80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Semboro, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68157
Batas wilayah administratif Desa Pondokjoyo
Mewujudkan Desa Terbaik Di Desa Segala Bidang Sehingga Tercipta Pemerintah Desa Yang Kreatif, Bersih, Berwibawa Dan Masyarakat Desa Yang Sejahtera, Religius, Mandiri Bermartabat Dan Berbudaya
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Jember, 13 Agustus 2025 โ Sertifikasi halal gerbang kepercayaan dan peningkatan ekonomi digital dan meningkatnya kesadaran konsumen, sertifikat halal bukan lagi sekedar label tambahan, melainkan sebuah kebutuhan esensial. Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di tingkat pedesaan seperti Desa Pondok Joyo, Semboro, Jember, sertifikat ini adalah jembatan menuju pasar yang lebih luas, kepercayaan konsumen, dan keberlanjutan usaha. Lebih dari sekedar urusan legalitas, sertifikasi halal menjadi bukti komitmen terhadap kualitas, etika bisnis, dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mayoritas penduduk Indonesia. Pentingnya sertifikat halal bagi UMKM bisa dilihat dari beberapa sudut pandang. Pertama, adalah penduduk Indonesia adalah muslim. Bagi mereka, jaminan kehalalan produk adalah factor penentu utama dalam keputusan membeli. Dengan adanya sertifikat halal, sebuah produk langsung memiliki nilai lebih di mata konsumen, memberikan rasa aman dan nyaman. Kedua, sertifikasi halal memperluas jangkauan pasar. Di era e-commerce ini, produk dari desa dapat dijual ke seluruh Indonesia, bahkan diekspor. Namun, banyak markerplace besar dan pasar modern mewajibkan produk makanan dan minuman memiliki sertifikat halal. Tanpa sertifikat ini, produk UMKM local akan sulit bersaing dan hanya terbatas pada pasar konvensional yang kecil. Ini adalah gerbang untuk UMKM pedesaan agar tidak hanya menjadi pemain lokal, tetapi juga hanya menjadi bagian dari pasar nasional. Terakhir, sertifikasi halal adalah kepatuhan terhadap regulasi. Berdasarka Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), produk makanan, minuman, kosmetik, produk kimia, produk biologi, dan produk rekayasa genetik wajib bersetifikat halal jika beredar di Indonesia. Dalam beberapa tahun ke depan, produk yang tidak bersetifikat halal akan sulit untuk beredar secara legal. Mengenal lembaga dan prosesnya dalam mendapatkan sertifikat halal di Indonesia kini semakin mudah, terutama bagi UMKM. Lembaga utama yang terlibat adalah Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di bawah Kementrian Agama, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). BPJPH adalah regulator atau penyelenggara utama. Mereka menerima pendaftaran, melakukan verifikasi dokumen, dan menerbitkan sertfikat. LPH adalah pihak yang melakukan pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan produk. Mereka memastikan semua bahan, proses produksi, dan fasilitas yang digunakan sesuai dengan standar halal. MUI melalui Komisi Fatwa, bertugas menetapkan fatwa kehalalan suatu produk bedasarkan hasil pemeriksaan dari LPH. Dalam membuat sertifikat halal ada beberapa langkah-langkah praktis mendapatkan sertifikasi halal, yaitu sebagai berikut: Prosesnya memang terlihat kompleks, tetapi sebenernya dapat diikuti dengan mudah, terutama dengan pendampingan dari berbagai pihak, seperti dinas terkait atau lembaga pendampingan UMKM. Berikut adalah tahapan yang umum : 1. persiapan Dokumen Administratif Langkah awal adalah menyiapkan semua dokumen yang diperlukan. Bagi UMKM, dokumen ini biasanya mencakup : a. Kartu Tanda Penduduk (ktp) b. Surat Izin Berusaha c. Informasi detail tentang produk (nama produk, jenis bahan baku, proses pembuatan). 2. Proses Pemeriksaaan LPH Setelah pendaftaran disetujui, BPJPH akan menunjuk LPH yang terakreditasi untuk melakukan pemeriksaan. Tim auditor dari LPH akan melakukan dua hal, yaitu : a. Pemeriksaan Dokumen : memverifikasi semua informasi yang telah diunggah melalui aplikasi online. b. Audit Lapangan : tim akan mengunjungi lokasi usaha, baik itu dapur rumah tangga maupun pabrik mini, untuk memastikan bahan baku yang digunakan, kebersihan tempat, dan proses produksinya tidak terkontaminasi oleh bahan non-halal. Misalnya, di Desa Pondok Joyo memproduksi kerupuk singkong, tim auditor akan memeriksa sumber singkong nya, bahan-bahan tambahan, minyak goreng yang digunakan, dan memastikan tidak ada bahan non-halal yang digunakan di dapurnya. 3. Sidang Fatwa MUI dan Penerbitan Sertifikat Hasil audit dari LPH akan diajukan ke Komisi Fatwa MUI. Di sini, para ulama akan melakukan siding untuk menetapkan apakah produk tersebut memenuhi kriteria kehalalan sesuai syariat islam. Jika fatwa menyatakan produk tersebut halal BPJPH akan segera menerbitkan sertifikat halal. Dari Lokal menuju Pasar Global Bagi UMKM di Desa Pondok Joyo, Jember, mendapatkan sertifikat halal adalah sebuah investasi bukan biaya. Ini adalah langkah strategi untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan membangun reputasi bisnis yang jujur dan terpercaya. Pemerintah juga menyiapkan berbagai skema pembiayaan dan pendampingan untuk UMKM agar proses ini tidak menjadi beban. Dengan semangat gotong royong dan kesadaran kolektif, UMKM dapat mengoptimalkan potensi produk mereka. Sertifikat halal bukan hanya sekedar label di kemasan, melainkan sebuah janji kepada konsumen, sebuah jembatan menuju kesuksesan, dan sebuah pendorong kemajuan ekonomi di tingkat desa. Proses mendapatkan sertifikat halal di Indonesia kini semakin mudah, terutama bagi UMKM. Lembaga utama yang terlibat adalah Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). BPJPH adalah regulator atau penyelenggara utama. Mereka menerima pendaftaran, melakukan verifikasi dokumen, dan menerbitkan sertifikat. LPH adalah pihak yang melakukan pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan produk. Mereka memastikan semua bahan, proses produksi, dan fasilitas yang digunakan sesuai dengan standar halal. MUI melalui Komisi Fatwa, bertugas menetapkan fatwa kehalalan suatu produk berdasarkan hasil pemeriksaan dari LPH. ย ย ย
Jember, 14 Agustus 2025 โ Indonesia sebagai negara agraris, memiliki kekayaan alam yang melimpah, salah satunya adalah buah-buahan. Jeruk adalah buah yang kaya akan vitamin C, salah satu komoditas utama yang banyak dikonsumsi masyarakat. Namun, di balik manfaatnya, buah ini menyisakan permasalahan yang tak jarang terjadi: limbah kulit jeruk. Limbah ini sering kali dibuang begitu saja, menumpuk di tempat sampah dan berpotensi mencemari lingkungan. Melihat permasalahan tersebut sekelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember berinisiatif untuk mencari solusi inovatif. Mahasiswa KKN menyadari potensi besar yang terkandung dalam kulit jeruk dan memutuskan untuk mengolahnya menjadi produk bernilai jual : teh kulit jeruk. Artikel akan mengupas perjalanan inspiratif Mahasiswa KKN, mulai dari mengidentifikasi masalah, proses pembuatan, hingga dampak positif yang dihasilkan. Menggali Potensi di Balik Limbah Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro dikenal sebagai penghasil jeruk. Banyak pekarangan yang memiliki pohon jeruk dan setiap kali musim panen tiba, limbah kulit jeruk bahkan jeruk yang tidak masuk dalam kriteria juga menumpuk di mana-mana. Baunya cukup menyengat, jika dibiarkan akan menjadi masalah lingkungan jika tidak diatasi, kondisi ini membuat Mahasiswa KKN berpikir keras. Berbekal pengetahuan dari bangku kuliah, Mahasiswa KKN melakukan penelitian sederhana. Mereka menemukan bahwa kulit jeruk, terutama bagian flavedo (bagian terluar dari kulit jeruk), mengandung berbagai senyawa bermanfaat seperti flavonoid, polifenol, dan vitamin c. Kandungan ini memiliki fungsi sebagai antioksidan, anti inflamasi, dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Potensi inilah yang menjadi peluang besar untuk mengubah limbah menjadi produk kesehatan yang alami. Proses Pembuatan : Dari Kulit Jeruk menjadi Minuman Sehat Dengan semangat Mahasiswa KKN Kolaboratif mereka menjelaskan kepada Desa Pondok Joyo manfaat kulit jeruk dan menanamkan langsung cara pengolahannya hingga praktik menyeduh dan siap minum. Tahapan pembuatan teh kulit jeruk yang mereka jelaskan cukup sederhana, sehingga mudah diikuti oleh siapa pun. 1. Pencucian dan Pemilihan Bahan Baku Tahap pertama adalah pencucian. Kulit jeruk yang baru dipanen dicuci bersih dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa pestisida dan kotoran. Mahasiswa KKN pentingnya menggunakan yang segar dan tidak busuk untuk menjaga kualitas teh. Setelah dicuci, kulit jeruk dipisahkan dari serabut yang melekat (tersisa) pada kulit jeruk tersebut. 2. Pengeringan Alami dan Pengeringan Oven Ada dua metode pengeringan yang diajarkan yaitu : pengeringan alami dan pengeringan oven. Untuk pengeringan alami, kulit jeruk yang sudah dipotong kecil lalu dijemur di bawah sinar matahari. Metode ini membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari, tergantung cuaca. Sementara itu, untuk mempercepat proses, Mahasiswa KKN memperkenalkan penggunaan oven dengan suhu rendah (sekitar 50-60 derajat celcius) selama 30 โ 1 jam hingga kulit benar-benar kering dan renyah. 3. Penghalusan dan Pengemasan Setelah kering, kulit jeruk dihancurkan hingga menjadi butiran-butiran kecil menyerupai teh. Proses ini bisa dilakukan secara manual dengan ditumbuk atau menggunakan blender. Kemudian, butiran teh kulit jeruk dikemas dalam sachet kecil yang menarik. 4. Pemasaran dan Pemberdayaan Masyarakat Produk teh kulit jeruk ini diberi nama ''herbal tea cap teatrus'' Mahasiswa KKN tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga membantu warga dalam hal pemasaran. Mereka membuat logo, label kemasan, dan akun media sosial untuk mempromosikan produk. Dampak Positif dan Keberlanjutan Proyek Proker inovatif ini memberikan dampak positif bagi Desa Pondok Joyo. Berikut beberapa dampak yang dapat dirasakan : 1. Peningkatan Ekonomi Masyarakat Inisiatif ini berhasil menciptakan sumber baru bagi Desa Pondok joyo. Mereka tidak lagi membuang limbah kulit jeruk, melainkan mengolahnya menjadi produk yang bernilai jual. 2. Membuka Lapangan Pekerjaan bagi Pemuda dan warga sekitar Proyek ini secara tidak langsung juga membuka laapangan pekerjaan bagi pemuda atau bagi warga sekitar di Desa Pondok Joyo. Dengan adanya kegiatan produksi dan pemasaran, pemuda atau warga sekitar menjadi lebih produktif, mandiri, dan memiliki peran yang lebih besar dalam perekonomian keluarga. 3. Kesadaran Lingkungan Tak kalah pentingnya, inisiasi ini menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan warga desa. Mereka kini lebih peduli terhadap pengelolaan limbah organik dan mulai berpikir kreatif untuk mendaur ulang sampah. 4. Tantangan dan Harapan Awalnya warga desa ragu dengan ide ini. Ada yang menanggapnya aneh dan tidak masuk akal. Namun, berkat ketekunan dan komunikasi yang baik dari para Mahasiswa KKN, keraguan itu perlahan sirna. Keberhasilan proker ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana dapat membawa perubahan besar. Mahasiswa KKN tidak hanya mencatatkan, tetapi juga meninggalkan jejak berharga berupa pengetahuan, keterampilan, dan semangat kewirausahaan di Desa Pondok Joyo. Proker ini berharap terus berkesinambungan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola limbah menjadi berkah. Dengan tangna-tangan kreatif Mahasiswa KKN dan partisipasi warga desa, limbah kulit jeruk yang dulu tak berguna kini berubah menjadi secangkir teh hangat dari kulit jeruk yang dulu tak berguna yang kini menjadi minuman sehat secara alami, dan menimbulkan harapan baru bagi perekonomian Desa Pondok Joyo. ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย
Jember, 8 Agustus 2025ย โ Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Semangat Kolaboratif dan pemberdayaan ekonomi lokal menjadi inti dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jember. ย Pondokjoyo โ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Posko 116 menggelar kegiatan sosialisasi kreatif di SDN 01 Pondokjoyo dengan tema โPembuatan Celengan dari Botol Bekasโ. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 6 dan 8 Agutus 2025 dan diikuti antusias oleh siswa-siswi kelas 5 dan 6. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada anak-anak tentang pentingnya menabung sejak dini sekaligus menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang bekas. Botol plastik bekas yang sering dianggap sampah ternyata bisa diubah menjadi celengan unik dan bermanfaat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memandu siswa membuat celengan secara bertahap, mulai dari membersihkan botol, menghias dengan kertas warna, stiker, hingga memotong bagian tutup untuk tempat memasukkan uang. Selama proses, para siswa tampak bersemangat dan saling membantu, menunjukkan kreativitas mereka dalam menghias celengan. Koordinator kegiatan Syahrul Khoiri, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan membuat kerajinan tangan, tetapi juga menanamkan dua nilai penting sekaligus: kemandirian finansial melalui kebiasaan menabung dan kepedulian terhadap lingkungan melalui gerakan reduce, reuse, recycle. Kepala SDN 01 Pondokjoyo, Minhajuddin, S.Pd, M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap siswa dapat menerapkan kebiasaan menabung di rumah serta lebih bijak dalam mengelola sampah. Dengan adanya kegiatan ini, Mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 116 berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini, sehingga anak-anak tidak hanya kreatif, tetapi juga peduli pada masa depan mereka dan lingkungan sekitar. ย ย ย ย ย ย
Jember, 31 Juli 2025 โ Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Semangat Kolaboratif dan pemberdayaan ekonomi lokal menjadi inti dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jember. Kini tak lagi hanya dikenal dengan hamparan sawahnya yang hijau. Di balik ketenangan pedesaan, denyut ekonomi mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kian terasa. Berbagai pelaku usaha lokal di Pondok Joyo menunjukkan geliatnya, tak hanya menggerakkan roda perekonomian Desa, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan bagi masyarakatnya. Dalam upaya memahami lebih dalam potensi ekonomi desa, mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 116 melakukan serangkaian kunjungan intensif ke berbagai Usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang tersebar di Desa Pondok Joyo. Kunjungan ini sebuah inisitaif untuk menjembatani teori dan praktik, serta menggali langsung tantangan dan peluang yang dihadapi oleh para pelaku UMKM di pedesaan. Pondok Joyo, dengan karateristik geografisnya yang didominasi oleh pertanian, ternyata menyimpan UMKM yang beragam. KKN Kolaboratif Posko 116 memulai kunjungan terhadap beberapa usaha produksi yang telah dikenal maupun yang masih merintis. Salah satu makanan tradisional dari Desa Pondok Joyo adalah produksi kerupuk singkong yang telah tembus ke luar kota seperti kota Banyuwangi dan Bondowoso. Dan kini owner kerupuk singkong juga memberdayakan usahanya di berbagai warung atau toko-toko sekitar rumahnya. UMKM Pembuatan kerupuk singkong umumnya membahas berbagai aspek seputar usaha yang berbahan dasar singkong. Kerupuk singkong merupakan salah satu makanan ringan tradisional dan populer di Indonesia, dan potensinya sebagai produk UMKM cukup besar. Singkong adalah komuditas pertanian yang banyak ditemukan di berbagai daerah Indonesia. Ketersediaan bahan baku yang melimpah dan relatif murah menjadi keuntungan utama bagi UMKM kerupuk singkong. Selama kunjungan, para mahasiswa tidak hanya mengamati tetapi juga aktif berinteraksi dengan para pelaku UMKM. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan yang pertama mengenai proses produksi mulai dari proses pemilihan bahan baku, tahapan pembuatan hingga proses finishing. Kedua proses pemasaran, bagaimana UMKM menjangkau pelanggan, tantangan dalam penjualan, dan metode promosi yang digunakan. Dari serangkaian wawancara dan observasi ini, mahasiswa KKN Kolaboratif Posko 116 mengindentifikasi beberapa kebutuhan yang dapat menjadi fokus program kerja mereka. Yang pertama peningkatan kapasitas pemasaran digital, di Desa Pondok Joyo banyak yang belum optimal memanfaatkan platform online seperti media sosial atau e-commerce untuk memperluas jangkauan luas. Kedua inovasi produk dan kemasan, beberapa produk memerlukan sentuhan inovasi untuk bersaing di pasar yang lebih luas baik dari segi rasa, bentuk, maupun kemasan yang menarik. Kunjungan UMKM ini menjadi penting dalam pelaksanaan KKN Kolaboratif Posko 116 di Desa Pondok Joyo. Dengan pengunjungan langsung ada partisipasi, para mahasiswa berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya selama KKN, tetapi juga dalam jangka panjang dan pengembangan ekonomi lokal dan kemandirian masyarakat Desa Pondok Joyo. Tantangan yang dihadapi UMKM kerupuk singkong juga menghadapi sejumlah tantangan antara lain : menjelaskan kualitas produk yang konsisten dan memenuhi standart kebersihan adalah kunci. Variasi kualitas singkong juga bisa menjadi tantangan. Meskipun pasar luas, persaingan juga ketat. Diperlukan strategi pemasaran yang efektif, baik secara konvensional maupun digital. Pengurusan izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) atau BPOM jika ingin memperluas pasar, serta sertifikasi halal, bisa menjadi kendala menjadi kendala bagi UMKM yang baru. Keterbatasan modal sering kali hambatan dalam pengembangan usaha, seperti untuk pembelian alat yang lebih modern atau peningkatan kapasitas produksi. Banyak UMKM masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan sumber daya manusia dan pembukuan keuangan yang rapi. Proses penjemuran yang masih mengandalkan sinar matahari bisa terganggu oleh cuaca buruk, mempengaruhi produksi. Secara keseluruhan ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang bisnis ini, menyoroti potensi besar sekaligus tantangan yang harus di atasi, dan menawarkan solusi untuk pengembangannya. Ini penting untuk mengedukasi pembaca, terutama calon atau pelaku UMKM, tentang seluk beluk industri kerupuk singkong. ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย
Jember, Senin 21 Juli 2025 โ Sebanyak 600 warga Pondokjoyo menerima bantuan sosial (bansos) berupa beras dari Perum Bulog dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Balai Desa Pondokjoyo. Namun, di tengah kegembiraan penerimaan bansos, terselip cerita kurang mengenakkan dari puluhan warga Dusun Pondokjoyo yang terpaksa pulang karena kelengkapan berkas administrasi mereka tidak memadai. Acara penyaluran bansos ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya di tengah tantangan ekonomi global saat ini. Sejak pagi hari, ratusan warga telah memadati lokasi dengan membawa berbagai berkas yang diperlukan. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh perangkat desa bersama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi dari Desa Pondokjoyo yang turut membantu kelancaran pelaksanaan pembagian bansos. Menurut penuturan beberapa petugas di lokasi, banyak warga Pondokjoyo yang datang hanya membawa Kartu Keluarga (KK) tanpa melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli, atau sebaliknya. Ada pula yang membawa KTP namun nama di KTP tidak sesuai dengan data di daftar penerima. Untuk mengambil bantuan tersebut, warga diwajibkan memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya membawa undangan resmi yang telah dibagikan sebelumnya. Jika pengambilan dilakukan sendiri, warga juga harus membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat. Jika diwakilkan oleh anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK), maka wajib membawa KTP dan KK dari pihak yang mewakili dan diwakili. Sementara jika diwakilkan oleh orang di luar KK, maka juga diwajibkan membawa KTP dan KK dari kedua belah pihak. Dokumen-dokumen tersebut diperiksa terlebih dahulu di meja verifikasi yang berada di bagian depan sebelum warga memasuki area antrian. Setelah dokumen berhasil diverifikasi, berkas tersebut kemudian difoto bersama penerima bantuan yang menerima beras. Tahap selanjutnya adalah pendataan penerima agar distribusi tercatat dengan baik dan transparan. Meskipun demikian, secara keseluruhan, penyaluran bansos beras kepada 600 warga berjalan sukses. Ke depannya, diharapkan sosialisasi yang lebih efektif dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelengkapan berkas dapat meminimalisir kendala, sehingga bantuan dapat tersalurkan kepada yang berhak menerima. ย ย ย ย ย ย
Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens) atau disebut juga Wereng Cokelat merupakan salah satu hama tanaman padi yang paling berbahaya dan sulit dibasmi. Bersama beberapa jenis wereng lainnya seperti wereng hijau (Nephotettix spp.) dan wereng punggung putih (Sogatella furcifera), wereng batang cokelat telah banyak merugikan petani padi bahkan mengakibatkan puso dan gagal panen. ย Wereng batang cokelat, sebagaimana jenis wereng lainnya, menjadi parasit dengan menghisap cairan tumbuhan sehingga mengakibatkan perkembangan tumbuhan menjadi terganggu bahkan mati. Selain itu, wereng batang cokelat (Nilaparvata lugens) juga menjadi vektor (organisme penyebar penyakit) bagi penularan sejumlah penyakit tumbuhan yang diakibatkan virus serta menyebabkan tungro. ย Ciri ciri tanaman padi yang diserang hama wereng batang cokelat adalah warnanya berubah menjadi kekuningan, pertumbuhan terhambat dan tanaman menjadi kerdil. Pada serangan yang parah keseluruhan tanaman padi menjadi kering dan mati, perkembangan akar merana dan bagian bawah tanaman yang terserang menjadi terlapisi oleh jamur. ย Hama wereng batang cokelat hidup pada pangkal batang padi. Binatang ini mempunyai siklus hidup antara 3-4 minggu yang dimulai dari telur (selama 7-10 hari), Nimfa (8-17 hari) dan Imago (18-28 hari). Saat menjadi nimfa dan imago inilah wereng batang cokelat menghisap cairan dari batang padi.Dengan demikian p kades Didik Saenulla bersama warga desa pondokjoyo kecamatan Semboro melakukan pengendalian wereng coklat yang sampai saat ini masih sangat meresahkan warga desa pondokjoyo. ย
Hari ini, suasana kebersamaan dan semangat gotong-royong begitu terasa di Desa Pondokjoyo . Bertempat di halaman kantor desa, perangkat desa dan Siswa PSG SMK PGRI 4 TANGGUL berkumpul dalam sebuah acara apel bersama yang dipimpin oleh Kades DIDIK SAENULLA. Acara apel bersama ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan sinergi di antara perangkat desa dan Siswa PSG dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di wilayah desa.ย Tidak hanya itu, apel bersama ini juga menjadi ajang untuk saling bertukar informasi dan pemahaman tentang kondisi serta potensi yang dimiliki oleh desa. Dengan adanya pemahaman yang lebih mendalam, diharapkan strategi pembangunan yang akan dijalankan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh masyarakat. Acara apel bersama ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan kekompakan adalah kunci sukses dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan desa. ย ย
Mahasiswa KKN Kolaboratif 114 Selenggarakan Cek Kesehatan Gratis di Desa Pondokjoyo Sebagai bentuk kepedulian mahasiswa untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan masyarakat, pada Rabu, 16 Agustus 2023, mahasiswa KKN Kolaboratif 114 menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan secara gratis di Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut berempat di Balai Desa Pondokjoyo. Pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan berupa cek tekanan darah dan gula darah sebagai deteksi dini penyakit hipertensi dan diabetes melitus, serta dilakukan senam ulkus kaki diabetes untuk mencegah penyakit diabetes melitus. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Desa Pondokjoyo. Masyarakat juga mendapatkan konseling secara langsung terkait pola makan sehat sehari-hari untuk mencegah penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Dalam kegiatan cek kesehatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN Kolaboratif 114, warga sangat antusias dan senang dengan diadakannya pemeriksaan gratis tersebut. Menurutnya, di masa yang seperti ini kesehatan merupakan hal penting dan perlu diperhatikan secara serius. Selain itu, warga setempat sangat berterima kasih dan mengapresiasi mahasiswa KKN Kolaboratif 114 yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan ini. Sementara itu, Bapak Didik Saenula, selaku Kepala Desa Pondokjoyo mengaku sangat senang serta terbantu dengan adanya kegiatan ini. โProgram pemeriksaan kesehatan yang dilakukan KKN Kolaboratif ini sangat membantu kami dalam mengetahui hasil dari pemeriksaan kesehatan dan memperoleh pengetahuan terkait pencegahan penyakit hipertensi serta diabetes sedini mungkin,โ ujarnya.
Dalam rangka menyambut HUT RI ke 78 warga RW 16 bersama Babinsa desa pondokjoyo kecamatan Semboro melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan.Kesimpulannya, manfaat kerja bakti adalahย menjaga kebersihan lingkungan, meringankan pekerjaan yang dilakukan, menumbuhkan sikap kekeluargaan, mengajarkan sikap bekerja sama dan membangun kepedulian.
Pemerintah desa belum mengunggah potensi desa ke dalam portal ini.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Rencana tahunan pemerintah desa yang memuat program dan kegiatan sesuai RPJM Desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu