80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) merupakan garda terdepan dalam mewujudkan transparansi dan pelayanan informasi publik di seluruh desa se-Kabupaten Jember.
Pilih kecamatan dan desa untuk mengakses portal informasi.
Statistik real-time keterbukaan informasi publik dari seluruh desa di Kabupaten Jember.
Desa Terintegrasi
Publikasi Informasi
Potensi Desa
Jumlah Dokumen
Ikuti perkembangan terbaru, program unggulan, dan informasi publik dari desa-desa di Kabupaten Jember.
Sabtu, 8 Agustus 2026 Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember kembali diramaikan dengan gelaran Karnaval Jatimulyo 2026. Kegiatan yang menjadi salah satu momen yang dinantikan masyarakat ini berlangsung meriah dengan antusiasme warga yang turut memeriahkan sepanjang rangkaian acara. Di tengah kemeriahan tersebut, mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta turut mengambil bagian dengan terlibat sebagai panitia dalam pelaksanaan Karnaval Jatimulyo 2026. Keterlibatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kegiatan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan warga Desa Jatimulyo. Sejak tahap persiapan, mahasiswa KKN ikut membantu berbagai kebutuhan teknis dan koordinasi kegiatan. Tidak hanya berada di balik layar, mahasiswa juga turut membantu memastikan rangkaian acara dapat berjalan dengan tertib dan lancar hingga kegiatan berlangsung.Pada hari pelaksanaan, suasana Desa Jatimulyo berubah menjadi lebih semarak. Warga dari berbagai kalangan turut berpartisipasi dan menyaksikan kemeriahan karnaval. Berbagai penampilan, kostum, serta kreativitas masyarakat menjadi bagian yang membuat kegiatan semakin menarik dan menunjukkan antusiasme warga dalam memeriahkan acara desa.Bagi mahasiswa KKN, menjadi bagian dari kepanitiaan bukan sekadar membantu terlaksananya sebuah kegiatan. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar berkoordinasi, bekerja sama dengan masyarakat, membagi tugas, serta menghadapi berbagai situasi yang muncul selama kegiatan berlangsung.Keterlibatan mahasiswa dalam Karnaval Jatimulyo 2026 juga menjadi bentuk nyata dari semangat KKN Kolaboratif Desa Cinta, yaitu membangun hubungan dan bekerja bersama masyarakat melalui kegiatan yang ada di desa. Mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja yang telah direncanakan, tetapi juga berusaha hadir dan berkontribusi dalam kegiatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman bahwa keberhasilan sebuah acara tidak hanya bergantung pada konsep yang telah disusun, tetapi juga pada kerja sama berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, panitia, dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam menciptakan kegiatan yang berjalan dengan baik.Karnaval Jatimulyo 2026 pun tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan dan menampilkan kreativitas, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan warga. Bagi mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu pengalaman berharga selama menjalankan pengabdian di Desa Jatimulyo.Dengan turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat, mahasiswa KKN berharap keberadaan mereka selama masa pengabdian dapat memberikan manfaat, sekaligus meninggalkan pengalaman dan hubungan baik yang dapat terus terjalin bersama masyarakat Desa Jatimulyo.
JATIAN, PAKUSARI — Semangat mengenang dan menghormati jasa para pahlawan kembali diwujudkan Pemerintah Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026. Pada Minggu, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 18.30 WIB, Pemerintah Desa Jatian bersama berbagai elemen masyarakat menggelar doa bersama dan tabur bunga di Monumen Pahlawan Bura, Desa Jatian. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus menanamkan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme kepada generasi penerus. Pahlawan Bura dikenal sebagai sosok pejuang yang berasal dari kalangan masyarakat biasa. Ia merupakan seorang petani yang memiliki keberanian untuk melawan penindasan dan ketidakadilan yang dilakukan penjajah terhadap rakyat pribumi. Perjuangannya kemudian mendapat dukungan dari pasukan yang dipimpin Letnan Kolonel Infanteri Mohammad Sroedji, sehingga perlawanan terhadap penjajah semakin kuat. Kegiatan tabur bunga tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintahan, keamanan, pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat Desa Jatian. Di antaranya jajaran Muspika Kecamatan Pakusari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Kepala Puskesmas Pakusari, para kepala sekolah, pengasuh pondok pesantren se-Desa Jatian, Ketua Yayasan Yatim Piatu Al Khairot, Ketua Pepabri Kecamatan Pakusari, Tim PKK Desa Jatian, kader Posyandu, para Ketua RT/RW, peserta KKN Kolaboratif #5 Tahun 2026, keluarga Pahlawan Bura, serta keluarga veteran. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Kepala Danpos Ramil Pakusari bertindak sebagai inspektur upacara, sementara Babinsa bertugas sebagai komandan upacara. Adapun tugas protokol dan pembacaan doa dipercayakan kepada mahasiswa KKN Kolaboratif #5 Tahun 2026. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan, kegiatan tersebut juga menjadi upaya Pemerintah Desa Jatian untuk menjaga keberadaan Monumen Pahlawan Bura sebagai bagian dari sejarah perjuangan masyarakat setempat. Momentum ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi dapat menjadi gerakan bersama untuk merawat dan melestarikan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Pemerintah Desa Jatian berharap kegiatan penghormatan kepada Pahlawan Bura dapat terus dilaksanakan dan dipertahankan dari tahun ke tahun. Di sisi lain, perhatian serta dukungan dari Dinas Pariwisata dan Dinas Sosial juga diharapkan semakin besar, khususnya dalam upaya pelestarian dan pengembangan Monumen Pahlawan Bura sebagai salah satu peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting bagi Desa Jatian dan Kecamatan Pakusari.Melalui kegiatan tersebut, semangat perjuangan para pahlawan diharapkan tidak hanya dikenang, tetapi juga diwariskan kepada generasi muda sebagai inspirasi untuk mengisi kemerdekaan dengan karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat. https://jatian-mandiri.kim.id https://sites.google.com/view/pemerintahdesajatian,https://ppid-desa.jemberkab.go.id/berita, https://www.facebook.com/desa .jatian#wadulguse #jember #gusfawait #jemberbarujembermaju #semuakarenacinta
TEGALREJO – Suasana penuh semangat menyelimuti Lapangan Desa Tegalrejo pada Senin (17/08/2026). Ratusan warga bersama berbagai elemen masyarakat berkumpul untuk mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Babinsa Tegalrejo yakni Santo Priyadi dan Kepala Desa Tegalrejo Bapak Nunung Adi Kontesa selaku Pembina Upacara. Dalam amanatnya, Kepala Desa menyampaikan “merdeka bagi seorang pelajar berarti belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu membawa Indonesia lebih maju. Merdeka bagi seorang guru mencerdaskan anak-anak bangsa dan menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada generasi penerus. Merdeka bagi seorang petani bekerja dengan mengolah tanah dan menyediakan pangan bagi masyarakat. Merdeka bagi seorang buruh ialah bekerja secara jujur dan penuh tanggung jawab. Merdeka bagi pengusaha ialah menjalankan usaha secara adil, menciptakan lapangan pekerjaan, dan tidak mengambil keuntungan dengan cara merugikan orang lain dan Merdeka bagi seorang pemimpin adalah amanah untuk melayani rakyat dengan keadilan, kebijaksanaan, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat. Pelaksanaan upacara erjalan tertib berkat partiipasi aktif dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya :· Masyarakat Desa Tegalrejo Kehadiran warga dari berbagai RT/RW yang antusias memadati lapangan upacara.· PP Raudatul Jannah Para santri dan pengurus pondok pesantren yang berbaris rapi, dimana sebagian santri dipercaya menjadi bagian Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA).· SDN Tegalrejo 01 Siswa-siswi beserta dewan guru yang berpartisipasi aktif menjaga tradisi patriotisme sejak dini.· Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Yang hadir memberikan dukungan penuh atas berjalannya fungsi pemerintahan desa.· Anggota PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) Yang ikut mengawal ketertiban dan barisan parade.Pengibaran bendera Merah Putih oleh petugas upacara menjadi momen paling krusial yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya secara serentak oleh paduan suara dan seluruh peserta upacara. Setelah prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih dan mengheningkan cipta selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan momen yang paling ditunggu warga, yakni pemberina penghargaan kepada masyarakat. Kepala Desa Tegalrejo memberikan apresiasi secara langsung kepada warga dan tokoh lokal.Daftar kategori Penghargaan Desa Tegalrejo :· RT PENGGERAK SWADAYA MASYARAKAT TELADAN (Ahmad Kusnan)· KADER TERBAIK (Anita Kusuma Wardani)· PELOPOR HOME INDUSTRI KUE KACANG DESA TEGALREJO (Hj. Hanafiah)· TOKOH PELESTARI SENI, BUDAYA DAN STABILITAS PEMUDA (Hoji Abdurrahman)· TOKOH PENGGERAK SHALAWAT NARIYAH (KH. Imam Hanafi dan Abdul Latif)· TOKOH PENGGERAK BUDAYA DAN KESENIAN ISLAM (Muhammad Sulhan Suudi)· TOKOH PENGGERAK KERUKUNAN WARGA (KH. Hasan Basri)· TOKOH PENGGERAK INOVASI PENDIDIKAN ISLAM (KH. Ahmad Suudi Munir)· TOKOH MUHAFFIS PELESTARI AL-QUR’AN (KH. Ahmad Daniel)· TOKOH RELIGIUS DAN PEACEMAKER UMAT (K. Nurul Wari)Rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81 ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan penampilan atraksi seni dan budaya lokal yang semakin menyemarakkan suasana kemerdekaan di Desa Tegalrejo.Melalui peringatan HUT RI ke-81 ini, Kepala Desa Tegalrejo (Nunung Adi Kontesa) berharap sinergi antara pemerintah desa, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan seluruh warga dapat terus terjalin erat demi mewujudkan Desa Tegalrejo yang makin maju, aman dan sejahtera.
CAKRU – Mahasiswa KKN Kolaboratif 002 Desa Cakru menggagas kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan eco-enzyme serta sabun ramah lingkungan pada Sabtu, (15/08/2026). Berlangsung di Balai Desa Cakru, Kecamatan Kencong, kegiatan ini menyasar kelompok lansia Karang Werda dan ibu-ibu rumah tangga setempat.Sebanyak 26 peserta yang terdiri dari lansia dan ibu rumah tangga tampak memadati lokasi acara. Pelatihan ini digelar untuk mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan limbah organik rumah tangga, khususnya sisa kulit buah dan sayuran, agar dapat diolah kembali menjadi racikan eco-enzyme dan produk sabun yang aman serta ramah lingkungan.Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kolaboratif berharap para ibu rumah tangga dan lansia Desa Cakru dapat mempraktikkan pengolahan sampah dapur secara mandiri di rumah. Langkah kecil ini diharapkan mampu mengurangi beban sampah organik desa sekaligus menciptakan lingkungan pemukiman yang lebih bersih dan sehat.
Sumberjati, 11 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan praktik daur ulang sampah bersama ibu-ibu Dusun Karang Kebon, Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan edukasi sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat dalam memanfaatkan sampah plastik menjadi barang yang memiliki nilai guna dan nilai kreativitas.Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mengajak ibu-ibu Dusun Karang Kebon untuk memanfaatkan tutup botol plastik yang sudah tidak terpakai menjadi sebuah tas yang menarik dan dapat digunakan kembali. Melalui kegiatan ini, sampah plastik yang sebelumnya dianggap tidak memiliki manfaat dapat diolah menjadi produk kerajinan yang lebih bernilai.Mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan contoh dan penjelasan mengenai tahapan pembuatan tas dari tutup botol plastik. Ibu-ibu kemudian diajak untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatannya, mulai dari mempersiapkan tutup botol plastik, membersihkan bahan yang digunakan, menyusun dan menggabungkan tutup botol, hingga membentuknya menjadi bagian dari tas.Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme dari ibu-ibu Dusun Karang Kebon. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan kembali sampah plastik, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam membuat kerajinan sederhana dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.Melalui kegiatan praktik daur ulang ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat dapat semakin memahami bahwa sampah, khususnya sampah plastik, tidak selalu harus dibuang begitu saja. Dengan kreativitas dan keterampilan, sampah plastik tertentu dapat dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk kerajinan yang menarik dan memiliki nilai guna.Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan, serta mendaur ulang sampah menjadi produk yang lebih bermanfaat.Kegiatan praktik daur ulang sampah ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung peningkatan kreativitas masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan pemanfaatan sampah plastik dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan yang produktif dan berkelanjutan di lingkungan Dusun Karang Kebon, Desa Sumberjati.
Sumberjati, 30 Juli 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik kepada ibu-ibu di Dusun Karang Kebon, Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan tempat tinggal.Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perbedaan antara sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari bahan alami dan mudah terurai, seperti sisa makanan, daun, serta limbah dari aktivitas rumah tangga. Sementara itu, sampah anorganik merupakan sampah yang membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai, seperti plastik, botol, kaleng, dan berbagai jenis kemasan.Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kolaboratif menyampaikan pentingnya melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, khususnya dari lingkungan rumah tangga. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara sederhana untuk memisahkan sampah organik dan anorganik sehingga sampah dapat dikelola dengan lebih baik dan tidak tercampur menjadi satu.Selain penyampaian materi, kegiatan juga berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab bersama ibu-ibu Dusun Karang Kebon. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, pertanyaan, maupun kendala yang dihadapi dalam mengelola sampah rumah tangga sehari-hari.Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kolaboratif berharap masyarakat, khususnya ibu-ibu Dusun Karang Kebon, dapat menerapkan kebiasaan memilah sampah mulai dari lingkungan rumah masing-masing. Pemilahan sampah diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara mahasiswa KKN Kolaboratif dan masyarakat Desa Sumberjati dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dengan adanya edukasi dan kesadaran bersama, pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga diharapkan dapat dilakukan secara lebih baik dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
CAKRU – Pemerintah Desa Cakru bersama mahasiswa KKN Kolaboratif 002 Desa Cakru, Kecamatan Kencong, menggelar kegiatan Verifikasi dan Validasi (Verval) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada Kamis, (13/08/2026). Langkah ini dilakukan guna mengawal kelaikan tempat tinggal warga sekaligus memastikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dapat disalurkan secara tepat sasaran.Melalui sinergi dan kerja sama di lapangan, proses pendataan dan verifikasi berhasil dituntaskan hanya dalam waktu satu hari. Tim gabungan menyisir empat wilayah dusun di Desa Cakru untuk melakukan survei kelaikan hunian secara langsung, memeriksa kelengkapan berkas administrasi warga, hingga melakukan validasi data.Seluruh data hasil survei lapangan selanjutnya diunggah secara digital melalui aplikasi resmi BSPS Verval pada laman bsps.aleena.co.id. Penggunaan sistem ini bertujuan untuk menjaga akurasi dan transparansi data dari tingkat desa hingga pusat. Dari hasil penyisiran di empat dusun tersebut, sebanyak 26 data rumah warga berhasil terdata dan diverifikasi secara lengkap.Pemerintah Desa Cakru mengapresiasi keaktifan mahasiswa KKN Kolaboratif dalam membantu percepatan verval RTLH ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya hunian yang lebih sehat, aman, dan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Desa Cakru.
CAKRU – Mahasiswa KKN Kolaboratif 002 Desa Cakru, Kecamatan Kencong, menggelar kegiatan sosialisasi pemilahan sampah di dua lembaga pendidikan, yakni SMP Muhammadiyah 8 Cakru pada Sabtu, (08/08/2026) dan MI Jawahirul Ulum Cakru pada Senin, (10/08/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kepedulian para siswa sejak dini terhadap pengelolaan sampah di lingkungan sekolah maupun rumah.Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memberikan materi dasar mengenai pentingnya memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu. Siswa diajak untuk mengenali perbedaan dampak dari masing-masing jenis sampah serta cara pengelolaan yang tepat agar tidak merusak lingkungan.Agar materi mudah dipahami dan menarik perhatian peserta, pemaparan diselingi dengan penayangan video edukasi interaktif. Tak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi fun games "balap pemilahan sampah" untuk menguji ketangkasan siswa dalam mempraktikkan materi secara langsung. Di akhir acara, mahasiswa KKN melakukan tes/evaluasi singkat guna mengukur sejauh mana tingkat pemahaman para siswa setelah mengikuti rangkaian kegiatan.Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini dan berharap ilmu yang didapatkan para siswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 059 Desa Tegalrejo turut membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu Tulip 56 yang diselenggarakan di Dusun Kebun Gunung, Desa Tegalrejo. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 05 Agustus 2026, dan menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung program pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat setempat. Posyandu Tulip 56 merupakan salah satu posyandu aktif di Desa Tegalrejo yang secara rutin menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, balita, dan lansia. Pada kesempatan kali ini, seluruh anggota KKN Kolaboratif 059 Desa Tegalrejo turut serta mendampingi jalannya kegiatan, didampingi langsung oleh Bu Nahe selaku Bidan Posyandu Desa Tegalrejo, serta dibantu oleh Ibu-Ibu Kader Posyandu Tulip 56 yang selama ini menjadi penggerak utama pelayanan kesehatan di tingkat dusun. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membantu berbagai rangkaian layanan yang disediakan, mulai dari pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil, pengukuran tinggi dan berat badan, pengukuran lingkar kepala serta lingkar lengan balita, hingga pemberian Vitamin A bagi balita. Selain itu, kegiatan juga mencakup kontrol kesehatan bagi lansia guna memantau kondisi kesehatan kelompok usia lanjut yang menjadi salah satu fokus perhatian dalam program posyandu. Mahasiswa turut membantu proses pencatatan data, pengarahan alur pelayanan bagi warga yang hadir, hingga mendampingi kader dalam menjalankan setiap tahapan pemeriksaan agar berjalan tertib dan efisien.Antusiasme warga terlihat jelas sejak pagi hari, di mana warga dari berbagai kalangan turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, mulai dari ibu hamil, lansia, hingga ibu-ibu yang memiliki balita. Suasana posyandu tampak ramai namun tetap kondusif berkat kerja sama yang baik antara kader, tenaga kesehatan, dan mahasiswa KKN dalam mengatur jalannya pelayanan. Interaksi hangat antara mahasiswa dan warga turut mewarnai kegiatan ini, terutama saat mahasiswa membantu menenangkan balita yang hendak ditimbang maupun mendampingi ibu hamil selama proses pemeriksaan berlangsung. Keterlibatan langsung mahasiswa dalam kegiatan Posyandu Tulip 56 diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni membantu meringankan tugas kader dalam pelaksanaan pelayanan, sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai praktik pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat dusun. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat sekitar semakin mudah dalam menjangkau fasilitas kesehatan terdekat, terutama bagi ibu-ibu yang memiliki balita dan memerlukan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
Temukan keunikan, keindahan pariwisata, dan produk UMKM unggulan dari desa-desa di Kabupaten Jember.
Tidak kalah majunya kesenian yang ada di Kabupaten Ponorogo (Reog). diKabupaten Jember Kecamatan Ambulu tepatnya di Desa Pontang juga memiliki kesenian Budaya Reog dan Adat Istiadat orang Jawa selalu memperingati hari raya Islam (Suroan) tradisi ini sudah dilaksanakan sejak dulu atau turun menurun.
Pantai Bandealit merupakan salah satu potensi wisata unggulan yang dimiliki Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Jember. Pantai ini terkenal dengan keindahan alamnya yang masih sangat alami karena berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Pasirnya yang bersih, ombak yang tenang, dan pemandangan yang asri menjadikan tempat ini cocok untuk wisata alam, camping, hingga kegiatan edukasi konservasi. Selain itu, Pantai Bandealit juga mendukung ekonomi masyarakat desa melalui jasa wisata, kuliner lokal, dan produk UMKM. Keunikan dan kelestariannya menjadikan Pantai Bandealit sebagai aset penting dalam pengembangan desa berbasis ekowisata.
Kue Kering adalah makanan ringan yang bukan termasuk makanan utama. Secara harfiah makanan ini berbahan dasar dari tepung yang diolah. Kue kering ini memiliki tekstur keras akan tetapi renyah. Kue kering ini memiliki daya tahan yang cukup lama. Kue kering ini termasuk dalam salah satu jajanan tradisional yang masih dilestarikan terutama di Desa Serut. Serta peminat dari kue kering ini masih cukup banyak terutama pada saat bulan Ramadhan.
Telur asin ini dibuat melalui proses tradisional yang sederhana namun menghasilkan cita rasa khas yang digemari banyak orang. Proses dimulai dari pencucian telur bebek yang diperoleh dari hasil ternak sendiri maupun dari kulakan. Telur-telur tersebut dicuci bersih terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada kotoran atau bakteri yang menempel pada permukaan cangkangnya. Setelah bersih, telur-telur ini kemudian melalui proses pengasinan yang unik. Hanya menggunakan dua bahan utama, yaitu garam halus dan batu bata merah yang telah dihancurkan hingga menjadi bubuk halus seperti luluh bangunan. Bubuk bata ini kemudian dicampur dengan garam halus untuk menghasilkan adonan yang siap digunakan. Telur dicelupkan ke dalam campuran tersebut hingga seluruh permukaannya tertutup rata, lalu disusun dalam wadah dan disimpan selama 8 hingga 15 hari. Dalam rentang waktu ini, garam secara perlahan meresap ke dalam telur melalui pori-pori cangkang, menghasilkan rasa asin yang merata dan tahan lama. Setelah proses pengasinan selesai, telur-telur dicuci kembali untuk menghilangkan sisa adonan pengasin, lalu direbus hingga matang. Telur asin yang telah matang ini kemudian siap dipasarkan kepada pelanggan. Dalam satu hari, produksi dapat mencapai hingga 500 butir untuk memenuhi pesanan dari konsumen, baik itu untuk dijual di pasar, warung, atau pelanggan tetap lainnya. Proses yang sederhana dan alami ini menjadi kekuatan utama produk, menjadikannya pilihan yang digemari karena cita rasa tradisionalnya yang khas dan kualitas yang terjaga.
PAMERAN PRODUK USAHA MIKRO DESA GUNUNGSARI Salah satu agenda Porprov jatim 2022 adalah pameran produk usaha Mikro.Desa gunungsari memperkenalkan produk UMKM berupa jambu kristal dan rengginang.Produk tersebut asli dari desa gunungsari yang dikelola sendiri mulai tahap awal dan tahap akhir.Ibu kades gunungsari mendampingi dan ikut serta dalam memperkenalkan produk UMKM di porprov jember 2022.