80)">
Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember
Kecamatan Balung, Jember, Jawa Timur ยท Kode Pos 68161
Batas wilayah administratif Desa Balunglor
Mewujudkan Desa Balung Lor Menjadi Desa Mandiri Dan Bermartabat Dengan Mengedepankan Swadaya Dan Partipasi Aktif Masyarakat, Peningkatan Kemudahan Dalam Memperoleh Pelayanan Yang Berkualitas
1. SEJARAH DESA BALUNG LOR
Bersumber dari keterangan dari Para sesepuh dan tokoh masyarakat Desa Balung Lor dan sumber-sumber lainyang terpercaya, maka dapat diperoleh gambaran sejarah Desa Balung Lor sejak Jaman Penjajajahan VOC hingga sat ini.
Menurut cerita : Nama Desa Balung Lor, dimunculkan Pertama kali oleh Mbah Budeng, asal kata Balung berasal dari ditemukannya Mbah Mpuk Lanang yang sudah meninggal berupa tengkorak diatas pohon.
Mbah Mpuk atau Mbah Budeng adalah Nama Samaran dari Ki Bondan Kebalen seorang Pendatang dari Mataram.
Setelah setahun tidak ada kabar beritanya, maka Mbah Mpuk Putri mencari suaminya yang bernama Mbah Mpuk Lanang atau Ki Bondan Kebalen, namun saat ditemukan Mbah Mpuk Lanang sudah dalam keadaan meninggal dunia diatas pohon dan sudah menjadi tengkorak.
Untuk mengingat Jasa-jasa yang telah diperbuat oleh Mbah Mpuk Lanang, maka Mbah Mpuk Putri memberi nama tanah hasil babatan hutan Mbah Puk dengan nama Balung yang berarti adalah Tulang, Selanjutnya hasil babatan hutan yang kerah barat diberi nama Balung Kulon, Babatan ke Selatan diberi nama Balung Kidul dan yang kearah utara diberi nama Balung Lor yang tidak lain adalah Desa yang kita tempati dan yang kita cintai.
Kepemimpinan di Desa Balung Lor yang hingga saat ini dapat dicatat dalam sejarah Desa adalah sebagai berikut :
1. Kepala Desa Pertama Di Desa Balung Lor Pada Jaman Penjajahan Belanda adalah Mbah Tasrip. Tidak diketahui secara pasti sejak kapan beliau memimpin Desa Balung Lor.
2. Kepada Desa Kedua H Riduan atau Bapak Maemunah yang merupakan Putra dari Bapak Tasrip. Bapak H Riduan atau Bapak Maemunah menjadi Kepala Desa Balung lor sejak Jaman Penjajahan Belanda hingga meninggal pada sekitar Tahun 1929.
3. Kemudian diadakan pemilihan Kepala Desa dan dimenangkan oleh Bapak Tasripah yang merupakan kepala Desa Ketiga. Bapat Tasripah adalah cucu dari mbah Tasrip Kepala Desa Pertama. Bapak Tasripah mulai menjadi petinggi didesa Balung Lor sejak Tahun 1930 sampai ia ditangkap oleh Pasukan Belanda Pada Tahun 1946.
Pada Masa petinggi Bapak Tasripah, situasi masyarakat Desa Balung Lor sangat mencekam karena hidup dalam tekanan penjajahan Belanda, siang malam pasukan penjajah belanda berpatroli di jalan-jalan des, tak terhitung berapa banyak jumlah pasukan belanda yang menguasai desa Balung Lor, Rakyat Desa Balung Lor Merasa katakutan karena pasukan penjajah terus berdatangan menguasi balung lor dengan senajata berat. Markas Pasukan belanda untuk wilayah desa Balung Lor berada di gudang tembakau depan pasar senenan Balung. Pada Saat itu kondisi pemerintahan desa Balung Lor kacau dan lumpuh total karena Petinggi Tasripah ditangkap Belanda dan dipenjara di Kali Sosok selama empat tahun.
4. Atas persetujaun Ajudan Kawedanan, masyarakat Desa Balung Lor mengadakan pergantian untuk mengisi kekosongan Petinggi Desa Balung Lor dan yang terpilih menjadi petinggi pengganti Bapak Tasripah adalah Bapak Riduan yang berkantor di Barat Lapangan Balung.
Oleh masyarakat Desa waktu itu, Bapak Riduan adalah sosok yang pandai dan dapat melindungi rakyat Desa Balung Lor dari penjajahan Belanda Didesa Balung Lor, setelah situasi di Desa Balung Lor benar-benar aman, akhirnya Bapak Riduan mengembalikan mandatnya kepada Rakyat Balung Lor.
5. Pemilihan Kepala Desa sebagai pengganti Bapak Riduan diikuti oleh Dua orang yaitu Upas Rawi dan Modin Sarip dan dimenagkan oleh Bapak Upas Rawi, masa Kepemimimpinan Upas Rawiberlangsung Sejak tahun 1946 sampai dengan tahun 1950.
6. Petinggi Desa Balung Lor setelah Upas Rowi adalah Bapak Tasripah yang merupakan Kepala Desa Balung lor yang ditahan oleh Penjajah Belanda di Kali Sosok pada Tahun 1946 yang sudah dibebaskan pada tahun 1950.
Proses pergantian Kepala Desa Dari Upas Rawi Ke Bapak Tasripah adalah kerana keinginan masyarakat Desa Balung lor pada waktu itu, Pada awalnya Bapak Tasripah tidak mau, karena sudah lelah ditahan oleh Belanda, keinginan masyarakat ini didasari karena perjuangan dan rasa nasionalisme Bapak Tasripah terhadap Bangsa ini cukup tinggi, namum karena desakan yang cukup kuat dari rakyat maka Bapak Tasripah Kembali memimpin Desa Balung Lor hingga tahun 1950, dan setelah beliau tidak mampu secara phisik, karena sudah tua akhirnya beliau meletakan jabatan dan menyerahkan kepada Carteker pada tahun 1956.
7. Kepala Desa Pengganti Bapak Tasripah yang merupakan kepala Desa Ketujuh adalah Bapak Parman yang menjabat hanya selama satu tahun karena Bapak Parman meninggal dunia pada Tahun 1958.
8. Kepala Desa Berikutnya pengganti Bapak Parman adalah Bapak Parto yang hanya memimpin mulai 1958 sampai dengan 1959.
9. Kepala Desa Ke sembilan yang memimpin Desa Balung Lor setelah Bapak Parto adalah Bapak Sudarman yang Menjadi Kepala Desa Balung Lor hingga tahun 1967.
10. Tidak diketahui secara pasti penyebab pergantian Bapak Sudarman sebagai Kepala Desa Balung Lor pada tahun 1968, hingga Kepala Desa Balung Lor dipimpin Oleh PLH Bapak Jumari. Pada Masa PLH Kepala Desa Bapak Jumari terjadi pemindahan kantor Kepala Desa Dari Rumah Bapak Sudarman sebanyak 3 kali sampai pada akhirnya Bapak Jumari Berhasil Membuat Kantor Desa Balung lor yang permanen yang bertahan hingga saat ini. Masa PLH Bapak Jumari selama tiga setengah tahun.
11. Setelah masa PLH Bapak Jumari berakhir, maka diadakan Pemilihan Kepala Desa dan Bapak Jumari terpilih Sebagai Kepala Desa secara Devinitif sampai dengan tahun 1980.
12. Setelah berakhirnya masa jabatan Bapak Jumari pada tahun 1980, selanjutnya diadakan pemilihan kepala Desa yang dimenangkan oleh Bapak Masrukhin Maksum hingga tahun 1985. Dari Kepemimpinan Bapak Masruhin maksum ini dimulai penataan RT dan RW.
13. Setelah berakhirnya masa jabatan Bapak Masruhin Maksum karena meninggal dunia, maka sebagai penggantinya ditunjuk PLH Kepala Desa Balung Lor, yaitu Bapak Suyit hingga tahun 1989.
14. Pada Tahun 1990, diadakan Pemilihan Kepala Desa Definitif sebagai pengganti PLH Bapak Suyit dan Dimenangkan oleh Bapak Hamid Syueb hingga tahun 1998
15. Kepala Desa Berikutnya pengganti Bapak Hamid Syueb adalah Hasil Pemilihan Kepala Desa Pada tahun 1999 yang dimenangkan oleh Bapak Drs. Moh. Syatibi untuk menjabat kepala Desa hingga Tahun 2007, namun tidak sampai tiga tahun memipin Desa Balung Lor, Bapak Moh Syatibi telah pulang ke Rahmatullah/ meninggal dunia.
16. Untuk mencari pengganti Almarhum Bapak Drs. Moh Syatibi, maka pada Tahun 2002, diadakan Pemilihan Kepala desa Balung Lor dan dimenangkan oleh Bapak Drs. Gufron, yang memimpin kepala Desa Balung Lor untuk periode pertama sampai dengan 13 Agustus 2007.
17. Setelah Masa Jabatan Drs Gufron Berahir pada tahun 2007, maka pada bulan September 2007 diadakan pemilihan Kepala Desa Balung Lor periode 2007 sampai dengan 2013 yang diikuti oleh Pasangan Suami Istri Drs Gufron dan Ibu Riana Rahmawati dan dimenangkan oleh Bapak Drs. GUFRON yang memimpin hingga 29-10-2013.
18. Selanjutnya pada Tanggal 20 Nopember 2013, Diadakan Pemilihan Kepala Desa sebagai Pengganti Drs. GUFRON, dan diikuti oleh 3 Orang Calon, masing-masing SHOLEHUDIN, HJ RIANA RAHMAWATI dan IMAM MUSTOFA, dimenangkan oleh HJ RIANA RAHMAWATI yang akan memimpin Desa Balung Lor Hingga Tahun 2019.
19. Pada Bulan Oktober 2013, kepala Desa Balung Lor dipimpin oleh Ibu Hj. RIANA RAHMAWATI
20. Pada tanggal 12 september 2019, IMAM MUSTOFA memimpin Desa Balung Lor setelah memenangkan pilkades tahun 2019 yang menjabat sampai tahun 2027.
Identitas resmi wilayah
Hubungi atau kunjungi sekretariat desa
Kondisi fisik & alam desa
Batas geografis luar desa
Aparatur pelaksana penyelenggaraan pemerintahan desa
Mitra kerja pemerintah desa
Pembagian wilayah administratif
Data kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan
Fasilitas umum dan infrastruktur yang tersedia di desa
Informasi dan berita terkini
Edukasi Migrasi Aman dan Penguatan Jaringan: Harapan Baru bagi Calon Pekerja Migran Desa Balung Lor Balung lor, Balung. 24 September 2025 Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait migrasi aman, Kementrian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Bpk Mukhtarudin),ย Menyelenggarakan kegiatan edukasi dan penguatan jaringan bagi calon pekerja migran. Acara ini berlangsung di Balai Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, dan dihadiri oleh puluhan warga serta tokoh masyarakat. Kepala Desa Balung Lor, Imam Mustofa, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya informasi yang benar dan akurat sebelum masyarakat memutuskan untuk bekerja di luar negeri. Ia menegaskan bahwa migrasi yang aman dan prosedural dapat meminimalkan risiko, serta menjamin hak-hak pekerja migran di negara tujuan. โKami ingin memastikan bahwa setiap warga yang berniat bekerja ke luar negeri mendapatkan edukasi yang cukup, tahu hak dan kewajibannya, serta tidak menjadi korban penipuan atau perdagangan manusia,โ ujar Imam Mustofa. Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari BPD, para Ketua RT dan RW, Guru SMK Teknologi Balung serta Desbumi Balung Lor yang selama ini aktif mendampingi calon pekerja migran dalam proses pemberangkatan yang aman dan legal. Materi edukasi yang disampaikan mencakup prosedur migrasi yang benar, dokumen yang dibutuhkan, peran Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA), serta pentingnya memiliki jaringan yang kuat baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, peserta juga diajak berdiskusi langsung mengenai pengalaman, tantangan, dan solusi selama proses migrasi. Masyarakat Balung Lor menyambut baik kegiatan ini. Banyak dari mereka yang mengaku terbantu dengan informasi yang diberikan, terutama bagi keluarga yang memiliki anggota hendak bekerja ke luar negeri. โDulu kami hanya mengandalkan informasi dari calo. Sekarang, kami tahu harus kemana dan bagaimana caranya agar bisa bekerja secara aman dan legal,โ ungkap salah satu warga. Dengan kegiatan ini, diharapkan Desa Balung Lor dapat menjadi contoh desa yang aktif dalam perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran, serta memperkuat jaringan sosial yang mendukung migrasi aman dan bertanggung jawab.
Balung Lor,Pada hari Senin Tgl 01 September 2025,Telah dilaksanakan acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Mudin untuk wilayah Dusun Karang Anyar dan Dusun Krajan, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember.Acara ini berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa tanggung jawab di Balai Desa Balung Lor, dengan dihadiri oleh Kepala Desa Balung Lor, Bapak Imam Mustofa, Ketua dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta seluruh perangkat desa.Prosesi pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Kepala Desa Balung Lor mengenai pengangkatan Mudin baru. Setelah itu, dilakukan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa, Bapak Imam Mustofa.Dalam sambutannya, Bapak Imam Mustofa menyampaikan harapan agar Mudin yang dilantik dapat menjalankan tugas dengan amanah, bertanggung jawab, dan senantiasa mengedepankan pelayanan yang baik kepada masyarakat, khususnya dalam urusan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.Beliau juga menegaskan bahwa Mudin memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat desa, terutama dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti pernikahan, kematian, dan kegiatan keagamaan lainnya yang bersifat administratif maupun spiritual.Acara diakhiri dengan doa bersama, sebagai bentuk harapan agar Mudin yang baru dilantik senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kebijaksanaan dalam mengemban tugasnya.Dengan dilantiknya Mudin Dusun Karang Anyar dan Krajan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah desa dan tokoh masyarakat semakin kuat dalam membangun Desa Balung Lor yang lebih maju, religius, dan harmonis.
Balung Lor,Jember - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, masyarakat Desa Balung Lor bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 099 memperingati upacara Bendera Merah Putih Pada Minggu, 17 Agustus 2025. Kegiatan ini berlangsung di lapangan utama Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember. Upacara peringatan kemerdekaan ini menjadi salah satu momen yang paling dinanti-nanti oleh masyarakat, sebab setiap tahunnya kegiatan tersebut selalu menghadirkan suasana penuh semangat kebangsaan. Tidak hanya mahasiswa KKN Kolaboratif 099 yang berpartisipasi, tetapi juga mahasiswa KKN dari desa lain di sekitar Kecamatan Balung turut hadir dan bergabung dalam pelaksanaan upacara. Momen puncak terjadi saat Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) dengan langkah tegap mengibarkan Sang Saka Merah Putih, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan seluruh peserta upacara dengan penuh semangat. Pelaksanaan upacara bendera ini bukan sekadar seremoni, melainkan juga menjadi bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah berjuang mengorbankan jiwa dan raga demi merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajahan. Melalui momentum ini, masyarakat dan generasi muda diingatkan kembali tentang pentingnya menjaga persatuan, mempertahankan nilai-nilai perjuangan, serta terus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Harapan besar disampaikan dalam pelaksanaan upacara tersebut, yakni agar masyarakat Desa Balung Lor khususnya, dan seluruh bangsa Indonesia pada umumnya, senantiasa menghargai kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata para pahlawan. Upacara ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa nasionalisme, mempererat persaudaraan antar warga, serta memotivasi generasi penerus untuk terus melanjutkan perjuangan dengan cara membangun desa, daerah, dan bangsa menuju Indonesia yang lebih maju. https://unej.ac.id/,https://uinkhas.ac.id,https://www.uij.ac.id.,https://poltekesjember.sevimapla tform.com/spmbfront/,https://unipar.ac.id/
Balung Lor, Jember - Festival Balungan merupakan festival kebudayaan untuk memperingati rasa syukur terhadap hasil bumi yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Budaya saat ini menjadi salah satu ajang hiburan yang paling dinantikan masyarakat. Hal ini terlihat dari antusias masyarakat Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, yang ramai menghadiri Festival Balungan 2025. Acara tahunan kembali digelar di Balai Desa Balung Lor pada 5โ9 Agustus 2025, bersamaan dengan tradisi selamatan hasil bumi sebagai wujud syukur masyarakat atas panen yang melimpah. Kegiatan festival budaya ini terdiri dari berbagai rangkaian acara yaitu Khataman Qur'an di setiap masjid dan mushola di seluruh Desa Balung Lor karnaval, lomba senam, Tari Jathil dan Jaranan dari Sanggar Tari Putra Tanjung, dan acara puncaknya pagelaran wayang kulit.ย Festival ini bukanlah hal baru bagi masyarakat, kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2022. Pada tahun 2022 - 2023 kegiatan serupa dikenal dengan nama Gelar Budaya. Kemudian pada tahun 2024, penyelenggara resmi mengganti nama menjadi Festival Balungan, yang dipertahankan hingga kini. Pergantian nama tersebut dimaksudkan agar acara lebih dikenal luas sebagai identitas khas Desa Balung Lor yang kaya akan seni dan tradisi. Rangkaian acara tahun ini berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni budaya. Pada 8 Agustus 2025, festival dibuka dengan penampilan tari Jathil dan Jaranan dari Sanggar Tari Putra Tanjung, yang berhasil menarik penonton dengan tarian energik, iringan gamelan, serta gerakan khas kuda lumping yang penuh semangat. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pertunjukan jaranan dari kelompok masyarakat desa, yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 00.00 WIB.ย Sementara itu, puncak acara berlangsung pada malam penutupan, pada 9 Agustus 2025, yaitu gelaran wayang kulit yang dimulai pukul 21.00 WIB hingga dini hari pukul 04.00 WIB. Pertunjukan wayang ini tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pendidikan moral melalui kisah-kisah pewayangan yang memiliki makna. Kedua penampilan kebudayaan ini semakin menambah meriah festival dan memberikan pengalaman hiburan yang berkesan bagi masyarakat. Masyarakat sendiri menyambut festival ini dengan penuh antusias. Banyak warga yang hadir sejak sore hingga larut malam untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan seni. Festival Balungan ini bagi masyarakat bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga sarana hiburan bersama keluarga dan ajang mempererat kebersamaan antarwarga. Dengan meriahnya acara ini, semakin menegaskan diri sebagai ikon budaya Desa Balung Lor. Perpaduan hiburan, kesenian tradisional, pameran, dan UMKM menjadikan festival ini bukan sekadar tontonan, melainkan wadah kebanggaan masyarakat yang menjaga tradisi sekaligus bergerak menuju kemajuan. https://unej.ac.id/,https://uinkhas.ac.id,https://www.uij.ac.id.,https://poltekesjember.sevimapla tform.com/spmbfront/,https://unipar.ac.id/
Balung Lor, Jember - Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 melakukan program kerja yang disebut Gumukita (Gumuk Kita Tata), salah satu gumuk di Dusun Wetan Kali yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi wisata bagi masyarakat. Selama ini gumuk dibiarkan sebagai lahan kosong yang tidak terawat. Bapak Haris, selaku Ketua BPD mengusulkan gumuk agar dapat digunakan sebagai ruang produktif yang memiliki nilai strategis dan ekonomis serta menghidupkan kembali destinasi wisata berbasis potensi lokal. Pemanfaatan gumuk menjadi tempat wisata juga bertujuan untuk memperkuat sumber pendanaan sosial melalui kas masjid desa.ย ย Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 turut memberikan sumbangsih ide dengan mendesain gumuk dalam bentuk 3D yang menarik pandangan masyarakat. Desain ini meliputi gazebo untuk menikmati panorama persawahan, area memancing, kamar mandi umum, serta kios UMKM tradisional sebagai wadah promosi produk lokal. Proses perancangan dilakukan secara digital menggunakan aplikasi SketchUp, dengan hasil akhir berupa video render 3D melalui 5D Render yang memvisualisasikan wujud gumuk setelah penataan. ย Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 17 Agustus 2025 dengan pemaparan hasil desain gumuk melalui presentasi oleh Mahasiswa KKN Kolaboratif 099. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala dusun Wetan Kali, remaja masjid, dan masyarakat sekitar. Pemilihan objek gumuk wisata ini selain didasari oleh belum terkelolanya Gumuk yang dibiarkan menjadi lahan kosong juga karena adanya pemandangan persawahan yang sejuk, suasana asri yang ada di sekitar Gumuk. Adanya potensi ini dinilai dapat menjadi dayaย tarik pada perasaan nyaman masyarakat untuk berwisata. Proses pengolahan gumuk ini melibatkan masyarakat yang sangat antusias saat membantu maupun menyambut pemaparan desain gumuk oleh Mahasiswa KKN Kolaboratif 099. Kegiatan yang berlangsung di kawasan gumuk ini dilakukan dalam diskusi terbuka, serta ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai wujud dukungan terhadap program pengembangan wisata desa. ย Program ini menjadi bagian penting bagi Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 dalam mendukung kemajuan pembangunan desa. Kehadiran wisata Gumuk tidak hanya memberikan manfaat wisata bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada penguatan dana kas masjid sehingga berdampak positif bagi kesejahteraan desa.ย ย https://unej.ac.id/,https://uinkhas.ac.id,https://www.uij.ac.id.,https://poltekesjember.sevimapla tform.com/spmbfront/,https://unipar.ac.id/
Balung Lor, Jember - Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 melakukan kegiatan pelatihan motorik bagi seluruh anak PAUD Mahoni 26 di Desa Balung Lor Kecamatan Balung, Kabupaten Jember. Pelatihan motorik pada anak usia dini di PAUD Mahoni 26 merupakan kegiatan penting yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal. Melalui berbagai aktivitas bermain yang melibatkan gerakan tubuh, anak-anak tidak hanya diajak bergerak bebas, tetapi juga dilatih mengembangkan kemampuan koordinasi, keseimbangan, dan kekuatan otot. ย Selain itu, tidak hanya melatih gerakan yang berkaitan dengan tubuh, pola berpikir anak juga dilatih dengan cara melakukan berbagai kegiatan dasar, seperti membedakan geometri, menggambar, atau menyusun balok. Gerakan dasarย kasar yang biasanya dilakukan oleh anak PAUD, seperti berlari, melompat, hingga memindahkan benda dengan tangan membantu membentuk keterampilan motorik kasar. Sedangkan, aktivitas seperti meronce, menggambar, atau menyusun balok melatih motorik halus mereka. Berbagai kegiatan yang diberikan pada anak-anak PAUD Mahoni 26 bertujuan untuk membuat anak aktif secara fisik maupun non fisik. ย Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari pada tanggalย 6 sampai 7 dan 12 Agustus 2025 anak-anak antusias dalam melakukan kegiatan motorik halus yang juga didampingi oleh guru PAUD Mahoni 26. Kegiatan yang diadakan oleh Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 adalah menyambungkan tali dalam pola bendera Indonesia, menebalkan garis dan mewarnai di gambar bendera Indonesia, melatih kemampuan percaya diri, dan membedakan bentuk geometri. ย Tujuan dari melatih motorik ini tidak sekadar membuat anak aktif secara fisik, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk tantangan belajar di tahap selanjutnya. Selain itu, latihan ini menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan kedisiplinan, karena anak belajar mengikuti instruksi dan menyelesaikan tugas dengan konsentrasi. Dengan demikian, kegiatan latihan motorik di PAUD bukan hanya tentang gerak tubuh, tetapi juga membentuk dasar penting bagi perkembangan fisik, mental, dan sosial anak sejak dini. https://unej.ac.id/,https://uinkhas.ac.id,https://www.uij.ac.id.,https://poltekesjember.sevimapla tform.com/spmbfront/,https://unipar.ac.id/ ย
ย Balung Lor, Jember -ย Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 099 yang ditempatkan di Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, mendapatkan mandat langsung dari Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendata serta menyajikan informasi kependudukan desa secara kreatif dalam bentuk infografis.ย Pendataan ini dilakukan dengan bekerja sama bersama operator desa Balung Lor untuk mendapatkan data kependudukan yang telah tersedia. Pada tanggal 27 Juli 2025, Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 telah mengkonfirmasi data Kependudukan terhadap pengurus pelayanan operator. Mahasiswa KKN membuat desain infografis dengan berisikan data yang sudah diperoleh. Data Kependudukan yang dimasukkan dalam infografis berisiย Luas wilayah, Jumlah Penduduk, dan Lembaga desa. Bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi penting mengenai kondisi Desa Balung Lor, baik dari sisi penggunaan lahan maupun jumlah penduduk. ย Berdasarkan hasil pendataan, Desa Balung Lor memiliki luas lahan yang terbilang besar. Total penggunaan lahan terbagi menjadi tanah kering seluas 1.930 hektare, fasilitas umum 307 hektare, permukiman 4.160 hektare, dan persawahan 2.829 hektare. Dari data ini terlihat bahwa desa memiliki potensi pertanian dengan komoditas utama padi dan jagung. Sementara itu, dari sisi kependudukan, mayoritas masyarakat menganut agama Islam dengan jumlah 22.177 jiwa. Penduduk desa terdiri dari 52,1% perempuan dan 47,9% laki-laki. Struktur kelembagaan desa mencakup 61 Rukun Tetangga (RT), 13 Rukun Warga (RW), serta 6.784 kepala keluarga yang tersebar di empat dusun yaitu: Krajan, Kebonsari, Karang Anyar, dan Wetan Kali. Dengan penyajian data berbentuk infografis, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah memahami kondisi desa secara menyeluruh. Infografis ini bisa dipaparkan di lokasi strategis Desa Balung Lor dan diakses melalui media sosial, sehingga informasi bisa diakses oleh seluruh masyarakat. Jadi, hasil data kependudukan menunjukkan bahwa Desa Balung Lor memiliki lahan yang luas dan subur, dengan sektor pertanian menjadi penopang utama perekonomian desa. Potensi ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat setempat. Harapannya, infografis ini bisa menjadi langkah awal untuk mewujudkan desa yang lebih transparan, modern, dan informatif. https://unej.ac.id/, https://uinkhas.ac.id, https://www.uij.ac.id, https://poltekesjember.sevimapla tform.com/spmbfront/, https://unipar.ac.id/ ย
Balung Lor, Jember -ย Stunting saat ini menjadi salah satu kasus yang menjadi perhatian serius bagi kesehatan anak di Indonesia. Stunting masih menjadi salah satu permasalahan genting di Desa Balung Lor, yang menempati posisi kedua tertinggi di Kecamatan Balung, Kabupaten Jember. Anak yang mengalami stunting biasanya memiliki tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan anak seusianya, serta berisiko mengalami keterlambatan perkembangan. Pakar kesehatan menekankan bahwa periode 1000 hari pertama kehidupan mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun adalah masa yang sangat penting dalam mencegah stunting. Kurangnya asupan gizi selama kehamilan, serta rendahnya pemberian ASI eksklusif kepada bayi, menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka stunting. Dalam memberikan ASI Eksklusif banyak Busui yang mengalami kesulitan terhadap bayinya, karena produksi ASI yang kurang optimal.Pemerintah desa dan pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk menekan angka stunting, di antaranya dengan meningkatkan edukasi gizi bagi ibu hamil dan menyusui, memperkuat layanan posyandu, serta memperluas akses terhadap makanan bergizi. Maka dari itu, mahasiswa KKN Kolaboratif 099 melaksanakan program kerja yang berfokus pada program edukasi meningkatkan produksi ASI terhadap Ibu Menyusui (Busui) di Posyandu. Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 melaksanakan program ini pada Senin, 4 Agustus 2025 di Posyandu Mahoni 3 dan Mahoni 1 Desa Balung Lor dengan memperkenalkan hasil pembuatan dari daun katuk sebagai solusi olahan dengan bahan pangan lokal untuk mengatasi masalah produksi ASI yang rendah. Daun katuk dipilih sebagai bahan utama pembuatan puding karena dapat melancarkan ASI terhadap Busui. Pada Desa Balung Lor, tanaman katuk dibudidayakan tetapi tanaman ini tidak di ekspor, hanya dimanfaatkan untuk kebutuhanย masyarakat. Tanaman ini dibudidayakan salah satu rumah warga di dusun Wetan Kali. Sumber daya ini perlu diolah dengan berbagai variasi untuk mendukung sumber gizi ibu menyusui. Daun katuk tidak hanya dikonsumsi untuk puding saja, tetapi dalam bentuk sayur bening, lalapan, hingga kapsul herbal. Hal ini dapat menjadi pilihan yang aman dan mudah dijangkau oleh masyarakat Desa Balung Lor. Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 melakukan program PMT sekaligus menjelaskan manfaat daun katuk dalam bentuk makanan seperti puding melalui leaflet, pemberian vitamin A biru untuk anak dengan rentang usia 6 bulan sampai 1 tahun sedangkan vitamin A merah untuk anak diatas usia 1 tahun. Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 juga melakukan praktik langsung seperti pengukuran dan penimbangan tubuh pada bayi, balita, dan lansia. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 di Posyandu Mahoni 3, karena sebagian lainnya mengikuti kegiatan rapat wajib yang dilaksanakan di Balai Desa Balung Lor, sedangkan di Posyandu Mahoni 1 semua Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 mengikuti kegiatan ini. Program ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada busui dengan melancarkan ASI untuk mencegah anak dari kasus stunting. Selain itu, juga dapat meningkatkan budidaya tanaman katuk yang dimiliki oleh Bapak Haidor Desa Balung Lor. https://unej.ac.id/,https://uinkhas.ac.id,https://www.uij.ac.id.,https://poltekesjember.sevimapla tform.com/spmbfront/,https://unipar.ac.id/ ย ย ย
Balung Lor, Jember โ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 099 yang bertugas di Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, melaksanakan serangkaian program kerja mandatori yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Selama satu minggu terakhir, salah satu kegiatan penting telah dilakukan dengan fokus pada isu administrasi kependudukan (Adminduk) yaitu sosialisasi Adminduk kepada Ibu-Ibu Muda yang dilaksanakan Pada Jumat, 25 Juli 2025 di Taman Bermain Sunan Giri. Beberapa Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 yang mengikuti kegiatan sosialisasi yaitu; Muhammad Beril Holif Arrohman, Ralintang Chrisila Ramadhanti, Reny Laura Oktavia, Hafidz Zakaria, dan Daniatus Sholiha. Sedangkan, Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 lainnya membantu kegiatan wajib yang diadakan di Balai Desa Balung Lor. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya Ibu-Ibu Muda Taman Bermain Sunan Giri tentang pentingnya memiliki dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Pindah bagi Warga Negara Indonesia (SKPWNI), Pelayanan Pencatatan Sipil, seperti Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian, Perubahan dan Pembetulan Akta-akta, dan Akta Perceraian. Selain itu Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 memperkenalkan berbagai layanan digital Adminduk, seperti Aplikasi SIP dan WA Online yang bisa digunakan secara online tanpa perlu datang langsung (offline) ke kantor Dispendukcapil. Pelaksanaan sosialisasi ini dilakukan dengan menjelaskan manfaat dan cara membuat kepemilikan dokumen resmi serta prosedur pengurusannya. Materi sosialisasi telah disiapkan oleh tim Adminduk Kabupaten Jember, lalu Mahasiswa KKN Kolaboratif menyusun kembali dengan interaktif agar lebih mudah dipahami. Menurut Kepala Pengurus Taman Bermain Sunan Giri, mengatakan โSangat penting untuk segera melakukan pembuatan dokumen Adminduk, khususnya akta kelahiran agar anak Ibu-ibu sekalian dapat memiliki NISN.โ katanya. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program kerja mandatori Mahasiswa KKN Kolaboratif yang menjunjung semangat kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan administrasi publik. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman yang lebih sederhana, sekaligus ditampilkan cara praktis dan mudah untuk mengurus dokumen melalui layanan digital yang sudah disiapkan oleh pemerintah. Tidak hanya memberikan informasi, kegiatan ini juga secara langsung memberdayakan ibu-ibu muda sebagai kelompok sasaran utama. Hal ini karena ibu-ibu memiliki peran sentral dalam keluarga dan komunitas, khususnya dalam hal mengurus dokumen anak, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat mendorong masyarakat yang sadar dalam administrasi, literasi digital, dan lebih aktif dalam informasi yang diperoleh dari sosialisasi tersebut. https://unej.ac.id/, https://uinkhas.ac.id, https://www.uij.ac.id, https://poltekesjember.sevimapla tform.com/spmbfront/, https://unipar.ac.id/
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi keterbukaan informasi
Informasi yang wajib diperbarui dan disediakan secara rutin oleh badan publik tanpa perlu dimohonkan oleh masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kondisi darurat yang harus segera disebarluaskan kepada masyarakat
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang selalu siap diakses oleh pemohon kapan saja
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Informasi yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diakses oleh publik demi melindungi kepentingan negara atau hak pribadi seseorang
| No | Nama Dokumen / Informasi | Aksi |
|---|---|---|
| Tidak ada dokumen dalam kategori ini. | ||
Dokumen telah diverifikasi sebagai rilis Informasi Publik Desa.
Pusat transparansi data dan dokumentasi resmi desa
Dokumen perencanaan pembangunan desa untuk jangka waktu 5 tahun sebagai pedoman arah kebijakan desa
Dokumen anggaran resmi desa yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa dalam satu tahun
Laporan tahunan kepala desa mengenai pelaksanaan pemerintahan desa kepada masyarakat dan pemerintah daerah
Dokumen laporan keuangan desa beserta daftar aset dan investasi yang dimiliki
Dokumen atau kumpulan data komprehensif yang memberikan gambaran menyeluruh tentang karakteristik, potensi, dan tingkat perkembangan suatu desa
Dokumen data dan informasi sistematis yang menggambarkan profil, kondisi, serta potensi menyeluruh dari suatu wilayah desa
Publikasi Potensi Desa merupakan publikasi yang berisi data dan indikator strategis mengenai kondisi dan potensi yang ada di desa/kelurahan.
Publikasi data statistik desa yang memuat angka-angka penting terkait kondisi sosial, ekonomi, dan demografi
Laporan tahunan penyelenggaraan layanan informasi publik di desa melalui PPID Desa
Dokumen publikasi berisi laporan kekayaan pejabat desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat
Informasi jadwal kegiatan desa yang dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat mengikuti dan berpartisipasi
Pedoman resmi yang mengatur tata cara pelaksanaan tugas dan layanan pemerintahan desa untuk menjamin konsistensi dan kualitas
Produk hukum yang ditetapkan bersama kepala desa dan BPD untuk mengatur kehidupan masyarakat desa
Peraturan yang ditetapkan oleh kepala desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa
Keputusan administratif kepala desa yang bersifat penetapan atau kebijakan tertentu