Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6525
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Jejak Perkebunan Belanda dan Potensi Alam Desa Mulyorejo Kecamatan Silo

Author
Desa Mulyorejo Kec. Silo
21 Agustus 2025 1447 Kali Dilihat

Jember, 31 Juli 2025 โ€” Dahulu ketika struktur pemerintahan desa belum terbentuk secara resmi, wilayah Mulyorejo telah berperan sebagai bagian dari areal perkebunan yang dikelola oleh PTP 23 Silosanen. Kini, pengelolaan tersebut berada di bawah naungan PTP Nusantara I Regional 5, tepatnya Kebun Silosanen Sumber Tengah. Perkebunan ini merupakan Hak Guna Usaha (HGU) milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pada awalnya, lahan seluas 1.439 hektar tersebut ditanami berbagai komoditas unggulan seperti kakao, karet, dan kopi. Namun, kopi belum menjadi fokus utama karena masih berada dalam fase uji coba terhadap kesesuaian kondisi tanah dan iklim lokal.ย 

Wilayah ini juga termasuk dalam jejak peninggalan kolonial Belanda. Pada tahun 1910, pihak Belanda mulai melakukan pembibitan kopi jenis robusta. Tanaman ini dinilai paling cocok karena kondisi geografis Silosanen yang berada di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut. Percobaan tersebut berhasil, dan sejak saat itu kopi robusta menjadi komoditas utama yang terus dibudidayakan oleh warga sekitar.

Awal terbentuknya Dusun Baban dimulai dari Dusun Silosanen dan Baban Tengah. Pada tahun 1930, masyarakat membuka hutan di Baban Tengah untuk dijadikan lahan pertanian. Waktu terus berjalan yang kemudian berkembang menjadi perkampungan. Para pekerja di perkebunan Belanda berinisiatif untuk membuka lahan dengan menebang hutan di perbatasan perkebunan secara diam-diam. Lalu, para pekerja kebun Belanda ini mulai berkebun dengan mencoba menanam jagung, kacang, dan sayuran, serta membangun gubuk untuk tempat tinggal. Kemudian mereka tetap bekerja di Silosanen sambil mempelajari teknik bertani kopi.ย 

Bertambahnya jumlah pemilik wilayah lahan membuat mereka berpikir untuk mengajak keluarga dari luar daerah dengan ikut membuka hutan sebagai tempat tinggal baru. Masyarakat yang tinggal ini mayoritas berasal dari suku Madura sehingga mereka menamai wilayah tebangan dengan kata โ€œBabanโ€ yang diambil dari kata Madura bhebheden (penebangan). Penamaan dusun mengikuti arah dari Silosanen yakni Baban Timur di timur, Baban Barat di barat, dan Baban Tengah di tengah. Ada juga wilayah Baban Batu Ampar yang diberi nama oleh Kepala Desa terdahulu yakni Bapak Sucipto. Penamaan wilayah dusun ini didasari karena adanya sungai dengan batu panjang dan datar di wilayah tersebut.

Perkebunan Silosanen bukan hanya berfungsi sebagai pusat produksi komoditas pertanian, tetapi juga menjadi daya tarik bagi pendatang dari luar daerah. Banyak tenaga kerja dari berbagai penjuru Jawa Timur, terutama dari Pulau Madura, datang dan menetap di sekitar areal perkebunan untuk bekerja sebagai buruh dan karyawan tetap. Arus migrasi ini menciptakan permukiman-permukiman baru yang berkembang secara bertahap menjadi bagian dari struktur desa. Komunitas yang terbentuk dari interaksi penduduk lokal dan para pendatang menjadi fondasi awal terbentuknya Desa Mulyorejo. Aktivitas di perkebunan memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, sosial, dan kultural masyarakat setempat.

Secara administratif, Desa Mulyorejo berada di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyuwangi. Letak geografisnya berada di wilayah tenggara Kabupaten Jember. Wilayah desa ini berbatasan dengan Desa Pace dan Desa Harjomulyo di sebelah utara, Desa Kalibaru Banyuwangi di timur, kawasan Meru Betiri dan Desa Sanenrejo di selatan, serta Desa Curahnongko dan Desa Socah Kecamatan Tempurejo di sebelah barat. Desa Mulyorejo terdiri atas lima dusun, yaitu Baban Timur, Silosanen, Baban Tengah, Batu Ampar, dan Baban Barat.ย 

Desa Mulyorejo memiliki luas mencapai 90,89 kmยฒ. Letak geografis desa berada di dataran tinggi pegunungan dengan ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Kondisi ini mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan, khususnya kopi robusta. Sebagian besar penduduk merupakan petani yang mengelola lahan kebun secara mandiri. Selain kopi, warga juga menanam alpukat, pisang, petai, kelapa, bambu, dan sayuran musiman. Aktivitas ekonomi ditopang oleh usaha peternakan ayam, kambing, dan sapi, serta industri rumah tangga seperti produksi tempe, tahu, kerajinan bambu, pengumpulan madu hutan, dan perdagangan. Beberapa warga bekerja di sektor formal sebagai guru, bidan, aparatur desa, dan pegawai negeri.

Desa Mulyorejo juga memiliki potensi wisata berbasis alam. Kawasan Srendeng dan Gunung Puncak Jaran yang terletak di Dusun Baban Barat menjadi daya tarik karena nuansa alam pegunungannya. Namun, akses jalan menuju kawasan wisata tersebut masih terbatas. Jalur yang tersedia belum diperkeras dan masih berupa bebatuan, sehingga menyulitkan kendaraan menuju lokasi. Pemerintah desa sedang melakukan pembenahan infrastruktur jalan di beberapa dusun agar aktivitas warga dan pengembangan wisata dapat berjalan lebih lancar.

Bagikan: