Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6511
Artikel Berita
131
Potensi
Portal Keterbukaan Informasi Publik

Selamat Datang di PPID Desa Kab. Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) merupakan garda terdepan dalam mewujudkan transparansi dan pelayanan informasi publik di seluruh desa se-Kabupaten Jember.

Terintegrasi 226 Desa Akses Publik 24/7

Temukan Desa Anda

Pilih kecamatan dan desa untuk mengakses portal informasi.

Kunjungi Portal Desa

Pusat Data & Informasi Terintegrasi

Statistik real-time keterbukaan informasi publik dari seluruh desa di Kabupaten Jember.

226

Desa Terintegrasi

9

Publikasi Informasi

131

Potensi Desa

550

Jumlah Dokumen

Publikasi Terkini

Berita Desa Terbaru

Ikuti perkembangan terbaru, program unggulan, dan informasi publik dari desa-desa di Kabupaten Jember.

cegah-masalah-lingkungan-kkn-kolaboratif-latih-siswa-sekolah-di-desa-cakru-cara-pemilahan-sampah-20260813
Berita Desa
13 Agustus 2026 31 Views

Cegah Masalah Lingkungan, KKN Kolaboratif Latih Siswa Sekolah di Desa Cakru Cara Pemilahan Sampah

CAKRU – Mahasiswa KKN Kolaboratif 002 Desa Cakru, Kecamatan Kencong, menggelar kegiatan sosialisasi pemilahan sampah di dua lembaga pendidikan, yakni SMP Muhammadiyah 8 Cakru pada Sabtu, (08/08/2026) dan MI Jawahirul Ulum Cakru pada Senin, (10/08/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kepedulian para siswa sejak dini terhadap pengelolaan sampah di lingkungan sekolah maupun rumah.Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memberikan materi dasar mengenai pentingnya memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu. Siswa diajak untuk mengenali perbedaan dampak dari masing-masing jenis sampah serta cara pengelolaan yang tepat agar tidak merusak lingkungan.Agar materi mudah dipahami dan menarik perhatian peserta, pemaparan diselingi dengan penayangan video edukasi interaktif. Tak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi fun games "balap pemilahan sampah" untuk menguji ketangkasan siswa dalam mempraktikkan materi secara langsung. Di akhir acara, mahasiswa KKN melakukan tes/evaluasi singkat guna mengukur sejauh mana tingkat pemahaman para siswa setelah mengikuti rangkaian kegiatan.Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini dan berharap ilmu yang didapatkan para siswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

dukung-layanan-kesehatan-masyarakat-mahasiswa-kkn-kolaboratif-059-desa-tegalrejo-2026-ikut-serta-dalam-kegiatan-posyandu-20260813
Pelayanan Publik
13 Agustus 2026 9 Views

Dukung Layanan Kesehatan Masyarakat, Mahasiswa KKN Kolaboratif 059 desa Tegalrejo 2026 Ikut Serta dalam Kegiatan Posyandu

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 059 Desa Tegalrejo turut membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu Tulip 56 yang diselenggarakan di Dusun Kebun Gunung, Desa Tegalrejo. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 05 Agustus 2026, dan menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung program pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat setempat. Posyandu Tulip 56 merupakan salah satu posyandu aktif di Desa Tegalrejo yang secara rutin menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, balita, dan lansia. Pada kesempatan kali ini, seluruh anggota KKN Kolaboratif 059 Desa Tegalrejo turut serta mendampingi jalannya kegiatan, didampingi langsung oleh Bu Nahe selaku Bidan Posyandu Desa Tegalrejo, serta dibantu oleh Ibu-Ibu Kader Posyandu Tulip 56 yang selama ini menjadi penggerak utama pelayanan kesehatan di tingkat dusun. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membantu berbagai rangkaian layanan yang disediakan, mulai dari pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil, pengukuran tinggi dan berat badan, pengukuran lingkar kepala serta lingkar lengan balita, hingga pemberian Vitamin A bagi balita. Selain itu, kegiatan juga mencakup kontrol kesehatan bagi lansia guna memantau kondisi kesehatan kelompok usia lanjut yang menjadi salah satu fokus perhatian dalam program posyandu. Mahasiswa turut membantu proses pencatatan data, pengarahan alur pelayanan bagi warga yang hadir, hingga mendampingi kader dalam menjalankan setiap tahapan pemeriksaan agar berjalan tertib dan efisien.Antusiasme warga terlihat jelas sejak pagi hari, di mana warga dari berbagai kalangan turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, mulai dari ibu hamil, lansia, hingga ibu-ibu yang memiliki balita. Suasana posyandu tampak ramai namun tetap kondusif berkat kerja sama yang baik antara kader, tenaga kesehatan, dan mahasiswa KKN dalam mengatur jalannya pelayanan. Interaksi hangat antara mahasiswa dan warga turut mewarnai kegiatan ini, terutama saat mahasiswa membantu menenangkan balita yang hendak ditimbang maupun mendampingi ibu hamil selama proses pemeriksaan berlangsung. Keterlibatan langsung mahasiswa dalam kegiatan Posyandu Tulip 56 diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni membantu meringankan tugas kader dalam pelaksanaan pelayanan, sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai praktik pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat dusun. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat sekitar semakin mudah dalam menjangkau fasilitas kesehatan terdekat, terutama bagi ibu-ibu yang memiliki balita dan memerlukan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

mahasiswa-kkn-kolaboratif-2026-mengadakan-sosialisasi-sampah-jadi-berkah-belajar-mengolah-sampah-organik-menjadi-eco-enzyme-dan-sampah-anorganik-melalui-bank-sampah-di-desa-pringgowirawan-20260812
Berita Desa
12 Agustus 2026 10 Views

Mahasiswa KKN Kolaboratif 2026 Mengadakan Sosialisasi “Sampah Jadi Berkah“ Belajar Mengolah Sampah Organik Menjadi Eco Enzyme dan Sampah Anorganik Melalui Bank Sampah di Desa Pringgowirawan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Kabupaten Jember Tahun 2026 didukung Pemdes Pringgowirawan menggelar kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga pada Rabu, 12 Agustus 2026 Pukul 19.00 WIB bertempat di Balai Desa Pringgowirawan, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Perangkat Desa, Ketua Kelompok Tani Pringgowirawan, PPL Wilayah Sumberbaru dan juga Saudara Ahmad Taufik Ridho'i selaku pengembang Aplikasi Bank Sampah sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik di lingkungan rumah tangga.Kegiatan sosialisasi ini dilakukan karena sampah rumah tangga masih menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan pemahaman kepada Warga Pringgowirawan mengenai cara sederhana dalam mengelola sampah, mulai dari mengurangi sampah, memilah sampah berdasarkan jenisnya, hingga membuang dan mengolah sampah dengan cara yang tepat.Dalam pelaksanaannya, materi mengenai pengelolaan sampah disampaikan oleh H. Abdul Mufid S.P dan Bapak Bhawika Purwo Wibowo. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, mulai dari pengenalan jenis-jenis sampah, perbedaan sampah organik dan anorganik, hingga pentingnya melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Beliu juga mengajak para peserta untuk mulai membiasakan pengelolaan sampah yang lebih baik dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Kegiatan berlangsung dalam suasana yang interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan kondisi maupun permasalahan sampah yang ada di lingkungan masing-masing. Melalui diskusi tersebut, mahasiswa KKN bersama pemateri juga dapat mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus memberikan beberapa solusi sederhana yang dapat diterapkan.Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN Kolaboratif 2026 Kabupaten Jember berharap pengetahuan yang telah diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja, tetapi dapat diteruskan kepada masyarakat dan juga diharapkan dapat dilakukan dengan lebih baik dan berkelanjutan sehingga lingkungan desa menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman.

monev-kegiatan-desa-rambigundam-dpubmsda-dan-kecamatan-rambipuji-lakukan-monitoring-lapangan-20260814
Berita Desa
12 Agustus 2026 9 Views

Monev Kegiatan Desa Rambigundam, DPUBMSDA dan Kecamatan Rambipuji Lakukan Monitoring Lapangan

Pemerintah Desa Rambigundam menerima kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) bersama Kecamatan Rambipuji pada Hari Rabu 12 Agustus 2026.Kegiatan Monev tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan pembangunan dan kegiatan infrastruktur di Desa Rambigundam berjalan sesuai dengan perencanaan, ketentuan teknis, serta prinsip tertib administrasi dan akuntabilitas.Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan peninjauan secara langsung terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan. Monitoring mencakup pemeriksaan kondisi fisik pekerjaan, kesesuaian pelaksanaan dengan rencana, serta berbagai aspek teknis dan administrasi yang berkaitan dengan kegiatan pembangunan desa.Pemerintah Desa Rambigundam menyambut baik pelaksanaan Monev tersebut sebagai bentuk pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan di tingkat desa. Melalui monitoring dan evaluasi secara berkala, diharapkan setiap kegiatan pembangunan dapat terlaksana secara optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Kepala Desa Rambigundam, Mangsur, menyampaikan bahwa Pemerintah Desa berkomitmen untuk melaksanakan setiap program pembangunan secara transparan, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Selain melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan kegiatan, Monev juga menjadi sarana koordinasi antara Pemerintah Desa, Kecamatan Rambipuji, dan DPUBMSDA untuk mengidentifikasi berbagai hal yang perlu diperbaiki maupun ditingkatkan dalam pelaksanaan pembangunan.Dengan adanya kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Pemerintah Desa Rambigundam berharap seluruh kegiatan pembangunan dapat terus ditingkatkan kualitasnya, tepat sasaran, serta mampu mendukung peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Desa Rambigundam.

si-larung-ajak-masyarakat-desa-nogosari-tanam-toga-untuk-perkuat-ketahanan-masyarakat-20260812
Berita Desa
12 Agustus 2026 10 Views

SI-LARUNG Ajak Masyarakat Desa Nogosari Tanam TOGA untuk Perkuat Ketahanan Masyarakat

Nogosari, 11 Agustus 2026 – Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ mengajak masyarakat Desa Nogosari untuk melakukan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bagian dari implementasi Program SI-LARUNG. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lingkungan sekitar sekaligus membangun kebiasaan yang mendukung ketahanan masyarakat secara berkelanjutan.Penanaman TOGA dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk memanfaatkan lahan yang tersedia dengan menanam tanaman yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.Program SI-LARUNG merupakan salah satu bagian dari rangkaian program PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ yang dikembangkan untuk mendukung ketangguhan masyarakat Desa Nogosari. Melalui penanaman TOGA, masyarakat didorong untuk mulai membangun pemanfaatan sumber daya lokal yang dapat dilakukan secara sederhana dan berkelanjutan.Kegiatan penanaman juga menjadi ruang bagi Tim PPK ORMAWA untuk mengajak masyarakat terlibat secara langsung dalam pelaksanaan program. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap program sehingga kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan penanaman, tetapi dapat dilanjutkan melalui perawatan dan pemanfaatan tanaman secara berkelanjutan.Melalui SI-LARUNG, penanaman TOGA diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam memperkuat ketahanan masyarakat Desa Nogosari. Pemanfaatan lingkungan secara produktif dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun desa yang lebih mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.Penulis: Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJLokasi: Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten JemberTanggal Publikasi: 12 Agustus 2026

si-kencana-perkuat-peran-destana-dan-karang-taruna-nogosari-melalui-pelatihan-water-rescue-dan-evakuasi-banjir-20260812
Berita Desa
12 Agustus 2026 11 Views

SI-KENCANA Perkuat Peran DESTANA dan Karang Taruna Nogosari melalui Pelatihan Water Rescue dan Evakuasi Banjir

Nogosari, 8 Agustus 2026 – Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ bersama Pemerintah Desa Nogosari dan BPBD Kabupaten Jember melaksanakan kegiatan Penguatan Peran DESTANA dan Karang Taruna Desa Nogosari melalui Pelatihan Water Rescue dan Evakuasi Korban Banjir di Sungai Curahmalang, Desa Nogosari. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program SI-KENCANA yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.Pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian rapat koordinasi yang sebelumnya dilakukan oleh Pemerintah Desa Nogosari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua DESTANA, serta para Kepala Dusun. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan berdasarkan kondisi riil dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana banjir di Desa Nogosari.Salah satu kebutuhan yang ditemukan adalah masih terbatasnya kemampuan sebagian masyarakat dan anggota DESTANA dalam mengoperasikan perahu karet untuk mendukung proses penyelamatan. Kemampuan mengemudikan perahu, mendayung, hingga melakukan evakuasi korban menjadi bagian yang perlu diperkuat melalui pelatihan secara langsung.Kebutuhan tersebut kemudian dibahas lebih lanjut dalam pertemuan pada 5 Agustus 2026. Dalam forum tersebut, Ketua Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Savero Gian Purnomo, menyampaikan usulan agar pelatihan mitigasi bencana difokuskan pada keterampilan evakuasi korban banjir yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lapangan.Menindaklanjuti hasil koordinasi tersebut, Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ melakukan koordinasi langsung dengan BPBD Kabupaten Jember melalui penyampaian surat permohonan pelatihan. Koordinasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan komunikasi teknis bersama BPBD hingga disepakati pelaksanaan pelatihan Water Rescue dan evakuasi korban banjir.Kegiatan pelatihan diikuti oleh jajaran Pemerintah Desa Nogosari, para Kepala Dusun, masyarakat, DESTANA Desa Nogosari dan DESTANA Desa Rambipuji, pemuda dan pemudi Karang Taruna, serta kru BPBD Kabupaten Jember sebagai pelatih. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kapasitas kebencanaan agar tidak hanya dimiliki oleh kelompok DESTANA, tetapi juga oleh masyarakat dan unsur kepemudaan di desa.Pelatihan dilaksanakan secara praktik di Sungai Curahmalang. Peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam mengoperasikan perahu karet, mulai dari teknik mendayung, mengemudikan perahu, hingga praktik evakuasi korban banjir. Pendekatan praktik secara langsung memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami kondisi dan tantangan yang dapat dihadapi ketika melakukan penyelamatan di lingkungan perairan.Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan kegiatan. Para Kepala Dusun, anggota DESTANA, dan pemuda yang mengikuti pelatihan turut menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan mereka menghadapi kondisi bencana banjir.Peningkatan kemampuan tersebut menjadi salah satu hasil penting dari kegiatan karena peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung. Dengan demikian, keterampilan peserta dalam melakukan tindakan penyelamatan diharapkan menjadi lebih siap dan kompeten dibandingkan sebelum mengikuti pelatihan.Kepala Desa Nogosari, Esa Hosada, S.H., M.Kn., menyampaikan bahwa ketangguhan desa dalam menghadapi bencana membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kapasitas kebencanaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa atau DESTANA, tetapi perlu dibangun bersama melalui keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas.“Desa yang tangguh terhadap bencana tidak hanya dibangun oleh pemerintah desa maupun DESTANA. Seluruh elemen masyarakat perlu turut bergerak dan memiliki kapasitas dalam menghadapi bencana. Melalui pelatihan seperti ini, masyarakat dapat mengambil peran dan memberikan dampak nyata bagi terwujudnya Desa Nogosari yang semakin tanggap terhadap bencana,” ujar Esa Hosada, S.H., M.Kn.Hal tersebut sejalan dengan pandangan Ketua Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Savero Gian Purnomo, yang menilai bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan desa. Pelatihan kebencanaan diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang dapat digunakan ketika menghadapi kondisi darurat.Senyum dan antusiasme anggota DESTANA serta peserta lainnya menjadi gambaran bahwa pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri dalam menjalankan aksi penyelamatan. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara Pemerintah Desa, DESTANA, Karang Taruna, masyarakat, PPK ORMAWA, dan BPBD Kabupaten Jember.Melalui Program SI-KENCANA, pelatihan Water Rescue dan evakuasi korban banjir diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun kapasitas kebencanaan berbasis masyarakat. Dengan semakin banyaknya elemen desa yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penanggulangan bencana, Desa Nogosari diharapkan mampu membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih kuat, kolaboratif, dan responsif terhadap potensi bencana banjir.Penulis: Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJLokasi: Sungai Curahmalang dan Balai Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten JemberTanggal Publikasi: 12 Agustus 2026

ppk-ormawa-dan-smpn-3-rambipuji-dorong-aksi-nyata-melalui-demonstrasi-komposter-sederhana-20260812
Berita Desa
12 Agustus 2026 8 Views

PPK ORMAWA dan SMPN 3 Rambipuji Dorong Aksi Nyata melalui Demonstrasi Komposter Sederhana

Nogosari, 29 Juli 2026 – Sosialisasi pemilahan sampah yang sebelumnya dilaksanakan di SMP Negeri 3 Rambipuji menjadi langkah awal bagi Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ untuk mendorong perubahan perilaku siswa dalam pengelolaan sampah. Melalui koordinasi bersama pihak sekolah dan berbagai pemangku kepentingan di SMPN 3 Rambipuji, disepakati bahwa peningkatan pengetahuan perlu dilanjutkan dengan gerakan nyata yang melibatkan siswa secara langsung.Ketua Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Savero Gian Purnomo, bersama seluruh anggota tim melakukan diskusi dan koordinasi dengan Kepala SMPN 3 Rambipuji, Akhmad Fauzi, S.Pd., beserta jajaran sekolah. Diskusi tersebut membahas tindak lanjut sosialisasi pemilahan sampah serta upaya membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.Hasil koordinasi menyepakati perlunya kegiatan yang tidak hanya memberikan pemahaman kepada siswa, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam mengelola sampah. Salah satu bentuk tindak lanjut tersebut diwujudkan melalui Demonstrasi Pengelolaan Sampah Organik menggunakan Komposter Sederhana.Kegiatan demonstrasi dilaksanakan dengan melibatkan siswa secara aktif. Para siswa mengikuti proses pengelolaan sampah organik menggunakan komposter sederhana dengan perbekalan yang telah mereka bawa. Keterlibatan secara langsung tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami bahwa sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali.Kegiatan berlangsung secara aktif dan partisipatif. Siswa tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi turut terlibat dalam proses yang dilakukan sehingga pembelajaran mengenai pengelolaan sampah menjadi lebih aplikatif. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa menghubungkan pengetahuan yang diperoleh pada kegiatan sosialisasi sebelumnya dengan praktik nyata di lingkungan mereka.Langkah tindak lanjut ini menjadi bagian dari upaya Program SI-RASA dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui pengelolaan lingkungan berbasis aksi. Lingkungan sekolah dipilih sebagai salah satu ruang strategis untuk membangun kebiasaan tersebut karena siswa dapat membawa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.Melalui kolaborasi antara Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ dan SMPN 3 Rambipuji, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai demonstrasi semata. Pengalaman siswa dalam mengelola sampah organik melalui komposter sederhana diharapkan dapat menjadi awal dari gerakan yang lebih berkelanjutan dalam membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat.Penulis: Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJLokasi: SMP Negeri 3 Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten JemberTanggal Publikasi: 12 Agustus 2026

ppk-ormawa-bem-fkm-unej-dorong-generasi-muda-peduli-lingkungan-melalui-sosialisasi-pemilahan-sampah-di-smpn-3-rambipuji-20260811
Berita Desa
11 Agustus 2026 10 Views

PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ Dorong Generasi Muda Peduli Lingkungan melalui Sosialisasi Pemilahan Sampah di SMPN 3 Rambipuji

Nogosari, 27 Juli 2026 – Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ melaksanakan sosialisasi pemilahan sampah kepada seluruh siswa SMP Negeri 3 Rambipuji sebagai bagian dari upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam konservasi lingkungan. Kegiatan dilaksanakan secara bergiliran di ruang laboratorium sekolah dengan sasaran seluruh angkatan siswa SMPN 3 Rambipuji.Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program SI-RASA yang berfokus pada penguatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah. Sosialisasi pemilahan sampah menjadi salah satu langkah untuk membangun perubahan perilaku sejak usia sekolah, khususnya dalam mengenali, memilah, dan mengelola sampah yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari.Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Kepala SMPN 3 Rambipuji, Akhmad Fauzi, S.Pd. Dalam koordinasi tersebut, disampaikan pentingnya keterlibatan siswa dalam upaya konservasi lingkungan melalui perbaikan kebiasaan dan perilaku, mulai dari aktivitas yang menghasilkan sampah hingga cara memperlakukan sampah setelah dihasilkan.“Kami melihat bahwa anak-anak memiliki peran penting dalam upaya konservasi lingkungan. Perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam melihat dan memperlakukan sampah yang mereka hasilkan sehari-hari,” ujar Akhmad Fauzi, S.Pd.SMPN 3 Rambipuji menjadi salah satu sasaran strategis dalam kegiatan ini karena sebagian besar siswanya merupakan warga yang berdomisili di Desa Nogosari. Kondisi tersebut membuka peluang agar edukasi yang diberikan tidak hanya memberikan manfaat di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diteruskan ke lingkungan rumah dan masyarakat.Kegiatan sosialisasi dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta ajakan yang komunikatif dan humanis kepada siswa. Untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta, kegiatan juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai pemilahan sampah hingga lebih dari 85 persen setelah mengikuti kegiatan.Kepala Desa Nogosari, Esa Hosada, S.H., M.Kn., menyampaikan bahwa pendekatan edukasi yang dilakukan secara gembira dan humanis dapat memberikan dampak yang lebih luas. Menurutnya, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh anak-anak yang berasal dari Desa Nogosari, tetapi juga berpotensi menyebar kepada siswa dari desa maupun wilayah lainnya.“Melalui kegiatan sosialisasi yang dilengkapi dengan pre-test dan post-test serta dikemas secara gembira dan humanis, edukasi ini tidak hanya berdampak pada anak-anak Desa Nogosari. Pengetahuan dan kebiasaan baik yang mereka peroleh juga berpotensi menyebar kepada lingkungan dan anak-anak dari daerah lainnya,” ujar Esa Hosada, S.H., M.Kn.Antusiasme siswa juga terlihat selama sesi diskusi. Siswa aktif mengikuti penyampaian materi dan menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai pemilahan serta pengelolaan sampah. Partisipasi tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa generasi muda memiliki potensi untuk terlibat dalam upaya konservasi lingkungan melalui perubahan perilaku dan aksi nyata.Ketua Tim Pelaksana PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Savero Gian Purnomo, berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan semata. “Kami berharap edukasi mengenai pemilahan sampah tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat,” ujarnya.Melalui kegiatan ini, keterlibatan generasi muda diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik. Peningkatan pengetahuan yang terlihat dari hasil evaluasi menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan perilaku dan mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.Penulis: Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJLokasi: SMPN 3 Rambipuji, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten JemberTanggal Publikasi: 11 Agustus 2026

program-viola-hadir-di-tegalwangi-warga-dusun-jatisongo-bisa-konsultasi-bpjs-lewat-zoom-tanpa-perlu-ke-kantor-cabang-20260811
Berita Desa
11 Agustus 2026 8 Views

Program Viola Hadir di Tegalwangi, Warga Dusun Jatisongo Bisa Konsultasi BPJS Lewat Zoom Tanpa Perlu ke Kantor Cabang.

​JEMBER, 29 JULI 2026 – Inovasi pelayanan publik digital terus diperluas untuk memperdekat jangkauan layanan kesehatan masyarakat. Pada Rabu, 29 Juli 2026, Program Virtual Office Layanan Peserta (Viola) sukses diselenggarakan di Balai Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari. Kegiatan ini difokuskan untuk memfasilitasi warga, khususnya dari Dusun Jatisongo, dalam mengurus administrasi dan berkonsultasi mengenai BPJS Kesehatan tanpa perlu melakukan perjalanan jauh ke kantor cabang.​Sosialisasi dan layanan interaktif ini diikuti oleh sebanyak 29 peserta yang terdiri dari warga masyarakat umum serta sejumlah perwakilan Ketua RT setempat. Kehadiran para pengurus RT ini menjadi angin segar untuk membantu menyebarluaskan informasi hasil sosialisasi ke lingkungan warga yang lebih luas.​Melalui program Viola, melayani berbagai kebutuhan administrasi kepesertaan, di antaranya pendaftaran baru peserta PBPU Mandiri, PNS, TNI, dan Polri, perubahan segmen peserta menjadi PBPU Mandiri, penambahan anggota keluarga, perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), serta penyampaian keluhan atau pengaduan yang akan ditindaklanjuti oleh pihak BPJS Kesehatan. masyarakat mendapatkan ruang interaksi langsung melalui sambungan teleconference (Zoom) dengan petugas BPJS Kesehatan. Berbagai urusan kepesertaan dapat dilayani secara praktis.Pelaksanaan kegiatan di lapangan turut dibantu oleh tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata(KKN) yang sedang menjalankan pengabdian diDesa Tegalwangi.  Melalui program ini ,Masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan konsultasi,tanya jawab, serta menyampaikan berbagai kendala terkait kepesertaan BPJS Kesehatan secara langsung melalui sambungan Zoom yang terhubung dengan petugas BPJS agar dapat menyampaikan kendalanya dengan lancar.​Salah satu perwakilan pengurus RT Jatilawang 08, Bu Romlah yang hadir menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, layanan berbasis Zoom dari balai desa sangat memangkas biaya transportasi, waktu, dan tenaga warga Dusun Jatisongo yang selama ini terkendala jarak jika harus mengurus berkas langsung ke kantor BPJS Kesehatan. “Program Viola ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Warga yang biasanya harus datang ke kantor BPJS sekarang bisa berkonsultasi langsung dari balai desa melalui Zoom dan dijawab langsung oleh petugas BPJS. Ini tentu menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Saya berharap program seperti ini bisa terus dilaksanakan karena benar-benar memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan BPJS,” ujar beliau Bu Romlah.​Melalui sinergi layanan digital Viola di Desa Tegalwangi, diharapkan tingkat pemahaman warga Kecamatan Umbulsari mengenai hak dan kewajiban kepesertaan BPJS Kesehatan semakin meningkat, sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang inklusif, cepat, dan modern hingga tingkat dusun.

Unggulan Lokal

Jelajah Potensi Desa

Temukan keunikan, keindahan pariwisata, dan produk UMKM unggulan dari desa-desa di Kabupaten Jember.

ting-ting-jahe-kacang
Sidomulyo
UMKM / Ekonomi Kreatif

Ting-Ting Jahe Kacang

Ting-ting jahe kacang merupakan cemilan khas yang memberikan kenikmatan di setiap gigitannya yang dibuat oleh ibu-ibu Desa Sidomulyo

pabrik-tahu-skala-rumahan-di-desa-arjasa
Arjasa
UMKM / Ekonomi Kreatif

Pabrik Tahu skala rumahan di Desa Arjasa

Desa Arjasa, Kecamatan Sukowono, memiliki potensi lokal yang cukup menonjol di sektor industri olahan pangan, salah satunya adalah pabrik tahu skala rumahan. Usaha ini dikelola secara mandiri oleh warga dengan memanfaatkan kedelai sebagai bahan baku utama yang mudah diperoleh di pasaran. Proses produksi dilakukan setiap hari dengan metode tradisional yang tetap mempertahankan cita rasa khas, namun didukung peralatan sederhana yang memadai untuk menjaga kualitas. Produk tahu dari Desa Arjasa dikenal memiliki tekstur padat, rasa gurih alami, dan tahan lama, sehingga diminati oleh konsumen di pasar lokal maupun luar desa. Industri ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi pemilik usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Keberadaan pabrik tahu skala rumahan ini sekaligus memperkuat identitas Desa Arjasa sebagai sentra pangan lokal, yang berpotensi dikembangkan melalui inovasi produk, peningkatan kualitas kemasan, dan perluasan pasar ke wilayah yang lebih luas.

kerajinan-anyaman-tas-tri-dewi
Dukuhdempok
UMKM / Ekonomi Kreatif

KERAJINAN ANYAMAN TAS TRI DEWI

RUMAH PRODUKSI ANYAMAN TAS PLASTIK

mutiara-park
Tegalwangi
Pariwisata

MUTIARA PARK

Wisata Kolam Renang dan Hiburan yang bertempat di Desa Tegalwangi Khususnya Dusun Krangkongan

ratesa-swimming-pool-1786508775
Rambigundam
Pariwisata

Ratesa Swimming Pool

Kolam renang dengan suasana alam yang indah,sejuk dan menyenangkan

produksi-batik
Tegalwaru
UMKM / Ekonomi Kreatif

Produksi Batik

DUSUN SUMBER PINANG DESA TEGALWARU INDUSTRI BATIK CAP DAN BATIK TULIS Batik merupakan hal yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia saat ini. Batikmerupakan salah satu warisan nusantara yang unik. Keunikannya ditunjukkandengan barbagai macam motif yang memiliki makna tersendiri. Menurut Asti M.dan Ambar B. Arini (2011: 1) berdasarkan etimologi dan terminologinya, batikmerupakan rangkaian kata mbat dan tik. Mbat dalam bahasa Jawa dapat diartikansebagai ngembat atau melempar berkali-kali, sedangkan tik berasal dari kata titik.Jadi, membatik artinya melempar titik berkali-kali pada kain. Adapula yangmengatakan bahwa kata batik berasal dari kata amba yang berarti kain yang lebardan kata titik. Artinya batik merupakan titik-titik yang digambar pada media kainyang lebar sedemikian sehingga menghasilkan pola-pola yang indah. Dalam KamusBesar Bahasa Indonesia, batik memiliki arti kain bergambar yang pembuatannyasecara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudianpengolahannya diproses dengan cara tertentu.Batik sudah ada sejak jaman Majapahit dan sangat populer sampai saat ini.Tidak ada yang dapat memastikan kapan batik tercipta. Namun, motif batik dapatterlihat pada artefak seperti pada candi dan patung. Menurut Asti M. dan Ambar B.Arini (2011: 1) kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaianyang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia. Memang padaawalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam keraton, untuk pakaian raja dan keluarga, serta para pengikutnya. Batik yang masuk kalangan istana diklaimsebagai milik dalam benteng, orang lain tidak boleh mempergunakannya. Hal inilahyang menyebabkan kekuasaan raja serta pola tata laku masyarakat dipakai sebagailandasan penciptaan batik. Akhirnya, didapat konsepsi pengertian adanya batikklasik dan tradisional. Penentuan tingkatan klasik adalah hak prerogatif raja.Banyaknya pengikut raja yang tinggal di luar keraton, menjadikan keterampilanmembuat batik meluas dan ditiru oleh masyarakat sekitar. Bahkan membatikmenjadi pekerjaan wanita untuk mengisi waktu luangnya. Akibatnya batik yangsemula hanya dipakai oleh keluarga keraton, menjadi pakaian rakyat. Pada awalkeberadaannya, motif batik terbentuk dari simbol-simbol bermakna, yangbernuansa tradisional Jawa, Islami, Hinduisme, dan Budhisme. Dalamperkembangannya, batik diperkaya oleh nuansa budaya lain seperti Cina dan Eropamodern

stik-ubi-dua-putra-sidomulyo
Sidomulyo
UMKM / Ekonomi Kreatif

Stik Ubi Dua Putra Sidomulyo

Stik Ubi adalah camilan inovatif yang menggabungkan cita rasa lezat dengan kesehatan yang tinggi. Dibuat dengan menggunakan ubi jalar berkualitas tinggi, Stik Ubi menjadi pilihan sempurna untuk mereka yang menginginkan camilan yang enak tanpa mengorbankan nutrisi.

sandorellang-video-dokumenter-kebudayaan-desa-klungkung-kec-sukorambi-jember
Klungkung
Pariwisata

Sandorellang || Video Dokumenter Kebudayaan Desa Klungkung Kec. Sukorambi Jember

Berikut Video Link Dokumenter Kebudayaan Desa Klungkung Kec. Sukorambi Jember. Sandorellang yang merupakan salah satu potensi unggulan Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember-Jawa Timur. https://youtu.be/-ctPWQ6vNuM