80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Silo, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68184
Batas wilayah administratif Desa Mulyorejo
Terciptanya Pelayanan Aparatur Desa Relatif Inovatif Bersih Dan Berwibawa Menuju Mulyorejo Sebagai Desa Yang Mandiri Berbasis Pertanian Untuk Mencapai Masyarakat Yang Religius Dan Bermartabat Sehat, Cerdas Dan Lebih Sejahtera
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Kepala Desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Jember, 31 Juli 2025 โ Dahulu ketika struktur pemerintahan desa belum terbentuk secara resmi, wilayah Mulyorejo telah berperan sebagai bagian dari areal perkebunan yang dikelola oleh PTP 23 Silosanen. Kini, pengelolaan tersebut berada di bawah naungan PTP Nusantara I Regional 5, tepatnya Kebun Silosanen Sumber Tengah. Perkebunan ini merupakan Hak Guna Usaha (HGU) milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pada awalnya, lahan seluas 1.439 hektar tersebut ditanami berbagai komoditas unggulan seperti kakao, karet, dan kopi. Namun, kopi belum menjadi fokus utama karena masih berada dalam fase uji coba terhadap kesesuaian kondisi tanah dan iklim lokal.ย Wilayah ini juga termasuk dalam jejak peninggalan kolonial Belanda. Pada tahun 1910, pihak Belanda mulai melakukan pembibitan kopi jenis robusta. Tanaman ini dinilai paling cocok karena kondisi geografis Silosanen yang berada di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut. Percobaan tersebut berhasil, dan sejak saat itu kopi robusta menjadi komoditas utama yang terus dibudidayakan oleh warga sekitar. Awal terbentuknya Dusun Baban dimulai dari Dusun Silosanen dan Baban Tengah. Pada tahun 1930, masyarakat membuka hutan di Baban Tengah untuk dijadikan lahan pertanian. Waktu terus berjalan yang kemudian berkembang menjadi perkampungan. Para pekerja di perkebunan Belanda berinisiatif untuk membuka lahan dengan menebang hutan di perbatasan perkebunan secara diam-diam. Lalu, para pekerja kebun Belanda ini mulai berkebun dengan mencoba menanam jagung, kacang, dan sayuran, serta membangun gubuk untuk tempat tinggal. Kemudian mereka tetap bekerja di Silosanen sambil mempelajari teknik bertani kopi.ย Bertambahnya jumlah pemilik wilayah lahan membuat mereka berpikir untuk mengajak keluarga dari luar daerah dengan ikut membuka hutan sebagai tempat tinggal baru. Masyarakat yang tinggal ini mayoritas berasal dari suku Madura sehingga mereka menamai wilayah tebangan dengan kata โBabanโ yang diambil dari kata Madura bhebheden (penebangan). Penamaan dusun mengikuti arah dari Silosanen yakni Baban Timur di timur, Baban Barat di barat, dan Baban Tengah di tengah. Ada juga wilayah Baban Batu Ampar yang diberi nama oleh Kepala Desa terdahulu yakni Bapak Sucipto. Penamaan wilayah dusun ini didasari karena adanya sungai dengan batu panjang dan datar di wilayah tersebut. Perkebunan Silosanen bukan hanya berfungsi sebagai pusat produksi komoditas pertanian, tetapi juga menjadi daya tarik bagi pendatang dari luar daerah. Banyak tenaga kerja dari berbagai penjuru Jawa Timur, terutama dari Pulau Madura, datang dan menetap di sekitar areal perkebunan untuk bekerja sebagai buruh dan karyawan tetap. Arus migrasi ini menciptakan permukiman-permukiman baru yang berkembang secara bertahap menjadi bagian dari struktur desa. Komunitas yang terbentuk dari interaksi penduduk lokal dan para pendatang menjadi fondasi awal terbentuknya Desa Mulyorejo. Aktivitas di perkebunan memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, sosial, dan kultural masyarakat setempat. Secara administratif, Desa Mulyorejo berada di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyuwangi. Letak geografisnya berada di wilayah tenggara Kabupaten Jember. Wilayah desa ini berbatasan dengan Desa Pace dan Desa Harjomulyo di sebelah utara, Desa Kalibaru Banyuwangi di timur, kawasan Meru Betiri dan Desa Sanenrejo di selatan, serta Desa Curahnongko dan Desa Socah Kecamatan Tempurejo di sebelah barat. Desa Mulyorejo terdiri atas lima dusun, yaitu Baban Timur, Silosanen, Baban Tengah, Batu Ampar, dan Baban Barat.ย Desa Mulyorejo memiliki luas mencapai 90,89 kmยฒ. Letak geografis desa berada di dataran tinggi pegunungan dengan ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Kondisi ini mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan, khususnya kopi robusta. Sebagian besar penduduk merupakan petani yang mengelola lahan kebun secara mandiri. Selain kopi, warga juga menanam alpukat, pisang, petai, kelapa, bambu, dan sayuran musiman. Aktivitas ekonomi ditopang oleh usaha peternakan ayam, kambing, dan sapi, serta industri rumah tangga seperti produksi tempe, tahu, kerajinan bambu, pengumpulan madu hutan, dan perdagangan. Beberapa warga bekerja di sektor formal sebagai guru, bidan, aparatur desa, dan pegawai negeri. Desa Mulyorejo juga memiliki potensi wisata berbasis alam. Kawasan Srendeng dan Gunung Puncak Jaran yang terletak di Dusun Baban Barat menjadi daya tarik karena nuansa alam pegunungannya. Namun, akses jalan menuju kawasan wisata tersebut masih terbatas. Jalur yang tersedia belum diperkeras dan masih berupa bebatuan, sehingga menyulitkan kendaraan menuju lokasi. Pemerintah desa sedang melakukan pembenahan infrastruktur jalan di beberapa dusun agar aktivitas warga dan pengembangan wisata dapat berjalan lebih lancar.
