Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6525
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Pemanfaatan Kulit Jeruk menjadi Teh oleh Mahasiswa KKN Kolaboratif 116 Desa Pondok Joyo

Author
Desa Pondokjoyo Kec. Semboro
16 Agustus 2025 1350 Kali Dilihat

Jember, 14 Agustus 2025 – Indonesia sebagai negara agraris, memiliki kekayaan alam yang melimpah, salah satunya adalah buah-buahan. Jeruk adalah buah yang kaya akan vitamin C, salah satu komoditas utama yang banyak dikonsumsi masyarakat. Namun, di balik manfaatnya, buah ini menyisakan permasalahan yang tak jarang terjadi: limbah kulit jeruk. Limbah ini sering kali dibuang begitu saja, menumpuk di tempat sampah dan berpotensi mencemari lingkungan.

Melihat permasalahan tersebut sekelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember berinisiatif untuk mencari solusi inovatif. Mahasiswa KKN menyadari potensi besar yang terkandung dalam kulit jeruk dan memutuskan untuk mengolahnya menjadi produk bernilai jual : teh kulit jeruk. Artikel akan mengupas perjalanan inspiratif Mahasiswa KKN, mulai dari mengidentifikasi masalah, proses pembuatan, hingga dampak positif yang dihasilkan.

Menggali Potensi di Balik Limbah

Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro dikenal sebagai penghasil jeruk. Banyak pekarangan yang memiliki pohon jeruk dan setiap kali musim panen tiba, limbah kulit jeruk bahkan jeruk yang tidak masuk dalam kriteria juga menumpuk di mana-mana. Baunya cukup menyengat, jika dibiarkan akan menjadi masalah lingkungan jika tidak diatasi, kondisi ini membuat Mahasiswa KKN berpikir keras.

Berbekal pengetahuan dari bangku kuliah, Mahasiswa KKN melakukan penelitian sederhana. Mereka menemukan bahwa kulit jeruk, terutama bagian flavedo (bagian terluar dari kulit jeruk), mengandung berbagai senyawa bermanfaat seperti flavonoid, polifenol, dan vitamin c. Kandungan ini memiliki fungsi sebagai antioksidan, anti inflamasi, dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Potensi inilah yang menjadi peluang besar untuk mengubah limbah menjadi produk kesehatan yang alami.

Proses Pembuatan : Dari Kulit Jeruk menjadi Minuman Sehat

Dengan semangat Mahasiswa KKN Kolaboratif mereka menjelaskan kepada Desa Pondok Joyo manfaat kulit jeruk dan menanamkan langsung cara pengolahannya hingga praktik menyeduh dan siap minum. Tahapan pembuatan teh kulit jeruk yang mereka jelaskan cukup sederhana, sehingga mudah diikuti oleh siapa pun.

1. Pencucian dan Pemilihan Bahan Baku

Tahap pertama adalah pencucian. Kulit jeruk yang baru dipanen dicuci bersih dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa pestisida dan kotoran. Mahasiswa KKN pentingnya menggunakan yang segar dan tidak busuk untuk menjaga kualitas teh. Setelah dicuci, kulit jeruk dipisahkan dari serabut yang melekat (tersisa) pada kulit jeruk tersebut.

2. Pengeringan Alami dan Pengeringan Oven

Ada dua metode pengeringan yang diajarkan yaitu : pengeringan alami dan pengeringan oven. Untuk pengeringan alami, kulit jeruk yang sudah dipotong kecil lalu dijemur di bawah sinar matahari. Metode ini membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari, tergantung cuaca. Sementara itu, untuk mempercepat proses, Mahasiswa KKN memperkenalkan penggunaan oven dengan suhu rendah (sekitar 50-60 derajat celcius) selama 30 – 1 jam hingga kulit benar-benar kering dan renyah.

3. Penghalusan dan Pengemasan

Setelah kering, kulit jeruk dihancurkan hingga menjadi butiran-butiran kecil menyerupai teh. Proses ini bisa dilakukan secara manual dengan ditumbuk atau menggunakan blender. Kemudian, butiran teh kulit jeruk dikemas dalam sachet kecil yang menarik.

4. Pemasaran dan Pemberdayaan Masyarakat

Produk teh kulit jeruk ini diberi nama ''herbal tea cap teatrus'' Mahasiswa KKN tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga membantu warga dalam hal pemasaran. Mereka membuat logo, label kemasan, dan akun media sosial untuk mempromosikan produk.

Dampak Positif dan Keberlanjutan Proyek

Proker inovatif ini memberikan dampak positif bagi Desa Pondok Joyo. Berikut beberapa dampak yang dapat dirasakan :

1. Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Inisiatif ini berhasil menciptakan sumber baru bagi Desa Pondok joyo. Mereka tidak lagi membuang limbah kulit jeruk, melainkan mengolahnya menjadi produk yang bernilai jual.

2. Membuka Lapangan Pekerjaan bagi Pemuda dan warga sekitar

Proyek ini secara tidak langsung juga membuka laapangan pekerjaan bagi pemuda atau bagi warga sekitar di Desa Pondok Joyo. Dengan adanya kegiatan produksi dan pemasaran, pemuda atau warga sekitar menjadi lebih produktif, mandiri, dan memiliki peran yang lebih besar dalam perekonomian keluarga.

3. Kesadaran Lingkungan

Tak kalah pentingnya, inisiasi ini menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan warga desa. Mereka kini lebih peduli terhadap pengelolaan limbah organik dan mulai berpikir kreatif untuk mendaur ulang sampah.

4. Tantangan dan Harapan

Awalnya warga desa ragu dengan ide ini. Ada yang menanggapnya aneh dan tidak masuk akal. Namun, berkat ketekunan dan komunikasi yang baik dari para Mahasiswa KKN, keraguan itu perlahan sirna. Keberhasilan proker ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana dapat membawa perubahan besar. Mahasiswa KKN tidak hanya mencatatkan, tetapi juga meninggalkan jejak berharga berupa pengetahuan, keterampilan, dan semangat kewirausahaan di Desa Pondok Joyo. Proker ini berharap terus berkesinambungan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola limbah menjadi berkah.

Dengan tangna-tangan kreatif Mahasiswa KKN dan partisipasi warga desa, limbah kulit jeruk yang dulu tak berguna kini berubah menjadi secangkir teh hangat dari kulit jeruk yang dulu tak berguna yang kini menjadi minuman sehat secara alami, dan menimbulkan harapan baru bagi perekonomian Desa Pondok Joyo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan: