Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6525
Artikel Berita
131
Potensi
Portal Keterbukaan Informasi Publik

Selamat Datang di PPID Desa Kab. Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) merupakan garda terdepan dalam mewujudkan transparansi dan pelayanan informasi publik di seluruh desa se-Kabupaten Jember.

Terintegrasi 226 Desa Akses Publik 24/7

Temukan Desa Anda

Pilih kecamatan dan desa untuk mengakses portal informasi.

Kunjungi Portal Desa

Pusat Data & Informasi Terintegrasi

Statistik real-time keterbukaan informasi publik dari seluruh desa di Kabupaten Jember.

226

Desa Terintegrasi

9

Publikasi Informasi

131

Potensi Desa

550

Jumlah Dokumen

Publikasi Terkini

Berita Desa Terbaru

Ikuti perkembangan terbaru, program unggulan, dan informasi publik dari desa-desa di Kabupaten Jember.

kkn-kolaboratif-resmi-dilepas-pemdes-sumberwringin-apresiasi-kontribusi-mahasiswa-dan-meriahkan-pembagian-hadiah-hut-ri-2026-20260824
Berita Desa
24 Agustus 2026 82 Views

KKN Kolaboratif Resmi Dilepas, Pemdes Sumberwringin Apresiasi Kontribusi Mahasiswa dan Meriahkan Pembagian Hadiah HUT RI 2026

Jember– Pemerintah Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, menggelar acara pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif sekaligus pembagian hadiah bagi para pemenang lomba dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026, mulai pukul 19.30 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB di Desa Sumberwringin.Kegiatan ini menjadi momentum perpisahan sekaligus bentuk apresiasi Pemerintah Desa Sumberwringin dan masyarakat kepada mahasiswa KKN Kolaboratif yang telah menyelesaikan rangkaian pengabdian di desa. Selama menjalankan program, para mahasiswa dinilai telah memberikan kontribusi positif dan menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, khususnya dalam mendukung kegiatan sosial, kepemudaan, serta rangkaian peringatan HUT RI Tahun 2026.Acara tersebut turut dihadiri oleh seluruh perangkat Desa Sumberwringin, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Penasehat Karang Taruna Swara Muda Sumberwringin Gus Qiwamudin Misbah, Ketua Karang Taruna Swara Muda Sumberwringin M. Rizky Maulana, mahasiswa KKN Kolaboratif, serta para peserta yang berhasil meraih juara dalam berbagai perlombaan HUT RI 2026.Rangkaian acara berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Selain menjadi ajang pelepasan mahasiswa KKN, kegiatan juga diisi dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba yang sebelumnya telah dilaksanakan melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Kolaboratif dan Karang Taruna Swara Muda Sumberwringin. Pemberian hadiah tersebut menjadi bentuk penghargaan atas antusiasme dan partisipasi masyarakat dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan.Kepala Desa Sumberwringin, H. Fathorrozi Hermawan, dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Kolaboratif yang telah menyelesaikan masa pengabdian di Desa Sumberwringin. Ia juga memberikan sejumlah saran dan masukan kepada para mahasiswa sebagai bekal untuk melanjutkan perjalanan setelah menyelesaikan kegiatan KKN.Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN selama berada di Desa Sumberwringin telah memberikan warna tersendiri bagi kehidupan masyarakat. Interaksi yang terbangun antara mahasiswa, pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan KKN berakhir.“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Kolaboratif yang selama berada di Desa Sumberwringin telah memberikan kontribusi dan warna yang luar biasa bagi desa. Apa yang sudah dilakukan mudah-mudahan dapat menjadi pengalaman berharga, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat. Kami juga memberikan saran dan masukan agar pengalaman selama KKN dapat menjadi bekal untuk melangkah ke depan,” ujar H. Fathorrozi Hermawan.Sementara itu, Ketua Karang Taruna Swara Muda Sumberwringin, M. Rizky Maulana, turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa atas selesainya rangkaian kegiatan KKN. Ia menilai kolaborasi antara mahasiswa dan pemuda desa telah menciptakan berbagai kegiatan yang mampu meningkatkan kebersamaan serta partisipasi masyarakat.“Kami dari Karang Taruna Swara Muda Sumberwringin mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa KKN Kolaboratif yang telah menyelesaikan tugas pengabdian di Desa Sumberwringin. Kehadiran teman-teman mahasiswa benar-benar memberikan warna bagi desa. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan bersama, termasuk pelaksanaan lomba HUT RI yang melibatkan masyarakat,” ungkap M. Rizky Maulana.Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin selama pelaksanaan KKN dapat terus terjaga meskipun mahasiswa telah meninggalkan Desa Sumberwringin. Menurutnya, pengalaman berkolaborasi antara mahasiswa dan pemuda desa menjadi hal positif yang dapat menjadi modal untuk melaksanakan kegiatan kemasyarakatan di masa mendatang.Selain agenda pelepasan, pembagian hadiah lomba HUT RI menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan masyarakat. Para peserta yang berhasil menjadi juara mendapatkan penghargaan atas prestasi dan partisipasi mereka dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap semangat gotong royong masyarakat dalam menyukseskan berbagai kegiatan desa.Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga turut mendukung terciptanya suasana kegiatan yang aman, tertib, dan kondusif. Sementara itu, keterlibatan perangkat desa, Karang Taruna, mahasiswa KKN, serta masyarakat menunjukkan kuatnya sinergi berbagai unsur dalam menyelenggarakan kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Desa Sumberwringin.Pelepasan mahasiswa KKN Kolaboratif ini pada akhirnya bukan sekadar acara perpisahan. Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa sekaligus momentum untuk mengenang berbagai kerja sama yang telah terbangun selama berada di tengah masyarakat.Pemerintah Desa Sumberwringin berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama melaksanakan KKN dapat memberikan manfaat bagi perjalanan mereka ke depan. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan dapat mempertahankan semangat kebersamaan dan gotong royong yang telah tumbuh melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama program KKN.Dengan berakhirnya kegiatan KKN Kolaboratif, Pemerintah Desa Sumberwringin dan Karang Taruna Swara Muda menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh mahasiswa. Kehadiran mereka dinilai telah memberikan warna, semangat, dan pengalaman baru bagi Desa Sumberwringin, sekaligus memperkuat kolaborasi antara generasi muda, pemerintah desa, dan masyarakat.

