80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) merupakan garda terdepan dalam mewujudkan transparansi dan pelayanan informasi publik di seluruh desa se-Kabupaten Jember.
Pilih kecamatan dan desa untuk mengakses portal informasi.
Statistik real-time keterbukaan informasi publik dari seluruh desa di Kabupaten Jember.
Desa Terintegrasi
Publikasi Informasi
Potensi Desa
Jumlah Dokumen
Ikuti perkembangan terbaru, program unggulan, dan informasi publik dari desa-desa di Kabupaten Jember.
Oleh : Oki Dwi Rahmad NasirudinTegalrejo, 3 November 2026 â Suasana khidmat sekaligus penuh harapan menyelimuti Pendopo Balai Desa Tegalrejo pada Selasa pagi. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah janji anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tegalrejo berjalan lancar, dipimpin langsung oleh Camat Mayang, Muhammad Najmul Huda, S.STp., M.Si.Kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur pimpinan wilayah setempat, yaitu Kapolsek Mayang, Danramil Mayang, serta Kepala Desa Tegalrejo, Nunung Adi Kontesa, beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, RT dan RW desa Tegalrejo.Acara dimulai dengan pembacaan keputusan tentang penetapan anggota BPD Desa Tegalrejo periode baru. Momen puncak terasa saat Bapak Camat memimpin prosesi pengambilan sumpah janji. Dengan penuh kesungguhan, para anggota BPD mengucapkan janji untuk menjalankan tugas dengan jujur, amanah, transparan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.Dalam sambutannya, Camat Muhammad Najmul Huda menyampaikan bahwa BPD bukan sekadar lembaga pelengkap pemerintahan desa, melainkan mitra kerja sekaligus pengawas yang menjamin jalannya pemerintahan desa yang demokratis dan akuntabel."Bapak-Ibu sekalian adalah perwakilan warga yang dipercaya. Tugas BPD adalah menampung aspirasi, menyusun peraturan desa bersama Kepala Desa, dan mengawasi pengelolaan anggaran agar tepat sasaran. Jadilah jembatan yang kokoh antara warga dan pemerintahan desa," ujar Camat Mayang.Ia juga berpesan agar anggota BPD senantiasa bersinergi dengan Pemerintah Desa Tegalrejo, namun tetap berpegang teguh pada prinsip keadilan dan kepentingan umum.Kepala Desa Tegalrejo, Nunung Adi Kontesa, menyambut hangat dilantiknya anggota BPD periode ini. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun kerja sama yang harmonis dan konstruktif."Pemerintah Desa Tegalrejo siap bekerja sama dengan BPD yang baru. Kita adalah satu tim untuk kemajuan desa. Semoga kita saling melengkapi, saling mengingatkan, dan bersama-sama mewujudkan Tegalrejo yang lebih sejahtera," ungkapnya.Sementara itu, kehadiran Kapolsek dan Danramil memberikan simbol dukungan sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga kondusivitas dan ketertiban di tengah masyarakat. Keduanya berharap kelembagaan desa yang kuat akan memperkuat persatuan warga dalam pembangunan. Pelantikan ini menjadi babak baru bagi demokrasi di tingkat Tegalrejo. Warga yang hadir tampak optimis, berharap BPD yang baru benar-benar hadir mendengar suara mereka, menjaga setiap rupiah anggaran desa, dan mendorong pembangunan yang merata di seluruh dusun.Dengan terlaksananya proses ini secara resmi dan sah, kini BPD Desa Tegalrejo telah siap menjalankan fungsinya. Semangat kebersamaan yang terpancar di hari pelantikan menjadi modal berharga: bahwa pembangunan desa tidak bisa berjalan sendirian, melainkan harus beriringan â pemerintahan yang melayani, BPD yang mengawal, dan masyarakat yang berpartisipasi.Semoga amanah yang diemban terjalin dengan baik, demi Desa Tegalrejo yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
Mayang, Jember â Pemerintah Kecamatan Mayang menggelar Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan Tahun 2026 pada Kamis (29/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula PKK Kecamatan Mayang. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk mengevaluasi capaian penanganan stunting, menyelaraskan data sasaran, serta merumuskan usulan program percepatan penurunan stunting yang terintegrasi dalam perencanaan pembangunan desa.Camat Mayang, Muhammad Najmul Huda, S.STP., M.Si., dan Kepala Puskesmas Mayang, dr. Yeni Rahmawati Komalasari, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Kapolsek Mayang, Danramil, Kepala KUA Mayang, Pendamping Desa Kecamatan Mayang, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Mayang bersama bendahara desa, kasi perencanaan, dan Kader Pembangunan Manusia (KPM).Camat Mayang Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Penyelarasan ProgramDalam sambutan pembukaannya, Camat Mayang Muhammad Najmul Huda menyampaikan bahwa Rembuk Stunting tingkat kecamatan merupakan forum musyawarah strategis untuk menyelaraskan program percepatan penurunan stunting dengan perencanaan dan penganggaran pembangunan desa.Menurutnya, kesamaan persepsi dan penggunaan data yang tepat menjadi landasan penting dalam menentukan sasaran serta merancang intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.âRembuk stunting menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan program, dan menyusun usulan prioritas penanganan stunting agar terintegrasi dalam perencanaan pembangunan desa,â demikian pokok arahan yang disampaikan dalam pembukaan kegiatan.Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan unsur terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya pencegahan dan penanganan stunting tidak hanya bertumpu pada sektor kesehatan, tetapi juga didukung sektor lingkungan, sanitasi, ketahanan pangan, pendidikan, dan perlindungan sosial.Puskesmas Paparkan Data Stunting dan Rencana PenangananPada sesi pemaparan materi, Kepala Puskesmas Mayang, dr. Yeni Rahmawati Komalasari, menyampaikan data stunting pada masing-masing desa di wilayah Kecamatan Mayang sekaligus menjelaskan langkah-langkah penanganan yang dapat dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan sasaran.Salah satu upaya yang dipaparkan adalah pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan bagi balita sasaran sesuai indikasi dan ketentuan program. Upaya tersebut perlu didukung pemantauan pertumbuhan, pelayanan kesehatan, serta pendampingan keluarga agar penanganan dapat berjalan secara berkelanjutan.Pembahasan juga mencakup analisis situasi dan data capaian tahun 2026, meliputi prevalensi stunting yang tercatat, jumlah balita stunting, serta data kelompok sasaran prioritas pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi kebutuhan intervensi dan menentukan langkah tindak lanjut di tingkat desa.Dorong Intervensi Sensitif dan Integrasi Perencanaan DesaSelain intervensi kesehatan, forum Rembuk Stunting Kecamatan Mayang turut membahas usulan konvergensi lintas sektor melalui intervensi sensitif. Upaya ini mencakup peningkatan akses air bersih dan sanitasi layak, perbaikan lingkungan, penguatan ketahanan pangan keluarga, edukasi pola asuh, serta fasilitasi akses perlindungan sosial bagi keluarga yang memenuhi kriteria.Hasil pembahasan diharapkan menjadi bahan bagi pemerintah desa dalam menyusun usulan prioritas yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing. Selanjutnya, usulan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme perencanaan pembangunan desa dan diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan serta penganggaran sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Mayang mendorong penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan agar program pencegahan dan penanganan stunting dapat dilaksanakan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan.Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan Mayang Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, mendukung tumbuh kembang balita, serta mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas di wilayah Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember.
Pada Hari Rabu Tanggal 21 Oktober 2026 Pukul 09.00 wib di Aula Kantor Balai Desa Cangkring yang dihadiri oleh Kapolsek Jenggawah IPTU ANDI FERRY CHRISTIAN,S.H.,Kepala Desa Cangkring H.HERU ALI WAHYUDI,S.IP.,.Ketua Panitia Karnaval Cangkring beserta Anggota, Anggota Polsek Jenggawah 3 orang Babinsa Cangkring, Bhabinkamtibmas Cangkring dan Satpol pp Cangkring, dengan materi Rakor dan Sosialisasi Persiapan Karnaval Budaya Desa Cangkring antara lain yaitu Pembukaan dan Sambutan, Pemaparan Teknis Karnaval, Sesi diskusi dan Audiensi, Kesepakatan bersama, Larangan dan Tatib Peserta Karnaval Budaya Desa Cangkring, Membawa benda berbahaya sajam,Miras,Atribut Provokatif,Kluar rombongan dan sampah, adapun Kriteria Penilaian Karnaval Budaya Desa Cangkring 1. Kreativitas dan keunikan 2. Kekompakan dan kedisiplinan 3. Daya tarik dan estetika 4. Muatan pesan dan edukasi Dan Khusus batas waktu untuk tiap Pemilik Sound Sistem yg akan perfom atau Cek Sound batas waktu sampai dengan jam 22.00 wib jika ada sampai melebihi dari jam 22.00 wib bagi pihak petugas keamanan akan dilimpahkan ke pihak panitia jika terjadi kericuhan dikarenakan pada saat Rapat telah di sampaikan bahwa batas waktu Cek Sound Sistem yang telah disepakati bersama sampai jam 22.00 wib untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan dan agar tidak mengganggu warga sekitar, Cek Sound tersebut akan di laksanakan pada hari Jum'at tanggal 23 Oktober 2026 pada malam Sabtu ditiap Dusun dan Karnaval Budaya Desa Cangkring akan di laksanakan pada tanggal 24 Oktober 2026 Pihak kepolisian telah memberikan himbauan terkait keamanan tersebut kepada pihak-pihak terkait agar tercipta lingkungan yang aman damai dan kondusif
âTEGALREJO, JEMBER â Suara riuh diskusi dan gelak tawa mewarnai suasana Pendopo Kantor Desa Tegalrejo pada Senin pagi menjelang siang(19/10/2026). Di bawah naungan atap pendopo yang teduh, Perangkat Desa Tegalrejo berkumpul bukan untuk menggelar rapat dinas biasa, melainkan untuk mengasah pena dan ketajaman rasa lewat Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (DPD SWI) Jember.âSelama ini, beragam program pembangunan, tradisi gotong royong, hingga keindahan potensi lokal Desa Tegalrejo kerap kali hanya tersimpan rapi dalam berkas laporan administratif. Namun, hari itu menjadi titik balik. Melalui sentuhan ilmu jurnalistik, para pelayan masyarakat ini diajak menyingkap potensi cerita yang ada di sekeliling mereka dan menyajikannya menjadi kabar yang layak dibaca publik.âPelatihan berlangsung interaktif sejak pagi hari. Tim jurnalis dari DPD SWI Jember membimbing para peserta menyelami dunia kewartawanan. Mulai dari cara menemukan sudut pandang berita (angle), merajut fakta menggunakan formula dasar 5W + 1H, hingga merangkai kalimat yang menggugah perhatian pembaca tanpa mengesampingkan etika dan kebenaran data.âAntusiasme peserta membuncah saat masuk ke sesi simulasi. Mengenakan pakaian dinas harian, para perangkat desa mencoba mengupas cerita dari sudut pandang seorang jurnalis. Momen ketika mereka saling mengandalkan ingatan, mewawancarai rekan sejawat, dan merangkai kata demi kata menjadi pengalaman baru yang menyegarkan sekaligus menantang. "Menulis berita itu tidak hanya soal menyampaikan informasi, tetapi ada etika menulis yang disebut sebagai unsur berita yaitu 5W+1H," ungkap salah satu perangkat desa di sela-sela sesi latihan penulisan.âKeterbukaan Informasi dan Kebanggaan Lokal Bagi DPD SWI Jember, membekali perangkat desa dengan literasi media adalah investasi jangka panjang untuk transparansi dan narasi positif desa. Di tengah derasnya arus informasi digital dan risiko penyebaran berita bohong (hoaks), keberadaan perangkat desa yang terampil menulis berita menjadi benteng utama penyaji informasi yang sahih dan terpercaya.Pemerintah Desa Tegalrejo mengapresiasi penuh pendampingan ini. Langkah awal ini diharapkan mampu menghidupkan kanal-kanal media sosial dan mempublikasikan potensi-potensi yang ada di desa Tegalrejo sendiri, sehingga setiap program kerja, karya warga, dan kehangatan kehidupan Desa Tegalrejo dapat tersampaikan secara luas dan membanggakan.âMenyambut Era Transparansi DesaââKepala Desa Tegalrejo (Nunung Adi Kontesa) menyambut hangat kolaborasi bersama DPD SWI Jember ini. Menurutnya, antusiasme peserta yang bertahan hingga akhir acara menjadi bukti tingginya semangat perangkat desa untuk belajar.ââDengan selesainya pelatihan ini, Pemerintah Desa Tegalrejo berharap kanal informasi resmi desaâbaik website maupun media sosialâdapat makin aktif menyajikan berita-berita berkualitas, informatif, dan menginspirasi warga.
Senin , 19 Oktober 2026 Desa Sukoreno mengadakan rapat kordinasi rutin yang di adakan setiap hari senin jam 08.00 pagi sampai selesai.Dalam rapat ini yang di pimpin langsung oleh Bpk Kepala Desa Sukoreno H.Achmad Choiri dan juga ibu Sekdes Hj Sevi Nuril Huda.Rakor ini melibatkan semua perangkat dari Kasi dan Kaur ,staf,Kasun dan Pembantu Kasun juga Linmas,Dalam rapat rutinan ini pembahasan tentang PBB untuk terus mengingatkan kepada warganya bahwa WP untuk segera membayar.Dan juga laporan dari masing masing Kepala Dusun untuk keadaan/kegiatan satu minggu kemarin.Dusun Kandangrejo kondisi di lapangan aman dan juga untuk PBB masih lancarDusun Krajan Lor sama kondisi di lapangan aman dan PBB juga masih ada masukanDusun Krajan Kidul kondisi di lapangan aman san PBB juga aman sedikit menambakan tentang kegiatan di Mushola terkait hari santri yang akan di selenggarakan tgl 24 oktober 2026 meminta bantuan linmas untuk ,menjaga keamaan kendaraan para tamudan yang terakhir laporan pemasukan PBB yang di bacakan langsung oleh petugasdemikian kegiatan pada rakor hari senin 19 oktober 2026
Jatimulyo, Selasa 13-10-2026 Pukul : 09.00 WIB Berlangsung di AULA Balai Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah. Rumah Desa Sehat (RDS) dan Kader Pemberdayaan Manusia (KPM) Desa Jatimulyo menggelar Rembug Stunting Tahun 2026. Rembuk Stunting Desa adalah forum musyawarah tingkat desa yang dilakukan secara partisipatif untuk membahas, merumuskan, dan menetapkan komitmen bersama dalam upaya pencegahan serta penanganan konvergensi stunting. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan pra-Musyawarah Desa (Musdes) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa. Kegiatan Rembug Stunting diselenggarakan oleh RDS yang diketuai oleh ibu Siti Rojiyah dan KPM Desa Jatimulyo yang diketuai oleh ibu Desi Martasari. Peserta yang hadir antara lain : Kader Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Kader Posyandu Desa Jatimulyo dengan jumlah Undangan 50 Peserta.Tujuan Utama Rembug Stunting antara lain :Menyepakati komitmen bersama lintas sektor dalam menurunkan angka stunting.Memetakan masalah dan sasaran berdasarkan data riil dari Posyandu, Polindes, Puskesmas, serta laporan Kader Pembangunan Manusia (KPM).Merumuskan rencana aksi terpadu, baik berupa intervensi gizi spesifik (kesehatan) maupun intervensi gizi sensitif (sanitasi, air bersih, bantuan sosial, dan edukasi).Memprioritaskan alokasi anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) atau Dana Desa.Pihak yang Terlibat dalam Rembug Stunting antara lain :Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD)Tim Penggerak PKK (khususnya Pokja 4)Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Kader PosyanduBidan Desa dan perwakilan PuskesmasBabinsa dan BhabinkamtibmasTokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan keluarga berisiko stunting.Tahapan Pelaksanaan Rembug Stunting :Konsolidasi Data: Pembacaan dan pemaparan data anak berisiko stunting, ibu hamil, serta kondisi layanan dasar oleh KPM.Musyawarah dan Diskusi: Pembahasan akar masalah kesehatan serta kendala layanan di tingkat dusun/posyandu.Penandatanganan Berita Acara: Pengesahan dokumen hasil kesepakatan daftar usulan kegiatan prioritas.Integrasi RKP Desa: Penyerahan hasil kesepakatan kepada Tim Penyusun RKP Desa agar masuk ke dalam perencanaan dan penganggaran desa berikutnya.
JEMBER â Sosialisasi Akuntabilitas Penggunaan Dana Desa Tahun 2026 digelar di Hotel Aston Jember, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini dihadiri Bupati Jember Gus Fawaid, anggota DPR RI Komisi XI H. Charles Meikyansah, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Timur Yuan Candra Djaisin, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut menekankan pentingnya pengelolaan Dana Desa yang transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Bupati Paparkan Program Unggulan Kabupaten JemberDalam sambutan pembuka, Bupati Jember Gus Fawaid menyampaikan ucapan selamat datang kepada para narasumber dan peserta yang hadir. Ia juga memaparkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember, di antaranya layanan homecare dan Universal Health Coverage (UHC) sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.Pemaparan tersebut menjadi bagian dari penyampaian arah kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program pelayanan publik.Anggota DPR RI Dukung Program Pembangunan DesaSambutan berikutnya disampaikan anggota DPR RI Komisi XI, H. Charles Meikyansah. Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan dukungannya terhadap program-program Pemerintah Kabupaten Jember yang dipimpin Gus Fawaid.Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan JemberâLumajang, Charles Meikyansah juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong agar program-program kementerian dapat menjangkau desa-desa di Kabupaten Jember.Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam mendorong pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.Kepala Perwakilan BPK Jatim Tekankan Pengelolaan Dana Desa yang AkuntabelMemasuki acara inti, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin, S.E., M.M., Ak., CPA., CSFA., ERMAP., GRCP., GRCA, memaparkan materi mengenai akuntabilitas penggunaan Dana Desa Tahun 2026.Materi yang disampaikan mencakup skala prioritas penggunaan Dana Desa serta berbagai larangan yang harus dipatuhi kepala desa dalam pengelolaan anggaran tersebut. Penjelasan ini menjadi pengingat bagi pemerintah desa agar setiap penggunaan dana memiliki dasar yang jelas, sesuai peruntukan, didukung bukti pertanggungjawaban, dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun substantif.Dalam pengelolaannya, Dana Desa harus digunakan secara nyata dan tidak boleh dimanipulasi melalui kegiatan fiktif. Transparansi juga menjadi prinsip penting agar masyarakat dapat mengetahui penggunaan anggaran dan hasil pembangunan yang dibiayai dari Dana Desa.Dorong Tata Kelola Desa yang Bersih dan Bertanggung JawabMelalui sosialisasi ini, pemerintah desa diharapkan semakin memahami ketentuan penggunaan Dana Desa Tahun 2026, mulai dari penentuan prioritas kegiatan, pelaksanaan program, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pemeriksa, dan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam mewujudkan tata kelola keuangan desa yang tertib, transparan, dan akuntabel.Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama agar Dana Desa benar-benar dimanfaatkan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan untuk kegiatan fiktif ataupun penggunaan yang menyimpang dari ketentuan.Dengan pengelolaan yang transparan dan bertanggung jawab, Dana Desa diharapkan mampu mendukung pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Apel Bersama Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa .Acara Apel Bersama Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa dilaksanakan pada hari Senin tanggal 5 Oktober 2026 bertempat diHalaman Kecamatan Kencong Acara dimulai Pada Pukul 08.00 Wib s/d Selesai dengan diikuti oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Kencong dan Pemerintah Desa se-Kecamatan Kencong.dipimpin langsung oleh Camat Kencong Bpk.Leon Lazuarzy.Pemerintah Desa Cakru mengikuti kegiatan apel bersama Pemerintah Kecamatan Kencong dan Pemerintah Desa sebagai bentuk sinergi, koordinasi, serta peningkatan kedisiplinan aparatur pemerintahan.Kegiatan apel bersama ini bertujuan untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan semangat pengabdian, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin koordinasi dan kerja sama yang semakin baik antara Pemerintah Kecamatan Kencong dan Pemerintah Desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang tertib, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.Tujuan kegiatan:Meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab aparatur pemerintahan.Mempererat koordinasi antara pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.Meningkatkan semangat kerja dan pengabdian kepada masyarakat.Memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa.Kegiatan Apel ini akan dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali pada minggu pertama, sebagai wadah untuk menyampaikan informasi mengevaluasi kegiatan, serta membahas berbagai hal yang berkaitan dengan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.Semoga kegiatan rutin ini dapat semakin mempererat koordinasi dan kerjasama antara pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dalam mewujudkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
JEMBER - Upaya meningkatkan kesadaran dan deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TB) terus dilakukan melalui kegiatan Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB). Kegiatan pemeriksaan TB secara gratis tersebut digelar di Pendopo Balai Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Rabu (7/10/2026).Kegiatan ini diselenggarakan oleh petugas Pemerintah Kabupaten Jember yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember sebagai bagian dari upaya menemukan secara dini masyarakat yang berpotensi mengalami Tuberkulosis. Pelaksanaan skrining turut mendapat dukungan dari Bidan Desa Tegalrejo serta kader Posyandu Desa Tegalrejo.Sejumlah warga mengikuti proses pemeriksaan dan skrining yang dilakukan oleh petugas. Masyarakat mendapatkan pelayanan pemeriksaan tanpa dipungut biaya sebagai langkah untuk mengetahui kondisi kesehatan, khususnya terkait kemungkinan adanya gejala atau risiko Tuberkulosis.Bidan desa dan kader Posyandu turut membantu dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari pendampingan masyarakat hingga membantu kelancaran proses pelayanan di lokasi.Skrining Sistematis Tuberkulosis menjadi salah satu langkah penting dalam pengendalian TB. Dengan deteksi yang dilakukan lebih awal, masyarakat yang memiliki indikasi atau membutuhkan pemeriksaan lanjutan dapat segera mendapatkan penanganan sesuai prosedur kesehatan.Alur PemeriksaanPelaksanaan skrining berlangsung secara bertahap. Warga yang datang terlebih dahulu mengikuti pendataan dan skrining awal yang dibantu oleh kader. Pada tahap ini, petugas mengidentifikasi kondisi kesehatan warga dengan cek tensi dan tes kolesterol, asam urat dan gula darah.Selanjutnya, warga menjalani pemeriksaan oleh petugas kesehatan. Pemeriksaan dilakukan dengan melakukan rontgen pada tubuh bagian atas masing-masing peserta. Apabila dari hasil skrining ditemukan adanya indikasi yang perlu ditindaklanjuti, warga diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur yang berlaku.Dalam pelaksanaan kegiatan, Bidan Desa Tegalrejo turut membantu memberikan pendampingan kepada masyarakat. Sementara itu, kader Posyandu berperan dalam membantu pendataan, mengarahkan peserta, serta memastikan proses pelayanan berjalan tertib dan lancar.Hasil SkriningHasil pemeriksaan tidak hanya berupa pemeriksaan awal, tetapi juga menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut kesehatan bagi warga. Peserta yang tidak menunjukkan indikasi TB berdasarkan skrining dapat memperoleh informasi mengenai upaya menjaga kesehatan dan kewaspadaan terhadap gejala TB.Sementara bagi warga yang ditemukan memiliki gejala atau indikasi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas memberikan arahan untuk mengikuti tahapan pemeriksaan berikutnya di puskesmas setempat. Dengan demikian, kegiatan SSTB tidak berhenti pada proses skrining, tetapi menjadi bagian dari rangkaian deteksi dini dan penanganan TB.Petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala TB, melakukan pemeriksaan ketika mengalami keluhan yang mencurigakan, serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan apabila diperlukan pemeriksaan lanjutan.Pemerintah Desa Tegalrejo menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain memberikan akses pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan tidak mengabaikan gejala yang berkaitan dengan Tuberkulosis.Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jember, Pemerintah Desa Tegalrejo, tenaga kesehatan, serta kader masyarakat, kegiatan SSTB diharapkan dapat memperkuat upaya deteksi dini dan pencegahan penyebaran Tuberkulosis di tingkat desa.Kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Dengan melakukan pemeriksaan sejak dini, masyarakat turut mengambil bagian dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan bebas Tuberkulosis.
Temukan keunikan, keindahan pariwisata, dan produk UMKM unggulan dari desa-desa di Kabupaten Jember.
Wilayah Desa Paseban Kecamatan Kencong Kabupaten Jember terletak pada Wilayah Dataran Tinggi dengan Koordinat antara 8.3150994 LS dan 113.3324785 BT. Luas wilayah Desa Paseban adalah 844,243 Ha. Secara geografis Desa Paseban berbatasan dengan Desa Yosowilangun Kidul (Lumajang) dan aliran sungai. Perbatasan Wilayah Desa Paseban : Sebelah Utara : Desa Cakru / Desa Kraton Sebelah Timur : Aliran Sungai dan Tanggul Sebelah Selatan : Samudera Hindia Sebelah Barat : Desa Wotgalih (Lumajang) Rata-rata pendapatan masyarakat Desa Paseban dalam setiap bulan senilai Rp.1.500.000 s/d Rp.2.000.000 per bulan, dengan jenis pekerjaan antara lain Petani, Buruh, Pekebun, Nelayan dan Pedagang. Sedangkan rata-rata pendapatan nelayan di Desa Paseban senilai Rp.500.000 per hari jika musim ikan jenis Gurita, kakap merah dan ikan demersal serta pelagis kecil lainnya. Rumah Tangga Perikanan (RTP) sejumlah kurang lebih 38. Sedangkan pelaku usaha perikanan tangkap atau nelayan pemilik perahu kurang lebih 38 orang, anak buah kapal (ABK) sejumlah kurang lebih 100 orang. Nelayan di Desa Paseban menggunakan armada atau perahu berukuran < 5 GT (Speed) dengan total armada saat ini sejumlah 38 unit, sedangkan alat tangkap yang sering digunakan dalam aktivitas penangkapan ikan yaitu jenis Jaring Gillnetmonofilament 2,25 inch (untuk ikan Pelagis Kecil), Jaring Gillnet Millenium dan pancing Gurita. Hal ini dikarenakan komoditas utama tangkapan nelayan Desa Paseban adalah Gurita, Kakap Merah, Kerapu, Kurisi, Lobster dan Cumi yang cukup melimpah di perairan Pantai Selatan dan sekitarnya. Sebagai desa pesisir Desa Paseban memiliki wilayah wisata bahari yang cukup menarik karena berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, sehingga terdapat beberapa potensi wisata antara lain Pantai Paseban, merupakan pantai yang banyak dikunjungi masyarakat lokal.
Lahar Beku merupakan salah satu potensi wisata alam yang bisa menjadi unggulan Kabupaten Jember. Terletak di Pedalaman Hutan Lindung Petak 124 Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember, menyuguhkan Hamparan Batu Panjang yang menurut pemaparan sesepuh warga desa merupakan aliran Lahar Hasil Letusan Gunung Raung yang sudah membatu, meskipun hal ini masih perlu penelitian lebih lanjut oleh Tim yang kompeten dibidangnya. Terlepas dari benar tidaknya fenomena tersebut, yang jelas bisa kita lihat secara kasat mata hamparan batu yang sangat panjang nan eksotis karena membelah rimbunnya Hutan pinus yang berjejer rapi di sepanjang Jalan. Akses Jalan hanya bisa menggunakan kendaraan bermotor roda 2 (kecuali matic) sebab masih berupa jalan terpencil dan berbatu, sangat cocok apabila menggunakan kendaraan Sepeda Motor Trail. Fenomena unik terjadi pada saat musim penghujan, karna akan terbentuk aliran air yang bermuara pada kolam berbatu dan bisa dijadikan tempat mandi layaknya kolam renang Alami. Warga Lokal biasanya menjadikan Lahar Beku Panjang sebagai salah satu Destinasi kunjungan wisata bersama keluarga yang ekonomis, cukup dengan kendaraan Roda Dua dan membawa bekal Makananan untuk kemudian Makan bersama sambil menikmati pemandangan alam yang sangat eksotis. Demikian sekilas Tempat Wisata Lahar Beku P 124 yang selama ini masih kurang ter ekspose keberadaannya.
Salah satu potensi unggulan Desa Balung Kulon dalam bidang ekonomi kreatif adalah usaha kerajinan kayu milik Bapak Yanto Gondres. Usaha ini telah dirintis lebih dari 20 tahun, bahkan sebelum beliau menikah. Beliau memanfaatkan potongan kayu bekas dari somel untuk diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang bernilai tinggi. Hasil kerajinannya telah menjangkau pasar bebas, tidak hanya di wilayah Jember, namun juga meluas hingga ke luar daerah, bahkan pernah mencapai pasar internasional seperti Dubai. Pak Yanto mendirikan usaha di bawah naungan PT. Garu Aditya dan telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan besar di Jakarta, Surabaya, dan kota-kota lainnya. Menariknya, meskipun belum memiliki toko online, beliau tetap mampu menjaga kestabilan penjualan dengan sistem kemitraan melalui reseller. Produksi tetap dilakukan sendiri secara mandiri, dengan dukungan 10 karyawan tetap dan sekitar 30 pekerja tambahan dari rumah masing-masing, menjadikannya sebagai salah satu contoh sukses industri rumahan (home industry) di desa. Pendapatan usaha ini cukup besar, dengan rata-rata lebih dari 10 juta rupiah per bulan; bahkan dalam dua minggu saja bisa mencapai 8 juta rupiah. Ke depan, usaha ini sangat potensial untuk terus berkembang, terlebih jika mendapat dukungan dalam hal pemasaran digital dan penguatan merek lokal. Meski Pak Yanto lebih memilih untuk fokus dalam produksi dan belum siap menjadi pembicara publik, semangat dan kontribusinya terhadap ekonomi desa patut diapresiasi dan dijadikan inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya.
PAMERAN PRODUK USAHA MIKRO DESA GUNUNGSARI Salah satu agenda Porprov jatim 2022 adalah pameran produk usaha Mikro.Desa gunungsari memperkenalkan produk UMKM berupa jambu kristal dan rengginang.Produk tersebut asli dari desa gunungsari yang dikelola sendiri mulai tahap awal dan tahap akhir.Ibu kades gunungsari mendampingi dan ikut serta dalam memperkenalkan produk UMKM di porprov jember 2022.
Desa Arjasa, Kecamatan Sukowono, memiliki potensi lokal yang cukup menonjol di sektor industri olahan pangan, salah satunya adalah pabrik tahu skala rumahan. Usaha ini dikelola secara mandiri oleh warga dengan memanfaatkan kedelai sebagai bahan baku utama yang mudah diperoleh di pasaran. Proses produksi dilakukan setiap hari dengan metode tradisional yang tetap mempertahankan cita rasa khas, namun didukung peralatan sederhana yang memadai untuk menjaga kualitas. Produk tahu dari Desa Arjasa dikenal memiliki tekstur padat, rasa gurih alami, dan tahan lama, sehingga diminati oleh konsumen di pasar lokal maupun luar desa. Industri ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi pemilik usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Keberadaan pabrik tahu skala rumahan ini sekaligus memperkuat identitas Desa Arjasa sebagai sentra pangan lokal, yang berpotensi dikembangkan melalui inovasi produk, peningkatan kualitas kemasan, dan perluasan pasar ke wilayah yang lebih luas.
Merupakan produk UMKM Desa Arjasa yang menjadi andalan karena dibuat khusus dari pisang gepok dengan kandungan gizi dan zat mineral lainnya yang tidak diragukan lagi. Hadir dengan bermacam varian rasa sesuai dengan pesanan konsumen dan yang pasti fresh from kitchen