80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) merupakan garda terdepan dalam mewujudkan transparansi dan pelayanan informasi publik di seluruh desa se-Kabupaten Jember.
Pilih kecamatan dan desa untuk mengakses portal informasi.
Statistik real-time keterbukaan informasi publik dari seluruh desa di Kabupaten Jember.
Desa Terintegrasi
Publikasi Informasi
Potensi Desa
Jumlah Dokumen
Ikuti perkembangan terbaru, program unggulan, dan informasi publik dari desa-desa di Kabupaten Jember.
JEMBER โ Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Kecamatan Sukowono membahas penguatan program home care dalam kegiatan Pertemuan Rutin Penggerak PKK Kecamatan Sukowono Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Sumberwringin, Dusun Duklengkong RT 004 RW 004, Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Sabtu (29/8/2026) mulai pukul 08.00 WIB.Pertemuan rutin tersebut diikuti Ketua TP PKK Kecamatan Sukowono Bu Machus Rofida (Ny. Jono Wasinudin), Ketua TP PKK Desa Sumberwringin Ny. Fathorrozi Hermawan bersama jajaran pengurus PKK Desa Sumberwringin, Ketua Bhayangkari yang diwakili Ny. Catur, para Ketua TP PKK desa se-Kecamatan Sukowono, serta Atok Hadi selaku Pendamping Kecamatan.Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan program yang menyasar masyarakat dengan kebutuhan pelayanan kesehatan secara khusus, termasuk melalui program home care.Salah satu agenda utama kegiatan adalah penyampaian materi mengenai latar belakang, alur pelaksanaan, serta sasaran program home care. Materi tersebut disampaikan oleh Pokja IV TP PKK Kecamatan Sukowono, Ibu Oris Nur Abdi Ifanda.Dalam pemaparannya, Oris menjelaskan bahwa program home care diarahkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pendampingan kesehatan secara lebih dekat. Pelayanan dilakukan dengan mendatangi sasaran secara langsung sehingga masyarakat, khususnya kelompok prioritas, dapat memperoleh pemantauan kesehatan tanpa harus selalu datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.Menurut Oris, terdapat enam kelompok sasaran utama yang menjadi prioritas dalam program home care. Kelompok tersebut meliputi lansia tunggal, ibu hamil berisiko tinggi, anak stunting, penyandang disabilitas dengan penyakit penyerta, warga kurang mampu dengan penyakit kronis, serta tokoh agama atau pengasuh pondok pesantren yang memenuhi kriteria prioritas program.โData sasaran sebenarnya sudah tersedia dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Namun, apabila ada warga yang belum terdata, tetap bisa dilayani dengan cara menghubungi petugas LRT. Selanjutnya, petugas LRT memasukkan data ke Wadul Gusโe, kemudian data tersebut akan diterima oleh pihak puskesmas,โ jelas Oris Nur Abdi Ifanda.Mekanisme tersebut menjadi salah satu upaya untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan pelayanan tidak terlewat hanya karena belum masuk dalam data awal. Melalui jalur pelaporan tersebut, informasi mengenai warga yang membutuhkan pendampingan dapat diteruskan kepada petugas kesehatan untuk dilakukan verifikasi dan tindak lanjut.Dalam pelaksanaannya, sasaran home care akan mendapatkan kunjungan secara berkala setiap bulan. Petugas akan melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan serta kebutuhan masing-masing sasaran. Apabila dalam proses pemantauan ditemukan sasaran yang terdeteksi mengalami penyakit kronis atau membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka yang bersangkutan akan dirujuk ke rumah sakit sesuai kondisi medisnya.Oris menekankan bahwa keberhasilan program home care tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan lintas sektor dan peran aktif masyarakat. Karena itu, keberadaan TP PKK di tingkat kecamatan maupun desa dinilai penting untuk membantu mengidentifikasi masyarakat yang membutuhkan perhatian serta memastikan informasi dapat diteruskan kepada petugas terkait.Kehadiran Pendamping Kecamatan, Atok Hadi, bersama jajaran TP PKK dalam pertemuan tersebut turut memperkuat koordinasi dalam mendukung pelaksanaan program di tingkat wilayah. Sinergi antara pemerintah, TP PKK, tenaga kesehatan, pendamping kecamatan, serta unsur masyarakat menjadi bagian penting agar pelayanan dapat menjangkau sasaran secara tepat.Pertemuan rutin TP PKK se-Kecamatan Sukowono tersebut sekaligus menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat pemahaman para pengurus PKK mengenai alur pelayanan home care. Melalui koordinasi yang terarah, diharapkan pendataan, pelaporan, kunjungan, pemantauan, hingga proses rujukan dapat berjalan lebih efektif.Program home care diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat dengan menghadirkan pelayanan lebih dekat kepada kelompok yang memiliki keterbatasan dalam mengakses fasilitas kesehatan. Dengan pola kunjungan langsung dan pemantauan berkala, kebutuhan kesehatan masyarakat dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan maupun rujukan dapat dilakukan secara tepat.
Pada hari Kamis tanggal 27 Agustus 2026 Pukul 09.00 s.d 11.00 WIB Bertempat di Pendopo Desa Cangkring Jalan Tempurejo No 88. Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember, telah dilaksanakan Verifikasi berkas administrasi dan penetapan calon anggota BPD baru yang diikuti 14 (empat belas) orang peserta bakal calon anggota BPD baru Desa Cangkring, sebagai Penanggung jawab kegiatan H.Heru Ali wahyudi S.IP (Kepala Desa cangkring).adapun unsur Pasukan Pengamanan Msyarakat 1 (satu) orang Personil Babinsa Cangkring, 1 (satu) orang personil Babinkamtibmas Desa Cangkring dan 1 (satu) orang, personil Satpol PP Desa Cangkring.Adapun Nama Bakal Calon anggota BPD yaitu Saudari Anis Dwi Magfiroh., Saudari. Sintiya Aprinita., Saudara Lutfi Mashudi., Sdr. Junuriyatul islamiyah.,Saudara. Saini Efendi.,Saudara. Muhammad Agus Riyanto.,Saudari. Maudy Dewi Saraswati.,Saudara. Habibi Ubaidillah.,Saudara I. Sanidin., Saudara. Ahmad Thohir.,Saudara. Muhammad Ilyas.,Saudara. Muhammad Irwan.,Saudara. Adi Purnomo. dan Saudara. Hamid Abdul Kadir.pada kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Soetjahyo SP.M.M ( Camat Jenggawah).,Serma Pramono (Batti komsos Koramil 0824/25 Jenggawah).,IPTU Andi Ferry Cristian, S.H,. M.H (Kapolsek Jenggawah).,Muhamad Imron ( Pendamping STDIK Kec. Jenggawah).,Bpk. Heru Ali Wahyudi (Kades Cangkring).,Saudari. Maskuratul Munawaroh S.Pd. M.Pd. (Pengawas Sekolah).,Fathur Rohman dan anggotaPukul 09.00 WIB peserta Verifikasi tiba dan berkumpul dipendopo Desa Cangkring dilanjutkan Registrasi, Pukul 09.10 WIB acara dibuka dan dimulai oleh pembawa acara diawali dengan sambutan Camat Jenggawah "Tahapan verifikasi berkas ini merupakan salah satu langkah krusial dan sangat penting dalam rangkaian proses pengisian atau pemilihan keanggotaan BPD, Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meneliti, memeriksa, dan memastikan keabsahan dokumen persyaratan administrasi yang telah diserahkan oleh para bakal calon, Kami panitia berkomitmen untuk menjalankan tugas ini secara objektif, transparan, jujur, dan adil tanpa memihak siapapun.,Setiap berkas akan diperiksa secara teliti sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, demi mendapatkan wakil rakyat ditingkat Desa yang berintegritas dan berkualitas, Jika dalam proses pemeriksaan nanti ada data atau dokumen yang kurang lengkap atau memerlukan klarifikasi, kami mohon kerelaannya untuk segera melengkapi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Demikian pengantar yang dapat saya sampaikan, Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, pemerintah desa, dan aparat keamanan yang telah mendukung kelancaran tahapan ini." Pukul 09.50 WIB Sambutan Kapolsek Jenggawah, "Kami mengajak seluruh calon, panitia, dan warga untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif selama tahapan pemilihan BPD berlangsung, Mendukung penuh panitia agar melaksanakan verifikasi berkas secara jujur, adil, transparan, dan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku dan Mengingatkan bahwa perbedaan pilihan atau dukungan adalah hal yang biasa dalam demokrasi desa dan tidak boleh memecah belah kerukunan warga, Menyatakan kesiapan pihak kepolisian (melalui Bhabinkamtibmas dan jajaran Polsek) untuk mengawal setiap tahapan pemilihan BPD hingga selesai dengan aman."dan pada Pukul 10.00 WIB Sambutan Kepala Desa Cangkring, "Hadirin sekalian yang saya hormati,Tahapan verifikasi berkas ini merupakan momen penting dalam rangkaian proses pemilihan BPD di desa kita, Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan Kelengkapan, Keabsahan, serta Kevalidan dokumen administrasi yang telah diserahkan oleh para bakal calon, Sebagai Kepala Desa, saya berpesan kepada Tim Panitia agar melaksanakan tugas verifikasi ini secara Transparan, Objektif, dan Teliti, tanpa ada keberpihakan, Semua proses harus berjalan sesuai dengan regulasi dan aturan perundang-undangan yang berlaku.Kepada Bapak/Ibu bakal calon anggota BPD, kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dan niat baiknya untuk mengabdi membangun desa, Apapun hasil dari verifikasi ini, mari kita terima dengan lapang dada demi kelancaran dan kesuksesan proses demokrasi di desa kita tercinta, BPD adalah mitra strategis pemerintah desa dalam menampung aspirasi masyarakat dan memajukan pembangunan"TIM Verifikasi Kelengkapan Berkas Administrasi Bakal calon anggota BPD baru Secara Bertahap didampingi antara lain Pemerintah Kecamatan Jenggawah, Koramil 0824/25 Jenggawah, Polsek Jenggawah, Dinas UPTD Kec. Jenggawah dan Pengawas Sekolah Kec. Jenggawah.
Rabu 26 Agustus 2026, Pemerintah Desa Bangsalsari kembali menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan kontribusi nyata dalam mendukung ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan sosial tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sebanyak 47 orang turut berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan lancar.Pelaksanaan donor darah ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Desa Bangsalsari dalam menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, warga diberikan kesempatan untuk berkontribusi secara langsung dalam membantu sesama, khususnya pasien yang membutuhkan transfusi darah untuk keperluan medis.Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran warga yang mengikuti kegiatan sejak proses pendaftaran. Sebelum melakukan donor, para peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas untuk memastikan kondisi tubuh memenuhi persyaratan sebagai pendonor. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur untuk menjaga keamanan dan kesehatan pendonor maupun penerima darah.Dari seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan, tercatat sebanyak 47 orang berhasil mendonorkan darahnya. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat Desa Bangsalsari terhadap kegiatan kemanusiaan. Setiap darah yang disumbangkan diharapkan dapat memberikan manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan transfusi bagi masyarakat yang sedang menjalani perawatan.Pemerintah Desa Bangsalsari menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi dan meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan donor darah. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para petugas serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan dengan baik.Kegiatan donor darah yang kembali dilaksanakan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah secara rutin. Selain membantu orang lain, donor darah juga menjadi salah satu bentuk solidaritas dan gotong royong yang dapat mempererat hubungan antarwarga.Dengan adanya kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Bangsalsari berharap budaya saling membantu dan kepedulian terhadap sesama semakin tumbuh di lingkungan masyarakat. Partisipasi 47 pendonor menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan masih kuat dan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat besar bagi orang lain.Ke depan, kegiatan donor darah diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan lebih banyak masyarakat. Pemerintah Desa Bangsalsari berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Jemberโ Pemerintah Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, menggelar acara pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif sekaligus pembagian hadiah bagi para pemenang lomba dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026, mulai pukul 19.30 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB di Desa Sumberwringin.Kegiatan ini menjadi momentum perpisahan sekaligus bentuk apresiasi Pemerintah Desa Sumberwringin dan masyarakat kepada mahasiswa KKN Kolaboratif yang telah menyelesaikan rangkaian pengabdian di desa. Selama menjalankan program, para mahasiswa dinilai telah memberikan kontribusi positif dan menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, khususnya dalam mendukung kegiatan sosial, kepemudaan, serta rangkaian peringatan HUT RI Tahun 2026.Acara tersebut turut dihadiri oleh seluruh perangkat Desa Sumberwringin, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Penasehat Karang Taruna Swara Muda Sumberwringin Gus Qiwamudin Misbah, Ketua Karang Taruna Swara Muda Sumberwringin M. Rizky Maulana, mahasiswa KKN Kolaboratif, serta para peserta yang berhasil meraih juara dalam berbagai perlombaan HUT RI 2026.Rangkaian acara berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Selain menjadi ajang pelepasan mahasiswa KKN, kegiatan juga diisi dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba yang sebelumnya telah dilaksanakan melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Kolaboratif dan Karang Taruna Swara Muda Sumberwringin. Pemberian hadiah tersebut menjadi bentuk penghargaan atas antusiasme dan partisipasi masyarakat dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan.Kepala Desa Sumberwringin, H. Fathorrozi Hermawan, dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Kolaboratif yang telah menyelesaikan masa pengabdian di Desa Sumberwringin. Ia juga memberikan sejumlah saran dan masukan kepada para mahasiswa sebagai bekal untuk melanjutkan perjalanan setelah menyelesaikan kegiatan KKN.Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN selama berada di Desa Sumberwringin telah memberikan warna tersendiri bagi kehidupan masyarakat. Interaksi yang terbangun antara mahasiswa, pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan KKN berakhir.โKami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Kolaboratif yang selama berada di Desa Sumberwringin telah memberikan kontribusi dan warna yang luar biasa bagi desa. Apa yang sudah dilakukan mudah-mudahan dapat menjadi pengalaman berharga, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat. Kami juga memberikan saran dan masukan agar pengalaman selama KKN dapat menjadi bekal untuk melangkah ke depan,โ ujar H. Fathorrozi Hermawan.Sementara itu, Ketua Karang Taruna Swara Muda Sumberwringin, M. Rizky Maulana, turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa atas selesainya rangkaian kegiatan KKN. Ia menilai kolaborasi antara mahasiswa dan pemuda desa telah menciptakan berbagai kegiatan yang mampu meningkatkan kebersamaan serta partisipasi masyarakat.โKami dari Karang Taruna Swara Muda Sumberwringin mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa KKN Kolaboratif yang telah menyelesaikan tugas pengabdian di Desa Sumberwringin. Kehadiran teman-teman mahasiswa benar-benar memberikan warna bagi desa. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan bersama, termasuk pelaksanaan lomba HUT RI yang melibatkan masyarakat,โ ungkap M. Rizky Maulana.Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin selama pelaksanaan KKN dapat terus terjaga meskipun mahasiswa telah meninggalkan Desa Sumberwringin. Menurutnya, pengalaman berkolaborasi antara mahasiswa dan pemuda desa menjadi hal positif yang dapat menjadi modal untuk melaksanakan kegiatan kemasyarakatan di masa mendatang.Selain agenda pelepasan, pembagian hadiah lomba HUT RI menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan masyarakat. Para peserta yang berhasil menjadi juara mendapatkan penghargaan atas prestasi dan partisipasi mereka dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap semangat gotong royong masyarakat dalam menyukseskan berbagai kegiatan desa.Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga turut mendukung terciptanya suasana kegiatan yang aman, tertib, dan kondusif. Sementara itu, keterlibatan perangkat desa, Karang Taruna, mahasiswa KKN, serta masyarakat menunjukkan kuatnya sinergi berbagai unsur dalam menyelenggarakan kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Desa Sumberwringin.Pelepasan mahasiswa KKN Kolaboratif ini pada akhirnya bukan sekadar acara perpisahan. Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa sekaligus momentum untuk mengenang berbagai kerja sama yang telah terbangun selama berada di tengah masyarakat.Pemerintah Desa Sumberwringin berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama melaksanakan KKN dapat memberikan manfaat bagi perjalanan mereka ke depan. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan dapat mempertahankan semangat kebersamaan dan gotong royong yang telah tumbuh melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama program KKN.Dengan berakhirnya kegiatan KKN Kolaboratif, Pemerintah Desa Sumberwringin dan Karang Taruna Swara Muda menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh mahasiswa. Kehadiran mereka dinilai telah memberikan warna, semangat, dan pengalaman baru bagi Desa Sumberwringin, sekaligus memperkuat kolaborasi antara generasi muda, pemerintah desa, dan masyarakat.
Pada Hari Rabu, 12 Agustus 2026. KKN-K Desa Semboro 2026 berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon bersama Jember Fashion Carnaval X BRI. Aktivitas tersebut bertujuan sebagai wujud nyata kontribusi terhadap kelestarian lingkungan yang berada di Dusun Semboro Pasar RW 23 Desa Semboro. Harapannya, kegiatan tersebut menjadi langkah terwujudnya kepekaan terhadap fungsi lingkungan hidup sebagai penyumbang oksigen sekitar 1,2 kg O2/hari, dan 1 orang membutuhkan sekitar 0,5 kg O2/hari, dikutip dari https://kemenlh.go.id/news/detail/wamen-lh-oksigen-kebutuhan-dasar-menanam-pohon-adalah-cara-menjaga-keseimbangan-alam.Berbagai unsur masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut, meliputi Bank Sampah Unit Sinta Kecamatan Semboro, Kelompok KKN-K Desa Semboro 2026, siswa-siswi SMA Negeri 2 Tanggul beserta para guru, Tim Jember Fashion Carnaval, serta masyarakat sekitar yang turut berkontribusi. Kegiatan selanjutnya merupakan proses penanaman dan pembagian pohon kepada masyarakat sekitar.KKN--K Desa Semboro 2026 hadir bukan hanya untuk mengabdi, tetapi juga untuk meninggalkan jejak hijau yang nyata. Bersama Jember Fashion Carnaval x BRI, kami turut serta dalam gerakan penanaman pohon: satu aksi kecil hari ini, ribuan napas lega untuk masa depan.Setiap pohon yang ditanam adalah investasi oksigen, penyejuk udara, dan warisan kehidupan bagi warga Desa Semboro. Mari dukung langkah ini, karena desa yang hijau adalah desa yang sehat, produktif, dan siap tumbuh.
Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, menjadi salah satu desa yang ditunjuk sebagai Pilot Projek Penerapan Aplikasi Sibermata Desa Online untuk mendukung penilaian dan peningkatan kinerja perangkat desa. Program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif, terukur, transparan, dan berbasis data.Sibermata Desa merupakan aplikasi berbasis web yang merupakan singkatan dari Sistem Belajar Mandiri Tata Kelola Desa, yang dikelola oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur. Platform ini dirancang sebagai sarana peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa melalui pembelajaran mandiri serta penyediaan berbagai materi terkait tata kelola pemerintahan desa.Melalui Sibermata Desa, kepala desa, perangkat desa, maupun Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dapat mengakses berbagai modul dan bahan pembelajaran, antara lain terkait pengelolaan keuangan dan aset desa, perencanaan pembangunan, administrasi pemerintahan, serta instrumen pendukung tata kelola desa.Selain menyediakan materi pembelajaran, Sibermata Desa juga dilengkapi dengan sistem evaluasi. Peserta dapat mengikuti post-test setelah menyelesaikan materi pembelajaran dan memperoleh sertifikat apabila memenuhi standar kelulusan dengan nilai minimal 75 persen.Desa Jatian Dipilih sebagai Pilot ProjekDalam implementasinya, DPMD Provinsi Jawa Timur menunjuk Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, sebagai salah satu lokasi penerapan Sibermata Desa Online, khususnya dalam pengembangan dan pemanfaatan data penilaian kinerja perangkat desa.Pelaksanaan program tersebut sebelumnya dikoordinasikan dengan DPMD Kabupaten Jember serta pihak Kecamatan Pakusari melalui Kasi Pemerintahan. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses sosialisasi, pelatihan, hingga penerapan aplikasi dapat berjalan sesuai mekanisme dan tujuan program.Bimbingan teknis dan pelatihan penggunaan Sibermata Desa Online dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Balai Desa Jatian, Kecamatan Pakusari. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh perangkat Desa Jatian bersama anggota BPD Desa Jatian.Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tata cara mengakses sistem, mengisi data, serta memahami mekanisme penilaian yang tersedia dalam aplikasi Sibermata Online. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal agar seluruh unsur pemerintahan desa mampu menggunakan aplikasi secara tepat dan optimal.Penilaian Kinerja Berbasis DataPenerapan Sibermata Desa Online tidak hanya diarahkan sebagai instrumen pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana pendukung evaluasi kinerja perangkat desa secara lebih objektif dan terukur.Melalui sistem tersebut, data penilaian dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi kepala desa, camat, maupun pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab perangkat desa. Dengan tersedianya data yang terdokumentasi, proses pembinaan dan pengambilan kebijakan diharapkan dapat dilakukan secara lebih objektif, transparan, dan berdasarkan kinerja.Hasil penilaian juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memberikan penghargaan atau apresiasi kepada perangkat desa yang menunjukkan kinerja baik, sekaligus menjadi dasar pembinaan bagi perangkat yang masih memerlukan peningkatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.Melibatkan Berbagai Unsur PenilaiSalah satu keunggulan sistem Sibermata Online adalah mekanisme penilaian yang melibatkan berbagai perspektif. Penilaian dapat dilakukan oleh kepala desa terhadap perangkat desa, penilaian antarrekan kerja, penilaian mandiri (self-assessment), penilaian dari anggota BPD, serta survei kepuasan masyarakat yang dilaksanakan melalui petugas yang ditunjuk.Dengan melibatkan berbagai unsur tersebut, penilaian diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kinerja perangkat desa, baik dalam aspek kedisiplinan, pelaksanaan tugas, tanggung jawab, maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat.Penerapan Sibermata Desa Online di Desa Jatian menjadi bagian dari langkah menuju digitalisasi tata kelola pemerintahan desa. Kehadiran sistem tersebut diharapkan tidak sekadar menghasilkan data penilaian, tetapi juga membangun budaya kerja aparatur desa yang profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.Bagi Desa Jatian, penerapan program ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis teknologi sekaligus mendorong setiap perangkat desa agar terus meningkatkan kapasitas, kinerja, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.Dengan demikian, Desa Jatian diharapkan dapat menjadi salah satu contoh penerapan teknologi digital dalam mendukung pemerintahan desa yang lebih modern, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.https://jatian-mandiri.kim.id https://sites.google.com/view/pemerintahdesajatian,https://ppid-desa.jemberkab.go.id/berita, https://www.facebook.com/desa .jatian#wadulguse #jember #gusfawait #jemberbarujembermaju #semuakarenacinta
CAKRU โ Seluruh rangkaian kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Mahasiswa KKN Kolaboratif di wilayah Kecamatan Kencong resmi berakhir. Acara penarikan mahasiswa KKN Kolaboratif dilaksanakan secara khidmat di Kantor Kecamatan Kencong pada Jumat, (21/08/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.Acara penarikan ini diikuti oleh seluruh tim mahasiswa KKN Kolaboratif yang bertugas di lima desa se-Kecamatan Kencong, yaitu Desa Cakru, Kencong, Wonorejo, Kraton, dan Paseban. Kegiatan tersebut menandai tuntasnya pelaksanaan program kerja dan pengabdian para mahasiswa di wilayah masing-masing.Acara penutupan ini dihadiri langsung oleh Camat Kencong, Kapolsek Kencong, Danramil Kencong, Kepala Puskesmas Kencong dan Puskesmas Cakru, seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta para Kepala Desa dari lima desa lokasi KKN. Kehadiran para jajaran Muspika dan Kepala Desa menjadi wujud apresiasi atas kontribusi nyata yang telah diberikan oleh para mahasiswa selama bertugas di desa.Melalui acara pelepasan ini, jajaran Pemerintah Kecamatan Kencong beserta Pemerintah Desa menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas sinergi serta dedikasi mahasiswa KKN Kolaboratif. Diharapkan berbagai program kerja yang telah dijalankan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Kencong.
Sabtu, 8 Agustus 2026 Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember kembali diramaikan dengan gelaran Karnaval Jatimulyo 2026. Kegiatan yang menjadi salah satu momen yang dinantikan masyarakat ini berlangsung meriah dengan antusiasme warga yang turut memeriahkan sepanjang rangkaian acara. Di tengah kemeriahan tersebut, mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta turut mengambil bagian dengan terlibat sebagai panitia dalam pelaksanaan Karnaval Jatimulyo 2026. Keterlibatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kegiatan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan warga Desa Jatimulyo. Sejak tahap persiapan, mahasiswa KKN ikut membantu berbagai kebutuhan teknis dan koordinasi kegiatan. Tidak hanya berada di balik layar, mahasiswa juga turut membantu memastikan rangkaian acara dapat berjalan dengan tertib dan lancar hingga kegiatan berlangsung.Pada hari pelaksanaan, suasana Desa Jatimulyo berubah menjadi lebih semarak. Warga dari berbagai kalangan turut berpartisipasi dan menyaksikan kemeriahan karnaval. Berbagai penampilan, kostum, serta kreativitas masyarakat menjadi bagian yang membuat kegiatan semakin menarik dan menunjukkan antusiasme warga dalam memeriahkan acara desa.Bagi mahasiswa KKN, menjadi bagian dari kepanitiaan bukan sekadar membantu terlaksananya sebuah kegiatan. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar berkoordinasi, bekerja sama dengan masyarakat, membagi tugas, serta menghadapi berbagai situasi yang muncul selama kegiatan berlangsung.Keterlibatan mahasiswa dalam Karnaval Jatimulyo 2026 juga menjadi bentuk nyata dari semangat KKN Kolaboratif Desa Cinta, yaitu membangun hubungan dan bekerja bersama masyarakat melalui kegiatan yang ada di desa. Mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja yang telah direncanakan, tetapi juga berusaha hadir dan berkontribusi dalam kegiatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman bahwa keberhasilan sebuah acara tidak hanya bergantung pada konsep yang telah disusun, tetapi juga pada kerja sama berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, panitia, dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam menciptakan kegiatan yang berjalan dengan baik.Karnaval Jatimulyo 2026 pun tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan dan menampilkan kreativitas, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan warga. Bagi mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Cinta, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu pengalaman berharga selama menjalankan pengabdian di Desa Jatimulyo.Dengan turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat, mahasiswa KKN berharap keberadaan mereka selama masa pengabdian dapat memberikan manfaat, sekaligus meninggalkan pengalaman dan hubungan baik yang dapat terus terjalin bersama masyarakat Desa Jatimulyo.
JATIAN, PAKUSARI โ Semangat mengenang dan menghormati jasa para pahlawan kembali diwujudkan Pemerintah Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026. Pada Minggu, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 18.30 WIB, Pemerintah Desa Jatian bersama berbagai elemen masyarakat menggelar doa bersama dan tabur bunga di Monumen Pahlawan Bura, Desa Jatian. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus menanamkan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme kepada generasi penerus. Pahlawan Bura dikenal sebagai sosok pejuang yang berasal dari kalangan masyarakat biasa. Ia merupakan seorang petani yang memiliki keberanian untuk melawan penindasan dan ketidakadilan yang dilakukan penjajah terhadap rakyat pribumi. Perjuangannya kemudian mendapat dukungan dari pasukan yang dipimpin Letnan Kolonel Infanteri Mohammad Sroedji, sehingga perlawanan terhadap penjajah semakin kuat. Kegiatan tabur bunga tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintahan, keamanan, pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat Desa Jatian. Di antaranya jajaran Muspika Kecamatan Pakusari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Kepala Puskesmas Pakusari, para kepala sekolah, pengasuh pondok pesantren se-Desa Jatian, Ketua Yayasan Yatim Piatu Al Khairot, Ketua Pepabri Kecamatan Pakusari, Tim PKK Desa Jatian, kader Posyandu, para Ketua RT/RW, peserta KKN Kolaboratif #5 Tahun 2026, keluarga Pahlawan Bura, serta keluarga veteran. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Kepala Danpos Ramil Pakusari bertindak sebagai inspektur upacara, sementara Babinsa bertugas sebagai komandan upacara. Adapun tugas protokol dan pembacaan doa dipercayakan kepada mahasiswa KKN Kolaboratif #5 Tahun 2026. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan, kegiatan tersebut juga menjadi upaya Pemerintah Desa Jatian untuk menjaga keberadaan Monumen Pahlawan Bura sebagai bagian dari sejarah perjuangan masyarakat setempat. Momentum ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi dapat menjadi gerakan bersama untuk merawat dan melestarikan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Pemerintah Desa Jatian berharap kegiatan penghormatan kepada Pahlawan Bura dapat terus dilaksanakan dan dipertahankan dari tahun ke tahun. Di sisi lain, perhatian serta dukungan dari Dinas Pariwisata dan Dinas Sosial juga diharapkan semakin besar, khususnya dalam upaya pelestarian dan pengembangan Monumen Pahlawan Bura sebagai salah satu peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting bagi Desa Jatian dan Kecamatan Pakusari.Melalui kegiatan tersebut, semangat perjuangan para pahlawan diharapkan tidak hanya dikenang, tetapi juga diwariskan kepada generasi muda sebagai inspirasi untuk mengisi kemerdekaan dengan karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat. https://jatian-mandiri.kim.id https://sites.google.com/view/pemerintahdesajatian,https://ppid-desa.jemberkab.go.id/berita, https://www.facebook.com/desa .jatian#wadulguse #jember #gusfawait #jemberbarujembermaju #semuakarenacinta
Temukan keunikan, keindahan pariwisata, dan produk UMKM unggulan dari desa-desa di Kabupaten Jember.
Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu terdapat UMKM yang penuh dengan kreativitas dan dedikasi. Contohnya adalah para pengrajin tulang yang menghidupkan keajaiban dari tulang-tulang. Untuk tulang yang digunakan pengrajin seperti tulang tanduk sapi, kerbau dan tulang lainnya. Dengan keahlian yang diwariskan dari generasi ke generasi, mereka menciptakan karya seni yang menakjubkan dari bahan yang sederhana. Dari kalung yang rumit hingga miniatur yang rumit, setiap potongan memiliki cerita yang ditenun dengan teliti oleh tangan-tangan berbakat ini. Melalui sentuhan mereka, tulang-tulang menjadi simbol keindahan dan keuletan yang menjadikan Desa Sumberejo tempat yang penuh dengan pesona dan keajaiban kreatif. Hasil kerajinan dari tulang ini berupa pipa rokok, anting, cincin, gelang, dll. Untuk lokasinya berada di Dusun Krajan Kidul, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Jika
Minuman sehat dari UMKM Desa Karanganyar yang dibuat secara homemade dengan bahan-bahan alami pilihan. Tersedia dalam varian beras kencur, sinom, kunir asem, dan susu kedelai yang memiliki cita rasa segar dan menyehatkan. Cocok dikonsumsi oleh semua kalangan sebagai pilihan minuman tradisional yang alami dan menyegarkan.
UMKM TAHU SURYA JAYA Tahu merupakan makanan yang terbuat dari kacang kedelai dengan proses penghancuran menjadi bubur. Siapa sangka, kalau makanan ini ternyata tidak hanya membawa kenikmatan, tetapi juga membawa berkah. Salah satu pemilik usaha UMKM Tahu di desa Manggisan adalah Ibu Subaidah. UMKM Surya Jaya milik Ibu Subaidah ini menjadi salah satu tahu yang digemari oleh Warga Desa Manggisan. Usaha ini telah dirintis bersama dengan suami sejak tahun 1998. Produk yang dihasilkan kedelai berupa tahu sutra dan tempe menjes. Tahu yang sudah diproduksi kemudian diolah menjadi camilan yang digemari masyarakat seperti tahu petis, tahu walik, tahu bulat, tahu mercon, tahu original, tahu kocek, tahu sutra (susu), keripik tahu crispy, dan stick tahu crispy. Olahan tahu tersebut dipasarkan dan ada dua stand di wilayah Kec. Tanggul. Cabang pertama beralamat di Jl. Dr. Subandi, Krajan II, Patemon, Kec. Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Cabang kedua berada di Jl. Kamboja, Tekoan, Tanggul Kulon, Kec. Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Apabila ingin memesan bisa menghubungi no wa 085257261609.
UMKM keripik singkong di Desa Karangbayat merupakan salah satu potensi unggulan yang menjadi sumber penghidupan dan kebanggaan masyarakat setempat. Usaha ini umumnya dikelola secara turun-temurun oleh keluarga, memanfaatkan bahan baku singkong yang melimpah dari hasil pertanian desa. Proses pembuatan keripik singkong dilakukan dengan teknik tradisional yang dipadukan dengan inovasi modern, sehingga menghasilkan keripik yang renyah, gurih, dan memiliki cita rasa khas. Mulai dari pemilihan singkong berkualitas, pengupasan, perajangan tipis, perendaman bumbu, hingga penggorengan menggunakan minyak bersih, semua dilakukan dengan teliti untuk menjaga kualitas rasa dan tekstur. Selain dipasarkan di lingkungan sekitar, produk keripik singkong Desa Karangbayat juga sudah mulai merambah pasar luar daerah, baik melalui penjualan langsung maupun pemasaran online. Keberadaan UMKM ini tidak hanya memberikan peluang kerja bagi warga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Dengan dukungan pemerintah desa, kelompok UMKM keripik singkong kini tengah mengembangkan kemasan yang lebih menarik dan higienis, serta memperluas variasi rasa agar mampu bersaing dengan produk serupa di pasaran. UMKM ini menjadi contoh nyata bahwa potensi lokal, jika dikelola dengan serius dan kreatif, dapat menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi sekaligus memperkenalkan nama Desa Karangbayat ke masyarakat luas.
Tembakau Pasat/ Rajangan merupakan istilah untuk tembakau yang dihasilkan dari daun tanaman tembakau yang dirajang/ iris tipis menggunakan mesin atau secara manual dengan pisau rajang lalu dikeringkan, cocok untuk digunakan perokok tradisional yang biasanya meracik sendiri dengan bumbu rokok, ada jenis tembakau Rejeb, Janiman, Preketek dan Kasturi.
Kue Kering adalah makanan ringan yang bukan termasuk makanan utama. Secara harfiah makanan ini berbahan dasar dari tepung yang diolah. Kue kering ini memiliki tekstur keras akan tetapi renyah. Kue kering ini memiliki daya tahan yang cukup lama. Kue kering ini termasuk dalam salah satu jajanan tradisional yang masih dilestarikan terutama di Desa Serut. Serta peminat dari kue kering ini masih cukup banyak terutama pada saat bulan Ramadhan.