon Militer (Koramil) Mayang – Ikut serta memverifikasi Surat Pernyataan Bertakwa kepada Tuhan YME dan Surat Pernyataan memegang teguh dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945.Proses verifikasi dilakukan secara bertahap dan transparan. Setiap bakal calon dipanggil satu per satu untuk menyerahkan dokumen fisik asli beserta salinannya di hadapan meja tim verifikator. Petugas meneliti lembar demi lembar berkas pendaftaran, mulai dari identitas kependudukan (KTP dan Kartu Keluarga), ijazah pendidikan formal dari tingkat dasar hingga pendidikan terakhir yang telah dilegalisasi oleh pejabat berwenang, surat keterangan sehat, surat bebas narkoba, hingga surat pernyataan tidak sedang dalam proses hukum atau dicabut hak pilihnya.Tahapan Registrasi dan Validasi DokumenSetelah tahapan pemeriksaan fisik dokumen selesai dilakukan dan dinyatakan memenuhi kriteria (MS - Memenuhi Syarat), petugas registrasi segera mencatatkan data peserta ke dalam buku induk pendaftaran dan sistem pendataan resmi panitia seleksi. Bakal calon yang berkasnya telah tervalidasi kemudian menerima bukti tanda terima berkas resmi yang ditandatangani oleh panitia serta diketahui oleh tim verifikator.Dalam kesempatan tersebut, Camat Mayang menyampaikan arahan teknis kepada para peserta agar senantiasa menjaga ketertiban, sportivitas, serta kesiapan mental dalam mengikuti setiap tingkatan tes yang akan dijadwalkan berikutnya. Pihak Muspika Mayang menegaskan bahwa koordinasi yang solid antara Pemerintah Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang, Korwas, Polsek, dan Koramil merupakan bentuk komitmen bersama dalam menciptakan iklim demokrasi desa yang sehat dan transparan.Komitmen Bersama Menuju Pemerintahan Desa yang AkuntabelPelaksanaan verifikasi berkas yang berlangsung hingga siang hari tersebut berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan aman. Kehadiran unsur TNI dan Polri di lokasi acara memberikan rasa aman serta memastikan seluruh alur kegiatan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pendaftaran.Melalui penyelenggaraan tahapan verifikasi dan registrasi berkas ini, Pemerintah Desa Tegalrejo membuktikan keseriusannya dalam membangun sistem tata kelola pemerintahan yang responsif dan profesional sejak dari tahap perekrutan. Diharapkan dari proses yang ketat dan transparan ini, akan lahir sosok-sosok perangkat desa yang berkualifikasi tinggi, berdedikasi, serta mampu membawa perubahan positif bagi pembangunan dan pelayanan publik di Desa Tegalrejo.Seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama antara Pemerintah Desa Tegalrejo, unsur Muspika Mayang, Korwas, panitia seleksi, serta para bakal calon perangkat desa sebagai simbol sinergi dan komitmen bersama demi keberhasilan pelaksanaan seleksi perangkat desa tahun 2026.

pemdes-mrawan-salurkan-blt-dd-oktober-kepada-15-kpm-secara-door-to-door-20261006
Berita Desa
06 Oktober 2026 128 Views

Pemdes Mrawan Salurkan BLT DD Oktober kepada 15 KPM Secara Door to Door

DESA MRAWAN - Pemerintah Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahun 2026 alokasi bulan Oktober kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Selasa, 6 Oktober 2026.Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp300.000, sehingga total BLT DD yang disalurkan pada alokasi Oktober mencapai Rp4.500.000.Penyaluran dilakukan secara door to door oleh Kepala Dusun (Kasun) di masing-masing wilayah. Bantuan diantarkan langsung ke rumah penerima agar proses penyaluran lebih mudah dan bantuan dapat diterima secara langsung oleh masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.Kepala Desa Mrawan, Salim, mengatakan bahwa penyaluran secara door to door merupakan upaya pemerintah desa untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada penerima.“Kami ingin memastikan BLT DD ini diterima langsung oleh masyarakat yang memang berhak. Karena itu, penyalurannya dilakukan oleh masing-masing Kepala Dusun secara door to door, sehingga penerima tidak perlu datang ke balai desa,” ujar Salim.Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat penerima, sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah desa terhadap kondisi ekonomi warga.“Nilainya mungkin tidak besar, tetapi kami berharap bantuan Rp300.000 ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.Penyaluran BLT DD Oktober ini menjadi bagian dari pelaksanaan program pemerintah desa melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026, dengan tetap mengedepankan ketepatan sasaran, keteraturan, dan kemudahan bagi masyarakat penerima.

homecare-tokoh-agama-dan-tokoh-masyarakat-hadir-di-desa-sumberkejayan-20261002
Kesehatan
02 Oktober 2026 109 Views

HOMECARE TOKOH AGAMA DAN TOKOH MASYARAKAT HADIR DI DESA SUMBERKEJAYAN

Pelayanan Kesehatan Jemput Bola, Pemerintah Hadir Langsung ke PesantrenSUMBERKEJAYAN, MAYANG, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperluas pelayanan kesehatan melalui Program Homecare, termasuk menyasar tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kali ini, layanan kesehatan jemput bola tersebut hadir di Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jumat, 2 Oktober 2026.Kegiatan tersebut dihadiri Camat Mayang Muhammad Najmul Huda, S.STP., M.Si., Kepala Puskesmas Mayang, Bidan Desa Sumberkejayan, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Jember Adi Wijaya, S.STP., M.Si. Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.Pelaksanaan Homecare di Desa Sumberkejayan menyasar tiga titik, yakni kediaman/pesantren tokoh agama yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Tiga lokasi tersebut meliputi:Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, pengasuh KH. Imam Mukhlisin.Pondok Pesantren Nurul Ulum, pengasuh KH. Syamsul Hadi Baihaqi.Pondok Pesantren Al Aziz, Ust. Mahmud Al Husayri.Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dengan para tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran tenaga kesehatan secara langsung di lingkungan pesantren menunjukkan upaya pemerintah untuk membuat pelayanan kesehatan semakin dekat dan mudah dijangkau.Homecare, Layanan Kesehatan dari Pintu ke PintuProgram Homecare merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait). Program ini dirancang sebagai pelayanan kesehatan berbasis kunjungan langsung, sehingga masyarakat yang membutuhkan tidak selalu harus datang ke fasilitas kesehatan.Pemkab Jember menjelaskan bahwa Homecare dikembangkan dengan konsep pelayanan seperti “dokter keluarga”, terutama untuk masyarakat yang mengalami keterbatasan akses, keterbatasan mobilitas, serta kelompok yang membutuhkan perhatian kesehatan secara khusus. Sasaran program antara lain lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, balita stunting, penderita penyakit kronis, masyarakat kurang mampu, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.Khusus bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat, Pemkab Jember juga memperluas layanan sebagai bentuk perhatian terhadap figur yang memiliki peran penting dalam membina umat, menjaga kerukunan, serta menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.Melalui pendekatan jemput bola, tenaga kesehatan dapat melakukan pemeriksaan dan pemantauan kondisi kesehatan sesuai kebutuhan. Dalam pelaksanaannya, layanan dapat mencakup pemeriksaan kesehatan, konsultasi, perawatan tertentu, pemantauan kondisi pasien, pemberian obat atau vitamin sesuai hasil pemeriksaan, serta rujukan apabila diperlukan.Sinergi Pemerintah dan MasyarakatPelaksanaan Homecare di Desa Sumberkejayan memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, puskesmas, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta tokoh agama dan masyarakat.Dengan hadir langsung di tengah masyarakat, pemerintah tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun komunikasi dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat diketahui secara lebih dekat.Kegiatan Homecare di tiga pondok pesantren Desa Sumberkejayan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para tokoh agama yang menjadi sasaran pelayanan sekaligus memperkuat semangat bersama untuk menjaga kesehatan masyarakat.Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga akses kesehatan tidak hanya terpusat di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi dapat menjangkau masyarakat hingga ke lingkungan tempat tinggal dan komunitasnya.

pendampingan-penanganan-stunting-dalam-rangka-pembahasan-modul-e-learning-konvergensi-pencegahan-dan-percepatan-penurunan-stunting-p3s-desa-20260930
Kesehatan
30 September 2026 194 Views

Pendampingan Penanganan Stunting dalam rangka Pembahasan Modul e-Learning Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Desa

Upaya memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting terus dilakukan di wilayah Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember. Salah satunya melalui kegiatan Pendampingan Penanganan Stunting dalam rangka Pembahasan Modul e-Learning Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Desa yang digelar pada Rabu, 30 September 2026.Kegiatan yang berlangsung di Aula PKK Kecamatan Mayang tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan diikuti oleh Admin Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kader Posyandu, serta Kader Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPK) se-Kecamatan Mayang.Pembahasan modul e-Learning Konvergensi P3S Desa menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta dalam melaksanakan upaya pencegahan serta penanganan stunting di tingkat desa. Materi yang diperoleh tidak hanya bersifat pembelajaran, tetapi diharapkan dapat diterapkan secara langsung dalam pelaksanaan program di lapangan.Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Hidayat Rahman, S.Sos., Hamim selaku Pendamping Desa, serta Muh. Irfan selaku Pendamping Lokal Desa (PLD). Para narasumber memberikan pendampingan dan pembahasan terkait modul e-Learning Konvergensi P3S Desa, termasuk bagaimana hasil pembelajaran nantinya dapat diimplementasikan dalam mendukung pelaksanaan program penanganan stunting.Salah satu poin penting dalam kegiatan tersebut adalah output pembelajaran modul e-Learning yang nantinya akan diaplikasikan melalui aplikasi EHDW (Electronic Human Development Worker). Pemanfaatan aplikasi tersebut diharapkan dapat mendukung pencatatan, pemantauan, serta pengelolaan data terkait pembangunan manusia dan penanganan stunting di tingkat desa.Dengan adanya pemahaman yang lebih baik terhadap modul dan pemanfaatan EHDW, para peserta diharapkan mampu menjalankan peran masing-masing secara lebih optimal. Admin Desa, KPM, Kader Posyandu, maupun Kader TPK memiliki peran penting dalam memastikan proses pendataan, pemantauan dan intervensi terhadap kelompok sasaran dapat dilakukan secara tepat dan terkoordinasi.Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan konvergensi lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting di wilayah Kecamatan Mayang. Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kader, pendamping, hingga masyarakat, dengan dukungan data yang akurat dan pelaksanaan program yang terintegrasi.Melalui kegiatan pendampingan dan pembelajaran tersebut, diharapkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa semakin meningkat. Selanjutnya, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan di masing-masing desa sehingga upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kecamatan Mayang dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan kader di tingkat desa dalam membangun sistem penanganan stunting yang berbasis data, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil demi peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Kecamatan Mayang.

langkah-bersama-menuju-desa-sehat-mahasiswa-ners-unmuh-jember-bersinergi-dengan-pemerintah-desa-rambigundam-edukasi-masyarakat-melalui-kegiatan-mmd-20260928
Kesehatan
28 September 2026 100 Views

Langkah Bersama Menuju Desa Sehat, Mahasiswa NERS UNMUH Jember Bersinergi dengan Pemerintah Desa Rambigundam Edukasi Masyarakat Melalui Kegiatan MMD

Mahasiswa Ners Universitas Muhammadiyah Jember Edukasi Warga Rambigundam Mengenai Penyakit ISPA dan HipertensiUpaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit yang kerap dijumpai di lingkungan desa terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan. Salah satunya melalui kegiatan Masyarakat Mandiri Desa (MMD) yang digelar mahasiswa Program Studi Ners Universitas Muhammadiyah Jember di Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Desa Rambigundam, Senin (28/9/2026), pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Para mahasiswa memberikan edukasi kesehatan kepada para kader desa dengan fokus pembahasan pada Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan hipertensi, dua permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian di tengah masyarakat Desa Rambigundam.Kegiatan MMD ini tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa di lapangan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan kolaborasi antara mahasiswa keperawatan dengan masyarakat serta tenaga kesehatan di tingkat desa.Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Bapak Mangsur selaku Kepala Desa Rambigundam, Ibu Rina Susanti selaku dosen pembimbing, Denni Wahyu selaku pendamping dari Puskesmas Kecamatan Rambipuji, serta Tri Handayani selaku perawat wilayah Desa Rambigundam. Kegiatan juga diikuti oleh para kader Desa Rambigundam.Dalam sesi edukasi, mahasiswa Ners membahas mengenai ISPA dan hipertensi dari berbagai aspek, mulai dari pengenalan penyakit, faktor risiko, tanda dan gejala, hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.Materi tersebut dinilai penting karena Kader merupakan salah satu unsur yang memiliki peran strategis dalam membantu menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik, Kader diharapkan mampu menjadi penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan ketika menemukan permasalahan kesehatan di lingkungannya.Diskusi berlangsung secara interaktif. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman yang berkaitan dengan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah Desa Rambigundam.Kepala Desa Rambigundam Bapak Mangsur, menyambut baik pelaksanaan kegiatan MMD yang melibatkan mahasiswa, kader, dan tenaga kesehatan tersebut.Menurutnya, kegiatan edukasi kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus mendorong pola hidup yang lebih sehat.“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan tambahan pengetahuan kepada para kader. Harapannya, informasi yang diperoleh hari ini dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga kesadaran untuk menjaga kesehatan semakin meningkat,” ujar Bapak Mangsur.Beliau juga berharap sinergi antara Pemerintah Desa Rambigundam, Universitas Muhammadiyah Jember, Puskesmas Rambipuji, kader, dan tenaga kesehatan dapat terus terjalin melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.Pendampingan dari unsur Puskesmas Kecamatan Rambipuji dan perawat wilayah Desa Rambigundam turut memperkuat pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat secara lebih dekat sekaligus mendapatkan pengalaman dalam memberikan edukasi kesehatan di lingkungan masyarakat.Melalui kegiatan Masyarakat Mandiri Desa, mahasiswa Ners Universitas Muhammadiyah Jember diharapkan tidak hanya mampu menerapkan pengetahuan akademik, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.Kegiatan ditutup setelah rangkaian penyampaian materi dan diskusi bersama peserta selesai. Pemerintah Desa Rambigundam berharap kegiatan edukasi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan masyarakat desa yang sehat, aktif, dan mandiri dalam menjaga kesehatan.

pemerintah-desa-cakru-di-karnaval-seni-dan-budaya-20260928
Berita Desa
28 September 2026 125 Views

Pemerintah Desa Cakru di Karnaval Seni dan Budaya

Karnaval Seni dan Budaya Tingkat Kecamatan diikuti oleh Pemerintah Desa Cakru bersama perangkat desa, lembaga desa, serta masyarakat Desa Cakru yang turut memeriahkan kegiatan dengan menampilkan berbagai kreasi seni dan budaya.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 26 september 2026 dimulai pada pukul 13.00 WIB Start dari Dira Kencong Finish Balai Desa Wonorejo,Desa Cakru mendapatkan urutan ke 06 dalam Karnaval Seni dan Budaya Tingkat KecamatanPemerintah Desa Cakru turut berpartisipasi dalam kegiatan Karnaval Seni dan Budaya Tingkat Kecamatan, sebagai bentuk dukungan dalam melestarikan seni, budaya, serta tradisi lokal.Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat masyarakat dalam menjaga serta mengenalkan kekayaan budaya kepada generasi penerus.Semoga keikutsertaan Pemerintah Desa Cakru dapat terus mendukung pelestarian seni dan budaya serta memperkuat semangat kebersamaan di tingkat kecamatan

Unggulan Lokal

Jelajah Potensi Desa

Temukan keunikan, keindahan pariwisata, dan produk UMKM unggulan dari desa-desa di Kabupaten Jember.

tempe
Petung
UMKM / Ekonomi Kreatif

TEMPE

Proses pembuatan tempe di Desa Petung dilakukan secara tradisional dan memerlukan beberapa tahapan penting untuk menghasilkan tempe yang berkualitas. Bahan utama yang digunakan adalah kedelai, yang diproses melalui dua kali tahap perebusan dan perendaman sebelum masuk ke proses fermentasi. Tahapan pertama dimulai dengan memasak kedelai mentah hingga setengah matang. Setelah itu, kedelai direndam semalaman untuk melunakkan teksturnya dan memudahkan pengelupasan kulit ari. Keesokan harinya, kedelai direbus kembali hingga matang sempurna. Setelah proses perebusan kedua selesai, kedelai ditiriskan dan dibiarkan hingga benar-benar kering agar tidak menyimpan kelembapan berlebih yang dapat mengganggu proses fermentasi. Setelah kedelai dingin dan kering, tahap selanjutnya adalah proses peragian. Ragi tempe ditaburkan secara merata ke seluruh permukaan kedelai, lalu kedelai dibungkus dengan daun atau plastik yang telah dilubangi agar mendapatkan sirkulasi udara yang cukup selama proses fermentasi. Setelah dibungkus, kedelai yang sudah diberi ragi tersebut didiamkan selama kurang lebih dua hari. Selama dua hari masa fermentasi, ragi bekerja membentuk struktur padat yang dikenal sebagai tempe. Jika proses dilakukan dengan baik, dalam dua hari tempe sudah matang dan siap untuk dikonsumsi atau dijual. Meskipun terlihat sederhana, pembuatan tempe membutuhkan ketelatenan serta kebersihan yang terjaga agar hasilnya maksimal dan tidak mudah busuk.

air-terjun-panduman
Panduman
Pariwisata

AIR TERJUN PANDUMAN

Secara letak geografis Desa Panduman berbatasan langsung dengan Lereng pegunungan Hyang untuk batas sebelah barat,dalam perbatasan terzsebut desa panduman memiliki destinasi wisata alam yang sangat indah serta cukup memanjakan mata bagi para pecinta alam.Air Terjun Panduman adalah aliran sungai hutan hujan yang membentang di perbatasan paling barat tepatnya berada di Dusun Sumber Candik,dengan ketinggian + 25 meter.. Air Terjun Panduman layak untuk di jadikan tujuan tempat wisata alam untu semua kalangan.kami haturkan Selamat Datang untuk wisatawan lokal maupun manca negara untuk berwisata di Desa kami...sebagai rujukan awal kami sertakan foto asli kondisi Air Terjun Panduman dlm lampiran ini.

usaha-kerajinan-kayu-pak-yanto-dari-balung-kulon-ke-pasar-dunia
Balungkulon
UMKM / Ekonomi Kreatif

Usaha Kerajinan Kayu Pak Yanto: Dari Balung Kulon ke Pasar Dunia

Salah satu potensi unggulan Desa Balung Kulon dalam bidang ekonomi kreatif adalah usaha kerajinan kayu milik Bapak Yanto Gondres. Usaha ini telah dirintis lebih dari 20 tahun, bahkan sebelum beliau menikah. Beliau memanfaatkan potongan kayu bekas dari somel untuk diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang bernilai tinggi. Hasil kerajinannya telah menjangkau pasar bebas, tidak hanya di wilayah Jember, namun juga meluas hingga ke luar daerah, bahkan pernah mencapai pasar internasional seperti Dubai. Pak Yanto mendirikan usaha di bawah naungan PT. Garu Aditya dan telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan besar di Jakarta, Surabaya, dan kota-kota lainnya. Menariknya, meskipun belum memiliki toko online, beliau tetap mampu menjaga kestabilan penjualan dengan sistem kemitraan melalui reseller. Produksi tetap dilakukan sendiri secara mandiri, dengan dukungan 10 karyawan tetap dan sekitar 30 pekerja tambahan dari rumah masing-masing, menjadikannya sebagai salah satu contoh sukses industri rumahan (home industry) di desa. Pendapatan usaha ini cukup besar, dengan rata-rata lebih dari 10 juta rupiah per bulan; bahkan dalam dua minggu saja bisa mencapai 8 juta rupiah. Ke depan, usaha ini sangat potensial untuk terus berkembang, terlebih jika mendapat dukungan dalam hal pemasaran digital dan penguatan merek lokal. Meski Pak Yanto lebih memilih untuk fokus dalam produksi dan belum siap menjadi pembicara publik, semangat dan kontribusinya terhadap ekonomi desa patut diapresiasi dan dijadikan inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya.

