80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) merupakan garda terdepan dalam mewujudkan transparansi dan pelayanan informasi publik di seluruh desa se-Kabupaten Jember.
Pilih kecamatan dan desa untuk mengakses portal informasi.
Statistik real-time keterbukaan informasi publik dari seluruh desa di Kabupaten Jember.
Desa Terintegrasi
Publikasi Informasi
Potensi Desa
Jumlah Dokumen
Ikuti perkembangan terbaru, program unggulan, dan informasi publik dari desa-desa di Kabupaten Jember.
DESA MRAWAN – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung masyarakat melalui kegiatan Home Visit dalam rangka Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dilaksanakan di Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, pada Rabu (22/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, dua warga lanjut usia (lansia) di Dusun Rowo menerima bantuan sosial sekaligus layanan kesehatan Home Care sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.Dua lansia penerima manfaat tersebut adalah Salma (76 tahun) dan Bia (72 tahun). Keduanya mendapatkan bantuan sosial berupa kebutuhan pokok serta layanan pemeriksaan kesehatan secara langsung di rumah oleh tim Home Care. Program ini merupakan salah satu inovasi Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Gus Muhammad Fawaid untuk memastikan pelayanan sosial dan kesehatan dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa.Pada kesempatan tersebut, Bupati Jember diwakili oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, Helmi, yang hadir secara langsung menyerahkan bantuan kepada para penerima manfaat. Dalam sambutannya, Helmi menyampaikan salam sekaligus permohonan maaf dari Bupati Jember yang sedianya dijadwalkan hadir di Desa Mrawan, namun berhalangan karena harus menghadiri agenda pemerintahan yang bersifat mendadak."Bapak Bupati Gus Muhammad Fawaid menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Desa Mrawan karena belum dapat hadir secara langsung. Beliau memiliki agenda mendadak yang tidak bisa ditinggalkan. Meski demikian, beliau tetap menitipkan salam dan berharap bantuan serta layanan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Helmi.Kepala Desa Mrawan, Salim, menyambut baik pelaksanaan Program Bunga Desaku. Menurutnya, program tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia."Program Bunga Desaku merupakan program yang sangat baik karena benar-benar menyentuh masyarakat. Walaupun Bapak Bupati belum dapat hadir secara langsung, kami tetap mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya Dinas Sosial, yang telah membawa pelayanan dan bantuan kepada warga kami. Semoga program seperti ini terus berlanjut sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," ungkap Salim.Suasana haru dan penuh rasa syukur juga terlihat dari keluarga penerima bantuan. Perwakilan keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Jember melalui Program Bunga Desaku."Alhamdulillah, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Jember Gus Muhammad Fawaid beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya Dinas Sosial, dan Pemerintah Desa Mrawan. Bantuan sosial serta layanan kesehatan yang diberikan sangat membantu orang tua kami. Semoga Bapak Bupati dan seluruh pihak yang terlibat selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," ujar perwakilan keluarga penerima bantuan.Melalui kegiatan Home Visit ini, Pemerintah Kabupaten Jember tidak hanya menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan masyarakat lanjut usia tetap terpantau melalui layanan Home Care. Pendekatan pelayanan secara langsung dari rumah ke rumah menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, responsif, dan humanis.Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan. Kehadiran Pemerintah Kabupaten Jember bersama Pemerintah Desa Mrawan disambut antusias oleh masyarakat. Program Bunga Desaku diharapkan terus menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan yang lebih dekat, meningkatkan kesejahteraan warga, serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kabupaten Jember.
Nogosari, 29 Juni 2026 – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (BEM FKM UNEJ) melaksanakan Program Kampung Tanggap Bencana (KAMTAB) di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Program ini dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus mendukung pengembangan Desa Nogosari sebagai desa konservasi dan tangguh bencana.Program KAMTAB dirancang melalui kolaborasi antara Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Pemerintah Desa Nogosari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, UPT Puskesmas Nogosari, serta berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana secara berkelanjutan.Ketua Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ, Savero Gian Purnomo, menyampaikan bahwa penguatan ketangguhan bencana tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pada kesiapan dan keterlibatan masyarakat.“Kami siap memperkuat Desa Nogosari melalui pemberdayaan masyarakat. Kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam membangun ketangguhan bencana yang berkelanjutan. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan tujuan tersebut,” ujar Savero.Desa Nogosari Memiliki Potensi dan Tantangan KebencanaanBanjir menjadi salah satu bencana yang perlu mendapat perhatian dalam upaya penguatan ketangguhan masyarakat. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa banjir merupakan salah satu bencana dengan frekuensi kejadian tertinggi di Indonesia. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat bahwa hingga Februari 2026, banjir berulang masih terjadi di 10 kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Jember dengan total 7.445 kepala keluarga terdampak. Kecamatan Rambipuji menjadi salah satu wilayah dengan jumlah dampak terbesar, yaitu 3.774 kepala keluarga terdampak.Di sisi lain, Desa Nogosari memiliki berbagai potensi yang mendukung pengembangan sebagai desa konservasi dan tangguh bencana. Desa Nogosari terdiri atas lima dusun, 24 RW, dan 125 RT dengan jumlah penduduk sekitar 22.000 jiwa. Desa ini juga memiliki kelembagaan masyarakat yang aktif, seperti Pemuda-pemudi, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta Desa Tangguh Bencana (Destana).Selain potensi kelembagaan, Desa Nogosari memiliki lahan pertanian produktif seluas 671 hektare serta website desa yang dikelola secara aktif. Berdasarkan skor Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa sebesar 36,58, Desa Nogosari memiliki peluang untuk terus mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.Lima Inovasi KAMTAB untuk Memperkuat Kesiapsiagaan MasyarakatMelalui Program KAMTAB, Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJ mengembangkan lima inovasi yang saling terintegrasi. Inovasi tersebut meliputi penguatan sistem peringatan dini bencana, peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan pelatihan, perlindungan kelompok rentan, pengelolaan lingkungan berbasis pemberdayaan, serta pengembangan sarana pendukung kesiapsiagaan masyarakat.Kelima inovasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan Desa Nogosari dalam menghadapi potensi bencana sekaligus mendukung pengembangan desa yang lebih konservatif, tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.Kepala Desa Nogosari, Esa Hosada, S.H., M.Kn., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program KAMTAB. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan langkah positif dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.“Kami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program KAMTAB oleh Tim PPK ORMAWA BEM FKM Universitas Jember. Program ini sejalan dengan kebutuhan Desa Nogosari dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dan mendorong masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana,” kata Esa.Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, lembaga terkait, dan masyarakat, Program KAMTAB diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat Desa Nogosari dalam menghadapi risiko bencana serta mendukung terwujudnya desa yang tangguh, mandiri, konservatif, dan berkelanjutan.Penulis: Tim PPK ORMAWA BEM FKM UNEJLokasi: Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten JemberTanggal Publikasi: 23 Juli 2026
Pada hari ini kamis 23 Juli 2026 bertempat dibalai Desa Kramat Sukoharjo Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember telah diadakan agenda rutinan tiap tahun yaitu Musdes dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2027 dan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (DU-RKP) Tahun 2028, yang dihadiri oleh RT, RW, tokoh masyarakat, Perangkat Desa, BPD, Babinsa, Babinmas dan Satpol PP Desa Kramat Sukoharjo serta adik-adik KKN Kolaboratif # 5 “DESA CINTA”. Tujuan dilaksanakannya Musdes ini adalah untuk menyusun rencana prioritas progam kegiatan dan anggaran Desa yang dikelola oleh Desa, menyusun rencana prioritas progam kegiatan dan anggaran Desa yang dikelola melalui kerjasama antar Desa dan dari pihak ketiga. Dalam kegiatan musdes kali ini dipimpin oleh Masdawi selaku ketua BPD desa Kramat Sukoharjo dan sebagai narasumber dalam kegiatan ini terdiri dari Dwi Siswanto Selaku Kepala Desa Kramat Sukoharjo dan Indras Kurniawan Selaku pendamping Desa serta sambutan dari Ansori (Kasi PEM) selaku wakil dari Muspika Kecamatan tanggul. setelah dilakukan pembahasan terhadap penyampaian Rancangan RKP Desa dan DU-RKP Desa oleh Kepala Desa dan Penyampaian Pandangan Resmi BPD serta usulan dari peserta Musyawarah Desa yaitu menyepakati beberapa hal diantaranya adalah untuk kegiatan non fisik sama seperti tahun lalu contohnya: BLT, Operasional 3%, Sarana Prasarana Posyandu, Penanganan Stunting, RDS, PKTD dll. untuk kegiatan fisik atau infrastruktur ada 4 yaitu pembangunan jalan paving dusun suko barat dan dusun suko timur, pembangunan tembok penahan jalan dusun suko barat, serta anggaran untuk penanggulangan bencana. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dari awal sampai akhir. Meskipun banyak usulan yang masih ditangguhkan dulu karena kendala keterbatasannya anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.
Sidomulyo– Pemerintah Desa Sidomulyo kembali menyelenggarakan Sholawat Nariyah dan Rotibul Haddad Kebangsaan sebagai agenda rutin bulanan yang bertujuan memperkuat nilai-nilai religius, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memupuk kebersamaan di tengah masyarakat.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa malam (21/7) di Halaman Balai Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.Rutinan yang mengusung tema “Sholawat Sebagai Jalan Ikhtiar, Desa Bersatu dalam Doa” ini dihadiri oleh Perangkat Desa, Bhabinkamtibmas Desa Sidomulyo, jajaran Lembaga Desa, para Ketua RT dan RW se-Desa Sidomulyo, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang hadir dengan penuh khidmat.Pada kesempatan tersebut, Lora Athoillah Aziz, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Giri Balung, Jember, memimpin pembacaan Sholawat Nariyah dan Rotibul Haddad, sekaligus menyampaikan tausiyah yang mengajak masyarakat untuk terus memperkuat keimanan, menjaga persaudaraan, serta menjadikan sholawat sebagai amalan yang istiqamah dalam kehidupan sehari-hari.Dalam kesempatan terpisah, Kepala Desa Sidomulyo, Kamiludin, S.Kep., Ners, menyampaikan bahwa kegiatan rutin bulanan ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang terus dijaga oleh Pemerintah Desa bersama masyarakat.“Sholawat rutin bulanan ini menjadi ruang kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Melalui doa dan sholawat yang kita panjatkan bersama, semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, keamanan, serta kemudahan dalam setiap ikhtiar membangun Desa Sidomulyo menjadi desa yang semakin maju, rukun, dan sejahtera,” ujar Kamiludin.Suasana penuh kekhusyukan tampak sepanjang kegiatan. Lantunan sholawat yang menggema di halaman Balai Desa Sidomulyo menciptakan suasana religius sekaligus menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara pemerintah desa, lembaga desa, aparat keamanan, dan masyarakat.Kegiatan rutin bulanan ini tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi wadah memperkuat sinergi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan serta mendukung pembangunan desa.Pemerintah Desa Sidomulyo berharap kegiatan Sholawat Nariyah dan Rotibul Haddad Kebangsaan dapat terus istiqamah dilaksanakan setiap bulan sebagai media memperkuat nilai-nilai keagamaan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat Desa Sidomulyo.
SIDOMULYO – Sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Sekolah Adiwiyata, SD Negeri Sidomulyo 05 melaksanakan studi tiru pengelolaan sampah di SMAK Santo Paulus Jember pada Sabtu (18/7/2026).Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Sekolah, dewan guru, dan komite sekolah dengan pendampingan Ketua TP PKK Desa Sidomulyo, Murni Eka Setyowati, S.Pd., beserta jajaran pengurus TP PKK sebagai bentuk sinergi dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini.Studi tiru ini merupakan inisiatif SD Negeri Sidomulyo 05 sebagai langkah awal mempersiapkan sekolah menuju Program Adiwiyata.Selain menjadi tindak lanjut atas surat edaran Dinas Pendidikan yang mendorong guru untuk meningkatkan kompetensi melalui pembelajaran di luar sekolah, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mempelajari praktik pengelolaan sampah yang telah berhasil diterapkan di SMAK Santo Paulus Jember.SMAK Santo Paulus Jember dipilih tidak hanya karena telah meraih predikat Sekolah Adiwiyata, tetapi juga dinilai berhasil membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan budaya sekolah, mulai dari pembiasaan warga sekolah, pemilahan sampah dari sumbernya, hingga pemanfaatan sampah menjadi produk yang bernilai guna. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi contoh yang relevan untuk diterapkan di SD Negeri Sidomulyo 05 sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah.Salah satu guru SD Negeri Sidomulyo 05 yang turut mengikuti kegiatan, Martini, mengatakan bahwa SMAK Santo Paulus dipilih sebagai lokasi studi tiru karena telah memiliki pengalaman dalam menerapkan Program Adiwiyata dengan sistem pengelolaan lingkungan yang baik.“Melalui kegiatan ini kami ingin belajar secara langsung bagaimana pengelolaan sampah diterapkan di lingkungan sekolah. Harapannya, berbagai pengalaman dan praktik baik yang kami peroleh dapat menjadi referensi untuk diterapkan di SD Negeri Sidomulyo 05 sebagai langkah menuju Sekolah Adiwiyata,” ujar Martini.Ia menambahkan, target yang ingin dicapai setelah kegiatan studi tiru ini adalah menyusun program pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara bertahap di SD Negeri Sidomulyo 05, membiasakan warga sekolah memilah sampah sejak dari kelas, memperkuat edukasi lingkungan kepada peserta didik, serta mempersiapkan berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian Sekolah Adiwiyata.Selama kegiatan berlangsung, rombongan terlebih dahulu mengikuti sesi pemaparan mengenai konsep dan kebijakan pengelolaan lingkungan di SMAK Santo Paulus Jember. Setelah itu, peserta diajak berkeliling melihat secara langsung fasilitas dan sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di