80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) merupakan garda terdepan dalam mewujudkan transparansi dan pelayanan informasi publik di seluruh desa se-Kabupaten Jember.
Pilih kecamatan dan desa untuk mengakses portal informasi.
Statistik real-time keterbukaan informasi publik dari seluruh desa di Kabupaten Jember.
Desa Terintegrasi
Publikasi Informasi
Potensi Desa
Jumlah Dokumen
Ikuti perkembangan terbaru, program unggulan, dan informasi publik dari desa-desa di Kabupaten Jember.
TEGALREJO, 6 OKTOBER 2026 – Dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang profesional, terukur, serta berlandaskan pada prinsip-prinsip keterbukaan dan akuntabilitas publik, Pemerintah Desa Tegalrejo menggelar tahapan krusial dalam agenda pengisian jabatan perangkat desa. Pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, telah dilaksanakan secara resmi kegiatan Proses Verifikasi dan Registrasi Berkas Bakal Calon Perangkat Desa Tegalrejo. Acara yang berlangsung secara khidmat, tertib, dan penuh kedisiplinan ini dipusatkan di Balai Desa Tegalrejo dengan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa, jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Mayang, unsur panitia seleksi, serta seluruh bakal calon perangkat desa yang telah mendaftarkan diri.Pelaksanaan verifikasi dan registrasi berkas administratif ini merupakan tahapan normatif yang amat vital dalam menentukan legalitas serta keabsahan dokumen para peserta yang akan berkompetisi mengisi kekosongan formasi jabatan perangkat desa. Melalui tahapan ini, seluruh dokumen persyaratan yang diserahkan oleh bakal calon diteliti secara menyeluruh, sistematis, dan cermat guna memastikan tidak adanya kekeliruan, penyimpangan, maupun ketidaksesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Pembukaan Resmi oleh Kepala Desa TegalrejoKegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tegalrejo, Nunung Adi Kontesa. Dalam sambutan pembukanya yang penuh ketegasan dan motivasi, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana, unsur pimpinan kecamatan, serta para peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam mematuhi setiap regulasi dan ketentuan tahapan seleksi.Kepala Desa Tegalrejo menekankan bahwa pengisian posisi perangkat desa bukan sekadar agenda rutin birokrasi, melainkan sebuah ikhtiar strategis untuk menghadirkan sumber daya manusia berkualitas yang siap mengabdi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Tegalrejo."Proses seleksi dan verifikasi berkas ini kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab demi menjaga marwah pemerintahan desa. Kami berkomitmen penuh untuk menghadirkan proses yang transparan, jujur, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Siapapun yang kelak terpilih harus benar-benar memiliki integritas, loyalitas, serta kapasitas dalam melayani warga Tegalrejo," ujar Kepala Desa Tegalrejo, Nunung Adi Kontesa dalam arahannya.Beliau juga menegaskan pentingnya keterlibatan jajaran pimpinan tingkat kecamatan dan unsur TNI-Polri dalam mengawal seluruh rangkaian acara. Kehadiran para pimpinan instansi tersebut menjadi jaminan bahwa seluruh proses berjalan netral, bebas dari intervensi, serta taat pada asas hukum yang berlaku.Pelaksanaan Verifikasi Silang oleh Unsur Muspika dan Tim PengawasSetelahi acara dibuka secara resmi, kegiatan dilanjutkan ke agenda utama, yaitu pelaksanaan verifikasi dan registrasi berkas pendaftaran para bakal calon. Proses penelitian dan pemeriksaan dokumen ini dilakukan secara langsung dan cermat oleh lintas pihak yang terdiri dari:Camat Mayang – Bertindak dalam melakukan evaluasi kesesuaian berkas administratif berupa KK, KTP, Surat permohonan perangkat desa dan Akta Kelahiran.Koordinator Pengawas (Korwas) – Bertugas melakukan penelaahan mendalam terhadap keabsahan dokumen akademik, sertifikat pendukung, serta kelengkapan administrasi lainnya sesuai petunjuk teknis yang berlaku.Kepolisian Sektor (Polsek) Mayang – Melakukan kecocokan data administratif yang berkaitan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) serta memastikan aspek legalitas dan rekam jejak hukum para peserta.Komando Rayon Militer (Koramil) Mayang – Ikut serta memverifikasi Surat Pernyataan Bertakwa kepada Tuhan YME dan Surat Pernyataan memegang teguh dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945.Proses verifikasi dilakukan secara bertahap dan transparan. Setiap bakal calon dipanggil satu per satu untuk menyerahkan dokumen fisik asli beserta salinannya di hadapan meja tim verifikator. Petugas meneliti lembar demi lembar berkas pendaftaran, mulai dari identitas kependudukan (KTP dan Kartu Keluarga), ijazah pendidikan formal dari tingkat dasar hingga pendidikan terakhir yang telah dilegalisasi oleh pejabat berwenang, surat keterangan sehat, surat bebas narkoba, hingga surat pernyataan tidak sedang dalam proses hukum atau dicabut hak pilihnya.Tahapan Registrasi dan Validasi DokumenSetelah tahapan pemeriksaan fisik dokumen selesai dilakukan dan dinyatakan memenuhi kriteria (MS - Memenuhi Syarat), petugas registrasi segera mencatatkan data peserta ke dalam buku induk pendaftaran dan sistem pendataan resmi panitia seleksi. Bakal calon yang berkasnya telah tervalidasi kemudian menerima bukti tanda terima berkas resmi yang ditandatangani oleh panitia serta diketahui oleh tim verifikator.Dalam kesempatan tersebut, Camat Mayang menyampaikan arahan teknis kepada para peserta agar senantiasa menjaga ketertiban, sportivitas, serta kesiapan mental dalam mengikuti setiap tingkatan tes yang akan dijadwalkan berikutnya. Pihak Muspika Mayang menegaskan bahwa koordinasi yang solid antara Pemerintah Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang, Korwas, Polsek, dan Koramil merupakan bentuk komitmen bersama dalam menciptakan iklim demokrasi desa yang sehat dan transparan.Komitmen Bersama Menuju Pemerintahan Desa yang AkuntabelPelaksanaan verifikasi berkas yang berlangsung hingga siang hari tersebut berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan aman. Kehadiran unsur TNI dan Polri di lokasi acara memberikan rasa aman serta memastikan seluruh alur kegiatan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pendaftaran.Melalui penyelenggaraan tahapan verifikasi dan registrasi berkas ini, Pemerintah Desa Tegalrejo membuktikan keseriusannya dalam membangun sistem tata kelola pemerintahan yang responsif dan profesional sejak dari tahap perekrutan. Diharapkan dari proses yang ketat dan transparan ini, akan lahir sosok-sosok perangkat desa yang berkualifikasi tinggi, berdedikasi, serta mampu membawa perubahan positif bagi pembangunan dan pelayanan publik di Desa Tegalrejo.Seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama antara Pemerintah Desa Tegalrejo, unsur Muspika Mayang, Korwas, panitia seleksi, serta para bakal calon perangkat desa sebagai simbol sinergi dan komitmen bersama demi keberhasilan pelaksanaan seleksi perangkat desa tahun 2026.
DESA MRAWAN - Pemerintah Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahun 2026 alokasi bulan Oktober kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Selasa, 6 Oktober 2026.Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp300.000, sehingga total BLT DD yang disalurkan pada alokasi Oktober mencapai Rp4.500.000.Penyaluran dilakukan secara door to door oleh Kepala Dusun (Kasun) di masing-masing wilayah. Bantuan diantarkan langsung ke rumah penerima agar proses penyaluran lebih mudah dan bantuan dapat diterima secara langsung oleh masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.Kepala Desa Mrawan, Salim, mengatakan bahwa penyaluran secara door to door merupakan upaya pemerintah desa untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada penerima.“Kami ingin memastikan BLT DD ini diterima langsung oleh masyarakat yang memang berhak. Karena itu, penyalurannya dilakukan oleh masing-masing Kepala Dusun secara door to door, sehingga penerima tidak perlu datang ke balai desa,” ujar Salim.Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat penerima, sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah desa terhadap kondisi ekonomi warga.“Nilainya mungkin tidak besar, tetapi kami berharap bantuan Rp300.000 ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.Penyaluran BLT DD Oktober ini menjadi bagian dari pelaksanaan program pemerintah desa melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026, dengan tetap mengedepankan ketepatan sasaran, keteraturan, dan kemudahan bagi masyarakat penerima.
Pelayanan Kesehatan Jemput Bola, Pemerintah Hadir Langsung ke PesantrenSUMBERKEJAYAN, MAYANG, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperluas pelayanan kesehatan melalui Program Homecare, termasuk menyasar tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kali ini, layanan kesehatan jemput bola tersebut hadir di Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jumat, 2 Oktober 2026.Kegiatan tersebut dihadiri Camat Mayang Muhammad Najmul Huda, S.STP., M.Si., Kepala Puskesmas Mayang, Bidan Desa Sumberkejayan, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Jember Adi Wijaya, S.STP., M.Si. Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.Pelaksanaan Homecare di Desa Sumberkejayan menyasar tiga titik, yakni kediaman/pesantren tokoh agama yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Tiga lokasi tersebut meliputi:Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, pengasuh KH. Imam Mukhlisin.Pondok Pesantren Nurul Ulum, pengasuh KH. Syamsul Hadi Baihaqi.Pondok Pesantren Al Aziz, Ust. Mahmud Al Husayri.Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dengan para tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran tenaga kesehatan secara langsung di lingkungan pesantren menunjukkan upaya pemerintah untuk membuat pelayanan kesehatan semakin dekat dan mudah dijangkau.Homecare, Layanan Kesehatan dari Pintu ke PintuProgram Homecare merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait). Program ini dirancang sebagai pelayanan kesehatan berbasis kunjungan langsung, sehingga masyarakat yang membutuhkan tidak selalu harus datang ke fasilitas kesehatan.Pemkab Jember menjelaskan bahwa Homecare dikembangkan dengan konsep pelayanan seperti “dokter keluarga”, terutama untuk masyarakat yang mengalami keterbatasan akses, keterbatasan mobilitas, serta kelompok yang membutuhkan perhatian kesehatan secara khusus. Sasaran program antara lain lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, balita stunting, penderita penyakit kronis, masyarakat kurang mampu, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.Khusus bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat, Pemkab Jember juga memperluas layanan sebagai bentuk perhatian terhadap figur yang memiliki peran penting dalam membina umat, menjaga kerukunan, serta menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.Melalui pendekatan jemput bola, tenaga kesehatan dapat melakukan pemeriksaan dan pemantauan kondisi kesehatan sesuai kebutuhan. Dalam pelaksanaannya, layanan dapat mencakup pemeriksaan kesehatan, konsultasi, perawatan tertentu, pemantauan kondisi pasien, pemberian obat atau vitamin sesuai hasil pemeriksaan, serta rujukan apabila diperlukan.Sinergi Pemerintah dan MasyarakatPelaksanaan Homecare di Desa Sumberkejayan memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, puskesmas, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta tokoh agama dan masyarakat.Dengan hadir langsung di tengah masyarakat, pemerintah tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun komunikasi dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat diketahui secara lebih dekat.Kegiatan Homecare di tiga pondok pesantren Desa Sumberkejayan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para tokoh agama yang menjadi sasaran pelayanan sekaligus memperkuat semangat bersama untuk menjaga kesehatan masyarakat.Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga akses kesehatan tidak hanya terpusat di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi dapat menjangkau masyarakat hingga ke lingkungan tempat tinggal dan komunitasnya.
Upaya memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting terus dilakukan di wilayah Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember. Salah satunya melalui kegiatan Pendampingan Penanganan Stunting dalam rangka Pembahasan Modul e-Learning Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Desa yang digelar pada Rabu, 30 September 2026.Kegiatan yang berlangsung di Aula PKK Kecamatan Mayang tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan diikuti oleh Admin Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kader Posyandu, serta Kader Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPK) se-Kecamatan Mayang.Pembahasan modul e-Learning Konvergensi P3S Desa menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta dalam melaksanakan upaya pencegahan serta penanganan stunting di tingkat desa. Materi yang diperoleh tidak hanya bersifat pembelajaran, tetapi diharapkan dapat diterapkan secara langsung dalam pelaksanaan program di lapangan.Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Hidayat Rahman, S.Sos., Hamim selaku Pendamping Desa, serta Muh. Irfan selaku Pendamping Lokal Desa (PLD). Para narasumber memberikan pendampingan dan pembahasan terkait modul e-Learning Konvergensi P3S Desa, termasuk bagaimana hasil pembelajaran nantinya dapat diimplementasikan dalam mendukung pelaksanaan program penanganan stunting.Salah satu poin penting dalam kegiatan tersebut adalah output pembelajaran modul e-Learning yang nantinya akan diaplikasikan melalui aplikasi EHDW (Electronic Human Development Worker). Pemanfaatan aplikasi tersebut diharapkan dapat mendukung pencatatan, pemantauan, serta pengelolaan data terkait pembangunan manusia dan penanganan stunting di tingkat desa.Dengan adanya pemahaman yang lebih baik terhadap modul dan pemanfaatan EHDW, para peserta diharapkan mampu menjalankan peran masing-masing secara lebih optimal. Admin Desa, KPM, Kader Posyandu, maupun Kader TPK memiliki peran penting dalam memastikan proses pendataan, pemantauan dan intervensi terhadap kelompok sasaran dapat dilakukan secara tepat dan terkoordinasi.Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan konvergensi lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting di wilayah Kecamatan Mayang. Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kader, pendamping, hingga masyarakat, dengan dukungan data yang akurat dan pelaksanaan program yang terintegrasi.Melalui kegiatan pendampingan dan pembelajaran tersebut, diharapkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa semakin meningkat. Selanjutnya, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan di masing-masing desa sehingga upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kecamatan Mayang dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan kader di tingkat desa dalam membangun sistem penanganan stunting yang berbasis data, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil demi peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Kecamatan Mayang.
Mahasiswa Ners Universitas Muhammadiyah Jember Edukasi Warga Rambigundam Mengenai Penyakit ISPA dan HipertensiUpaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit yang kerap dijumpai di lingkungan desa terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan. Salah satunya melalui kegiatan Masyarakat Mandiri Desa (MMD) yang digelar mahasiswa Program Studi Ners Universitas Muhammadiyah Jember di Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Desa Rambigundam, Senin (28/9/2026), pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Para mahasiswa memberikan edukasi kesehatan kepada para kader desa dengan fokus pembahasan pada Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan hipertensi, dua permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian di tengah masyarakat Desa Rambigundam.Kegiatan MMD ini tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa di lapangan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan kolaborasi antara mahasiswa keperawatan dengan masyarakat serta tenaga kesehatan di tingkat desa.Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Bapak Mangsur selaku Kepala Desa Rambigundam, Ibu Rina Susanti selaku dosen pembimbing, Denni Wahyu selaku pendamping dari Puskesmas Kecamatan Rambipuji, serta Tri Handayani selaku perawat wilayah Desa Rambigundam. Kegiatan juga diikuti oleh para kader Desa Rambigundam.Dalam sesi edukasi, mahasiswa Ners membahas mengenai ISPA dan hipertensi dari berbagai aspek, mulai dari pengenalan penyakit, faktor risiko, tanda dan gejala, hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.Materi tersebut dinilai penting karena Kader merupakan salah satu unsur yang memiliki peran strategis dalam membantu menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik, Kader diharapkan mampu menjadi penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan ketika menemukan permasalahan kesehatan di lingkungannya.Diskusi berlangsung secara interaktif. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman yang berkaitan dengan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah Desa Rambigundam.Kepala Desa Rambigundam Bapak Mangsur, menyambut baik pelaksanaan kegiatan MMD yang melibatkan mahasiswa, kader, dan tenaga kesehatan tersebut.Menurutnya, kegiatan edukasi kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus mendorong pola hidup yang lebih sehat.“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan tambahan pengetahuan kepada para kader. Harapannya, informasi yang diperoleh hari ini dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga kesadaran untuk menjaga kesehatan semakin meningkat,” ujar Bapak Mangsur.Beliau juga berharap sinergi antara Pemerintah Desa Rambigundam, Universitas Muhammadiyah Jember, Puskesmas Rambipuji, kader, dan tenaga kesehatan dapat terus terjalin melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.Pendampingan dari unsur Puskesmas Kecamatan Rambipuji dan perawat wilayah Desa Rambigundam turut memperkuat pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat secara lebih dekat sekaligus mendapatkan pengalaman dalam memberikan edukasi kesehatan di lingkungan masyarakat.Melalui kegiatan Masyarakat Mandiri Desa, mahasiswa Ners Universitas Muhammadiyah Jember diharapkan tidak hanya mampu menerapkan pengetahuan akademik, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.Kegiatan ditutup setelah rangkaian penyampaian materi dan diskusi bersama peserta selesai. Pemerintah Desa Rambigundam berharap kegiatan edukasi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan masyarakat desa yang sehat, aktif, dan mandiri dalam menjaga kesehatan.
Karnaval Seni dan Budaya Tingkat Kecamatan diikuti oleh Pemerintah Desa Cakru bersama perangkat desa, lembaga desa, serta masyarakat Desa Cakru yang turut memeriahkan kegiatan dengan menampilkan berbagai kreasi seni dan budaya.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 26 september 2026 dimulai pada pukul 13.00 WIB Start dari Dira Kencong Finish Balai Desa Wonorejo,Desa Cakru mendapatkan urutan ke 06 dalam Karnaval Seni dan Budaya Tingkat KecamatanPemerintah Desa Cakru turut berpartisipasi dalam kegiatan Karnaval Seni dan Budaya Tingkat Kecamatan, sebagai bentuk dukungan dalam melestarikan seni, budaya, serta tradisi lokal.Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat masyarakat dalam menjaga serta mengenalkan kekayaan budaya kepada generasi penerus.Semoga keikutsertaan Pemerintah Desa Cakru dapat terus mendukung pelestarian seni dan budaya serta memperkuat semangat kebersamaan di tingkat kecamatan
TEGALREJO, MAYANG — Pemerintah Desa Tegalrejo terus mendukung pelayanan kesehatan masyarakat melalui program Home Care, sebagai bentuk kepedulian dan upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga yang membutuhkan.Pada 25 September 2026, pelayanan Home Care menyasar salah satu pengasuh pondok pesantren yang berada di wilayah Desa Tegalrejo. Pelayanan dilakukan secara langsung di kediaman pasien dengan didampingi oleh Bidan Desa Tegalrejo.Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Tegalrejo, Nunung Adi Kontesa, Camat Mayang, serta Satpol PP Pemerintah Kabupaten Jember.Kehadiran jajaran pemerintah dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi dalam memastikan masyarakat mendapatkan perhatian dan pelayanan, khususnya bagi warga yang membutuhkan pendampingan kesehatan secara langsung di rumah.Melalui Home Care, petugas kesehatan dapat memberikan pemeriksaan dan pemantauan kondisi pasien sekaligus memberikan edukasi serta pendampingan kepada keluarga.Pemerintah Desa Tegalrejo berharap pelayanan seperti ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Home Care bukan hanya tentang pelayanan kesehatan, tetapi juga tentang kepedulian, kehadiran, dan memastikan masyarakat tidak merasa sendiri ketika membutuhkan bantuan.Pemerintah Desa Tegalrejo berkomitmen untuk terus mendukung pelayanan kesehatan yang dekat, cepat, dan menyentuh langsung masyarakat.
SUMBERKEJAYAN, MAYANG — Pemerintah Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang, menggelar Rembuk Stunting dalam rangka Integrasi Perencanaan Pembangunan Desa Tahun 2027, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kantor Desa Sumberkejayan mulai pukul 09.30 hingga 12.30 WIB tersebut menjadi forum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.Rembuk Stunting diikuti Perangkat Desa, Kader Posyandu, BPD, serta perwakilan RT/RW. Hadir sebagai narasumber Camat Mayang Muhammad Najmul Huda, S.S.T.P., Pendamping Desa Muh. Irfan dan Hamim, Bidan Desa Devie Eka Kurniawati, serta Penyuluh KB Kecamatan Mayang Mimien Prihatiningtyas.Pentingnya Kolaborasi Lintas SektorCamat Mayang Muhammad Najmul Huda, S.S.T.P. menekankan pentingnya Rembuk Stunting sebagai wadah koordinasi berbagai pihak di tingkat desa.“Rembuk Stunting ini penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor di tingkat desa, sehingga upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat dilakukan secara bersama-sama dan terarah.”Sementara itu, Pendamping Desa Muh. Irfan dan Hamim memaparkan mengenai skala prioritas penggunaan Dana Desa, terutama yang berkaitan dengan program pencegahan stunting. Perencanaan anggaran diharapkan mampu mendukung kegiatan yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.Angka Stunting MenurunBidan Desa Sumberkejayan Devie Eka Kurniawati memberikan pemahaman mengenai stunting, cara pencegahan, serta kondisi terkini di Desa Sumberkejayan.Berdasarkan data per Agustus 2026, jumlah anak yang tercatat mengalami stunting di Desa Sumberkejayan menurun menjadi 8 orang.“Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui pemenuhan gizi, pemantauan pertumbuhan anak secara rutin, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat,” jelas Devie Eka Kurniawati.Menjadi Dasar Perencanaan Desa 2027Hasil pembahasan dalam Rembuk Stunting selanjutnya menjadi salah satu bahan dalam integrasi perencanaan pembangunan Desa Sumberkejayan Tahun 2027. Forum tersebut diharapkan menghasilkan langkah-langkah prioritas yang dapat dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan.Melalui kolaborasi pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, BPD, RT/RW, pendamping desa, serta masyarakat, upaya pencegahan stunting diharapkan terus diperkuat sehingga angka stunting di Desa Sumberkejayan dapat ditekan dan kualitas kesehatan generasi mendatang semakin baik.
TEGALREJO — Warga RT 03 RW 07 Dusun Sumber Pinang menggelar kegiatan kerja bakti pengecoran (rabat) jalan beton pada Jumat (18/9/2026). Pembangunan jalan sepanjang akses menuju Pemakaman Umum desa setempat ini dilakukan secara swadaya guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga.Belasan warga tampak kompak bergotong royong membawa peralatan pertukangan, mengaduk semen, hingga meratakan material beton. Akses jalan menuju makam yang sebelumnya dinilai kurang memadai—terutama saat musim hujan—kini diperbaiki agar lebih stabil dan mudah dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.Ketua RT 03 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap fasilitas umum di lingkungannya. Selain memperlancar akses peziarah dan prosesi pemakaman, tradisi kerja bakti ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.Melalui swadaya dan semangat gotong royong ini, proses pengecoran jalan berjalan lancar dan selesai sesuai target pada hari yang sama. Warga berharap hasil perabatan jalan ini dapat bertahan lama dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Dusun Sumber Pinang.
Temukan keunikan, keindahan pariwisata, dan produk UMKM unggulan dari desa-desa di Kabupaten Jember.
Baju Sakera merupakan pakaian tradisional Madura. Baju Sakera terdiri dari baju serta celana hitam longgar dengan kaos garis-garis merah putih atau merah hitam. Selain itu ada lagi pelengkapnya, yaitu tutup kepala, kain sarung, dan ikat pinggang. Pakaian ini biasa dipakai oleh para laki-laki untuk busana sehari-hari maupun resmi.
Masjid Nurul Falah adalah Tempat Ibadah /Masjid Bundar & Terapi Ikan yang menjadi Icon Desa Wonojati Tempat Ibadah /Masjid ini merupakan salah satu Masjid yang ada didesa Wonojati dengan Design yang unik membetuk lingkaran dan dilengkapi dengan Terapi ikan Melalui tempat ibadah/Masjid ini semua para muslim/muslimat yang dari dalam maupun luar wilayah betah dan senang untuk melaksanakan ibadah
Wisata Edukasi Raja Domba merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Desa Sidomulyo yang di dalamnya terdapat kandang domba terpadu sehingga pengunjung bisa berwisata sambil belajar bagaimana cara berternak domba, apa saja jenis domba, dan lain sebagainya. Selain itu, pengunjung juga bisa menunggangi domba untuk keliling di sekitar kandang.
Tidak kalah majunya kesenian yang ada di Kabupaten Ponorogo (Reog). diKabupaten Jember Kecamatan Ambulu tepatnya di Desa Pontang juga memiliki kesenian Budaya Reog dan Adat Istiadat orang Jawa selalu memperingati hari raya Islam (Suroan) tradisi ini sudah dilaksanakan sejak dulu atau turun menurun.
Anyaman Tas Tali Stripping Anyaman tas tali stripping merupakan salah satu produk UMKM Desa Sidomukti yang diproduksi oleh salah satu pengrajin yang ada di Desa Sidomukti Jember. Kerajinan ini telah ada sejak 3 tahun yang lalu dan masih eksis sampai sekarang. Produk dari UMKM ini juga bermacam-macam, mulai dari aksesoris pelengkap untuk oleh-oleh haji, tas keranjang sampai tas kekinian yang digemari oleh anak muda. Berbagai jenis produk tersebut diproduksi berdasarkan permintaan dari konsumen baik dari segi model, warna ataupun ukuran dan bisa dipesan dalam jumlah yang besar atau pembelian secara grosir. Mengenai harga yang dipatok oleh pengrajin juga bervariasi tergantung jenis bahan dan tingkat kerumitan pada saat proses produksi. Keberadaan kerajinan anyaman tali strapping di Desa Sidomukti ini bisa menjadi solusi untuk kebutuhan tas yang praktis namun tetap terlihat simpel dan modis.
Cafe Sawah Sidomulyo merupakan cafe yang terdapat di tengah sawah memanfaatkan potensi alam dan pemandangan yang indah dari gunung raung dan gunung gumitir. Pengunjung juga dapat menikmati makanan tradisional yang pas dimakan di persawahan seperti nasi jagung ikan asin, sate keong bahkan kelapa muda. Selain itu, pengunjung bisa memancing ikan karena terdapat kolan pancing.
Pasar Jajanan Khas Desa Suco adalah wadah ekonomi kreatif masyarakat yang menghadirkan berbagai kuliner tradisional dan olahan khas desa yang autentik dan menggugah selera. Digelar secara berkala di area strategis desa, pasar ini menjadi tempat berkumpulnya warga sekaligus etalase rasa lokal yang menggambarkan kekayaan budaya Suco. Pengunjung dapat menikmati beragam jajanan seperti getuk pisang, tape uli, cenil, lupis, nasi jagung, keripik pisang, hingga aneka minuman herbal khas desa. Semua produk diolah langsung oleh warga, dengan bahan lokal dan cita rasa yang diwariskan secara turun-temurun. Selain menjadi tempat wisata kuliner, pasar ini juga berperan dalam menggerakkan roda perekonomian desa. Melibatkan ibu-ibu rumah tangga, pelaku UMKM, hingga generasi muda, pasar ini menjadi simbol kemandirian dan kebersamaan warga Suco. Dengan suasana pedesaan yang asri dan hangat, Pasar Jajanan Khas Desa Suco bukan hanya tempat belanja, tapi juga ruang silaturahmi dan pelestarian kearifan lokal.