80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) merupakan garda terdepan dalam mewujudkan transparansi dan pelayanan informasi publik di seluruh desa se-Kabupaten Jember.
Pilih kecamatan dan desa untuk mengakses portal informasi.
Statistik real-time keterbukaan informasi publik dari seluruh desa di Kabupaten Jember.
Desa Terintegrasi
Publikasi Informasi
Potensi Desa
Jumlah Dokumen
Ikuti perkembangan terbaru, program unggulan, dan informasi publik dari desa-desa di Kabupaten Jember.
Pada hari ini senin, (7/9/2026) bertempat dilokasi balai Desa Kramat Sukoharjo diadakan penyaluran bantuan pangan beras periode bulan juli sampai dengan September sejumlah @30Kg untuk 1330 KPM yang tersebar di 3 Dusun yang ada di Desa Kramat Sukoharjo yaitu Dusun Suko Timur, Dusun Suko Barat dan Dusun Zeelandia.Dalam kegiatan pendistribusian kali ini dipantau langsung oleh Kepala Desa Kramat Sukoharjo, BPD Desa Kramat Sukoharjo, Pendamping PKH, perwakilan dari Kecamatan, babinsa, bhabinkamtibmas, Satpol PP, RT/RW serta Tokoh Masyarakat.Progam Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan menunjuk perum BULOG (Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik) adalah Badan Usaha milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang logistik dan pendistribusian pangan. Tugas utama adalah memastikan ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan komoditas pokok, terutama beras agar tetap tersedia dengan harga yang terjangkau bagi seluruh masyarakat. Serta mendistribusikan bantuan pangan beras dari pemerintah kepada keluarga penerima manfaat.Alhamdulillah dengan adanya progam ini berdampak langsung kepada keluarga penerima manfaat sehingga sedikit meringankan beban ekonomi masyarakatSesuai intruksi Presiden Republik Indonesia bantuan ini bertujuan untuk menekan inflasi pangan khususnya untuk masyarakat dengan penghasilan dibawah rata-rata.
Senyum dan antusiasme warga mewarnai Balai Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Senin (7/9/2026). Sejak pagi, masyarakat penerima manfaat datang secara bergiliran untuk menerima bantuan pangan pemerintah. Proses penyaluran berlangsung tertib dan kondusif berkat pengaturan jadwal serta sinergi berbagai unsur yang terlibat di lapangan.Bagi sebagian keluarga penerima manfaat, bantuan berupa beras bukan sekadar bantuan pangan, tetapi menjadi penopang kebutuhan sehari-hari di tengah tuntutan ekonomi rumah tangga. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga sekaligus menjaga kecukupan pangan masyarakat.Pada penyaluran periode Juli, Agustus, dan September 2026 dilaksanakan oleh Perum BULOG Kecamatan Pakusari, Desa Jatian memperoleh alokasi bantuan pangan untuk 1.279 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Masing-masing penerima mendapatkan beras sebanyak 10 kilogram untuk setiap bulan, sehingga total yang diterima selama tiga bulan mencapai 30 kilogram per KPM yang diterima oleh PJ. Kepala Desa Jatian (Bunda Nofa) Daftar BNBA dan undangan melalui Kasi PMD Kecamatan Pakusari (Bpk. Mujiono).Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan mencapai 3.837 kemasan beras atau 38.370 kilogram (38,37 ton) untuk masyarakat penerima manfaat di Desa Jatian dengan sebanyak 4 (empat) armada truk.Diatur Bertahap, Warga Tak BerdesakanPemerintah Desa Jatian tidak hanya berfokus pada tersalurkannya bantuan, tetapi juga memastikan proses pelayanan berjalan nyaman dan teratur. Untuk itu, mekanisme distribusi dirancang secara bertahap agar masyarakat tidak datang dan berkumpul pada waktu yang bersamaan.Proses pelayanan dibagi menjadi tiga tahapan utama, yakni pendaftaran dan pengecekan daftar penerima, pengambilan dokumentasi berupa foto, serta penyerahan bantuan pangan.Sementara itu, penerima manfaat dari masing-masing wilayah dusun mendapatkan pembagian waktu pelayanan. Setiap wilayah diatur dalam tiga waktu berbeda sehingga antrean dapat dikendalikan dan tidak terjadi penumpukan warga di lokasi penyaluran.Pola pelayanan tersebut membuat proses distribusi berjalan lebih efektif. Warga dapat mengikuti tahapan pelayanan dengan tertib, sementara petugas lebih mudah melakukan verifikasi sebelum bantuan diserahkan kepada penerima yang telah ditetapkan.Sinergi Aparat dan Pemerintah DesaKelancaran penyaluran tidak terlepas dari keterlibatan berbagai unsur di lapangan Kegiatan ini dipimpin oleh PJ. Kepala Desa Jatian ( Bunda Nofa) dan dilaksanakan oleh Perangkat Desa Jatian bersama Bhabinsa (Sertu Abdul Azis), Bhabinkamtibmas (AIPDA, Galih Candra Prabowo) , Satpol PP (Fahmi), Ketua RT/RW, dan Linmas turut dikerahkan untuk membantu mengatur keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus penerima bantuan. Bapak Camat Pakusari (Bpk. Muhammad Sifak Beni Kurniawan, S.STP, M.M.), bersama Kepala Seksi Pemerintahan (Bpk. Yudi Madha), Kasi PMD (Bpk. Mujiono) dan Pendamping PKH (Bpk. Hendra).Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara humanis sekaligus terukur. Dengan pembagian tugas yang jelas, masyarakat dapat memperoleh bantuan tanpa harus menghadapi antrean panjang maupun kondisi yang berdesakan.Penerima Berdasarkan Data TerverifikasiBantuan pangan tersebut ditujukan kepada masyarakat miskin yang telah masuk dalam data penerima berdasarkan proses validasi dan verifikasi instansi terkait, termasuk Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember.Penerima bantuan juga ditetapkan berdasarkan nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagaimana tercantum dalam undangan. Karena itu, bantuan hanya dapat diterima oleh warga yang namanya telah ditetapkan dalam daftar penerima dan tidak dapat dialihkan kepada orang lain.Mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus meminimalkan potensi kesalahan dalam proses pendistribusian.Meringankan Beban, Menjaga Ketahanan PanganBagi Pemerintah Desa Jatian, penyaluran bantuan pangan tidak semata-mata berkaitan dengan distribusi beras. Di balik setiap kemasan yang diterima warga, terdapat harapan agar kebutuhan pangan keluarga dapat sedikit lebih ringan dan kondisi ekonomi rumah tangga tetap terjaga.Program ini juga diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk mencegah masyarakat miskin mengalami kondisi yang lebih berat, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan menekan risiko kemiskinan ekstrem.Dengan dukungan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat, penyaluran Bantuan Pangan periode Juli–September 2026 di Desa Jatian berlangsung aman, tertib, transparan, dan kondusif.Bagi warga penerima manfaat, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi keluarga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, 30 kilogram beras yang diterima selama tiga bulan dapat menjadi bagian penting dari upaya menjaga dapur tetap mengepul dan keluarga tetap bertahan. https://jatian-mandiri.kim.id https://sites.google.com/view/pemerintahdesajatian,https://ppid-desa.jemberkab.go.id/berita, https://www.facebook.com/desa .jatian#wadulguse #jember #gusfawait #jemberbarujembermaju #semuakarenacinta
Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Desa Sukoreno dilaksanakan pada hari Jumat, 04 September 2026 pukul 18.30 WIB di Aula Balai Desa. Acara dihadiri oleh Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD, Tokoh Masyarakat, dan warga sekitar. Rangkaian acara meliputi pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan sholawat oleh Majelis Sholawat AL – Huda. Pada kesempatan kali ini, Kepala Desa Sukoreno menyampaikan terima kasih atas antusias masyarakat yang telah menyepatkan hadir dalam rangka mensukseskan acara tersebut. Dalam ceramahnya disampaikan tentang pentingnya meneladani akhlak Rasulullah. Acara berjalan lancar, khidmat, dan ditutup dengan doa bersama pukul 22.00 WIB Setiap tahun, umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad. Peringatan yang dilaksanakna setiap bulan Rabi’ul Awal ini bukan hanya sekedar kegiatan keagamaan semata, tetapi untuk mengenang serat meneladani kisah dan perjuangan Nabi Muhammad SAW.Setiap daerah memiliki tradisi sendiri dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, mulai dari pengajian, pawai, sholawatan, dan lain sebagainya. Hal ini merupakan bentuk cinta umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.Tahun ini Pemerintah Desa Sukoreno mengadakan pengajian umum dan mengundang KH. Ahmad Ghonim Jauhari, pengasuh Pondok Pesantren Assunniyyah Kencong. Untuk memeriahkan acara tersebut, panitia menyiapkan berbagai hadiah berupa snack, perabotan rumah tangga, hingga uang tunai yang nantinya akan di gantung di atas masyarakat. Snack tersebut akan diperebutkan Ketika acara telah usai. Selain itu terdapat hadiah utama berupa 2 buah scooter untuk 2 anak yang dapat menjawab kuis yang akan diberikan oleh penceramah.Acara pengajian ini dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW oleh Majelis Sholawat Al – Huda Sukoreno. Dalam kesempatan kali ini Kepala Desa menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat yang telah antusias meramaikan acara pengajian kali ini. Dilanjutkan dengan tausiyah oleh KH. Ahmad Ghonim Jauhari dan di tutup dengan dorprize dua buah scooter. Acara di tutup dengan doa bersama serta memperebutkan berbagai hadiah yang sudah di gantung oleh panitia.
Program Bupati Jember "Bunga Desaku" di Rambigundam Jadi Ruang Serap Aspirasi Tokoh Masyarakat dan Pemuda.RAMBIGUNDAM, JEMBER — Pemerintah Desa Rambigundam bersama dengan Pemerintah Kabupaten Jember menggelar kegiatan Bunga Desaku dengan tema “Serap Aspirasi Tokoh Masyarakat dan Pemuda Desa Rambigundam” pada Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk menyerap secara langsung berbagai aspirasi, gagasan, serta kebutuhan pembangunan di Desa Rambigundam.Kegiatan Bunga Desaku merupakan bagian dari program yang digagas oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, sebagai upaya memperkuat komunikasi dan kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Melalui program tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung sehingga berbagai persoalan dan kebutuhan di tingkat desa dapat diketahui serta menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan.Kegiatan di Desa Rambigundam diikuti oleh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan unsur masyarakat desa. Berbagai hal menjadi bahan pembahasan, mulai dari pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, peningkatan perekonomian, kegiatan kepemudaan, sosial kemasyarakatan, hingga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Kepala Desa: Aspirasi Masyarakat Menjadi Dasar Penting PembangunanKepala Desa Rambigundam, Bapak Mangsur, hadir sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, beliau menyampaikan bahwa pembangunan desa harus dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.Menurut Pak Mangsur, keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan desa. Pemerintah desa membutuhkan masukan dari masyarakat agar kebijakan dan program yang disusun benar-benar memberikan manfaat serta menjawab kebutuhan warga.“Pembangunan desa harus berdasarkan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kegiatan Bunga Desaku ini sangat penting untuk mendengar secara langsung aspirasi dari masyarakat, tokoh masyarakat maupun pemuda. Masukan yang disampaikan akan menjadi bahan bagi pemerintah desa dalam menentukan arah dan prioritas pembangunan,” ujar Pak Mangsur.Beliau juga menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan warga dinilai menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.Pemuda Dorong Ruang Partisipasi Generasi MudaSementara itu, Lukman selaku tokoh pemuda Desa Rambigundam turut menyampaikan pandangan mengenai pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan desa.Menurut Lukman, pemuda memiliki potensi besar dalam memberikan gagasan, inovasi, dan kegiatan yang dapat mendukung kemajuan desa. Karena itu, ruang partisipasi bagi pemuda perlu terus dibuka agar mereka dapat berkontribusi secara aktif dalam pembangunan.“Pemuda harus diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan dan ikut terlibat dalam pembangunan desa. Kami berharap aspirasi dan ide dari generasi muda dapat menjadi bagian dari program pembangunan Desa Rambigundam ke depan,” ungkap Lukman.Keterlibatan pemuda dalam forum Bunga Desaku juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi antargenerasi sekaligus mendorong munculnya berbagai gagasan kreatif yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif di desa.Menjadi Bahan Perencanaan Pembangunan DesaMelalui dialog dan diskusi yang berlangsung, berbagai aspirasi masyarakat dihimpun untuk selanjutnya menjadi bahan masukan bagi pemerintah desa. Aspirasi tersebut diharapkan dapat dipertimbangkan dalam penyusunan program dan prioritas pembangunan sesuai dengan kewenangan desa serta kebutuhan masyarakat.Bagi Pemerintah Desa Rambigundam, kegiatan Bunga Desaku tidak hanya menjadi forum menyampaikan usulan, tetapi juga merupakan sarana membangun komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di masyarakat dapat diketahui lebih cepat dan dicarikan solusi secara bersama-sama.Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Desa Rambigundam dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang partisipatif, transparan, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.Melalui sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Desa Rambigundam berharap setiap aspirasi yang berkembang dapat menjadi bagian dari proses pembangunan desa yang lebih terarah dan tepat sasaran.Bunga Desaku menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Dari aspirasi yang disampaikan, diharapkan lahir gagasan dan kebijakan yang mampu membawa Desa Rambigundam semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
Peningkatan Kapasitas Linmas dalam Persiapan Pengamanan Karnaval Budaya Indonesia di Desa Rambigundam 2026.Rambigundam, Rambipuji, Jember — Pemerintah Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, melaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Rambigundam pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Rambigundam mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh sebanyak 25 orang anggota Linmas Desa Rambigundam.Kegiatan peningkatan kapasitas ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan Pemerintah Desa Rambigundam dalam menghadapi rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, khususnya pelaksanaan Karnaval Budaya Desa Rambigundam yang akan dilaksanakan pada Minggu, 23 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, para anggota Linmas mendapatkan pengarahan mengenai tugas, tanggung jawab, serta kesiapan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya kegiatan karnaval.Pembahasan utama dalam kegiatan tersebut berfokus pada pengamanan pelaksanaan Karnaval Budaya, mulai dari pengaturan peserta, pengamanan jalur karnaval, pengaturan kerumunan masyarakat, hingga koordinasi apabila terjadi situasi yang membutuhkan penanganan di lapangan. Para anggota Linmas juga diarahkan untuk bekerja secara terkoordinasi dan mengutamakan pendekatan yang humanis dalam memberikan pelayanan serta menjaga ketertiban masyarakat.Sebanyak 25 anggota Linmas diharapkan dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan profesional selama pelaksanaan karnaval. Koordinasi antaranggota menjadi salah satu hal penting yang ditekankan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Selain itu, Linmas juga diharapkan mampu membantu menciptakan rasa aman bagi peserta maupun masyarakat yang menyaksikan kegiatan karnaval.Melalui kegiatan peningkatan kapasitas tersebut, Pemerintah Desa Rambigundam berharap seluruh anggota Linmas memiliki kesiapan yang lebih baik dalam melaksanakan tugas pengamanan di lapangan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemerintah Desa Rambigundam dalam mempersiapkan seluruh unsur pendukung agar pelaksanaan Karnaval Budaya dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 dapat berlangsung dengan aman, tertib, meriah, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat Desa Rambigundam.Pemerintah Desa RambigundamKecamatan Rambipuji – Kabupaten Jember
Dalam Memeriahkan HUT RI ke-81 Pemerintah Desa Rambigundam Bersama dengan Masyarakat Desa Menyelenggarakan Karnaval Tema "Budaya Indonesia".Rambigundam, Rambipuji, Jember — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, menggelar Karnaval Budaya Desa Rambigundam pada Minggu, 23 Agustus 2026. Kegiatan yang dimulai pada pukul 13.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.Karnaval Budaya ini diikuti oleh 18 kelompok yang menampilkan beragam kreativitas, kostum, budaya, serta atraksi menarik sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Titik pemberangkatan karnaval berada di Pasar Buah Dusun Krajan Lor, kemudian rombongan peserta menyusuri rute yang telah ditentukan hingga garis finish di Lapangan Dukuhsia.Kepala Desa Rambigundam, Bapak Mangsur, menyampaikan bahwa kegiatan karnaval merupakan salah satu bentuk kebersamaan masyarakat dalam memperingati kemerdekaan sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk menyalurkan kreativitas dan mempererat persaudaraan.Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kebersamaan, gotong royong, serta partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan desa.“Karnaval ini menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Desa Rambigundam untuk bersama-sama memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Yang paling penting adalah kebersamaan, guyub rukun, dan semangat gotong royong masyarakat,” ujar Bapak Mangsur, Kepala Desa Rambigundam.Karnaval Budaya Desa Rambigundam menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81 yang bertujuan untuk meningkatkan semangat nasionalisme, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan gotong royong antarwarga. Setiap kelompok peserta diberikan kesempatan untuk menampilkan kreativitas masing-masing melalui berbagai kostum, atribut, serta konsep karnaval yang menggambarkan keberagaman budaya dan semangat kemerdekaan.Suasana karnaval semakin semarak dengan adanya perpaduan hiburan sound horeg yang mengiringi jalannya peserta sepanjang kegiatan. Iringan musik dan kemeriahan sound tersebut menciptakan suasana yang penuh semangat dan menghibur masyarakat yang hadir di sepanjang jalur karnaval. Warga Desa Rambigundam tampak antusias menyaksikan rombongan 18 kelompok peserta yang melintas dan memberikan dukungan kepada masing-masing kelompok.Sementara itu, Bapak Tamin selaku tokoh masyarakat Desa Rambigundam mengapresiasi antusiasme warga dalam mengikuti dan menyaksikan kegiatan karnaval. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan peringatan kemerdekaan masih menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat hubungan sosial dan kebersamaan antarwarga.“Antusias masyarakat sangat luar biasa. Kegiatan seperti ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi warga untuk berkumpul, bersilaturahmi dan menunjukkan kreativitas. Semoga kebersamaan seperti ini terus dipertahankan,” ungkap Bapak Tamin.Keikutsertaan 18 kelompok dalam Karnaval Budaya Desa Rambigundam menunjukkan tingginya partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan kreativitas warga, serta memperkuat rasa cinta terhadap budaya dan Tanah Air.Dengan mengambil titik pemberangkatan di Pasar Buah Dusun Krajan Lor dan berakhir di Lapangan Dukuhsia, karnaval menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat di sepanjang jalur yang dilalui. Antusiasme warga semakin menambah semarak suasana peringatan HUT RI ke-81 di Desa Rambigundam.Melalui kegiatan Karnaval Budaya ini, Pemerintah Desa Rambigundam berharap semangat persatuan, gotong royong, kebersamaan, dan cinta tanah air dapat terus tumbuh dan terjaga di tengah masyarakat. Peringatan HUT RI ke-81 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan masyarakat Desa Rambigundam dalam membangun desa yang semakin maju, guyub, dan harmonis.Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka! 🇮🇩
JEMBER — Pemerintah Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, turut mengambil bagian dalam mendukung program Home Care yang digagas Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Gus Fawait.Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Pemerintah Desa Tegalrejo dalam kegiatan Home Care yang dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan menyentuh langsung masyarakat.Kepala Desa Tegalrejo, Nunung Adi Kontesa, turut mendukung pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari sinergi antara Pemerintah Desa Tegalrejo dan Pemerintah Kabupaten Jember.Dalam pelaksanaannya, kegiatan Home Care dilakukan dengan mendatangi langsung warga yang membutuhkan perhatian dan pelayanan di kediamannya. Kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu mengetahui kondisi serta kebutuhan warga secara lebih dekat.Program Home Care merupakan salah satu bentuk pelayanan yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Pemerintah tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas pelayanan, tetapi berupaya hadir langsung untuk memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan.Menurut Pemerintah Desa Tegalrejo, sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam memastikan program-program pelayanan masyarakat dapat berjalan secara optimal. Pemerintah desa memiliki peran strategis karena berada di garis terdepan dan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.Keterlibatan Pemdes Tegalrejo dalam program tersebut juga menjadi wujud dukungan terhadap kebijakan Bupati Jember Gus Fawait dalam memperkuat pelayanan publik yang responsif, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan secara langsung.Nunung Adi Kontesa menegaskan bahwa Pemerintah Desa Tegalrejo akan terus mendukung program pemerintah daerah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.“Pemerintah Desa Tegalrejo akan terus bersinergi dan mendukung program Pemerintah Kabupaten Jember, termasuk Home Care. Kami berharap kehadiran pemerintah secara langsung dapat memberikan manfaat serta menunjukkan bahwa masyarakat selalu mendapat perhatian,” ujar Nunung Adi Kontesa.Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada 1 September 2026 tersebut, Pemerintah Desa Tegalrejo berharap program Home Care dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jember dan Pemerintah Desa Tegalrejo diharapkan mampu menciptakan pelayanan publik yang semakin dekat, cepat, humanis, dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat.
RKPDes adalah penjabaran operasional dari RPJMDes untuk periode satu tahun . Dokumen ini berisi program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah desa dalam satu tahun anggaran.Acara Musdes tersebut dilaksanakan pada Hari Senin Tanggal 31 Agustus 2026 yang bertempat dibalai Desa Cakru Yang dihadiri Camat Kencong RONNY ARVIANTO,SE.,M.M beserta staf, BPD, LPM Serta Perangkat Desa Cakru.Fokus utama perencanaan tahunan ini adalah penguatan Pendataan SDGs Desa yang menjadi basis data objektif dalam menentukan arah pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang inklusif dan berkelanjutan.Pemerintah Desa Cakru melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027 dan Daftar Usulan RKP Desa (DU RKP Desa) Tahun 2028.Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan desa, sebagai forum untuk membahas, menyepakati, dan menetapkan program serta kegiatan pembangunan berdasarkan prioritas dan kebutuhan masyarakat Desa Cakru.Melalui Musdes ini diharapkan perencanaan pembangunan Desa Cakru dapat dilaksanakan secara partisipatif, transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.Pemerintah Desa Cakru telah melaksanakan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027 dan Daftar Usulan RKP Desa (DU RKP Desa) Tahun 2028 melalui musyawarah dan pembahasan bersama pemerintah desa, BPD, serta unsur masyarakat.Hasil penyusunan tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas program dan kegiatan pembangunan Desa Cakru Tahun 2027, serta usulan kegiatan yang akan diajukan untuk perencanaan pembangunan Desa Cakru Tahun 2028.
Bertempat di Balai Desa Kraton, pada Hari, Kamis, 3 September 2026, Pukul 08.00 WIB s/d selesai, berlangsung acara penyerahan bantuan pangan beras periode bulan Juli sampai September 2026 dari pemerintah melalui Bulog. Bantuan diserahkan langsung oleh Bapak. Kepala Desa Kraton (Agus Prianto) didampingi Bapak. Camat Kencong, Bapak. Babinsa Desa Kraton, Ibu. Babinkamtibmas Desa Kraton, Kasi PMKS Kecamatan Kencong, Perangkat Desa Kraton, Pendamping PKH Kecamatan Kencong, RT/RW Se-Wilayah Desa Kraton, dan Keluarga Pemnerima Manfaat. Sementara itu Desa Kraton mendapatkan 1.030 KPM bantuan pangan beras dengan masing-masing penerima bantuan pangan akan mendapatkan 30 kg beras.Lebih lanjut acara penyerahan bantuan berjalan dengan aman, tertib dan lancar, dengan dibantu Kepala Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, Perangakat Desa, RT/RW, dan Petugas PKH. Dijelaskan, penyaluran bantuan pangan ini merupakan program pemerintah melalui badan pangan nasional (Bapanas) dengan penugasan kepada Perum BULOG sebagai operator pemerintah dalam bidang ketersediaan beras. Penyaluran bantuan pangan beras 2026 oleh BULOG merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI, guna menjaga stabilitas pangan dan menekan laju inflasi."Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan perhatian Pemerintah kepada masyarakat dengan tujuan untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu.
Temukan keunikan, keindahan pariwisata, dan produk UMKM unggulan dari desa-desa di Kabupaten Jember.
Transformasi Hijau: Desa Umbulsari Bidik Potensi Agrowisata Berbasis Komunitas UMBULSARI – Desa Umbulsari kini tengah bersiap memoles diri menjadi destinasi unggulan baru di sektor agrowisata. Memanfaatkan kesuburan tanah dan melimpahnya hasil bumi, pemerintah desa setempat mulai mengintegrasikan sektor pertanian tradisional dengan konsep wisata edukasi yang ramah keluarga. Keunggulan Komoditas Lokal Sejauh ini, Desa Umbulsari dikenal sebagai lumbung komoditas unggulan seperti jeruk, buah naga, dan berbagai tanaman hortikultura. Daya Tarik yang Ditawarkan Untuk menarik minat pengunjung, Desa Umbulsari menawarkan beberapa pengalaman unik: Edukasi Pertanian: Workshop singkat bagi siswa sekolah dan keluarga tentang cara bercocok tanam organik. Wisata Petik Buah: Akses langsung ke perkebunan jeruk dan buah naga yang segar. Kuliner Tradisional: Warung-warung warga yang menyajikan hidangan berbahan dasar hasil kebun lokal. Spot Foto Instagenic: Penataan lahan pertanian yang rapi dengan latar belakang pemandangan alam pedesaan yang asri. Dampak Ekonomi bagi Warga Pengembangan agrowisata ini diharapkan mampu mendongkrak ekonomi kreatif warga. Dengan adanya kunjungan wisatawan, produk UMKM lokal seperti keripik buah, olahan minuman segar, dan kerajinan tangan kini memiliki pasar yang lebih luas tepat di depan rumah mereka sendiri. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus memperbaiki infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung seperti area parkir dan toilet umum guna menjamin kenyamanan pengunjung.
UMKM TAHU SURYA JAYA Tahu merupakan makanan yang terbuat dari kacang kedelai dengan proses penghancuran menjadi bubur. Siapa sangka, kalau makanan ini ternyata tidak hanya membawa kenikmatan, tetapi juga membawa berkah. Salah satu pemilik usaha UMKM Tahu di desa Manggisan adalah Ibu Subaidah. UMKM Surya Jaya milik Ibu Subaidah ini menjadi salah satu tahu yang digemari oleh Warga Desa Manggisan. Usaha ini telah dirintis bersama dengan suami sejak tahun 1998. Produk yang dihasilkan kedelai berupa tahu sutra dan tempe menjes. Tahu yang sudah diproduksi kemudian diolah menjadi camilan yang digemari masyarakat seperti tahu petis, tahu walik, tahu bulat, tahu mercon, tahu original, tahu kocek, tahu sutra (susu), keripik tahu crispy, dan stick tahu crispy. Olahan tahu tersebut dipasarkan dan ada dua stand di wilayah Kec. Tanggul. Cabang pertama beralamat di Jl. Dr. Subandi, Krajan II, Patemon, Kec. Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Cabang kedua berada di Jl. Kamboja, Tekoan, Tanggul Kulon, Kec. Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Apabila ingin memesan bisa menghubungi no wa 085257261609.
Lahar Beku merupakan salah satu potensi wisata alam yang bisa menjadi unggulan Kabupaten Jember. Terletak di Pedalaman Hutan Lindung Petak 124 Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember, menyuguhkan Hamparan Batu Panjang yang menurut pemaparan sesepuh warga desa merupakan aliran Lahar Hasil Letusan Gunung Raung yang sudah membatu, meskipun hal ini masih perlu penelitian lebih lanjut oleh Tim yang kompeten dibidangnya. Terlepas dari benar tidaknya fenomena tersebut, yang jelas bisa kita lihat secara kasat mata hamparan batu yang sangat panjang nan eksotis karena membelah rimbunnya Hutan pinus yang berjejer rapi di sepanjang Jalan. Akses Jalan hanya bisa menggunakan kendaraan bermotor roda 2 (kecuali matic) sebab masih berupa jalan terpencil dan berbatu, sangat cocok apabila menggunakan kendaraan Sepeda Motor Trail. Fenomena unik terjadi pada saat musim penghujan, karna akan terbentuk aliran air yang bermuara pada kolam berbatu dan bisa dijadikan tempat mandi layaknya kolam renang Alami. Warga Lokal biasanya menjadikan Lahar Beku Panjang sebagai salah satu Destinasi kunjungan wisata bersama keluarga yang ekonomis, cukup dengan kendaraan Roda Dua dan membawa bekal Makananan untuk kemudian Makan bersama sambil menikmati pemandangan alam yang sangat eksotis. Demikian sekilas Tempat Wisata Lahar Beku P 124 yang selama ini masih kurang ter ekspose keberadaannya.
Desa Sidomulyodikenal dengan Desa penghasil kopi robusta terbesar di Kabupaten Jember hingga Desa Sidomulyo dinobatkan sebagai Desa Devisi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena dinilai bisa mengekspor produknya ke mancanegara. Sehingga terdapat wisata Edukasi industri kopi yang mana pengunjung bisa belajar bagaimana bertani kopi sampai pengolahannya dan menjadi produk yang siap dijual. Pengunjung juga bisa merasakan khasnya rasa kopi robusta sidomulyo secara gratis.
Tasbih yang dibuat di Desa Petung merupakan hasil kerajinan tangan sederhana yang menggunakan bahan utama berupa kayu. Proses pembuatannya diawali dengan pemilihan kayu berkualitas yang memiliki tekstur padat namun mudah dibentuk. potongan kayu dilubangi di bagian tengahnya menggunakan mesin pelubang khusus. Proses pelubangan ini membutuhkan ketelitian agar setiap lubang berada di posisi yang tepat dan berukuran seragam, sehingga nantinya bisa dirangkai dengan benang atau tali menjadi satu untaian tasbih. Meskipun prosesnya dibantu oleh mesin, pengerjaan tetap mengandalkan ketepatan tangan dan ketelatenan dari pengrajinnya. Tasbih kayu hasil produksi ini memiliki tampilan sederhana namun bernilai, dan sering digunakan sebagai alat ibadah maupun cendera mata.
Silat cimande adalah salah satu aliran pencak silat tertua ke 2 yang telah melahirkan berbagai perguruan silat di Indonesia bahkan di luar negeri. Banyak versi yang menjelaskan tentang berdirinya pencak silat ini, semua komunitas Maenpo Cimande sepakat tentang siapa penemu Maenpo Cimande, semua mengarah kepada Abah Khaer (penulisan ada yang: Kaher, Kahir, Kair, Kaer dan sebagainya. Abah dalam bahasa Indonesia berarti Eyang, atau dalam Bahasa Inggris Great Grandfather). Tetapi yang sering diperdebatkan adalah dari mana Abah Khaer itu berasal dan darimana dia belajar Maenpo. Menurut Bapak Rifai (Guru Pencak Silat Cimande Panca Sakti di Jakarta pada tahun 1993). Pencak Silat aliran Cimande pertama kali diciptakan dari seorang Kyai bernama Mbah Kahir. Mbah Kahir adalah seorang pendekar Pencak Silat yang disegani. Pada pertengahan abad ke XVIII (kira-kira tahun 1169), Mbah Kahir pertama kali memperkenalkan kepada murid-muridnya jurus silat. Oleh karena itu, ia dianggap sebagai Guru pertama silat Cimande. Pahlawan Betawi yaitu Si Pitung dipercaya juga berasal dari aliran perguruan silat ini. Tujuan Tujuan dari Pencak Silat Cimande ini yaitu untuk: · Terwujudnya kesadaran yang mendalam tentang jiwa pencak silat Cimande sehingga dapat mengamalkan secara konsekuen. Sebagai insan hamba Allah, sebagai insan Sosial Budaya, sebagai insan pencak silat Cimande, dan sebagai insan Warga Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. · Terwujudnya keluarga besar pencak silat Cimande yang taat dan saleh dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang diyakini masing-masing. · Terwujudnya pembinaan tradisi, adat istiadat dan ajaran yang mempunyai nilai-nilai luhur yang selaras dengan kehidupan dan tata kehidupan pancasila dan UUD 1945. · Terwujudnya sikap dan prilaku hidup serta amal perbuatan keluarga besar pencak silat Cimande yang berpedoman pada Taleq. · Terwujudnya dan terpeliharanya identitas anggota keluarga besar pencak silat Cimande dimana saja mereka berada.
Merupakan produk UMKM Desa Arjasa yang menjadi andalan karena dibuat khusus dari pisang gepok dengan kandungan gizi dan zat mineral lainnya yang tidak diragukan lagi. Hadir dengan bermacam varian rasa sesuai dengan pesanan konsumen dan yang pasti fresh from kitchen