lingkungan sekolah, mulai dari tempat pemilahan sampah, pengolahan sampah organik dan anorganik, hingga pemanfaatan hasil pengelolaan sampah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab bersama pihak sekolah untuk menggali berbagai pengalaman, tantangan, serta strategi dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.Peserta mempelajari sistem pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, pengelolaan dan pemanfaatan sampah agar memiliki nilai guna, serta memahami dampak dan bahaya sampah apabila tidak dikelola dengan baik.Tidak hanya itu, peserta juga diajak menanamkan nilai tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan melalui kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah secara bersama-sama.Kehadiran Ketua TP PKK Desa Sidomulyo bersama jajaran pengurus dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan lingkungan di satuan pendidikan.Sinergi antara sekolah dan TP PKK diharapkan mampu mendorong tumbuhnya budaya hidup bersih yang dimulai dari lingkungan sekolah dan terus berkembang hingga ke lingkungan keluarga serta masyarakat.Sekretaris TP PKK Desa Sidomulyo, Ferke Rini Indrayati, yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menyampaikan harapan Ketua TP PKK Desa Sidomulyo, Murni Eka Setyowati, S.Pd., agar hasil studi tiru ini dapat diwujudkan melalui langkah-langkah nyata di lingkungan sekolah.“Ketua TP PKK Desa Sidomulyo berharap hasil studi tiru ini tidak berhenti sebagai tambahan pengetahuan saja, tetapi benar-benar dapat diterapkan di SDN Sidomulyo 05. Semoga budaya memilah dan mengelola sampah serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dapat tumbuh sejak dini, sehingga sekolah mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan menjadi bagian dari Sekolah Adiwiyata,” tutur Ferke Rini Indrayati.Melalui studi tiru ini, SD Negeri Sidomulyo 05 berharap berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi sekolah.Dengan dukungan seluruh warga sekolah, komite, serta sinergi bersama TP PKK Desa Sidomulyo, upaya mewujudkan Sekolah Adiwiyata diharapkan dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan, sekaligus membentuk generasi yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.MEDIA CENTER SIDOMULYO
DESA MRAWAN – Pemerintah Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, secara resmi menerima kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tahun 2026 dalam acara serah terima yang digelar di Pendopo Desa Mrawan, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pelaksanaan program pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal.Prosesi serah terima mahasiswa KKN dilakukan secara langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kolaboratif Desa Mrawan kepada Kepala Desa Mrawan, Salim, serta disaksikan oleh perangkat desa, staf Pemerintah Desa Mrawan, dan seluruh mahasiswa peserta KKN yang akan melaksanakan pengabdian di Desa Mrawan.Dalam sambutannya, Kepala Desa Mrawan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Mrawan sebagai lokasi pelaksanaan KKN Kolaboratif Tahun 2026. Ia berharap para mahasiswa dapat menjadikan masa KKN sebagai kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program yang inovatif dan bermanfaat."Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa KKN. Jadikan Desa Mrawan sebagai tempat belajar, berkolaborasi, dan mengabdi. Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta ciptakan program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa," ujar Salim.Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Mrawan juga memperkenalkan profil dan potensi desa kepada para mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa Desa Mrawan memiliki potensi yang cukup besar di sektor pertanian, perkebunan, usaha mikro, serta sumber daya manusia yang aktif dalam berbagai kegiatan pembangunan. Selain itu, Kepala Desa turut mengenalkan seluruh perangkat desa beserta staf Pemerintah Desa Mrawan agar mahasiswa lebih mudah berkoordinasi selama menjalankan program kerja.Sebaliknya, Dosen Pembimbing Lapangan bersama seluruh mahasiswa KKN Kolaboratif memperkenalkan diri kepada Pemerintah Desa Mrawan. DPL menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan dan berharap mahasiswa dapat diterima sebagai bagian dari masyarakat selama menjalankan pengabdian. Ia juga menegaskan bahwa KKN Kolaboratif merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui kerja sama lintas disiplin demi memberikan solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat.Pelaksanaan KKN Kolaboratif di Desa Mrawan diharapkan mampu melahirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berdampak positif, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, maupun digitalisasi pelayanan desa. Melalui kolaborasi yang erat antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, berbagai potensi desa diharapkan dapat dikembangkan secara lebih optimal.Kegiatan serah terima berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan diakhiri dengan sesi diskusi mengenai kondisi Desa Mrawan serta rencana program kerja mahasiswa selama masa pengabdian.
MRAWAN, JEMBER – Pemerintah Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember mengawali pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 dengan menggelar Rembuk Tukang di Pendopo Desa Mrawan, Minggu (19/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi tahapan awal untuk menyamakan pemahaman seluruh pihak yang terlibat sebelum pembangunan rumah dimulai.Program BSPS menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki rumah yang lebih aman, sehat, dan layak huni. Oleh karena itu, koordinasi sejak awal menjadi kunci agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat penerima.Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Mrawan Salim, Pendamping BSPS Desa Mrawan, Pendamping Teknik BSPS Muhammad Hajar, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BSPS Tahun 2026, serta para tukang yang akan melaksanakan pembangunan rumah.Dalam pemaparannya, Pendamping Teknik BSPS Muhammad Hajar menjelaskan secara rinci mekanisme pelaksanaan Program BSPS, mulai dari spesifikasi teknis bangunan, penggunaan material, pembagian tahapan pekerjaan, hingga tanggung jawab tukang dalam menjaga mutu pembangunan. Ia menekankan bahwa kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas agar rumah yang dibangun benar-benar memenuhi standar kelayakan."Keberhasilan Program BSPS tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan rumah, tetapi juga dari kualitas bangunan yang sesuai standar teknis. Karena itu, seluruh tukang harus bekerja sesuai ketentuan agar hasilnya aman, kokoh, dan nyaman dihuni," jelas Muhammad Hajar.Sementara itu, Kepala Desa Mrawan, Salim, menegaskan bahwa Pemerintah Desa Mrawan berkomitmen mendukung penuh keberhasilan Program BSPS, tidak hanya dari sisi pelaksanaan pembangunan, tetapi juga dalam pemenuhan persyaratan administrasi bagi para penerima manfaat.Menurutnya, salah satu syarat utama penerima BSPS adalah memiliki bukti hak atas tanah sebagai dasar legalitas pembangunan. Untuk memastikan seluruh penerima memenuhi persyaratan tersebut, Pemerintah Desa Mrawan akan memfasilitasi penerbitan sertifikat tanah bagi 19 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang hingga kini belum memiliki sertifikat."Kami ingin masyarakat tidak hanya memiliki rumah yang layak huni, tetapi juga memiliki kepastian hukum atas tanah yang ditempati. Karena itu, Pemerintah Desa Mrawan akan memfasilitasi pembuatan sertifikat tanah bagi 19 KPM agar seluruh persyaratan Program BSPS dapat terpenuhi," ujar Salim.Ia menambahkan, kepemilikan sertifikat tanah merupakan langkah penting untuk memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan di Desa Mrawan.Melalui kegiatan rembuk tukang ini, diharapkan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme pelaksanaan Program BSPS, sehingga proses pembangunan dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran. Dengan sinergi antara pemerintah desa, pendamping, tukang, dan masyarakat, Program BSPS Tahun 2026 di Desa Mrawan diharapkan mampu menghadirkan hunian yang lebih layak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan kualitas tempat tinggal dan penguatan legalitas kepemilikan tanah.
DESA MRAWAN - Jum'at, 17 Juli 2026 – Pemerintah Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, mengawali aktivitas Jumat pagi dengan menggelar kerja bakti bersama di lingkungan Balai Desa Mrawan. Kegiatan yang melibatkan seluruh perangkat desa dan Bidan Desa Mrawan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat budaya gotong royong dalam pelayanan publik.Sejak pukul pagi, para peserta tampak bahu-membahu membersihkan halaman balai desa, menyapu area pelayanan, merapikan taman, memangkas rumput, hingga menata kembali beberapa fasilitas di sekitar kantor desa. Suasana kebersamaan terlihat begitu kuat, mencerminkan semangat kolektif untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat yang datang mengurus berbagai keperluan administrasi.Kepala Desa Mrawan, Salim, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan kantor desa bukan sekadar persoalan estetika, tetapi juga bagian dari kualitas pelayanan kepada warga. Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan suasana pelayanan yang tertib, nyaman, dan representatif. "Balai desa adalah rumah bersama bagi masyarakat. Ketika lingkungannya bersih dan tertata, maka pelayanan juga akan terasa lebih nyaman. Kerja bakti ini menjadi simbol bahwa seluruh unsur di desa memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga fasilitas publik," ujar Salim.Ia menambahkan, kegiatan kerja bakti sengaja dilaksanakan secara bersama-sama agar terbangun kekompakan antarperangkat desa serta mempererat sinergi dengan tenaga kesehatan desa. Dalam beberapa program pelayanan masyarakat, koordinasi antara pemerintah desa dan bidan desa dinilai sangat penting, terutama dalam bidang kesehatan ibu dan anak, pelayanan posyandu, hingga pendataan warga.Setelah seluruh rangkaian kerja bakti selesai, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi (rakor) yang diikuti perangkat desa dan Bidan Desa Mrawan. Rakor tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari evaluasi pelayanan administrasi desa, peningkatan kedisiplinan aparatur, koordinasi program kesehatan masyarakat, hingga persiapan pelaksanaan kegiatan desa dalam waktu dekat.Dalam forum tersebut, perangkat desa juga melakukan pembahasan mengenai optimalisasi pelayanan kepada masyarakat agar proses administrasi dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Sementara itu, Bidan Desa Mrawan menyampaikan pentingnya penguatan koordinasi dalam mendukung berbagai program kesehatan di tingkat desa."Kebersihan lingkungan sangat berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Sinergi antara pemerintah desa dan tenaga kesehatan perlu terus diperkuat agar program-program pelayanan dapat berjalan optimal," ungkapnya.Kegiatan kerja bakti dan rakor yang berlangsung di Balai Desa Mrawan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu memadukan aksi nyata di lapangan dengan perencanaan strategis pelayanan publik. Tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menghasilkan pembahasan-pembahasan penting yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.Dengan adanya kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Mrawan berharap semangat gotong royong dan koordinasi yang terbangun dapat terus dipertahankan. Lingkungan balai desa yang bersih diharapkan menjadi wajah pelayanan yang ramah bagi warga, sementara hasil rakor menjadi pijakan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Mrawan.Melalui langkah sederhana berupa kerja bakti yang dilanjutkan dengan rapat koordinasi, Pemdes Mrawan menunjukkan bahwa pelayanan yang baik tidak hanya dimulai dari meja administrasi, tetapi juga dari kepedulian terhadap lingkungan dan kekompakan seluruh unsur desa dalam bekerja bersama untuk masyarakat.
Pemerintah Desa Rowoindah bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember melaksanakan kegiatan pelayanan perekaman KTP Elektronik (e-KTP) secara jemput bola bagi warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan administrasi kependudukan yang mendekatkan layanan kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas.Pelaksanaan kegiatan didampingi oleh Kepala Dusun Rowo, Bapak Suparman, bersama Kasi Pelayanan Desa Rowoindah, Ibu Nur Halimah, serta tiga orang petugas dari Dispendukcapil Kabupaten Jember yang melakukan perekaman data biometrik secara langsung di rumah warga.Adapun warga yang menjadi sasaran pelayanan jemput bola kali ini adalah:Tita Rohmayati, warga Dusun Rowo RT 002 RW 005, kategori penyandang disabilitas.Surjeni, warga Dusun Rowo RT 002 RW 003, kategori lanjut usia (lansia).Idatul Milah, warga Dusun Rowo RT 005 RW 002, kategori penyandang disabilitas.Selama kegiatan berlangsung, proses perekaman berjalan dengan tertib, lancar, dan mendapat sambutan baik dari keluarga maupun warga sekitar. Dengan pelayanan langsung ke rumah, masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik maupun usia lanjut tetap dapat memperoleh hak administrasi kependudukan tanpa harus datang ke kantor pelayanan.Pemerintah Desa Rowoindah menyampaikan apresiasi kepada Dispendukcapil Kabupaten Jember atas sinergi dan komitmennya dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang inklusif. Melalui program jemput bola ini diharapkan seluruh warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas, dapat memiliki dokumen kependudukan yang lengkap sehingga memudahkan akses terhadap berbagai pelayanan publik dan program pemerintah. Program jemput bola merupakan salah satu upaya Dispendukcapil Jember untuk memperluas akses layanan administrasi kependudukan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Temukan keunikan, keindahan pariwisata, dan produk UMKM unggulan dari desa-desa di Kabupaten Jember.
UMKM Kripik Tempe Dan Aneka Macam Camilan Tempe merupakan makanan tradisional dari Indonesia yang kaya akan serat pangan, yang dapat membantu meningkatkan pencernaan dan menjaga kesehatan saluran pencernaan selain itu tempe juga bisa mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes. Tempe dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan lezat, Salah satunya adalah Keripik tempe. Makanan lezat ini cocok dimakan pada saat santai di sela sela aktivitas dan sebagai penunda lapar. Karena kandungan protein yang tinggi dari tempe maka dapat menjadikan kripik tempe sebagai alternatif camilan yang lebih sehat dibandingkan dengan camilain lainnya. Di desa Manggisan Kecamatan Tanggul Jember terdapat UMKM yang menjual keripik tempe, yaitu kripik tempe artika milik Ibu Musyarafah. Beliau memulai bisnisnya sejak tahun 2017-an. Keripik tempe dibandrol dengan harga Sepuluh Ribu per pcs. Karena harganya murah menjadikan keripik tempe banyak diminati oleh pelanggan. Selain kripik tempe, beliau juga memproduksi kripik pisang dan aneka makanan ringan lainnya, harganya pun sama dengan harga kripik tempe yaitu sepuluh ribu per pcs. Keripik Tempe dan pisang Artika sudah terkenal di Kabupaten Jember karena lingkup pemasarannya yang luas, salah satu pemasarannya yaitu di mini market Basmalah Jember. Selain kedua produl tersebut pemasarannya di lingkup desa. Rasa dari keripik tempe dan pisang ini original. Pelanggan dapat memesan langsung pada nomor Ibu Musyarafah 085336159009 dan juga dapat mengunjungi tempat produksi keripik yaitu Jl Argopuro RT 01/RW 24, Dusun Sungai Tengah, Desa Manggisan.
Jambearum Public Park merupakan destinasi wisata kuliner keluarga yang nyaman dan menarik untuk dikunjungi. Tempat ini dirancang seperti pujasera modern yang menghadirkan berbagai booth UMKM dengan aneka pilihan makanan dan minuman lokal yang lezat. Deretan booth berwarna-warni memberikan suasana yang ceria dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Area ini juga dilengkapi dengan meja dan kursi yang tertata rapi, sehingga pengunjung dapat menikmati hidangan sambil bersantai bersama keluarga, teman, maupun kerabat. Suasana yang teduh dengan pepohonan rindang serta lampu-lampu hias menambah kenyamanan dan menciptakan tempat berkumpul yang hangat, baik di siang hari maupun saat malam. Tidak hanya sebagai tempat kuliner, Jambearum Public Park juga menjadi ruang publik yang mendukung perkembangan UMKM lokal, sekaligus menjadi tempat rekreasi sederhana bagi masyarakat. Dengan suasana yang santai, terbuka, dan ramah keluarga, tempat ini sangat cocok untuk menikmati waktu luang sambil mencicipi berbagai kuliner pilihan. ✨ Jambearum Public Park – Wisata Kuliner Keluarga, Tempat Nongkrong Nyaman untuk Semua.
Silat cimande adalah salah satu aliran pencak silat tertua ke 2 yang telah melahirkan berbagai perguruan silat di Indonesia bahkan di luar negeri. Banyak versi yang menjelaskan tentang berdirinya pencak silat ini, semua komunitas Maenpo Cimande sepakat tentang siapa penemu Maenpo Cimande, semua mengarah kepada Abah Khaer (penulisan ada yang: Kaher, Kahir, Kair, Kaer dan sebagainya. Abah dalam bahasa Indonesia berarti Eyang, atau dalam Bahasa Inggris Great Grandfather). Tetapi yang sering diperdebatkan adalah dari mana Abah Khaer itu berasal dan darimana dia belajar Maenpo. Menurut Bapak Rifai (Guru Pencak Silat Cimande Panca Sakti di Jakarta pada tahun 1993). Pencak Silat aliran Cimande pertama kali diciptakan dari seorang Kyai bernama Mbah Kahir. Mbah Kahir adalah seorang pendekar Pencak Silat yang disegani. Pada pertengahan abad ke XVIII (kira-kira tahun 1169), Mbah Kahir pertama kali memperkenalkan kepada murid-muridnya jurus silat. Oleh karena itu, ia dianggap sebagai Guru pertama silat Cimande. Pahlawan Betawi yaitu Si Pitung dipercaya juga berasal dari aliran perguruan silat ini. Tujuan Tujuan dari Pencak Silat Cimande ini yaitu untuk: · Terwujudnya kesadaran yang mendalam tentang jiwa pencak silat Cimande sehingga dapat mengamalkan secara konsekuen. Sebagai insan hamba Allah, sebagai insan Sosial Budaya, sebagai insan pencak silat Cimande, dan sebagai insan Warga Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. · Terwujudnya keluarga besar pencak silat Cimande yang taat dan saleh dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang diyakini masing-masing. · Terwujudnya pembinaan tradisi, adat istiadat dan ajaran yang mempunyai nilai-nilai luhur yang selaras dengan kehidupan dan tata kehidupan pancasila dan UUD 1945. · Terwujudnya sikap dan prilaku hidup serta amal perbuatan keluarga besar pencak silat Cimande yang berpedoman pada Taleq. · Terwujudnya dan terpeliharanya identitas anggota keluarga besar pencak silat Cimande dimana saja mereka berada.
DUSUN SUMBER PINANG DESA TEGALWARU INDUSTRI BATIK CAP DAN BATIK TULIS Batik merupakan hal yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia saat ini. Batikmerupakan salah satu warisan nusantara yang unik. Keunikannya ditunjukkandengan barbagai macam motif yang memiliki makna tersendiri. Menurut Asti M.dan Ambar B. Arini (2011: 1) berdasarkan etimologi dan terminologinya, batikmerupakan rangkaian kata mbat dan tik. Mbat dalam bahasa Jawa dapat diartikansebagai ngembat atau melempar berkali-kali, sedangkan tik berasal dari kata titik.Jadi, membatik artinya melempar titik berkali-kali pada kain. Adapula yangmengatakan bahwa kata batik berasal dari kata amba yang berarti kain yang lebardan kata titik. Artinya batik merupakan titik-titik yang digambar pada media kainyang lebar sedemikian sehingga menghasilkan pola-pola yang indah. Dalam KamusBesar Bahasa Indonesia, batik memiliki arti kain bergambar yang pembuatannyasecara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudianpengolahannya diproses dengan cara tertentu.Batik sudah ada sejak jaman Majapahit dan sangat populer sampai saat ini.Tidak ada yang dapat memastikan kapan batik tercipta. Namun, motif batik dapatterlihat pada artefak seperti pada candi dan patung. Menurut Asti M. dan Ambar B.Arini (2011: 1) kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaianyang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia. Memang padaawalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam keraton, untuk pakaian raja dan keluarga, serta para pengikutnya. Batik yang masuk kalangan istana diklaimsebagai milik dalam benteng, orang lain tidak boleh mempergunakannya. Hal inilahyang menyebabkan kekuasaan raja serta pola tata laku masyarakat dipakai sebagailandasan penciptaan batik. Akhirnya, didapat konsepsi pengertian adanya batikklasik dan tradisional. Penentuan tingkatan klasik adalah hak prerogatif raja.Banyaknya pengikut raja yang tinggal di luar keraton, menjadikan keterampilanmembuat batik meluas dan ditiru oleh masyarakat sekitar. Bahkan membatikmenjadi pekerjaan wanita untuk mengisi waktu luangnya. Akibatnya batik yangsemula hanya dipakai oleh keluarga keraton, menjadi pakaian rakyat. Pada awalkeberadaannya, motif batik terbentuk dari simbol-simbol bermakna, yangbernuansa tradisional Jawa, Islami, Hinduisme, dan Budhisme. Dalamperkembangannya, batik diperkaya oleh nuansa budaya lain seperti Cina dan Eropamodern
Keripik tempe merupakan camilan tradisional yang dibuat dari tempe pilihan yang diiris tipis, kemudian dibalut dengan bumbu dan digoreng hingga renyah. Diproduksi secara homemade dengan bahan-bahan berkualitas, keripik tempe memiliki rasa gurih dan tekstur yang renyah. Camilan ini cocok dinikmati oleh semua kalangan, baik sebagai teman santai maupun pelengkap hidangan.