Jember, 9 Agustus 2025 โ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 048 melaksanakan program sosialisasi pencegahan pernikahan dini dan stunting di SMP Negeri 4 Silo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, pada minggu k-3 pelaksanaan kegiatan KKN. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa kelas VII, VIII dan IX dengan antusiasme tinggi. Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada remaja tentang dampak negatif pernikahan dini serta bahaya stunting yang masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Jember. Koordinator Desa KKN Kolaboratif 048, Ahmat Kholiludin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja tematik mahasiswa dalam rangka mendukung agenda pemerintah daerah menekan angka pernikahan dini dan kasus stunting. Pemerintah daerah Kabupaten Jember telah menyusun program โSiaga Bucinโ yang merupakan sinergi antar lembaga untuk memburu calon pengantin dini. Program ini pun diimplementasikan sebagai salah satu program kerja para mahasiswa KKN Kolaboratif. โKami ingin memberikan wawasan yang benar kepada adik-adik SMP tentang fakta pernikahan dini dan stunting, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih baik untuk masa depan mereka,โ ujar Kholil. Tema kegiatan yang dibawakan yakni SETIA โSehat Tanpa Stunting Indonesiaโ dan SANTUY โStop Anak Nikah Terlalu Dini, Upayakan Yakin Sekolahโ. Para mahasiswa menyediakan dua media berupa X-Banner yang berisikan informasi penting mengenai kedua tema program yang dibawakan. Hal ini tentu saja memudahkan para siswa karena mereka dapat membaca informasinya langsung dan memahami dasarnya terlebih dahulu. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan materi dengan interaksi langsung seperti presentasi, tanya jawab, dan sesi games. Materi sosialisasi meliputi definisi pernikahan dini, faktor penyebab, serta risiko yang ditimbulkan, mulai dari tingginya angka putus sekolah, risiko kesehatan ibu dan anak, hingga munculnya permasalahan sosial ekonomi. Selain itu, mahasiswa juga menekankan pentingnya mencegah stunting melalui pola makan bergizi, perawatan kesehatan sejak masa remaja, serta kesiapan mental dalam merencanakan masa depan. Para siswa diajak untuk memahami bahwa pernikahan dini dan stunting saling berkaitan erat yakni pernikahan yang terlalu muda sering menyebabkan kurangnya kesiapan gizi dan kesehatan bagi ibu yang kemudian akan berakibat pada lahirnya anak stunting. Salah satu guru SMPN 4 Silo, Bapak Bagus, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat membantu sekolah dalam memberikan wawasan yang lebih luas kepada siswa. โAnak-anak bisa mendengar langsung dari kakak mahasiswa dan belajar banyak dari mereka dengan menumbuhkan semangat dan motivasi belajar yang tinggi siswa-siswi SMPN 4 Silo.โ ungkapnya. Kegiatan sosialisasi berlangsung meriah dan interaktif. Banyak siswa yang mengajukan pertanyaan terkait pernikahan dini, cara menjaga kesehatan remaja, serta bagaimana menjaga pola makan untuk mencegah stunting. Seorang siswi kelas VIII, Nizar, mengungkapkan bahwa ia mendapatkan banyak ilmu baru dari sosialisasi ini. โSaya jadi tahu bahwa menikah muda bisa berisiko untuk kesehatan, dan stunting itu bisa dicegah kalau kita mulai menjaga kesehatan sejak remaja,โ ujarnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kolaboratif 048 berharap pesan pencegahan pernikahan dini dan stunting dapat tersebar lebih luas, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Mereka juga mengajak para siswa menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan kembali pesan positif ini kepada teman sebaya. Program sosialisasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan sosial di daerah. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan upaya menekan angka pernikahan dini dan stunting di Kecamatan Silo, khususnya di Kabupaten Jember, dapat tercapai lebih cepat. โSemoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut melalui kerja sama antara sekolah, mahasiswa, dan pemerintah daerah,โ pungkas Koordinator Desa KKN Kolaboratif 048. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan generasi muda Silo tumbuh lebih siap menghadapi masa depan, terhindar dari pernikahan dini, dan mampu mewujudkan generasi bebas stunting.
Jember, 15 Agustus 2025 โ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 048 menggelar sosialisasi mengenai Transformasi Layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) Digital di desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 14 Agustus 2024 di Balai Desa Mulyorejo dan dihadiri oleh para perangkat desa. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman aparat desa mengenai perubahan layanan administrasi kependudukan berbasis digital yang kini tengah digencarkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Kabupaten Jember. Hal ini didasari juga pada tantangan layanan adminduk sebelumnya justru memakan waktu lama, harus datang langsung ke kantor, dan antrean panjang. Kehadiran mahasiswa KKN dalam program ini diharapkan membantu desa dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga pelayanan publik bisa berlangsung lebih efektif dan efisien. Perwakilam kelompok KKN Kolaboratif 048, Miko Nandriako, menegaskan bahwa digitalisasi layanan kependudukan merupakan salah satu agenda penting di program kerja KKN yang berdurasi 35 hari ini. โKami ingin perangkat desa lebih siap dalam mendampingi masyarakat menggunakan layanan digital. Hal ini dapat mempercepat pelayanan kependudukan yang 100% gratis tanpa biaya lain,โ ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memaparkan berbagai layanan kependudukan yang kini dapat diakses secara digital, antara lain perubahan atau pembetulan data, pembuatan Kartu Keluarga (KK), KTP-el, Kartu Identitas Anak (KIA) Akta Kelahiran, Akta Kematian, Akta Perkawinan, Akta Perceraian hingga dokumen pindah domisili (SKPWNI). Peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi resmi yang disediakan pemerintah Kabupaten Jember seperti J-SIP, IKD (Identitas Kependudukan Digital), dan LAHBAKO untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen tanpa harus datang langsung ke kantor Dispendukcapil. Setelah pemaparan materi, mahasiswa KKN juga memberikan simulasi praktis dan menonton video tutorial mengenai cara mengakses layanan tersebut, termasuk langkah-langkah yang perlu dilakukan perangkat desa untuk membantu warga yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital. Tidak hanya layanan melalui aplikasi digital, layanan dukcapil di Kabupaten Jember juga bisa dilakukan secara mandiri dengan menggunakan mesin ADM (Anjungan Dukcapil Mandiri) yang merupakan mesin pencetak dokumen adminduk yang dapat dicoba oleh masyarakat. Mesin ADM ini tersebar di 3 lokasi yakni pertama ada di Lantai 1 Mall Transmart Jalan Hayam Wuruk no. 71 Kaliwates, Jember, kedua di Mall Pelayanan Publik Jalan Gajah Mada No. 206, Kaliwates, Jember, ketiga di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember Jalan Jawa No. 18, Sumbersari, Jember. Sekretaris Desa Mulyorejo, Bapak Nanang, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Kolaboratif 048. Menurutnya, sosialisasi ini sangat penting mengingat desa masih menghadapi tantangan besar terkait literasi digital masyarakat. โAdanya sosialisasi ini membantu perangkat desa memahami sistem layanan baru, sehingga kami bisa lebih siap mendampingi warga dalam pengurusan dokumen kependudukan,โ katanya. Mahasiswa KKN Kolaboratif 048 berharap kegiatan ini dapat menjadi awal perubahan layanan publik di Desa Mulyorejo menuju sistem yang lebih modern. Mereka juga menekankan pentingnya kelangsungan program agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Melalui kegiatan ini, Desa Mulyorejo diharapkan menjadi contoh penerapan layanan kependudukan digital di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya lebih mudah mengurus dokumen kependudukan, tetapi juga merasakan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan bebas hambatan. Jika ingin membaca informasi lengkap mengenai bagaimana tahapan penggunaan aplikasi dan pengajuan adminduk dapat dilihat di link drive berikut ini, DRIVE DOKUMEN ADMINDUK DAN TUTORIAL LINK: https://drive.google.com/drive/folders/1uY46vr7zKjGl9WVy0Jpht3J1XhAvRiH-?usp=sharing
Jember, 20 Agustus 2025 โ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 048 mengadakan sosialisasi pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk ramah lingkungan di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan inovasi pupuk organik bernama KUPAM atau Pupuk Kulit Kopi Andalan Mulyorejo yang berbahan dasar kotoran sapi dan kulit kopi. Sosialisasi ini dilaksanakan di salah satu warga dan disaksikan langsung oleh masyarakat sekitar. Kegiatan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah ternak dan limbah pertanian menjadi produk bernilai guna tinggi, sekaligus mendorong penggunaan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Humas kelompok KKN Kolaboratif 048, Yuniar Dwi, menjelaskan bahwa KUPAM hadir sebagai solusi dari banyaknya limbah kulit kopi yang melimpah di Desa Mulyorejo, serta kotoran sapi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. โDaripada menjadi limbah yang mencemari lingkungan, kulit kopi dan kotoran sapi bisa diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk tanaman warga,โ ujarnya. Dalam pemaparan, mahasiswi menjelaskan bahwa pupuk KUPAM mengandung unsur hara makro dan mikro yang sangat baik untuk kesuburan tanah. Kombinasi kulit kopi sebagai bahan kaya nutrisi organik dengan kotoran sapi menjadikan pupuk ini efektif untuk meningkatkan kesuburan tanaman. Selain ramah lingkungan, pupuk organik ini juga mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya simpan air, serta menekan penggunaan pupuk kimia yang cenderung berdampak buruk jika digunakan dalam jangka panjang. Warga peserta sosialisasi diperlihatkan langsung proses pembuatan pupuk KUPAM, mulai dari pencampuran bahan, proses fermentasi, hingga cara penggunaannya di tumbuhan atau tanaman sekitar. Warga Desa Mulyorejo menyambut baik inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN Kolaboratif 048. Banyak dari mereka menilai bahwa pupuk organik ini bisa menjadi alternatif yang lebih murah dan mudah dibuat dibandingkan pupuk lain. Mahasiswa KKN Kolaboratif 048 berharap program sosialisasi ini tidak berhenti sebatas pengenalan, tetapi dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat. Mereka mendorong agar KUPAM menjadi produk andalan desa yang tidak hanya bermanfaat bagi warga lokal, tetapi juga berpotensi dipasarkan lebih luas sebagai produk pupuk organik khas Desa Mulyorejo.
Jember, 24 Juli 2025 โ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Kelompok 048 yang berasal dari lima universitas di Kabupaten Jember tengah melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Program ini menjadi bentuk kerjasama dan sinergi antar kampus negeri dan swasta di Kabupaten Jember. Kegiatan yang menjadi bagian dari program KKN kolaboratif lintas kampus ini menekankan tiga pendekatan yaitu Desa Cerdas, Desa Inklusif, dan Desa Tangguh dalam membangun desa. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau potensi desa sekaligus menanggapi kebutuhan nyata masyarakat desa Mulyorejo secara langsung sehingga para mahasiswa mampu memperoleh inspirasi program kerja yang bisa diterapkan sesuai dengan hasil observasi.ย Kelompok posko 048 ini beranggotakan mahasiswa yang terdiri dari beberapa kampus seperti dari Universitas Jember (UNEJ), Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Siddiq Jember (UIN KHAS), Universitas Islam Jember (UIJ), Universitas Al-Falah Assunniyyah (UAS) Kencong Jember, dan Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember (UNIKHAMS). Mereka memulai program KKN di Desa Mulyorejo sejak pertengahan Juli pada tanggal 17 Juli 2025 dan akan melaksanakan kegiatan selama 35 hari ke depan hingga tanggal 22 Agustus 2025. Pada minggu pertama kegiatan KKN ini berfokus pada observasi partisipatif dalam mengenali kondisi sosial-ekonomi desa, potensi sumber daya alam, serta kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, kewirausahaan, dan lingkungan. Melalui pendekatan kolaboratif dan interaktif, mahasiswa melakukan serangkaian survei lokasi kebun kopi warga, diskusi kelompok KKN, serta dialog langsung dengan beberapa perangkat desa Mulyorejo danย beberapa Kepala Dusun. Koordinator desa kelompok 048, Ahmat Kholiludin M. A. dari Universitas Al-Falah Assuniyah Kencong, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekedar mencoba membuka wawasan masyarakat untuk mengenali potensi lingkungan desanya dan membangun kolaborasi aktif dengan masyarakat. โKelompok 048 ada sebagai perantara pengetahuan kepada masyarakat. Kami mengamati potensi desa mereka, lalu bersama-sama merencanakan program yang berkelanjutan,โ ujarnya. Sejumlah potensi yang berhasil diidentifikasi antara lain sektor pertanian organik berupa kopi dan jagung. Di sisi lain, mahasiswa juga mencatat adanya tantangan seperti pemanfaatan bahan baku utama yang masih minim, kurangnya akses digital, minimnya kesadaran akan isu stunting, dan pernikahan dini yang masih menjadi perhatian utama. Kepala Desa Mulyorejo, Bapak Abd. Aziz, menyambut baik kegiatan mahasiswa ini. Ia menilai program KKN kolaboratif seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Sehingga diharapkan dengan waktu kurang lebih 5 minggu, para mahasiswa bisa memaksimalkan progres program kerja yang ditentukan โKami menerima dengan senang hati dan menyambut hangat para mahasiswa yang akan KKN di desa kami karena mereka tidak hanya datang dengan program instan, tapi juga melihat kondisi desa kami dulu. Ini langkah yang bagus untuk kemajuan desa kami,โ ungkapnya. Ke depannya, kelompok 048 berencana untuk mengembangkan program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan digital desain dan marketing untuk UMKM lokal, edukasi pencegahan stunting dan pernikahan dini, serta pemanfaatan pupuk dari kulit ampas kopi yang merupakan komoditas utama di desa Mulyorejo ini.ย Tak hanya fokus pada masalah, Mahasiswa KKN juga berupaya memunculkan potensi lokal. Salah satu program unggulan mereka adalah pelatihan pembuatan produk olahan dari hasil pertanian lokal, seperti pupuk ampas kopi yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah serta membuka peluang usaha mikro bagi warga desa.ย Program KKN Kolaboratif ini ditargetkan menghasilkan rencana aksi yang dapat berkelanjutan bagi warga maupun pemerintah desa. Harapannya, hasil dari program ini tidak berhenti di kegiatan KKN saja, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan Desa Mulyorejo. Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat, Mahasiswa KKN Kelompok 048 menunjukkan bahwa kehadiran generasi muda di desa bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk membangun bersama serta memperoleh banyak pengalaman baru dari program KKN Kolaboratif ini. Para mahasiswa posko 048 berharap kegiatan mereka dapat menjadi langkah awal bagi pembangunan desa berbasis potensi lokal dan pemenuhan kebutuhan nyata dan langsung bagi masyarakat sekitar. Maka dari itu, persiapan program KKN Desa Mulyorejo ini dilaksanakan secara bertahap dan sistematis agar tidak ada bagian yang terlewat atau mengalami kendala selama pelaksanaannya.ย
Jember, 28 Juli 2025 โ Pada hari Minggu tanggal 27 Juli 2025 kelompok KKN kolaboratif 048 yang berada di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, bergotong royong dalam menyalurkan bantuan dari dinas sosial berupa beras 10 kg sebanyak dua karung per orang dari Perum Bulog bagi warga lokal kurang mampu. Desa yang mayoritas warganya bekerja di sektor pertanian kebun kopi ini mulai berkumpul dan mengantre sejak pukul 08.00 WIB untuk mendapatkan bantuan di Balai Desa Mulyorejo yang berlokasi di Jalan Baban Tengah Nomor 1 Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember Sebanyak 1.500 warga menerima bantuan beras masing-masing 20 kg, lalu penyebarannya dilakukan oleh perangkat desa dan para mahasiswa KKN Kolaboratif 048 di Balai Desa Mulyorejo. Program ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, serta menjaga ketahanan pangan dan kestabilan harga beras di tengah situasi ekonomi yang berubah-ubah. Mahasiswa KKN dibagi menjadi dua kelompok masing-masing bertugas untuk registrasi pengecekan kesesuaian undangan dengan data diri warga yang hadir dan verifikasi para penerima bantuan melalui aplikasi yang tersedia. Tidak hanya itu, salah seorang mahasiswa KKN berkontribusi untuk memberikan hiburan kepada warga yang hadir dengan menyanyikan lagu secara live.ย Beras Bulog diberikan secara gratis kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang dikelola oleh Kementerian Sosial. Program ini menyasar rumah tangga berpenghasilan rendah yang dianggap rentan terhadap tekanan ekonomi, seperti lonjakan harga pangan atau dampak krisis ekonomi. Setiap keluarga berhak menerima 20 kg beras setiap tahun, yang disalurkan melalui mekanisme distribusi yang diawasi oleh pemerintah desa dan didukung oleh berbagai pihak, termasuk mahasiswa KKN dan relawan sosial. Bantuan ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan serta menekan angka kerawanan pangan di wilayah-wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi. Sesampainya di balai desa, para warga harus menjalani proses verifikasi identitas keluarga yang menerima bantuan dengan melalui beberapa tahapan. Tahapan-tahapan tersebut terdiri dari yang pertama adalah calon penerima diwajibkan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan membawa dokumen pendukung seperti Kartu Keluarga, KTP, serta surat undangan dari pihak desa saat pembagian bantuan berlangsung. Proses verifikasi ini dilakukan untuk menjamin bahwa bantuan benar-benar disalurkan kepada pihak yang tepat sasaran. Penerimaannya juga bisa diwakilkan oleh orang lain baik saudara, tetangga, atau kenalan apabila orang yang terdata sedang berhalangan untuk hadir di Balai Desa. Mereka yang mewakili juga diwajibkan membawa data diri yang lengkap untuk kemudian dimasukkan datanya dalam aplikasi sebagai tanda bukti penerimaan bantuan sosial. Kehadiran mahasiswa KKN Kolaboratif 048 menjadi wujud nyata pengabdian mereka kepada masyarakat Desa Mulyorejo. Sejak pagi hari, para mahasiswa bersama perangkat desa dan petugas lapangan telah bahu-membahu menyiapkan beras bantuan serta melakukan pendataan penerima. Karung-karung beras seberat 10 kg tertata rapi di halaman depan Balai Desa Mulyorejo, sementara panitia terus berkoordinasi untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib, runtut, dan tepat sasaran. Antusiasme tak hanya datang dari pihak mahasiswa, perangkat desa, dan petugas. Warga Mulyorejo pun menunjukkan semangat luar biasa dengan datang lebih awal, bahkan sebelum pukul 08.00 WIB, demi mendapatkan barisan lebih depan untuk mendapatkan beras tersebut. Tingginya partisipasi ini mendorong panitia untuk bekerja lebih keras dalam mengatur barisan sejak awal proses registrasi, verifikasi, dan distribusi beras agar menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan kekacauan. Partisipasi sosial ini menunjukkan bahwa hal yang utama adalah dengan bersinergi lintas sektor dalam mendukung kelancaran kegiatan masyarakat. Mahasiswa KKN Kolaboratif 048 tidak hanya memberikan kontribusi pada aspek teknis, namun juga membawa energi baru yang menghidupkan semangat gotong royong dan kerukunan antar sesama manusia. Perangkat desa dan petugas pun menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam memastikan layanan bantuan diterima secara adil oleh seluruh warga Mulyorejo. Bagi mahasiswa KKN, pengalaman ini pun menjadi pelajaran berharga serta berkesan dalam praktek mengenai dinamika sosial bermasyarakat. Interaksi langsung dengan masyarakat memperkaya pemahaman mereka tentang pentingnya kolaborasi, pelayanan publik, dan nilai solidaritas dalam membangun desa. Oleh sebab itu, kegiatan ini menjadi wadah baru bagi mahasiswa KKN 048 untuk mengenal masyarakat Mulyorejo dengan lebih baik sehingga bisa lebih mendekatkan diri kepada warga sekitar.
Pemerintah desa belum mengunggah potensi desa ke dalam portal ini.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Rencana tahunan pemerintah desa yang memuat program dan kegiatan sesuai RPJM Desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu