Logo Pemkab Jember

PPID Desa Jember

Pejabat Pengelola Informasi dan
Dokumentasi Desa Kabupaten Jember

226
Total Desa
6438
Artikel Berita
131
Potensi
Pemerintahan Desa

Inovasi Mahasiswa KKN Kolaboratif099: Dorong Pola Hidup Sehat ASI Eksklusif Busui Balung Lor

Author
Desa Balunglor Kec. Balung
13 Agustus 2025 292 Kali Dilihat

Balung Lor, Jember -  Stunting saat ini menjadi salah satu kasus yang menjadi perhatian serius bagi kesehatan anak di Indonesia. Stunting masih menjadi salah satu permasalahan genting di Desa Balung Lor, yang menempati posisi kedua tertinggi di Kecamatan Balung, Kabupaten Jember. Anak yang mengalami stunting biasanya memiliki tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan anak seusianya, serta berisiko mengalami keterlambatan perkembangan. Pakar kesehatan menekankan bahwa periode 1000 hari pertama kehidupan mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun adalah masa yang sangat penting dalam mencegah stunting.

Kurangnya asupan gizi selama kehamilan, serta rendahnya pemberian ASI eksklusif kepada bayi, menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka stunting. Dalam memberikan ASI Eksklusif banyak Busui yang mengalami kesulitan terhadap bayinya, karena produksi ASI yang kurang optimal.Pemerintah desa dan pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk menekan angka stunting, di antaranya dengan meningkatkan edukasi gizi bagi ibu hamil dan menyusui, memperkuat layanan posyandu, serta memperluas akses terhadap makanan bergizi.

Maka dari itu, mahasiswa KKN Kolaboratif 099 melaksanakan program kerja yang berfokus pada program edukasi meningkatkan produksi ASI terhadap Ibu Menyusui (Busui) di Posyandu. Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 melaksanakan program ini pada Senin, 4 Agustus 2025 di Posyandu Mahoni 3 dan Mahoni 1 Desa Balung Lor dengan memperkenalkan hasil pembuatan dari daun katuk sebagai solusi olahan dengan bahan pangan lokal untuk mengatasi masalah produksi ASI yang rendah. Daun katuk dipilih sebagai bahan utama pembuatan puding karena dapat melancarkan ASI terhadap Busui. Pada Desa Balung Lor, tanaman katuk dibudidayakan tetapi tanaman ini tidak di ekspor, hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan  masyarakat. Tanaman ini dibudidayakan salah satu rumah warga di dusun Wetan Kali. Sumber daya ini perlu diolah dengan berbagai variasi untuk mendukung sumber gizi ibu menyusui. Daun katuk tidak hanya dikonsumsi untuk puding saja, tetapi dalam bentuk sayur bening, lalapan, hingga kapsul herbal. Hal ini dapat menjadi pilihan yang aman dan mudah dijangkau oleh masyarakat Desa Balung Lor.

Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 melakukan program PMT sekaligus menjelaskan manfaat daun katuk dalam bentuk makanan seperti puding melalui leaflet, pemberian vitamin A biru untuk anak dengan rentang usia 6 bulan sampai 1 tahun sedangkan vitamin A merah untuk anak diatas usia 1 tahun. Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 juga melakukan praktik langsung seperti pengukuran dan penimbangan tubuh pada bayi, balita, dan lansia. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 di Posyandu Mahoni 3, karena sebagian lainnya mengikuti kegiatan rapat wajib yang dilaksanakan di Balai Desa Balung Lor, sedangkan di Posyandu Mahoni 1 semua Mahasiswa KKN Kolaboratif 099 mengikuti kegiatan ini.

Program ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada busui dengan melancarkan ASI untuk mencegah anak dari kasus stunting. Selain itu, juga dapat meningkatkan budidaya tanaman katuk yang dimiliki oleh Bapak Haidor Desa Balung Lor.

https://unej.ac.id/,https://uinkhas.ac.id,https://www.uij.ac.id.,https://poltekesjember.sevimapla tform.com/spmbfront/,https://unipar.ac.id/

 

 

 

Bagikan: