80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) merupakan garda terdepan dalam mewujudkan transparansi dan pelayanan informasi publik di seluruh desa se-Kabupaten Jember.
Pilih kecamatan dan desa untuk mengakses portal informasi.
Statistik real-time keterbukaan informasi publik dari seluruh desa di Kabupaten Jember.
Desa Terintegrasi
Publikasi Informasi
Potensi Desa
Jumlah Dokumen
Ikuti perkembangan terbaru, program unggulan, dan informasi publik dari desa-desa di Kabupaten Jember.
Pada Hari Rabu Tanggal 21 Oktober 2026 Pukul 09.00 wib di Aula Kantor Balai Desa Cangkring yang dihadiri oleh Kapolsek Jenggawah IPTU ANDI FERRY CHRISTIAN,S.H.,Kepala Desa Cangkring H.HERU ALI WAHYUDI,S.IP.,.Ketua Panitia Karnaval Cangkring beserta Anggota, Anggota Polsek Jenggawah 3 orang Babinsa Cangkring, Bhabinkamtibmas Cangkring dan Satpol pp Cangkring, dengan materi Rakor dan Sosialisasi Persiapan Karnaval Budaya Desa Cangkring antara lain yaitu Pembukaan dan Sambutan, Pemaparan Teknis Karnaval, Sesi diskusi dan Audiensi, Kesepakatan bersama, Larangan dan Tatib Peserta Karnaval Budaya Desa Cangkring, Membawa benda berbahaya sajam,Miras,Atribut Provokatif,Kluar rombongan dan sampah, adapun Kriteria Penilaian Karnaval Budaya Desa Cangkring 1. Kreativitas dan keunikan 2. Kekompakan dan kedisiplinan 3. Daya tarik dan estetika 4. Muatan pesan dan edukasi Dan Khusus batas waktu untuk tiap Pemilik Sound Sistem yg akan perfom atau Cek Sound batas waktu sampai dengan jam 22.00 wib jika ada sampai melebihi dari jam 22.00 wib bagi pihak petugas keamanan akan dilimpahkan ke pihak panitia jika terjadi kericuhan dikarenakan pada saat Rapat telah di sampaikan bahwa batas waktu Cek Sound Sistem yang telah disepakati bersama sampai jam 22.00 wib untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan dan agar tidak mengganggu warga sekitar, Cek Sound tersebut akan di laksanakan pada hari Jum'at tanggal 23 Oktober 2026 pada malam Sabtu ditiap Dusun dan Karnaval Budaya Desa Cangkring akan di laksanakan pada tanggal 24 Oktober 2026 Pihak kepolisian telah memberikan himbauan terkait keamanan tersebut kepada pihak-pihak terkait agar tercipta lingkungan yang aman damai dan kondusif
Senin , 19 Oktober 2026 Desa Sukoreno mengadakan rapat kordinasi rutin yang di adakan setiap hari senin jam 08.00 pagi sampai selesai.Dalam rapat ini yang di pimpin langsung oleh Bpk Kepala Desa Sukoreno H.Achmad Choiri dan juga ibu Sekdes Hj Sevi Nuril Huda.Rakor ini melibatkan semua perangkat dari Kasi dan Kaur ,staf,Kasun dan Pembantu Kasun juga Linmas,Dalam rapat rutinan ini pembahasan tentang PBB untuk terus mengingatkan kepada warganya bahwa WP untuk segera membayar.Dan juga laporan dari masing masing Kepala Dusun untuk keadaan/kegiatan satu minggu kemarin.Dusun Kandangrejo kondisi di lapangan aman dan juga untuk PBB masih lancarDusun Krajan Lor sama kondisi di lapangan aman dan PBB juga masih ada masukanDusun Krajan Kidul kondisi di lapangan aman san PBB juga aman sedikit menambakan tentang kegiatan di Mushola terkait hari santri yang akan di selenggarakan tgl 24 oktober 2026 meminta bantuan linmas untuk ,menjaga keamaan kendaraan para tamudan yang terakhir laporan pemasukan PBB yang di bacakan langsung oleh petugasdemikian kegiatan pada rakor hari senin 19 oktober 2026
JEMBER – Sosialisasi Akuntabilitas Penggunaan Dana Desa Tahun 2026 digelar di Hotel Aston Jember, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini dihadiri Bupati Jember Gus Fawaid, anggota DPR RI Komisi XI H. Charles Meikyansah, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Timur Yuan Candra Djaisin, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut menekankan pentingnya pengelolaan Dana Desa yang transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Bupati Paparkan Program Unggulan Kabupaten JemberDalam sambutan pembuka, Bupati Jember Gus Fawaid menyampaikan ucapan selamat datang kepada para narasumber dan peserta yang hadir. Ia juga memaparkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember, di antaranya layanan homecare dan Universal Health Coverage (UHC) sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.Pemaparan tersebut menjadi bagian dari penyampaian arah kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program pelayanan publik.Anggota DPR RI Dukung Program Pembangunan DesaSambutan berikutnya disampaikan anggota DPR RI Komisi XI, H. Charles Meikyansah. Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan dukungannya terhadap program-program Pemerintah Kabupaten Jember yang dipimpin Gus Fawaid.Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Jember–Lumajang, Charles Meikyansah juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong agar program-program kementerian dapat menjangkau desa-desa di Kabupaten Jember.Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam mendorong pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.Kepala Perwakilan BPK Jatim Tekankan Pengelolaan Dana Desa yang AkuntabelMemasuki acara inti, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin, S.E., M.M., Ak., CPA., CSFA., ERMAP., GRCP., GRCA, memaparkan materi mengenai akuntabilitas penggunaan Dana Desa Tahun 2026.Materi yang disampaikan mencakup skala prioritas penggunaan Dana Desa serta berbagai larangan yang harus dipatuhi kepala desa dalam pengelolaan anggaran tersebut. Penjelasan ini menjadi pengingat bagi pemerintah desa agar setiap penggunaan dana memiliki dasar yang jelas, sesuai peruntukan, didukung bukti pertanggungjawaban, dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun substantif.Dalam pengelolaannya, Dana Desa harus digunakan secara nyata dan tidak boleh dimanipulasi melalui kegiatan fiktif. Transparansi juga menjadi prinsip penting agar masyarakat dapat mengetahui penggunaan anggaran dan hasil pembangunan yang dibiayai dari Dana Desa.Dorong Tata Kelola Desa yang Bersih dan Bertanggung JawabMelalui sosialisasi ini, pemerintah desa diharapkan semakin memahami ketentuan penggunaan Dana Desa Tahun 2026, mulai dari penentuan prioritas kegiatan, pelaksanaan program, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pemeriksa, dan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam mewujudkan tata kelola keuangan desa yang tertib, transparan, dan akuntabel.Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama agar Dana Desa benar-benar dimanfaatkan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan untuk kegiatan fiktif ataupun penggunaan yang menyimpang dari ketentuan.Dengan pengelolaan yang transparan dan bertanggung jawab, Dana Desa diharapkan mampu mendukung pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
TEGALREJO, 6 OKTOBER 2026 – Dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang profesional, terukur, serta berlandaskan pada prinsip-prinsip keterbukaan dan akuntabilitas publik, Pemerintah Desa Tegalrejo menggelar tahapan krusial dalam agenda pengisian jabatan perangkat desa. Pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, telah dilaksanakan secara resmi kegiatan Proses Verifikasi dan Registrasi Berkas Bakal Calon Perangkat Desa Tegalrejo. Acara yang berlangsung secara khidmat, tertib, dan penuh kedisiplinan ini dipusatkan di Balai Desa Tegalrejo dengan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa, jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Mayang, unsur panitia seleksi, serta seluruh bakal calon perangkat desa yang telah mendaftarkan diri.Pelaksanaan verifikasi dan registrasi berkas administratif ini merupakan tahapan normatif yang amat vital dalam menentukan legalitas serta keabsahan dokumen para peserta yang akan berkompetisi mengisi kekosongan formasi jabatan perangkat desa. Melalui tahapan ini, seluruh dokumen persyaratan yang diserahkan oleh bakal calon diteliti secara menyeluruh, sistematis, dan cermat guna memastikan tidak adanya kekeliruan, penyimpangan, maupun ketidaksesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Pembukaan Resmi oleh Kepala Desa TegalrejoKegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tegalrejo, Nunung Adi Kontesa. Dalam sambutan pembukanya yang penuh ketegasan dan motivasi, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana, unsur pimpinan kecamatan, serta para peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam mematuhi setiap regulasi dan ketentuan tahapan seleksi.Kepala Desa Tegalrejo menekankan bahwa pengisian posisi perangkat desa bukan sekadar agenda rutin birokrasi, melainkan sebuah ikhtiar strategis untuk menghadirkan sumber daya manusia berkualitas yang siap mengabdi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Tegalrejo."Proses seleksi dan verifikasi berkas ini kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab demi menjaga marwah pemerintahan desa. Kami berkomitmen penuh untuk menghadirkan proses yang transparan, jujur, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Siapapun yang kelak terpilih harus benar-benar memiliki integritas, loyalitas, serta kapasitas dalam melayani warga Tegalrejo," ujar Kepala Desa Tegalrejo, Nunung Adi Kontesa dalam arahannya.Beliau juga menegaskan pentingnya keterlibatan jajaran pimpinan tingkat kecamatan dan unsur TNI-Polri dalam mengawal seluruh rangkaian acara. Kehadiran para pimpinan instansi tersebut menjadi jaminan bahwa seluruh proses berjalan netral, bebas dari intervensi, serta taat pada asas hukum yang berlaku.Pelaksanaan Verifikasi Silang oleh Unsur Muspika dan Tim PengawasSetelahi acara dibuka secara resmi, kegiatan dilanjutkan ke agenda utama, yaitu pelaksanaan verifikasi dan registrasi berkas pendaftaran para bakal calon. Proses penelitian dan pemeriksaan dokumen ini dilakukan secara langsung dan cermat oleh lintas pihak yang terdiri dari:Camat Mayang – Bertindak dalam melakukan evaluasi kesesuaian berkas administratif berupa KK, KTP, Surat permohonan perangkat desa dan Akta Kelahiran.Koordinator Pengawas (Korwas) – Bertugas melakukan penelaahan mendalam terhadap keabsahan dokumen akademik, sertifikat pendukung, serta kelengkapan administrasi lainnya sesuai petunjuk teknis yang berlaku.Kepolisian Sektor (Polsek) Mayang – Melakukan kecocokan data administratif yang berkaitan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) serta memastikan aspek legalitas dan rekam jejak hukum para peserta.Komando Rayon Militer (Koramil) Mayang – Ikut serta memverifikasi Surat Pernyataan Bertakwa kepada Tuhan YME dan Surat Pernyataan memegang teguh dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945.Proses verifikasi dilakukan secara bertahap dan transparan. Setiap bakal calon dipanggil satu per satu untuk menyerahkan dokumen fisik asli beserta salinannya di hadapan meja tim verifikator. Petugas meneliti lembar demi lembar berkas pendaftaran, mulai dari identitas kependudukan (KTP dan Kartu Keluarga), ijazah pendidikan formal dari tingkat dasar hingga pendidikan terakhir yang telah dilegalisasi oleh pejabat berwenang, surat keterangan sehat, surat bebas narkoba, hingga surat pernyataan tidak sedang dalam proses hukum atau dicabut hak pilihnya.Tahapan Registrasi dan Validasi DokumenSetelah tahapan pemeriksaan fisik dokumen selesai dilakukan dan dinyatakan memenuhi kriteria (MS - Memenuhi Syarat), petugas registrasi segera mencatatkan data peserta ke dalam buku induk pendaftaran dan sistem pendataan resmi panitia seleksi. Bakal calon yang berkasnya telah tervalidasi kemudian menerima bukti tanda terima berkas resmi yang ditandatangani oleh panitia serta diketahui oleh tim verifikator.Dalam kesempatan tersebut, Camat Mayang menyampaikan arahan teknis kepada para peserta agar senantiasa menjaga ketertiban, sportivitas, serta kesiapan mental dalam mengikuti setiap tingkatan tes yang akan dijadwalkan berikutnya. Pihak Muspika Mayang menegaskan bahwa koordinasi yang solid antara Pemerintah Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang, Korwas, Polsek, dan Koramil merupakan bentuk komitmen bersama dalam menciptakan iklim demokrasi desa yang sehat dan transparan.Komitmen Bersama Menuju Pemerintahan Desa yang AkuntabelPelaksanaan verifikasi berkas yang berlangsung hingga siang hari tersebut berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan aman. Kehadiran unsur TNI dan Polri di lokasi acara memberikan rasa aman serta memastikan seluruh alur kegiatan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pendaftaran.Melalui penyelenggaraan tahapan verifikasi dan registrasi berkas ini, Pemerintah Desa Tegalrejo membuktikan keseriusannya dalam membangun sistem tata kelola pemerintahan yang responsif dan profesional sejak dari tahap perekrutan. Diharapkan dari proses yang ketat dan transparan ini, akan lahir sosok-sosok perangkat desa yang berkualifikasi tinggi, berdedikasi, serta mampu membawa perubahan positif bagi pembangunan dan pelayanan publik di Desa Tegalrejo.Seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama antara Pemerintah Desa Tegalrejo, unsur Muspika Mayang, Korwas, panitia seleksi, serta para bakal calon perangkat desa sebagai simbol sinergi dan komitmen bersama demi keberhasilan pelaksanaan seleksi perangkat desa tahun 2026.
DESA MRAWAN - Pemerintah Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahun 2026 alokasi bulan Oktober kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Selasa, 6 Oktober 2026.Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp300.000, sehingga total BLT DD yang disalurkan pada alokasi Oktober mencapai Rp4.500.000.Penyaluran dilakukan secara door to door oleh Kepala Dusun (Kasun) di masing-masing wilayah. Bantuan diantarkan langsung ke rumah penerima agar proses penyaluran lebih mudah dan bantuan dapat diterima secara langsung oleh masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.Kepala Desa Mrawan, Salim, mengatakan bahwa penyaluran secara door to door merupakan upaya pemerintah desa untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada penerima.“Kami ingin memastikan BLT DD ini diterima langsung oleh masyarakat yang memang berhak. Karena itu, penyalurannya dilakukan oleh masing-masing Kepala Dusun secara door to door, sehingga penerima tidak perlu datang ke balai desa,” ujar Salim.Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat penerima, sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah desa terhadap kondisi ekonomi warga.“Nilainya mungkin tidak besar, tetapi kami berharap bantuan Rp300.000 ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.Penyaluran BLT DD Oktober ini menjadi bagian dari pelaksanaan program pemerintah desa melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026, dengan tetap mengedepankan ketepatan sasaran, keteraturan, dan kemudahan bagi masyarakat penerima.
Pelayanan Kesehatan Jemput Bola, Pemerintah Hadir Langsung ke PesantrenSUMBERKEJAYAN, MAYANG, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperluas pelayanan kesehatan melalui Program Homecare, termasuk menyasar tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kali ini, layanan kesehatan jemput bola tersebut hadir di Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jumat, 2 Oktober 2026.Kegiatan tersebut dihadiri Camat Mayang Muhammad Najmul Huda, S.STP., M.Si., Kepala Puskesmas Mayang, Bidan Desa Sumberkejayan, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Jember Adi Wijaya, S.STP., M.Si. Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.Pelaksanaan Homecare di Desa Sumberkejayan menyasar tiga titik, yakni kediaman/pesantren tokoh agama yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Tiga lokasi tersebut meliputi:Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, pengasuh KH. Imam Mukhlisin.Pondok Pesantren Nurul Ulum, pengasuh KH. Syamsul Hadi Baihaqi.Pondok Pesantren Al Aziz, Ust. Mahmud Al Husayri.Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dengan para tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran tenaga kesehatan secara langsung di lingkungan pesantren menunjukkan upaya pemerintah untuk membuat pelayanan kesehatan semakin dekat dan mudah dijangkau.Homecare, Layanan Kesehatan dari Pintu ke PintuProgram Homecare merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait). Program ini dirancang sebagai pelayanan kesehatan berbasis kunjungan langsung, sehingga masyarakat yang membutuhkan tidak selalu harus datang ke fasilitas kesehatan.Pemkab Jember menjelaskan bahwa Homecare dikembangkan dengan konsep pelayanan seperti “dokter keluarga”, terutama untuk masyarakat yang mengalami keterbatasan akses, keterbatasan mobilitas, serta kelompok yang membutuhkan perhatian kesehatan secara khusus. Sasaran program antara lain lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, balita stunting, penderita penyakit kronis, masyarakat kurang mampu, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.Khusus bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat, Pemkab Jember juga memperluas layanan sebagai bentuk perhatian terhadap figur yang memiliki peran penting dalam membina umat, menjaga kerukunan, serta menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.Melalui pendekatan jemput bola, tenaga kesehatan dapat melakukan pemeriksaan dan pemantauan kondisi kesehatan sesuai kebutuhan. Dalam pelaksanaannya, layanan dapat mencakup pemeriksaan kesehatan, konsultasi, perawatan tertentu, pemantauan kondisi pasien, pemberian obat atau vitamin sesuai hasil pemeriksaan, serta rujukan apabila diperlukan.Sinergi Pemerintah dan MasyarakatPelaksanaan Homecare di Desa Sumberkejayan memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, puskesmas, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta tokoh agama dan masyarakat.Dengan hadir langsung di tengah masyarakat, pemerintah tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun komunikasi dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat diketahui secara lebih dekat.Kegiatan Homecare di tiga pondok pesantren Desa Sumberkejayan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para tokoh agama yang menjadi sasaran pelayanan sekaligus memperkuat semangat bersama untuk menjaga kesehatan masyarakat.Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga akses kesehatan tidak hanya terpusat di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi dapat menjangkau masyarakat hingga ke lingkungan tempat tinggal dan komunitasnya.
Upaya memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting terus dilakukan di wilayah Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember. Salah satunya melalui kegiatan Pendampingan Penanganan Stunting dalam rangka Pembahasan Modul e-Learning Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Desa yang digelar pada Rabu, 30 September 2026.Kegiatan yang berlangsung di Aula PKK Kecamatan Mayang tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan diikuti oleh Admin Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kader Posyandu, serta Kader Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPK) se-Kecamatan Mayang.Pembahasan modul e-Learning Konvergensi P3S Desa menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta dalam melaksanakan upaya pencegahan serta penanganan stunting di tingkat desa. Materi yang diperoleh tidak hanya bersifat pembelajaran, tetapi diharapkan dapat diterapkan secara langsung dalam pelaksanaan program di lapangan.Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Hidayat Rahman, S.Sos., Hamim selaku Pendamping Desa, serta Muh. Irfan selaku Pendamping Lokal Desa (PLD). Para narasumber memberikan pendampingan dan pembahasan terkait modul e-Learning Konvergensi P3S Desa, termasuk bagaimana hasil pembelajaran nantinya dapat diimplementasikan dalam mendukung pelaksanaan program penanganan stunting.Salah satu poin penting dalam kegiatan tersebut adalah output pembelajaran modul e-Learning yang nantinya akan diaplikasikan melalui aplikasi EHDW (Electronic Human Development Worker). Pemanfaatan aplikasi tersebut diharapkan dapat mendukung pencatatan, pemantauan, serta pengelolaan data terkait pembangunan manusia dan penanganan stunting di tingkat desa.Dengan adanya pemahaman yang lebih baik terhadap modul dan pemanfaatan EHDW, para peserta diharapkan mampu menjalankan peran masing-masing secara lebih optimal. Admin Desa, KPM, Kader Posyandu, maupun Kader TPK memiliki peran penting dalam memastikan proses pendataan, pemantauan dan intervensi terhadap kelompok sasaran dapat dilakukan secara tepat dan terkoordinasi.Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan konvergensi lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting di wilayah Kecamatan Mayang. Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kader, pendamping, hingga masyarakat, dengan dukungan data yang akurat dan pelaksanaan program yang terintegrasi.Melalui kegiatan pendampingan dan pembelajaran tersebut, diharapkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa semakin meningkat. Selanjutnya, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan di masing-masing desa sehingga upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kecamatan Mayang dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan kader di tingkat desa dalam membangun sistem penanganan stunting yang berbasis data, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil demi peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Kecamatan Mayang.
Mahasiswa Ners Universitas Muhammadiyah Jember Edukasi Warga Rambigundam Mengenai Penyakit ISPA dan HipertensiUpaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit yang kerap dijumpai di lingkungan desa terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan. Salah satunya melalui kegiatan Masyarakat Mandiri Desa (MMD) yang digelar mahasiswa Program Studi Ners Universitas Muhammadiyah Jember di Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Desa Rambigundam, Senin (28/9/2026), pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Para mahasiswa memberikan edukasi kesehatan kepada para kader desa dengan fokus pembahasan pada Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan hipertensi, dua permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian di tengah masyarakat Desa Rambigundam.Kegiatan MMD ini tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa di lapangan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan kolaborasi antara mahasiswa keperawatan dengan masyarakat serta tenaga kesehatan di tingkat desa.Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Bapak Mangsur selaku Kepala Desa Rambigundam, Ibu Rina Susanti selaku dosen pembimbing, Denni Wahyu selaku pendamping dari Puskesmas Kecamatan Rambipuji, serta Tri Handayani selaku perawat wilayah Desa Rambigundam. Kegiatan juga diikuti oleh para kader Desa Rambigundam.Dalam sesi edukasi, mahasiswa Ners membahas mengenai ISPA dan hipertensi dari berbagai aspek, mulai dari pengenalan penyakit, faktor risiko, tanda dan gejala, hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.Materi tersebut dinilai penting karena Kader merupakan salah satu unsur yang memiliki peran strategis dalam membantu menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik, Kader diharapkan mampu menjadi penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan ketika menemukan permasalahan kesehatan di lingkungannya.Diskusi berlangsung secara interaktif. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman yang berkaitan dengan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah Desa Rambigundam.Kepala Desa Rambigundam Bapak Mangsur, menyambut baik pelaksanaan kegiatan MMD yang melibatkan mahasiswa, kader, dan tenaga kesehatan tersebut.Menurutnya, kegiatan edukasi kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus mendorong pola hidup yang lebih sehat.“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan tambahan pengetahuan kepada para kader. Harapannya, informasi yang diperoleh hari ini dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga kesadaran untuk menjaga kesehatan semakin meningkat,” ujar Bapak Mangsur.Beliau juga berharap sinergi antara Pemerintah Desa Rambigundam, Universitas Muhammadiyah Jember, Puskesmas Rambipuji, kader, dan tenaga kesehatan dapat terus terjalin melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.Pendampingan dari unsur Puskesmas Kecamatan Rambipuji dan perawat wilayah Desa Rambigundam turut memperkuat pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat secara lebih dekat sekaligus mendapatkan pengalaman dalam memberikan edukasi kesehatan di lingkungan masyarakat.Melalui kegiatan Masyarakat Mandiri Desa, mahasiswa Ners Universitas Muhammadiyah Jember diharapkan tidak hanya mampu menerapkan pengetahuan akademik, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.Kegiatan ditutup setelah rangkaian penyampaian materi dan diskusi bersama peserta selesai. Pemerintah Desa Rambigundam berharap kegiatan edukasi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan masyarakat desa yang sehat, aktif, dan mandiri dalam menjaga kesehatan.
Karnaval Seni dan Budaya Tingkat Kecamatan diikuti oleh Pemerintah Desa Cakru bersama perangkat desa, lembaga desa, serta masyarakat Desa Cakru yang turut memeriahkan kegiatan dengan menampilkan berbagai kreasi seni dan budaya.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 26 september 2026 dimulai pada pukul 13.00 WIB Start dari Dira Kencong Finish Balai Desa Wonorejo,Desa Cakru mendapatkan urutan ke 06 dalam Karnaval Seni dan Budaya Tingkat KecamatanPemerintah Desa Cakru turut berpartisipasi dalam kegiatan Karnaval Seni dan Budaya Tingkat Kecamatan, sebagai bentuk dukungan dalam melestarikan seni, budaya, serta tradisi lokal.Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat masyarakat dalam menjaga serta mengenalkan kekayaan budaya kepada generasi penerus.Semoga keikutsertaan Pemerintah Desa Cakru dapat terus mendukung pelestarian seni dan budaya serta memperkuat semangat kebersamaan di tingkat kecamatan
Temukan keunikan, keindahan pariwisata, dan produk UMKM unggulan dari desa-desa di Kabupaten Jember.
Jambearum Public Park merupakan destinasi wisata kuliner keluarga yang nyaman dan menarik untuk dikunjungi. Tempat ini dirancang seperti pujasera modern yang menghadirkan berbagai booth UMKM dengan aneka pilihan makanan dan minuman lokal yang lezat. Deretan booth berwarna-warni memberikan suasana yang ceria dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Area ini juga dilengkapi dengan meja dan kursi yang tertata rapi, sehingga pengunjung dapat menikmati hidangan sambil bersantai bersama keluarga, teman, maupun kerabat. Suasana yang teduh dengan pepohonan rindang serta lampu-lampu hias menambah kenyamanan dan menciptakan tempat berkumpul yang hangat, baik di siang hari maupun saat malam. Tidak hanya sebagai tempat kuliner, Jambearum Public Park juga menjadi ruang publik yang mendukung perkembangan UMKM lokal, sekaligus menjadi tempat rekreasi sederhana bagi masyarakat. Dengan suasana yang santai, terbuka, dan ramah keluarga, tempat ini sangat cocok untuk menikmati waktu luang sambil mencicipi berbagai kuliner pilihan. ✨ Jambearum Public Park – Wisata Kuliner Keluarga, Tempat Nongkrong Nyaman untuk Semua.
Ubah Sampah Jadi Rupiah: Kreativitas Tanpa Batas UMKM Desa Umbulsari Olah Barang Bekas UMBULSARI – Di tengah gencarnya kampanye peduli lingkungan, salah satu unit UMKM di Desa Umbulsari berhasil mencuri perhatian melalui inovasi produknya. Bukan berbahan dasar material mahal, tangan-tangan kreatif warga desa ini justru menyulap barang bekas yang tak bernilai menjadi kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Inovasi di Balik Limbah Berawal dari keresahan terhadap penumpukan sampah di lingkungan sekitar, para perajin di Desa Umbulsari mulai memilah limbah seperti plastik kemasan, ban bekas, hingga limbah kayu dan kertas. Lewat sentuhan seni, bahan-bahan tersebut bertransformasi menjadi berbagai produk fungsional, antara lain: Tas dan Dompet: Anyaman rapi dari limbah plastik kemasan kopi dan detergen. Furnitur Unik: Kursi dan meja estetik yang dibuat dari ban bekas pilihan. Dekorasi Rumah: Vas bunga, jam dinding, dan lampu hias dari limbah kayu (palet) atau kertas koran. Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Kegiatan ini bukan sekadar bisnis, melainkan gerakan pemberdayaan masyarakat. Sebagian besar perajin adalah ibu rumah tangga dan pemuda setempat yang kini memiliki penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan desa.
Desa Arjasa, Kecamatan Sukowono, memiliki potensi lokal yang cukup menonjol di sektor industri olahan pangan, salah satunya adalah pabrik tahu skala rumahan. Usaha ini dikelola secara mandiri oleh warga dengan memanfaatkan kedelai sebagai bahan baku utama yang mudah diperoleh di pasaran. Proses produksi dilakukan setiap hari dengan metode tradisional yang tetap mempertahankan cita rasa khas, namun didukung peralatan sederhana yang memadai untuk menjaga kualitas. Produk tahu dari Desa Arjasa dikenal memiliki tekstur padat, rasa gurih alami, dan tahan lama, sehingga diminati oleh konsumen di pasar lokal maupun luar desa. Industri ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi pemilik usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Keberadaan pabrik tahu skala rumahan ini sekaligus memperkuat identitas Desa Arjasa sebagai sentra pangan lokal, yang berpotensi dikembangkan melalui inovasi produk, peningkatan kualitas kemasan, dan perluasan pasar ke wilayah yang lebih luas.
Pemerintah akan proyeksikan Desa Klompangan sebagai sentra tanaman duku. Ihwal itu disesuaikan dengan keinginan masyarakat yang sejauh ini telah banyak mensuplai duku sebagai salah satu hasil buminya ke berbagai kota, mulai dari Denpasar hingga Yogyakarta. Selain itu juga didukung keadaan tanah dan iklim Desa Klompangan yang cocok untuk pengembangan tanaman buah-buahan tersebut. Menurut Ketua Klinik Konsultasi Agribisnis (KKA) Desa Klompangan, Dandik Samsul Hadi, buah duku sudah banyak dikembangkan oleh masyarakat desa ini. Bahkan, secara kualitas duku dari Desa Klompangan memiliki varietas yang lebih unggul dibandingkan buah duku dari daerah Malang sekalipun. Kelebihan buah duku Klompangan, diantaranya berkulit tebal, bentuknya mulus kuning langsat dan bulat, manis. Serta tidak mudah busuk dan tahan lama sampai berminggu-minggu setelah dipetik dari pohonnya. “Yogyakarta itu tahu kalau duku Jember itu bermutu tinggi, Denpasar pun demikian. Sehingga kami tergugah bagaimana caranya pasar itu bisa terpenuhi,” katanya. Tidak hanya pangsa pasar yang menjadi sasarannya. Tapi pihaknya berkeinginan kuat untuk meningkatkan kualitas duku tersebut lebih baik lagi. Dengan begitu, diharapkan selain kuantitas produksinya meningkat tentunya didukung pula dengan peningkatan kualitas buah dukunya. “Tiap tahunnya, rata-rata terjadi peningkatan permintaan yang cukup besar dari pasar duku klompangan. Memang di Jember sendiri buah duku asal Desa Klompangan kurang dikenal. Tapi di luar Jember, duku ini sangat digemari. Buktinya pangsa pasarnya selalu meningkat,” tengaranya. Untuk memenuhi pangsa pasar yang tiap tahunnya terjadi lonjakan permintaan itu, KKA mengusulkan pada Bupati Jember secara langsung supaya dilakukan dukuisasi di desa tersebut. Usulan itu, katanya, diamini oleh Bupati. Bahkan, rekomendasi yang diberikan supaya tiap pekarangan rumah warga Desa Klompangan ditanami duku. “Bupati Jember sudah menyetujui usulan ini dan akan memberikan bantuan benih unggul untuk dukuisasi di desa kami. Masalah berapa jumlah benih yang diberikan, yang jelas bantuan benih itu akan diberikan pada penduduk desa supaya mereka menanami pekarangannya dengan buah duku,” ungkapnya. Lebih jauh ia mengatakan, KKA merupakan lembaga desa yang melayani konsultasi pertanian, serta mencarikan solusi peningkatan produktivitas pertanian dan berupaya meningkatkan pendapatan petani dari hasil tanaman produksi. “KKA menekuni pengembangan tanaman pangan, hortikultura, tanaman taman dan bunga hias serta pupuk organic,” ujarnya. Guna meningkatkan pelayanan terhadap para petani, KKA bekerjasama dengan tim ahli. Tim ahli yang menjadi rujukan untuk tanaman pangan dan hortikultura berasal dari UPTD Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Ketahanan Pangan (Disperta) Kabupaten Jember. Sedangkan untuk tanaman taman dan pupuk organic bekerjasama dengan kontraktor tanaman taman dan bunga hias, serta salah satu lembaga asal Kabupaten Lumajang, KKA memiliki 37 petani bunga hias, 12 kios bunga dan tanaman taman, 51 orang petani rumput dan 2 orang kontraktor yang bergelut di bidang tanaman taman dan bunga hias. “Sedangkan untuk pengembangan buah duku rencananya semua warga Desa Klompangan akan mendukung pengembangannya,” tukasnya. Sementara itu, Camat Ajung, Sutrisno, dukuisasi yang disentralkan di Desa Ajung itu oleh Bupati Jember itu bakal dijadikan salah satu agenda pembangunan desa dalam bidang pertanian. “Kami akan memfasilitasi program dukuisasi ini,” terang mantan praktisi Penyuluh Pertanian Lapang itu. Ia mengatakan, benih yang diberikan pada masyarakat berjenis unggul dan bersertifikat. Paling tidak, imbuhnya, proyek itu akan digelar pada tahun 2009 ini. “Kami akan berhubungan dengan Disperta untuk secepatnya memberikan fasilitas, utamanya benih duku yang benar-benar unggul dan bersertifikat,” tandasnya.(sal) Produk unggulan yang lainnya di Desa Klompangan adalah di bidang pertamanan, penghasil rumput taman dan pembuatan serta perawatan dibidang pertamanan yang berada di dusun curah kates dan dusun sumuran desa klompangan ,dan produknya sudah merambah ditingkat nasional .
Pasar Jajanan Khas Desa Suco adalah wadah ekonomi kreatif masyarakat yang menghadirkan berbagai kuliner tradisional dan olahan khas desa yang autentik dan menggugah selera. Digelar secara berkala di area strategis desa, pasar ini menjadi tempat berkumpulnya warga sekaligus etalase rasa lokal yang menggambarkan kekayaan budaya Suco. Pengunjung dapat menikmati beragam jajanan seperti getuk pisang, tape uli, cenil, lupis, nasi jagung, keripik pisang, hingga aneka minuman herbal khas desa. Semua produk diolah langsung oleh warga, dengan bahan lokal dan cita rasa yang diwariskan secara turun-temurun. Selain menjadi tempat wisata kuliner, pasar ini juga berperan dalam menggerakkan roda perekonomian desa. Melibatkan ibu-ibu rumah tangga, pelaku UMKM, hingga generasi muda, pasar ini menjadi simbol kemandirian dan kebersamaan warga Suco. Dengan suasana pedesaan yang asri dan hangat, Pasar Jajanan Khas Desa Suco bukan hanya tempat belanja, tapi juga ruang silaturahmi dan pelestarian kearifan lokal.
Prasasti Congapan merupakan salah satu peninggalan arkeologis penting yang berada di Dusun Congapan, Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember. Prasasti ini terbuat dari batu andesit berukuran besar, dengan perkiraan tinggi sekitar 128 cm, panjang 280 cm, dan lebar 268 cm. Berdasarkan bentuk aksara dan gaya pahatan, para pemerhati sejarah menduga prasasti ini berasal dari abad ke-11, pada masa klasik Hindu-Buddha, kemungkinan sezaman dengan masa Kerajaan Kediri atau periode awal sebelum Majapahit. Tulisan yang terpahat menggunakan aksara kuno yang mirip Pallawa atau Jawa Kawi generasi awal, menandakan bahwa wilayah Jember telah mengenal tradisi tulis dan memiliki sistem sosial-budaya yang cukup maju sejak hampir seribu tahun lalu. Selain aksara, pada beberapa sisi batu terdapat pahatan unik, seperti dua tonjolan di bagian atas, bentuk menyerupai wadah atau baskom di sisi selatan, dan lubang pancuran di sisi timur. Hal ini memunculkan dugaan bahwa prasasti tidak hanya berfungsi sebagai penanda peristiwa atau keputusan kerajaan, tetapi juga memiliki peran ritual atau simbolis terkait sumber air atau kegiatan keagamaan. Lokasinya berada di tengah area persawahan yang cukup jauh dari permukiman, berdekatan dengan aliran kecil yang oleh warga disebut sebagai Sumber Sampean. Letak yang terpencil membuat suasana di sekitar prasasti masih alami, namun sekaligus rentan terhadap kerusakan akibat cuaca, aktivitas pertanian, dan minimnya pengawasan resmi. Bagi masyarakat setempat, Prasasti Congapan menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa Desa Karangbayat memiliki akar sejarah panjang yang terkait dengan peradaban Nusantara kuno. Sayangnya, hingga kini prasasti ini belum memiliki pelindung fisik maupun papan informasi resmi dari instansi terkait. Padahal, keberadaannya menyimpan nilai edukasi dan potensi wisata sejarah yang besar. Upaya pelestarian, dokumentasi, dan promosi yang tepat diharapkan dapat menjaga prasasti ini agar tetap lestari, sekaligus memperkenalkan kepada generasi muda bahwa Jember bukan hanya kaya akan alam, tetapi juga warisan budaya yang berharga.
Suco Farm / Produktive farm – Pusat Edukasi dan Kemandirian Peternakan Desa Suco Suco Farm adalah kawasan peternakan edukatif milik masyarakat Desa Suco yang menjadi simbol kemandirian pangan, pemberdayaan ekonomi, dan inovasi desa berbasis potensi lokal. Fokus utama Suco Farm adalah budidaya domba dan kambing, yang dikelola secara gotong royong oleh kelompok peternak muda dan warga desa. Lebih dari sekadar kandang ternak, Suco Farm dibangun sebagai ruang pembelajaran terbuka. Anak-anak sekolah, mahasiswa, maupun masyarakat umum dapat belajar langsung tentang siklus peternakan, perawatan hewan, pakan organik, hingga pengelolaan limbah ternak yang ramah lingkungan. Produk hasil ternak seperti daging segar, pupuk organik, dan olahan turunannya mulai menjadi bagian dari rantai ekonomi desa yang terus berkembang. Suco Farm juga menjalin kemitraan dengan UMKM dan program pertanian terpadu, menjadikannya sebagai pusat inovasi agribisnis desa. Dengan pendekatan yang edukatif, berkelanjutan, dan partisipatif, Suco Farm bukan hanya tempat beternak, tapi juga lumbung harapan baru bagi masa depan ekonomi dan ketahanan pangan Desa Suco.