tape-sebagai-produk-olahan-hasil-pertanian-desa-arjasa
Arjasa
UMKM / Ekonomi Kreatif

Tape sebagai produk olahan hasil pertanian Desa Arjasa

Desa Arjasa, Kecamatan Sukowono, memiliki potensi lokal yang menonjol di bidang olahan hasil pertanian, salah satunya adalah tape singkong. Produk ini dihasilkan dari singkong pilihan yang ditanam oleh petani lokal di lahan pertanian desa. Proses pembuatannya dilakukan secara tradisional dengan metode fermentasi menggunakan ragi, sehingga menghasilkan tape dengan cita rasa manis alami, aroma khas, dan tekstur lembut yang menjadi ciri khas Tape Arjasa. Selain menjadi makanan tradisional yang digemari masyarakat, tape juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti kue, bolu, es krim, dan minuman segar. Ketersediaan bahan baku yang melimpah serta keterampilan masyarakat dalam mengolah tape menjadikannya sebagai salah satu produk unggulan desa yang berpotensi dikembangkan lebih luas. Dengan pengemasan yang menarik dan strategi pemasaran yang tepat, tape dari Desa Arjasa tidak hanya mampu memenuhi pasar lokal, tetapi juga berpeluang menembus pasar regional hingga nasional, sekaligus menjadi ikon kuliner khas desa yang mendukung perekonomian masyarakat setempat.

jati-park
Wonojati
Pariwisata

JATI PARK

Jati Park adalah sebuah kolam renang atau lokasi berenang yang berlokasi di Wetan Gunung Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Jawa Timur.

suco-farm-produktive-farm
Suco
UMKM / Ekonomi Kreatif

Suco Farm / Produktive farm

Suco Farm / Produktive farm – Pusat Edukasi dan Kemandirian Peternakan Desa Suco Suco Farm adalah kawasan peternakan edukatif milik masyarakat Desa Suco yang menjadi simbol kemandirian pangan, pemberdayaan ekonomi, dan inovasi desa berbasis potensi lokal. Fokus utama Suco Farm adalah budidaya domba dan kambing, yang dikelola secara gotong royong oleh kelompok peternak muda dan warga desa. Lebih dari sekadar kandang ternak, Suco Farm dibangun sebagai ruang pembelajaran terbuka. Anak-anak sekolah, mahasiswa, maupun masyarakat umum dapat belajar langsung tentang siklus peternakan, perawatan hewan, pakan organik, hingga pengelolaan limbah ternak yang ramah lingkungan. Produk hasil ternak seperti daging segar, pupuk organik, dan olahan turunannya mulai menjadi bagian dari rantai ekonomi desa yang terus berkembang. Suco Farm juga menjalin kemitraan dengan UMKM dan program pertanian terpadu, menjadikannya sebagai pusat inovasi agribisnis desa. Dengan pendekatan yang edukatif, berkelanjutan, dan partisipatif, Suco Farm bukan hanya tempat beternak, tapi juga lumbung harapan baru bagi masa depan ekonomi dan ketahanan pangan Desa Suco.

opak-gapit
Serut
UMKM / Ekonomi Kreatif

OPAK GAPIT

Kue Kering adalah makanan ringan yang bukan termasuk makanan utama. Secara harfiah makanan ini berbahan dasar dari tepung yang diolah. Kue kering ini memiliki tekstur keras akan tetapi renyah. Kue kering ini memiliki daya tahan yang cukup lama. Kue kering ini termasuk dalam salah satu jajanan tradisional yang masih dilestarikan terutama di Desa Serut. Serta peminat dari kue kering ini masih cukup banyak terutama pada saat bulan Ramadhan.

kripik-pisang-lumar
Sidomulyo
UMKM / Ekonomi Kreatif

Kripik Pisang Lumar

Kepirik Pisang Lumar Sidomulyo memiliki varian rasa seperti Cokelat, Red Velvet, Tiramisu, Matcha dan Taro