kkn-k-desa-semboro-2026-turut-serta-dalam-penanaman-pohon-jfc-x-bri-20260822
Berita Desa
22 Agustus 2026 17 Views

KKN-K Desa Semboro 2026 Turut Serta Dalam Penanaman Pohon : JFC X BRI

Pada Hari Rabu, 12 Agustus 2026. KKN-K Desa Semboro 2026 berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon bersama Jember Fashion Carnaval X BRI. Aktivitas tersebut bertujuan sebagai wujud nyata kontribusi terhadap kelestarian lingkungan yang berada di Dusun Semboro Pasar RW 23 Desa Semboro. Harapannya, kegiatan tersebut menjadi langkah terwujudnya kepekaan terhadap fungsi lingkungan hidup sebagai penyumbang oksigen sekitar 1,2 kg O2/hari, dan 1 orang membutuhkan sekitar 0,5 kg O2/hari, dikutip dari https://kemenlh.go.id/news/detail/wamen-lh-oksigen-kebutuhan-dasar-menanam-pohon-adalah-cara-menjaga-keseimbangan-alam.Berbagai unsur masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut, meliputi Bank Sampah Unit Sinta Kecamatan Semboro, Kelompok KKN-K Desa Semboro 2026, siswa-siswi SMA Negeri 2 Tanggul beserta para guru,  Tim Jember Fashion Carnaval, serta masyarakat sekitar yang turut berkontribusi. Kegiatan selanjutnya merupakan proses penanaman dan pembagian pohon kepada masyarakat sekitar.KKN--K Desa Semboro 2026 hadir bukan hanya untuk mengabdi, tetapi juga untuk meninggalkan jejak hijau yang nyata. Bersama Jember Fashion Carnaval x BRI, kami turut serta dalam gerakan penanaman pohon: satu aksi kecil hari ini, ribuan napas lega untuk masa depan.Setiap pohon yang ditanam adalah investasi oksigen, penyejuk udara, dan warisan kehidupan bagi warga Desa Semboro. Mari dukung langkah ini, karena desa yang hijau adalah desa yang sehat, produktif, dan siap tumbuh.

desa-jatian-kecamatan-pakusari-sebagai-pilot-projek-aplikasi-kinerja-perangkat-desa-20260821
Berita Desa
21 Agustus 2026 22 Views

DESA JATIAN KECAMATAN PAKUSARI SEBAGAI PILOT PROJEK APLIKASI KINERJA PERANGKAT DESA

Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, menjadi salah satu desa yang ditunjuk sebagai Pilot Projek Penerapan Aplikasi Sibermata Desa Online untuk mendukung penilaian dan peningkatan kinerja perangkat desa. Program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif, terukur, transparan, dan berbasis data.Sibermata Desa merupakan aplikasi berbasis web yang merupakan singkatan dari Sistem Belajar Mandiri Tata Kelola Desa, yang dikelola oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur. Platform ini dirancang sebagai sarana peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa melalui pembelajaran mandiri serta penyediaan berbagai materi terkait tata kelola pemerintahan desa.Melalui Sibermata Desa, kepala desa, perangkat desa, maupun Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dapat mengakses berbagai modul dan bahan pembelajaran, antara lain terkait pengelolaan keuangan dan aset desa, perencanaan pembangunan, administrasi pemerintahan, serta instrumen pendukung tata kelola desa.Selain menyediakan materi pembelajaran, Sibermata Desa juga dilengkapi dengan sistem evaluasi. Peserta dapat mengikuti post-test setelah menyelesaikan materi pembelajaran dan memperoleh sertifikat apabila memenuhi standar kelulusan dengan nilai minimal 75 persen.Desa Jatian Dipilih sebagai Pilot ProjekDalam implementasinya, DPMD Provinsi Jawa Timur menunjuk Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, sebagai salah satu lokasi penerapan Sibermata Desa Online, khususnya dalam pengembangan dan pemanfaatan data penilaian kinerja perangkat desa.Pelaksanaan program tersebut sebelumnya dikoordinasikan dengan DPMD Kabupaten Jember serta pihak Kecamatan Pakusari melalui Kasi Pemerintahan. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses sosialisasi, pelatihan, hingga penerapan aplikasi dapat berjalan sesuai mekanisme dan tujuan program.Bimbingan teknis dan pelatihan penggunaan Sibermata Desa Online dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Balai Desa Jatian, Kecamatan Pakusari. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh perangkat Desa Jatian bersama anggota BPD Desa Jatian.Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tata cara mengakses sistem, mengisi data, serta memahami mekanisme penilaian yang tersedia dalam aplikasi Sibermata Online. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal agar seluruh unsur pemerintahan desa mampu menggunakan aplikasi secara tepat dan optimal.Penilaian Kinerja Berbasis DataPenerapan Sibermata Desa Online tidak hanya diarahkan sebagai instrumen pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana pendukung evaluasi kinerja perangkat desa secara lebih objektif dan terukur.Melalui sistem tersebut, data penilaian dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi kepala desa, camat, maupun pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab perangkat desa. Dengan tersedianya data yang terdokumentasi, proses pembinaan dan pengambilan kebijakan diharapkan dapat dilakukan secara lebih objektif, transparan, dan berdasarkan kinerja.Hasil penilaian juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memberikan penghargaan atau apresiasi kepada perangkat desa yang menunjukkan kinerja baik, sekaligus menjadi dasar pembinaan bagi perangkat yang masih memerlukan peningkatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.Melibatkan Berbagai Unsur PenilaiSalah satu keunggulan sistem Sibermata Online adalah mekanisme penilaian yang melibatkan berbagai perspektif. Penilaian dapat dilakukan oleh kepala desa terhadap perangkat desa, penilaian antarrekan kerja, penilaian mandiri (self-assessment), penilaian dari anggota BPD, serta survei kepuasan masyarakat yang dilaksanakan melalui petugas yang ditunjuk.Dengan melibatkan berbagai unsur tersebut, penilaian diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kinerja perangkat desa, baik dalam aspek kedisiplinan, pelaksanaan tugas, tanggung jawab, maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat.Penerapan Sibermata Desa Online di Desa Jatian menjadi bagian dari langkah menuju digitalisasi tata kelola pemerintahan desa. Kehadiran sistem tersebut diharapkan tidak sekadar menghasilkan data penilaian, tetapi juga membangun budaya kerja aparatur desa yang profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.Bagi Desa Jatian, penerapan program ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis teknologi sekaligus mendorong setiap perangkat desa agar terus meningkatkan kapasitas, kinerja, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.Dengan demikian, Desa Jatian diharapkan dapat menjadi salah satu contoh penerapan teknologi digital dalam mendukung pemerintahan desa yang lebih modern, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.https://jatian-mandiri.kim.id   https://sites.google.com/view/pemerintahdesajatian,https://ppid-desa.jemberkab.go.id/berita, https://www.facebook.com/desa .jatian#wadulguse #jember #gusfawait #jemberbarujembermaju #semuakarenacinta

rampungkan-pengabdian-di-5-desa-mahasiswa-kkn-kolaboratif-se-kecamatan-kencong-resmi-ditarik-20260826
Berita Desa
21 Agustus 2026 23 Views

Rampungkan Pengabdian di 5 Desa, Mahasiswa KKN Kolaboratif Se-Kecamatan Kencong Resmi Ditarik

CAKRU – Seluruh rangkaian kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Mahasiswa KKN Kolaboratif di wilayah Kecamatan Kencong resmi berakhir. Acara penarikan mahasiswa KKN Kolaboratif dilaksanakan secara khidmat di Kantor Kecamatan Kencong pada Jumat, (21/08/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.Acara penarikan ini diikuti oleh seluruh tim mahasiswa KKN Kolaboratif yang bertugas di lima desa se-Kecamatan Kencong, yaitu Desa Cakru, Kencong, Wonorejo, Kraton, dan Paseban. Kegiatan tersebut menandai tuntasnya pelaksanaan program kerja dan pengabdian para mahasiswa di wilayah masing-masing.Acara penutupan ini dihadiri langsung oleh Camat Kencong, Kapolsek Kencong, Danramil Kencong, Kepala Puskesmas Kencong dan Puskesmas Cakru, seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta para Kepala Desa dari lima desa lokasi KKN. Kehadiran para jajaran Muspika dan Kepala Desa menjadi wujud apresiasi atas kontribusi nyata yang telah diberikan oleh para mahasiswa selama bertugas di desa.Melalui acara pelepasan ini, jajaran Pemerintah Kecamatan Kencong beserta Pemerintah Desa menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas sinergi serta dedikasi mahasiswa KKN Kolaboratif. Diharapkan berbagai program kerja yang telah dijalankan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Kencong.

mahasiswa-kkn-kolaboratif-desa-cinta-turut-meriahkan-perayaan-karnaval-desa-jatimulyo-tahun-2026-20260820
Berita Desa
20 Agustus 2026 27 Views

Mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta Turut Meriahkan Perayaan Karnaval Desa Jatimulyo Tahun 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember kembali diramaikan dengan gelaran Karnaval Jatimulyo 2026. Kegiatan yang menjadi salah satu momen yang dinantikan masyarakat ini berlangsung meriah dengan antusiasme warga yang turut memeriahkan sepanjang rangkaian acara. Di tengah kemeriahan tersebut, mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta turut mengambil bagian dengan terlibat sebagai panitia dalam pelaksanaan Karnaval Jatimulyo 2026. Keterlibatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kegiatan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan warga Desa Jatimulyo.   Sejak tahap persiapan, mahasiswa KKN ikut membantu berbagai kebutuhan teknis dan koordinasi kegiatan. Tidak hanya berada di balik layar, mahasiswa juga turut membantu memastikan rangkaian acara dapat berjalan dengan tertib dan lancar hingga kegiatan berlangsung.Pada hari pelaksanaan, suasana Desa Jatimulyo berubah menjadi lebih semarak. Warga dari berbagai kalangan turut berpartisipasi dan menyaksikan kemeriahan karnaval. Berbagai penampilan, kostum, serta kreativitas masyarakat menjadi bagian yang membuat kegiatan semakin menarik dan menunjukkan antusiasme warga dalam memeriahkan acara desa.Bagi mahasiswa KKN, menjadi bagian dari kepanitiaan bukan sekadar membantu terlaksananya sebuah kegiatan. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar berkoordinasi, bekerja sama dengan masyarakat, membagi tugas, serta menghadapi berbagai situasi yang muncul selama kegiatan berlangsung.Keterlibatan mahasiswa dalam Karnaval Jatimulyo 2026 juga menjadi bentuk nyata dari semangat KKN Kolaboratif Desa Cinta, yaitu membangun hubungan dan bekerja bersama masyarakat melalui kegiatan yang ada di desa. Mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja yang telah direncanakan, tetapi juga berusaha hadir dan berkontribusi dalam kegiatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman bahwa keberhasilan sebuah acara tidak hanya bergantung pada konsep yang telah disusun, tetapi juga pada kerja sama berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, panitia, dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam menciptakan kegiatan yang berjalan dengan baik.Karnaval Jatimulyo 2026 pun tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan dan menampilkan kreativitas, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan warga. Bagi mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu pengalaman berharga selama menjalankan pengabdian di Desa Jatimulyo.Dengan turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat, mahasiswa KKN berharap keberadaan mereka selama masa pengabdian dapat memberikan manfaat, sekaligus meninggalkan pengalaman dan hubungan baik yang dapat terus terjalin bersama masyarakat Desa Jatimulyo.

tabur-bunga-di-monumen-pahlawan-bura-desa-jatian-semarakkan-peringatan-hut-ke-81-ri-20260818
Berita Desa
18 Agustus 2026 29 Views

Tabur Bunga di Monumen Pahlawan Bura, Desa Jatian, Semarakkan Peringatan HUT ke-81 RI

JATIAN, PAKUSARI — Semangat mengenang dan menghormati jasa para pahlawan kembali diwujudkan Pemerintah Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026. Pada Minggu, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 18.30 WIB, Pemerintah Desa Jatian bersama berbagai elemen masyarakat menggelar doa bersama dan tabur bunga di Monumen Pahlawan Bura, Desa Jatian. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus menanamkan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme kepada generasi penerus. Pahlawan Bura dikenal sebagai sosok pejuang yang berasal dari kalangan masyarakat biasa. Ia merupakan seorang petani yang memiliki keberanian untuk melawan penindasan dan ketidakadilan yang dilakukan penjajah terhadap rakyat pribumi. Perjuangannya kemudian mendapat dukungan dari pasukan yang dipimpin Letnan Kolonel Infanteri Mohammad Sroedji, sehingga perlawanan terhadap penjajah semakin kuat. Kegiatan tabur bunga tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintahan, keamanan, pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat Desa Jatian. Di antaranya jajaran Muspika Kecamatan Pakusari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Kepala Puskesmas Pakusari, para kepala sekolah, pengasuh pondok pesantren se-Desa Jatian, Ketua Yayasan Yatim Piatu Al Khairot, Ketua Pepabri Kecamatan Pakusari, Tim PKK Desa Jatian, kader Posyandu, para Ketua RT/RW, peserta KKN Kolaboratif #5 Tahun 2026, keluarga Pahlawan Bura, serta keluarga veteran. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Kepala Danpos Ramil Pakusari bertindak sebagai inspektur upacara, sementara Babinsa bertugas sebagai komandan upacara. Adapun tugas protokol dan pembacaan doa dipercayakan kepada mahasiswa KKN Kolaboratif #5 Tahun 2026. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan, kegiatan tersebut juga menjadi upaya Pemerintah Desa Jatian untuk menjaga keberadaan Monumen Pahlawan Bura sebagai bagian dari sejarah perjuangan masyarakat setempat. Momentum ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi dapat menjadi gerakan bersama untuk merawat dan melestarikan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Pemerintah Desa Jatian berharap kegiatan penghormatan kepada Pahlawan Bura dapat terus dilaksanakan dan dipertahankan dari tahun ke tahun. Di sisi lain, perhatian serta dukungan dari Dinas Pariwisata dan Dinas Sosial juga diharapkan semakin besar, khususnya dalam upaya pelestarian dan pengembangan Monumen Pahlawan Bura sebagai salah satu peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting bagi Desa Jatian dan Kecamatan Pakusari.Melalui kegiatan tersebut, semangat perjuangan para pahlawan diharapkan tidak hanya dikenang, tetapi juga diwariskan kepada generasi muda sebagai inspirasi untuk mengisi kemerdekaan dengan karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat. https://jatian-mandiri.kim.id   https://sites.google.com/view/pemerintahdesajatian,https://ppid-desa.jemberkab.go.id/berita, https://www.facebook.com/desa .jatian#wadulguse #jember #gusfawait #jemberbarujembermaju #semuakarenacinta

meriah-dan-khidmat-desa-tegalrejo-gelar-upacara-peringatan-hut-ri-ke-81-20260818
Berita Desa
18 Agustus 2026 21 Views

Meriah dan Khidmat, Desa Tegalrejo Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

TEGALREJO – Suasana penuh semangat menyelimuti Lapangan Desa Tegalrejo pada Senin (17/08/2026). Ratusan warga bersama berbagai elemen masyarakat berkumpul untuk mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Babinsa Tegalrejo yakni Santo Priyadi dan Kepala Desa Tegalrejo Bapak Nunung Adi Kontesa selaku Pembina Upacara. Dalam amanatnya, Kepala Desa menyampaikan “merdeka bagi seorang pelajar berarti belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu membawa Indonesia lebih maju. Merdeka bagi seorang guru mencerdaskan anak-anak bangsa dan menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada generasi penerus. Merdeka bagi seorang petani bekerja dengan mengolah tanah dan menyediakan pangan bagi masyarakat. Merdeka bagi seorang buruh ialah bekerja secara jujur dan penuh tanggung jawab. Merdeka bagi pengusaha ialah menjalankan usaha secara adil, menciptakan lapangan pekerjaan, dan tidak mengambil keuntungan dengan cara merugikan orang lain dan Merdeka bagi seorang pemimpin adalah amanah untuk melayani rakyat dengan keadilan, kebijaksanaan, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat. Pelaksanaan upacara erjalan tertib berkat partiipasi aktif dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya :·         Masyarakat Desa Tegalrejo Kehadiran warga dari berbagai RT/RW yang antusias memadati lapangan upacara.·         PP Raudatul Jannah Para santri dan pengurus pondok pesantren yang berbaris rapi, dimana sebagian santri dipercaya menjadi bagian Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA).·         SDN Tegalrejo 01 Siswa-siswi beserta dewan guru yang berpartisipasi aktif menjaga tradisi patriotisme sejak dini.·         Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Yang hadir memberikan dukungan penuh atas berjalannya fungsi pemerintahan desa.·         Anggota PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) Yang ikut mengawal ketertiban dan barisan parade.Pengibaran bendera Merah Putih oleh petugas upacara menjadi momen paling krusial yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya secara serentak oleh paduan suara dan seluruh peserta upacara. Setelah prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih dan mengheningkan cipta selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan momen yang paling ditunggu warga, yakni pemberina penghargaan kepada masyarakat. Kepala Desa Tegalrejo memberikan apresiasi secara langsung kepada warga dan tokoh lokal.Daftar kategori Penghargaan Desa Tegalrejo :·         RT PENGGERAK SWADAYA MASYARAKAT TELADAN (Ahmad Kusnan)·         KADER TERBAIK (Anita Kusuma Wardani)·         PELOPOR HOME INDUSTRI KUE KACANG DESA TEGALREJO (Hj. Hanafiah)·         TOKOH PELESTARI SENI, BUDAYA DAN STABILITAS PEMUDA (Hoji Abdurrahman)·         TOKOH PENGGERAK SHALAWAT NARIYAH (KH. Imam Hanafi dan Abdul Latif)·         TOKOH PENGGERAK BUDAYA DAN KESENIAN ISLAM (Muhammad Sulhan Suudi)·         TOKOH PENGGERAK KERUKUNAN WARGA (KH. Hasan Basri)·         TOKOH PENGGERAK INOVASI PENDIDIKAN ISLAM (KH. Ahmad Suudi Munir)·         TOKOH MUHAFFIS PELESTARI AL-QUR’AN (KH. Ahmad Daniel)·         TOKOH RELIGIUS DAN PEACEMAKER UMAT (K. Nurul Wari)Rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81 ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan penampilan atraksi seni dan budaya lokal yang semakin menyemarakkan suasana kemerdekaan di Desa Tegalrejo.Melalui peringatan HUT RI ke-81 ini, Kepala Desa Tegalrejo (Nunung Adi Kontesa) berharap sinergi antara pemerintah desa, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan seluruh warga dapat terus terjalin erat demi mewujudkan Desa Tegalrejo yang makin maju, aman dan sejahtera.

pemerintah-desa-cakru-melaksanakan-malam-tasyakuran-kemerdekaan-ri-yang-ke-81-tahun-20260826
Berita Desa
18 Agustus 2026 12 Views

Pemerintah Desa Cakru Melaksanakan Malam Tasyakuran Kemerdekaan RI yang ke 81 Tahun

CAKRU – Pemerintah Desa Cakru menggelar acara Malam Tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Balai Desa Cakru pada Minggu malam, (16/08/2026).Malam tasyakuran ini diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus menjadi momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan bangsa. Selain doa bersama, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta memupuk semangat kebersamaan dan gotong royong antarlembaga dan warga desa.Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa beserta seluruh Perangkat Desa Cakru, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta mahasiswa KKN Kolaboratif 002 Desa Cakru. Suasana kebersamaan tampak melekat sepanjang rangkaian acara berlangsung.Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Cakru berharap semangat kemerdekaan dan persatuan dapat terus tumbuh dalam diri seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara pemerintah desa, lembaga desa, mahasiswa KKN, dan warga diharapkan mampu membawa Desa Cakru menjadi desa yang semakin maju, rukun, dan sejahtera.

manfaatkan-sampah-dapur-kkn-kolaboratif-ajak-ibu-ibu-lansia-desa-cakru-olah-eco-enzyme-dan-sabun-ramah-lingkungan-20260815
Berita Desa
15 Agustus 2026 32 Views

Manfaatkan Sampah Dapur, KKN Kolaboratif Ajak Ibu-Ibu Lansia Desa Cakru Olah Eco-Enzyme dan Sabun Ramah Lingkungan

CAKRU – Mahasiswa KKN Kolaboratif 002 Desa Cakru menggagas kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan eco-enzyme serta sabun ramah lingkungan pada Sabtu, (15/08/2026). Berlangsung di Balai Desa Cakru, Kecamatan Kencong, kegiatan ini menyasar kelompok lansia Karang Werda dan ibu-ibu rumah tangga setempat.Sebanyak 26 peserta yang terdiri dari lansia dan ibu rumah tangga tampak memadati lokasi acara. Pelatihan ini digelar untuk mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan limbah organik rumah tangga, khususnya sisa kulit buah dan sayuran, agar dapat diolah kembali menjadi racikan eco-enzyme dan produk sabun yang aman serta ramah lingkungan.Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kolaboratif berharap para ibu rumah tangga dan lansia Desa Cakru dapat mempraktikkan pengolahan sampah dapur secara mandiri di rumah. Langkah kecil ini diharapkan mampu mengurangi beban sampah organik desa sekaligus menciptakan lingkungan pemukiman yang lebih bersih dan sehat.

Unggulan Lokal

Jelajah Potensi Desa

Temukan keunikan, keindahan pariwisata, dan produk UMKM unggulan dari desa-desa di Kabupaten Jember.

usaha-kerajinan-kayu-pak-yanto-dari-balung-kulon-ke-pasar-dunia
Balungkulon
UMKM / Ekonomi Kreatif

Usaha Kerajinan Kayu Pak Yanto: Dari Balung Kulon ke Pasar Dunia

Salah satu potensi unggulan Desa Balung Kulon dalam bidang ekonomi kreatif adalah usaha kerajinan kayu milik Bapak Yanto Gondres. Usaha ini telah dirintis lebih dari 20 tahun, bahkan sebelum beliau menikah. Beliau memanfaatkan potongan kayu bekas dari somel untuk diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang bernilai tinggi. Hasil kerajinannya telah menjangkau pasar bebas, tidak hanya di wilayah Jember, namun juga meluas hingga ke luar daerah, bahkan pernah mencapai pasar internasional seperti Dubai. Pak Yanto mendirikan usaha di bawah naungan PT. Garu Aditya dan telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan besar di Jakarta, Surabaya, dan kota-kota lainnya. Menariknya, meskipun belum memiliki toko online, beliau tetap mampu menjaga kestabilan penjualan dengan sistem kemitraan melalui reseller. Produksi tetap dilakukan sendiri secara mandiri, dengan dukungan 10 karyawan tetap dan sekitar 30 pekerja tambahan dari rumah masing-masing, menjadikannya sebagai salah satu contoh sukses industri rumahan (home industry) di desa. Pendapatan usaha ini cukup besar, dengan rata-rata lebih dari 10 juta rupiah per bulan; bahkan dalam dua minggu saja bisa mencapai 8 juta rupiah. Ke depan, usaha ini sangat potensial untuk terus berkembang, terlebih jika mendapat dukungan dalam hal pemasaran digital dan penguatan merek lokal. Meski Pak Yanto lebih memilih untuk fokus dalam produksi dan belum siap menjadi pembicara publik, semangat dan kontribusinya terhadap ekonomi desa patut diapresiasi dan dijadikan inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya.

produksi-tape
Tegalwaru
UMKM / Ekonomi Kreatif

Produksi Tape

Tape adalah makanan yang dibuat dari fermentasi singkong. Singkong yang diolah menjadi tape adalah singkong yang manis, biasanya berwarna putih atau kuning. Sebelum melalui proses fermentasi, singkong terlebih dahulu dicuci bersih dan dikukus hinga matang. Setelah itu, singkong ditaburi dengan ragi. Proses fermentasi bisa dilakukan dengan cara membungkus singkong dalam daun pisang atau ditempatkan pada sebuah wadah khusus yang kedap udara selama 2-3 hari. Semakin lama proses fermentasi, maka tekstur singkong akan semakin empuk. Proses fermentasi yang tepat akan menghasilkan tape yang rasanya manis sedikit asam dan beraroma alkohol. Rasa manis tape berasal dari ragi yang memecah karbohidrat dalam singkong menjadi gula sederhana. Inilah yang membuat makanan ini bisa terasa manis, meski tidak diberi gula. Namun, beberapa orang mungkin akan menambahkan sedikit gula supaya terasa lebih manis lagi. Selain dimakan langsung, tape singkong juga bisa diolah menjadi beragam makanan lain yang lezat. Mulai dari bolu, brownies, kolak, puding, hingga campuran dalam es buah. Nutrisi dalam tape singkong Kudapan yang sering dijadikan oleh-oleh dari Jawa Barat ini faktanya tak kalah bergizi ketimbang makanan fermentasi lain seperti yogurt, keju, kefir, tahu, dan tempe. Melansir Daftar Komposisi Bahan Makanan Indonesia yang diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPP PERSAGI), per 100 gram tape singkong mengandung sejumlah nutrisi yang meliputi: Kalori: 173 Protein: 0,5 gram Lemak: 0,1 gram Karbohidrat: 42, 5 gram Kalsium: 30 gram Fosfor: 30 miligram Air: 56 gram Manfaat tape singkong Penting untuk dipahami bahwa literatur yang membahas manfaat tape singkong itu sendiri sangat terbatas. Masih dibutuhkan banyak penelitian lanjutan untuk memastikan keabsahannya. Namun, proses fermentasi selama pembuatan tape singkong disinyalir berpotensi membawa manfaat untuk tubuh. Makanan fermentasi dapat membantu merangsang pertumbuhan berbagai bakteri baik (probiotik) di dalam usus. Meningkatkanya pertumbuhan bakteri baik di dalam usus akan memengaruhi kesehatan usus Anda secara menyeluruh. Selain melancarkan pencernaan, bakteri baik juga membantu dalam proses penyerapan nutrisi dan meredakan gangguan pencernaan seperti diare, perut bergas (kembung), dan sembelit. Probiotik juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko sejumlah infeksi, seperti flu. Jangan kebanyakan makan makanan fermentasi Makanan fermentasi memang mengandung bakteri baik yang bermanfaat untuk tubuh. Namun, kebanyakan makan makanan fermentasi dapat membahayakan kesehatan Anda.Penumpukkan bakteri baik di dalam tubuh dapat menyebabkan perut Anda mudah bergas dan kembung. Selain itu, kudapan ini juga menghasilkan produk sampingan berupa alkohol. Kadar alkohol yang terkandung di dalam tape singkong memang cuma sedikit. Meski begitu, jika tape dikonsumsi dalam porsi banyak tentu akan memengaruhi kesehatan tubuh Anda. Makanlah tape singkong dengan porsi yang wajar, tidak terlalu banyak maupun sedikit. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, bukan? Jadi, bijaklah dalam memilih makanan yang akan Anda konsumsi.

makna-di-balik-baju-sakera-khas-madura
Gelang
Pakaian

Makna di Balik Baju Sakera Khas Madura

Baju Sakera merupakan pakaian tradisional Madura. Baju Sakera terdiri dari baju serta celana hitam longgar dengan kaos garis-garis merah putih atau merah hitam. Selain itu ada lagi pelengkapnya, yaitu tutup kepala, kain sarung, dan ikat pinggang. Pakaian ini biasa dipakai oleh para laki-laki untuk busana sehari-hari maupun resmi.

kripik-pisang-lumar
Sidomulyo
UMKM / Ekonomi Kreatif

Kripik Pisang Lumar

Kepirik Pisang Lumar Sidomulyo memiliki varian rasa seperti Cokelat, Red Velvet, Tiramisu, Matcha dan Taro

batik-silabango
Arjasa
UMKM / Ekonomi Kreatif

Batik silabango

Batik khas Desa Arjasa dengan ciri khas dari kebudayaan asli desa yang berupa peninggalan megalithikum, kesenian tradisional ta' bhuta an dan cagar budaya era klasik jaman Kerajaan Hindu yaitu Kerajaaan Majapahit yang ada di Lereng Pegunungan Hyang Argopuro. Nama Silabango diambil dari nama Desa Arjasa di abad ke 12 dengan nama Silabango yang merupakan nama serta tercatat dalam Kitab Negarakertagama di pupuh ke 23 dan pernah didatangi oleh Raja Majapahit yang bernama Prabu Hayam Wuruk. Motif Batik Silabango didominasi oleh motif motif batu kenong, ta' bhuta an dan candi bentar yang berada di Desa Arjasa, proses batik dilakukan dengan cara tradisional untuk mempertahankan nilai luhur dari budaya membatik yang ada di Pulau Jawa hingga sat ini.

pencak-silat-cimande
Jambearum
Kebudayaan

Pencak Silat Cimande

Silat cimande adalah salah satu aliran pencak silat tertua ke 2 yang telah melahirkan berbagai perguruan silat di Indonesia bahkan di luar negeri. Banyak versi yang menjelaskan tentang berdirinya pencak silat ini, semua komunitas Maenpo Cimande sepakat tentang siapa penemu Maenpo Cimande, semua mengarah kepada Abah Khaer (penulisan ada yang: Kaher, Kahir, Kair, Kaer dan sebagainya. Abah dalam bahasa Indonesia berarti Eyang, atau dalam Bahasa Inggris Great Grandfather). Tetapi yang sering diperdebatkan adalah dari mana Abah Khaer itu berasal dan darimana dia belajar Maenpo. Menurut Bapak Rifai (Guru Pencak Silat Cimande Panca Sakti di Jakarta pada tahun 1993). Pencak Silat aliran Cimande pertama kali diciptakan dari seorang Kyai bernama Mbah Kahir. Mbah Kahir adalah seorang pendekar Pencak Silat yang disegani. Pada pertengahan abad ke XVIII (kira-kira tahun 1169), Mbah Kahir pertama kali memperkenalkan kepada murid-muridnya jurus silat. Oleh karena itu, ia dianggap sebagai Guru pertama silat Cimande. Pahlawan Betawi yaitu Si Pitung dipercaya juga berasal dari aliran perguruan silat ini. Tujuan Tujuan dari Pencak Silat Cimande ini yaitu untuk: · Terwujudnya kesadaran yang mendalam tentang jiwa pencak silat Cimande sehingga dapat mengamalkan secara konsekuen. Sebagai insan hamba Allah, sebagai insan Sosial Budaya, sebagai insan pencak silat Cimande, dan sebagai insan Warga Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. · Terwujudnya keluarga besar pencak silat Cimande yang taat dan saleh dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang diyakini masing-masing. · Terwujudnya pembinaan tradisi, adat istiadat dan ajaran yang mempunyai nilai-nilai luhur yang selaras dengan kehidupan dan tata kehidupan pancasila dan UUD 1945. · Terwujudnya sikap dan prilaku hidup serta amal perbuatan keluarga besar pencak silat Cimande yang berpedoman pada Taleq. · Terwujudnya dan terpeliharanya identitas anggota keluarga besar pencak silat Cimande dimana saja mereka berada.

produksi-kacang-plecet
Tegalrejo
UMKM / Ekonomi Kreatif

Produksi Kacang Plecet

Kacang plecet juga produk UMKM yang diproduksi dari bahan dasar kacang tanah. Penjualan kacang plecet dilakukan secara online dan offline.

wisata-alam-cafe-sawah
Sidomulyo
Pariwisata

Wisata Alam Cafe Sawah

Cafe Sawah Sidomulyo merupakan cafe yang terdapat di tengah sawah memanfaatkan potensi alam dan pemandangan yang indah dari gunung raung dan gunung gumitir. Pengunjung juga dapat menikmati makanan tradisional yang pas dimakan di persawahan seperti nasi jagung ikan asin, sate keong bahkan kelapa muda. Selain itu, pengunjung bisa memancing ikan karena terdapat kolan pancing.